
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Malam ini asti uring - uringan karena amar belum juga pulang, padahal jarak kantor tempat kerja amar ke rumah kontrakan hanya memerlukan waktu 10 menit saja tetapi amar justru memilih langsung ke rumah ibu nya yang memakan waktu perjalanan sekitar 50 menit.
" Kenapa mas amar belum juga pulang sih, ini sudah jam 8 malam. Aku chatt juga tidak di balas, telepon juga tidak di angkat sebenarnya apa sih mas yang kamu lakukan di rumah ibu mu itu , atau jangan - jangan mereka merencanakan sesuatu ?" Seru asti pada diri nya sendiri.
Asti kembali memghubungi amar namun tetap tidak juga di angkat oleh amar, dia pun kembali mengirimkan pesan untuk amar.
[ Mas mau pulang jam berapa ? Sebenar nya ada apa sih mas kok kamu tidak pulang - pulang dan tidak membalas pesan dan telepon ku. Aku dari tadi nungguin kamu pulang mas ]
Cukup lama asti menunggu balasan dari amar , dan akhirnya amar pun membalas pesan asti. Dengan segera asti membaca pesan yang amar kirimkan.
[ Maaf dek, tadi mas buru-buru jadi tidak bisa pulang ke rumah dulu. Ini ibu tadi tiba - tiba pingsan dan harun menghubungi mas untuk segera datang ] Tulis amar.
[ Terus mau pulang jam berapa mas ? ] Tanya asti.
Bukan nya menanyakan keadaan ibu mertua nya tapi malah menanyakan kapan sang suami pulang. Dasar menantu tidak perhatian dengan ibu mertua nya.
[ Belum tahu dek, ibu juga baru siuman setelah di panggilkan dokter. Ini mbak tini juga belum pulang, mungkin mas nunggu mbak tini pulang nya dek]
[ Ya sudah kalau begitu aku tidur duluan, kalau mas pulang nanti telepon saja, mas kan tidak bawa kunci] Balas asti sambil mendengus kesal.
[ Iya dek ] Jawab amar singkat.
Asti pun langsung melempar ponsel nya di atas kasur, dia kesal karena suami nya lebih mementingkan ibu nya daripada diri nya. Asti lama - lama kesal dan benci dengan keluarga suami nya.
__ADS_1
" Dasar bisa nya nyusahin terus, apa - apa panggil mas amar. Memang nya mereka itu apa tidak bisa kalau tidak menyusahkan mas amar. Mas amar itu ada istri yang harus di urusin dan di perhatiin,bukan ngurusin mertua penyakitan itu " Gerutu asti sambil marah - marah tidak jelas.
Asti mengambil pakaian dari dalam lemari dan memuang nya kesembarang arah. Isi lemari sudah di acak - acak nya seperti orang gila yang sedang mengamuk. Begitulah asti jika marah pasti tidak bisa mengendalikan emosinya,namun semua itu hanya beberapa saat saja.
Sementara itu di rumah orang tua asti, saat ini ajeng ada di kamar ibu nya sedang membicarakan tentang asti. Ajeng menceritakan pertemuan nya dengan asti saat di depan mini market.
" Jadi kakak mu cari pekerjaan Jeng ?" Tanya ibu jujuk.
" Iya bu, dia beralasan ingin segera punya rumah sendiri dan mobil. " Jawab ajeng.
" Semoga saja kakak mu bisa mengatur waktu antara mengurus rumah , suami dan pekerjaan nya. Ibu hanya takut kakak mu seperti dulu lagi jeng." Ucap ibu jujuk mengkhawatirkan asti.
" Semoga saja tidak bu, kejadian itu sudah beberapa tahun yang lalu. Mbak asti sudah sembuh, bahkan dia juga lama bekerja di luar negeri walaupun untuk menghilangkan trauma nya juga. Kita doa kan saja semoga mbak asti benar - benar bisa mengendalikan dirinya dan tidak akan seperti dulu lagi " Seru ajeng sambil mengusap lembut tangan ibu nya.
Singkat cerita dulu asti itu gadis yang baik, ramah dan mudah bergaul dengan siapa pun. Asti bukanlah anak orang kaya, orang tua asti hanya bekerja sebagai buruh paprik. Namun lama - lama pergaulan asti semakin bebas, dia sering keluar malam bersama teman - teman nya dan bahkan tidak pulang selama seminggu dia pernah.
Setiap hari yang di minta hanya uang, uang dan uang. Dia ingin seperti teman - teman nya yang bisa mempunyai barang - barang mewah, asti iri dengan teman - teman nya sampai dia nekat mengambil uang tabungan ibu nya demi membeli tas seharga 2 juta, saat itu uang 2 juta sangat sulit di dapatkan, orang tua asti harus menabung selama berbulan-bulan.
