Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 314 Kisah Kelam Ratu Yuna.


__ADS_3

Chapter 314 Kisah Kelam Ratu Alam Semesta Aurora.


Sontak semua orang berdiri dari tempat duduknya. Tubuh setiap orang bergemetaran, keringat dingin mulai keluar bercucuran di wajahnya.


Ratu Yuna yang sudah tahu sedari tadi menundukkan kepalanya dan memejamkan mata, dia tidak menyangka kedatangan mereka lebih cepat dari apa yang dia perhitungkan.


Batin Ratu Yuna penuh konflik, di dalam hatinya hanya ada 2 pertanyaan, mengikuti kemauan orang tua dan mengkhianati suaminya, atau melawan kehendak orang tuanya dan menjadi anak yang tidak berbakti.


"Apa yang harus aku lakukan? Jika aku berpaling dari suamiku, kemarahan lebih mengerikan. Tapi aku juga sudah berjanji akan kembali setelah waktu yang sudah disepakati bersama kedua orang tua ku." di hatinya Yuna berbicara pada sendiri.


"Semoga saja mereka tidak memprovokasi suamiku. Tapi...! Dengan sifat kesombongan Kun Tianba, dia pasti membuat murka suamiku, apalagi sifat kedua orang tuaku tidak jauh berbeda." batin Yuna sangat kebingungan.


"Bertanding, hanya itu satu-satunya jalan agar adil untuk semua orang, aku yang akan menjadi lawan Kun Tianba." Yuna akhirnya mendapatkan solusi, ia membuka matanya dan melihat punggung suaminya yang gagah.


Yuna juga melihat raut wajah banyak orang yang ketakutan, lalu ia berdiri dari tempat duduknya. Yuna mendekati suaminya dan berdiri disamping.


"Semuanya tenang, kita tidak perlu takut terhadap mereka." Ratu Yuna segera menenangkan semua orang, suaranya lembut dan penuh kasih.


Walau Ratu Yuna memakai topeng, dengan suaranya saja mampu menenangkan pikiran dan hati semua orang, seketika semua orang menjadi tenang dan kembali duduk.


"Energi pelindung Alam Semesta Aurora sangat kuat, pihak manapun tidak akan mampu menerobosnya. Tetapi kita juga tidak akan tinggal diam. Kita akan melawan siapa saja yang mengusik kedamaian alam ini.


Dalam 3 hari kedepan, kita akan menemui mereka. Kita tunjukkan jika kita tidak lemah, kita kuat dan kita bukan kesemek yang mudah di tindas." kembali Yuna berbicara dan memotivasi setiap orang yang hadir, Yuna juga mengajak mereka untuk melawan siapa saja yang ingin menyerang Alam Semesta Aurora.


"Hidup, Ratu Aurora. Hidup Ratu Aurora"


Entah siapa yang memulai mengelu-elukan Ratu Alam Semesta Aurora, seketika semua orang menjadi bersemangat dan bertepuk tangan.


Excel memandangi Ratunya, dan mereka berdua menggangukkan kepalanya. "Kami akan tunggu kalian di perbatasan paling barat, persiapan diri kalian masing-masing. Kita akan bertemu lagi 3 hari lagi." Guru Agung berkata kepada semua orang.


Bhuzhhhh


Kemudian, Guru Agung beserta semua wanita dan pasukannya menghilang dari hadapan semua orang. Kemudian, semua orang bubar secara teratur dan kembali ke tempatnya masing-masing.


Semua orang segera mempersiapkan dirinya, kali ini banyak orang yang lebih siap bertempur dari sebelumnya. Kabar berita tentang musuh dari 2 Galaxy menyebar dengan sangat cepat, banyak kekuatan dari segala penjuru berpartisipasi dalam peperangan kali ini.


Pasukan wanita, pasukan Naga dan pasukan Kekosongan telah siap berperang, bahkan kultivator di Benua Lubang Hitam juga ikut.


