Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 109 Artefak Alam semesta.


__ADS_3

Chapter 109 Artefak Alam semesta.


Benua Peri kini menjadi layu, secara berlahan energi Qi dewa mulai menghilang, pepohonan mulai mengering, air sungai mulai menyusut.


"Yuke, apa ini semua perbuatan para Dewa Absolute?"


Kata Excel kepada Yuke saat dia menutup mata dan menyebarkan kesadarannya untuk memeriksa situasi benua Peri, dan bisa dilihat dengan mata telanjang jika benua Peri ini akan hancur.


Booommm


Ledakan gunung yang masih aktif mulai meletus satu persatu dan menyemburkan magma yang membakar apapun yang dilewati.


[Tuan, segera evakuasi semua orang di Padang gurun peperangan, wilayah ini masih tergolong aman dari bencana alam, perkiraan waktu 10 hari benua Peri akan meledak.


Dan ini bukan perbuatan Dewa Absolute melainkan kelahiran artefak alam semesta, setiap kelahiran artefak alam semesta secara alami artefak itu akan memakan energi alam disekitarnya, setelah energi alam itu habis makan benua ini akan meledak]


"Apaa... Artefak alam semesta? Apa artefak itu lebih hebat dari artefak MahaDewa?"


[Benar, Tuan. Artefak tingkat MahaDewa masih buatan MahaDewa dan diberikan kesadaran hingga bisa berevolusi menjadi satu dengan pemiliknya.


Tapi Artefak alam semesta adalah artefak yang memiliki jiwa sejak dia dibentuk oleh alam semesta, artefak itu lahir karena menyerap banyak jiwa dan energi Qi dan juga darah setiap mahkluk yang mati.]


"Menurutmu artefak apa itu, Yuke?"


[Menurut analisa dari sistem, artefak ini bisa berupa apapun, bisa berupa senjata pedang, cawan suci, cermin kehidupan dan banyak macamnya, itu tergantung alam benua itu sendiri yang memberinya sarana untuk menjadikan artefak lahir secara alami dan kekuatan lebih hebat dari artefak tingkat MahaDewa]


"Aku paham, isteriku. Lalu apa aku bisa menghancurkan artefak itu?"


[Sulit dihancurkan, tapi Tuan bisa menjinakkan Artefak itu]


"Hahaha... Mantap. Terima kasih sayangku atas informasinya."


[Tidak masalah, Tuan]


Setelah mendapatkan informasi yang sangat berharga, Excel kembali membuka matanya dan segera turun dari langit untuk berbicara kepada semua orang yang masih menunggu tindakan apa yang akan dilakukan oleh Excel.


"Pasukanku, segera evakuasi semua orang dibenua peri ini, dan kumpulkan mereka diwilayah ras naga ini.


Raja sekalian tolong dibantu pasukanku untuk mengevakuasi semua ras yang masih ada diluar.


Dan juga benua ini akan hancur dalam waktu 10 hari paling cepat.


Aku akan berusaha sebaik mungkin mencegah kehancuran benua ini.


Segera kalian bertindak"


"Baik suamiku"


"Oke, ayah"


"Yayah, aku akan menyelamatkan banyak olang"


"Orang, adik, bukan olang..."


"Olang kakak olang


"Hahaha...putri-putriku kalian bantu ibu kalian, oke"


Excel ketawa Melihat kelucuan Putri-putrinya, bagaimana Excel tega melihat semua Putri kesayangan menderita sedikitpun, karena itu demi keluarga besarnya Excel selalu memberikan kenyamanan dan keamanan tingkat maksimal.


"Baik Tuan muda kita akan segera membantu"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Pasukan Phoniex segera mengganti kapal perang Mini Starship dengan kapal perang tingkat surga yang memiliki kapasitas muat lebih banyak, dan setelah mengganti kapalnya segera mereka menyebar keseluruhan penjuru benua Peri, dan kelima Raja itu juga telah bergerak membantu mengevakuasi berbagai ras yang masih hidup dan mau dievakuasi.


Kemudian Excel melayang diudara dan mengaktifkan mata bintangnya dan melihat secara detail benua Peri, Excel merasakan energi bergerak dan mengikuti aliran energi yang mengalir secara berlahan dan mengikuti arus energi yang diserap artefak itu.


"Raja Lang, lebih baik kita kerahkan pasukan untuk menghancurkan ras iblis yang telah berkhianat dan membagi harta kekayaan mereka."


