
Chapter 275 Penculikan.
"Yang Mulia, kemana kita harus mencari sosok jubah hitam itu, auranya sudah menghilang?" tanya bibi Lien kepada ratu siluman musang yang sedang terbaring di kamar utama didalam kapal angkasa.
"Bibi, jangan kuatir, kerahkan musang salju untuk mencarinya di sekitar gunung maha dewi. Ini adalah sobekan pakaian manusia rubah yang ditinggalkan saat di balai lelang." Cang Juan menjawab bibi Lien dan memberikan sobekan pakaian manusia rubah.
"Baik, Yang Mulia."
"Hahmm... Sudah aku katakan, jangan panggil Yang Mulia saat kita tidak ditempat umum." ratu siluman musang menghela nafas dan berbicara kepada Cang Lien sebelum dia meninggalkan kamar pribadinya.
"Baiklah, adik. Aku akan beri perintah dulu musang salju untuk melacak manusia rubah itu." Cang Lien pergi meninggalkan kamar ratu siluman musang sambil tersenyum.
Tidak berselang lama Cang Lien kembali lagi disaat ratu siluman musang sedang memikirkan manusia rubah, kali ini bibi Lien terlihat serius.
"Ada apa bibi?" tanya Cang Juan saat melihat bibinya tergesa-gesa menemuinya lagi.
"Mata-mata kita melaporkan berita yang membahayakan, dihutan mistik tiba-tiba ada miliaran pasukan yang bukan dari benua ini, mereka telah mendirikan dinding pertahanan dan juga banyak tenda-tenda yang didirikan." jawab Cang Lien dengan menyerahkan batu giok perekam.
"Hmm... Dari mana mereka berasal? Aku tidak pernah melihat mereka dari penampilan yang tidak biasa itu...!" Cang Juan mengerutkan keningnya saat berbicara.
"Mereka adalah ras manusia, aku rasa mereka bukan dari benua ini, mungkin saja dari planet lain yang ingin menguasai benua ini." kata Cang Lien sambil duduk dan membaringkan tubuhnya di sebelah Cang Juan.
"Bisa jadi. Dengan jumlah pasukan mereka sudah jelas tujuannya. Bibi, tambahkan pasukan siluman diperbatasan dan laporkan setiap pergerakan mereka, setelah..." Cang Juan membalik kan badannya dan menghadap bibinya, tiba-tiba dia mencium bibir Cang Lien dan meremas buah melonnya.
Tindakan Cang Juan disambut dengan semangat oleh Cang Lien, yang juga tidak tinggal diam.
"Eh... Aura ini... Cepat kejar dia." disaat sedang menikmati hubungan sensual, ratu siluman musang merasakan aura sosok jubah hitam dan segera berdiri sebelum mereka berdua melepaskan gairahnya.
"Hahaha... Ayo, adik ku..." Cang Lien tertawa dan buru-buru keluar dari kamar bersama ratu siluman musang.
Mereka berdua keluar dari kapal angkasa dan melihat kearah gunung maha dewi, sekelebat bayangan hitam bisa mereka lihat, bayangan hitam itu melompat dari dahan pohon kepohon lainnya.
"Itu dia..." ratu siluman musang segera mengenali sosok jubah hitam itu, Cang Juan dan Cang Lien segera mengejar orang yang menculik manusia rubah.
Melihat ratu siluman musang dan wakilnya sedang terbang, pengawalnya juga mengikuti dan disusul beberapa pasukan siluman.
"Paman, itu dia... Cepat kejar... Cepat kejar..." Lu Xinxin melihat sosok jubah hitam dan berteriak kegirangan dengan melompat-lompat, dia memerintahkan pamannya untuk mengejar penculik itu.
"Kalian tetap disini, jangan ikut mengejarnya, kekuatan dia setara dengan ku, mungkin lebih tinggi." kata Lu Zhi kepada kedua ponakannya, dia kuatir sosok jubah hitam itu berbahaya dan tidak menginginkan jika kedua putri raja ini dalam bahaya.
"Cepat paman, kita akan selalu menunggu disini."
"Paman jangan kuatir, aku akan menjaga Xin'er..." kata Lu Xianglun agar pamannya tidak kuatir dengan dia dan Lu Xinxin.
Lu Xinxin sedikit kuatir sebelum mengejar penculik itu, dia melihat kedua ponakannya yang dia sayangi dan mengangguk kan kepalanya.
Wuuuuussshh
"Hmm... Akhirnya orang itu meninggalkan kedua wanita itu. Kalian berlima tangkap kedua wanita itu dan jangan kalian melukai mereka, karena mereka berdua akan menjadi sandera kita." perintah seorang pria paruh baya yang menggunakan pakaian penyamaran.
