
Chapter 241 Suku Echidna Vs bandit tengkorak hitam dan pedang semesta.
Suku Echidna adalah perempuan setengah ular, suku ini tidak seperti yang dikatakan Excel kepada master Zhu Rong, suku Echidna memang kejam dan bengis saat melihat mahkluk hidup yang berniat buruk kepada mereka, tetapi mereka hanya aktif disiang hari dan juga tidak mampu berkamuflase.
Excel sengaja menakut-nakuti master Zhu Rong karena disaat guru dari 20 goddess marah dia terlihat lucu dan cantik, karena itu Excel selalu mengodanya. Mereka berdua terus berjalan dan semakin mendekati wilayah perbatasan, dari kejauhan mereka berdua mendengarkan suara petarung yang sengit.
"Ayo kita lihat siapa yang bertarung...!" ajak Excel kepada master Zhu Rong yang selalu memegang ujung pakaiannya, dia kuatir jika dirinya ditinggal Excel.
Booomm
Ledakan mengetarkan wilayah perbatasan zona luar dan zona dalam, terlihat ratusan pria sedang melawan banyak wanita, anehnya wanita ini mirip dengan ras manusia setengah ular seperti dibenua biru, hanya saja disini banyak didominasi oleh jenis betina.
Suku Echidna memiliki ciri dua tanduk kecil di dahinya, dan tubuh bawahnya masih berbentuk ekor ular walau tubuh atas sudah berwujud manusia.
"Apa ini suku Echidna?" tanya master Zhu Rong kepada Excel karena baru kali ini dia melihat suku Echidna, mereka berdua berada pada jarak yang cukup jauh dan berjongkok diatas batang pohon.
"Iya, sepertinya bandit ini ingin menangkap suku Echidna dan menjualnya, sebagian mungkin akan dijadikan budak mereka." kata Excel yang tahu niat para bandit ini.
"I-itu bandit tengkorak hitam, pemimpinnya yang mengendarai singa mistik ungu peringkat 10, dialah target buruan istana surgawi, dia memiliki kekuatan dewa absolute level 98. Mereka benar-benar menjijikkan...!" kata master Zhu Rong yang kaget melihat bendera berwarna hitam dengan gambar tengkorak yang merupakan identitas dari bandit tengkorak hitam, master Zhu Rong juga hafal wajahnya dari sketsa yang dibuat oleh divisi penegak hukum.
Master Zhu Rong terlihat takut dengan pemimpin dari tengkorak hitam karena kekutannya lebih kuat dari mereka berdua. Singa mistik ungu yang di tunggangi oleh pemimpin tengkorak hitam sama dengan singa mistik ungu dibenua biru, hanya saja bentuknya lebih besar 2 kali dan kekuatan setingkat dewa absolute level 50.
"Apa master Zhu Rong takut?" tanya Excel dengan tersenyum dan melihat wajah master Zhu terlihat ketakutan.
"Huff, bukannya aku takut, hanya saja mereka lebih kuat dari kita." dengus master Zhu Rong saat diejek oleh bocah nakal terus-menerus, disaat mereka berdua sedang berbicara, kedua belah pihak bertarung dengan sengit.
Booomm
Ledakan sekali lagi terdengar saat salah satu perempuan setengah ular menghantam para anggota bandit tengkorak hitam dengan ekornya.
"Hahaha... Percuma kalian melawan, lebih baik menyerah daripada kalian mati sia-sia."
"Sialan, kamu Meng Ho, suku kami tidak pernah menganggumu dan memasuki wilayah kalian, lalu kenapa kamu menyerang kami?"
"Hahaha, sudah jelas tujuanku, aku ingin kamu menjadi budakku dan anak buahmu akan aku jual dan sebagian....hehehe, itu terserah anak buahku... Hahaha" balas Meng Ho kepada pemimpin suku Echidna, dia selalu tertawa terbahak-bahak karena jelas kekuatan lebih kuat dari pemimpin suku Echidna.
"Bajingan, kami lebih baik mati daripada menjadi budak manusia bajingan sepertimu... Anak-anak mundur." perintah pemimpin suku Echidna kepada anak buahnya, segera anak buahnya mundur, terlihat sebagian tubuh mereka telah terluka akibat senjata anggota bandit.
"Ratu, apa anda akan melawan pria brengsek itu?"
