
Chapter 231 Memasuki Alam keabadian.
Di dalam dunia jiwa Excel menghajar semua wanita termasuk putri-putrinya dengan tongkat naga sakti selama 2 bulan penuh, tepatnya 140 ribu tahun lebih di dunia jiwa dan 2 bulan di dunia luar, Excel memberikan esensi atau air surganya didalam rahim semua wanita, lalu menyegel goa siluman agar air surganya tidak terbuang percuma.
Semua wanita kini sedang berkultivasi biasa dengan menyerap nutrisi air surga yang sudah diberikan kepada semua wanitanya termasuk Yuna dan Yuke.
"Mereka akan menyerap nutrisi air surga paling cepat 5 bulan, perkiraan ku mereka mampu menerobos hingga tingkat Realm True Alfa, jika aku terus mengisi ulang lagi rahimnya sebanyak 3 kali berkultivasi ganda!" gumam Excel yang sedang membersihkan diri didalam kolam susu stalaktit, Excel juga memiliki pelayan yang sudah memiliki pasangan dan juga sudah menerima segel keempat, saat ini Excel sedang dilayani layaknya seorang Kaisar Agung.
"Bagaimana perkembangan kultivasi kalian?" tanya Excel kepada 4 pelayan wanita, yang usianya termuda 25 tahun dan yang tertua 40 tahun.
"Maaf, Yang Mulia. Perkembangan kami sangat baik berkat sumberdaya yang Ratu Yuke berikan," kata kepala pelayan yang bertugas mengatur semua pekerjaan pelayan dan kebutuhan keluarga besar Excel sebagai kaisar Agung.
"Bagus. Jangan sungkan jika kalian membutuhkan sesuatu untuk kebutuhan kultivasi dan juga rumah tangga, aku paling tidak suka melihat semua orang ku merasa kekurangan maupun ketidakadilan!"
"Terima kasih, Yang Mulia atas perhatiannya."
"Aku akan pergi ke Alam Keabadian selama semua wanitaku sedang berkultivasi.
Kalian jangan kuatir selama kalian memiliki segel kalian bisa keluar masuk ke Dunia Jiwa ku maupun kembali ke Benua Biru, katakan kepada pimpinan Benua Biru untuk lebih giat dalam berkultivasi selama aku pergi!"
"Baik Yang Mulia, hamba akan sampaikan."
Kata kepala pelayan itu yang sedang mengatur anak buahnya untuk melayani Kaisar Agung, semua pelayan wanita sangat bahagia setiap kali berdekatan dengan Excel, apalagi saat Excel keluar dari kolam dengan telanjang, tongkat besar dan panjang hampir 45 cm membuat semua pelayan yang memilik pasangan menjadi panas dan sudah basah.
Untung saja mereka telah dilatih dengan baik secara profesional saat melayani Excel dan semua wanitanya, tidak butuh lama Excel memakai pakaiannya yang berwarna biru dan celana hitam, pakaian sengaja diciptakan oleh Yuna, Yuke dan semua wanitanya, pakaian jenis Artefak tingkat Alfa level 99 dengan model yang cocok untuk Excel gunakan.
Sebenarnya Excel mampu membuat pakaian sendiri yang lebih kuat dan bagus, tetapi demi menghargai kerja keras semua wanitanya, Excel tetap memakainya dengan senang hati.
Wushh...
Excel muncul di hutan liar tepatnya di Alam Keabadian, hutan tempat Excel berada sangat lebat dengan energi Qi semesta, setelah melewati hutan yang dikenal dengan hutan belantara, memasuki wilayah perbatasan antara hutan belantara dan gerbang pertahanan tingkat pertama dari istana surgawi.
Tujuan Excel menuju Alam Keabadian untuk mencari bakat-bakat yang terpendam yang tidak diketahui oleh istana surgawi. Luas Alam Keabadian hampir sebesar separuh Benua Biru, walaupun hanya setengah luasnya dari Benua Biru, Alam Keabadian sangat sulit dijelajahi karena medan pegunungan, lautan, lembah curam, gurun dan hutan yang sangat luas.
Excel berjalan santai seperti biasanya dan menikmati pemandangan hutan yang indah, raungan binatang jelas terdengar suaranya.
Jika dibandingkan dengan Benua Asal Muasal jauh sekali perbedaannya, di Benua Asal Muasal melimpah dengan sumberdaya alamnya dan juga banyak binatang super langka.
Excel terus berjalan menyusuri setapak yang sudah ada, mungkin banyak kultivator yang memasuki hutan belantara ini jika dilihat ada jalan setapak.
Claaanng
Boom...
"Moo..."
"Kepung dia jangan sampai lepas, ini binatang peringkat 5, binatang Banteng!"
