Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 284 Jebakan Formasi Ilusi.


__ADS_3

Chapter 284 Jebakan Formasi.


Ratu Siluman Musang, Cang Lien, Lu Xinxin dan Lu Xianglun terlihat cemas, mata mereka tidak berkedip saat menatap kearah gunung maha dewi.


Crezek.. Crezek...


Suara rumput dan suara ranting terinjak terdengar didalam hutan, seketika semua orang menjadi waspada, nafas mulai melambat dan keringat mulai keluar.


"Uhuk... Uhuk..."


Terlihat bayang-bayang seseorang yang berjalan terhuyung-huyung, seperti orang yang mabuk, lalu disusul suara orang sedang terbatuk-batuk.


"Hallo.... Bruuukkk..."


"Bu Wanmei..."


"Suami....!! Tidak..."


Kedua putri raja demi human berteriak histeris saat Bu Wanmei menyapa dan langsung ambruk ditanah, tubuhnya berlumuran darah dan wajah sangat pucat. Ratu Siluman Musang dan Cang Lien buru-buru menyusul kedua putri raja demi human.


"Suami... Bangun... Hikss... Bangun... Hikss..." Lu Xinxin berteriak dan menangis sedih, dengan menggoyangkan tubuh Bu Wanmei, dia dan kakaknya memeluk erat tubuh Bu Wanmei.


"Dia pingsan karena terluka parah..." kata Ratu Siluman Musang yang memeriksa tubuh dan pergelangan tangan Bu Wanmei.


"Mukjizat dia bisa selamat dari kekuatan yang mengerikan..." kata Cang Lien yang juga ikut memeriksa kondisi Bu Wanmei.


"Sayang, bangun...hiks..." Lu Xianglun menangis dan berusaha membangunkan Bu Wanmei yang pingsan.


"Ayo, kita bawa ke istana, biar mendapatkan perawatan intensif." kata Raja Demi Human kepada keempat wanita itu.


"Iya, kita rawat disana..." kata Ratu Siluman Musang sedikit panik saat merasakan detak jantung Bu Wanmei yang sangat lambat.


Keempat wanita cantik itu mengangkat Bu Wanmei secara berlahan, mereka tidak perduli dengan orang-orang yang bengong melihat wanita itu yang tidak seperti biasanya.


"Ratu, biar kita yang mengendong Manusia Rubah ini..."


"Tidak perlu..." tolak Ratu Siluman Musang tanpa menunjuk kan harga diri yang tinggi seperti biasanya.


Buru-buru keempat wanita itu terbang dengan cepat sambil mengangkat Bu Wanmei, 10 pengawal Ratu Siluman Musang juga mengikuti mereka.


Raja Demi Human dan para pemimpin hanya menghela nafas dan mengeleng-gelengkan kepalanya, melihat reaksi keempat wanita itu yang biasanya selalu sombong dan selalu menjaga wibawa menjadi berubah drastis.


"Luar biasa bisa selamat dari kekuatan yang hebat itu..."


"Sungguh beruntung dia. Tetapi, berkat dia sudah banyak prajurit mereka terbunuh, ini akan memberikan kita kesempatan untuk mempersiapkan kedatangan mereka." jawab raja demi human kepada adiknya, Lu Zhi.


Booommm


Dari kejauhan sekali lagi terdengar ledakan hebat, seketika semua orang melihat kearah ledakan itu. Raja Demi Human tercengang melihat salju yang longsor dari kejauhan.


Booommm


Kembali ledakan terjadi lagi, kini ledakan itu tepat pada rute yang dilalui para penjajah. Raja Demi Human dan yang lainnya saling bertukar pandangan, mereka kebingungan dengan ledakan hebat yang tidak menunjukan fluktuasi energi Qi maupun aura kekuatan.


"Kalian selidiki ada apa disana. Ingat, jangan terlalu dekat, agar kamu tidak menjadi perhatian mereka." perintah Raja Demi Human kepada mata-matanya.


"Baik, Yang Mulia." 5 mata-mata langsung menghilang setelah diberi tugas oleh Raja Demi Human.


Booommm


"Aahhhh..." teriakan pasukan iblis yang terkena jebakan yang tersembunyi didalam salju saat mereka berjalan didepan.


"Sialan, apa lagi kali ini..." Raja Iblis Merah berteriak marah saat melihat prajuritnya terkena sasaran lagi.