"Sialan itu demon King....baik Raja Yesheng, ayo kita berangkat sekarang"


Setelah raja Lang dan Raja Yesheng kabur, mereka berkumpul lagi dan merencanakan untuk menyerang ras iblis yang telah mengkhianatinya, dengan kekuatan yang tersisa kedua raja itu langsung bergerak menuju wilayah Ras Iblis.


Mereka tidak mengetahui jika demon King telah mati dan mayatnya telah dibakar dengan api surgawi, dengan formasi penghalang pengelihatan tidak ada yang bisa melihat kedalam Formasi itu, mereka hanya melihat sesuatu yang bisa saja karena Formasi penghalang itu seperti cermin.


"Aaaahh...bajingan beraninya kamu membunuh demon King...akan aku musnahkan seluruh keturunannya"


Wuuuuussshh


Ratu Demon King sangat marah mengetahui kristal kehidupan milik demon King pecah dan itu tanda akhir hidup dari demon King, didalam kristal itu menampilkan sosok pria muda tampan yang menjadi pelaku pembunuh dari demon King, dengan tergesa-gesa Ratu demon King menghilang dan menuju arah dimana Excel sedang mencari artefak alam semesta.


"Aliran energi ini mengarah ke gunung misterius itu'


Gumam Excel yang masih mengikuti aliran itu menuju gunung yang ditakuti binatang buas dan Ras lainnya.


[Tuan, ada aura kuat yang mendekatimu]


"Apa? Apa dia Ratu iblis itu...kekuatannya diatas kekuatanku dari aura yang dia keluarkan... Hehehe.


Cocok untuk latihan"


Excel terkekeh yang mengetahui jika lawannya masih diatas kekuatannya, dan juga point exp yang selalu dirindukannya. Dengan berpura-pura tidak mengetahui kedatangan sosok itu, Excel tetap terbang berlahan menuju ke gunung misterius yang dekat dengan Lembah jiwa yang dijadikan markas sementaranya.


Wuuuuussshh


"Kamu membunuh demon King, bocah?"


"Oioioi... Janda muda, jangan marah nanti susah kamu mendapatkan jodoh lagi"


Excel berpura-pura kaget saat melihat wanita cantik berusia 1000 tahun lebih yang sedang menghadang jalannya, kulit putih dan pinggulnya yang mengoda, bibir tipis bulu mata lentik, dada yang besar seimbang dengan tinggi badan 180 cm, dengan pakaian yang sedikit terbuka, pakaian bawah memperlihatkan paha putih yang bersih, dan pakaian atas memperlihatkan belahan dadanya.


Wanita itu semakin marah saat Excel menggodanya apalagi memanggilnya sebagai janda, kemudian Ratu itu mengeluarkan pedangnya dan langsung menghilang...


Zlaaapp


Dhuuuuum


Benturan kepalan tangan kecil beradu dengan kepalan tangan Excel hingga suara dentuman terdengar oleh ras binatang buas yang berada dibawahnya.


Grooorrrr


Grooorrrr

__ADS_1


"Lumayan kamu bocah... Bisa menahan pukulanku"


"Hehehe...wanita cantik jangan galak-galak. Biarpun aku masih bocah aku sudah memiliki 139 anak dan sebentar lagi aku memiliki 311 anak lagi.


Apa kamu mau aku buatkan anak...?"


"Mesum"


Ucapan Excel membuat wanita itu yang sangat marah menjadi sedikit lunak, tiba-tiba dia merasa getaran dihatinya yang tidak bisa dia mengerti, apalagi saat berdekatan dan kepalan tangan saling menyentuh.


"Kenapa aku menjadi gelisah didepan bocah tampan ini...dia sangat tampan, aku belum pernah melihat pria setampan ini selama hidupku"


Ratu demon King membatin dihatinya, dia menjadi ingin memiliki pria ini, walau dia adalah pembunuh dari demon King.


"Hallo cantik, kenapa kamu menghalangi jalanku...apa kamu ingin jadi istriku?"


"Mesum...mati kamu"


Wuuuuussshh


Sliiinngg


Sliinng


Excel yang diserang dengan pedangnya yang langsung mengarahkan pada lehernya segera menghindari, dan Excel mengeluarkan pedang surgawinya.


Claaanng


Traangg


Wuuuuussshh


Dhuuuuum


"Lumayan kamu bocah, dan pedangmu sangat bagus darimana kamu dapat pedang tingkat Ilahi yang langka itu..."


