Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 298 Perjuangan Bu Wanmei.


__ADS_3

Chapter 298 Perjuangan Bu Wanmei.


Bang... Bang... Bang...


Tiba-tiba Bu Wanmei muncul dan menembakkan senjata shotgun kearah prajurit yang berada di atas bukit, Bu Wanmei kali ini memiliki sayap transparan dan terbang dengan lincah dan selalu bermanuver sambil menembaki para pasukan.


"Hahaha... Mati kalian...." Bu Wanmei tertawa terbahak-bahak sambil menembak musuhnya.


Bang... Bang...


"Petir penghancur..." Thunder Bird juga tidak tinggal diam, dia memuntahkan petir dari mulut kearah musuh, Thunder Bird tidak mau terbang sendiri dan tetapi bertengger dibahu Bu Wanmei.


Zreeeetttt


Dhuarrrr... Booommm


Semua prajurit Arcadia sangat panik saat Bu Wanmei dan Thunder Bird menyerang mereka, banyak prajurit diatas bukit mati terkena senjata shotgun dan serangan bola petir dari Thunder Bird.


"Setan kecil ini...! Semua prajurit buat pertahanan." umpat Jendral keempat dan segera memerintahkan pasukannya.


"Sialan ini bocah, bagaimana mungkin dia memiliki sayap, berapa banyak rahasia yang dia miliki." gumam Qin Bo saat melihat Bu Wanmei memiliki sayap, dia berhasil lolos dari Formasi Ilusi dengan bantuan pamannya.


Setelah lolos dari Formasi Ilusi, Qin Bo terkejut melihat pasukannya yang mati mengenaskan.


Segera Qin Bo mengejar Bu Wanmei dari belakang, "Bocah, mati kamu..." Qin Bo mengepalkan tangan kanannya dan menyerang keatas dimana Bu Wanmei mampu terbang lebih tinggi darinya.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Booommm


Bu Wanmei juga menyerang Qin Bo dengan pukulan energi Qi, dan ledakan hebat menghempaskan apapun saat gelombang kejut tercipta dari benturan kedua energi Qi.


"Kalian berempat jangan bengong saja, cepat selamatkan mereka semua, aku tidak bisa menunda lebih lama lagi...!" bentak Bu Wanmei kepada keempat wanitanya yang masih ketakutan dengan situasi mereka yang terkepung, segera keempat wanita itu pulih setelah mendengar suara Bu Wanmei.


"Jangan harap bisa lari walau kamu memiliki sayap...! Tapak Pembelah Gunung..." setelah berkata, Qin Bo mengeluarkan tekniknya, kedua telapak tangan Qin Bo saling tumpang tindih dan membuat gerakan yang aneh.


Suara gemuruh muncul dari atas Lembah Suci, aura kekuatan menekan siapa saja dari atas, tanah bergoncang, Lembah terlihat mulai runtuh dengan banyaknya bebatuan yang berjatuhan.


"Ya Dewaaa, mati kita..."


"Ini benar-benar akhir kita..."


"I-itu telapak tangan diatas..."


Semua orang penghuni Benua Permata Hitam mendongakkan kepalanya keatas, demikian juga dengan pasukan Arcadia, semua orang merasakan kengerian dengan kekuatan Qin Bo saat marah.


"Dada rata, lebih baik kamu segera pergi, aku akan menghalangi telapak tangan itu. Ini mungkin pertemuan kita yang terakhir, senang bisa bersamamu walau hanya sesaat saja." kata Bu Wanmei kepada Thunder Bird, dengan melihat ke atas, dia melihat telapak tangan yang sangat besar yang berlahan turun, telapak tangan itu mampu meratakan Benua Permata Hitam dengan mudah.


Thunder Bird menatap wajah Bu Wanmei, dia tidak marah saat dipanggil dada rata, terlihat air mata keluar dari mata Thunder Bird, dia merasakan rasa sakit di dadanya, perasaan itu membuat dia teringat dengan sosok pria yang dia cintai, akhirnya dia mengenali aura familiar yang keluar dari tubuh Bu Wanmei.


"Dewa Binatang, apa kamu Dewa Binatang...?" tanya Thunder Bird yang ingin mengetahui kebenaran siapa Bu Wanmei ini.


Bu Wanmei tersenyum dengan menatap lembut wajah Thunder Bird, "Bukan, aku Manusia Rubah...!" sambil menjawab, Bu Wanmei membelai kepala Thunder Bird.


"Tidak, kamu bohong, aku yakin kamu pasti Dewa Binatang, hanya dia yang memanggil ku dengan sebutan Si dada rata, apalagi auramu sama dengan dia." Thunder Bird masih tidak percaya dan dia semakin yakin saat Bu Wanmei membelai kepalanya.


