
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹.
.
.
.
💞💞💞💞💞💞💞
Kartika masih penasaran dengan cerita tentang amar yang ternyata mantan suami nya delia. Bahkan dia sendiri heran karena delia masih saja baik dan menjalin silahturahmi dengan baik sama mantan suami nya. Bahkan delia juga mengenal baik dan akrab dengan wanita yang kartika sangka pacar amar.
" Ehh...yun, kok bisa sih mbak delia masih baik sama mantan suami nya padahal sudah di selingkuhin loh ?" Tanya kartika mulai mencari tahu.
" Hati manusia memang tidak ada yang tahu kar, lagi pula mbak delia itu memang baik dan tidak punya rasa dendam sama sekali. Mbak delia itu seperti malaikat yang nyata ada di dunia." Jawab yuni.
" Benar yun... kalau aku jadi mbak delia mungkin aku tidak sanggup yun. Bahkan si asti gila itu juga di kasih pekerjaan sama mbak delia, dan sekarang mbak delia dekat juga sama pacar nya si mantan suami nya itu " Ucap kartika tanpa mau menyebut nama amar.
" Haahhh.... !! Pacar ? Pacar yang mana Kar?" Tanya yuni kaget.
Kartika gugup dan ganya garuk - garuk kepala nya yang tidak gatal. Dia takut jika tadi kata - kata nya ada yang salah, bisa gawat kalau yuni tahu kartika naksir amar.
" Ehh... itu wanita yang kemarin belanja itu kan pacar nya " Jawab kartika.
" Maksud kamu wanita yang kemarin datang sama pak amar ? Hahaaa.... kartika kamu ini kok bodoh banget sih. Dia itu mbak tini kakak nya pak amar. " Seru yuni dengan tawa yang lebar.
Hahh ?
Kakak ?
Kartika nyengir kuda sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Ternyata apa yang di fikirkan nya adalah sebuah kesalahan.
" Ohh kakak nya, aku kira pacar nya " Seru kartika.
" Kamu ini aneh - aneh saja kar, kakak kok di bilang pacar. " Ucap yuni masih tertawa.
" Ya maaf yun.. aku kan tidak tahu " Jawab kartika lagi .
Obrolan mereka terhenti karena para pengunjung sudah banyak yang ingin membayar barang belanjaan nya. Dengan sabar kartika dan yuni melayani pelanggan, semua antri sesuai dengan urutan mereka mendatangi meja kasir.
Sementara itu di rumah delia, tepat nya rumah milik delia pribadi delia dan ke dua anak kembar nya sedang bermain bersama di temani dengan mbak novi sang pengasuh dan bik asih, bibik yang bertugas membersihkab rumah delia.
" Mbak delia beberapa hari yang lalu ada orang datang kata nya dia tertarik sama rumah ini. Kalau misal mau di jual suruh hubungi dia saja . Orang itu meninggalkan kartu nama nya mbak " Ucap bik asih memberitahu.
" Rumah ini tidak akan aku jual bik, rumah ini aku beli dengan hasil keringat ku sendiri. Jadi aku tidak akan menjual nya, biarlah nanti jadi tempat tinggal untuk anak - anak ku. " Ucap delia .
" Iya mbak, buat aset di hari tua ya mbak " Ucap novi ikut menimpali.
" Benar kamu Nov " Seru delia dan bik asih bersamaan.
Mereka bertiga pun tertawa lebar sampai si kecil juga ikut tertawa, padahal tidak tahu apa yang sedang di tertawakan oleh para orang tua.
" Ehh... si kembar ikut tertawa" Seru bik asih.
__ADS_1
" Si kembar memang begitu bik " Ucap novi.
" Bik, Nov... aku tinggal ke kamar dulu ya, ada yang mau aku kerjakan. Nitip si kembar ya, jangan lupa sebentar lagi waktu nya makan siang untuk si kembar. Bibik tidak usah masak , aku sudah pesan makan siang kita kok mungkin sebentar lagi datang, nanti tinggal terima saja sudah delia bayar " Ucap delia tersenyum dengan ramah.
" Iya mbak padahal bibik juga mau masak loh, tapi ya sudah tidak apa - apa. Makan malam saja nanti bibik masak, mau pada menginap kan ?" Tanya bik asih.
" Iya bik " Jawab delia singkat.
Delia menuju kamar nya untuk mengecek laporan barang yang sudah di kirim oleh kartika. Banyak barang di toko yang sudah kosong bahkan stok di gudang benar - benar sudah kosong. Delia pun mengirim orderan langsung ke paprik nya, zaman serba canggih. Hanya pesan orderan lewat ponsel besok nya barang sudah di kirim bahkan tidak tanggung - tanggung pihak pabrik mengirim nya. Bahkan sampai satu kontainer barang rumah tangga pernah di kirim ke toko delia.
" Beres..dua hari lagi pasti barang sudah sampai. Kalai begini kan enak tidak perlu ke luar kota untuk berbelanja stok barang, tinggal order lewat ponsel sudah beres " Seru delia dengan senang.
Ting...
Pesan masuk ke ponsel delia, delia memeriksa ponsel nya dan ternyata pesan dari yuni.
[ Mbak , di toko ada seorang perempuan datang mencari mbak delia] Tulis yuni.
Delia pun mengernyitkan kening nya, dia merasa hari ini tidak ada janji dengan orang bahkan hari ini dia seharus nya free tidak mengurusi urusan toko. Karena memang sudah ada hari nya setiap seminggu sekali delia free, tapi ini tadi masih mengurusi orderan.
