
Chapter 177 Diatas langit masih ada langit.
Wilayah timur dalam 1 bulan ini selalu sibuk setelah dihentikannya turnament beladiri seluruh benua dewa, itu karena keberadaan tim phoniex dan juga dibuka perekrutan anggota pasukan baru secara besar-besaran dipulau dewa perang.
Bahkan alam puncak yang telah melakukan perjanjian damai dengan Excel juga mengirimkan banyak rakyat jelata, anak-anak, remaja, orang dewasa. Bahkan banyak kekuatan juga mengirim putra dan putrinya untuk menjadi salah satu bagian keluarga besar Excel, juga setiap akademi dialam puncak, alam atas, alam menengah dan benua Venus juga mengirim banyak orang dari usia 5 tahun hingga jutaan tahun
Excel tidak memberikan persyaratan yang berat untuk menjadi bagian pasukan wanita dan pasukan naga, disaat Excel berada diluar angkasa dan berhadapan dengan para dewa absolute, para dewa absolute membuat perjanjian damai dengan Excel, karena Excel memiliki tujuan maka dia menyetujuinya dan menunjukkan kekuatannya pada tingkat Sang Void level 50 agar semakin meyakinkan banyak para dewa absolute.
5 hari lagi adalah hari pertama pembukaan Dao Piramida yang beritanya sudah tersebar diseluruh alam semesta, bahkan banyak kekuatan besar dari dunia lain juga berdatangan dibenua dewa.
Sosok pria tampan ternyata telah diketahui banyak benua dialam semesta aurora, karena itu berdatangan dengan menggunakan gerbang teleportasi dan altar portal dimensi, perjalanan mereka dengan mudah mencapai tujuannya.
Segala wajah baru terlihat dibenua dewa, segala penampilan yang juga berbeda-beda yang semakin menarik, banyak lidah berdecak kagum dengan kehadiran orang yang bukan berasal dari alam puncak atau alam bawah.
Segala keindahan juga hadir, banyak wajah cantik dan tampan terlihat dibenua dewa, anak-anak berbakat dari usia 8 tahun hingga 200 tahun juga berdatangan dengan kawalan banyak kekuatan besar yang ingin mengikuti ujian Dao Piramida dibenua dewa.
Isteri, putri-putri dan keluarga besar Excel kaget dengan begitu banyaknya orang yang datang, dulunya benua dewa tidak sebanyak ini tetapi sekarang jumlahnya bisa mencapai ratusan juta kehidupan berbagai macam ras.
Dengan sigap segala kekuatan alam bawah, menengah, atas dan puncak bekerjasama untuk memperluas wilayah baru agar bisa ditempati banyak orang.
"Suami, kenapa namamu menjadi terkenal diseluruh alam semesta aurora ini?" tanya Yuna yang heran nama dan wajah suaminya dikenal diseluruh alam semesta aurora, padahal Excel belum menjelajahi seluruh alam semesta aurora.
"Hehehe... Aku lupa mengatakannya, dulu waktu aku memulihkan alam semesta ini aku juga menanam wajah dan namaku didalam ingat semua kehidupan dialam ini..." Excel terkekeh dan menjawab pertanyaan Ratunya.
"Pantas saja...! Jangan-jangan dari awal dan sampai sekarang sudah dalam rencanamu?" tanya Yuna dengan tatapan curiga, Excel hanya tersenyum dengan mengangkat kedua bahunya dan tidak menjawab pertanyaan isterinya.
"Kamu...minta aku kuras habis air surgamu...hah"
"Ayo, kita lanjut babak berikutnya... Hahaha" balas Excel dengan ketawa senang, mereka berdua didalam kamar dunia jiwa dan selalu memperhatikan dunia luar, pertarungan sengit diantara mereka mampu mengetarkan dunia jiwa, untung saja Excel sudah memasang pelindung pada kamarnya, jika tidak kekuatan setingkat Excel dan Yuna saat berhubungan intim akan mempengaruhi alam semesta.
Setelah mereka berdua selesai berkultivasi ganda, mereka keluar dan menemui istri, anak, keluarga dan para pemimpin segala benua yang sudah berada di aula pertemuan.
Swooosshh
Tiba-tiba dua sosok muncul ditengah panggung dan segera semua orang yang berada di aula berdiri serempak dan menyambut Excel dan Yuna yang masih memakai topeng.