Tidak ketinggalan pasukan binatang buas, juga ikut berperang.


Fung Si Raja burung gajah memimpin banyak pasukan binatang buas, dari Griffin, Wyvern dan lain sebagainya. Sedangkan Jenderal Hu Bai, Jenderal Gaibian juga membawa pasukan khusus dari Rasnya.


Raja Long dari Ras Naga Api, Raja Huang dari Ras Phoniex, Raja Nanren, Raja Golem, Ras Dewa Dewi juga ikut berpartisipasi, mereka semua dari Benua Peri atau sekarang disebut Benua Biru.


Demikian juga dengan Benua Permata Hitam, kedua Raja itu juga ikut berpartisipasi, setelah Cang Juan memberikan kabar kepada mereka.


Dari Alam Keabadian, Raja Ashura, Raja Suzaku, Raja Kirin, dan Istana Surgawi, Ratu Lebah, Ratu Semut Merah, Ratu laba-laba 7 warna, Ratu Kelelawar, Ratu Echidna dari Ras manusia setengah ular.


Hampir seluruh penghuni Alam Semesta Aurora ikut berpartisipasi dalam peperangan besar. Mereka semua bersatu melawan musuh-musuhnya.


Tiga hari telah berlalu dengan cepat, segala persiapan telah dilakukan oleh setiap kultivator maupun segala kekuatan yang ikut berperang.


"Ayo kita berangkat." kata Excel kepada semua orang yang telah berkumpul, Excel berdiri di ujung dek depan kapal perang BESD1, di sisi kanan kirinya ada Ratu Yuna dan Ratu Yuke, dan pasukan wanita sudah bersiap di dalam hanggar.


Dibelakang kapal perang BESD1 banyak kapal perang yang ikut bergerak, mereka semua dari seluruh penjuru Alam Semesta Aurora, di atas mereka adalah pasukan Naga dan Pasukan Kekosongan yang sedang menunggangi burung gajah, Griffin, Wyvern. Ras burung Suzaku juga terbang bersama-sama.


Di perbatasan Galaxy Aurora, Kaisar Hernandes Celosia, Ratu Azalea Aurora dan Kun Tianba masih menunggu para Jenderalnya dan pasukan untuk menghancurkan dinding energi pelindung. Dalam 3 hari ini mereka dibuat frustasi karena tidak mampu menggores dinding energi pelindung itu.


"Apa kamu sudah bisa terkoneksi lagi dengan artefak Black Hole itu?" tanya Hernandes Celosia kepada Azalea Aurora.

__ADS_1


"Selalu gagal, mungkin pengaruh energi pelindung ini. Aku juga sudah menghubungi putri kita, tetapi juga gagal." jawab Ratu Azalea Aurora kepada suaminya.


"Hah. Putri kita selalu saja memusingkan kepala. Dia seperti almarhum kakeknya, yang selalu berbuat semaunya." ucap Kaisar Hernandes Celosia yang kesal kepada putrinya.


Boom... Boom... Boom


"Kalian semua berhenti. Kita tunggu putri ku datang dalam 6 hari lagi, mungkin dia bisa membuka energi pelindung ini." perintahnya kepada jenderal dan pasukannya yang masih berusaha menghancurkan dinding energi pelindung.


Serentak jendral dan pasukan berhenti, mereka terlihat kelelahan setelah menggunakan banyak energi Qi, tetapi hasilnya nihil.


"Mertua, kalian tenang saja, aku yakin istriku pasti menepati janjinya." ucap Kun Tianba kepada kedua mertuanya.


"Hahmm... Baiklah, kita tunggu dia." dengan menarik nafas dan menghembuskan dengan kasar, Kaisar Hernandes Celosia menjawab ucapan menantu kesayangannya.


"Apa itu?"


Sebelum kedua orang tua Ratu Yuna Aurora kembali menuju kamar pribadinya, mereka mendengar salah satu Jenderal berseru karena terkejut.


