
Chapter 102 Aksi Wei Na dan Wei Yu bersama putrinya.
Kapal perang BESD1 berada ditengah-tengah sungai yang mengalir dari air terjun, kapal perang tersebut akan menjadi pusat hunian bagi pasukan Phoniex dan juga pusat komando untuk mengawasi benua Peri dari target misi rahasia.
"Yayah, kapan kita meledakan musuh seperti cerita ibu Qiaofeng?"
"Hahaha...ibu kecilmu yang satu itu terlalu brutal jangan ditiru, putriku"
Excel sangat senang jika Putri-putrinya seperti mantan muridnya yaitu Qiaofeng yang selalu bersemangat meledakan musuh-musuhnya, tapi Excel juga ingin mendidik putra-putrinya sebagai sosok wanita yang seharusnya.
"Ayah, apa boleh aku bermain di luang simulaton"
"Hahaha, ruang sayang, bukan luang"
"Luang ayah luang"
"Ru..."
"Lu..."
"Hahaha, sudahlah tidak apa kamu masih belum bisa mengucapkan kata R. Oke, kamu bisa bermain diruang simulator dengan ibumu Qiaofeng, dia adalah ahlinya diruang pelatihan itu"
"Horeeee... Ayo burung kecilku kita bermain lagi"
"Baik, Nona muda"
"Kakak aku ikut"
Segera 139 pasukan cilik mengikuti kakak tertuanya menuju ruang simulator di kapal BESD1 dan Qiaofeng juga senang bisa mengajarkan anak-anaknya.
Bi Liqin, Qin Zhu, Qin Yang dan Poppy juga mengikuti mereka dan ingin selalu bersenang-senang, walaupun mereka terlihat dewasa sebenarnya masih memilik sifat anak-anak seperti Qiaofeng, apalagi ditambah dengan Putri-putri dari Excel semakin membuat suasana menjadi ramai dan riang.
"Tuan, kapal perangmu sangat luar biasa dan aku tidak pernah melihatnya bahkan didalam ingatanku yang dulu!"
"Hehehe, itu adalah milik Ratu alam semesta, Mei Yin. Apa kamu mengenalinya?"
"Tidak, Tuan. Dalam ingatanku Ratu alam semesta tidak pernah menunjukan wajahnya padaku, Tuan. Lalu apa hubungannya Tuan dengan Ratu alam Semesta?"
"Hehehe, kamu apa percaya jika aku bilang dia adalah istri dan juga Ratuku?"
"Apaaa...be-benarkah itu, Tuan?"
"Hahaha, Sudah aku duga kamu akan terkejut, itu benar Mei Yin.
Hei...apa kamu tidak ingin keluar didalam bajuku?"
"Hehehe...Tuan entah kenapa aku betah saat menempel ditubuhmu, aku merasa nyaman saja"
Selama satu hari ini Excel berserta semua wanitanya mengawasi benua Peri dari pusat ruang kendali kapal perang BESD1 dan memantau pergerakan yang aneh.
"Suami, ada pergerakan dari binatang buas dari arah selatan Lembah jiwa, dan mereka sepertinya menuju wilayah Ras Macan Putih"
"Oohh, sepertinya aksi mereka lebih cepat dari perkiraanku, pantau terus mereka dan jika ada rakyat yang lemah segera selamatkan mereka"
"Suami, ijinkan aku melawan dan menjinakkan mereka"
Wei Na tiba-tiba berbicara dan meminta untuk bergerak menjinakkan banyak binatang buas yang sesuai dengan misi pasukan Phoniex, dia sudah lama berdiam diri dan hanya bersenang-senang bersama yang lainnya.
"Hehehe...tidak masalah, yang terpenting adalah keselamatan kalian, jika terdesak kalian segera mundur, walau kami akan selalu memantau dan membantu kalian dari kapal BESD1 ini.
Oh iya... kalian tunggu sebentar aku akan mempersiapkan kapal tingkat Kuno sebagai kapal perang kalian"
"Baik suami"
Segera Excel menuju hanggar dan mengisi ulang hanggar yang telah kosong, karena kapal tingkat semesta ditinggalkan di Kekaisaran Agung, dan juga kapal milik semua isterinya digunakan sebagai armada perang dibenua tengah.