"Selamat datang Yang Mulia"
"Ayah"
"Ibu"
"Jangan terlalu sopan, silakan duduk kembali. Terima kasih sudah datang ditempat ini." balas Excel kepada mereka semua, dan segera semua kekuatan dialam semesta duduk di sofa yang telah disediakan di aula, putri-putrinya berebut duduk dipangkuan Excel dan Yuna, untung saja ibu, nenek dan kekek bisa membujuk mereka.
"Aku tahu kalian semua pasti bertanya-tanya kenapa aku merekrut banyak orang dan bibit-bibit baru untuk dijadikan penerus pelindung alam semesta aurora ini.... Klik"
Segera Excel membuka pertemuan ini dan akan menjawab semua pertanyaan didalam pikiran semua orang yang hadir didalam aula, sebelum Excel melanjutkan perkataannya dia membuat formasi pelindung agar pertemuan ini tidak bocor.
"Aku sengaja memasang pelindung ini, karena apa yang aku katakan sangat rahasia. Yuke ceritakan apa yang akan terjadi 1.000 tahun yang akan datang..." perintah Excel kepada isterinya Yuke yang juga memakai topeng karena kecantikannya bisa membutakan mata orang walaupun kecantikan masih dibawa Yuna.
"Baik, suami. Sebenarnya tujuan kami merekrut banyak orang karena akan adanya penjajah dari alam semesta arcadia...." segera Yuke menceritakan prihal invasi alam semesta lain yang ingin melahap alam semesta aurora.
Segala argumen keterkejutan semua orang membuat banyak kekuatan dialam semesta aurora menjadi ribut karena kaget berita yang membuat orang gemetaran, Yuke berbicara secara detail dari jumlah pasukan penjajah dan kekuatan pada tingkat Half Alfa yang tidak pernah mereka dengar bahkan dibenua ini.
__ADS_1
"Penguasa, apa kita bisa melawan invasi mereka yang melebihi kekuatan alam ini?" salah satu dewa absolute bertanya setelah Yuke selesai memberikan informasi dan tujuan perekrutan banyak orang.
"Jangan kuatir, ini hal biasa di alam jagat raya, setiap alam semesta satu sama lain juga akan saling melahap demi kekuatan dan sumberdaya..." jawaban Excel membuat semua orang makin kebingungan dan ada sedikit rasa putus asa, terlihat diwajah semua orang yang sudah berkeringat dingin.
"Kalian semua yang hadir aku ingin semuanya merahasiakan hal ini, agar tidak menimbulkan kekacauan dialam semesta aurora.
Dalam 1.000 kita akan mampu melawan mereka dengan seimbang bahkan kita masih bisa menang saat melawan mereka. Apa kalian bisa menjaga kerahasiaan ini...?" tanya Excel kepada semua orang setelah meyakinkan dengan suara penguasa jiwa.
"Akan akan bersumpah akan menjaga rahasia ini, Penguasa."
Serempak mereka semua menjawab setelah mendengarkan suara penguasa jiwa yang mampu menundukan semua kehidupan tanpa bisa mereka tolak.
"Bagus, kalian jangan kuatir, ada Ratu alam semesta aurora disini, kekuatan dengan mudah menghancurkan mereka, aku dan isteriku sengaja ingin membuat istana surgawi yang semena-mena menghadapi rasa keputusasaan saat melawan invasi itu, disaat itu kalian akan membantu mereka, dan kami akan melatih kalian semua hingga tingkat Sang Void, tetapi aku ingin kesetiaan kalian... Apa kalian bisa menjadi setia...?"
Mendengarkan Excel menjamin mereka ketingkat yang lebih tinggi membuat semua para pemimpin menjadi gembira dan bahagia, siapa saja akan mempertaruhkan apapun demi meningkatkan kekuatan yang selama ini sangat sulit ditingkatkan.
"Kami bersumpah akan selalu setia, Penguasa."
"Bagus, isteriku Poppy ceritakan prihal segel keluarga kita." pinta Excel kepada isterinya Poppy Ratu rubah 9 ekor, Poppy yang namanya tiba-tiba dipanggil langsung menjadi bangga dan segera berdiri menuju ke tengah panggung aula pertemuan.
