Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 94 Chu Bao Vs Keluarga Chu


__ADS_3

Chapter 94 Chu Bao versus Keluarga Chu


Sudah satu hari Chu Bao ditahan dilembah Misterius ditempat dimana Ras naga dan Ras rubah bersembunyi, Seng Qiao dan Seng Huaran juga tidak menjenguknya sama sekali.


"Aku tidak bisa berada disini terus jika ingin membalaskan kematian keluargaku, guru maafkan aku yang tidak bisa menyelesaikan misi yang engkau berikan, setidaknya aku sudah berusaha untuk membantu Seng Qiao dan Seng Huaran."


Chu Bao segera bangun dari tempat duduknya, kemudian dia berjalan mendekati pintu sel didalam goa, dengan api surgawi-nya gembok disel menjadi meleleh.


Buuuk


Buuuk


Chu Bao membuat pingsan dua penjaga di pintu penjara goa, setelah membuat kedua penjaga itu dia berjalan dengan santai dan menuju pintu masuk Lembah yang tersembunyi.


"Hei...kamu jangan lari"


"Cepat bunyikan sinyal ada yang kabur dari penjara"


Teng teng teng


Mengetahui jika ada tahanan yang kabur segera lonceng peringatan bahaya dibunyikan, banyak ras naga mulai berdatangan menuju tempat dimana Chu Bao berjalan.


"Tangkap dia, jangan sampai lolos"


Buuukkk


Baaanngg


Buuukkk


Buuk


Baanngg


Segera semua ras naga dan Ras rubah mengepung Chu Bao dan setiap mereka ingin menyentuhnya Chu selalu memukul mereka dengan mudah hingga terpental.


"Jika kalian ingin hidup jangan halangi aku"


Buuukkk


Baaanngg


"Akkhhhh"


Chu Bao memperingatkan mereka yang ingin menangkapnya dan disaat dia berbicara mereka masih saja menyerangnya, tiap pukulannya tidak akan membuat mereka bangun lagi setelah mereka terpental dan menabrak apapun.


Baaanngg


"Akkhhh"


Mendengar keributan dipusat Lembah segera membuat banyak orang berdatangan termasuk kedua pimpinan Lembah misterius dan banyak tetua yang mengikuti termasuk Seng Huaran dan Seng Qiao.


Buuukkk


Baaanngg


Sudah banyak murid dan prajurit yang pingsan dengan pukulan dari Chu Bao yang tidak ingin membunuh mereka karena masih mengingat misi gurunya.


Chu Bao bisa saja membantai mereka dengan mudah jika saja tidak mengingat pesan gurunya, terlihat tiap pukulannya tidak mengunakan energi Qi dan hanya menggunakan pukulan fisik saja sudah mampu membuat mereka pingsan.


Patriack ras naga dan Ras rubah yang sudah tiba segera melihat kekacauan yang dibuat orang yang dibawah Seng Qiao dan Seng Huaran, dengan banyak orang yang dibuat pingsan dan babak-belur membuat kedua Patriack dan tetua menjadi marah.


"Ketua tangkap pria itu" perintah Patriack ras naga pada tetuanya dan segera mereka semua bergerak menyerang Chu Bao dan juga tetua dari ras Rubah bergerak menyerang secara bersamaan.


"Sekali lagi, jika kalian ingin hidup jangan halangi aku!" kata Chu Bao memberikan peringatan terakhirnya pada semua orang, dengan wajah dinginnya dan acuh tak acuh segera mengeluarkan auranya saat banyak ketua yang menyerangnya.


Swooosshh


Swooosshh


Swooosshh


Boooommm


Bruuukkk


Bruuukkk


Bruuukkk


"Aakkkhh"


Setelah aura kekuatan tingkat dewa Giok meletus dari tubuh Chu Bao membuat semua orang langsung ambruk ditanah, tanpa ada satu orang pun yang bisa bergerak atau berdiri, bahkan kedua Patriack pimpinan lembab misterius juga terlihat menahan aura kekuatan dari Chu Bao.


"To-tolong kakak tarik auramu!" terdengar suara wanita yang dikenal Chu Bao memohon untuk menarik auranya, dengan membalikan badannya Chu Bao mengenali suara wanita itu.


"Jika bukan karena permintaan guruku, aku sudah membantai semua ras bodoh ini"


Setelah berbicara pada Seng Qiao, Chu Bao kembali berjalan tanpa menarik auranya, Seng Qiao dan Seng Huaran yang mendengar perkataan Chu Bao segera meneteskan air mata.


