Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 214 Kemarahan Niu Qinglin.


__ADS_3

Chapter 214 Kemarahan Niu Qinglin.


Semua pasukan wanita ingin sekali meremas kepala ketiga leluhur dari sekte racun hitam, tetapi semua wanita masih menahannya setelah Yuke melambaikan tangannya sebagai isyarat untuk tenang.


"Mereka menginginkan artefak alami tombak trisula milik Dewi samudera." jawab leluhur ketiga setelah menenangkan dirinya dari rasa takut saat niat membunuh semua pasukan wanita tertuju padanya.


"Oh... Lagi-lagi sifat serakah istana langit surgawi... Ckckck...! ingin rasanya aku menghancurkan sesegera mungkin." kata Dewi Gong Li yang dengan mendecakkan lidahnya, dia juga sangat jijik melihat perilaku istana langit surgawi, salah satu dari 29 wanita setingkat Sang Void mampu dengan mudah menghancurkan istana langit surgawi jika mereka diijinkan oleh suaminya maupun Ratu alam semesta aurora ini.


"Hahaha. Itu bukan urusan kami, kami hanya dibayar setelah mereka membeli racun yang kita ciptakan." balas leluhur ketiga yang tetap tidak merasa bersalah.


"Tetap saja akibat perbuatanmu kerajaan air menjadi kekacauan hingga sekarang...!" kata Qiaofeng yang semakin marah melihat raut wajah ketiga leluhur itu yang tidak merasa bersalah jika mereka menjual racunnya.


"Adik, biarkan aku yang membalaskan dendam-mu." kata Niu Qinglin dengan melihat Qiaofeng yang terlihat benar-benar sangat marah.


"Baiklah, jangan beri kematian cepat, siksa dia tanpa ampun." jawab Qiaofeng kepada Niu Qinglin yang hanya mengangguk-kan kepalanya.


"Hehehe... Ayo maju jika kamu tidak ingin lumpuh dan mati secara berlahan dengan rasa sakit yang luar biasa." ejek leluhur ketiga tanpa rasa takut bahkan menantang Niu Qinglin untuk segera mendekatinya.


"Bodoh, kamu pikir tidak ada penangkal racun Tetradotoxin itu..." jawab Niu Qinglin karena sebelumnya sudah mengkonsumsi pil penangkal racun disaat memasuki goa tempat persembunyian dari sekte hitam itu.


Zlaaapp


Niu Qinglin langsung menghilang dari hadapan leluhur ketiga, segera leluhur ketiga menjadi waspada dengan menyebarkan kesadarannya untuk melacak keberadaan musuhnya.


"Sialan...." leluhur ketiga mengumpat saat merasakan kepalan tangannya musuhnya sudah berada dibelakangnya, disaat dia akan menoleh dan menghindar, kepalan tangannya Niu Qinglin sudah menghantam kepalanya dengan keras...


Booommm


"Bang... Bang... Bang... Bruuukkk... Aaaahh"


Ledakan dari pukulan itu sangat mengerikan hingga pukulan Niu Qinglin membuat leluhur ketiga terpental dan menabrak banyak pepohonan, teriakan kesakitan saat kepalanya dipukul.


Sengaja Niu Qinglin tidak ingin membuat musuhnya mati dengan cepat, jika Niu Qinglin mau dia mampu meledakan kepala itu dengan mudah.


"Sial, sial... Cepat sekali dia" kata leluhur ketiga dengan berusaha bangkit, kepalanya terasa pusing dan berkunang-kunang setelah pukulan itu, darah mengalir disudut kepalanya termasuk darah juga keluar dari telinganya.


Semua penonton dan kedua leluhur itu terkejut dengan kecepatan fisik dari Niu Qinglin, "mengerikan, hanya kekuatan fisiknya saja mampu membuat adik kita merasakan kerugian." bisik leluhur kedua kepada kakak tertuanya.


"Iya, perkiraanku kekuatan fisiknya setingkat berlian tahap awal, bagaimana jika menggunakan seluruh basis kekuatannya yang sebenarnya?" jawab leluhur tertua kepada adiknya.


"Perkiraanku kekuatannya berada pada level 30, bagaimana caranya dia berlatih dan mencapai tingkat itu disaat masih muda...?" tanya leluhur ketiga kepada kakaknya.


