
Chapter 136 Formasi kura-kura hitam.
Hari kedua pertandingan menjadi tegang saat tim Phoniex junior berada di arena tengah lapangan pertandingan, diawal pertandingan masih bisa dinikmati dengan tawa dan canda, tetapi semenjak murid akademi dewa api yang bersikap keterlaluan suasana menjadi mengerikan dengan kemarahan keluarga besar Excel.
Wasit yang bertugas segera menggantikan wasit yang masih merawat murid akademi dewa api yang pingsan dan terluka parah, mereka ingin menenangkan tim Phoniex junior yang menantang peserta lain dari akademi benua dewa yang belum bertanding.
"Junior, segera kembali ketempatnya masing-masing. Saat ini bukan lagi pertarungan antar tim"
"Diam"
Gleekk
Kata wasit kepada tim Phoniex junior yang masih marah, tetapi dibalas dengan serentak oleh putri-putri Excel yang tidak peduli dengan senioritas lagi.
Siapa saja akan marah jika orang tua yang sudah membesarkan dan melindungi anak-anaknya dihina siapapun, tidak terkecuali tim Phoniex junior yang notabenenya masih belia, dengan garis darah High Human semua Putri-putri Excel memiliki kecerdasan dan pemikiran yang melebihi anak-anak yang sepantaran dengan mereka.
19 wasit yang bertugas menjaga pertandingan itu hanya bisa menelan salivanya dan merasa terintimidasi oleh tim Phoniex junior yang masih bersikukuh melawan semua peserta.
Mengetahui jika putri-putrinya marah dan akan sulit ditenangkan, Excel segera berbicara dengan Patriack Sekte Xiao selaku ketua panitia turnament beladiri.
"Ayah mertua, biarkan semua peserta yang tersisa mengikuti keinginan putri-putriku yang masih marah."
Pinta Excel kepada Patriack Sekte Xiao yang ingin menuruti kemauan anak-anaknya, dia tidak kuatir dengan keadaan anak-anaknya jika melawan 800 lebih peserta yang belum bertanding.
"Tapi..."
"Jangan kuatir dengan keadaan anak-anak aku, mereka akan baik-baik saja...!! tapi aku tidak menjamin keadaan peserta yang lainnya"
Gleek
Kata Excel yang memotong perkataan Patriack Sekte Xiao yang ingin menghentikan keinginan Excel, dia juga tidak ingin tim Phoniex junior terluka karena kalah jumlah, tetapi Patriack Sekte Xiao menelan salivanya saat kata-kata terakhir yang diucapkan Excel.
Sebenarnya pasukan naga yang berada di pulau dewa perang juga menyaksikan pertandingan turnamen beladiri, mereka juga sangat marah saat pemimpin-nya dihina dan ingin segera menuju wilayah Kekaisaran Dongbu, untungnya Hu Bai dan Gaibian mencegahnya jika tidak benua timur akan menjadi bencana akan kemarahan pasukan naga.
Tidak terkecuali pasukan Phoniex yang berada didunia jiwa, mereka juga geram dan penuh amarah saat suami mereka dihina dengan terang-terangan oleh murid itu, untung saja mereka tidak bisa keluar jika bisa maka juga akan membuat keributan.
Sebenarnya semua keluarga besarnya bisa keluar masuk dengan bebas setelah mereka menerima segel itu seperti Poppy, Qin Yang dan Qin Zhu, tapi Excel tidak memberitahukan tentang kelebihan lain memiliki segel itu.
Ketua dan pemimpin akademi dewa api tidak berusaha menghentikan Lang Fen dan juga tidak marah karena ini memang rencana Kaisar Zhongbu untuk membuat tim phoniex junior kalah karena kelelahan melawan 800 lebih peserta.
Terlihat senyum kekejaman kaisar Zhongbu saat tim phoniex menantang semua peserta, ini sudah sesuai dengan keinginannya setelah dia dipermalukan didepan banyak orang.
Patriack Sekte Xiao segera melihat Kaisar Dongbu dan hanya dianggukan saja olehnya jika keinginan Excel disetujui, kemudian Patriack segera menemui master Kaili dan juga para wasit yang bertugas dan berdiskusi.
Setelah berdiskusi dan sepakat memenuhi keinginan tim phoniex junior, master Kaili segera berbicara kepada semua orang diseluruh tribun penonton.
"Karena keinginan tim phoniex Junior ingin melawan semua peserta turnamen antar murid, kami selaku pihak penyelenggara turnament beladiri kategori murid, menyetujuinya.