Excel mendengarkan suara pertempuran saat sedang berjalan, dengan segera Excel menghilang dan sudah berada di batang pohon, dia duduk di batang pohon dan melihat 4 orang sedang melawan fire beast yang ukurannya sangat besar, panjangnya 6 meter dengan tubuh menyala dengan nyala api, di kepalanya memiliki dua tanduk.
"Bang..." 3 pria dan 1 wanita saling bertarung dengan Banteng itu, terlihat wanita itu sebagai pemimpinnya karena memiliki basis kultivasi tingkat dewa samudera level 8, 1 pria berada pada tingkat dewa langit level 9, sisanya pada tingkat dewa langit level 4.
Wanita itu berusia 20 tahun, pria yang berlevel 9 berusia 23 tahun, sisanya berusia 21 tahun, jika mereka berada di Benua Venus sudah pasti sangat jenius.
Excel dengan santainya bersandar di pohon dan memakan camilan kacang, Excel melihat jika kekuatan binatang itu memiliki kekuatan tingkat Dewa Naga level 2, keempat orang itu kewalahan melawan 1 binatang Banteng karena tingkat kultivasi jelas jauh berbeda.
"Bang...!!" wanita itu sangat lincah saat menghindari tanduk Banteng, hingga pohon yang besar hancur terkena tanduk binatang Banteng berapi.
"Bang ... Aaaahh!!" wanita itu terkena semburan bola api dari Banteng, dia sangat terkejut serangan tiba-tiba dari Banteng.
"Senior!!"
__ADS_1
"Bang... Bang... Bang"
Disaat ketiga pria itu ingin menyelamatkan wanita itu, si Banteng langsung mengeluarkan bola api dari mulutnya sebanyak 3 kali hingga ketiga pria itu terpental.
"Sialan!! ... Uhuk uhuk..." pria level 6 itu memaki Banteng yang menyerangnya, dia terlihat sangat kesakitan.
"Apa kalian butuh bantuan ku?"
Keempat orang itu langsung kaget saat suara laki-laki bertanya kepada mereka, lalu mereka mencari sumber suara itu, segera keempat orang itu melihat wajah yang sangat tampan sedang duduk di batang pohon.
"Moo...!?" Banteng itu sangat marah dengan hadirnya orang lain selain keempat orang itu, sebelum Banteng itu menyerang keempat orang itu...
"Banteng jelek, diam kamu dan berlutut!"
Seketika binatang banteng itu berlutut dan diam mendengarkan perintah anak muda dengan usia 17 tahun, anak muda itu adalah Excel. Keempat orang itu sangat terkejut dengan tindakan Banteng setelah mendengarkan perintah dari orang yang menawarkan bantuan, Banteng itu hanya diam tanpa menolak perintahnya.
"Kalian jangan kuatir, kalian bisa membunuhnya sekarang," kata Excel dengan turun dari batang pohon dan berjalan mendekati keempat orang itu.
Ketiga pria itu segera bangun dan menjadi waspada dengan kehadiran Excel yang tidak mereka ketahui, berbeda dengan wanita setelah melihat wajah Excel yang tampan dia merasakan perasaan yang aneh, perasaan itu membuat dia ingin selalu dekat dengan anak muda yang baru dia lihat.
"Kamu siapa?"
"Apa tujuanmu membantu kami?"
"Dari mana kamu, terlihat kamu bukan orang dari alam keabadian?"
Semua pertanyaan segera diucapkan oleh ketiga pria itu yang masih mengambil sikap waspada, Excel tersenyum dan melihat wanita itu yang kini telah mengeluarkan darah dari hidungnya.
"Aku hanya lewat dan ingin pergi menuju gerbang tingkat pertama. Baiklah aku pergi dulu, kalian bisa jinakkan binatang itu atau membunuhnya. Selamat tinggal!"
Excel kembali berjalan dan meninggalkan mereka berempat yang masih bengong setelah Excel berkata 'hanya lewat'. Setelah Excel berjarak 20 meter wanita itu langsung mengejar Excel dengan memberikan perintah kepada ketiga rekannya. "Kamu bunuh binatang itu dan kembali segera ke akademi!"
Ketiga orang itu saling bertukar pandang saat pemimpinnya memberikan perintah, segera ketiga pria itu dengan mudah membunuh Banteng yang sudah tunduk.
"Biarkan saja, kita ambil inti binatang dan kita jual daging Banteng ini!" kedua pria yang memiliki kekuatan Dewa Langit level 4 saling bergosip prihal kelakuan aneh dari senior mereka, berbeda dengan pria satunya yang terlihat diam dan memendam kebencian terhadap Excel.
"Hei, tunggu!"