"Aku tidak tahu, yang paling misterius dan mengerikan adalah 31 wanita yang memakai topeng itu, diantara mereka kamu bisa lihat 2 wanita yang paling misterius dari 29 wanita itu. Dengan perkataan mereka yang meremehkan istana surgawi aku yakin mereka mampu membuat istana surgawi menjadi berantakan." jawab leluhur tertua itu, dia sudah menyelidikinya semua pasukan wanita dengan menyebarkan kesadarannya, sayang sekali disaat itu kesadaran terluka karena dilawan oleh Dewi Sri saat berbicara tadi.


Terlihat wajah leluhur tertua sangat pucat, sudah dipastikan jiwanya telah terluka disaat diblokir oleh dewi Sri, dia menyesal perbuatan konyol yang ingin tahu kekuatan musuhnya ini.


Memulihkan jiwa yang terluka tidaklah mudah, membutuhkan banyak ramuan herbal yang langka, seperti rumput 3 daun hati murni berusia 30 tahun, buah hati Budha yang matang berusia 10 tahun dan yang paling sulit bahkan sudah tidak ada adalah cairan giok roh murni.


Belum lagi mencari seorang Alchemist tingkat dewa, dibenua biru sudah tidak mungkin ada, hanya seorang alchemist tingkat dewa yang mampu meramunya.


Disaat kedua leluhur itu berbicara, leluhur termuda telah berdiri, dia mengeluarkan senjata pedangnya yang berwarna hitam akibat telah diolesi racun untuk melumpuhkan musuhnya.

__ADS_1


Niu Qinglin juga mengeluarkan pedangnya, pedang es abadi, setelah pedang es abadi dikeluarkan, seluruh area radius 1.000 meter menjadi dingin yang ekstrim, semua orang mengigil kedinginan dan mengeluarkan energi Qi untuk melindungi dari rasa dingin itu.


"Sialan, pedang roh artefak tingkat mahadewa" umpat leluhur ketiga yang mengetahui jenis pedang yang dipegang ditangan kanan Niu Qinglin, dia segera memblokir rasa dingin dengan menyelimuti elemen api dan pedangnya, tetapi dia kembali shock jika energi Qi miliknya tidak mampu menahan rasa dingin yang dikeluarkan oleh musuhnya.


Tidak hanya leluhur ketiga, tetapi kedua kakaknya juga kaget melihat pedang Niu Qinglin, terlihat mata yang serakah melihat senjata milik Niu Qinglin.


"Sliinng..." Niu Qinglin menebas pedangnya kearah leluhur ketiga, segera terlihat bilah-bilah energi pedang es abadi melesat kearah targetnya dengan sangat cepat.


"Bajingan..." sekali lagi leluhur ketiga mengumpat ketakutan saat energi pedang itu menuju kearahnya, dia segera memblokir dengan pedangnya


Booommm


"Aakkkhh..." sayang sekali serangan cepat Niu Qinglin yang masih bisa diblokir membuat kedua tangannya untuk menahan menjadi beku dan pedang yang diselimuti api juga ikut membeku.


"Sekte racun hitam memang pantas dimusnahkan, segala racun yang kalian ciptakan hanya untuk mencelakai banyak orang yang tidak bersalah." kata Niu Qinglin dengan melayang diatas tanah dengan jarak 2 meter, setiap langkahnya menciptakan bunga-bunga es yang membekukan sekitarnya.


Area itu semakin dingin dan dingin, membuat udara juga membeku secara berlahan, Niu Qinglin benar-benar sangat marah dengan kejahatan istana langit surgawi dan juga sekte racun hitam.


Semua orang semakin menjauhi medan pertempuran mereka berdua, hanya pasukan wanita yang berada diatas kapal yang tidak terpengaruh dengan hawa dingin yang Niu Qinglin keluarkan.


"Kak, kita harus membantu adik kita, jika tidak dia akan mati dengan mudah." pinta leluhur kedua yang tidak ingin adiknya mati ditangan Niu Qinglin.


"Aku juga berpikir begitu, tetapi keadaan kita benar-benar sial, racun Tetradotoxin saja tidak mampu berpengaruh pada semua wanita itu, apalagi kekuatan kita apa bisa mengalahkan mereka semua? Aku pikir itu tidak mungkin.


