
Chapter 24 *Merubah desa chang menjadi Kota Phoniex*
"Pertokoan, pemukiman, tempat hiburan, Akademi. Di desa ini akan aku lengkapi semua fasilitas yang tidak ada di 4 Kekaisaran...!" Excel sejenak menghentikan perkataannya agar semua mencerna ucapannya.
"Tapi dengan syarat, siapapun yang berada disini dilarang bertengkar atau membunuh, siapapun yang disini adalah Keluarga, apapun semua bebas asal teratur.
"Aku tak perduli dengan statusmu maupun jabatannya, bagiku semua mahkluk adalah sama, yang membedakan hanyalah Keberuntungannya...!" Excel kembali berhenti sesaat agar semua orang mencerna perkataannya, lagi-lagi semua orang langsung bersorak-sorai lebih kencang dengan bahagia, dan tepuk tangan bergemuruh di desa Chang.
"Oke, oke semuanya tenanglah" seketika semua orang kembali diam mendengar suara Excel.
"Besok kalian dengarkan instruksi dari Paman Xue Tong, Paman Ling Ba, Paman Xue Mu dan paman Xue Cing. Dan, jika kalian yang tidak memiliki rumah, tempat usaha, pekerjaan atau pendidikan kalian bisa mendaftarkan diri di Paviliun 3 hari berikutnya, semuanya aku beri secara gratis. Sampai disini apakah kalian sudah mengerti...!" Tanya Excel pada semua orang yang hadir di desa Chang.
"Kami semua paham, Tuan muda" serentak menjawab bersama seperti prajurit yang terlatih.
"Baiklah jika begitu, silakan kalian kembali beraktifitas" Dengan selesainya instruksi dan perintah dari Excel, suasana kembali gembira dan saling berebut mendekati Excel, ada yang meminta merekam bersama(seperti berfoto atau bervideo bersama), ada juga yang meminta tanda tangan.
Excel juga mentraktir makanan dan minuman bagi semua yang hadir, anak-anak berebut meminta gendong pada excel, keempat gadis cemberut melihat pujaannya jadi rebutan banyak orang, entah itu orang tua, pria, wanita bahkan anak-anak.
Melihat tingkah laku keempat gadis yang membuat kedua paman dan kedua wali tersenyum dan melanjutkan mengobrol dengan para pengusaha dan investor yang ada di desa Chang.
Setelah hampir tengah malam, Excel meminta undur diri untuk beristirahat pada semua orang, yang membuat keempat gadis tersenyum senang, pasalnya mereka kalah bersaing dengan banyak orang walaupun mereka adalah Putri-putri Kekaisaran, karena dengan ucapan Excel 'kita semua adalah Keluarga' membuat mereka mengalah tapi juga kesal.
"Semuanya, saya mohon undur diri, terima kasih atas perhatiannya dan waktunya" kata Excel pada semua orang. Dan Excel juga pamit pada para seniornya kedua Paman dan kedua wali.
"Baik, Tuan muda, terima kasih juga akan kemurahannya, semoga beristirahat dengan tenang" balas mereka bersamaan.
Setelah itu Excel melangkah menuju kapalnya yang mendarat di bekas reruntuhan Mansion, yang tanpa disadari Excel keempat gadis juga mengikutinya. Jujur saja wajah Excel terlihat sangat kelelahan hampir tidak bisa bernafas lega karena meladeni hampir 5000 jiwa.
Saat sudah berada di geladak kapal Excel baru menyadari jika keempat wanita itu mengikutinya, dengan senyuman menawan dan tubuh yang mengoda membuat Excel sedikit berfantasi liar, untung saja Excel masih mampu mengendalikan dirinya.
"E-eh, kenapa kalian tidak beristirahat di tempat kalian...!" tanya Excel kepada mereka berempat walau matanya hampir ternoda melihat belahan melon jenis top One.
"Kami ingin selalu bersamamu, Gege" balas Xue Long tanpa menunggu ketiga gadis menjawab pertanyaan dari Excel.
"Aku juga" kata Ling Xuan yang ingin mendominasi Excel dipelukannya.
"Aku mau selalu bersamamu" jawaban Li Que yang juga tidak mau kalah dengan mereka bertiga.