Wanita itu memanggil Excel yang terus berjalan tanpa berhenti, setelah wanita itu menyusul Excel dia menatap wajah Excel yang hanya tersenyum.
"Terima kasih sudah membantu kita, perkenalan namaku Cai Wenji dari akademi tingkat pertama!"
"Bukan masalah, aku tadi hanya lewat saja. Namaku Excel!" balas Excel yang selalu saja tersenyum.
"Tampannya dia, aku harus mendapatkan cintanya!" batin wanita itu saat melihat wajah tampan dan senyum menawan.
"Excel, apa kamu bukan dari Alam Keabadian?"
"Benar aku bukan dari Alam Keabadian, aku selama ini tinggal dipusat Hutan Belantara bersama nenek!" jawab Excel dengan sedikit berbohong, sengaja dia berkata begitu menghindari pertanyaan yang panjang.
"Pantas saja wajah kamu aku tidak mengenalnya. Lalu apa tujuanmu menuju gerbang pertama?"
"Aku hanya ingin jalan-jalan saja, karena selama ini aku tidak mengetahui dunia luar!"
"Apa nenekmu tidak mengikuti kamu?"
"Hah! Nenek sudah meninggal 1 bulan yang lalu, karena itu aku keluar dari hutan ini untuk mencari pengalaman baru!" Excel mendesah sebelum menjawab perkataan Cai Wenji, dia berpura-pura sedih telah kehilangan neneknya.
"Maaf, aku tidak bermaksud mengingatkan mu!"
"Hehehe! Sudahlah itu tidak masalah, sudah menjadi hal umum jika ada peristiwa kematian diusia tua!"
__ADS_1
"Sebagai langkah awal kenapa kamu tidak memasuki akademi saja, besok adalah hari terakhir pendaftaran jika kamu mau, kamu jangan kuatir aku akan selalu menjagamu dari gangguan murid luar maupun murid yang lainnya!" Cai Wenji menginginkan Excel masuk ke akademi berharap dia bisa selalu dekat dengannya, Excel berpikir sejenak sebelum berbicara, sejujurnya dia sendiri tidak pernah merasakan hidup di akademi.
Cai Wenji sendiri tidak menyadari perkataannya, entah dia lupa atau sengaja akan melindungi Excel dari gangguan murid lain disaat memasuki Akademi Istana Surgawi tingkat pertama, padahal dia baru saja diselamatkan Excel dari binatang buat peringkat 5.
"Baiklah aku akan mencobanya, tetapi aku tidak menjamin jika semuanya akan baik-baik saja saat aku disana!"
"Hahaha! Kamu tenang saja, semua pasti baik-baik saja selama ada aku!" Cai Wenji tertawa bahagia dan langsung menarik lengan Excel tanpa dia sadari, dia tidak memahami maksud perkataan Excel.
Mereka berdua dengan cepat tiba didepan gerbang pertahanan tingkat pertama dari Istana Surgawi, terlihat banyak penjaga yang selalu berjalan berpatroli di atas dinding pertahanan.
Di pintu gerbang ada lima penjaga dan melihat kearah dimana Cai Wenji berjalan bersama Excel dengan mengandeng lengannya, semua penjaga merasa heran dengan tindakan Cai Wenji yang intim dengan seorang pria yang tidak pernah mereka kenali sama sekali.
"Cai Wenji, siapa pria yang kamu bersamamu itu?" tanya salah satu Komandan yang mendapatkan jadwal menjaga hari ini, jika didengar dari nadanya, dia sangat menyukai Cai Wenji dan cemburu terhadap pria yang lengannya dipeluk oleh orang yang dia sukai.
"Bukan urusanmu, dia akan mendaftarkan diri menjadi murid baru di akademi tingkat pertama!" jawab Cai Wenji dengan ketus saat Komandan itu bertanya.
"Tunggu dulu dia harus melakukan pemeriksaan sebagai orang baru!" kata Komandan itu kepada Cai Wenji, dia menghalangi jalan Excel dan berusaha menghambat urusan mereka berdua.
"Genji, kamu jangan mencari masalah, dia dalam tanggung jawabku, minggir!?" bentak Cai Wenji yang sangat tidak suka dengan tindakannya menghalangi jalan Excel dan dia, Excel hanya diam saja dan tanpa peduli dengan Komandan Genji maupun prajurit yang lainnya.
"Hahaha! Ini sudah aturan, siapa saja yang memasuki gerbang harus melalui pemeriksaan, kamu seharusnya tahu itu!"
"Bodoh! Apa aturan juga melarang orang yang dibawa oleh murid dalam dilarang masuk? Kamu sendiri seharusnya tahu itu!?" Cai Wenji semakin marah dengan perkataan Komandan Genji yang sengaja mencari masalah.
