
Chapter 68 Excel vs The Gamer 1
Braaaakk
"Sial, lagi-lagi gagal. Bocah itu sudah mengalahkan organisasi pembunuh bayaran" seorang Kakek tua yang marah dengan mengebrak meja terlihat wajah yang seram.
"Lebih baik aku melakukannya sendiri mengalahkan bocah itu dan mengambil alih tubuhnya, aku yakin dia juga memiliki sistem yang bisa membuat sesuatu hal yang tidak ada dibenua ini"
Wuuuuussshh
Hembusan angin yang kencang saat Kakek tua itu menghilang didalam kamar bawah tanah, tidak ada yang tahu selain Kaisar Wei yang ternyata adalah cucunya.
Kakek tua bertongkat itu adalah target pertama yang diburu Excel merupakan misi rahasia yang diberikan Ratu alam Semesta, Yuna.
{Komandan, kapal sudah tiba digaris perbatasan benua timur}
"Baik, berhenti melaju dan tetap pada posisi melayang, Veno" perintah Excel pada Veno yang telah memberitahukan posisi kapal BESD1.
{Baik, komandan}
Plak
Plak
"Ampun sayang aku sudah tidak mampu bergerak lagi"
"Ha-ha-ha, katamu kamu tidak takut, tiap aku siap kamu selalu lari...ha-ha-ha kini aku sudah menunjukkan bagaimana hukuman dariku karena kamu selalu mengintipku...ha-ha-ha" balas Excel yang ternyata telah menghajar goa silumannya Shu Peijing, awalnya Shu Peijing menantang Excel tapi saat didekati selalu kabur yang akhirnya Excel Berkultivasi ganda dengan semua isterinya sesuai jadwal.
Disaat Excel sedang berkultivasi ganda dengan isterinya Shu Peijing selalu mengintip hubungan intim mereka karena penasaran dengan suara erangan dan desahan, bahkan saat Excel melakukan hubungan dengan 4 istrinya sekaligus Shu Peijing juga mengintipnya.
"Ampun suami, aku hanya penasaran saja...ke-keluar lagi...aaahh" sebelum Shu Peijing menyelesaikan ucapannya Excel menghajar hingga menghantam rahim Shu Peijing hingga membuatnya klimaks yang kesepuluh kalinya.
"Ha-ha-ha, ampun...tapi wajahmu begitu bahagia setelah menerima tongkatku. Baiklah aku akan mengampunimu kali ini...cup" akhirnya Excel merasakan kasihan pada Shu Peijing yang sudah lemas tidak mampu mengerakan tubuhnya lagi.
Sudah dua jam didunia luar tapi didunia jiwa telah berjalan selama dua bulan, dalam dua bulan itu Excel Berkultivasi ganda dengan 8000 wanitanya kecuali Qiaofeng yang masih dibawah umur, walaupun selalu meminta hal yang dilakukan pamannya pada bibi-bibinya.
Wuuuuussshh
"Veno, lacak leluhur Wei dan kunci pergerakannya dan juga hitung semua kekuatan pasukan Kekaisaran Wei" perintah Excel yang tiba-tiba berada di ruang Kendali kapal BESD1, Excel ingin segera menyelesaikan misi rahasia pertamanya, sebenarnya Excel bisa meminta bantuan dari Yuke tapi kuatir itu akan memicu sistem yang telah di nonaktifkan menjadi aktif kembali.
{Baik, komandan}
"Jika tidak aku selesaikan sekarang bisa-bisa dia akan semakin merajalela dan bahkan akan menghilang lagi" gumam Excel saat menunggu hasil analisa dan pencarian Veno sebagai asisten.
{Ketemu komandan, posisi leluhur wei atau the gamer didalam istana. Total kekuatan pasukan 18 juta prajurit dan 15 ribu kapal perang standar. Laporan selesai}
"Ha-ha-ha, bagus Veno kerja yang bagus" puji Excel pada asistennya.
"Veno, tetap pertahanan posisi dan tetap aktifkan mode Siluman."
{Baik, komandan}
"Semua wanitaku kalian bersiap berperang, kita akan melawan pasukan Kekaisaran Wei jika mereka ingin ikut campur saat aku melawan the gamer" perintah Excel pada pasukan wanita.
"Baik suami, tunggu kami bersiap dalam 15 menit" kata Ling Xuan yang mendengar suara suaminya.
Whooooss
Setelah mereka semua telah selesai mempersiapkan diri Excel mengeluarkan semua wanitanya kedunia luar tepatnya di hanggar kapal perang karena tidak akan muat jika mereka semua berada di anjungan kapal BESD1.