"Aku juga tak bisa jauh dari kamu, Excel" ucap Xue Rong pada Excel dengan dadanya sedikit terbuka dan terlihat gambar melon yang hampir lagi-lagi menodai matanya.
Excel yang mengetahui niat mereka hanya tersenyum dan berkata.
"Kalian sudah pasti tahu jika aku sudah beristri, apa tidak masalah bagi kalian...?"
"Tidak masalah" jawaban Xue Long yang selalu ingin menonjolkan diri pada Excel, dengan berjalan mendekati dan memegang lengan kiri excel.
"Sudah biasa pria hebat memiliki banyak pasangan, Tuan muda" balas Ling Xuan dan diikuti anggukan kedua gadis yang lain.
Lalu Excel menceritakan pada mereka semua siapa saja istrinya dan Ratu Yuna adalah istri utamanya, setelah Excel berbicara panjang kali lebar, meminta mereka mencari kamar masing-masing di kapal lantai 2.
Dengan begitu Excel kembali ke kamarnya, langsung saja Excel merebahkan diri di kasur sembari bergumam..."akankah aku ganti saja nama desa ini, yaa...atau aku ubah desa menjadi setingkat kota..." Excel tertidur sebelum menyelesaikan kata-katanya.
[Ganti saja dengan nama Kota Phoniex, Tuan]
Keesokan harinya Excel terbangun dari tempat tidur karena sinar matahari menerpa wajah tampannya.
Hari ini cuaca sangat indah, suara burung berkicau dengan gembira, tupai melompat dari pohon satu kepohon lainnya, angin semilir menambah semangat juang untuk hari ini.
Dengan wajah berseri Excel membuka matanya, dengan senyum Excel menatap jendela kamarnya, setelah itu Excel menyebarkan kesadarannya yang meliputi desa Chang, kesadarannya bisa seluas 100.000 km jauhnya, excel kaget saat tahu jika keempat gadis sudah menunggu dan duduk di sofa kamarnya.
Dengan duduk dari berbaring Excel menatap keempat bidadari surga didepannya.
"Selamat pagi, Sayang..." ucapan Excel pada keempat gadis yang tadi sedang berkultivasi di sofa luas milik Excel, sontak membuat mereka kaget dan pipinya merona malu dan senang.
"Sayang sekali, semalam aku kelelahan dan langsung tertidur" melanjutkan berkata sebelum mereka menjawab.
Seketika wajah mereka langsung berubah, dari bidadari menjadi binatang buas. Excel yang melihat itu langsung berlari menuju kamar mandinya, karena takut melihat mata merah mereka.
Sebelum menutup pintu kamar mandi, Excel menjulurkan kepalanya dan melihat wajah mereka semua dengan tatapan curiga.
"Awas jangan mengintip perjaka mandi loh" Excel yang melihat bantal, kursi langsung melayang, dengan cepat-cepat menutup pintu kamar mandinya.
Bruuukkk
Braak
"Huuf...menyeramkan, sungguh mengerikan jika mereka berubah" gumam Excel saat dikamar mandi yang tanpa di sadari terdengar mereka berempat.
"Exceeeelllll..." teriakan mereka berempat yang kompak, teriakannya mampu membuat kucing hamil langsung melahirkan.
Meooongg
__ADS_1
Setelah mandi excel lansung keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja, terlihat dada bidang dan perut terlihat jelas terbentuk sixpack, yang membuat keempat wanita itu terpaku dan pipi memerah dan mata tak berkedip.
"Gadisku ada apa dengan wajah kalian" tanya Excel pada mereka, seketika mereka sadar langsung mengalihkan pandangannya dan terlihat sangat malu.
Excel langsung menuju lemari pakaiannya tapi dihentikan keempat gadis tersebut, mereka mengambil pakaian dari lemari dan memakaikan pakaian selayaknya seorang istri yang perhatian pada suaminya.
Wajah mereka berempat semakin malu dan nafas tersengal-sengal saat melihat tongkat Naga sakti milik Excel yang sebesar lengan mereka, pikiran aneh bermunculan di benak mereka, Excel yang tahu hanya tersenyum saja walau dirinya sekali lagi hampir terpancing saat tangan lembut mereka sengaja memprovokasi naga saktinya.
"Baik sekali, terima kasih" ucap Excel pada mereka.
"Sama-sama" balas mereka serempak, mereka sengaja mengoda Excel agar Excel takluk dipelukan mereka.