Mendengarkan suaminya akan memberikan armada baru membuat mereka penuh kegembiraan bisa mengendalikan kapal jenis baru dan lebih canggih lagi.
Qiaofeng dan timnya yang mendengar jika suaminya akan membuat kapal tingkat Kuno segera berlari dengan anak-anaknya yang terlihat gembira.
"Ibu, apa kita akan beraksi sungguhan"
"Hahaha, benar anakku aku sudah lama tidak meledakan musuh"
"Aku juga ingin meledakan musuh, ibu"
"Tenang saja ibu akan mengajari kalian semua, oke. Hahaha"
"Horeee"
Ibu yang sebenernya hanya geleng-geleng kepala melihat saudari terkecilnya mengajari Putri-putrinya menjadi ganas seperti dia sewaktu dulu.
"Feng'er, kamu harus hati-hati" teriak Li Jia Li yang tidak ingin putrinya terluka.
"Hahaha, kakak jangan kuatir" kata Qiaofeng yang ketawa bangga bisa menjadi panutan semua anak-anak saudarinya.
"Huuff, kamu merusak kepolosan mereka" Ling Xuan jengkel melihat Qiaofeng menjadi contoh yang buruk bagi putrinya.
"Hahaha, siapa juga ayahnya!!"
"Kamu sebagai ayah jangan sembarangan merusak kepolosan putriku...hah. Apa minta pemukulan?"
Mendengar ancaman Shu Peijing Excel menjadi merinding dan bergegas mengeluarkan 20.000 unit kapal perang tingkat kuno dan membaginya kepada semua isterinya, agar dia tidak menjadi sasaran pemukulan yang membuatnya tidak menerima jatah lagi.
"Ini kapal tingkat Kuno sebagai armada kalian saat dibenua peri. Kapal perang ini mampu menahan serangan tingkat kaisar dewa bumi, dilengkapi dengan 10 senjata meriam kelas atas dan kelas menengah, cara penggunaannya sama seperti dengan kapal perang milik kalian yang sebelumnya.
Kapal ini sengaja aku buat dengan ukuran yang sama agar bisa muat didalam hanggar, dan kalian juga tidak perlu kuatir akan keselamatan Putri-putri kita yang ingin ikut."
"Baiklah, misi pertama segera aku aktifkan, semoga kalian sukses. Dan aku akan selalu mengawasi kalian semua."
"Baik, komandan"
"Yayah, aku perang dulu ya"
"Horeee... Ibu ayo kita berangkat"
Excel yang melihat Putri-putrinya ikut menjalankan misi hanya bisa tersenyum dan sedikit kuatir akan psikologis-nya, namun Yuke menganjurkan agar mendidik mereka sejak dini.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuusssshhh
"Qiaofeng datang binatang buas"
Segera pasukan Phoniex berjumlah 5000 wanita mengeluarkan kapal perangnya dan bergerak dengan kecepatan tinggi dan melesat menuju target mereka tanpa ada keraguan sama sekali, apalagi ruang kendali utama di BESD1 selalu memberikan petunjuk.
Tiap kapal perang tingkat kuno milik pasukan Phoniex berisi 3 orang hingga 4 orang, semua Putri Excel diajak bersama ibunya masing-masing, dan Qiaofeng mengajak salah satu anak kembar dari Xue Long dan Xue Rong dan timnya Qin Zhu, Qin Yang, Poppy dan Bi Liqin.
"Suami, apa kamu tidak kuatir dengan mereka" tanya salah satu isteri Excel yang kini petugas sebagai personil ruang kendali kapal BESD1.
"Suami, kamu harus lebih dekat dengan mereka, serahkan disini pada kami"
Setelah Excel berpikir sejenak dia mengikuti semua saran isterinya, sejujurnya dia juga tidak tega melihat Putri-putrinya mengikuti misi pasukan Phoniex bersama ibunya.
"Baiklah, aku akan lebih dekat dengan lokasi mereka dan kalian jangan ragu menggunakan senjata terbaik untuk menyelamatkan mereka jika ada hal yang tidak terduga"
"Baik, suami. Percayakan pada kami"
Wuuuuussshh
Segera Excel menghilang dari kursi komandonya dan bergerak mendekati lokasi dimana Putri-putrinya dan semua isterinya berada.
Groowwwrrr
Baaanngg
Tap tap tap
Braaaakk
"Raja, gawat..."
Tiba-tiba seorang prajurit berlari dengan tergesa-gesa dan langsung memasuki istana raja Hu Bai, saat ini di istana sedang mengadakan pertemuan dengan Ras Rubah.
"Ada apa kamu berteriak tidak jelas? Apa kamu tidak tahu jika kita ada pertemuan?"
Kata Raja Hu Bai yang terlihat marah dengan suara teriakan prajurit yang mengganggu mereka saat sedang berdiskusi didalam istana.
"M-maafkan, raja. Ada serangan ras binatang buas"
__ADS_1
Lapor prajurit, yang ketakutan jika raja Hu Bai akan menghukumnya.
"Apa...! Sialan, lagi-lagi mereka menyerang kita, apa yang mereka inginkan?"
Teriakan marah dan kesal saat mendapatkan laporan dari prajuritnya.
"Jenderal, Cepat kerahkan pasukan untuk menghalau mereka dan gunakan api untuk menakuti mereka"
Raja Hu Bai memberikan perintah kepada jendralnya yang juga berada di istana.
"Baik, Raja"
Dengan segera sang jendral berlari keluar dan menuju gerbang utama di kerajaan Macan Putih, terlihat disana sudah banyak prajurit yang menembaki binatang buas dengan panahnya.
"Panggil prajurit yang berada dimarkas. Kapten perintahkan mereka membuat obor diujung anak panahnya"
Grooorrrr
Baaanngg
Sang jendral mengatur pasukannya dan memerintahkan kapten-nya untuk membuat obor diujung anak panah untuk membakar binatang buas yang sedang menyerang gerbang utama.
Dengan segera semua prajurit yang berada ditembok menggunakan api diujung panahnya dan langsung memanah binatang buas yang berada didepan gerbang.
Siuuuu
Jleeebb
Grooorrrr
"Hahaha, Ras Macan Putih menyerahlah. Kalian, hari ini akan menjadi budak dan wilayah kalian akan aku kuasai"
Disaat prajurit dan jendral sedang sibuk menghalau binatang buas yang ingin menghancurkan gerbang utama, terdengar suara dari dalam hutan yang meminta mereka untuk menyerah.
"Kamu sialan iblis, ternyata ini adalah rencanamu"
"Hahaha, Ras binatang buas sudah menjadi bawahanku dan sekarang giliran ras macan putih yang akan menjadi makanan ku...hahaha"
Ternyata sangat jendral mengenali suara itu dan terkejut saat mendengarkan pengakuan dari iblis itu.
"Jangan harap bisa membuat kami kalah dengan mudah, jendral iblis"
"Hahaha, lihat sebentar lagi kalian akan mengetahuinya, pasukan gagak hitam serang..."
Kwaak
Kwaak
Wuusssshhh
Wuusssshhh
"Sebagian prajurit, panah gagak itu"
Jendral dari kerajaan Macan Putih terlihat kuwalahan saat pasukan gagak datang dari dalam hutan dan menyerang dari udara.
Raja Hu Bai yang sedang berada di istana bersama raja ras rubah langsung keluar dan menuju gerbang utama saat mendengar suara yang tidak asing lagi.
Baaamm
Baaamm
"Kerahkan semua prajurit untuk melawan bintang buas dan evakuasi penduduk menuju wilayah kerajaan ras rubah"
Raja Hu Bai segera memberikan perintah kepada salah satu jendralnya saat dia melihat serangan pasukan gagak yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
"Saudaraku, maaf aku merepotkan kerajaanmu"
Kata Raja Hu Bai yang menyesali jika selalu merepotkan raja ras Rubah.
"Jangan berkata begitu saudara, cepat atau lambat binatang buas dan Ras Iblis juga akan menyerang kerajaan ku juga. Lebih baik kita berkumpul bersama dan melawan bersama"
"Terima kasih saudara, ayo kita beri mereka waktu untuk penduduk melarikan diri"
Booommm
Booommm
"Kak, lihat kesana...!!"
"Cepat kita bantu mereka, Wei Yu"
"Horee...ibu, aku saja yang menembak"
"Ibu, aku juga ikut menembak"
"Nona muda, itu burung gagak yang ganas"
"Aku tidak takut merpati cantikku"
Wei Na dan Wei Yu langsung melesat dengan mengarah kapal perangnya, saat melihat gerombolan gagak hitam yang menyerang sebuah kota besar.
Sedangkan kedua anaknya yang berada didalam kapal sangat senang bisa meledakan burung-burung itu, apalagi merpati putih selalu menemani dan bertengger di bahunya.
Booommm
Booommm
suara ledakan menghancurkan binatang buas yang berada di depan pintu gerbang, itu terlihat saat cahaya putih bulat menghantam binatang buas yang mendobrak pintu gerbang.
"Sialan, siapa yang ikut campur?"
Jendral iblis kaget melihat bawahannya langsung mati saat terkena cahaya putih yang berbentuk bulat dengan kecepatan yang tidak bisa dia antisipasi.
"Ledakan burung itu, kakak"
Suara gadis kecil mengema kegirangan saat berhasil meledakan binatang buas yang berkumpul didepan gerbang, dia terlihat masih belum puas dan meminta kakaknya meledakan gagak hitam.
Wuuuuussshh
Booommm
Booommm
Kwaak
Kwaak
"Wei Yu, kamu lihat di depan hutan itu tadi terlihat seperti ras iblis."
Wei Na yang melihat jendral iblis saat kapal perangnya melewatinya.
"Iya, aku juga melihatnya, tapi kita jaring dulu gagak-gagak itu lalu kita bunuh iblis itu"
"Hahaha, kamu benar adikku"
"Ibu, ayo Ledakan burung itu"
Saat kedua wanita itu sedang merencanakan sesuatu anaknya terlihat tidak sabar ingin meledakan burung-burung yang sebesar orang dewasa.
"Tidak anakku, ayahmu meminta kita untuk menjinakkan binatang itu. Apa kamu mau menunggangi burung gagak itu?
"Hahaha, ibu aku mau"
"Aku juga, ibu"
Wei Na merayu kedua putri kesayangannya hingga membuat mereka sangat senang.
"Wei Yu, kamu jaring mereka dan aku yang pegang kendali kapal ini"
"Beres, kak"
Disaat pasukan kerajaan sibuk menghalau binatang buas dan gagak hitam, mereka dikejutkan dengan tiba-tiba saat bantuan dari kapal angkasa yang membantu mereka melawan serangan binatang buas.
"Saudara Hu Bai, sepertinya kita mendapatkan bantuan!"
"Iya saudara, tapi kapal siapa itu yang bisa terbang dilangit?
"Itu namanya kapal angkasa, dulu leluhur pernah bercerita, jika di alam puncak akan banyak kapal berterbangan dilangit sebagai transportasi dan armada perang"
"Sungguh luar biasa, lihat itu seorang wanita..."
__ADS_1
Siuuuu
Plookk
Kwaak
Kwaak
"Buat apa dia menangkap gagak hitam?"
Saat kedua raja itu sedang membicarakan tentang bala bantuan yang menggunakan kapal perang, terlihat seorang wanita cantik melemparkan jaringnya kebawah dan menjaring beberapa burung gagak hitam.
Wanita cantik itu tidak lain adalah Wei Yu yang sedang menjaring gagak, kemudian dia menarik jaringnya memasuki kapal perangnya, setelah mengetuk dahi burung gagak itu, Wei Yu menyimpannya kedalam cincin dimensi tingkat mitos
"Kakak, cepat kesana"
Segera Wei Na mengarahkan kapalnya menuju gerombolan gagak lagi dan kembali Wei Yu menyaringnya burung gagak hitam, hingga membuat kedua raja itu hanya bengong melihat tindakan wanita cantik itu yang dengan mudah menangkap semua burung gagak hitam.
"Kakak, sudah beres. Ayo kita bereskan iblis jelek itu"
"Oke"
Wuuuuussshh
Booommm
Booommm
Kemudian kapal perang segera berbalik dan menargetkan iblis sebagai sasaran berikutnya, dengan cepat Putri-putrinya segera membidik binatang buas yang masih berada diluar gerbang.
booommm
booommm
"Hahaha, kakak lihat aku berhasil meledakan binatang itu"
"Aku juga meledakan 2 binatang jelek itu...hahaha"
"Hah, Qiaofeng kamu mengajarkan Putriku menjadi lebih ganas darimu sekarang"
Wei Na mendesah melihat kedua putrinya menjadi seperti saudarinya yang suka meledakan lawan-lawannya.
