
Chapter 80 Kembali kekota Phoniex
Semalam Excel sendirian dikapal angkasa pertamanya dan berbicara dengan Qin Yang dan kakaknya yang telah Excel beri nama Qin Zhu, mereka berdua sangat senang saat Excel memberikan nama.
"Hoaaammm, pagi yang segar"
"Suami kamu dimana?" tiba-tiba giok komunikasinya bergetar dan terdengar suara Ling Xuan sedang mencarinya.
"Ada apa?" jawab Excel dengan nada datar dan terlihat masih marah.
"Ka-kami ingin berbicara dan kami semua sudah berkumpul dikapal BESD1" jawab Ling Xuan sedikit takut pada suaminya saat mendengar nada datarnya.
"Silakan bicara!"
"T-tapi kami ingin bicara bersama dengan kehadiranmu" balas Ling Xuan pada Excel yang kebingungan harus berkata apa, tapi setelah menunggu lama Excel tidak menjawab komunikasinya.
"Suamiku, jujur saja kami ingin meminta maaf" Shu Peijing yang kini menggantikan Ling Xuan untuk berbicara pada Excel, setelah menunggu sedikit lama akhirnya Excel menjawabnya.
"Kenapa kalian minta maaf? Memangnya apa salah kalian?"
Setelah Excel membalas batu giok komunikasi dan bertanya, membuat semua wanita kebingungan dengan perkataan dari suaminya.
"Apa yang harus kita katakan, kak" tanya Shu Eu-Meh kepada kakaknya Shu Peijing.
"Coba kita ingat lagi kejadian di rumah makan yang membuat suami kita marah" kata Shu Peijing kepada mereka semua yang saat ini berada diruang pertemuan dikapal BESD1, semua wanita saling menganalisa apa yang membuat suaminya marah dari awal Excel duduk hingga matinya Han Wen dan ayahnya.
"Mungkin aku memintanya untuk membatalkan misi dari suami kita!" kata Zhou Mei kepada semua wanita.
"Aku rasa bukan itu yang membuat suami kita marah!"
"Apa kita hanya diam saja melihat Han Wen menindas suami kita yang masih menyamar?"
"Suami kita bilang tentang harga dirinya?"
"Mungkin itu dia yang buat marah pada kita..."
"Cepat saudari Peijing jawab pertanyaan suami kita"
"Suami, kami minta maaf karena kami diam saja saat harga dirimu dihina dan malahan kami masih berkeinginan membela mereka." jawab Shu Peijing melalui giok komunikasinya.
"Haah, sudahlah. Kenapa aku marah dengan kalian? Jujur saja aku benar-benar kecewa dengan kalian, aku sudah memberikan kalian kekuatan agar kalian bisa menjaga diri dan juga menjaga harga diri kalian, tapi aku kecewa saat kalian dihina tanpa bertindak dan hanya bisa berbicara saja, jika hanya bisa bersuara saja apa bedanya kalian dengan katak..." kata Excel melalui batu giok komunikasi dan didengar semua wanitanya, seketika semua wanitanya menyadari apa yang membuat suaminya marah, suasana di ruang pertemuan semakin hening terlihat dimata mereka butiran-butiran air mata keluar dan mengalir di pipinya.
"Aku ingin kalian tegas terhadap penindasan yang banyak dilakukan musuh-musuhku, seperti binatang yang berada yang berada di rumah makan. Untuk kali ini aku akan memaafkan kalian. Dan aku sudah berada di kota Phoniex, aku ingin mempercepat rencanaku." kata terakhir Excel dari giok komunikasi seketika membuat semuanya wanita menangis haru dan saling berpelukan.
Sebagai Pasukan wanita Excel mendidik mereka dengan tegas tidak takut apapun terhadap semua musuhnya, tidak lemah walau diujung kematian, tidak takut dengan ancaman apapun, selalu berjalan tanpa ragu. Seorang prajurit harus memiliki mental yang kuat dan tidak mudah goyah terhadap musuh saat dimedan perang.
