Bukan Istri Parasit

Bukan Istri Parasit
Pemulung itu rosa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


.


.


.


💞💞💞💞💞💞


Di pagi hari minggu yang cerah, amar yang memang libur kerja di sibukkan dengan tanaman sayur nya yang ada di halaman rumah. Sayuran itu tumbuh subur hasil nya pun lumayan banyak tetapi amar sama sekali tidak mau menjualnya, biarlah di konsumsi oleh para tetangga. Beruntung para tetangga amar juga baik - baik tidak ada yang kepo dengan urusan orang. Bahkan tidak ada yang menanyakan soal asti, mereka sudah cukup tahu dan tidak mau ikut campur.


" Assalamualaikum mas amar " Ucap tetangga samping kanan kontrakan amar.


" Waalaikumsalam... mau ambil sayuran bu ? Silahkan bu , ini tomat dan cabai nya juga sudah mulai merah - merah " Ucap amar dengan senyum ramah nya.


" Aduhh... jadi tidak enak nih sama mas amar, mas amar yang menanam nya tapi para tetangga yang panen " Ucap tetangga amar sambil terkekeh.


" Tidak apa - apa bu. Lagi pula kan ibu - ibu juga ikut merawat nya, ibu ikut menyirami nya juga kan. Silahkan ku kalau mau ambil sayuran nya,saya tinggal ke dalam ya bu" Ucap amar.


" Iya mas amar .. Sekali lagi terimakasih ya. " Ucap ibu - ibu.


Amar mengangguk pelan sambil tersenyum ramah, amar pun masuk ke dalam kontrakan nya. Dari dalam amar memandang ke arah luar dimana ada 3 ibu - ibu yang sedang mengambil sayuran untuk mereka konsumsi. Amar jadi teringat dengan ibu nya, tanpa terasa air mata nya pun lolos begitu saja.


" Semoga ibu tenang dan bahagia di alam sana " Doa amar untuk almarhum ibu siti.


Ting


Ponsel amar berdenting ada notifikasi pesan masuk, amar langsung mengambil ponsel yang ada di atas meja ruang tamu nya.


[ Assalamualaikum, selamat pagi mas amar. ]


Amar mengernyitkan kening nya mengingat - ingat nomor baru yang mengirimi nya pesan. Nomor itu memang baru karena amar tidak menyimpan nya.


[ Waalaikumsalam. Kabar nya baik , ini siapa ?] balas amar dengan sopan.


Setelah menunggu beberapa menit pesan amar pun sudah di balas.


[ Maaf kalau mengganggu. Ini kartika mas,apa nomor ku tidak si simpan ya ?]


[ Oh kartika.. maaf lupa ] balas amar dengan singkat


Saat itu kartika memang meminta nomor ponsel amar, amar menyebutkan nomor nya dan kartika mengetikan di layar ponsel pribadinya baru melalukan panggilan telepon ke ponsel amar agar nomor kartika masuk ke ponsel amar. Tapi nyata nya amar justru lupa menyimpan nomor kartika.

__ADS_1


[ Oh iya mas gak apa - apa. Mas amar libur ?]


[ Iya libur ]


[ Ohh... hehee ]


Amar heran kenapa kartika menghubungi nya hanya untuk berbasa - basi seperti ini. Amar tidak membalas pesan dari kartika yang menurut nya tidak penting , amar memilih segera mandi karena dia ada janji bertemu dengan diki dan teman - teman kantor nya yang lain.


******


Rosa kembali menyusuri jalalan untuk mencari barang - barang bekas. Kali ini rosa mencari di seputaran pinggir jalan, siapa tahu hasil nya lebih banyak. Dengan tubuh yang semakin kurus dan badan yang sudah terawat rosa melangkahkan kaki nya untuk mengais rezeki demi mengusi perut nya.


" Lumayan sudah dapat segini, tapi kalau lama - lama mulung begini capek juga ya. Apalagi mulung itu tidak setiap hari ada,bagaimana mau ada kalau setiap hari sudah aku cari seperti ini. Aku harus pindah - pindah tempat mulung nya " Ucap rosa sambil mengipas - ngipaskan kardus di wajah nya.


Rosa duduk beristirahat di bawah pohon yang cukup rindang, mata nya menatap ke arah jalanan dimana orang yang berlalu - lalang dengan kesibukan nya masing - masing. Ada keluarga kecil yang sedang jalan - jalan, ada anak - anak dan teman nya sedang beramin di taman tidak jauh dari rosa duduk. Namun sedikit pun rosa tidak ingat dengan anak kandung nya, anak yang sengaja dia tinggalkan bersama orang lain. Bagaimana kabar nya pun dia tidak pernah mau mencari tahu ataupun menemui nya.


" Sampai kapan hidup ku seperti ini ?" Seru rosa dengan wajah sedih nya.