"Ini juga karena suami kita tidak melarang Qiaofeng"
Booommm
"Sialan, kamu ikut campur...serang kapal itu"
Teriakan amarah dari jendral iblis, tapi sebelum menyerang, bawahannya sudah meledak dan hancur menjadi ampas.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Booommm
Booommm
Booommm
"Qiaofeng datang"
"Jun Mei datang"
"Jun Qiao datang"
Lagi-lagi gerbang utama dikejutkan dengan hadirnya kapal perang yang sangat banyak dan segera meledakan banyak binatang buas, apalagi terdengar suara gadis muda dan anak perempuan yang senang setelah berhasil meledakan binatang itu.
"Ckckck, pasukan kecil telah tiba dan langsung meledakan mereka"
"Haiissh, bagaimana kita bisa menjinakkan binatang itu jika sudah meledak"
Wei Na dan Wei Yu hanya mendecakkan lidahnya melihat ganasnya Putri-putrinya yang dipimpin saudari kecilnya.
Wuuuuussshh
Booommm
Grooorrrr
Wuuuuussshh
Booommm
Grooorrrr
"Tangkap iblis itu"
Terdengar perintah Zhou Mei kepada pasukan Phoniex, dengan segera sebuah jaring langsung menjebak jendral iblis.
"Bajingan, cepat lepaskan aku"
Teriakan amarah jendral iblis dengan meronta-ronta untuk melepaskan jaring yang menjebaknya, tapi jaring itu semakin erat saat dia mencoba melepaskan diri.
"Segera jinakan binatang buas yang masih hidup"
Swooosshh
Swooosshh
Tap tap tap
Pasukan Phoniex langsung turun dari kapal perang dan dengan cekatan menepuk dahi binatang buas yang tidak sempat melarikan diri.
"Hahaha, pekerjaan yang bagus wanitaku."
Excel sedari tadi hanya mengawasi dari balik awan dan tertawa kegirangan saat mereka berhasil menjinakkan binatang buas yang tidak sempat melarikan diri, dan Excel menangkap jendral iblis dan memenjarakannya didalam pagoda hitam.
Wuuuuussshh
Tap
"Ayah, aku berhasil meledakan banyak binatang"
Jun Mei yang melihat ayahnya turun dari langit dan saat berada dibawah segera melaporkan keberhasilannya meledakan binatang buas.
"Hahaha, Putriku kamu sangat hebat"
Kata Excel dengan mengacungkan jempolnya kepada Putri-putrinya.
"Tentu"
Dengan bangga Jun Mei menjulurkan dada ratanya setelah menerima pujian dari ayahnya.
"Ayah, aku juga berhasil loh"
"Yayah, aku juga barusan menembak 1 binatang"
Melihat kakak tertuanya melaporkan keberhasilannya segera adik-adiknya ikut berbicara dan ingin mendapatkan pujian dari ayahnya.
"Hahaha, aku bangga pada kalian semua Putri-putriku"
Excel segera memuji mereka dengan memberikan dua jempol kepada Putri-putrinya, dan membuat anak-anaknya melompat dari kapal tanpa takut jatuh dan sakit.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Semua orang yang masih didalam gerbang kerajaan dan di tembok pertahanan hanya bengong melihat anak perempuan kecil yang belum genap 3 tahun sudah sangat mengerikan, apalagi saat melihat basis Kultivasi-nya.
"Apa aku salah lihat?"
"Tidak saudara, ini nyata?
"Bagaimana pria itu bisa memiliki Putri-putri yang hebat, padahal usianya masih belum genap 3 tahun"
"Lihatlah gadis yang paling kecil itu, sudah pada tingkat Kaisar dan yang terbesar tingkat Nirwana"
"Darimana mereka?
__ADS_1
(Author : hallo sobatku tercinta. jika kalian ada ide nama teknik atau skill kalian bisa chat. nanti, jika teknik beladirinya yang kalian rekomendasi cocok untuk pasukan wanita, maka akan saya gunakan dan namamu akan saya sebut di akhir bab. terima kasih.)