"Aku mengerti.."
"Benar, suami kita selalu mendidik kita dalam setiap tindakannya tanpa kita sadari selama ini"
"Walau suami kita marah, dia selalu menjaga ritme dalam menghadapi semuanya"
"Ayo kita menyusul suami kita"
"Iya saudari aku tidak ingin jauh dari suami kita"
Segera mereka membagi tugas, masing-masing melakukan tugasnya dengan cepat, dan ingin segera kembali kekota Phoniex dan bertemu dengan suaminya.
"Bibi, apa kita akan kembali kekota Phoniex?" tanya Qiaofeng yang sedari tadi sedang bermain dengan anak buahnya dan melihat bibi-bibinya terburu-buru melakukan tugasnya.
"Iya, kita akan menyusul suami kita, feng'er"
"Horeee, aku sudah merindukan pamanku" dengan berlari menuju ruang kendali dan duduk di kursi khusus miliknya dan hanya melihat apa yang dilakukan personil yang bertugas.
"Bibi, ayo cepat kita berangkat" pinta Qiaofeng yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Paman tercintanya.
Kota Phoniex kini semakin ramai dengan banyak penduduk baru yang menetap, pada awalnya mereka sangat kagum dengan keindahan kota Phoniex dengan gedung-gedung indah nan tinggi udara segar yang memiliki energi Qi yang tebal melebihi kota manapun.
Excel yang melihat wajah-wajah baru hanya tersenyum saja, dengan berdiri dianjungan kapal Excel memeriksa seluruh penjuru kota Phoniex, kotanya kini hampir penuh dengan banyak orang baru, anak-anak tertawa gembira saat bermain di taman hiburan, orang tua bahagia saat bekerja di ladang, suara ternak terdengar yang menambah kemakmuran kota Phoniex, nelayan mendayung perahunya untuk menangkap ikan menyebarkan jalanya dengan wajah ceria.
Excel turun dari kapalnya dan berjalan dengan santai, banyak aktifitas yang menyibukkan mereka tanpa mereka sadari jika pemilik kota sudah kembali.
"Selamat pagi"
Suara merdu terdengar ditelinga Ceng Fu yang sedang melatih prajuritnya, salam sapa yang tidak asing baginya, dengan memutar lehernya dan melihat sosok yang dihormati dengan segera melompat dan berlutut dengan satu lutut menyentuh tanah.
"Pemimpin"
Prajurit yang melihat komandan mereka berlutut dihadapan seorang pemuda yang baru berusia 17 tahun terkejut dan dengan segera semua prajurit mengikuti komandan Ceng Fu berlutut dibelakangnya.
"Pemimpin"
__ADS_1
Suara gemuruh saat ribuan prajurit menyapa pemimpinnya yang terdengar hampir seluruh kota Phoniex, segera aktivitas mereka hentikan dan buru-buru menuju balai latihan dan melihat wajah tampan yang tiada tanding dengan prestasi segudang.
"Kalian semua bangkit" kata Excel kepada semua prajuritnya dan maju melangkah menepuk bahu Ceng Fu dan menyapa semua prajuritnya yang kini sudah mencapai Lima puluh ribu orang.
"Hahaha, pemimpin kota datang"
Teriakan seorang pria muda yang begitu bersemangat dan memberitakan kedatangan orang yang selalu dirindukan keseluruhan penjuru kota dengan membunyikan lonceng di menara Kultivasi.
Teng teng teng
"Pahlawan muda telah datang"
Mendengar lonceng berbunyi dan seruan pemberitaan jika orang yang dinantikan telah kembali, dengan wajah bahagia dan ketawa semua orang berlarian menuju pusat kota.