"Bajingan kamu, siapa yang kamu bilang bodoh" teriak Patriack ras naga yang marah mendengar Chu Bao menghina ras naga.


"Kalian bodoh dan idiot, guruku adalah Seng Long yang memintaku untuk menyelamatkan keturunannya, tapi kalian malah memenjarakan diriku tanpa bertanya atau mengetahui tujuanku, padahal dengan niat baikku aku memberikan pil penyembuh Meridian pada kedua yang bernama Seng Qiao dan Seng Huaran agar aku bisa dengan mudah berinteraksi dengan kalian."


Kemudian Chu Bao berjalan lagi tanpa setelah berbicara pada Patriack ras naga, tapi lagi-lagi dihentikan Seng Qiao dan Seng Huaran.


"Tunggu"

__ADS_1


"Apalagi?"


"Kakak, jangan pergi dulu, kami masih membutuhkan kamu" pinta Seng Qiao dengan nada memelas dan menginginkan Chu Bao bisa tetap disisinya.


"Kak Bao ibuku ingin bertemu denganmu" Seng Huaran juga ikut berbicara dengan alasan ibunya ingin bertemu dengannya. Mendengarkan kata 'ibu' Chu Bao menjadi teringat ibunya yang mati dengan menyediakan.


"Ibu, ibu ayah adikku..." gumam Chu Bao dengan berjalan lagi untuk meninggalkan Lembah misterius, terdengar kesedihan dari Chu Bao saat memanggil kedua orang tuanya dan adiknya, aura yang menekan semua orang tiba-tiba menghilang.


"Cepat bunuh dia" teriakan Patriack ras Rubah yang melihat kesempatan untuk membunuh Chu Bao yang linglung seperti orang gila.


Swooosshh


Swooosshh


Swooosshh


Buuukkk


Buuukkk


Buuukkk


Semua orang segera memukuli Chu Bao dengan brutal dan tanpa ampun, karena semua orang ingin membalas perbuatan Chu Bao yang sudah membuat banyak orang terluka, tapi Chu Bao tidak melawan balik mereka dan tetap berjalan seakan-akan pukulan itu tidak berarti apa-apa baginya, terlihat ditubuhnya tidak terluka sama sekali bahkan mereka yang mengunakan senjata seperti menebas dan menusuk lempengan besi.


Claaanng


Claaanng


"Bagaimana mungkin pria itu baik-baik saja" kata Patriack ras Rubah yang terkejut melihat Chu Bao tidak terluka sama sekali bahkan dengan banyak orang memukulinya dan juga senjata tidak mempan ditubuhnya.


"Ayah, hentikan. Kakak Chu Bao tidak berni...."


Booommm


Tiba-tiba suara ledakan terdengar sebelum Seng Qiao menyelesaikan perkataanya dan melihat Patriack ras Rubah terpental karena pukulan Chu Bao yang tidak disengaja hingga terlihat lubang didadanya akibat pukulan.


"Aakkkhh" Patriack ras Rubah berteriak kesakitan didada yang terluka parah.


"Sial, bunuh dia dengan kekuatan penuh" perintah Patriack ras naga yang marah melihat sahabatnya terluka parah.


Swooosshh


Booommm


Sekali lagi ledakan energi yang tiba-tiba meledak dari tubuh Chu Bao dan membuat semua orang terpental, Patriack ras naga juga terpental dan berlumuran darah karena dia yang paling dekat saat ikut menyerang Chu Bao.


"Ayah"


"Kak Chu Bao kamu keterlaluan" Seng Huaran marah pada Chu Bao karena telah melukai ayahnya dan segera menolong ayahnya yang sudah tidak sadarkan diri.


"Aaakkhhh... Aku akan membunuh kalian" teriakan kemarahan Chu Bao pada pembunuh keluarganya yang paling dia disayangi.


Wuuuuussshh


"Ayah"


"Aku baik-baik saja putriku, kenapa kamu bawa orang gila itu kemari, lihat apa yang telah dia lakukan pada ras kita?" kata Patriack ras naga yang menyesali tindakan anaknya tanpa pertimbangan dulu.


"Maaf ayah, aku belum sempat memberitahui ayah. Chu Bao juga korban dari keluarganya sendiri, ayah ibu dan kedua adiknya dibunuh keluarga Chu, dia juga seorang Alchemist yang memberikan pil penyembuh Meridian dengan cuma-cuma, ayah"


Kemudian Seng Huaran dan Seng Qiao menceritakan awal mula bertemu dengan Chu Bao saat mereka mencari tanaman roh dan obat untuk penyakit ibunya, ayah Seng Huaran yang mendengar hanya bisa menghela nafas saja tanpa bisa berkata-kata lagi, apalagi saat Chu Bao marah dan menunjukkan identitasnya yang sebagai murid Seng Long yang tidak lain adalah leluhur pertama mereka.


Semua orang juga ikut mendengarkan cerita dari kedua putri Patriack ras naga, dan semuanya akhirnya tahu siapa pemuda gila itu hingga semua orang menyesali telah memperlakukan Chu Bao seperti tahanan dan orang gila.


"Semoga saja kita tidak menambah musuh lagi dan kita harus meminta maaf akan kesalahpahaman ini" kata Patriack ras Rubah yang saat ini lukanya sudah membaik.


"Ayah, lalu bagaimana sekarang? Kita tidak tahu kemana kakak Chu Bao pergi."


"Menurut perkiraanku dia pasti pergi menuju tempat keluarga Chu berada untuk membalaskan dendamnya." jawab Patriack Ras Naga.


"Saudaraku, lebih baik kita menyusulnya dan memberikan bantuan pada Tuan Muda Bao, aku yakin dia tidak akan bisa melawan sendirian keluarga Chu yang kejam itu" pinta Patriack Ras Rubah kepada Patriack Ras Naga.


Setelah Chu Bao pergi meninggalkan lembah misterius tempat persembunyian kedua Ras itu, Chu Bao terbang dengan kecepatan tinggi menuju lokasi wilayah keluarga Chu berada sesuai petunjuk dari Putri Patricia Ras Naga.


Merasakan aura yang kuat mendekati wilayah keluarga Chu, membuat semua Kultivator dan semua kekuatan di Sekte Chu menjadi marah. Ada aturan dimana setiap orang dilarang terbang apalagi mengeluarkan niat permusuhan diwilayah keluarga Chu.


"Siapa orang itu yang berani memasuki wilayah ini dengan sombong"


"Ketua segera tangkap orang itu yang ingin berniat mencari masalah diwilayah kita"


"Baik, Patriack"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Chu Bao yang melihat kota yang begitu besar didepannya segera berhenti melayang diudara dan berteriak keras hingga membuat gendang telinga semua orang kesakitan.


"Cepat kalian keluar, dan katakan siapa yang telah membantai desaku dan juga telah membunuh keluargaku?"


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Seketika semua orang yang mendengar teriakan kemarahan Chu Bao langsung terbang dan mendekati arah dimana suara itu sangat menggelegar diseluruh wilayah Sekte Chu.

__ADS_1


"Bajingan, apa kamu mencari masalah disini. Apa kamu tidak tahu jika Sekte Chu ditakuti dibenua Dewa...haah. Berani-beraninya berteriak keras dan tidak menghormati kami." bentak ketua yang diperintah Patriack untuk menangkap orang yang mencari masalah diwilayahnya.


"Apa kamu yang membunuh ayahku Chu Jun dan juga ibu dan kedua adikku?"


Jawaban Chu Bao kepada ketua itu bisa didengar seluruh wilayah Sekte Chu dan seketika semua orang menjadi kaget termasuk Patriack dan para leluhur yang sedang berkultivasi.


Nama Chu Jun sudah sangat terkenal dibenua Dewa sebagai seorang Alchemist yang berbakat dan dihormati dibenua Dewa, karena itu mereka kaget saat mendengar putra dari Chu Jun marah diwilayah Sekte Chu.


"Hahaha, jadi kamu anak dari Penghianat itu dan menikahi gadis desa yang tidak berguna...hahaha. Nak, kamu beruntung masih bisa selamat saat kami memusnahkan desamu dan keluargamu, tapi kamu kesini hanya mengantar nyawa dengan sia-sia.... Hahaha. Prajurit Qilin bunuh dia keturunan terakhir bajingan Chu Jun"


Ketua itu akhirnya membuka kebenaran siapa pembantaian keluarganya dan penduduk desa tempat kelahirannya, Chu Bao yang mengetahuinya semakin marah dan langsung mengeluarkan pedang tingkat ilahi saat prajurit Qilin yang sebagai eksekutor Pemusnahan didesa menyerangnya.


Swooosshh


Booommm


Booommm


Craazzhh


"Aakkhhh"


Booommm


"Panggi seluruh bantuan"


Booommm


"Aakkhhh"


Swiiingg


Craazzhh


Baaanngg


Baaanngg


Booommm


Kota terbesar dibenua Dewa kini menjadi medan kemarahan Chu Bao yang saat ini membunuh tanpa belas kasih terhadap pembantai keluarganya dan seluruh penduduk desa.


Ledakan demi ledakan memekik telinga dan teriakan kematian terdengar diseluruh wilayah Sekte Chu, sejak berdirinya Sekte Chu tidak ada yang berani mencari keributan apalagi bertempur.


"Pasukanku dan semuanya bunuh keturunan Chu Jun" perintah Patriack Sekte Chu kepada semua pasukannya termasuk semua orang yang yang berada di wilayah keluarga Chu.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Booommm


Booommm


"Akkhhhh"


Baaanngg


Baaanngg


Satu orang melawan juta orang pasukan dan ratusan ribu kultivator tidak ketinggalan juga semua keluarga Chu dan semua murid Sekte Chu menyerang Chu Bao yang membantai tanpa belas kasihan.


Booommm


Booommm


"Cucuku, segera minta bantuan dari semua Kekaisaran dan jika mereka menolaknya ancam semuanya, putra Chu Jun ini tidak akan melepaskan kita dan juga basis Kultivasinya pada tingkat Jendral Dewa tahap Giok." perintah leluhur kepada Patriack Sekte Chu.


Booommm


Booommm


"Segera Kakek"


Kemudian dengan segera Patriack Sekte Chu menghubungi kelima Kekaisaran dibenua Dewa dan meminta mereka segera datang dengan kekuatan penuhnya.


Saat pembicaraan Patriack Sekte Chu dengan semua Kaisar terjadi perdebatan sengit dan ada 2 Kaisar yang menolak permintaan Patriack Sekte Chu.


Namun karena imbalan Pill tingkat Dewa dan senjata tingkat kuno membuat kelima Kekaisaran menyepakati permintaan Patriack Sekte Chu, apalagi dengan ancaman merebut secara paksa Kekaisaran mereka.


Melalui gerbang teleportasi keempat Kekaisaran dengan cepat tiba diwilayah Sekte Chu dan rata-rata tiap Kekaisaran membawa 8 juta hingga 10 juta prajurit.


Karena seorang Chu Bao putra dari seorang Alchemist yang terkenal yang bernama Chu Jun, menjadikan gempar diseluruh wilayah benua Dewa hingga banyak orang mulai berduyun-duyun mendatangi wilayah Sekte Chu.


Mereka yang datang ingin melihat sosok putra dari Chu Jun yang melawan Sekte Chu seorang diri, apalagi kelima Kekaisaran mengerahkan pasukannya membantu Sekte Chu melawannya.


Banyak kultivator yang tidak percaya dengan berita yang mengejutkan ini, bahkan berbagai sekte, akademi dan keluarga besar dan keluarga kecil berdatangan menuju wilayah Sekte Chu penguasa benua Dewa hanya untuk mencari kebenaran berita yang seperti tsunami yang tersebar dengan cepat.


Sudah dua hari ini Chu Bao melawan seluruh pasukan dan semua orang Sekte Chu seorang diri tanpa lelah, jika Chu Bao merasakan lelah dia segera mengkonsumsi pil vitalitas untuk memberikannya stamina yang sudah terkuras habis melawan begitu banyak orang.


Booommm


Booommm


Baaanngg

__ADS_1


Suara ledakan dan suara teriakan tidak ada habis-habisnya diwilayah Sekte Chu, langit menjadi gelap aroma darah tercium disetiap hidung orang, tanah bersimbah darah dan menjadi aliran sungai yang mengalir membasahi tiap celah ditanah.


Tiap potong tubuh dan kepala terlihat mengerikan bahkan banyak tubuh yang hanya menyisakan darah saja saat meledakan karena kekuatan besar dari Chu Bao. Pakaian Chu Bao sudah compang-camping terkena berbagai senjata dan hanya bagian bawah perut yang masih melekat kain untuk menutupi dirinya.


__ADS_2