"Mei Mei, jika aku mati kalian segera melarikan diri dan pimpin suku kita menuju wilayah suku Suzaku, katakan pada mereka untuk membalas dendam terhadap bajingan ini." jawab pemimpin suku Echidna yang bernama Lianshi, ratu Lianshi sangat cantik dengan ekornya yang berwarna merah muda, wajah runcing, kuping juga runcing, bibirnya seksi dan bulu matanya lentik, kulit warnanya putih kekuningan dan alisnya sedikit tebal dan memanjang.
Liangshi memakai mahkota dan juga hiasan ditelinganya, dia juga memakai pakaian berwarna merah menutupi dada dan hingga menutupi area sensitifnya. Karena itu pemimpin tengkorak hitam yang bernama Meng Ho berhasrat untuk menjadikan liangshi sebagai budaknya.
"Ta-tapi, Ratu dia sangat kuat, lebih baik kita sama-sama melarikan diri saja." kata Mei Mei sebagai komandan suku Echidna, dia tidak ingin Ratunya mati sia-sia atau ditangkap oleh Meng Ho yang terkenal ganas saat diranjang dan juga kejam, nama Meng Ho sudah terkenal sejak 200 juta tahun yang lalu.
"Hahaha.... Apa sudah cukup kalian berdiskusinya? Jika belum, kalian bisa diskusikan saja saat diranjang...hahaha" Meng Ho ketawa melihat suku Echidna ketakutan kepada dia, dia sengaja menunggu targetnya untuk menyerah, Meng Ho tidak kuatir jika suku Echidna bisa melarikan diri darinya sebab Meng Ho sudah mengepung mereka.
"Tidak, aku harus mengulur waktu agar kalian bisa melarikan diri, cepat pergi...!" perintah Lianshi Mei Mei untuk segera melarikan diri.
"Ratu, kami akan bertarung bersama sampai mati." serentak seluruh anggota suku Echidna bertekad untuk melawan Meng Ho dan seluruh anak buahnya.
"Tidak, kalian harus pergi dan menjaga garis keturunan suku kita." Lianshi terharu melihat anak-anaknya bertekad bertarung bersama.
__ADS_1
"Hahaha... Sungguh drama yang mengharukan."
"Diam kamu bajingan. Aku bersumpah akan membunuh seluruh keturunanmu walaupun aku harus menjadi hantu." bentak Lianshi yang sudah sangat marah terhadap Meng Ho.
"Hahaha, jika kamu punya kemampuan. Pasukan ku kepung mereka dan jangan ada yang lolos." Meng Ho ketawa mendengar ancaman dari Lianshi dan dia memerintahkan anggotanya untuk tidak membiarkan suku Echidna ada yang melarikan diri, suku Echidna yang jumlahnya 200 segera di kepung oleh anggota bandit tengkorak hitam yang berjumlah 800 orang.
"Roar..."
Meng Ho menghentakkan kakinya pada tubuh singa mistik ungu agar bergerak mendekati Liangsi dan anggotanya, suku Echidna tidak bisa bergerak lagi karena sudah terkepung oleh musuhnya.
"Ckckck... Ternyata kamu cantik jika dilihat dari dekat...hahaha" Meng Ho berdecak lidah dengan menjilati bibirnya saat melihat wajah Lingzhi dan Mei Mei dari dekat, dia sangat senang mendapatkan kecantikan dari suku Echidna ini, dipikirannya sudah penuh adegan erotis saat memukuli mereka berdua saat diranjang.
"Hah... Ayo kita pergi, tidak perlu kita ikut campur urusan mereka...!" ajak master Zhu Rong kepada Excel, dia mendesah melihat suku Echidna menerima nasib buruk ditangan Meng Ho, seandainya dia kuat sudah pasti akan menolong mereka.
"Tunggu dulu, kita akan menyelamatkan mereka." kata Excel kepada master Zhu Rong.
"Tidak, kekuatan kita jauh dibawahnya, walaupun kekuatan pemimpin suku sama denganku kita tetap tidak bisa mengalahkan Meng Ho." jawab master Zhu Rong yang menolak keinginan Excel ingin menyelamatkan mereka.
"Hehehe... Apa 3 permintaan itu masih berlaku?" Excel terkekeh melihat ekspresi ketakutan saat Excel ingin menolong suku Echidna, dia mengingatkan master Zhu Rong yang ingin tahu kekuatan dia sebenarnya dengan memberikan 3 permintaan, Zhu Rong langsung cemberut saat diingatkan dengan 3 permintaan yang dia tawarkan.