__ADS_1


"Awas longsoran salju..." teriak Jendral utama saat tahu jika ada suara longsoran salju dari atas gunung.


"Hati-hati langkah kaki kalian... Ini jebakan formasi array...!" kata Qin Bo yang merasa fluktuasi energi formasi saat meledak, formasi itu adalah jebakan yang dibuat oleh Bu Wanmei, jebakan itu seperti ranjau darat.


Seketika semua orang menjadi waspada lagi, saat diberi peringatan oleh Qin Bo, semua orang berhenti berjalan.


"Biar aku yang tangani, longsoran salju itu." pinta Jendral kedua yang memiliki kekuatan sang void level 2.


Booommm


Ledakan benturan energi Qi dan longsoran salju terdengar, pasukan iblis yang melihatnya sedikit lega.


"Ayo, jalan lagi dan perhatian langkah kalian, jika merasa energi formasi segera menjauh..." perintah komandan Yao kepada semua orang.


Booomm


"Aahhhh..."


Sekali lagi prajurit iblis terkena jebakan, sebagian tubuhnya hancur akibat ledakan itu.


"Astagaaa... Ini pasti jebakan setan kecil itu..." Raja Iblis Merah berteriak marah melihat anak buahnya meregang nyawa, dia memaki-maki Bu Wanmei sebagai biang keladi nya.


"Raja Iblis, apa kamu tidak memiliki dunia jiwa, jika begini terus pasukanmu mati sebelum berperang..." kata Qin Bo yang sedikit kesal karena perjalanan ini terhambat karena terlalu banyaknya pasukan yang dibawa raja iblis.


"Hmmm... Aku mempunyainya, tetapi hanya tingkat rendah, yang mampu menampung 15 juta jiwa." raja iblis mendesah menahan amarah saat ditanya oleh Qin Bo, dia berbicara sedikit malu karena hanya mampu menciptakan dunia jiwa pada tingkat rendah.


"Tidak masalah, setidaknya pasukanmu tidak mati sia-sia, biar para jendral ku yang berada didepan menyingkirkan jebakan formasi ini." kali ini komandan Yao berbicara sedikit rendah, tidak seperti Qin Bo yang terlihat sedikit bernada tinggi saat berbicara.


"Baiklah. 14 juta orang yang memiliki kekuatan rendah segera masuk..." kata Raja Iblis Merah sambil membuka segel dunia jiwanya dengan kedua tangannya.


Terlihat gerbang gelap yang mirip dengan gerbang gelap yang dibuat Komandan Yao, setelah itu 14 juta orang memasuki gerbang dunia jiwa milik Raja Iblis Merah.


Setelah semua masuk, Jendral kedua dan ketiga kali ini memimpin jalan. Jalan setapak yang dibuat oleh iblis raksasa, sedikit demi sedikit tertimbun salju lagi, jika iblis raksasa tidak menyingkirkan pepohonan, sudah pasti mereka akan tersesat dan kebingungan.


"Ada yang aneh...!!" gumam Qin Bo saat mereka telah berjalan sekitar 1.000 meter, dia merasa jika selalu melihat tempat yang sama.


"Aku merasa tempat ini tetap sama, padahal kita sudah berjalan dari titik terakhir cukup jauh." jawab Qin Bo sambil melihat sekitarnya untuk mengingat jalan yang dilaluinya.


Komandan Yao segera memeriksa juga sekitarnya, tetapi tidak merasa hal yang aneh seperti yang dikatakan oleh Qin Bo.


"Mungkin ini pengaruh minimnya cahaya dan juga badai salju, hingga mengurangi jarak pandang mata kita." kata Komandan Yao yang masih mempermasalahkan kondisi alam Benua Permata Hitam.


"Mungkin kamu benar, coba setiap kita jalan, kita ingat-ingat lagi tempat yang kita lalui..." Qin Bo masih ragu dengan apa yang dikatakan Komandan Yao, sebab ia memiliki persepsi yang lebih baik karena tingkat kekuatan yang berbeda.


"Iya, aku akan mengingat detailnya jalan setapak yang kita lalui..." jawab Komandan Yao sambil menancapkan bambu runcing yang diambil dari dunia jiwanya.


Mereka terus berjalan tanpa berhenti, dimana Jendral kedua dan ketiga memimpin jalan tanpa hambatan lagi. Hanya Qin Bo dan Sun Yao yang akhirnya menyadari, jika selama ini mereka berjalan memutar, mereka berdua tahu karena tanda bambu runcing yang tertancap bertemu lagi.