"Tidak ada waktu lagi, pergi dan berbahagia lah...." jawab Bu Wanmei dengan memegang tubuh Thunder Bird dan...


Wuuuuussshh


"Tidak...! Jangan tinggalkan aku lagi, Excel Shimo..." Thunder Bird berteriak keras saat dirinya yang terlempar menjauhi Bu Wanmei.


Bu Wanmei menatap wajah Thunder Bird saat dia memanggil namanya, lalu Bu Wanmei tersenyum dengan mengepalkan kedua tangannya, lalu menempelkan kepalan itu di pinggangnya.


Bu Wanmei membuat posisi kuda-kuda yang akan melompat keatas dan...


Wuuuuussshh


"Jangan... Excel Shimoooo..." Thunder Bird semakin berteriak kencang dengan menangis sejadi-jadinya, saat Bu Wanmei melesat keatas dan bertujuan memblokir telapak tangan itu.


"Suami...."


"Suami..."


"Jangan lakukan..."


Keempat wanita Bu Wanmei yang melihatnya juga ikut berteriak histeris, mereka merasakan rasa sakit didadanya, mereka teringat dengan kata-kata Bu Wanmei waktu di depan air terjun.


('...Karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, ketika aku bertarung nanti dengan pemimpinnya...')


Semua kebersamaan dengan Bu Wanmei seperti sebuah gambar dimata mereka, tawanya, candanya, sikap cerewetnya, keberaniannya, dan wajah tampan yang tiada banding.


Tubuh keempat wanita itu gemetaran dengan hebat dan terjatuh di tanah, mereka berempat tidak berkedip saat melihat Bu Wanmei merentangkan tangannya ke atas.


Bam... Bam... Bam...


"Aaaaahhh....."


Bu Wanmei berteriak kesakitan manakala kedua tangannya menahan serang hebat telapak tangan itu, ledakan hebat memekikkan telinga setiap orang.


"Demi orang-orang yang ku kasihi nyawa pun aku berikan.... Dragon Flame Ultimate..."


Booommm

__ADS_1


Setelah Bu Wanmei berkata, kekuatannya meningkat dengan tubuhnya terselimuti armor Naga Api, kekuatan Bu Wanmei dengan cepat naik dengan kedua tangan masih menahan telapak tangan itu.


"Hahaha... Biarpun kamu mengeluarkan semua kekuatanmu, kamu tetap saja mati..." Qin Bo merasa senang melihat musuh yang merepotkan berteriak kesakitan, Qin Bo merentangkan tangan kanannya guna menambah daya serang teknik Tapak Pembelah Gunung.


"Aaaaahhh.... Dragon Flame Fist..."


Bu Wanmei berteriak kesakitan dan mengeluarkan tekniknya, tangan kanannya mengepal dan meninju Tapak Pembelah Gunung milik Qin Bo.


Tinju Bu Wanmei berubah menjadi Naga Api dengan melesat kearah telapak tangan itu.


Boommmmmm


Wuuuuussshh


Boomm.....


Benua Permata Hitam bergoncang hebat saat kedua kekuatan teknik saling berbenturan, suara ledakan hebat itu memekikkan telinga hingga mengeluarkan darah.


Bu Wanmei terpental kebawah hingga terjatuh menabrak tebing Lembah Suci. Tebing batu yang keras menjadi berlubang seperti goa saat tubuh Bu Wanmei menabraknya.


"Hahaha, hebat juga kamu setan kecil..." Qin Bo tertawa melihat Bu Wanmei yang terluka parah, dia buru-buru menyusul Bu Wanmei.


Wuuuuussshh


"Langkahi mayat....".


"Booommm... Aaaaahhh"


Cang Juan segera menghalangi Qin Bo dan sebelum dia menyelesaikan perkataanya, Qin Bo dengan mudah menghempaskan tubuh Cang Juan.


Wuuuuussshh


"Hahaha, sekarang rasakan pembalasan ku..."


Bukkk... Aaaaahhh


Bukkk... Bukkk... Bukkk


Qin Bo tertawa dengan tangan kirinya mencekik leher Bu Wanmei dan tangan kanannya memukul seluruh tubuh Bu Wanmei. Bu Wanmei berteriak kesakitan setiap kali kepalan tangan Qin Bo menghujani tubuhnya.


Swoshhh... Boom


"Lepaskan suamiku..." bentak Lu Xinxin setelah menyerang Qin Bo dari belakang dengan bola energi.


"Hahaha... Kutu busuk..." Qin Bo tertawa melihat Lu Xinxin yang menyerangnya, serangan itu seperti menggelitik tubuhnya.