"Suami"
"Komandan"
"Aku akan melawan leluhur Wei dan kalian harus siap bertempur jika pasukan Kekaisaran Wei ikut campur, dan juga bawa pasukan pria agar bisa membantu kalian" perintah Excel pada mereka semua yang telah memakai perlengkapan perang.
"Baik, komandan"
Wuuuuussshh
"Leluhur, bagaimana cara kita menyelamatkan Kaisar Wei di tangan banjingan cilik itu?" tanya seorang menteri pertahanan Kekaisaran Wei karena dia juga tidak bisa berbuat apa-apa disaat kaisar Wei ditangkap oleh Excel.
"Aku akan membuka portal untuk menghancurkan Kekaisaran Ling dan juga Kekaisaran Li jika bocah itu tidak menyerahkan cucuku dan juga menerima hukumannya. Aku tahu bocah itu sangat menyayangi keluarganya dan pasti akan menurutiku... Ha-ha-ha"
"Tapi bocah itu memiliki kapal perang yang kuat dan bisa mengalahkan pasukan kita dengan mudah" balas menteri pertahanan yang meragukan rencana leluhur Wei.
"Ha-ha-ha, bodoh. Dia tidak mungkin bisa menyelamatkan mereka disaat bersamaan walaupun dia memiliki artefak yang bagus, dengan token portal ini aku bisa membukanya kapan saja...ha-ha-ha" kata leluhur Wei yang merasa jika rencananya akan berhasil dan bisa mengendalikan Excel, yang tanpa dia sadari ada mata bintang cosmos yang sedang mengawasi dia dari jarak jauh.
"Ha-ha-ha, leluhur dari dulu anda sangat pintar dalam sebuah rencana" puji menteri pertahanan yang kini sudah yakin padanya.
"Hahaha, memang tidak salah leluhur dengan sebutan the gamer, permainannya selalu menakjubkan" seorang jenderal juga ikut memuji leluhur Wei.
"Ha-ha-ha"
Disaat semua orang didalam istana yang sedang tertawa gembira, hanya Ratu dan dua putrinya yang tidak suka dengan tindakan mereka, Ratu dan kedua putrinya tahu akan kelakuan leluhur dan Kaisar Wei yang selalu arogan dan keji terhadap siapapun.
"Leluhur, apa tidak sebaiknya kita berunding dengan pemimpin muda?" tanya Ratu Kekaisaran Wei, Yang Ruolan yang duduk di jajaran pejabat Kekaisaran dan tidak duduk disinggasananya yang sebagai ratu.
"Kamu tahu apa, lebih baik kamu diam dan setelah aku membunuh bocah itu aku akan menikmati tubuhmu dan kedua Putrimu...ha-ha-ha" balas leluhur Wei yang membuat Ratu dan kedua putrinya sangat marah tapi mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena kekuatan mereka disegel leluhurnya.
"Kalian akan menerima balasannya, sejujurnya aku juga tidak pernah mengakui Wei Jing sebagai seorang Kaisar maupun seorang suami, jika bukan karena kalian menyandera keluargaku sudah dipastikan aku akan pergi dari sini" kata Ratu yang sangat membenci keluarga Kekaisaran Wei yang selama ini karena semua keluarganya dipenjarakan leluhur Wei.
Plaaakk
Aaaahh
Bruuukkk
"Ibu" teriakan kedua putrinya Wei Yu dan Wei Na yang saat itu berdiri dibelakang ibunya yang ditampar oleh leluhur Wei hingga terhempas kesamping dan menabrak kursi.
__ADS_1
"Kamu keterlaluan Kakek" kata Wei Na yang melihat perilaku kakeknya yang menampar menantunya.
"Sudah Putriku, aku tidak apa-apa" ucap Yang Ruolan yang menghentikan anaknya agar tidak membuat kakeknya semakin marah.
"Kamu gadis cilik jangan kuatir aku pasti akan menikmati tubuhmu juga setelah aku membunuh bocah itu...ha-ha-ha" kata leluhur Wei kepada Wei Na yang tertawa gembira karena didalam pikirannya dia pasti sukses mendapatkan tubuh Excel.
Whooooss
Booommm
Baaammm
Braaaakk
"Banjingan siapa kamu yang ingin memukulku" umpatan leluhur Wei yang hampir saja wajahnya terpukul secara tiba-tiba, untung saja dia memiliki skill ruang dan waktu yang bisa menghentikan gerakkan lawan walau hanya sepersekian detik disaat dia merasakan fluktuasi aneh didepannya.