Wuuuuussshh


"Hehehe...jadilah isteriku dan aku akan berikan pedang ini"


Sekali lagi Excel mengoda Ratu demon King, dan sekali lagi jantung Ratu demon King semakin berdetak tidak karuan.


Wuuuuussshh


Claaanng


Traangg


Dhuuuuum


Dhuuuuum


Buuukkk


Wuuuuussshh


Booommm


Excel yang kalah dalam kekuatan dengan mudah terpukul dan terpental kebawah hingga menghantam tanah di wilayah ras binatang buas, hingga tercipta lubang saat tubuhnya menabrak tanah.


"Apa pukulanku tadi melukainya cukup parah?"


Dalam batinnya wanita itu merasakan rasa sakit yang diderita musuhnya, entah kenapa dia menjadi takut jika pria tampan itu terluka dan mati.


Excel yang ditunggu-tunggu tidak segera bergerak semakin membuat Ratu demon King menjadi gelisah dan berlahan mendekati tempat dimana Excel jatuh.


"Halo sayangku apa kamu mengkuatirkan diriku?"


Wuuuuussshh


Dhuuuuum


"Sialan, kamu mengagetkanku..."


Ratu demon King kaget dengan suara yang tiba-tiba terdengar dari belakangnya dan dia segera menjaga jarak dan langsung menyerang lagi dengan pukulan.


Excel yang diserang juga mengepalkan tangannya dan beradu lagi dengan kekuatan fisiknya hingga suara dentuman terdengar dari benturan itu.


"Hehehe... Kali ini lebih baik kita serius, aku masih ada urusan yang masih harus aku lakukan."


"Kamu tidak akan bisa menang melawan dengan kekuatanmu sekarang..."


Zlaaapp


Booommm


Claaanng


Traangg


Zlaaapp


Dhuuuuum


"Bagaimana fisiknya begitu kuat"


"Hehehe, kenapa berhenti... Ayo maju lagi. Time stop"


Zlaaapp


Plaaak


"Aaaah"


Bruuukkk


Setelah Excel berhenti bicara, dia menggunakan skillnya untuk menghentikan waktu selama 5 detik dan segera memukul dahi Ratu demon king hingga membuatnya pingsan.


Kemudian Excel memberikan segel keluarga keempat dan menjadikan dia seorang pelayan tanpa membuat Ratu demon King mendapatkan terobosan.


Ratu demon King yang pingsan tidak mengetahui jika dia sudah menjadi pelayan musuhnya, dan Excel mengendongnya layaknya seorang putri.


"Hem"


Setelah tersadar Ratu itu sempat terkejut saat membuka matanya sudah digendong musuhnya, tapi dia sengaja berpura-pura masih tidak sadar diri dan malah menikmati aroma tubuh wangi yang keluar dari tubuh musuhnya.


Excel melanjutkan lagi pencariannya dan berjalan dengan mengikuti aliran energi alam yang tersedot, setelah berberapa saat Excel telah sampai dipuncak gunung misterius.

__ADS_1


"Apa kamu masih belum puas berpura-pura, Qinglin!"


Kata Excel yang mengagetkan Ratu itu yang digendong, apalagi dia memanggil namanya yang hanya dia ketahui, dengan segera dia langsung melompat dan menjaga jarak dengan pria tampan yang telah mengendongnya.


"Bagaimana kamu tahu namaku?"


"Hehehe... Rahasia"


Excel terkekeh melihat tingkahnya yang lucu, dan tetap turun mendekati kawah yang berpijar mengeluarkan panasnya tanpa peduli keadaan Qinglin yang masih kesal mendengarkan jawabannya.


"Hei...cepat katakan dari mana kamu mengetahui namaku?"


Sekali lagi Excel tidak menghiraukannya dan tetap melihat kawah yang semakin bergemuruh yang akan memuntahkan magma panas.


Kemudian Excel menggunakan mata bintangnya dan melihat kedalam kawah itu, saat melihat didasar kawah tampak sebuah benda yang dikelilingi oleh energi alam dan magma panas.


"Apakah itu...? Yuke"


[Benar, Tuan.]


"Hei, kenapa kamu diam dan apa yang kamu lihat hingga seserius itu?"


"Gunung ini akan meletus dan menghancurkan benua ini"


Jawab Excel yang mengejutkan Qinglin, dia sebenarnya sudah tidak kuat menahan panas dari magma, karena dia terbiasa hidup ditempat yang dingin.