"Baik, boss."
Segera bawahannya pria paruh baya itu menuju kapal angkasa, dimana kedua putri raja demi human berada.
Kedua wanita itu tidak mengetahui jika dibawah mereka ada banyak orang yang sedang memata-matai mereka.
"Eh... Ada niat jahat..." kata Lu Xinxin saat dia merasakan telinganya bergerak-gerak sendiri, itu adalah tanda bahaya yang sedang mendekatinya.
"Iya, telingaku juga mendeteksi niat jahat itu, adik hati-hati." Lu Xianglun juga merasakan bahaya mendekat
Kemampuan pasif ras kelinci adalah pada telinga yang bisa mendeteksi bahaya dari jarak 300 meter, selain itu telinga mereka juga mampu mendengar suara dari jarak yang sama.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Tap tap tap
Lima orang segera muncul di dek kapal angkasa, Lu Xinxin dan Lu Xianglun segera waspada saat mereka dikepung oleh lima orang.
Kedua wanita itu mengeluarkan senjatanya, Lu Xinxin menggunakan senjata cambuk, sedangkan Lu Xianglun menggunakan senjata pedang panjang.
"Siapa kalian? Dan apa mau kalian?" tanya Lu Xianglun dengan nada tenang saat bertanya kepada orang yang berniat buruk kepada mereka.
__ADS_1
"Tidak perlu bertanya. Patuh dan ikuti kami, jika tidak kalian akan merasakan kesakitan... Hahaha." jawab mata-mata A kepada Lu Xianglun, kelima orang itu sudah dipenuhi ***** saat melihat kecantikan yang sempurna.
"Apa kamu tidak tahu jika kami adalah putri raja demi human, jika kalian macam-macam, kalian akan merasakan penyesalan." ancam Lu Xinxin kepada musuhnya, sambil menggerak kan cambuknya untuk memberikan perlindungan melingkar pada dirinya dan kakaknya.
"Hahaha... Benua ini hanyalah semut bagi kami, tidak perlu mengancam segala. Kalian berdua masih berada ditingkat dewa matahari level 2 dan level 5, terlalu lemah.
Sekali lagi, patuh atau kami siksa terlebih dahulu agar kalian diam." mata-mata A membalas ucapan Lu Xinxin dengan mengeluarkan senjatanya.
Lu Xinxin dan Lu Xianglun melihat basis kultivasi mereka, kelima orang itu memiliki kekuatan dewa matahari level 20, kekuatan mereka berlima jelas lebih kuat. Kedua wanita itu tidak takut karena memiliki kemampuan pendeteksi bahaya pada telinganya.
"Serang..." perintah mata-mata A kepada keempat rekannya.
"Swosh..."
Booomm
Cambuk Lu Xinxin menangkis serangan energi senjata musuhnya, ledakan energi mengetarkan kapal angkasa. Kelima orang itu kaget dengan kecepatan kedua wanita itu, apalagi saat mereka menyerang menyelinap selalu dengan mudah dihindari.
Booomm
Sekali lagi ledakan energi berbenturan dan membuat keretakan pada kapal angkasa. Tiba-tiba pertarungan berhenti dan tidak lagi terdengar suara benturan senjata, tetapi kapal yang sudah retak semakin mengalami kerusakan parah dan berlahan-lahan menukik tajam kebawah.
Booomm
Akhirnya kapal angkasa jatuh dengan keras, pemimpin mata-mata segera melesat dan memeriksa kapal angkasa yang sudah hancur berantakan.
"Sialan... Kelima prajurit aku mati." umpat pemimpin itu saat melihat kelima bawahannya meregang nyawa, dia memeriksa kondisi mereka berlima, terlihat luka yang sama di dahi mereka, dahi mereka berlubang seukuran jari kelingking, lalu dia mencari keberadaan kedua wanita itu disekitar kapal dan tidak menemukan jejaknya sama sekali.
"Sialan... Kemana wanita itu... Cepat cari mereka." pemimpin mata-mata itu sangat marah dan segera memerintahkan bawahannya mencari kedua gadis itu.
"Tunggu, cepat kalian semua sembunyi, pria tua itu kembali..." sebelum bawahan nya bergerak, pemimpin itu merasakan aura Lu Zhi yang bergerak sangat cepat kearah mereka.
"Bangsat...."
Wuuuuussshh
Booommm
"Aaaaahhh..."