Excel, Yuna dan Yuke hanya bisa tersenyum melihat rubah ini yang berbangga diri saat dirinya menjadi sosok yang diperhatikan banyak orang.
"Terima kasih kalian mau setia kepada suamiku...eh, tidak...maksudku keluarga besar kami..."
Excel dan keluarga besarnya ingin ketawa saat Poppy gugup diperhatikan banyak para pemimpin di alam semesta ini, lalu Poppy membicarakan prihal segel pertama hingga segel keempat, setiap segel akan mampu meningkatkan kekuatan apalagi setelah segel diperbarui, dulu sebelum diperbarui mampu meningkatkan hingga 4 tingkat, tetapi jika kekuatan penerima segel sudah tinggi maka itu hanya akan meningkatkan beberapa tahap saja, contoh diatas tingkat kaisar dewa hanya bisa meningkatkan beberapa tahap.
Setelah segel diperbarui maka setiap penerima segel mampu meningkatkan kekuatan dengan mudah, misalkan pada tingkat Sang mahadewa mampu meningkatkan hingga level 1 hingga level 75 jika menerima segel keluarga ketiga.
"Setelah kalian menerima segel kalian tidak bisa lagi mengkhianati sesama keluarga, karena itu aku akan memberikan waktu kepada kalian untuk berpikir lagi hingga acara perekrutan Dao Piramida selesai.
Kemudian Excel menutup pertemuan di aula dan besok akan dimulainya perburuan binatang buas skala besar, segala aturan dan ketentuan juga sudah dibicarakan secara teliti oleh pemikiran banyak para pemimpin, segera semua orang bubar dari aula pertemuan untuk menyebarkan kompetisi dadakan kepada semua orang yang akan dimulai besok pagi.
Wilayah-wilayah benua dewa yang belum pernah dijelajahi orang akan menjadi arena latihan menjinakkan segala binatang buas, Excel besok akan dibantu oleh kekuatan gabungan untuk membuka acara berburu secara besar-besaran bagi para juniornya untuk berlatih dibenua dewa.
Bagi para kultivator yang menggunakan energi Mana acara seperti ini sangat besar keuntungan bagi peningkatan kekuatan level mereka, karena itu mereka sangat senang apalagi banyak pengawas yang akan selalu melindungi para peserta, tidak ada aturan usia didalam acara menjinakkan binatang siapa saja bisa berpartisipasi dalam acara ini.
Tim phoniex junior, senior, pasukan naga dan keluarga besar Excel juga ikut serta dalam kompetisi ini bukan karena hadiahnya melainkan ingin memiliki pasukan binatang jika berhasil dijinakkan.
"Raja, kenapa harus repot-repot menjinakkan mereka dengan mengerahkan banyak orang, kami burung gajah bisa dengan mudah menundukkan mereka tanpa raja harus repot-repot ikut campur dalam hal sepele ini." kata Fung pemimpin burung gajah kepada rajanya yaitu Excel, saat ini Excel dan 31 isterinya tingkat dewa absolute level 20 keatas sedang bersantai di taman yang berada dalam dunia jiwa, setelah pertemuan selesai.
"Hehehe... Sobatku Fung, aku hanya ingin mereka menambah pengalaman dalam menjinakkan binatang dan bekerjasama antar tim. Waktu kamu beraksi bukan sekarang tetapi nanti."
Jawaban Excel membuat Fung menjadi gembira dia sudah lama tidak beraksi lagi bersama rajanya untuk menunjukkan dominasinya dialam semesta ini.
"Fung, besok kalian juga akan ikut berpartisipasi dalam menjaga keselamatan semua orang, kalian juga akan dibantu banyak kekuatan besar dialam semesta ini, sekarang kamu persiapkan diri..."
"Hahaha... Akhirnya aku bisa beraksi lagi, terima kasih raja..."
Wuuuuussshh
"Tuan, apa aku bisa ikut" tiba-tiba Kaisar Ginseng muncul dari dalam tanah dan langsung berbicara dengan Excel, setelah Fung burung gajah pergi dengan kecepatan tinggi.
"Hahaha... Tentu bisa. Tetapi kamu besok pasti juga akan diburu banyak orang...hahaha" jawab Excel dengan ketawa melihat bentuk Kaisar Ginseng masih memiliki banyak ekor.