Aturan tetap berlaku, dilarang membunuh, dilarang menggunakan racun jenis apapun dan jika ada lawan yang telah keluar dari arena akan dinyatakan kalah atau menyerah.
Kami memberikan waktu selama 2 waktu dupa untuk persiapan diri, karena ini adalah babak final, cara penilaian pemenangnya akan ditentukan dengan peserta yang masih berdiri terakhir di arena pertandingan.
Apa kalian semua mengerti?"
"Paham, Kakek"
Suara wasit mengema diseluruh arena pertandingan dan juga sampai didengar oleh mereka yang juga menyaksikan dilayar dari batu prasasti yang sudah disediakan.
Tim phoniex junior juga kembali ketempatnya dan berkumpul dengan ibu, Kakek dan keluarga besarnya, segera keluar besar Excel memberikan semangat dan selalu mengingatkan Formasi yang diberikan oleh ayahnya, yaitu Formasi battle Will.
Suasana menjadi ricuh dan menjadi semakin bersemangat, banyak orang kembali bertaruh dengan jumlah yang sangat besar karena ini akan menjadi akhir dari pertandingan turnamen beladiri kategori murid, ini akan menjadi pertempuran brutal dan sangat berbahaya.
Dua waktu dupa sama saja dengan 1 jam, waktu yang sangat cukup bagi peserta untuk mempersiapkan diri dan juga wasit, juri dan panitia akan menjadi penjaga di arena tempat mereka bertempur, penyelenggaraan turnament beladiri segera membuat lapangan yang lebih besar, dimana ada 10 lapangan arena tanding dijadikan satu agar mampu memuat banyak peserta tanpa kesempitan bergerak dan bertarung.
Seluruh keluarga besar Excel juga bertaruh untuk cucu-cucunya yang yakin akan kemenangannya, mereka juga sudah melihat aksi cucu-cucunya saat menggunakan Formasi battle Will didunia jiwa, Xiao Jiao, Li Ling, Han Lan dan 27 isteri Excel yang baru, hanya mengeleng-gelengkan kepala saja karena mereka juga tahu hasil akhirnya.
__ADS_1
Bhuuuzzzhh
~199 miliar untuk tim phoniex.
~65 miliar untuk akademi Pill Dewa.
~43 miliar untuk akademi dewa api.
~41 miliar untuk akademi Dewa Abadi.
~35 miliar untuk akademi dewa bintang.
Excel juga mempertaruhkan semua uangnya 100 miliar untuk timnya sendiri dan itu juga sangat mengejutkan penjudi yang lain, karena batu prasasti muncul lagi dengan angka 199 miliar untuk tim phoniex.
Kini tim phoniex menduduki peringkat pertama dibursa taruhan, dengan jumlah 100 miliar lebih dan ditambah penjudi yang menjagokan mereka menjadi nilai yang fantastik, dan susul tim akademi Pill Dewa dari wilayah Kekaisaran Zhoungbu dan seterusnya.
Kemudian Excel menuju ketempat keluarganya lagi tanpa ijin kepada para pemimpin benua, mereka yang diabaikan menjadi tidak enak hati dan merasa bersalah, tetapi kelima kaisar juga senang dengan suasana hati Excel yang suram, kecuali kaisar Dongbu yang senang Excel mempertaruhkan uangnya untuk timnya, dan untuk keempat kaisar yang lain senang karena timnya sudah pasti menang dengan jumlah peserta yang lebih banyak, dan juga banyak penjudi yang memberikan uang mereka untuk bertaruh di akademi mereka.
"Hehehe, tidak kusangkah tahun ini kita akan untung besar karena kehadiran tim anak-anak"
"Iya, prediksi hasil pertempuran sudah dipastikan, siapa saja penjudi akan memberikan uangnya demi kemenangan."
"Hahaha, tidak mungkin 140 balita melawan 850 peserta bisa menang biarpun mereka memiliki basis kultivasi yang lebih tinggi. Aku saja seorang diri melawan mereka belum tentu bisa menang...hahaha"
Kaisar Zhongbu sangat gembira yang mengetahui hasil akhir pertandingan yang akan segera dimulai, dia dan para pemimpin saling berbicara dan tawa bahagia.