Dia melihat banyak aura yang kuat berkumpul di kejauhan. Segera Hernandes Celosia, Azalea, dan Kun Tianba memalingkan wajahnya kearah yang di tunjuk oleh Jenderal itu.


"Huff, dia datang. Melihat dia membawa banyak kekuatan, pasti dia akan menolak lagi." Kaisar Hernandes Celosia mendengus kesal saat meyakini yang datang adalah putrinya.


"Jangan kuatir, jika dia tidak mau, aku akan paksa dia. Aku heran dengan putrimu, sudah lemah tetapi masih saja keras kepala." Kun Tianba juga kesal dan terlihat sudah tidak sabar untuk membawa calon isterinya.


"Nanti aku yang akan bicara kepadanya. Kali ini dia harus menuruti kemauan aku, jika tidak mau, aku akan penjara dia di Jurang Maut." Azalea Aurora juga sedikit kecewa dengan sikap putrinya.


Tidak berselang lama, Excel, Yuna dan Yuke, akhirnya mereka bisa dilihat dengan jelas. Kun Tianba memicingkan matanya, dan tercengang melihat pria yang paling tampan melebihi dia.


Kun Tianba juga cemburu melihat isterinya berdiri berjajar dengan tangan saling berpegangan, walau Yuna dan Yuke memakai topeng, Kun Tianba dan kedua orang tua Yuna masih bisa mengenal putrinya dengan jelas.


Mata Kun Tianba juga melihat Yuke, dan sekali lagi buat Tianba cemburu, saat melihat Yuke juga memegang tangan pria itu. Kun Tianba menjadi marah dan niat membunuh telah keluar.


"Lihat putrimu, dia telah memiliki pria lain, apalagi pria itu sangat lemah. Apa hanya karena tampan sehingga putrimu mau bersanding dengan pria lemah itu..." Kun Tianba sangat marah dan mencemooh kedua orang tua Yuna.


Kun Tianba juga melihat beberapa wanita cantik yang berdiri di samping kedua wanita bertopeng, dia terkejut melihat banyak kecantikan bersama pria yang sudah dianggap musuhnya.


"Sialan, pria lemah kenapa selalu beruntung. Aku harus memiliki semua kecantikan itu, jika tidak, namaku bukan Kun Tianba." Kun Tianba berbicara kepada hatinya, dia sudah menargetkan semua wanita itu.


"Putrimu benar-benar melawan kita, dengan membawa banyak pasukan dan juga... Hmmm... Itu semua binatang langka. Kita musnahkan saja kehidupan disini dan kita jinakkan semua binatang langka itu, terutama Thunder Bird yang berada di bahu pria lemah itu." kata Kun Tianba yang berpura-pura geram dan memendam keserakahan saat melihat banyaknya kecantikan dan binatang langka di Alam Semesta Aurora.


"Bagaimana putriku bisa mengolahnya, bahkan Naga, Phoniex, burung gajah dan masih banyak lagi bisa hidup di Galaxy nya." Kaisar Hernandes Celosia juga terlihat serakah, dia tidak menduga jika putrinya mampu merawat banyak binatang langka.


"Aku juga tidak mengerti bagaimana putriku mampu menciptakan banyak kehidupan langka, dulu aku hanya memberikan artefak Black Hole yang masih kosong dan tergolong lemah." Azalea Aurora bingung dengan kemampuan putrinya, dia mengerutkan kening untuk mengingat lagi ingatannya.


Setelah kapal perang BESD1 berhenti didepan dinding energi pelindung, Ratu Yuna berjalan kedepan sendirian. Yuna berhenti saat jarak mereka terpaut 200 meter dari kedua orang tuanya dan Kun Tianba.


"Salam, Ibunda dan ayahanda." Ratu Yuna memberikan ucapan salam.


Semua orang kaget saat tahu jika musuh itu adalah orang tua dari Ratu Alam Semesta Aurora, mereka saling bertukar pandangan, dan terlihat kebingungan dengan situasi yang ambigu ini.