"Hahaha! Baik, baik, aku akan membiarkan dia memasuki gerbang asal bisa mengalahkan aku!" Genji benar-benar membuat Cai Wenji sangat marah, bagaimana mungkin Excel yang tidak memiliki kekuatan bisa melawan Genji yang kultivasinya berada pada tingkat Dewa Dunia level 5.
"Lebih baik kamu melawan aku, tapi setelah ini aku akan melaporkan kepada divisi Penegak Hukum akan tindakanmu!?" gertak Cai Wenji dengan menarik Excel agar berada dibelakangnya, Excel sedikit kaget dengan tindakan Cai Wenji yang ingin melindunginya, Excel hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum.
Semua orang yang melihat Excel seperti terlihat tidak memiliki basis kultivasi karena tingkatannya sangat jauh berbeda, dari tubuh Excel tidak menunjukkan aura apapun maupun fluktuasi energi Qi, karena itu semua orang termasuk Cai Wenji melihat Excel belum pernah berkultivasi.
"Pria cantik, jangan bersembunyi dibalik perempuan! Ayo lawan aku seperti layaknya pria sejati!" kata Komandan Genji kepada Excel dia tidak perduli dengan tantangan dari Cai Wenji, Komandan Genji sengaja memprovokasi Excel yang berada dibelakang Cai Wenji, sejujurnya Komandan Genji sangat cemburu saat Cai Wenji sangat intim dengan Excel, apalagi wajah Excel sangat tampan.
"Genji, jangan mencari masalah, sekali lagi kamu menghentikan kita, kamu akan tahu akibatnya berurusan dengan murid Master Zhu Rong!?" sekali lagi Cai Wenji membentak Genji dengan memberikan ancaman.
"Tidak apa-apa Sayang, aku akan melawannya!" kata Excel yang mendekatkan bibir ditelinga Cai Wenji dan memeluk pinggangnya, seketika tubuh Cai Wenji bergetar hebat dan aroma wangi memasuki lubang hidungnya, detak jantungnya sangat cepat hingga dia terengah-engah.
Komandan Genji yang melihat tindakan Excel yang begitu mesra menjadi semakin cemburu dan membenci Excel, dia ingin segera menghancurkan wajah Excel dan menendang wajahnya agar tidak dikenali lagi oleh siapapun.
"Bisa kita mulai!!" kata Excel kepada Genji tanpa menunggu Cai Wenji pulih dari rasa bira hinya yang tiba-tiba naik saat Excel mendekati dan memeluknya.
"Hahaha! Bagus, bagus pria cantik. Maka bersiaplah!"
"Excel, jangan ... Hentikan!!"
Zlaaapp
Bang... Bang...
"Aaaaahhh!!" Komandan Genji terlempar hanya dengan Excel yang menghilang dan muncul dibelakangnya, dia menabrak pembatas berduri didepan dinding pertahanan gerbang pertama.
Cai Wenji hanya tercengang melihat tindakan yang dilakukan Excel, dia tidak tahu bagaimana proses terjadinya Komandan Genji yang terpental hingga menabrak pembatas berduri, dia hanya melihat Excel menghilang dan sudah muncul dibelakang Komandan Genji, saat muncul Genji sudah terpental sejauh 30 meter.
Semua prajurit yang ingin melihat aksi Komandan nya juga tercengang dan tidak bisa bereaksi sedikit pun, mereka ingin melihat Komandan Genji menghajar orang yang telah merebut hati pujaan semua orang.
Cai Wenji adalah seorang wanita berbakat dan merupakan 20 kecantikan dengan peringkat 11 di Alam Keabadian, banyak pria yang ingin memikat hati Cai Wenji, tetapi tidak ada yang bisa menaklukkan-nya.
"Selesai! Terlalu lemah!" ujar Excel yang memulihkan keterkejutan semua orang termasuk Cai Wenji.
"Ah! Excel kamu hebat, bagaimana kamu melakukannya!" Cai Wenji berteriak kegirangan dan bertanya kepada Excel.
"Aku hanya lewat saja, mungkin dia berpura-pura terlempar agar kamu bersimpati kepadanya!" jawab Excel dengan polos tanpa berdosa saat berbicara kepada Cai Wenji.
__ADS_1
"Hahaha! Kamu sangat hebat menyembunyikan kekuatanmu. Ayo kita menuju akademi agar tidak terlalu malam, biar kamu bisa segera memasuki murid luar!" ajak Cai Wenji, dia sangat senang bisa bersama seorang pria yang rendah hati dan sangat kuat, dia tidak menduga seorang yang terlihat lemah menyimpan kekuatan besar.
(Revisi√)