"1 saja, jika kemarin kamu menyetujuinya aku pasti akan berikan asal tidak melebihi batas toleransi ku. 1 permintaan, oke" kembali master Zhu Rong terlihat bersemangat lagi, dia sangat penasaran dengan kekuatan yang sebenarnya dari bocah nakal ini.
"Hah... Baiklah, daripada tidak mendapatkan sama sekali." desah Excel yang berpura-pura kecewa hanya mendapatkan 1 permintaan.
"Hahaha... Oke kita deal" master Zhu Rong ketawa bahagia dan mengangkat jari kelingkingnya yang kecil sebagai persetujuan, Excel hanya tersenyum melihat master Zhu Rong seperti gadis kecil dan mengaitkan jari kelingkingnya sebagai tanda persetujuan.
"Master Zhu, kamu tunggu disini."
Wuuuuussshh
"Hahaha... Lihat dirimu saja tidak mampu bergerak, bagaimana caranya kamu akan membunuh semua keturunan ku...Hahaha" Meng Ho tertawa terbahak-bahak saat melihat Lianshi berjuang keras untuk tetap berdiri tegak.
Wuuuuussshh
"Banyak cara membunuhmu..." Excel muncul didepan Lianshi yang sudah mengeluarkan keringat deras yang membasahi tubuhnya, Lianshi kaget dengan kemunculan orang lain di depannya.
"Hahaha... Kamu murid istana surgawi, bagus aku akan tukarkan kamu dengan sumberdaya yang besar... Hahaha." Meng Ho lebih keras saat dia tertawa, awalnya kaget dengan kemunculannya yang tiba-tiba, tetapi setelah memeriksa seragamnya dia langsung penuh sukacita, dia sudah sangat membenci istana surgawi yang telah membunuh wakilnya tempo hari.
"Jika kamu punya kemampuan." balas Excel dengan tersenyum dan melangkah maju mendekati Meng Ho dan singa mistik ungu, mata singa mistik ungu yang melihat mata Excel menjadi ketakutan dengan tubuh gemetar, dia merasakan penindasan mutlak dari garis darahnya.
"Lion, makan dia" perintah Meng Ho kepada singa mistik ungu yang bernama Lion, tetapi singa mistik ungu malah diam saja dan tubuhnya semakin gemetaran, insting binatangnya mengatakan untuk tunduk pada rajanya.
Plaaak
"Bruuukkk... Roar..."
"Hei... Apa yang kamu lakukan dengan peliharaan ku...hah" Meng Ho menjadi sangat marah saat murid istana surgawi menepuk kepala binatang peliharaannya dan langsung ambruk dengan kepala menunduk setelah meraung.
"Hehehe... Dia akan menjadi tunggangan ku mulai sekarang" Excel terkekeh melihat reaksi Meng Ho yang hampir terjatuh saat singa mistik ungu ambruk ditanah sebagai bentuk penyerahan mutlak setelah dirinya dijinakkan.
Master Zhu Rong kaget melihat aksi bocah nakal yang dengan mudah menjinakkan binatang roh tingkat 10 tanpa perlawanan, "Bagaimana dia melakukannya..!!" batin master Zhu Rong yang selalu dibuat penasaran dengan tindakan bocah nakal ini.
"Bocah aku akan menyiksamu dan setelah puas aku akan tukarkan dirimu dengan sumberdaya..." Meng Ho sangat marah dan dia mengangkat kaki kanannya untuk menendang singa mistik ungu yang terbaring dengan menundukan kepalanya kepada Excel.
__ADS_1
"Bang...."
"Sebelum memukul peliharaan, lihat dulu majikannya..."
Booomm
Excel menahan tendangan Meng Ho yang akan mengenai tubuh singa mistik ungu dan langsung memukul dada Meng Ho hingga terpental dan berguling-guling ditanah, "Aaakk... Bang bang..."
"Teman, kamu bunuh semua anggota bandit ini dan lindungi suku Echidna." perintah Excel kepada singa mistik ungu, "Roar.... Baik, Tuan muda" setelah meraung, singa mistik ungu bisa berbicara dan menjawab perintah Tuan barunya, singa mistik ungu sangat senang bisa lepas dari segel perbudakan yang Meng Ho tanam.
"Roar... Bang... Bang" singa mistik ungu meraung dan membantai satu persatu seluruh anggota tengkorak hitam dengan ganas dan sadis dengan mengigit maupun mencabik-cabik tubuhnya, seluruh anggota tengkorak hitam sudah kocar-kacir menghindari serangan singa mistik ungu yang brutal.