"Jadi musuh kita adalah orang tua dari Ratu Aurora...!" Raja Suzaku terkejut dengan peristiwa saat ini.


"Mungkin saja, dengan membawa banyak pasukan yang mencapai 30 miliar prajurit, pasti mereka berniat buruk." kata Lu Bai yang masih mempelajari situasi mereka yang bakal menjadi musuhnya.


"Berarti ini adalah peperangan antar keluarga...!" Raja Ashura juga ikut berbicara sambil memandang wajah Guru Agung yang masih tenang.


"Kita lihat dulu apa yang terjadi dengan Ratu Aurora dengan kedua orang tuanya." ujar Yang Wei yang penasaran dengan kisah Ratu Aurora.


"Ayo kembali, dan bawah semua binatang langka itu. Oh iya, sekalian bawah kapal perang raksasamu itu dan semua pelayan wanita. Untuk pria yang tidak berguna itu bunuh saja." kata Kun Tianba kepada Yuna sebelum kedua mertuanya membuka mulut.

__ADS_1


Boom... Boom


Seketika pasukan Naga, pasukan Kekosongan dan semua orang dipihak Ratu Yuna mengeluarkan basis kultivasinya, mereka sangat marah dengan penghinaan terhadap Guru Agung.


Hanya Excel dan pasukan wanita yang masih tetap tenang dan melambaikan tangannya, agar semua pasukan dan semua orang untuk menenangkan dirinya.


"Astagaaa..."


"I-ini... Si-siapa pria itu..."


Pihak kedua orang tua Yuna dan Kun Tianba shock Merasakan kekuatan dari pihak putrinya dan calon isteri, secara tidak sadar mereka berjalan mundur.


Kun Tianba tidak menyangka pria yang dianggapnya lemah memiliki pendukung yang setia. Kun Tianba segera menenangkan dirinya dan matanya menatap tajam kearah calon istrinya.


"Maaf aku tidak bisa kembali, aku sudah memiliki keluarga. Lebih baik kalian kembali." Ratu Yuna Aurora langsung menolak permintaan Kun Tianba dan mengusirnya secara halus.


"Putriku, kamu sudah berlebihan, kamu adalah Isteri dari Kun Tianba, suamimu adalah anak pertama dari penguasa tunggal Galaxy Nebula, tapi kamu sudah mengkhianatinya. Benar-benar putri yang durhaka." Kaisar Hernandes Celosia sangat marah, ia membentak putrinya.


"Kamu keterlaluan putriku, putuskan hubunganmu dengan dia, atau aku akan memutuskan ikatan antara anak dan orang tua." Azalea Aurora mengancam putrinya.


Tubuh Yuna gemetaran mendengar ucapan kedua orang tuanya, matanya sedikit lembab dan akan meneteskan air mata, tetapi Yuna segera menenangkan dirinya.


"Jika dia bisa mengalahkan aku, aku akan mengikuti kalian. Jika dia kalah, kita tidak ada lagi ikatan apapun, dan lagi dia bukan suamiku. Suamiku adalah dia." tantang Yuna kepada Kun Tianba dan menunjuk kearah Excel.


"Kurang ajar, kamu tidak pantas membuat aturan. Sebagai wanita kamu harus tunduk kepada orang tua." Kaisar Hernandes Celosia sangat marah dengan tindakan putrinya yang menantang menantu kesayangannya.


"Putri, hentikan omong kosongmu. Ikut kami segera, dan aku akan pastikan tidak membunuh pria itu." Ratu Azalea Aurora juga ikut geram melihat sifat keras kepala putrinya, apalagi memperkenalkan pria itu sebagai suaminya.


Kun Tianba tersenyum mendengar dirinya dibela oleh kedua mertuanya. Dia menatap tajam kearah pria yang dia benci, tetapi melihat pria itu dia menjadi kesal, karena pria itu terlihat santai dengan duduk di kursi.


