Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 196 Dibalik Kesetiaan ada pengkhianat, Kemarahan Excel.


__ADS_3

Chapter 196 Stone speel Jun Liqin dan kemarahan Excel.


Setelah bercerita panjang lebar, jendral Ji Long yang selama ini merasa bersalah menjadi lega, kemudian jendral Ji Long mengajak Qiaofeng dan seluruh keluarganya menuju pusat kota dimana istana lembah abbys milik Ratu samudera berada.


Didalam perjalanan mereka dihadang oleh beberapa tetua yang terlihat tidak senang dengan kehadiran orang yang bukan dari bangsa air.


Tetua itu juga membawa banyak orang yang terdiri dari ras kura-kura hitam, ras ikan duyung dan juga bangsa air, jendral Ji Long juga menceritakan jika bangsa air terbelah menjadi beberapa suku air semenjak Ratu samudera dinyatakan tewas dalam peperangan dengan dewa surya dan keluarga yang telah mengkhianatinya.


"Berhenti, Jendral Ji, kenapa kamu bawa orang masuk dengan sembarangan, apa kamu tidak tahu aturan bangsa air...hah." bentak salah satu ketua yang menjadi pemimpin kelompok mereka.


"Ketua Guan, mohon sabar, Ratu samudera telah kembali." jawab Ji Long kepada ketua yang bernama Guan Sou, Guan Sou merupakan pemimpin dari suku kura-kura hitam, kura-kura hitam terkenal dengan pertahanannya yang kokoh dan sulit ditembus, banyak kekuatan besar terinspirasi untuk menciptakan teknik pertahanan dari kura-kura hitam, bahkan formasi battle will juga terinspirasi dari kura-kura hitam.


Setelah mendengarkan jawaban jendral Ji Long, Guan Sou tidak percaya dan tertawa terbahak-bahak, lalu abu siapa yang jendral Ji Long waktu itu...


"Hahaha, jendral Ji jangan membuat lelucon yang tidak bermanfaat, apa selama ini kamu telah membohongi kami prihal kematian Ratu samudera..." jawab ketua Guan Sou dengan mengeluarkan aura dewa absolute level 5 yang menindas banyak orang, tetapi Guan Sou yang melihat pria yang dibelakangnya banyak wanita dan anak-anak yang tidak tertekan aura kekuatannya sedikit terkejut.


"Mereka pasti menggunakan artefak penahan aura" batin Guan Sou meyakinkan dirinya, memang benar semua keluarga besar Excel telah memakai armor setingkat dewa absolute puncak yang baru-baru ini telah ditingkatkan, jendral Ji Long segera memblokir aura kekuatan Guan Sou dengan aura kekuatannya yang juga level 5.


"Ketua Guan, jangan terlalu berlebihan, aku akan ceritakan semuanya..." kata Ji Long yang tidak ingin bentrok dengan Guan Sou dan berusaha menenangkan dia, sayang sekali Guan Sou tidak ingin mendengarkan perkataan Ji Long.


"Tidak perlu, aku akan menghukum penyusup ini, jendral Ji segera menyingkir atau..." jawab ketua Guan dengan mengeluarkan pedang dan perisainya, "swosh" pedang roh tingkat 5 segera diacungkan kearah wajah Excel yang berjarak 3 meter, Excel yang menjadi target yang diincar oleh Guan Sou, sebelum jendral Ji bergerak Excel menahan bahu Ji Long dan ingin mengatasi masalah ini, tetapi...


"Suami biar aku yang menghadapinya" kata Dewi Melinda dengan maju kedepan dan membelakangi suaminya, wajah cantik Melinda yang kebetulan tidak memakai topeng membuat mata para pria menjadi berbinar-binar, mereka baru sadar banyak wanita cantik yang datang di Lembah abbys, mata semua orang menjelajahi tubuh semua isteri Excel.


"Claang" Dewi Melinda menyentil pedang yang berjarak 1 meter dari wajahnya dan seketika pedang itu terlepas dari tangan Guan Sou, pedang roh tingkat 5 langsung menancap ditanah dan terlihat retakan pada pedang roh itu.


"M-mustahil..." Guan Sou tercengang pedang kesayangan yang selama ini menjadi andalannya kini menjadi pedang yang tidak berguna.


"Jaga mata kalian jika tidak ingin aku congkel" kata Dewi Melinda kepada semua orang dari bangsa air, Guan Sou segera mundur beberapa langkah demikian juga dengan ketua lainnya beserta anak buahnya.