"Sialan, kita terjebak lagi. Semua berhenti...!" umpat Komandan Yao setelah mengetahui mereka hanya berjalan berputar-putar selama ini, dia segera memberikan perintah kepada semua orang untuk berhenti.


Semua orang lagi-lagi menjadi waspada dan melihat sekitarnya.


"Komandan, ada apa...?" Tanya Jendral utama yang masih belum tahu apa-apa.


"Kita telah masuk jebakan formasi ilusi..." jawab Qin Bo bernada kesal dan ingin memuntahkan kemarahannya.


"Apa...! Formasi ilusi lagi..."


"Iya, kalian periksa bambu runcing yang telah aku tanam sebagai tandanya, coba kamu berjalam menyusuri tanda bambu ini...." kata Komandan Yao kepada Jendral utama dan juga memberikan perintah untuk berjalan kedepan mengikuti bambu runcing yang dia tancapkan di salju.


Karena penasaran, Jendral utama Yong Sheng mengikuti perintah Komandannya, dia berjalan mengikuti bambu sebagai penandanya, tidak butuh waktu lama, atau tepatnya waktu 1 dupa, jendral utama kembali ketempat semula, dimana komandan Yao menunggu dia.


"Bajingan, kita telah dipermainkan setan cilik itu..." Yong Sheng mengumpat marah saat menyadari jika sudah memasuki formasi ilusi.

__ADS_1


Semua orang akhirnya panik mengetahui telah memasuki jebakan yang dibuat Bu Wanmei tanpa mereka ketahui.


"Tenang, semuanya tenang. Dengarkan perintahku, kita akan menandai semua jalan yang kita lalui, jika ada yang menemukan jalan keluar, segera hubungi kita. Titik kita sekarang, anggap saja sebagai pusatnya.


Raja Iblis, kerahkan prajuritmu menjadi beberapa bagian, setiap prajurit berjarak 5 meter, lalu tiap prajurit beri tanda pada jalan yang telah kalian lalui..." setelah Komandan Yao memberikan pengaturan, prajurit Raja Iblis segera bergerak sesuai instruksinya.


"Raja Iblis, menurutmu kita sedang berada dimana?" tanya Jendral utama kepada Raja Iblis Merah, saat ini pihaknya memang masih dalam kebingungan.


"Kita berada dibawah kaki pegunungan Maha Dewi, tempat ini disebut Jurang Samsara. Aku rasa si setan kecil itu memanfaatkan geografis Jurang Samsara, dimana jurang ini seperti labirin, dia sengaja menutup 1 jalur utama dengan formasi, ditambah lagi dengan formasi ilusi, ini semakin mempersulit kita menemukan jalan utama itu." jawab Raja Iblis Merah sambil mengingat jalan utama yang sering dilewati banyak orang.


"Lalu ke arah mana jalan utama itu yang sebenarnya, aku lihat di sekeliling kita semua tampak sama...!!"


"Aku juga bingung karena formasi ilusi ini, alat penunjuk arah milik ku juga dalam keadaan kacau..." kata Raja Iblis dengan mengeluarkan mangkok yang berisi jarum, dan memang benar, jarum itu berputar-putar secara tidak beraturan.


"Lebih baik kita tunggu mereka kembali..." Komandan Yao juga melihat alat penunjuk arah itu, lalu berbicara kepada semua orang.


Setelah menunggu waktu 1 dupa atau 30 menit, satu persatu prajurit iblis kembali lagi sesuai awal dia berjalan. Anehnya, tanda yang seharusnya dua, hanya 1 yang tertancap di salju.


"1 prajurit yang belum kembali, kemana dia, apa kalian bertemu dengannya?" tanya Raja Iblis kepada 11 prajurit yang sudah kembali.


"Hamba tidak bertemu siapa-siapa, Yang Mulia."


"Saya juga Yang Mulia..."


"Kita tunggu dulu sebentar, Raja Iblis. Semoga prajuritmu menemukan jalan utama itu." kata Komandan Yao kepada Raja Iblis.


"Baik, kita akan tunggu..."


Setelah menunggu beberapa waktu, itu prajurit iblis masih belum kembali, semua orang mulai resah dan gelisah, akhirnya Raja Iblis tidak sabar ingin pergi menyusul prajuritnya, tetap sebelum dia melangkah...


