
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
.
.
.
💞💞💞💞💞💞
Seminggu berlalu.
Wanita yang dulu nya di hina wanita rendahan, wanita yang hanya tamat SMP, kampungan dan miskin dan lebih parah nya lagi di sebut istri parasit oleh keluarga mantan suami nya, dengan nafkah yang serba kekurangan. Wanita itu kini menjadi wanita yang sukses, wanita yang sudah memiliki usaha tetap tanpa adalagi hinaan dari keluarga mantan suami nya.
Justru keluarga dari mantan suami nya semua berubah baik kepada nya, baik hanya di depan nya saja sedang kan di belakang masih saja menjelek kan nya.
Malam ini juna datang ke rumah delia bersama dengan ibu nya. Dia sengaja datang karena ada perlu dengan delia.
" Silahkan diminum bu, mas " Ujar delia sambil meletakkan cangkir teh dan kue buatan nya.
" Terimakasih delia. Kamu tinggal sendirian di rumah sebesar ini ?" Tanya ibu mama juna.
" Tidak tan, ada bik asih yang menemani delia. Kebetulan tadi sore bik asih pulang karena kangen dengan cucu nya " Jawab delia ikut duduk kembali.
" Oh tante kira kamu sendirian. Tante minum ya teh nya " Ucap mama juna meminta izin.
Delia tersenyum sambil menganggukkan kepala nya. Delia melirik juna yang sedari tadi terlihat diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Mas juna kok diam saja ? lagi banyak fikiran ya ?" Tanya delia mencoba mencari tahu.
" Dia itu lagi gugup del" Jawab mama juna meletakkan teh di meja kembali sambil melirik juna.
" Hemm... tidak apa - apa kok del. Hanya sedang memikirkan masalah hati saja, takut jika nanti tidak di terima " Jawab juna.
Fikiran delia mengarah jika juna sedang menyukai seseorang dan ingin mengungkakan isi hati nya tapi takut untuk mengungkapkan karena takut jika dia akan di tolak.
__ADS_1
" Jujur saja jun, tidak perlu lama - lama. " Seru mama juna.
Juna melirik mama nya yang terlihat seperti sengaja membuat dia tidak bisa berkutik di depan delia. Juna menghela nafas dengan panjang dan mulai membuka pembicaraan.
" Del, aku dan mama datang kesini memang ada tujuan lain selain silahturahmi. Kami ada perlu dengan kamu del." Ucap juna penuh keberaniaan.
" Iya mas, ada perlu apa ya ? " Tanya delia penasaran.
Delia belum tahu arah pembicaraan juna, dia mengira juna mau meminta tolong kepada diri nya.
* Apa mas juna mau meminta tolong untuk menemani nya melamar cewek* Gumam delia dalam hati nya.
" Del, mau kah kamu menjadi istri ku" Ucap juna yang akhir nya mengatakan maksud tujuan nya datang ke rumah delia.
Deg.
Jantung delia seakan berhenti berdetak, dia tidak percaya jika juna malam ini melamar nya untuk menjadi istri nya. Ada kebahagiaan tersendiri dari dalam hati delia.
* Bagaimana ini ? ternyata mas juna melamar ku. Apa aku harus menerima lamaran nya? hati ku memang mulai terisi dengan kehadiran mas juna , tapi apakah aku pantas untuk mas juna. * Gumam delia.
" Mas apa kamu serius ? kamu kan tahu aku seorang janda, dan aku bukan wanita karier, aku tidak memiliki gelar , dan aku hanya wanita tamatan SMP saja. Apa kamu tidak malu memiliki istri yang hanya tamat SMP ?" Seru delia berkata dengan serius.
Delia diam, dia terharu dengan kata - kata yang di ucapkan juna. Kata - kata juna dapat menyentuh hati nya, delia melirik ke arah mama juna dan mama juna tersenyum kepada nya.