"Woow, lumayan juga kau Kakek tua" kata Excel yang juga sedikit terkejut jika pukulannya mampu ditahan leluhur Wei walau sempat menabrak dinding dibelakangnya.
"Sialan, jadi kamu bocah...ha-ha-ha tidak disangka kamu malah mengantarkan nyawamu sendiri tanpa aku mencarimu" balas leluhur Wei yang senang melihat Excel yang tiba-tiba datang tanpa harus susah payah mencari.
"Oh, jadi kamu merindukanku, sayangnya aku tidak merindukanmu... Ha-ha-ha" ejek Excel pada leluhur Wei.
Wuuuuussshh
"Kalian bertiga lebih baik berlindung segera mungkin, karena hari ini Kekaisaran Wei akan menjadi sejarah" kata Excel yang tiba-tiba muncul disebelah Ratu dan kedua putrinya yang membuat mereka ketakutan yang dikira akan membunuhnya.
"Jangan takut, aku juga akan menyelamatkan keluarga kalian dan temui pasukan wanitaku yang berada diluar, cepat pergi" sekali lagi Excel berbicara mengunakan telepatinya kepada ratu dan kedua putrinya dan segera cepat pergi dari istana.
Plak
Plak
Plak
Excel segera menepuk punggung mereka dan membuka segel yang telah menyegel kekuatan ketiga wanita itu dengan mengalirkan energinya, dengan segera ketiga wanita itu berlari meninggalkan istana.
"Tangkap ketiga orang itu jangan sampai lolos" perintah leluhur Wei pada semua orang yang berada didalam istana.
Booommm
Aaaahh
Aaaahh
"Tidak mudah jika aku ada disini" kata Excel setelah memukul mereka dengan skill tinju creationnya disaat semua orang akan bergerak menangkap Ratu dan kedua putrinya.
"Cepat kerahkan semua pasukan untuk menangkap ketiga jalang itu" perintah leluhur Wei yang melihat Ratu dan kedua putrinya telah melarikan diri dengan bantuan Excel.
"Baik, leluhur"
Booommm
Booommm
Disaat Excel ingin memukul menteri pertahanan dan yang lainnya yang berlari keluar, tiba-tiba terdengar suara pukulan saling bertabrakan hingga ledakan energi meretakkan dinding istana kekaisaran Wei.
"Bocah lawanmu adalah aku" kata leluhur yang marah saat Excel ingin menghentikan bawahannya.
"He-he-he, kamu yakin bisa menang melawanku?" tanya Excel dengan terkekeh melihat leluhur Wei yang percaya diri bisa mengalahkannya.
"Ha-ha-ha, tentu aku sangat yakin, lihat token ini!!" dengan mengeluarkan token pembuka portal yang ingin menggertak Excel, Excel yang melihat hanya berpura-pura tidak mengerti dengan mengernyitkan dahinya.
"Dengan token ini aku bisa membuka portal dimensi untuk mengerahkan pasukan monster untuk menghancurkan benua Selatan dalam hitungan hari...ha-ha-ha" kata leluhur Wei dengan bangga bisa mengendalikan situasi.
Sooouuu
Zlaap
"Ooh, token ini? Sekarang sudah di tanganku lalu kamu mau apa?" tanya Excel pada leluhur Wei dengan menunjukkan token yang sudah berpindah ditangannya.
"Bangsaat, kamu pasti menggunakan skill ruang dan waktu" bentak leluhur Wei yang marah karena tokennya diambil Excel dengan skill ruang dan waktu.
Dengan gerakkan cepat leluhur Wei menyerang Excel dengan tongkatnya yang telah berubah menjadi pedang berwarna merah yang merupakan artefak tingkat ilahi.
Booommm
Booommm
Claaanng
Claaanng
Traangg
Traangg
Ledakan energi meledakan dari tubuh the gamer dan melesat menyerang Excel, Excel pun tidak tinggal diam dan menyerang juga dengan pedang surgawi tingkat Dewa yang berwarna hijau.
Booommm
Baammm
Claaanng
Claaanng
"Ayo Kakek tua apa hanya segini saja...ha-ha-ha" tantang Excel yang terlihat gembira saat menangkis semua gerakan musuhnya, tidak pernah dia melawan lawan yang tangguh selama ini dan berharap leluhur Wei menunjukan kekuatannya dan semua skillnya.