"Saatnya aku bekerja, kalian bisa bantu Paman kalian dan biar aku bekerja sendiri." Mereka hanya menggangukkan kepala tanda mengerti.
Mereka berlima langsung menuju ke Paviliun Bunga Mentari, sudah terlihat banyak orang telah berkumpul disana, sontak mereka semua menoleh dan menyapa Excel dan keempat wanitanya.
"Salam Tuan Muda dan salam nona muda" kata mereka semua yang datang ke Paviliun Paviliun Bunga Mentari.
"Apakah kalian sudah mendapat instruksi dari Paman Xue Tong dan yang lainnya" tanya Excel pada mereka semua.
"Sudah, Tuan muda"
"Kalau begitu, segera kalian ke tenda pengungsian sementara, dan aku akan tetap disini untuk merombak desa Chang" pinta Excel pada mereka semua.
"Paman dan gadisku tolong kerja samanya" pintanya lagi pada keempat Paman, bibi xia dan keempat wanita yang selalu menempel pada Excel.
Segera mereka keluar dari Desa Chang secara teratur yang di kawal prajurit Kekaisaran dan pengawal putri. Setelah 1 jam mereka meninggalkan desa, Excel langsung menutup mata melihat menu shop pada sistem.
"Sistem, tolong pasang Formasi pelindung yang tidak bisa dilihat dari luar saat aku bekerja" pinta Excel pada sistem.
[Baik, Tuan. Array Formasi pelindung seharga 100.000 dibeli dan bisa diubah sesuai keinginan Host]
[Ding! Proses di mulai 1%...10%...40%...60%...100%, selesai]
Nguuuunngg
Berdengung
Suara dengungan terdengar hampir seluas 10.000 meter, semua orang melihat cahaya biru transparan menutupi desa Chang, dengan terkejut mereka semua langsung menatap Formasi yang mirip dengan formasi pelindung benua tengah waktu itu.
Banyak pikiran dan pertanyaan dibenak semua orang, mau bertanya pada Excel tapi dia tidak ada didekat mereka.
"Apa itu Formasi ilusi, Paman?" tanya Putri Ling Xuan pada Paman Ling Ba yang juga sebenarnya adalah ahli Formasi tingkat Jendral tahap menengah.
"A-apaaa, tingkat dewa" sontak semua orang berteriak bersamaan saat mendengar ucapan Paman Ling Ba
Tingkat dewa adalah tingkat yang mustahil bisa di pelajari di benua Venus, tingkat tertinggi di benua Venus hanya setingkat Raja tahap atas, pencapaian yang mustahil bisa dilakukan oleh Excel menurut pikiran mereka, tapi kenyataannya ada di depan mereka semua.
Itu membuat keempat gadis merasa bangga dengan pencapaian kekasihnya, selain kultivasi tingkat To God, ahli Formasi Array, tampan, baik hati, lemah lembut dan kaya yang merupakan pencapaian yang belum pernah di capai di benua Venus.
Setelah Excel memasang Formasi agar tidak bisa di lihat oleh semua orang, kemudian Excel membuka menu shop.
Ada banyak bangunan dan gedung berlantai yang sangat mewah, yang termahal dengan harga 1 juta point tukar.
Lalu Excel melihat gedung berlantai 12 dengan banyak fasilitas yang tersedia, Excel membeli gedung itu untuk mengganti gedung Paviliun Bunga Mentari. Ukurannya sudah 2 kali lebih besar dari ukuran Paviliun lama dan itu juga cocok untuk dipakai acara lelang.
Baaannggg
Asap mengepul saat ke gedung itu menancap ditanah, getaran terasa hingga ke tenda pengungsian desa Chang, itu membuat mereka heran dan lagi-lagi selalu di buat kebingungan.
Setelah memasang gedung baru Paviliun Bunga Mentari, dilanjutkan dengan Excel membeli tembok pembatas untuk melindungi kota Phoniex dari serangan dari luar.
Tebal tembok mencapai 20 meter dengan panjang 5600 kilometer dan tinggi 100 meter dengan harga mencapai 1 miliaran point tukar.