__ADS_1
"Haiyo, Tuan apa tidak ada artefak yang bisa merubah wujud sementara waktu..." kata Kaisar Ginseng dengan memelas dan wajah berusaha membuat tampilan imut.
"Hahaha, tampilanmu membuatku ingin mual saja...hahaha"
"Tuan jangan menghina diri ini yang sangat tampan..."
"Kampret...mana ada wajah dan tubuh berekor dibilang tampan...hahaha" balas Excel yang ketawa terbahak-bahak, semua isterinya juga ingin ketawa tetapi mereka menahannya dengan menutup mulutnya dengan tangan.
"Baiklah, aku akan buatkan artefak khusus buatmu, selain kamu tidak ada yang bisa menggunakan artefak ini. Berikan aku sedikit esensi-mu." kata Excel kepada Kaisar Ginseng dan meminta sedikit esensi kehidupannya.
"Haiyaa, Tuan itu sangat berharga, jika aku memberikan sedikit esensi saja maka ketampanan diri ini akan luntur." jawabnya dengan wajah memelas
"Kakek jelek...kamu masih mengganggu lagi"
"Sialan, iblis kecil..."
Kaisar ginseng buru-buru kabur saat mendengar musuh bebuyutannya berteriak kepadanya, kaisar ginseng langsung masuk kembali kedalam tanah.
"Hahaha"
Semua orang ketawa melihat Kaisar Ginseng yang ketakutan dengan putri Excel yang selalu menjadikan ancaman bagi kaisar ginseng.
"Ibu, ayah dimana Kakek jelek itu?"
"Masuk didalam tanah... Itu bekasnya" jawab Yuna kepada Jun Yu, segera Jun Yu melihat tanah yang terlihat jelas baru digali dan ditimbun lagi.
"Kakak, ayo kita serbu..."
"Ayo, masih berani dia memasuki wilayah kita."
Segera putri-putri Excel mengebor tanah dan mengejar kaisar ginseng setelah mengetahui rute pelariannya yang kini berada didalam tanah, suara teriakan kaisar ginseng yang telah dikepung musuh jelas terdengar walau berada didalam tanah.
"Kakek jelek masih berani ya masuk kesini"
"Haiyaa, jangan tarik akar pria tampan ini"
"Tampan-tampan nenek moyangmu...hah"
"Cabut ekornya dan kita buat sup yang enak"
"Aduh, sakit, sakit...aakkhhh"
"Hahaha"
Excel hanya ketawa mendengar teriakan kaisar ginseng yang disiksa putri-putrinya tanpa ampun walau berteriak kesakitan.
Didunia luar semakin heboh dengan berita yang akan diadakan acara menjinakkan binatang sebanyak mungkin, apalagi ada hadiah yang mengiurkan siapa saja, salah satu dewa absolute menggunakan metode suara energi Qi untuk memberitahukan prihal acara besok dan segera seluruh penjuru benua dewa segera berbondong-bondong berdatangan diwilayah timur.
"Hah, menantuku membuat aku semakin pusing saja dengan idenya..." kaisar Dongbu dibuat kuwalahan dengan banyaknya orang berdatangan dari segala penjuru alam semesta diwilayahnya, padahal dia juga dibantu banyak kekuatan untuk menertibkan situasi ini, banyak bahasa mereka yang sulit dimengerti dan sering terjadi salah paham, untung saja keluarga besar Excel sudah belajar banyak bahasa yang telah Excel ajari sejak berada dibenua venus.
Banyak kapal angkasa berterbangan dibenua dewa, kapal angkasanya berbeda-beda dan setiap benua selalu menampilkan aneka model yang unik.
"Inilah hidup yang penuh warna walau bencana didepan mata" gumam Excel saat menyaksikan didunia luar.
__ADS_1
"Suami, bagaimana keadaan diluar alam semesta aurora...?" tanya Soluna dengan sambil tiduran, kepalanya dia letakkan di perut suaminya, tidak ada ruang kosong pada tubuh Excel, semua isterinya ingin selalu dekat dengannya.
"Hehehe...nanti kamu juga akan tahu saat kita jalan-jalan dialam jagat raya ini, disana lebih ganas dan super bahaya, aku menyukai alam semesta aurora karena mereka memiliki karakteristik tersendiri dan kecerdasannya juga menggagumkan, tetapi ada pepatah, diatasnya langit masih ada langit..."