Setelah menenangkan ketakutannya, Guan Sou berkata "Kalian jangan macam-macam dengan bangsa air jika kalian ingin keluar dari sini hidup-hidup"


Zlaaapp


Dewi Melinda langsung menghilang dan muncul didepan Guan Sou setelah memberikan ancaman, "Booommm" dengan kepalan tangannya Dewi Melinda langsung memukul dada Guan Sou...


"Aaakkk... Bang" Guan Sou berteriak kesakitan setelah terpental menghantam beberapa orang, Guan Sou batuk darah, dan seketika mati setelah dada dimana letak jantung meledak setelah pukulan, tubuh Guan Sou yang sudah mati berubah menjadi kura-kura.


"Sialan, kamu sudah membunuh ketua Guan..." ketua dari ras ikan duyung menjadi marah dan aura kekuatan dewa absolute level 6 langsung meletus dari tubuhnya.


"Panggil leluhur bangsa air, cepat" perintah ketua ras ikan duyung kepada juniornya, segera tanpa bicara juniornya langsung mengeluarkan sinyal marabahaya, "blaaaarrrr" sinyal yang terbuat dari bambu mengeluarkan petasan.


Qiaofeng dan Bi Liqin sengaja diam saja karena ingin mengetahui situasi lembah abbys yang sebenarnya, tidak butuh waktu lama banyak orang berdatangan termasuk leluhur bangsa air.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Dengan melayang diudara 2 orang tua berjenggot panjang dengan memakai pakaian serba putih, 2 orang tua itu diikuti banyak orang tidak hanya tua saja tetapi banyak pria muda dan wanita muda. Jumlah mereka yang datang hampir mencapai 1 juta orang, sebagian menggunakan kapal angkasa.


Jenderal Ji Long sudah gemetaran, walaupun Ji Long memiliki status sebagai jendral bangsa air bukan berarti dia mampu mengalahkan semua orang apalagi dua leluhur bangsa air dan juga banyak pemimpin suku.


"Jangan kuatir mereka tidak akan terjadi apa-apa." kata Excel dengan memegang bahu jendral Ji Long. Qiaofeng dan Bi Liqin langsung maju kedepan.


"Kalian menyusup wilayah bangsa air dan juga membunuh ketua suku kura-kura, hukumnya adalah kematian." kata leluhur bangsa air yang memiliki jenggot panjang, tetapi disaat melihat Bi Liqin kedua leluhur itu tubuhnya sedikit bergetar tetapi dengan segera mereka berdua menenangkan dirinya.


"Apa begini keadaan bangsa air setelah Ratu samudera pergi ? Apa begini caranya menyambut Ratu kalian ?" kata BI Liqin dengan memandang kedua leluhur itu.


Jun Liqin yang digendong ibunya juga melihat kedua orang tua itu dan matanya tiba-tiba bersinar, "bang, bang" tiba-tiba sinar itu menghantam kedua leluhur itu, untung saja kedua leluhur itu sempat menangkis dengan kedua tangannya sebelum cahaya yang keluar dari mata Jun Liqin mengenai tubuh mereka.

__ADS_1


"Bangsat"


"Sialan, tanganku"


Kedua leluhur itu terkejut dengan kekuatan sinar yang mengenai tangan mereka, tangan kedua leluhur itu menjadi batu setelah digunakan untuk menahan serangan tiba-tiba sinar mata Jun Liqin.


Excel, Bi Liqin dan semua orang juga kaget dengan serangan dari Jun Liqin yang mendadak, mereka tidak menyangkah bayi yang belum berusia genap 1 bulan mampu memiliki serangan yang mengerikan..


Kedua leluhur itu segera menetralisir tangannya yang sudah menjadi batu, "craaak" segera batu itu rentak dan hancur seketika.


"Aku pasti akan membunuh kalian semua dan memakan daging bayi sialan ini" bentak leluhur berjenggot panjang yang kemarahannya sudah memuncak.


"Apa kalian tidak mengenaliku..."


Dang


Qiaofeng mengeluarkan artefak tombak trisula sebagai identitas sebagai penguasa samudera dan menghentakkan-nya ditanah, seketika cahaya terang keluar dari artefak trisula itu menerangi seluruh lembah abbys.


"Penguasa samudera"


Semua bangsa air berseru kaget karena mengetahui artefak alami yang mampu mengendalikan air dan segala jenis kehidupan yang berada didalam air.


Kedua mata leluhur bangsa air menunjukkan keserakahan saat melihat tombak trisula yang sudah lama mereka cari, "jika bisa memiliki itu aku akan menjadi satu-satunya penguasa samudera ini" kata mereka berdua didalam hatinya.


"Kamu pasti mencuri trisula itu, cepat serahkan trisula itu, itu adalah milik bangsa air kita" kata leluhur berjenggot dengan memfitnah Qiaofeng telah mencuri trisula itu, dia meminta tombak trisula dengan mengatas-namakan sebagai milik bangsa air.


"Bodoh, aku adalah Ratu samudera, tunduk atau mati." Qiaofeng sudah sangat marah melihat kebodohan kedua leluhur bangsa air, aura agung meletus dari tubuh Qiaofeng dan menekan semua orang dari bangsa air.


Bang


Bang


Bang


"Sekali lagi aku katakan, berlutut." bentak Qiaofeng kepada kedua leluhur itu dan mengeluarkan kekuatan dari senjata trisula-nya, "swoosh... Bang" cahaya keluar dari trisula dan menghantam kedua leluhur bangsa air, tetapi kedua orang itu memblokir dengan aura kekuatan dewa absolute level 20 sehingga mampu mengimbangi tekanan dari senjata trisula milik Qiaofeng.


Excel juga segera melindungi keluarganya dengan memblokir aura kekuatan kedua leluhur itu dengan suara "klik" sebuah formasi pelindung muncul dan menghalau aura kekuatan dewa absolute level 20.


"Sialan, kami tidak akan tunduk pada pencuri dan juga telah mengaku sebagai Ratu samudera, pelacur mati..."


Wuuuuussshh


Setelah leluhur berjenggot berteriak marah dan tidak mengakui Qiaofeng sebagai Ratu samudera walau dia tahu jika Qiaofeng adalah benar-benar asli Ratu samudera walau wajahnya telah berubah, leluhur berjenggot itu melesat dengan mengepalkan tangannya ingin membunuh Qiaofeng sesegera mungkin, dia tidak ingin rencananya untuk menjadi penguasa lembah abbys dan samudera dihancurkan dengan kehadiran Ratu samudera, rencana ini sudah dia atur sekian lama dengan bantuan dari temannya yang juga Leluhur bangsa air.


Zlaaapp


Dewi Melinda yang berada disebalah Qiaofeng tidak tinggal diam, dia langsung menghilang dan muncul didepan leluhur berjenggot, "Booommm" benturan terjadi antara dua kepalan saling beradu, suaranya keras memekikkan telinga.


Semua orang segera menjauhi medan pertempuran mereka berdua.


Setelah benturan kepalan tangan, leluhur berjenggot yang bernama Zou Ci itu mundur selusin langkah dan Dewi Melinda tetap ditempat bahkan unggul dalam bentrokan pertama.


"Bodoh, akibat perbuatanmu bangsa air musnah." kata Dewi Melinda kepada Zou Ci yang sedang melihat kepalan tangannya yang berdarah.


"Hahaha... Jika mudah musnah mungkin sudah dari dulu bangsa air tidak ada, pelacur...mati..."


Wuuuuussshh


Baaanngg

__ADS_1


Mereka berdua kembali bertarung dengan sengit hanya dengan menggunakan tangan dan kaki sebagai senjatanya, kecepatan mereka berdua sangat cepat hingga hanya terlihat kilatan saat benturan pada tubuh mereka.


"Hancurkan Kakek jelek itu, ibu"


"Booomm" pertarungan 2 dewa absolute sungguh mendebarkan, justru putri-putri Excel sangat senang melihat ibunya sedang bertarung begitu bersemangat.


"Hahaha, apa hanya segini saja tua jelek" ejek Dewi Melinda kepada Zou Ci, Dewi Melinda terlihat senang bertarung tidak terlihat jika dia tertekan sama sekali, setiap benturan kaki tangan maupun sikut Melinda selalu tersenyum, sebaliknya Zou Ci terlihat sangat kesakitan walau dia tidak berteriak, hanya saja sedikit mengerutkan keningnya.


"Sial, wanita ini sangat kuat" batin Zou Ci setiap kali fisik mereka berdua saling beradu, "Boomm" sekali lagi mereka berdua beradu pukulan dan kali ini Zou Ci mundur beberapa puluh langkah diudara, sedangkan Melinda tidak mundur sama sekali.


"Huuu" Dewi Melinda meniup kepalan tangan kanannya dan tersenyum pada musuhnya. "Ayo, kita serius" kata Dewi Melinda kepada Zou Ci.


"Sialan, bajingan ini, apa dia baru serius" batin Zou Ci dengan menyembunyikan kedua tangannya dibalik punggungnya, seluruh tubuhnya serasa mati rasa dan gemetaran.


"Swosh" pedang panjang Zou Ci keluarkan dari cincin dimensi, seketika aura senjata roh peringkat 9 Quasi begitu menindas, panjangnya pedang itu 2,5 meter dan berwarna perak, ganggang pedangnya berwarna hitam. Pedang milik Zou Ci adalah senjata tingkat legendaris.


"Swosh...swosh" pedang ganda sepanjang 2 meter peringkat 9 asli tingkat ilahi segera Dewi Melinda keluarkan juga, pedang ditangan kiri disembunyikan dibalik punggungnya dan pedang ditangan kanannya tepat depan wajah Melinda, dengan kuda-kuda Melinda siap menyerang.


"Huuf, pedang palsu, maju." sekali lagi Melinda mengejek Zou Ci, segera tubuh Melinda mengeluarkan armor yang melindungi seluruh badannya.


Semua bangsa air seketika shock jika wanita yang mengerikan ini baru saja serius untuk bertarung, yang lebih mengejutkan adalah perlengkapan yang dimiliki Melinda begitu hebat, leluhur bangsa air yang tidak ikut bertarung menjadi serakah dengan senjata dan armor milik Melinda, leluhur itu bernama Wang Yun.


Wuuuuussshh


"Kita bertarung bersama, senjata dan armornya milikku, bagaimana." kata Wang Yun yang mendekati disisi Zou Ci dan menawarkan bantuan untuk mengalahkan Dewi Melinda.


"Baiklah, tetapi trisula itu milikku" jawab Zou Ci yang tidak menutupi keinginannya untuk mendapatkan trisula milik Dewi samudera.


"Huuff... Itu terlalu banyak, tapi kamu harus berikan setengah wilayahmu agar seimbang." minta Wang Yun kepada Zou Ci, mereka berdua sedang bernegosiasi untuk mendapatkan jarahannya.


"Sepakat"


"Hahaha, baik, kita sepakat" balas Wang Yun yang tertawa keinginannya telah berhasil disepakati.


"Tidak tahu malu, Qiaofeng apa boleh aku musnahkan bangsa biadap ini." kata Excel yang sedari tadi menahan marah ketika Zou Ci menghina isterinya dengan kata pelacur kepada Melinda dan Qiaofeng.


"Jangan dulu, aku berharap mereka masih mau bertobat." jawab Qiaofeng yang tidak ingin bangsanya dimusnahkan suaminya.


Zlaaapp


Excel tiba-tiba menghilang.


Tap tap


"Kalian ingin hidup atau seluruh bangsa ini mati?" tiba-tiba Excel sudah dibelakang Wang Yun dan Zou Ci dan menepuk bahu kedua leluhur bangsa air.


"Deg" jantung semua orang seakan-akan berhenti melihat pria muda yang dari tadi diam saja dan tampak paling lemah diantara semua wanita, tiba-tiba muncul dibelakang leluhur bangsa air.


"UK..aah"


Kedua leluhur itu tidak bisa bicara sama sekali bahkan tubuh mereka menjadi membeku dan tidak bisa digerakkan, Zhou Mei menjadi teringat peristiwa kemarahan Excel sewaktu dibenua venus tepatnya dirumah makan diwilayah Kekaisaran Ling.


"Salah, adik kamu salah bicara, apa kamu ingin sewaktu kita dihina dan diam saja dirumah makan itu..." kata Zhou Mei kepada Qiaofeng, Qiaofeng yang diingatkan peristiwa itu menjadi teringat lagi dan tubuhnya mulai gemetaran.


"Su-suami tolong jangan bunuh bangsa ku, tolong demi aku..." kata Qiaofeng dengan memelas dan terlihat air mata mulai mengalir.


"Ada 2 pilihan... kamu ingin hidup atau bangsa air ini aku musnahkan ? Katakan... Jika aku mendengar kata lain selain jawaban yang aku inginkan berarti kamu berdua mati demikian juga bangsa ini." Excel kali ini benar-benar marah dan tidak menjawab permohonan istrinya Qiaofeng, tangan Excel yang mencengkeram bahu kedua leluhur itu sampai menembus kulit mereka berdua.


Dengan 2 pilihan yang sama-sama tidak baik, membuat kedua leluhur itu kebingungan, mereka berdua tidak ingin mati dan juga mereka berdua tidak ingin bangsa air musnah.

__ADS_1


__ADS_2