Setelah berbicara, Qin Bo merentangkan tangan kanannya kearah Lu Xinxin, dari telapak tangannya keluar energi yang kuat dan mampu membunuh Lu Xinxin.


Tap...


"Ooh, masih bisa berbicara... Hahaha." jawab Qin Bo dengan mengarahkan tangan kanannya ke perut Bu Wanmei, dia mengurungkan niat untuk membunuh Lu Xinxin.


Tap... Tap... Tap...


"Cepat lepaskan Excel Shimo ku..."


Thunder Bird, Cang Lien, Lu Xianglun, Cang Juan tiba dan berhenti dibelakang Qin Bo, Thunder Bird segera memerintahkan Qin Bo untuk melepaskan Bu Wanmei.


"Hahaha, kalian semut masih saja berjingkrak depanku... Mati..." kata Qin Bo dengan menggerakkan tangan kanannya lagi kearah mereka berlima.


Zlaaapp


Wuuuuussshh


Booommm


Bu Wanmei menjadi udara dan muncul dibelakang Qin Bo. Dengan cepat, Bu Wanmei memegang tangan kanan Qin Bo dan melemparkan dia ke atas, dan menyerang Qin Bo dengan kekuatan penuh.


Qin Bo kaget dengan Bu Wanmei yang mampu berubah menjadi udara, sehingga dia terlambat bereaksi.


"Hahaha... Hebat juga trikmu, sayang tidak berarti apapun bagiku..." Qin Bo tertawa setelah serangan Bu Wanmei seperti seseorang yang sedang memberi pijatan lembut.


"Kalian cepat pergi, apapun yang terjadi jangan pernah kembali...!" perintah Bu Wanmei kepada keempat wanitanya dan juga kepada Thunder Bird.


"Jangan pernah berharap kalian bisa kabur... Hahaha. Tapak Penghancur Gunung." Qin Bo yang tahu niat Bu Wanmei yang mengulur waktu, segera dia mengeluarkan skill keduanya, kedua tangannya membuat gerakan aneh.


Keempat wanita dan 1 ekor burung tidak sempat bergerak karena tertekan kekuatan Qin Bo, mereka berada dibelakang Bu Wanmei yang selalu melindungi mereka.


Lagi-lagi sebuah telapak tangan muncul dari langit, kali ini kekuatannya dua kali lipat dari sebelumnya, suara gemuruh dari langit membuat semua orang ketakutan dan dengan panik menjauhi tempat Bu Wanmei dan Qin Bo.


Raja Demi Human, Raja Iblis, dan semua orang yang bersembunyi di Lembah Suci buru-buru berlarian, demikian juga dengan Sun Yao, kedua Jendralnya dan semua pasukan Arcadia juga menjauhi pusat bertempur mereka berdua.


"Hahmm..." Bu Wanmei menghela nafas berat, lalu menolehkan kepalanya kebelakang, "Aku mencintai kalian..." kata Bu Wanmei kepada keempat wanitanya dan juga Thunder Bird, dia dengan kembali melihat keatas.


Wuuuuussshh


"Dragon Flame Fist..."


Teriak Bu Wanmei setelah melesat dengan cepat keatas, dia sekali lagi mengeluarkan tekniknya untuk menghancurkan telapak tangan itu.


"Hahaha... Kali ini kamu pasti mati..." Qin Bo tertawa terbahak-bahak melihat begitu gigihnya Manusia Rubah yang masih berusaha sekuat tenaga melindungi orang yang dia sayangi.


"Aaaahh..." teriakan Bu Wanmei dengan mengepalkan tangan kanannya yang berubah menjadi Naga Api melesat keatas.


Kekuatan Qin Bo yang hebat, membuat seluruh tubuh Bu Wanmei yang terlindung armor Naga Api menjadi terkikis, sedikit demi sedikit armor itu menghilang saat tekanan kekuatan Tapak Penghancur Gunung semakin dekat.

__ADS_1


"Aaaaahhh...."


Booommm


Wuuuuussshh


Bu Wanmei berteriak kesakitan manakala tubuhnya tertelan Tapak Penghancur Gunung, sedangkan Tinju Naga Api tidak mampu melawan tekniknya Qin Bo.


Ledakan hebat seperti bom nuklir menggoncang Benua Permata Hitam, gelombang kejutan memporak-porandakan apapun.


Wuuuuussshh


Booommm


Sekali lagi tubuh Bu Wanmei terhempas kebawah dan menghantam tanah hingga menciptakan sebuah kawah. Seluruh tubuh Bu Wanmei sangat terluka parah dan berlumuran darah.


"Suami..."


"Excel Shimo..."


Keempat wanita itu buru-buru menghampiri Bu Wanmei yang terlentang ditanah mengikuti Thunder Bird yang telah terlebih dahulu.