[ Siapa yun ? Tidak kamu tanya ada keperluan apa gitu sampai mencari mbak ke toko ] Tanya delia langsung menghubungi ponsel yuni.
[ Dia tidak mau bilang mbak, tapi sepertinya aku mengenal wanita itu mbak. Kalau tidak salah itu si rosa mbak, tapi yang sekarang dia terlihat kurus dan mata nyacekung banget, pipinya juga tirus ]
Deg..
Delia hampir saja menjatuhkan ponsel nya beruntung dia segera menyadarinya. Dia terkejut saat yuni mengatakan jika orang itu adalah rosa, ada apa rosa mencari nya ? Apa mau cari masalah lagi dengan nya.
" Rosa " Lirih delia pelan .
[ Sepertinya brgitu mbak, bagaimana mbak ? Dia tidak mau pergi sebelum ketemu mbak delia ].
[ Hemmm....baiklah aku kesana sekarang. Daripada dia buat ulah, lebih baik aku temui dia ]
[ Iya mbak saya tunggu ]
Delia mematikan sambungan telepon nya lalu bersiap untuk ke toko. Delia keluar dari kamar nya lalu berpamitan kepada bik asih dan novi.
Perasaan delia tidak enak,jika rosa datang pasti ada sesuatu yang terjadi. Delia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.
" Mana dia yun ?" Tanya delia saat memasuki toko.
" Ada di tempat istirahat para karyawan mbak " Jawab yuni.
Delia langsung menuju tempat yang sudah di beritahu oleh yuni, saat sudah sampai disana terlihat hanya ada wanita yang badan nya sedikit kurus dan kecantikan nya pun sudah mulai memudar.
" Rosa !" Panggil delia pelan.
" Delia...benar kan ternyata kamu mau juga menemui ku. Aku yakin kamu mau menemui ku karena kamu kan orang baik " Seru rosa sangat senang sekali melihat kedatangan delia.
Delia duduk di seberang rosa, tatapan delia penuh selidik. Dia tetap waspada takut jika tiba-tiba rosa akan membuat keributan.
" Apa kabar delia? Kamu tambah sukses saja ya, toko kamu semakin besar padahal mungkin sekitar satu tahun saja kita tidak bertemu " Ucap rosa serius.
__ADS_1
" Oh... sepertinya iya sekitar satu tahun saat kamu masih hamil muda kalau tidak salah. Oh iya kamu sudah melahirkan ? Mana anak kamu ?" Tanya delia.
Raut wajah rosa langsung cemberut, dia tidak suka delia menanyakan tentang anak nya.
" Anak ku sudah meninggal " Ucap rosa berbohong.
" Maaf aku tidak tahu " Jawab delia tidak enak.
" Tidak apa- apa. " Jawab rosa memaksakan tersenyum.
" Kamu ada perlu apa mencari ku ? Tapi aku perhatikan kamu kurusan ya ros, wajah kamu juga tirus " Seru delia.
Rosa mengangguk pelan denga senyum yang penuh ke pura-puraan.
" Aku diet Del, aku tidak mau gemuk. Kalau aku gemuk tidak ada laki - laki yang melirik ku. " Seru rosa sambil terkekeh untuk menutupi kebohongan nya.
Delia hanya tersenyum sekilas saja,dia curiga ada sesuatu yang di sembunyikan oleh rosa. Rosa datang pasti ada maksud tertentu, tapi delia belum tahu apa maksud dan tujuan rosa datang menemui nya.
" Oh iya kamu ada perlu apa rosa ? " Tanya delia lagi.
" Hemmm.... bagaimana ya del,aku ada perlu sedikit sama kamu tapi aku tidak enak mau bicara" Ucap rosa salah tingkah.
" Memang nya apa ? Bicara saja" Ucap delia segera ingin mengetahui apa yang ingin di bicarakan rosa.
Rosa memandang wajah delia, dia sangat berharap delia mau menolong nya agar. Harapan rosa hanya delia, rosa menyingkirkan ego nya sebentar demi penyakit nya.
" Aku...Aku.. heemm aku mau pinjam uang del " Ucap rosa terbata - bata.
Uang ?
Rosa mau pinjam uang ?
Apa delia tidak salah dengar, atau delia sedang bermimpi. Seorang rosa yang dulu menghina nya dan merendahkan nya datang untuk meminjam uang.
" Apa aku tidak salah dengar ? Kamu meminjam uang kepada ku ? Kamu kan wanita karier, kamu kaya. Masak pinjam uang sama saya " Ucap delia dengan senyum mengembang di bibir nya.
" Aku terpaksa karena tidak ada pilihan lain. Karena uang ku sudah habis. Lagi pula aku pinjam juga tidak banyak, pasti aku bayar bila perlu dengan bunga nya sekalian. " Jawab rosa seenak nya.
Sifar sombong dan angkuh rosa masih saja melekat, dia yang mau pinjam uang tapi dia juga yang sombong.
" Aku tidak meminjam kan uang dengan pakai bunga, itu riba. " Jawab delia.
" Nah bagus kalau kamu takut dosa del. Berarti kamu mau kan meminjamkan aku uang ?" Seru rosa dengan mata berbinar.
" Memang nya mbak mau pinjam berapa ?" Tanya delia. Jika sebatas di bawah 5 juta delia ikhlas meminjamkan nya karena siapa tahu rosa memang sangst membutuhkan nya.
" Tidak banyak kok cuma 200 juta." Jawab rosa dengan mudah nya.
" APA ? 200 Juta..... !!! "
**********
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤❤