
Chapter 217 Kekuatan militer benua biru, 462 Bidadari.
Pagi yang cerah dihari ini, menyambut hari akbar yang ditunggu-tunggu selama 5 hari ini, sudah banyak orang yang berdatangan di wilayah Peri, segala kesibukan semua orang mewarnai turnament beladiri antara istana surgawi dan benua biru.
3 hari sebelumnya bursa perjudian resmi dibuka setelah Kaisar Dongbu memberitahukan 500 nama para peserta turnamen beladiri yang dibagi menjadi 2 kategori, yaitu senior dan junior.
Semua informasi didapatkan dari penguasa alam yang membocorkan identitas setiap peserta kecuali tingkat kultivasi-nya, banyak orang menaruh taruhannya pada pihak peserta benua biru karena prestasi yang telah dibuat.
Para petaruh merasa yakin jika pihak benua biru akan memperoleh kemenangan, banyak orang mencari keberadaan 250 peserta dari benua biru tetapi para peserta itu tidak pernah muncul selama 5 hari ini.
Seng Huaran dan Seng Qiao duduk dikehampaan menunggu kedatangan dari istana surgawi, kedua wajah mereka tertutupi topeng dan jubah penyamaran yang diciptakan oleh suaminya selama didalam dunia jiwa.
"Mereka sudah datang" kata Seng Huaran kepada adiknya, mereka berdua adalah cucu dari guru Dewa Perang, Seng Long, mereka berdua membuka matanya dan memang benar apa yang dikatakan Seng Huaran.
Dari kejauhan terlihat armada kapal angkasa berwarna putih dengan pahatan kepala naga di depannya dan dibelakangnya adalah ekor naga, disamping kanan dan kiri kapal terlihat sepasang sayap, jika dilihat dengan jelas itu adalah naga void, mereka terinspirasi dari naga void milik Ratu alam semesta aurora, jumlah kapal itu 10 unit.
Tidak butuh waktu lama armada kapal angkasa berbentuk naga yang berjumlah 10 sudah berhenti didepan formasi pelindung benua biru.
"Kemana mereka kenapa tidak ada yang memandu kita ?" kata Yu Guan pada dirinya sendiri setelah kapal angkasa miliknya berhenti, ucapannya bisa didengar dengan jelas oleh semua anggotanya.
"Mungkin mereka sedang ketakutan... Hahaha"
"Jelaslah, siapapun pasti kenal dengan nama pasukan surgawi 7 tingkat, sudah wajar itu membuat orang gemetaran disaat kita bergerak... Hahaha."
Semua murid dan senior saling berbicara dengan membanggakan nama keagungan pasukan surgawi, apalagi para murid terlihat sangat sombong dan menatap jijik saat melihat benua biru.
Seng Huaran dan Seng Qiao sengaja tidak segera keluar ingin memastikan apa komentar mereka terhadap benua biru, dan juga siapa saja yang mengikuti mereka selain peserta turnamen.
Zlaaapp
Tiba-tiba didepan 10 kapal angkasa milik istana surgawi muncul 2 sosok berjubah hitam dengan memakai topeng, semua orang kaget dengan kemunculannya mereka.
"Kalian ikuti kami" kata Seng Qiao dengan suara ganda kepada Yu Guan, lalu Seng Qiao bergerak dengan santai seperti berjalan diudara, tetapi gerakan setiap langkahnya mampu menempuh jarak 1000 meter, sedangkan Seng Huaran tiba-tiba berada dibelakang armada kapal angkasa istana surgawi.
"Kuat..."
Seketika semua orang merasa kengerian melihat sosok 2 orang misterius itu, mereka hanya bisa berkata 'kuat' untuk men-diskripsikan kekuatan 2 orang itu yang entah pria maupun wanita, segera armada kapal angkasa itu bergerak mengikuti Seng Qiao.
"Ketua Yang, seberapa kuat kedua orang itu ?" tanya Yu Guan yang penasaran dengan tingkat kultivasi dua sosok misterius itu yang memandu mereka.
"Aku tidak bisa melihat kekuatannya sama sekali" kata ketua Yang kepada Yu Guan, dia adalah leluhur suci yang tidak ingin dipanggil seperti biasanya saat berada dibenua biru.