Wuuuuussshh
Tap
"Lu Xinxin.... Dimana kamu...! Lu Xianglun..." Lu Zhi berteriak mencari kedua keponakan nya saat dia tiba di kapal angkasa yang sudah hancur berantakan.
"Aaaahh... Kalian akan membalas kemarahan kami..." Lu Zhi berteriak marah, saat melihat jejak darah kedua keponakan yang menghilang.
Setelah menenangkan diri, Lu Zhi memeriksa sekitarnya dan juga melihat mayat mata-mata itu, segera dia menghubungi raja demi human.
Tidak butuh lama raja demi human datang dengan sangat marah, saat melihat kapal angkasa putri pertama hancur berkeping-keping.
"Pasti mereka yang menculik kedua putriku. Seperti dugaan ku, pasukan militer itu datang untuk menguasai benua ini, kedua putriku sebagai sandera untuk menekan kita.
Jendral Zhi kerahkan pasukan menuju perbatasan dan laporkan gerakan mereka." kata raja demi human dengan menahan amarahnya, dia juga sudah memeriksa kondisi kapal angkasa dan juga mata-mata yang menggunakan pakaian perang seperti pasukan militer di hutan mistik.
"Baik, Yang Mulia." Lu Zhi segera pergi menuju ibukota kerajaan demi human. Raja demi human menghela nafas setelah memeriksa keadaan disekitar kapal angkasa milik putrinya, lalu dia menyusul Lu Zhi beserta bawahannya.
Sedangkan ratu siluman musang dan Cang Lien juga dihadang 2 orang yang tidak dikenali, pakaian orang itu sama seperti seragam militer kerajaan arcadia, wajahnya saja yang tertutupi topeng.
"Kalian mencari masalah dengan datang kesini, jangan kira kita tidak mengenal penampilan kalian. Aku juga yakin suamiku manusia rubah itu kalian yang menculiknya...!" kata Cang Juan Ratu siluman musang, kedua orang itu tetap diam dan tidak menganggapi perkataan nya, ratu siluman musang sangat yakin jika manusia rubah itu mereka yang menculiknya.
"Apa tujuan kalian?" tanya Cang Lien dengan memeriksa kekuatan kedua orang itu. Cang Lien mengerutkan keningnya karena tidak bisa melihat basis kultivasi mereka berdua.
"Ratu hati-hati, aku tidak bisa melihat kekuatan mereka" kata Cang Lien dengan telepatinya kepada ratu siluman musang.
"Aku tahu. Bibi, kamu kembali dulu ke kerajaan, atur pasukan menuju perbatasan dan awasi terus pergerakan militer mereka." perintah ratu siluman musang kepada Cang Lien.
"Tidak, kita kalahkan dulu kedua orang ini bersama-sama, setelah itu kita kembali ke kerajaan" Cang Lien menolak perintah ratunya, dia ingin selalu bersama ratunya.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
__ADS_1
"Maaf ratu, kita datang terlambat" 10 pengawal segera datang dan langsung melindungi ratu siluman musang dan Cang Lien, 10 pengawal itu adalah wanita, kekuatannya berada pada tingkat sang void level 1, wanita yang meminta maaf memiliki kekuatan sang void level 2.
"Ayo kita serang bersama-sama." perintah ratu siluman musang kepada Cang Lien dan 10 pengawalnya.
"Swosh..."
Bang... Bang... Bang...
Kedua orang itu yang diserang 12 orang, terlihat sangat santai saat menangkis segala pukulan dari 12 wanita, setiap tangkisan selalu mengeluarkan gelombang kejut yang hebat.
"Kenapa orang ini tidak menyerang balik, hanya menghindar dan menangkis saja...!" batin ratu siluman musang yang merasakan keanehan.
"Serang dengan kekuatan penuh, jangan beri kesempatan kedua orang itu menyerang balik." perintah ratu siluman musang kepada 11 bawahannya.
"Swoosh... Booomm..." 12 orang itu segera mengeluarkan kekuatan penuh mereka, ledakan energi benturan nya menimbul kan gelombang tsunami energi, salju abadi mulai longsor dan bergemuruh seperti ombak saat turun kebawah kaki gunung.
Bhuuuzzzhh
Ratu siluman musang menghilang seperti udara saat salah satu orang itu ingin memukul dadanya, dan muncul lagi dibelakang orang itu.
"Swooosshh... Bhuuuzzzhh"
"Mustahil, bagaimana dia bisa meniru skill yang hanya bisa dimiliki ras musang...!" gumam ratu siluman musang saat kaget musuhnya menghilang seperti udara saat dia memukulnya.
