Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Makan malam


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞


" Mas ini barang - barang darimana ? kamu habis belanja ? Banyak duit dong ?" Ucap delia.


Delia baru saja pulang dan langsung melihat barang belanjaan amar yang belum di bereskan. Amar tiduran di kasur karena kecapean seharian jalan - jalan dengan rosa. Dan amar pun kaget saat melihat delia sudah pulang, dia mengira jika delia akan pulang larut malam.


" Loh dek kata nya pulang malam ? kok jam segini sudah pulang?" Tanya amar sedikit gugup.


" Iya mas ini kan sudah malam mas, sudah jam tujuh loh. Oh iya mas belum menjawab pertanyaan ku. Mas habis belanja? Wahh ini barang - barang mahal semua mas, untuk beli barang mahal begini saja kamu punya uang. Sedangkan untuk nafkah ku saja kamu melupakan nya, padahal uang nafkah mu itu juga untuk biaya makan mu juga " Ucap delia menyindir amar.


Amar terlihat bingung, pasal nya barang - barang itu memang bukan dia yang beli melainkan rosa yang membelikan nya.


" Oh iya dek tadi pekerjaan selesai lebih cepat dan kami satu team dapat bonus. Terus teman - teman ngajakin belanja, mas khilaf ambil ini itu soal nya bagus - bagus ya mas ambil aja. " Ucap amar berbohong dikira nya delia tidak tahu jika tadi dia jalan dengan rosa.


Amar mengeluarkan dompet dalam kantong celana nya dan mengambil beberapa lembar uang berwarna merah lalu memberikan nya kepada delia.


" Ini uang buat kebutuhan sehari - hari dek, maafin mas ya kalau selama beberapa bulan ini mas mengabaikan nafkah untuk mu. Mulai sekarang mas tidak akan mengabaikan nya lagi, mas tidak mau menjadi suami yang dzolim. " Ucap amar sambil menyerahkan uang kepada delia.


Delia menerima uang pemberian amar lalu menghitung nya, bibir delia menyunggingkan senyum saat mengetahui jumlah uang yang di berikan amar.


" 2 juta mas ? Tumben kamu memberi ku 2 juta. Biasa nya cuma 1,5 juta saja.? oh iya beberapa hari yang lalu kata nya mas baru dapat bonus ya tapi kok ini dapat bonus lagi ?" Tanya delia penuh selidik.


* Aduch.. kenapa delia jadi sekepo ini sih. Benar sih tiga hari yang lalu aku baru dapat bonus dan sudah habis aku bagi ke ibu dan yang lain nya. Uang yang aku berikan kepada delia sekarang itu uang pribadi ku, yang tadi pagi sengaja aku ambil di ATM karena mau jalan sama Rosa * Gumam amar dalam hati nya.

__ADS_1


" Oh iya mas tiga hari yang lalu dapat bonus karena berhasil mengerjar target. Dan bonus hari ini seperti bonus lemburan itu dek. Mas mandi dulu ya dek, hari ini mas capek banget tadi pulang langsung tiduran tanpa mandi dulu " ucap amar lalu mengambil handuk yang tergantung di samping lemari dan masuk ke kamar mandi.


Delia sekuat mungkin menahan diri nya agar tidak marah dengan kebohongan yang di ciptakan suami nya. Dia mau mencari bukti perselingkuhan suami nya terlebih dahulu agar amar tidak bisa berkutik dan mengelak.


******


Seminggu sudah hubungan amar dan rosa berjalan, mereka benar - benar menyembunyikan hubungan nya dari teman - teman kantor nya. Namun gelagat mereka berdua sudah bisa ketebak oleh diki. Beberapa kali diki memergoki kebersamaan amar dan rosa yang terlihat lebih dekat dari biasa nya.


" Mar, makin mesra aja kamu sama rosa ? sudah jadian ya ?" Tanya diki langsung pada inti nya.


" Ah jangan ngaco kamu dik " Jawab amar gugup.


" Sudahlah jangan kamu tutup-tutupi lagi. Mungkin yang lain bisa kamu bohongi tapi tidak dengan ku. Aku hanya bisa berpesan segera akhiri hubungan mu dengan rosa sebelum masalah menghampiri hidup mu. Kamu belum tahu rosa yang sesungguh nya, jangan sampai kamu melepas berlian demi batu kerikil jalanan. Semoga hari mu selalu bahagia mar " Ucap diki menepuk pundak amar lalu pergi meninggalkan amar yang masih terdiam di samping motor nya.


Amar masih memikirkan ucapan diki yang membanding kan antara berlian dan batu kerikil. Tapi amar tidak tahu maksud yang di sampaikan diki. Amar pun memilih tidak menghiraukan ucapan diki, dia segera menaiki motor nya dan keluar dari parkiran, amar langsung pulang karena malam ini ada acara di rumah ibu nya. Acara makan malam untuk merayakan ulang tahun ibu nya.