"Ibunda dan ayahanda, aku punya pilihan untuk hidup dan masa depan ku sendiri. Dan aku tidak mau dijadikan alat pertukaran dengan pihak Galaxy Nebula." jawab Yuna dengan tegas kepada kedua orang tuanya.


"Hahaha... Benar-benar wanita yang tidak tahu statusnya. Kamu sebagai wanita lebih baik menurut dan bukannya melawan kedua orang tuamu.


Sudah sewajarnya wanita itu harus mengikuti keinginan orang tua tanpa harus dia menolaknya." Kun Tianba tertawa mendengar jawaban Yuna.


"K-kamu putri yang kurang ajar. Yuna, hentikan omong kosongmu. Cepat ikuti kami, jika kamu menolak dengan banyak alasan, detik ini juga kami berdua memutuskan hubungan darah." Kaisar Hernandes Celosia semakin marah dan membentak putrinya.


"Sungguh kemalangan seorang ibu melahirkan anak yang tidak berbakti dan melawan orang yang membesarkannya." Ratu Azalea Aurora geleng-geleng kepala dengan kecewa.


"Aku hidup sendiri sejak kalian membuangku, dan kalian datang disaat aku bisa berdiri sendiri. Kalian berdua hanya memberikan artefak itu, tetapi sudah merasa membesar aku. Ibu, apa itu sikap seorang ibu?" kata Yuna sambil meneteskan air matanya.


Perkataan Yuna menusuk hati ibunya, dan membuat tubuh ibunya gemetaran. Apa yang dikatakan Yuna adalah kebenaran yang sesungguhnya.


"A-aku, aku hanya ingin kamu selamat pada waktu itu, nak... Karena aku masih lemah untuk melindungi kamu pada waktu itu. Sebab itu aku hanya bisa memberikan artefak alami untuk melindungi kamu." jawab Ratu Azalea Aurora dengan sedikit terbata-bata, di matanya terlihat mulai lembab.


Mendengarkan keluhan Yuna, Kaisar Hernandes Celosia juga menjadi diam dengan menundukkan kepalanya. Tetapi dengan cepat ayah Yuna membuang rasa bersalahnya.


"Apa kalian tahu rasanya hidup sendiri saat masih bayi, apa kalian pernah memberikan aku kasih sayang dan ASI ketika aku haus? Apa kalian tahu bahaya apa yang aku alami ketika aku kecil?


Kalian tidak akan tahu rasanya dan kalian tidak akan pernah mengerti. Awalnya aku senang memiliki orang tua, tetapi aku kecewa memiliki orang tua yang tidak berhati besar dan bijaksana." Yuna meneteskan air matanya saat berbicara tentang masa lalunya.


Excel yang mendengarnya segera mendekati isterinya, dan memeluknya dari belakang. Excel juga tahu rasanya hidup sendiri, dibuang orang tua dia juga pernah, hidup sendiri dalam kemiskinan dan bahaya Excel juga pernah mengalaminya.


"Suami..." Yuna terkejut saat dirinya dipeluk didepan orang tuanya.


"Aku akan selalu menjagamu, sayangku. Tidak akan ada lagi orang yang menyakiti hatimu lagi." bisik Excel dengan lembut ditelinga isterinya.


Merasakan begitu besar cinta suaminya, membuat Yuna menjadi bahagia disaat dirinya dalam suasana hati yang kacau, Yuna semakin menangis dan membalikkan badannya untuk memeluk suaminya.

__ADS_1


"Bajingannnn, lepaskan tanganmu dari istriku..." Kun Tianba sangat marah saat melihat calon isterinya berpelukan mesra dengan pria lain.


"Putri, mulai detik ini jika kamu tidak kembali dan memutuskan hubungan kamu dengan pria lemah itu, maka kamu bukan anak ku lagi." Kaisar Hernandes Celosia juga ikut marah, dia membentak lagi dan lagi kepada Yuna.


__ADS_2