Hanya Patriack Sekte Xiao dan para ahli Alchemist yang yang merasakan perasaan buruk, mereka merasa tim phoniex menyimpan kekuatan yang mengerikan dan perasaan itu dibenarkan saat mereka tidak bisa menebak dengan benar kekuatan keluarga besar Excel, walau sesaat yang lalu masih bisa merasakan kekuatan besar mereka.
Sayang sekali aura kematian yang dikeluarkan Excel menghalangi indera mereka yang ingin mengetahui basis kekuatan tim Phoniex, jika tidak mereka mungkin tidak akan mengijinkan pertempuran brutal itu disetujui.
Untung saja para ahli Alchemist bisa sedikit tenang saat mengetahui jumlah peserta tim phoniex yang lebih sedikit, biarpun begitu mereka tetap saja gelisah.
"Putri-putriku, jangan lupa gunakan Formasi yang ayah berikan, jika terdesak gunakan pertahanan dan menyerang balik, jika kalian unggul dalam menyerang jangan berikan kesempatan mereka untuk mengatur strategi baru.
Dan satu lagi, kita juga harus mengetahui kekuatan lawan sebelum bertempur, dengan mengetahui kekuatan lawan kita bisa mengatur starategi yang cocok untuk melawan musuh, Jun Mei dan Jun Peijing kalian berdua harus menjadi komandan tim phoniex, Jun Mei gunakan akurasi analisamu dan Jun Peijing gunakan kecepatan kecerdasan dan juga kecekatan dalam bertindak, dengan kalian berdua memimpin ayah yakin kalian akan menang telak. Apa kalian memahami perkataan ayah?"
"Mengerti, ayah"
Serempak putri-putrinya menjawab dengan tegas layaknya pasukan yang siap berperang di Medan perang, suara kecil namun mengema segera menjadi sorotan banyak mata.
"Dan kalian semua jangan sekali-kali melanggar Formasi yang ayah berikan, oke. Jika kalian menang, ayah akan berikan perlengkapan perang yang lebih istimewa dari milik kalian sekarang dan juga untuk kalian semua, setelah ibu-ibu kalian sukses juga."
"Baik, ayah"
"Baik suami'
Mereka semua sangat senang akan hadiah yang akan diberikan Excel, mereka yakin jika hadiah itu pasti sangat istimewa dan menyenangkan.
Kemudiaan Excel memeluk mereka satu-persatu dan mencium pipi mereka kanan dan kiri, bentuk kasih sayang itu membuat banyak keluarga iri dan ingin juga menjadi bagian keluarga Excel.
Putri-putri Kekaisaran dan juga murid-murid perempuan yang berbaur dengan keluarga besar Excel juga iri dengan perilaku adil dan penuh kasih sayang yang Excel berikan.
Mengetahui itu Excel hanya tersenyum dan sedikit mengoda mereka dengan juga memeluk isteri-isterinya dengan mesra, Excel tidak peduli dengan tatapan iri dan kebencian para pria yang melihat aksi itu.
Setelah selesai Excel kembali menatap Putri-putrinya dan menganalisa semua fisik dan Kejiwaannya, merasakan tidak ada yang tidak beres, Excel kembali memberikan motivasi kepada anak-anaknya.
"Kalah menang adalah hal biasa dalam suatu turnament, hanya orang-orang idiot yang menganggap kemenangan itu adalah segalanya..."
Kata-kata Excel mengema diseluruh tempat pertandingan, hingga didengar para pemimpin benua dewa, perkataan Excel menyentuh hati mereka yang tidak ingin menerima kekalahan dan menjadi malu dan juga marah.
"Tapi mereka lupa, bahwa setiap pertarungan itu akan menambah pengalaman dan menguatkan mental berjuang, jika tujuannya hanyalah kemenangan saja maka hasil yang diperoleh adalah kelemahannya, yaitu mental yang lemah. Mental yang lemah bisa dipastikan akan selalu menuai hasil yang buruk dan prestasi yang memalukan dimasa depan mereka walaupun mereka memperoleh kemenangan.
Lihat saja itu tidak akan bertahan lama, kalian bisa contoh dewa perang, dia membuat prestasi dengan kerja keras tanpa bantuan siapapun, hingga namanya tetap dikenal, ingat nama-nama dewa yang lain yang hasil prestasinya mengandalkan kekuatan keluarga mereka dan juga hasil dari kecurangan, mereka tidak akan lagi dikenal"
Excel diam sejenak dan mengambil nafas dan juga agar Putri-putrinya mencerna perkataannya dengan baik.