"Sekuat itu hanya sebagai pemandu... Terlalu berlebihan...." kata Lu Bai dengan mengeleng-gelengkan kepalanya karena Ratu alam semesta aurora membuatnya semakin penasaran dan baginya misterius.
Seng Qiao berhenti sebentar dan mengeluarkan token giok berwarna hitam, lalu menempelkan pada formasi pelindung benua biru, "Bhuuzh..." tiba-tiba token itu mengeluarkan cahaya dan bergerak menuju Seng Huaran, ternyata Seng Huaran juga mengeluarkan token giok berwarna putih sebagai pasangannya, formasi pelindung itu secara berlahan membentuk sebuah gerbang berbentuk persegi dan bisa dimasuki 10 kapal secara bersamaan.
Seketika cahaya yang keluar dari token itu menyelimuti 10 kapal angkasa milik istana surgawi, setelah Seng Qiao kembali bergerak, kapal itu juga ikut bergerak dengan sendirinya tanpa bisa lagi mereka kendalikan.
Secara berlahan kapal itu memasuki formasi pelindung benua biru dan setelah Seng Huaran memasuki formasi pelindung, formasi pelindung benua biru kembali menutup dengan cepat.
"Luar biasa, keamanan seperti ini patut ditiru !" kata Yu Guan memuji formasi pelindung itu.
"Energi spiritual yang sangat tebal"
"Iya, ini lebih tebal dari tempat kita..."
Semua orang dari istana surgawi seketika menghirup udara segar yang kaya akan energi Qi semesta, ada rasa kagum dan rasa iri dihati mereka melihat benua biru yang begitu indah dan subur.
__ADS_1
Armada kapal angkasa bergerak mengikuti Seng Qiao yang berjalan didepan, kali ini Seng Qiao bergerak lebih cepat yang mengagetkan semua orang yang berada dikapal angkasa, mereka tersentak kebelakang saat Seng Qiao melaju dengan sangat cepat.
"Sial, cepat sekali jalannya..."
"Hei, lihat itu...apa itu menara...?"
"Tinggi sekali...!"
"Ya dewa... bagaimana bisa wilayah sebegitu besarnya bisa melayang diudara..."
"Astaga, bangunan mengerucut apa itu sebegitu besar dan juga melayang..."
Semua orang dari istana surgawi langsung shock melihat ketiga obyek yang menjadi kebanggaan benua biru, menara penempa fisik yang menjulang tinggi, Dao Piramida yang sangat besar yang mampu melayang, dan juga wilayah Kekaisaran Agung yang luasnya setara dengan sepertiga benua biru yang hebatnya mampu melayang diudara, tiap menara istana Dewa perang sangat jelas terlihat istana yang megah.
Bahkan ketiga leluhur itu sampai berdiri ingin melihat dengan jelas ketiga obyek kebanggaan benua biru, mata mereka terbelalak kagum dengan kemegahan dan keindahan benua biru ini.
"Obyek yang paling besar itu adalah milik penguasa alam ini, Kekaisaran Agung." kata Seng Qiao dengan bangga memperkenalkan istana milik suaminya.
"Eh... Apa itu..."
"Seperti serangga..."
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Tiba-tiba dengan kecepatan tinggi ribuan kapal Mini star mengelilingi armada kapal angkasa milik istana surgawi, kapal Mini star yang di kemudikan putri-putri Excel sengaja datang untuk mengawal armada kapal angkasa itu, kapal Mini star berputar-putar disekitar armada kapal angkasa istana surgawi.
Seng Huaran dan Seng Qiao hanya tersenyum, saat melihat semua putrinya yang tidak ikut dalam turnament ingin memamerkan armada militer udara milik benua biru.
"Itu... Itu burung....!"
Para murid istana surgawi terkejut lagi saat melihat banyak burung yang menuju kearahnya dengan kecepatan tinggi.
"Kwaak"
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara burung yang suaranya mampu didengarkan banyak orang, burung itu sangat besar dan ukurannya hampir setara dengan perbukitan, terlihat dengan jelas itu adalah burung gajah yang ditunggangi pasukan kekosongan.
Di belakangnya ada binatang Griffin dan Wyvern juga berterbangan dengan gagah dan penuh dominasi dibelakang burung gajah, disaat kehadiran ketiga binatang itu mampu menutupi langit dibawahnya menjadi gelap yang dipenuhi dengan bayang-bayang burung gajah, griffin dan wyvern.
Semua orang dari istana surgawi sudah tidak mampu lagi berkata-kata saat melihat kekuatan militer benua biru yang dianggap baru terbentuk sudah begitu hebat dan istimewa.
"Itu burung gajah..."
"Ada juga Griffin dan Wyvern..."
"Hei, mereka sudah datang...hore..."
"Itu idolaku..."
"Aduh, itu cintaku..."
Dengan kecepatan Seng Qiao mereka dengan cepat telah tiba diwilayah peri, para penonton yang ingin melihat pertandingan turnamen segera bersorak-sorai saat kehadiran burung gajah yang ditunggangi putri-putri penguasa alam sebagai komandan pasukan kekosongan.
Armada kapal angkasa milik istana surgawi serasa begitu kecil setelah kedatangam burung gajah, bahkan kedatangan mereka tidak dianggap oleh penduduk benua biru yang sedang berkumpul diwilayah benua peri.
__ADS_1
Suara penduduk benua biru yang sedang berkumpul di Colloseum menjadi kegirangan saat kehadiran pasukan wanita yang menunggangi armada udara, entah itu mini star, burung gajah, griffin maupun wyvern.
Nama-nama putri penguasa alam dielu-elukan oleh penggemar mereka, sudah tidak asing saat melihat wajah-wajah cantik dan penuh keanggunan yang telah membuat banyak orang jatuh hati.
Setelah kapal angkasa milik istana surgawi terparkir ditempat khusus kapal angkasa, mereka disambut oleh Raja Loong, raja Huang, raja Golem, raja Xiannu, Xue Cing dan Xue Mu untuk mengantarkan mereka menuju tribun tamu penting.
Seluruh orang dari istana surgawi hanya tersenyum masam melihat kemegahan benua biru, tidak ada diantara mereka yang lagi menunjukkan kesombongan seperti saat berada diluar formasi pelindung benua biru, mereka melihat Colloseum itu memiliki banyak pilar penyangga yang sangat kokoh.
Ketiga leluhur suci, Yu Guan dan para dekan akademi hanya bisa menghela nafas panjang dan berat, mereka hanya bisa menuruti arahan dari petugas yang menyambut kedatangan istana surgawi, mereka berjalan dibelakang raja Loong memasuki lorong, setelah keluar dari lorong, sekali lagi mereka terkesima dengan interior didalam colloseum.
"Kita benar-benar katak dalam sumur" gumam Yu Guan disaat mereka sudah berada ditempat duduk khusus tamu penting, disaat duduk kursinya benar-benar nyaman dan empuk, didepan mereka tersedia meja yang sudah ada buah-buahan roh yang langka, banyak pelayan pilihan yang melayani mereka.
Didepan mereka juga tersedia tablet informas pertandingan dan bursa taruhan, setiap pelayan khusus menjelaskan fungsi tablet didepan mereka dengan secara detail.
Colloseum itu mampu menampung 1 juta lebih penonton dan memiliki 3 lantai, dilantai 3 dibagi menjadi 4 bagian, khusus keluarga Kekaisaran Agung, tamu penting, tamu undangan dan penonton Vvip, dilantai 2 khusus penonton vip dan penonton kelas 1, dan lantai 1 khusus penonton umum dan para penduduk biasa, dilantai 1 juga ada ruang khusus bagi panitia dan pembawa acara, khusus lantai 3 akan ada pelayan yang akan melayani para tamu.
Ditengah-tengah Colloseum dibangun 10 arena tanding, diantara 10 arena itu ada 1 arena yang paling besar yang dikelilingi 9 tempat arena pertandingan.