Namun makin hari tingkah asti makin menjadi, dia juga mulai mempunyai sifat iri dan dengki. Setiap apa yang teman nya beli dia pun harus beli dan meminta kepada orang tua nya dengan memaksa. Asti akan membenci teman nya yang memiliki barang - barang mewah, karena dia tidak mau tersaingi. Bahkan tidak malu juga asti meminjam barang - barang teman nya untuk bergaya. Lambat laun teman asti pun tidak menyukai sifat asti, teman - teman asti menjauhi nya. Hingga pada akhirnya hanya pacar nya saja yang masih setia dengan asti. Sehingga pada suatu hari asti pergi dugem dengan pacar nya dan terjadilah pemerkosaan yang di lakukan oleh pacar dan kedua teman pacar nya.
" Aamiin.. semoga mbak mu tidak akan seperti dulu lagi Jeng. " Ucap ibu jujuk penuh harap.
" Iya buk, ya sudah ibu istirahat ini sudah malam. Besok kata nya mau menjenguk ibu siti, karena selama beliau keluar dari rumah sakit kita belum pernah menjenguk nya lagi. Karena waktu itu kondisi ibu sendiri juga sedang tidak sehat. Besok kita naik taksi online saja ya bu " Ucap ajeng dengan lembut.
" Iya jeng, jangan lupa besok masak nya di lebihin ya. Kita bawakan ibu siti makanan " Seru ibu jujuk.
Ajeng mengangguk sambil tersenyum, setelah urusan dengan ibu nya selesai ajeng keluar dari kamar dan menemui anak dan suami nya di kamar.
" Sudah selesai bicara nya sayang ? Kalian bahas apaan sih ?" Tanya diki ingin tahu.
" Biasalah mas urusan wanita, kamu kepo aja sih..Oh iya besok kan mas libur mau ikut menjenguk ibu siti tidak mas ?" Tanya ajeng.
" Emm... boleh sudah lama mas tidak menjenguk ibu nya amar. Oh iya dek, mas mau tanya sesuatu sama kamu tapi mas harap kamu jangan marah ya. Ini soal mbak asti " Seru diki.
__ADS_1
Deg..
Mbak Asti ?
Ajeng langsung memandang wajah suami nya lekat, dia justru berfikiran jika asti sudah mengganggu suami nya.
" Kenapa mbak asti ?.Dia gangguin mas diki ?" Tanya ajeng serius.
Diki menggelengkan kepala nya, diki mengajak istrinya duduk di pinggir ranjang dan mulai menceritakan apa yang amar ceritakan kepada nya soal asti.
" Jadi menurut mas amar mbak asti berubah semenjak ketemu mantan istri mas amar ? Maksud nya mbak delia ? Mas amar bilang mbak asti seperti iri dengan mbak delia yang hidup nya serba berkecukupan ?" Tanya asti beruntun.
" Itu cuma perkiraan amar saja " Jawab diki singkat.
* Ya Allah... apa penyakit hati mbak asti kembali lagi ? dia terobsesi ingin seperti mbak delia, hemmm... kalau begini kasihan sekali mas amar * Gumam ajeng dalam hati nya.
Ajeng pun menceritakan semua yang sudah pernah terjadi kepada asti di masa lampau. Dan ajeng meminta diki untuk tidak menceritakan dulu kepada amar, butuh waktu yang tepat untuk memberitahu amar.
" Jadi seperti itu mas cerita yang sebenar nya. Aku harap mas jangan bicara dulu dengan mas amar soal masalalu mbak asti ini. Selama ini yang mas amar tahu memang benar yang mbak asti di perkosa. Tapi dia tidak tahu sebebas apa pergaulan mbak asti dulu. Apalagi penyakit hati berupa iri dengki sudah melekat pada tubuh mbak asti. " Ucap ajeng lagi.
" Iya,aku janji tidak akan memberitahu amar. Karena memang ini bukan masalah sepele,biar amar tahu langsung dari mbak asti atau pun ibu " Ucap diki.
" Mas benar, ya sudah sekarang kita tidur dulu. Besok pagi - pagi antar aku ke pasar ya mas,aku mau belanja karena mau masak lebih untuk di bawa menjenguk ibu siti. " Ucap ajeng.
" Siap istri ku " Seru diki sedikit keras.
" Ssttt.... jangan keras - keras nanti si bocil nya bangun " Seru ajeng sambil menunjuk ke arah anak nya yang sedang lelap tertidur di atas kasur.
Diki mengangguk pelan sambil garuk - garuk kepala nya yang tidak gatal. Terlalu bersemangat sampai lupa jika ada bocil di atas kasur.
*******
Nah sudah tidak penasaran kan tentang asti .
__ADS_1
LIKE, KOMEN,VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA SERTA RATE BINTANG 5 NYA JUGA KAK,BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UPDATE NYA 🙏❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