Tembok pembatas di buat dengan bahan Batu Baja hitam terkeras peringkat 10 yang mampu menahan serangan dari tingkat Dewa Dunia, dilengkapi meriam sepanjang 4 meter dengan bahan bakar batu Roh dan setiap jarak enam meter akan terpasang meriam penghancur, dan tembok serta meriam terpasang secara permanen dan tidak mungkin bisa di cabut, bahkan jika itu tingkat dewa dunia.
Kemudian Excel membeli 2 gedung dengan 6 lantai untuk Akademi, tiap akademi dipasang dibagian tengah wilayah kota yang dipisahkan oleh hutan, pusat dan hutan lagi, sengaja Excel memisahkan asrama akademi pria dan wanita.
Selanjutnya Excel membeli 2 gedung asrama militer berlantai 3, perumahan penduduk berlantai 2 sebanyak 7500 rumah yang mampu menampung 10.000+ jiwa, gedung smelting, pertanian, perkebunan(sayur, tanaman obat), perternakan(sapi dan ayam), hotel penginapan berlantai 12 sebanyak 4 gedung, taman hiburan dengan banyak permainan(kolam renang, kincir angin rollercoaster dll), gedung rumah sakit berlantai 10 full fasilitas dan masih banyak lagi lainnya yang sesuai standar perkotaan.
"Haaah, sungguh melelahkan energi Spiritual ku. Sistem, apa lagi yang perlu aku bangun?" perkataan Excel yang meminta saran dari sistem.
[Tuan, beli saja menara kultivasi 4 unit dengan 9 lantai, sebenarnya ada 12 lantai tapi saya sarankan itu untuk Kekaisaran yang akan Tuan bangun]
"Hehehe, kamu sangat smart sistem. Baiklah belikan menara kultivasi 4 unit dengan 9 lantai, sekalian pasangkan" pinta Excel pada sistem.
[Ding! Membeli menara Kultivasi 4 unit 9 lantai, total 2 miliaran point tukar. Proses selesai]
Baannngg
Baannggg
__ADS_1
Baannngg
Baannngg
Dengan getaran yang terus menerus dari pagi hingga keesokan harinya tanpa berhenti Excel membangun Kota Phoniex, semua orang sudah terbiasa merasakannya dan mendengar dentuman suara yang keras.
"Apa yang dilakukan suami kita selama dua hari ini" ucap Ling Xuan yang penasaran.
"Entahlah aku juga penasaran" balas Li Que.
"Dheem, suami... suami siapa ?" kata Paman Ling Ba yang berdehem saat mendengar perkataan ponakannya, Ling Ba sengaja menggodanya.
"Suami kita, sudah jelas Excel" balas Xue Long yang membela Ling Xuan dengan wajah memerah dan mengotak-atik jemarinya dengan menundukkan kepala.
Namun...
Melihat tatapan seram keempat gadis itu, membuat Paman Ling Ba hanya tersenyum, yang sebenarnya dia sendiri sedikit merinding.
"Sepertinya getarannya sudah berhenti !!" kata Paman Ling Ba yang mengahlikan tatapan mereka pada dia.
Hingga tanpa disadari mereka, suara itu berhenti pada hari kedua setelah di mulainya pembangunan, semua orang langsung menoleh kearah desa Chang dan menunggu Excel keluar.
Setelah Excel selesai membangun kota, Excel menelan Pil pemulih stamina karena sudah dua hari ini berkerja tanpa berhenti.
Melihat dari atas Excel merasa puas dengan hasil kerja kerasnya, dulu desa sangat terlihat buruk, banyak bangunan berpenghuni yang tidak layak di tempati, sekarang semua telah berubah total.
Gerbang kota berwarna emas dengan ukiran Burung Phoniex berwarna merah dan biru seirama dengan warna tembok kota yang berwarna hitam pekat.
Kemudian Excel merubah formasinya menjadi formasi bertahan dan menyerang balik, dan menambah Formasi penyerap energi Qi hingga 3 kali lipat dan Formasi keamanan kota, yang mana Formasi itu bisa membuat penjahat langsung dirobohkan dan dibuat pingsan dengan sengatan petir.
Tidak lupa Excel memasang nama Kota Phoniex dengan Artefak tingkat Langit, yang kelebihannya mampu menetralisir kekuatan jahat dan niat membunuh.
Setelah semuanya selesai, Excel keluar dari Kota Phoniex dan melangkah menuju kepengungsian didekat hutan, Excel melihat mereka sedang asik berbicara.