Ditempat khusus keluarga Kekaisaran Agung terlihat 3 kursi yang paling tinggi dengan warna keemasan, tinggi sandaran punggung setinggi 20 cm dari tempat duduk yang lainnya, banyak orang penasaran siapa yang duduk di tribun khusus itu yang paling bagus di antara yang lainnya.
Yu Guan sedari tadi melihat wajah banyak orang dan memeriksa keadaan benua biru, dihatinya dia merasakan keganjilan, apa yang dikatakan leluhur suci tentang benua biru jauh berbeda.
Yu Guan tidak melihat adanya penindasan, tekanan secara psikologis ataupun ketidakadilan dibenua biru, dia melihat banyak orang bahagia, bahkan penduduk biasa yang bukan seorang kultivator terlihat gembira bersama anak-anaknya, orang tua jompo terlihat tertawa bahagia.
"Apa ini benua biru yang dikatakan leluhur suci, kenapa tidak sesuai...?" batin Yu Guan setelah memastikan tidak adanya rekayasa maupun kepura-puraan dari setiap wajah orang yang dia lihat.
Ahui Nan dan Lu lingqi sedari tadi mencari sosok pria yang telah menyelamatkan mereka 100 tahun yang lalu, kesadaran mereka berdua selalu mencari keberadaan pria bernama Eh.
Cuaca menjadi cerah kembali setelah burung gajah dan kawanannya menghilang, tidak berselang lama setelah menghilangnya burung gajah, terlihat dari atas langit banyak bunga warna-warni yang indah berjatuhan seperti tetesan air hujan dipagi hari.
Dengan kemunculan bunga-bunga yang berjatuhan juga muncul sebuah pintu dari kehampaan, terlihat seorang wanita cantik keluar dari pintu itu, disusul satu persatu wanita yang kecantikannya tiada tara mulai keluar dari pintu itu, total ada 462 wanita muda yang keluar dari pintu.
Sontak kehadiran banyak wanita cantik menjadi suasana di tribun penonton menjadi gaduh, penuh sorak-sorai dan siulan para penonton pria yang melihat keatas, semua orang dari istana surgawi juga melihatnya, mereka juga terpesona dengan kecantikan yang terus-menerus bermunculan dari pintu itu.
"Cantiknya..."
"Itu Jun Mei..."
"Hahaha, itu idolaku Jun Yu..."
"Ya Dewa, hari ini keberuntungan ku melihat semua bidadari... Hahaha"
"Ya ampun, itu Jun Liqin dan juga Jun Poppy... Hahaha"
Yang tidak mereka sadari, tiga kursi yang kosong tadi sudah ada yang duduk, 1 pria dan dua wanita di samping kanan dan kirinya, disisi ketiga orang itu banyak juga wanita bertopeng dan sebagian tidak memakai topeng, Excel yang melihat aksi putri-putrinya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Sejak kapan wanita ini memiliki ide seperti ini...!" batin Excel yang memijat keningnya melihat putri-putrinya mencari sensasi baru.
Kemunculan banyak wanita yang diiringi hujan bunga itu berjalan menuju tribun khusus keluarga Kekaisaran Agung, dengan anggun melayang diudara dan setiap aroma wangi bermacam-macam bunga memenuhi colloseum.
Setiap mata mengiringi langkah para bidadari, yang kecantikannya mengalahkan kecantikan wanita surgawi, hingga mereka duduk di kursi masing-masing masih saja setiap mata tidak berkedip melihat kecantikan itu.
Hanya dua wanita yang tidak duduk di kursinya malah berjalan menuju tiga kursi tertinggi yang sudah ada penghuninya, yaitu Jun Liqin dan Jun Poppy yang langsung duduk dipangkuan ayahnya dengan mengedipkan matanya yang mengoda.
Ahui Nan dan Lu lingqi juga melihat aksi wanita-wanita muda yang cantik itu langsung terkejut saat melihat kedua wanita itu duduk dipangkuan seorang pria paling tampan, setelah pulih dari keterkejutannya mereka berdua menjadi gembira, sudah 100 tahun ini mereka selalu mencari keberadaan pujaan hatinya, Ahui Nan dan Lu lingqi langsung berteriak kencang memanggil nama "Eh..."
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
__ADS_1
Booommm