"Tidak.... Suami... Huawaa..."


"Excel Shimo bangun..."


Keempat wanita itu menangis histeris dan juga Thunder Bird yang sudah menangis sejadi-jadinya dengan memanggil namanya.


Bu Wanmei membuka matanya secara berlahan dan melihat mereka yang menangis dan memeluk dirinya.


"M-maaf... A-aku t-tidak b-bisa me-lin-dungi kalian..." setelah berbicara terbatah-batah akhirnya Bu Wanmei tewas dipelukan wanitanya, terlihat raut wajah tersenyum saat Bu Wanmei menutup matanya.


"Tidak..."


"Jangan tinggalkan aku..."


"Excel Shimo bangun... Aku tidak ingin kehilanganmu lagi... Huawaa..."


Suasana menjadi hening setelah ledakan hebat melanda Lembah Suci, hanya ada teriakan tangisan keempat wanita dan 1 burung kecil.


Tubuh Bu Wanmei yang berada di pelukan keempat wanitanya, secara berlahan menjadi butiran cahaya dan sedikit demi sedikit menghilang diudara.


Thunder Bird berusaha membangunkan orang yang dia cintai dengan mematuk wajahnya, tetapi secara berlahan tubuh Bu Wanmei pun menghilang.


(Gemuruh)


Tiba-tiba langit kembali bergemuruh, kali ini lebih mengerikan, langit terbelah dan mengeluarkan petir, angin berhembus dengan kencang, Benua Permata Hitam bergetar sangat hebat.


Langit yang terbelah sedikit demi sedikit mengeluarkan cahaya, disaat mengeluarkan cahaya, disusul aura kekuatan yang lebih mengerikan.


"Astaga apa itu?" gumam Qin Bo dengan mendongakkan kepalanya keatas.


Semua orang juga melihat keatas, mereka semakin panik dan tubuh gemetaran karena ketakutan. Cahaya secara berlahan menerangi Benua Permata Hitam.


"Ya Dewaaa..."


"Apa ini murka Sang Pencipta..."


Semua orang ketakutan, ingin bersembunyi tetapi tidak ada tempat yang aman, ingin berlari tetapi mereka tidak mampu menggerakkan tubuhnya.


Wuuuuussshh


"Paman..." muncul Paman Qin Sha dan berdiri berjajar dengan Qin Bo, dia juga melihat keatas.


"Kekuatan yang mengerikan..." ujar Qin Sha, dia segera keluar dari dunia jiwa saat merasakan kekuatan yang mengerikan.


Zreettt


Jedarrrr


Langit terlihat semakin retak dan suara gemuruh langit seperti badai kehancuran, disusul sambaran petir yang menakutkan, Qin Bo dan Qin Sha secara tidak sadar mulai berjalan mundur saat tekanan yang keluar dari langit semakin dekat.


Penghuni asli Benua Permata Hitam menjadi sangat putus asa manakala langit mulai terbelah, mereka sudah ketakutan dengan kekuatan Qin Bo, kini mereka lebih takut lagi dengan murka Sang Pencipta Alam Semesta Aurora.


Setelah retakan langit, muncul sebuah benda yang sangat besar dan besarnya hampir seukuran seperempat Benua Permata Hitam, warnanya hitam yang dipadu dengan serat-serat berwarna keperakan.


Selain itu cahaya semakin terang seperti cahaya matahari yang terbit, seluruh kehidupan semakin merasakan tekanan hebat disaat benda raksasa itu mulai terlihat seluruhnya.


Merasakan ancaman yang sangat berbahaya, Qin Sha mulai panik dan menarik pergelangan keponakannya, dia melambaikan tangannya untuk memasukan pasukan Arcadia kedalam dunia jiwanya.


Belum sempat dia memasukan semua pasukan Arcadia, dia merasa tulang punggungnya tertekan dan mendongakkan kepalanya keatas.


"I-itu kapal apa itu yang sangat besar sekali...." Qin Sha dan Qin Bo melihat kapal angkasa yang sangat besar yang berbentuk Baji.


Zlaaapp


Zlaaapp


Zlaaapp


Tiba-tiba banyak wanita bermunculan dengan menggunakan perlengkapan perang yang sangat kuat dan mengeluarkan aura yang menggerikan.


"Sial... I-ini sangat menakutkan..." gumam Qin Sha yang tubuhnya sudah gemetaran dengan hebat.


"Ribuan, tidak.... Ya Dewaaa... Jutaan wanita memiliki kekuatan yang mengerikan..." demikian juga dengan Qin Bo yang ketakutan melihat jutaan wanita memiliki kekuatan yang sangat kuat.

__ADS_1


__ADS_2