Rosa kembali berjalan mencari barang rongsokan agar cepat terkumpul banyak dan bisa segera dia jual. Dia sudah kelaparan karena dari malam tidak makan sama sekali.


Pandangan mata rosa menatap ke arah sebuah cafe, dimana di depan cafe ada amar dan diki yang baru saja datang. Bahkan mereka berkumpul dengan teman - teman kantor nya yang juga masih rosa kenal. Mereka semua duduk di area luar , jadi rosa bisa melihat nya dengan jelas.


" Itu amar, diki dan teman - teman kantor ku dulu. Kalau aku mulung di depan sana apa mereka mengenali ku ? Padahal di depan cafe itu banyak barang bekas botol - botol minuman" Ucap rosa bimbang.


" Kasihan banget ya pemulung itu" Ucap diki sambil menunjuk ke arah rosa.


" Iya kamu pesan kan makan dan minuman dik, kasihan panas - panasan begini " Jawab amar.


" Iya aku pesankan dulu kamu bilangin gih jangan pergi dulu, nanti sudah di pesan tapi dia malah pergi " Ucap diki lalu masuk ke dalam cafe memesankan makanan untuk pemulung.


" Biar aku saja mar " Ucap teman amar.


Amar mengangguk dan membiarkan teman nya memberitahu rosa untuk menunggu .


" Mar... aku seperti tidak asing dengan wanita pemulung itu" Ucap teman amar saat sudah kembali duduk.


" Memang nya siapa ?" Tanya amar.


" Seperti mantan istri mu dulu, Rosa !" Jawab teman amar.


Hah.. ?


Rosa ?

__ADS_1


Amar tidak percaya begitu saja, rosa yang dia kenal adalah wanita yang cantik dan sangat memperhatikan penampilan nya. Jadi mana mungkin dia mai bekerja jadi pemulung seperti itu.


" Bukan... tidak mungkin rosa jadi pemulung. Bulan lalu dia masih menghubungi ku, jadi pasti dia bukan rosa. Mungkin hanya mirip saja. " Ucap amar tetap tidak percaya.


" Iya juga sih " Jawab teman amar.


Sedangkan rosa sudah mulai bosan menunggu karena dia juga takut jika lama - lama ada disana mereka menyadari jika itu rosa. Tapi tadi dia sudah berjanji akan menunggu karena masih di pesankan makanan.


" Bagaimana ini ? Hemmm.... kenapa harus amar sih yang nganter makanan itu" Ucap rosa pelan sambil mihat ke depan dimana amar berjalan mendekati nya sambil membawa makanan.


Jantung rosa semakin tidak karuan saat amar semakin dekat. Apa pun yang akan terjadi rosa sudah tidak bisa menghindar lagi.


" Bu ini makanan nya, maaf ya menunggu nya lama " Ucap amar memberikan satu kantong plastik makanan untuk rosa.


" Terimakasih " Jawab rosa mengambil makanan itu dengan wajah tetap menunduk.


Deg..


Amar mengenali suara barusan, iya suara barusan adalah suara rosa. Amar baru percaya jika wanita pemulung yang ada di hadapan nya adalah rosa, iya rosa sang mantan istri ke dua nya dulu.


" Rosa " Seru amar pelan.


Rosa terlihat gugup dan semakin menunduk sambil membenarkan topi yang menutupi kepala nya. Dia malu jika amar mengenalinya apalagi saat ini ada teman - teman amar yang juga teman kantor nya dulu.


" Kamu rosa kan ?" Tanya amar lagi lebih menyakinkan.


" Kenapa kamu jadi seperti ini rosa ?" Tanya amar lagi.


Namun rosa masih saja diam tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulut nya. Mulut nya seakan tetkunci rapat , kali ini rosa benar - benar malu bertemu dengan amar dalam keadaan seperti itu.


" Kamu apa kabar rosa ?" Tanya amar mencoba mengajak rosa berbincang.


" Maaf.. aku harus segera pergi " Ucap rosa lalu pergi begitu saja dengan sedikit berlari.


Amar menatap kepergian rosa dengan rasa iba, wanita yang dulu nya hidup serba berkecukupan bahkan kendaraan yang dia pakai mobil, pekerjaan bagus tapi sekarang semua nya sudah berubah. Rosa yang sekarang bukanlah rosa yang dulu.


* Kenapa hidup mu jadi seperti ini rosa, bahkan kamu sangat kurus dan terlihat lebih tua. Hampir saja aku tidak mengenali mu .* Gumam amar dalam hati nya.


*******


^^ Jangan lupa mampir di karya terbaru AUTHOR " PERJODOHAN PENGGANTI " ^^


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA JANGAN LUPA BERIKAN HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤️❤️❤️

__ADS_1


TERIMAKASIG 🙏❤️❤️


__ADS_2