"Nak, ayo kita temui idola kamu"
"Apaa...pahlawan muda kembali"
"Pria tampanku kembali... Hahaha"
"Letakkan pekerjaanmu ayo kita sambut pahlawan muda"
"Istriku cepat kita menemui pemimpin kota"
Terdengar suara panik yang ingin bertemu pahlawan mereka yang prestasinya mendahului orangnya yang telah datang di kota Phoniex.
Dhuuuuum
Nguuuunngg
Buuzzzhhh
Sebuah kapal perang raksasa dengan kecepatan tinggi melesat dan segera tiba di kota Phoniex dengan suara dentuman kapal berhenti dengan tiba-tiba, kemudian berlahan turun ditempat yang telah disediakan yang sesuai dengan ukurannya.
"Paman, aku merindukanmu"
Wuuuuussshh
Tanpa perduli akan terjatuh gadis kecil melompat dari ketinggian setelah melihat orang yang dia rindukan, sebelum kapal perang raksasa mendarat dengan benar Qiaofeng meluncur dari atas menuju pamanya.
"Hahahaha, gadis cantikku aku merindukanmu" balas Excel yang juga gembira melihat Qiaofeng yang selalu bisa menghiburnya dan menangkap muridnya agar tidak jatuh.
"Hahaha, kamu tahu gurumu terlalu sibuk, aku baru saja memusnahkan Sekte Racun Hitam.. Hahaha" Excel dengan bangga menceritakan kesibukannya kepada murid kesayangannya yang tanpa dia sadari didengar semua orang yang mengerumuninya, untung saja dengan sigap prajurit melindungi pemimpinnya agar tidak kewalahan dengan antusias penduduk kota.
"Hahaha, lihat pamanku habis memusnahkan orang jahat" Qiaofeng yang juga bangga dengan pamannya dan berbicara dengan semua orang. Semua orang yang ada perkumpulan terkejut sekali lagi dengan prestasi yang pemimpin mereka torehkan lagi.
"Pemimpin" suara lelaki tua yang tidak lain adalah ayah Xue juga telah hadir dengan diikuti murid tua Excel Xue Tong, Xue Cing, Ling Ba, Xue MU dan sejumlah penanggung jawab kota yang mengikuti ayah Xue.
"Hahaha, ayah mertua bagaimana kabarmu" sapa Excel kepada ayah mertuanya dengan tetap mengendong Qiaofeng yang tidak mau diturunkan.
"Hahaha, bocah kamu selalu saja bikin sensasi lihat kekacauan yang kamu buat" balas ayah Xue yang sangat bangga dengan menantunya.
"Suami"
Terdengar suara ribuan wanita memanggil Excel dengan suara merdu seperti paduan suara yang indah, seketika semua orang memberikan jalan kepada delapan ribu lebih wanita yang tidak lain adalah isteri pemimpin kota.
Ya, pemeran utama kita sudah terkenal dengan sifat playboy-nya yang memiliki ribuan isteri yang memberlakukannya secara adil dan merata.
"Salam nyonya muda"
Salam semua orang saat pasukan Phoniex berjalan dijalan yang diberikan penduduk kota, berjalan dengan anggun dengan perlengkapan perang yang menutupi tubuh indah mereka.
"Ratu Shu Peijing"
"Ratu Yang Ruolan"
"Permaisuri"
"10 kecantikan benua Venus"
"Anak langit"
"Apa ini semua isteri pemimpin kita?"
"Bodoh, sudah tahu nanya"
"Akkhh, aku juga ingin bergabung dengan pasukan mereka"
Semua komentar terlontar dari mulut penduduk kita yang kagum dengan semua isteri pahlawan muda, bahkan semua orang bisa mengenali sosok terkenal yang tergabung dengan pasukan Phoniex.
"Hallo. Apa kalian juga merindukanku" balas Excel yang mendengar suara istrinya memanggil.
__ADS_1
"Huuufff, merasa tak berdosa setelah berberapa hari selalu membuat kita kebingungan" jawab Ling Xuan yang cemberut mendengar perkataannya.