"Hallo, maaf jika terlalu lama kalian menunggu saya menyelesaikan pekerjaan ini" ucap Excel yang mengagetkan mereka semua yang saat itu sedang asik mengobrol dan saling bercerita tentang aksi heroik Excel pada waktu itu, termasuk anak-anak yang selalu meniru apapun gaya dan ucapan Excel yang membuat semua orang ketawa.
Semua mata melihat Excel yang mendekati mereka, mereka semua menunggu keajaiban apa yang akan di lakukan Excel kali ini.
"Paman Xue Tong, Ling Ba, Xue Mu, Xue Cing, bibi Li Xia dan keempat gadisku kalian ikuti aku untuk rapat sebentar" pinta Excel mengajak mereka memasuk Kota Phoniex untuk pertama kalinya dan tanpa menunggu mereka menjawab, Excel langsung berbalik menuju kota Phoniex lagi.
Disaat mereka yang di panggil Excel melewati Formasi yang masih belum bisa dilihat dari luar, seketika membelalakkan matanya dengan mulut menganga lebar seakan mau melahap gajah beranak.
Excel yang melihat mereka hanya tersenyum dan menggeleng kepala melihat keterkejutan mereka, padahal ini baru di depan gerbang.
Mereka melihat, mengelus gerbang, menepuk tembok dan ingin ikut merasakan membangun kota ini dengan tangan mereka.
"Ayo masuk gerbang" perkataan Excel menyadarkan mereka. 'Apa di Kekaisaran tidak ada yang seperti ini, seharusnya ada, kan' pikir Excel sembari melangkah memasuki kota.
Excel mengeluarkan token dari sakunya, kemudian token itu diletakan di kotak diantara gerbang kota, sinar redup terlihat jelas dimata, seketika gerbang secara perlahan terbuka.
Dreeeet
"Ini adalah token identitas untuk penghuni kota Phoniex, dengan token ini penduduk tidak perlu membayar uang masuk, pajak atau biaya hidup di Kota Phoniex" mereka bengong tanpa bisa berkata-kata mendengar penjelasan Excel.
"Token ini tidak akan bisa direbut atau diberikan kepada orang lain, dengan meneteskan darah sebagai kepemilikannya"
"Dengan ini aku ubah desa Chang menjadi Kota Phoniex" selesai bicara Excel melangkah melewati gerbang sebelum mereka sempat mencerna ucapan excel.
Saat memasuki kota mereka langsung terkejut dan terkejut lagi, lagi-lagi mulut menganga lebar dan sekarang lebih lebar lagi.
Excel diam dan sengaja memberikan mereka waktu bagi mereka untuk mengagumi hasil karyanya dengan sistem.
('Dalam 2 hari ini bisa merubah desa kecil menjadi kota megah, dalam 2 hari suara dentuman selalu mengetarkan hati. Excel apalagi kejutan yang akan kau berikan pada kami, apa kamu ingin kami mati terkena serangan jantung')
pikir mereka semua saat melihat gedung dan melihat Excel,
sekali lagi, mereka melihat gedung dan melihat Excel lagi, dan seterusnya sampai pohon kelapa ambruk mengenai mereka, sayangnya tidak ada pohon kelapa.
"Apa kalian sudah selesai mengagumi hasil kerja pria tampan ini" tanya Excel yang menyadarkan mereka.
Langsung saja Xue Long menerjang tubuh Excel dan memeluk Excel tanpa malu kepada semua orang.
"Suamiku, kamu sungguh hebat, bagaimana kamu melakukannya" tanya Xue Long pada Excel yang tanpa melepaskan pelukannya.
Seketika itu membuat ketiga gadis cemburu dan tidak mau kalah, ketiga gadis itu langsung menerjang Excel, Excel yang melihat mereka...
"Ooh tidaaak" kata Excel
Bruuukkk
Saat itu juga Excel langsung ambruk di terjang binatang buas yang kelaparan, selama 2 hari ini mereka selalu gelisah dan ingin memasuki kota Phoniex, sayang mereka tidak bisa.
__ADS_1
Tapi saat mereka masuk selalu di buat kagum oleh Excel.
"Aaoohhh, nenek selamatkan aku" teriak Excel yang kesakitan di punggungnya.