"Kalau begitu cepat pergi dari sini"


"Pergi kemana? Kemanapun kita sembunyi benua ini akan tetap meledak"


Kata Excel yang masih melihat aktifitas artefak alam semesta didasar kawah yang masih terus menyedot energi alam tanpa henti.


Kawah semakin bergemuruh dan gempa mulai membelah tanah sedikit demi sedikit, goncangan didalam tanah membuat panik seluruh penghuni benua Peri.


"Cepat kamu tinggalkan benua ini, Qinglin!!"


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"


"Menghentikan kehancuran benua ini. Kamu pergi dan selamatkan dirimu.


Namaku Dewa Perang"


Wuuuuussshh


Byuuuurrr


"Tunggu...bodoh kenapa kamu menyelamatkan benua ini..."


Booommm


Booommm


Suara ledakan mengema saat Excel telah melompat dan menceburkan dirinya kedalam magma tanpa peduli dengan panasnya yang sangat mengerikan.


Ratu Demon King yang bernama Qinglin berteriak untuk menghentikan tindakan bodoh yang mengaku dirinya Dewa perang, yang namanya telah melegenda.


Qinglin merasakan rasa sakit didadanya saat melihat Dewa perang itu menceburkan dirinya kedalam magma panas, hingga tanpa dia sadari air mata mengalir dipipinya.


"Dewa perang, bodoh kamu. Kenapa demi benua buruk ini kamu rela mengorbankan nyawamu dengan sia-sia..."


Booommm


Booommm


Ledakan gunung berapi semakin menjadi-jadi dan menyemburkan magma kelangit, asap hitam tebal dan debu menutupi langit benua Peri.


Siang hari menjadi gelap karena awan akibat letusan gunung menutupinya, semua kehidupan segera berlarian menjauhinya wilayah timur.


Booommm


Booommm


"Dewa perang sampai kapanpun aku akan mencari reinkarnasimu"


Wuuuuussshh


Qinlin menghilang setelah dia lelah menunggu dewa perang yang tidak muncul-muncul dari kawah, dia bersumpah akan mencari Dewa Perang sampai kapanpun.


Pasukan Phoniex terus menyelamatkan banyak mahkluk hidup dan mengevakuasi menuju wilayah selatan wilayah dimana tempat ras naga berada.


"Bencana yang mengerikan"


"Apakah Tuan Muda bisa menghentikan kehancuran benua ini"


"Aku tidak tahu, semoga saja dia berhasil"


"Jangan kuatir, lebih baik kita segera mencari ras lain yang belum kita selamatkan"


"Iya, lihat pasukan wanita itu terus bekerja tanpa kuatir suaminya dalam bahaya...!!"


Kelima Raja berbicara dan melihat kearah wilayah timur yang menjadi pusat kehancuran benua Peri, dari kejauhan terlihat awan hitam yang tebal dan suara ledakan demi ledakan dari gunung misterius, warna merah berapi terlihat jelas menyembur keluar dari kawahnya.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Duuumm


"Nona muda"


Salam sapa dari kelima Raja yang melihat beberapa kapal perang berhenti dan mendarat ditanah, terlihat sosok wanita cantik yang mengandeng tangan kecil putrinya, dan dibelakangnya banyak orang yang berhasil diselamatkan.


"Raja Loong, total berapa yang saat ini berada di pengungsian?"


Zhou Mei yang ternyata datang bersama dengan Putri dan termasuk istri Excel yang lainnya, dan sudah menyelamatkan banyak orang dibenua peri.


"Saat ini sudah hampir 12 juta orang yang sudah berada di pengungsian, nona muda"


"Terima kasih, Raja Loong. Segera atur orang-orang ini yang baru kita selamatkan, aku akan berkomunikasi dengan suamiku dulu"


Segera semua orang yang diselamatkan diatur di tenda pengungsian dan Zhou Mei bersama putrinya kembali menaiki kapal perangnya.


"Suami, saat ini sudah terkumpul 12 juta pengungsi, lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


Kelebihan memiliki segel keluarga besar adalah bisa berkomunikasi lewat telepati walaupun jaraknya sangat jauh bahkan berjuta-juta kilometer.


Zhou Mei masih menunggu balasan dari suaminya, dia yakin jika suaminya akan baik-baik saja hanya dengan merasakan segel keluarga yang melekat diperutnya.

__ADS_1


__ADS_2