"Ayo kita susul sama-sama, mungkin dia menemukan jalan keluar..." kata Qin Bo yang juga tidak sabar menunggu prajurit itu, segera dia berjalan tanpa menunggu jawaban Komandan Yao.


"Hmm..." Komandan Yao mendesah pelan dan mengikuti Qin Bo, Raja Iblis dan para Jendral juga mengikuti disusul pasukan iblis.


Qin Bo dan semua orang mengikuti tanda yang diberi prajurit itu, mereka berjalan dengan sedikit lebih cepat, terlihat jelas Qin Bo sudah kehabisan kesabarannya.


"Hmm..." Bu Wanmei mengerang pelan dengan berlahan membuka matanya, lalu dia melihat sekelilingnya, Bu Wanmei juga memijat kepalanya yang sedikit terasa pusing.


"Suami, kamu akhirnya sadar..." Lu Xinxin yang berada disebelah tempat Bu Wanmei segera mengetahuinya, dia merasa senang, setelah menunggu selama 2 hari ini.


"Syukurlah, kamu cepat sadar dari koma, aku perkirakan mungkin perlu waktu 14 hari hingga 1 bulan kamu baru sadar, padahal lukamu sangat parah, terutama area dada dan perut, banyak tulang patah terutama tulang rusuk dan tulang iga. Untung saja dantianmu tidak sampai terluka parah..." Ratu Siluman Musang ikut senang dan segera berbicara, dia juga memeriksa pergelangan tangan untuk memastikan kondisi tubuh Bu Wanmei.


"Apa yang terjadi, suami? Kenapa sampai kamu terluka parah, apa kamu bertarung dengan pemimpin mereka?" Lu Xianglun segera bertanya, dia ingin mengetahui bagaimana Bu Wanmei sampai terluka parah, setelah ledakan hebat waktu itu, Lu Xianglun sangat kuatir melihat tubuh Bu Wanmei yang masih diperban dan terlihat sebagian perban ada bercak darah segar dan mengering.


"Sudah berapa hari aku pingsan?" tanya Bu Wanmei kepada keempat wanita cantik itu, yang selalu menunggu dan merawat lukanya, dia tidak segera menjawab saat ditanya Lu Xianglun.


"2 hari, 2 hari ini kamu koma, detak jantungmu sangat lambat, bahkan kamu tidak bergerak sama sekali, saat kami balut lukamu dengan air hangat..." jawab Cang Lien yang juga ikut merawatnya.


"Suami, lebih baik kamu jangan bergerak dulu, istirahat dengan baik, dan jangan kuatir tentang penjajah itu..." Lu Xinxin yang masih kuatir mencegah Bu Wanmei yang ingin duduk.


"Hmmm..." Bu Wanmei mendesah saat lengannya dipegang Lu Xinxin dan Lu Xianglun, "Tolong siapkan ember untuk berendam..." kata Bu Wanmei kepada mereka, sambil mengeluarkan berbagai macam ramuan herbal dari cincin dimensinya.


"I-ini... Ini tanaman roh dan tanaman obat yang sangat langka. Rumput biru berdaun ungu, bunga lotus es, rumput kristal darah, datura pasir...." Ratu siluman Musang tercengang dan segera menyebutkan satu persatu jenis tanaman herbal yang sangat langka.


"Ini esensi lotus darah, rumput roh es api..."


"Buah varmellion Lotus hati es..."


Lu Xinxin, Lu Xianglun dan Cang Lien juga menyebutkan nama setiap ramuan herbal yang Bu Wanmei keluarkan dari cincin dimensi, mereka menatap Bu Wanmei dengan banyak pertanyaan.


"Apa kamu juga seorang alchemist, selain ahli formasi array?" tanya Cang Lien pada Bu Wanmei.


"Iya, bukan hal istimewa. Cepat ambilkan ember yang berisi air hangat..." jawab Bu Wanmei dengan santai dan meminta lagi apa yang dia inginkan.

__ADS_1


Mereka berempat masih diam dengan menatap Bu Wanmei dengan penuh dengan kekaguman, mereka tidak berharap Manusia Rubah ekor sembilan memiliki kemampuan diluar nalar.


Bu Wanmei hanya bisa geleng-geleng kepala melihat reaksi mereka yang penuh pemujaan. Karena masih tidak ada tanggapan, Bu Wanmei berusaha untuk duduk, dan ingin menyiapkan sendiri apa yang dia perlukan.


__ADS_2