Kamu terus berusaha meminta bantuan istana surgawi, dengan adik kita yang mencoba mengulur waktu, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini." jawab leluhur tertua dengan transmisi suara yang hanya bisa mereka berdua dengarkan.


Leluhur kedua terus-menerus mencoba berkomunikasi dengan istana langit surgawi tetapi usahanya selalu sia-sia, jika mereka tahu niat istana langit surgawi yang sengaja tidak memperdulikan mereka, sudah pasti ketiga leluhur itu akan membencinya.


"Ini pertarungan hidup dan mati, sebelum salah satu dari kita mati pertarungan ini tidak akan berhenti." jawab Niu Qinglin dengan dingin dan terus berjalan maju mendekati leluhur ketiga.


"Sial, sial... Kalian semua wanita yang menyebalkan, jika aku mati kita akan mati bersama...hahaha." leluhur ketiga sudah sangat frustasi dengan mengumpat semua pasukan wanita, dia mengancam semua wanita.


Tiba-tiba seluruh tubuhnya membengkak dengan cepat, energi alam disekitarnya mengalir deras memasuki tubuh leluhur ketiga yang ingin meledakan dirinya.


"Adik, hentikan tindakanmu..."


"Saudaraku, kamu bodoh, semua bisa dibicarakan..."


Kedua kakaknya sangat panik mengetahui niat adik bungsunya yang akan menghancurkan dirinya, jika itu terjadi tidak hanya dia saja yang mati, bahkan benua ini juga hancur.


Energi alam sangat cepat memasuki tubuh leluhur ketiga, alam disekitarnya bergemuruh dengan angin yang sangat kencang, semua orang merasakan kengerian yang dibuat leluhur ketiga.


"Hahaha... Aku membenci semua kehidupan ini... Hahahaha. Jika aku harus mati biarkan kalian semua mengikutiku... Hahaha." leluhur ketiga ketawa penuh kebencian dia sudah menjadi gila, dia sudah tidak perduli dengan usaha kedua kakaknya yang ingin menghentikan dirinya.


"Bodoh... Domain es abadi, perisai pengurung." kata Niu Qinglin yang tahu niat dari musuhnya yang ingin meledakan dirinya, dengan segera dia mengeluarkan tekniknya untuk melindungi benua biru dari ledakan itu.


Bhuuuzzzhh


Sebuah cahaya keluar dari dahi Niu Qinglin dan menyelimuti area seluas 1 kilometer dan dimana leluhur ketiga berada sebagai titik pusatnya, leluhur ketiga sangat kaget jika usahanya meledakan diri diketahui musuhnya, dia ingin menghentikan proses penghancuran diri tetapi sudah terlambat, Niu Qinglin segera menjauhi area domain es abadi agar dirinya tidak terkena akibat ledakan yang mampu menghancurkan benua biru.


"Sialan, orang tua itu akan meledakan dirinya... Cepat lari..."

__ADS_1


"Aku tidak ingin mati... Aku tidak ingin mati... Idiot hentikan tindakanmu."


Semua orang buru-buru berlari sejauh mungkin ketika tahu tubuh leluhur ketiga akan meledak, penghancuran diri seorang dewa absolute mampu menghancurkan benua biru, karena itu semua orang ketakutan dan berusaha melarikan diri sejauh mungkin, banyak orang memaki-maki leluhur ketiga karena tindakannya, hanya pasukan wanita yang masih diam dan tidak ketakutan sama sekali karena kehadiran dari Ratu Yuna dan Yuke yang bisa melindungi alam semesta aurora ini.


Boom... Booommm


Ledakan sangat hebat menggoncang area domain es abadi yang ternyata sudah diperkuat oleh Yuke dengan membuat formasi pelindung.


Benua biru sedikit bergetar setelah ledakan hebat itu, segera kekuatan sekelas dewa absolute buru-buru menuju arah ledakan hebat, yang suara ledakan mampu didengarkan hampir seluruh benua biru.


Excel hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tindakan bodoh dari leluhur ketiga, "Disaat seekor kucing yang terdesak, dia sanggup mengigit anjing hingga terluka parah" gumam Excel yang selalu mengawasi alam semesta aurora ini, maksud perkataan Excel adalah, disaat setiap orang yang hidupnya terasa terjepit akan sanggup melakukan apapun, bahkan jika itu merugikan dirinya dan orang disekitarnya.