"Baiklah, aku akan berbicara pada kalian semua mumpung kalian semua perkumpulan disini" kata Excel yang buru-buru berbicara kepada semua orang sebelum semua isterinya protes.
"Besok lusa aku akan memulai membangun Kekaisaran Agung, dimulai dengan membuat formasi pelindung pada jalan penghubung antara kota Phoniex dan benua tengah.
Siapa saja yang ingin bekerja sama denganku untuk membangun Kekaisaran Agung, aku akan memberikan upah 100 koin emas perhari, aku akan selalu didepan untuk melindungi kalian dari terjangan binatang buas yang terkenal ganas dibenua tengah, jadi kalian jangan kuatir saat bekerja" kata Excel yang bergema di seluruh kota segera disambut sorak-sorai kegembiraan, mereka gembira bisa menjadi bagian kebesaran pemimpin kota, dan juga 100 koin emas adalah upah yang sangat tinggi bagi kebanyakan orang dibenua Venus.
"Ceng Fu atur jadwal pasukan yang untuk bergabung dalam pembangunan Kekaisaran" perintah Excel kepada Ceng Fu.
"Baik, pemimpin kota" kata Ceng Fu yang senang bisa ikut andil dalam sejarah yang akan dibuat pemimpin kota yang dia hormati.
Huuu
Huuu
Huuu
Suara yel-yel pasukan bergemuruh di kota Phoniex yang menandakan kegembiraan pasukan kota Phoniex yang ikut senang bisa berguna bagi pemimpin kota.
"Hidup pahlawan muda"
"Hidup pemimpin kota"
"Hidup Paman"
"Panjang umur pahlawan muda"
Sorak-sorai tak ada henti-hentinya dikota Phoniex saat berita yang menggembirakan didengar semua orang, benua tengah yang terkenal ganas akan ditaklukkan pahlawan muda akan menjadi sejarah baru dibenua Venus.
"Kalian yang ingin bergabung dalam pembangunan Kekaisaran Agung bisa mendaftarkan diri di Paviliun Bunga Mentari dan untuk semua penduduk kalian bisa kembali beraktivitas karena aku akan mengadakan rapat" kata Excel yang menghentikan teriakan kegembiraan semua penduduk kota. Dengan segera mereka bubar dan mengobrol dengan gembira meninggalkan Excel dan mereka yang akan rapat.
"Kita akan rapat di Colloseum" ajak Excel kepada semua orang dan berjalan menuju tempat bertarung bagi prajurit, dan pengunjung kota yang ingin ikut dihentikan prajurit dan menyuruh mereka melakukan aktivitasnya.
Ditengah arena tempat bertempur Excel berdiri dengan didampingi 30 wanita sebagai wakil dari delapan ribu istrinya, dan Excel mengeluarkan banyak kursi sofa untuk mereka duduk dan hanya Excel yang berdiri.
"Terima kasih sudah berkumpul, aku langsung membuka rapat. Pertama aku akan membangun akses jalan menuju benua tengah agar aman saat melintasi dari buasnya binatang air.
Kedua aku akan membagi Kekaisaran Agung menjadi lima bagian.
Pusat, barat Utara timur dan selatan. Kecuali pusat, empat bagian lainnya akan dipimpin seorang raja yang akan aku pilih dengan cara ujian kompetensi, ujian kompetensi akan aku jelaskan setelah pembangunan selesai.
Ketiga, tiap raja, jendral, dan pejabat pemerintahan tidak aku pilih dari status tinggi siapa saja bisa mencalonkan diri, setelah lulus dari ujian dengan nilai yang akan memberikan posisi kepada mereka.
Masa jabatan tiap posisi hanya akan berlangsung selama 20 tahun dan bisa melanjutkan menjabat lagi dengan cara yang sama yaitu melalui ujian penilaian.
Keempat..." Excel berbicara dengan semua orang dengan menggunakan Qi-nya yang bisa didengar seluruh penjuru kota Phoniex.