* Apa aku pantas untuk mas juna ? Mungkin tante silvi benar, lelaki itu tidak semua nya sama. Bismillah semoga kali ini pilihan ku tepat. * Gumam delia.
" Bismillah.... aku menerima lamaran mas juna " Jawab delia dengan serius.
" Alhamdulillah " Seru juna dan mama nya bersamaan.
" Terimakasih ya del. Mama sangat senang akhir nya kamu mau menjadi istri nya juna, mama bahagia del " Seru mama juna sambil memeluk delia erat.
" Mama !" Seru delia bingung.
" Iya mulai sekarang kamu panggil mama, seperti juna memanggil ku mama. Sebentar lagi kan jadi menantu ma. " Ucap mama juna dengan bahagia.
__ADS_1
Delia mengangguk paham dan tersenyum. Juna pun memakaikan cincin di jari manis delia sebagai tanda pengikat hubungan mereka. Tangan juna terlihat gemetar saat memakaikan cincin ke jari manis delia.
*******
Pernikahan juna dan delia akan di laksanakan satu bulan lagi, tidak ada pesta mewah. Hanya ada akad nikah yang di hadiri oleh keluarga dan para saksi saja. Berhubung delia anak yatim piatu dan tidak tahu sanak saudara yang lain, karena dulu orang tua delia adalah perantau jadi di kota ini delia tidak mempunyai saudara.
Mona dan orang tua mona lah yang menjadi keluarga delia. Orang tua mona dari dulu sudah menganggap delia seperti anak nya sendiri.
" Jadi kamu meminta orang tua ku untuk menjadi saksi saat pernikahan mu dengan Juna ?" Tanya mona.
" Iya Mon, hanya ke dua orang tua mu lah yang menyayangi ku seperti anak nya sendiri. Dulu saat aku menikah dengan mas amar mereka tidak bisa datang, kali ini saat pernikahan ku dengan mas juna aku sangat mengharapkan kehadiran mereka, Om Irwan bisa menjadi saksi dalam pernikahan ku " Ucap delia penuh harap dengan mata yang berkaca - kaca.
" Sudah jangan bersedih, aku akan bilang mereka untuk hadir di pernikahan mu " Ucap mona memeluk delia.
" Terimakasih mon " Jawab delia mengusap air matanya.
Mona ikut bahagia dengan kabar pernikahan delia dengan juna. Dia sangat berharap pernikahan delia kali ini bisa langgeng sampai tua.
" Oh iya mantan suami dan keluarga mu mau kamu undang atau tidak ?" Tanya mona.
Hah ?
Delia langsung mengernyitkan kening nya saat mona menanyakan tentang mengundang mantan suami nya dan keluarga mantan suami nya.
" Buat apa aku mengundang keluarga gila itu ? Yang ada mereka akan mengacaukan acara pernikahan ku. Sampai sekarang mas amar saja masih terus mengejar ku, tidak perduli dengan penolakan ku. Padahal sudah jelas - jelas dia masih suami sah rosa, bahkan yang lebih gila lagi dia akan menceraikan rosa jika aku mau rujuk dengan nya " Ucap delia penuh rasa kesal.
" Wah benar - benar gila orang itu. Bukan nya membimbing istri nya agar menjadi istri yang baik tapi malah sibuk mengejar mantan istri. Apa dia belum tahu masalah hubungan rosa dan adik kandung nya itu?" Tanya mona.
" Mana aku tahu soal itu mon, aku tidak mau tahu lagi dengan keluarga mas amar. Sudah cukup mereka menghina dan merendahkan ku. Aku muak dengan sikap baik nya dan ibu nya itu, hampir setiap hari dia datang kesini membawakan makan siang untuk ku. Sekalipun aku tidak pernah memakan nya " Ucap delia sambil merapikan catatan barang yang berserakan di atas meja.
Mona hanya menangguk sambil memakan cemilan yang ada di dalam toples.
******
" SELAMAT TAHUN BARU ISLAM "
__ADS_1
LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA 🙏❤
TERIMAKASIH 🙏❤❤