Tempat dimana domain es abadi benar-benar hancur total, sebuah lubang seluas 1 kilometer membuat seperti danau yang dalam akibat ledakan dahsyat itu.


Jika Yuke tidak memperkuat domain es abadi sudah dipastikan benua biru ini akan hancur juga, penghancur diri seorang dewa absolute seperti bom nuklir yang mengerikan.


Kedua leluhur itu juga sudah melarikan diri sejauh mungkin disaat adiknya meledakan dirinya, kesempatan ini mereka pergunakan sebaik mungkin agar bisa lolos dari kematian yang tidak bisa mereka tawar lagi.


Yuna dan Yuke yang tahu hanya membiarkan kedua orang tua itu yang kabur, seandainya dari awal mereka bertiga tidak mengeluarkan niat membunuhnya yang ditujukan kepada pasukan wanita, Yuna tidak akan peduli dengan ketiga leluhur itu.


"Sayang sekali, sayang sekali... Tidak mudah mencapai tingkat dewa absolute... Sekali lagi alam semesta ini kehilangan sosok orang yang hebat." desah Yuna saat kehilangan 1 orang dewa absolute, membina setingkat dewa absolute tidaklah mudah, membutuhkan waktu yang lama dan sumberdaya yang sangat besar.


"Mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi..." jawab Yuke yang juga menyesali perbuatan bodoh leluhur ketiga itu.


Semua bawahan Excel segera berdatangan dan melihat sebuah lubang yang sangat besar dan area 1 kilometer benar-benar hancur total.


"Hah, kita melewatkan pertunjukan hebat" kata leluhur awan berkabut saat mengetahui jika ada pertempuran hebat disini.


"Kita terlambat lagi... Hahaha"


Semua bawahan Excel berkomentar satu persatu saat melihat kejadian yang mampu menggoncang alam semesta ini, mereka semua datang kekapal angkasa saat melihat kedua Ratu itu dan memberikan hormatnya.


"Kalian segera memasuki formasi penghalang itu yang memiliki kekuatan dibawa tingkat dewa absolute, energi setingkat dewa absolute akan memberikan banyak manfaatnya untuk meningkatkan kekuatan kalian." perintah Yuna kepada seluruh pasukan wanita termasuk putri-putrinya.


Memang terlihat kabut energi Qi dewa yang sangat tebal didalam formasi pelindung yang dibuat Yuke, segera semua pasukan wanita memasuki area ledakan itu, mereka langsung duduk bersila untuk menyerap energi kekuatan milik leluhur ketiga sudah mati.


"Shuwan, Seng Huaran dan Seng Qiao kalian lindungi mereka hingga selesai, dan untuk kedua orang itu yang kabur biarkan saja, ada saatnya nanti mereka akan muncul lagi." kata Yuna kepada ketiga wanita yang dipanggil namanya.


"Baik, saudari."


Yuna melambaikan tangannya, saat tangannya melambai energi Qi dewa milik pemimpin sekte racun hitam memasuki formasi penghalang.


Semua orang kagum dengan tindakan dari Ratu alam semesta aurora yang mampu dengan mudah mengumpulkan energi Qi kekuatan dewa absolute untuk diserap oleh pasukan wanita termasuk putri-putrinya.


Energi milik kedua dewa absolute yang sudah mati masih memilik banyak manfaatnya bagi kekuatan setiap kultivator dibawah tingkat itu, sebenarnya energi Qi dewa milik dewa absolute juga mampu meningkatkan kekuatan dewa absolute yang lainnya, tetapi tidak terlalu banyak meningkatkan kekuatan mereka.


Sebab itu Ratu Yuna hanya memerintahkan kekuatan dibawah dewa absolute saja, agar manfaatnya bisa maksimal untuk diserap, semua orang yang berlarian karena ketakutan kini kembali lagi dan melihat sebuah danau baru yang diciptakan oleh ledakan hebat.


"Mengerikan..."


Hanya satu kata untuk mengungkapkan hebatnya ledakan dari penghancuran diri dari seorang dewa absolute.

__ADS_1


__ADS_2