Kedua orang itu selalu meniru skill siluman musang yang mampu memanipulasi udara saat diserang, 12 orang itu langsung mundur dan semakin waspada dengan lawan jenis ini.
"Hati-hati..." kata ratu siluman musang saat kedua orang itu menyerang bersama-sama.
Bhuuuzzzhh
"Buuuk... Aaah" salah satu orang bertopeng itu tiba-tiba berubah menjadi udara dan muncul dibelakang Cang Lien.
Bhuuuzzzhh
"Sialan...! Bibi..." Ratu siluman musang berteriak marah saat Cang Lien dipukul dari belakang dan langsung membawa pergi.
Booomm
"Aaaahh..." salah satu pengawalnya terkena pukulan dan melesat kebawah, "Bang..." pengawal wanita itu terjatuh di longsoran salju dan pria yang memukulnya langsung menghilang.
"Aaahh... Aku pasti akan menghancurkan kalian...!" ratu siluman berteriak marah saat bibinya diculik dan pengawalnya terluka.
Gerakan kedua orang itu sangat cepat dan terkoordinasi dengan baik, sehingga ratu siluman musang dan pengawalnya tidak dapat bereaksi dengan cepat.
"Xue'er, kabarkan pada raja demi human, kita akan menyerang penjajah itu bersama. Ayo, kita kembali ke kerajaan dan buat persiapan menyerang." perintah ratu siluman musang kepada pengawalnya.
"Baik, ratu." Xue'er segera terbang menuju wilayah ras demi human, sedangkan dua pengawalnya menggendong rekannya yang pingsan.
Kemudian, ratu siluman beserta 9 pengawal kembali menuju wilayahnya, sebelum itu dia melihat kearah puncak gunung maha dewi, perasaan dia seakan-akan menyuruhnya kesana.
"Suamiku, aku pasti akan menemukanmu." batin ratu siluman musang saat melihat kepuncak gunung itu, dia langsung pergi menuju ke kerajaan siluman.
"Yang Mulia raja iblis, mata-mata kita... telah dibunuh oleh penjajah itu dan... beberapa prajurit perbatasan juga banyak yang telah dibunuh mereka..." tiba-tiba seorang kasim berlari sambil melaporkan kejadian dengan panik, kasim itu terengah-engah saat berlutut didepan raja iblis merah.
"Tenangkan dulu dirimu, apa yang terjadi?" raja iblis merah kesal dengan kasim ini karena dia berbicara dengan tidak jelas.
"Hamm.. Maaf, Yang Mulia. 20 mata-mata kita yang berada di kaki gunung maha dewi terbunuh, ini adalah buktinya...!" setelah menghirup udara dan menenangkan diri, si kasim berbicara dan memberikan beberapa potongan bendera dan perlengkapan perang dari kerajaan arcadia.
"Dan beberapa prajurit penjaga perbatasan juga banyak yang terbunuh saat berpatroli, semua pembunuh menggunakan topeng hitam.
Menurut laporan mata-mata yang lain, kedua putri raja demi human diculik oleh penjajah itu, Cang Lien orang kepercayaan ratu siluman musang juga diculik saat mencari keberadaan manusia rubah, padahal didepan mata ratu siluman musang..." kasim itu melaporkan berita terbaru kepada raja iblis merah.
"Yang Mulia.... Gawat... Putri Qiang diculik..."
(Qiang \= mawar merah)
"Apa...!" lagi-lagi laporan yang tidak menyenangkan didengar oleh raja iblis merah. Kali ini pengawal putri tunggal raja iblis yang memberikan laporan.
"Cepat katakan, apa yang terjadi..." bentak raja iblis merah sambil berdiri.
"Ma-maaf Yang Mulia, seorang pria bertopeng dengan menggunakan perlengkapan perang menculik putri Qiang, beberapa pengawal terbunuh, orang itu memiliki kekuatan sang void level 6, mungkin bisa lebih, karena saat membunuh pengawal, penculik itu dengan mudah membunuh pengawal dan beberapa prajurit." lapor pengawal itu kepada raja iblis, pakaian pengawal itu sudah berantakan dan terlihat beberapa luka pukulan dan juga goresan tangan.
"Sialan, ini semua pasti ulah penjajah itu...!" raja sangat marah dan hampir saja ingin menendang pengawal itu jika tidak dipeluk ratunya.
__ADS_1
"Tenang rajaku, tenang...! Lebih baik kita bekerja sama dengan kedua ras itu untuk mengalahkan penjajah..." ratu iblis berbicara sambil memeluk punggung raja iblis, dia menyarankan membentuk koalisi dengan kedua ras.