Banyak orang yang tadinya ingin melanjutkan bekerja menjadi diam dan mendengarkan dengan seksama semua perkataan pemimpin kota Phoniex.
Tiap point rapat yang terlontar dari pemimpin kota selalu menjadikan sorak-sorai seluruh penduduk kota, bahkan para pengunjung atau wisatawan juga ikut mendengarkan dan juga bersorak-sorai gembira.
"Hahaha, aku akan ikut dalam ujian walau Kultivasiku rendah"
"Iya, ini baru adil, tidak lagi menggunakan kekuatan untuk menjadi seorang pemimpin"
"Kamu benar teman, kita harus mengandalkan kecerdasan untuk memimpin suatu kota"
"Berhenti, pemimpin kota berbicara lagi"
"Hahaha, anakku bisa masuk ke sekolah yang lebih tinggi lagi dengan biaya ringan"
"Horee, aku bisa belajar disekolah yang lebih tinggi"
"Dari sini apakah kalian memiliki saran pendapat atau ide dalam rencana pembangunan yang akan dilaksanakan dalam dua hari lagi?" kata Excel yang sudah berbicara banyak tentang rencana membangun Kekaisaran Agung dengan point-point penting terlebih dahulu.
"Pemimpin, bagaimana dengan pendapatan Kekaisaran Agung untuk pengembangan selanjutnya?" kata ayah Xue yang merupakan seorang pebisnis handal.
"Hahaha, itu mudah ayah mertua. Dengan melatih pengusaha-pengusaha baru dan memberikan modal, dari hasilnya kita akan berbagi untung, sama seperti di Paviliun Bunga Mentari, contoh kita akan melatih seorang Alchemist dimana hasil karyanya kita yang akan mempublikasikan, pengusaha baru tersebut juga bisa mendirikan sebuah perusahaan untuk pengembangan dan kita akan memberikan sumberdayanya. Contoh lagi, kita akan melatih seorang ahli smelting atau pande besi tiap karyanya kita juga yang akan mempublikasikan-nya dan juga memberikan sumberdayanya, dari hasilnya kita bisa menjualnya melalu lelang atau secara langsung kepada pemimpin wilayah tetangga..." kata Excel yang menjawab pertanyaan ayah Xue dengan jelas bahkan penghasilan yang bisa menguntungkan Kekaisaran Agung.
"Hahaha, menantuku kamu sungguh otak pebisnis selain mampu memimpin dengan bijaksana" balas ayah Xue yang bangga dengan menantunya.
"Apa ada lagi ide atau pendapat yang lain?" kata Excel yang tidak ingin ayah mertuanya terlalu memujinya.
"Suami, lalu bagaimana dengan kultivator liar yang tidak ingin bergabung tapi ingin mendapatkan penghasilan lebih dari Kekaisaran Agung?" tanya Hu Ru Ming pada Excel, dia pernah merasakan menjadi seorang kultivator liar saat melarikan diri dari keluarga Hu pada waktu itu.
"Hehehe, itu sudah aku pikirkan dan jawabannya sangat mudah. Pertama bisa menjual hasil berburunya atau hasil dia menambang.
Kedua dia bisa menjadi seorang guru lepas disebuah akademi yang akan aku bangun lebih banyak lagi, dengan upah perbulan 1000 koin emas.
Ketiga dia juga bisa menjadi prajurit cadangan disaat keadaan genting yang dihadapi Kekaisaran Agung dengan memberikan sumberdayanya Kultivasi dan perlengkapan perang dan tempat tinggal sementara selama dia menjadi guru lepas atau prajurit cadangan Kekaisaran Agung." jawab Excel dengan lancar dan sepertinya sudah direncanakan jauh hari, pada awalnya semua isterinya bingung bagimana suaminya memiliki semua perencanaan tanpa mereka ketahui?
__ADS_1