" Dek kamu sudah menyiapkan kado untuk ibu ?" Tanya amar saat mereka sudah bersiap untuk berangkat.


" Kok kecil amat dek, memang apa isi nya ?" Tanya amar tidak yakin dengan isi kado di dalam nya.


" Sudah kamu tenang saja yang penting kamu tidak keluar uang kan ? Aku beli kado sesuai dengan uang yang aku punya, sudah ayok berangkat nanti mereka marah karena kita terlambat datang " Ucap delia lalu menarik tangan amar keluar dari rumah.


Amar dan delia pun berangkat dengan mengendarai motor, tidak sampai 5 menit motor yang di kendarai amar sudah berhenti di halaman rumah ibu nya.


" Wah anak menantu baru datang, kenapa tidak nanti jam 9 saja datang nya?" Ucap ibu siti dengan senyum sinis kepada delia.


Ibu siti kesal dengan delia karena tadi siang dia meminta delia datang untuk membantu memasak tetapi delia tidak mau. Bukan delia tidak mau, mungkin jika sang mertua bicara baik - baik delia akan memasak untuk acara malam ini. Delia sebenar nya sangat menyayangi ibu mertua nya dan sudah menganggap nya seperti ibu nya sendiri, tetapi ibu siti sama sekali tidak pernah menganggap delia menantu nya. Selalu ketus dan tidak perduli dengan delia, lama - lama rasa sayang delia pudar begitu saja.


" Kita masuk dulu saja bu " Ucap amar.


Ambar membawa ibu nya masuk dan duduk di ruang keluarga. Disana sudah ada harun dengan istri nya dan tini dengan suami nya. Mereka sama sekali tidak ada yang menyambut atau menyalami delia, bahkan sapaan delia tidak mereka hiraukan hanya joko yang tersenyum dan menganggukkan kepala nya kepada delia.

__ADS_1


" Mau makan malam dulu atau pemberian kado ?" Tanya rani membuka pembicaraan.


" Makan malam saja dulu sayang, mas sudah lapar sekali. " Seru harun sambil mengusap perut nya.


" Iya kita makan malam saja dulu. " Ucap tini setuju dengan harun.


Mereka semua menuju meja makan dan makan malam bersama. Sepanjang mereka makan malam ibu siti terlihat akrab dan sayang sekali dengan rani. Beda perlakuan nya kepada delia, delia hanya diam saja tidak ada saudara suami nya yang memperdulikan nya.


" Dimakan makanan nya dek " Ucap amar sedikit berbisik.


" Iya mas ' Jawab singkat delia.


" Nanti selesai makan kamu yang beresin semua ini del, kamu cuci semua nya sampai bersih. Enak saja kamu datang - datang cuma tinggal makan. " Ucap ibu siti ketus.


" Iya kamu datang kan cuma tinggal makan, ya walaupun kami beli tetap kami yang keluar uang. Jadi menantu itu yang rajin, jangan bisa nya datang untuk makan doang. Tadi siang ibu kan sudah menelpon mu untuk datang memasak, tetapi kamu tidak mau. Jadi terpaksa kami harus beli makanan ini, sebagai ganti rugi nya kamu yang bersin semua nya sampai bersih " Ucap tini menyuruh seenak nya.


" Iya mbak delia nanti yang nyuci semua ini, aku tidak mau karena kuku ku baru saja aku rapihin. Nanti rusak karena harus mencuci piring, oh tidak " Tambah rani dengan suara lebay nya.


Makanan yang sudah masuk mulut delia seekan ingin delia keluarkan lagi, terasa sulit untuk menelan makanan itu. Belum juga makanan di piring delia habis segala macam perintah sudah menanti nya.


" Iya dek nanti kamu yang beresin semua ini ya" Ucap amar ikut menyuruh delia.


Delia hanya mengangguk pasrah dengan senyum yang dia paksakan. Delia ingin segera membereskan semua yang ada di atas meja, ingin rasa nya semua delia buang agar bisa segera mungkin cepat delia cuci piring - piring itu agar delia bisa cepat pergi dari rumah neraka itu.


* Beginilah nasib menantu yang tidak di hargai, tunggu saja suatu saat kalian semua akan menyesal sudah mengabaikan ku. * Gumam delia dalam hati nya.


******


AUTHOR cuma minta tinggalkan LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE SERTA HADIAH NYA untuk karya Author. Agar Author semakin semangat menulis nya🙏❤


Rate bintang 5 nya jangan lupa ya kak ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤


__ADS_2