Claaanng
__ADS_1
Traangg
"Ha-ha-ha, bocah kamu bukan lawanku jika kekuatan Dewa Absolute tidak tersegel tapi..." kata leluhur dengan mereka berdua tetap bertarung.
Claaanng
Claaanng
Boooommmm
"Dengan kekuatanku Dewa biru cukup untuk membunuhmu dan merasuki tubuhmu... Ha-ha-ha" dengan kekuatan Dewa biru meletus dari tubuhnya, akhirnya leluhur Wei menunjukan tingkat kekuatan yang sebenarnya.
"Ha-ha-ha, apa kamu yakin bisa menang melawanku?" sekali lagi Excel menantangnya karena tahu jika musuhnya memiliki segudang skill dan bahkan banyak artefak yang bagus.
Booommm
Booommm
Swiiingg
Swiiingg
Claaanng
Claaanng
Booommm
Ledakan energi dan kekuatan kedua orang yang bertarung telah menghancurkan istana, bahkan semua orang istana dan dikota sudah berhamburan menghindari kekuatan yang sangat mengerikan dari leluhur Wei dan Excel.
Terlihat area dimana istana kekaisaran Wei hancur dan berantakan dan tidak terkecuali gedung-gedung yang mengelilingi istana juga hancur terkena gelombang kejut kedua orang yang bertarung.
"Siaaall, hampir hanya aku terbunuh hanya karena gelombang kejut mereka berdua" kata master smelting 1 yang saat dia sedang menempa senjata dan merasakan kekuatan besar yang tiba-tiba menghancurkan gedung smelting.
Booommm
Booommm
"Siapa dia yang bertarung dengan leluhur? Dan kenapa bertarung didalam istana?" kata master 2 yang tidak tahu siapa musuh yang bertarung dengan leluhurnya.
"Sepertinya wajah anak muda itu terasa familiar? Jangan-jangan!!"
Booommm
Booommm
"Cepat mundur saudara, kita tidak bisa terlalu dekat dengan mereka"
"Iya, lebih baik kita bantu bantu penduduk mengungsi dari sini"
"Kamu benar...Siaaal apa-apaan ini" kata master 2 yang melihat kapal perang milik Kekaisaran Wei melesat ke arah lain dan tampak tidak perduli dengan keadaan penduduk yang melarikan diri dan sebagiannya telah menjadi bubur terkena gelombang kejut.
Booommm
Booommm
"Cepat kita tinggalkan wilayah ini"
"Aaaahh"
"Cepat tolong dia"
"Ya dewaa kenapa kita selalu menjadi korbannya"
Situasi kota Kekaisaran Wei sudah menjadi kekacauan total banyak orang yang melarikan diri dari Pertempuran, banyak teriakan ketakutan dan kesakitan terdengar diseluruh penjuru kota.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
"Leader Qiaofeng datang...ha-ha-ha. Kena kamu"
Booommm
Booommm
Booommm
Sebelumnya, disaat Excel masih berada didalam kapal BESD1 bersama-sama dengan pasukan wanitanya, Excel terus mengawasi pembicaraan leluhur dan juga melihat dimana Ratu Yang Ruolan ditampar saat didalam istana, semua wanita yang memperhatikan suaminya yang terlihat diam dan hanya melihat arah dimana letak istana kekaisaran Wei.
"Suami ada apa?" suara lembut terdengar ditelinga Excel yang ingin tahu apa yang sedang dipikirkan suaminya.
"Shu Peijing, Zhao Mei, Niu Qinglin dan Qiaofeng kalian satu tim untuk menyelamatkan Ratu dan kedua putrinya.
Xiao Chun, Shu Eu-Meh dan Hu Ru Ming kalian tim dua untuk menyelamatkan keluarga Yang didalam penjara.
Dan untuk yang lainnya bagi menjadi empat kelompok, kelompok satu dan dua kawal tim satu dan tim dua, kelompok ketiga kawal pasukan pria mengevakuasi penduduk kota, kelompok keempat hancurkan pasukan Kekaisaran Wei yang bergerak melawan." segera Excel mengatur dan membagi pasukannya setelah melihat kejadian didalam istana, tanpa menjawab perkataan Shu Peijing.
"Veno, lindungi pasukanku jika dalam bahaya" perintah Excel kepada semua pasukannya dan termasuk asistennya.
{Siap komandan}
"Siap komandan" jawab semua wanita yang akhirnya mengerti situasinya kini.
"Setelah kalian berhasil menyelamatkan mereka, segera hancurkan pasukan Kekaisaran Wei" kata Excel yang tiba-tiba menghilang.
Wuuuuussshh
__ADS_1