Lianshi, Mei Mei dan seluruh anggotanya hanya bengong menyaksikan pria muda sangat tampan ini dan singa mistik ungu mampu membalikkan situasi dengan mudah, mereka awalnya sudah pasrah dan berniat mati bersama-sama.
"Aaaakkhh... Bajingan...mati..."
Wuuuuussshh
Booommm
Meng Ho yang sudah bangkit berteriak marah dan langsung menyerang Excel yang menunggunya untuk bangkit, kepalan kedua orang itu saling beradu dan ledakan segera mengema diperbatasan zona luar dan zona dalam.
"Apa segini saja kekuatanmu, bandot tua" kata Excel saat Meng Ho terhuyung-huyung mundur saat beradu kepalan tangan, dia tersenyum melihat Meng Ho.
"Sialan, baru kali ini ada murid istana surgawi yang sangat kuat." batin Meng Ho kaget dengan kekuatan murid istana surgawi, tangan kanannya sudah gemetaran dan menahan rasa sakitnya.
"Swosh"
"Ckckck... Mengunakan senjata hanya untuk melawan seorang murid biasa." Excel mendecakkan lidahnya dan mengejek Meng Ho yang mengeluarkan senjata pedangnya yang berwarna biru, Excel memicingkan matanya melihat pedang yang dimiliki oleh Meng Ho.
"Pedang semesta" gumam master Zhu Rong yang tahu nama pedang yang dikeluarkan oleh Meng Ho, pedang semesta adalah salah satu artefak alami yang lahir secara alami setelah menerima banyak energi kematian dari banyak kehidupan, dengan akumulasi jutaan kematian dan juga membutuhkan waktu jutaan tahun menjadi bentuk sebilah pedang, pedang itu sangat ramping dan panjangnya 190 cm.
Pedang semesta adalah artefak diatas tingkat mahadewa, kekuatan tempurnya mampu meningkatkan hingga 2 juta gongjin, jika Meng Ho berada di tingkat dewa absolute level 98, ditambah pedang semesta, garis darah dan tekniknya maka kekuatannya mampu mencapai level 100.
"Hahaha.... Leluhur suci saja takut dengan pedang ini, bocah ini adalah keberuntunganmu mati di pedang semesta ini." Meng Ho tertawa terbahak-bahak saat mengeluarkan pedang semesta yang membuat ketiga leluhur suci ketakutan.
"Sayang sekali, di tanganmu dia tidak mampu menunjukkan dominasi sebagai pedang alami. Kemari...." kata Excel kepada Meng Ho dan memerintahkan pedang semesta itu untuk mendatanginya, pedang semesta langsung gemetaran dengan panik, seakan-akan menemukan pasangannya.
"Bajingan apa yang kamu lakukan..." Meng Ho berteriak marah dengan memegang erat pedangnya agar tidak lepas dari tangannya.
"Bang... Bang" pedang semesta membanting tubuh Meng Ho yang masih berusaha menahannya dengan kedua tangannya, pedang semesta itu tidak mau dikendalikan oleh Meng Ho dan berusaha melepaskan dirinya.
"Bocah ini... Sebenarnya siapa dia?" batin master Zhu Rong yang terkejut dan terkejut melihat setiap tindakan bocah nakal ini yang membuatnya semakin penasaran dengan identitas aslinya.
Excel hanya tersenyum saja dengan kedua tangannya dibelakang panggung, dia ingin melihat sampai dimana Meng Ho mampu mengendalikan pedang semesta yang memiliki pikiran sendiri.
Pedang semesta seperti Lingzi Mei si artefak alami cermin ilusi, mereka berdua terlahir secara alami, lahirnya mereka karena adanya pemicu seperti halnya pedang semesta ini yang lahir akibat energi kematian, darah, energi Qi semesta dan energi roh yang penasaran hingga membentuk suatu wadah untuk membangkitkan semangat hidup.
"Aaaahh.... Sialan, berhenti memberontak" Meng Ho sangat kuwalahan menahan kekuatan pedang semesta yang tidak mau dia kendali lagi.
"Bang.... Bang"
Sekali lagi Meng Ho dibanting di tanah berkali-kali oleh pedang semesta dan terlihat seluruh tubuhnya banyak goresan, Excel mulai tidak sabar dan memberikan perintah kepada pedang semesta itu...
__ADS_1
"Pedang semesta, serap energi kehidupan dia"