__ADS_1
"Jadilah diri sendiri, lakukan sekuat tenaga, orang tua hanya bisa mendukungmu dengan memotivasi. Putri-putriku buat orang tuamu bangga, Kakek, nenek dan seluruh keluarga besarmu, tunjukan bahwa kalian tidak lemah, tunjukan jika kalian kuat luar dan dalam. Putri-putriku, ayah sangat mencintai kalian, semoga sukses"
"Baik, ayah"
Huuu
Huuu
Putri-putri Excel sangat bersemangat dan bangga memiliki ayah yang perhatian dan selalu ada untuk mereka, ibu, Kakek dan nenek mereka merasa terharu dan tidak sadar meneteskan air mata kebahagiaan, motivasi Excel telah mencerahkan mereka semua.
Tidak terkecuali semua penonton yang tadi sempat ramai karena memasang taruhan dan saling mengobrol menjadi terdiam, saat tim phoniex Junior meneriakkan yel-yel pasukan.
Kata-kata Excel menusuk hati nurani setiap orang dan semakin membuat keluarga Kekaisaran malu, apalagi Excel membawa nama dewa perang sebagai contoh heroik yang mampu melakukan apapun tanpa dukungan siapapun.
Tidak terasa waktu 2 dupa telah habis dan saatnya tim phoniex junior melawan 850 lebih peserta murid, setiap penonton sudah tidak sabar menyaksikan aksi setiap murid, apalagi tahun ini menjadi semakin meriah dengan hadirnya gadis-gadis cilik yang sangat mengerikan walau usia mereka masih belum genap 5 tahun, hanya Lang Fen seorang diri yang berusia 9 tahun.
"Waktu 2 dupa telah habis, diharap semua peserta menuju arena tanding."
Suara pembawa acara segera mengema diseluruh arena pertandingan dan para peserta turnamen kategori murid langsung bergerak menuju ke arena.
Lalu para panitia turnament segera bergerak juga dan menempati pada posisinya masing-masing dan menjadi wasit, hanya ada 1 wasit yang berada ditengah arena pertandingan yang memisahkan tim phoniex junior dengan 850 lebih murid dari 4 akademi.
"Apa kalian sudah siap?"
"Siap, senior"
"Siap, Kakek"
"Bagus. Ingat aturannya, dilarang membunuh, dilarang menggunakan racun, siapapun yang keluar dari lingkaran arena tanding akan dianggap kalah dan menyerah, siapapun yang terakhir berdiri di arena maka dialah pemenangnya, apa kalian mengerti?"
"Paham, senior"
"Mengerti, Kakek"
"Baiklah, mulai"
Wuuuuussshh
Si wasit segera melesat kepinggir arena guna memantau pertempuran, setelah dia berbicara dan mengingatkan lagi tentang aturan pertandingan kali ini.
"Bocah, terimalah kekalahan kalian, aku akan membalaskan dendam rekan-rekan yang telah kalian kalahkan... Dan kalian jangan menangis, ingat senjata tidak memiliki mata, kaki, tangan dan pikiran hanya bisa menebas lawan...hahaha. Kepung mereka dan serang dari segala arah"
Putra mahkota Zhong Tianzhi kali ini ikut dan memimpin seluruh peserta yang totalnya lebih dari 850 orang, dia sengaja menakuti gadis-gadis kecil itu, lalu dia memberikan perintah kepada anggota timnya.
"Tim Phoniex, Formasi kura-kura hitam"
Teriakan Jun Mei yang tidak perduli dengan omong kosong dari musuhnya yang ingin melemahkan mental mereka, segera dengan perintah Jun Mei sebagai pengatur strategi tim phoniex bergerak dan membentuk sebuah lingkaran.
Jika dilihat dari atas Formasi kura-kura hitam seperti sebuah tempurung kura-kura yang memiliki banyak pola garis, demikian juga tim phoniex junior membentuk formasi itu.
Formasi kura-kura hitam memiliki 2 baris melingkar, baris pertama sebagai pertahanan dan baris kedua sebagai senjata serangan balik kepada lawan saat menyerang nanti, Jun Mei dan Jun Peijing berada dititik tengah dari Formasi itu sebagai komandan tim phoniex.
Semua orang yang melihat tim phoniex sangat kagum dengan gerakan koordinasi mereka, mereka tidak percaya jika gadis-gadis itu mampu membuat gerakan bersama-sama dengan teratur.
"Luar biasa, gerakan mereka sangat teratur dan indah"
"Iya, apa itu Formasi kura-kura hitam, apa mereka seperti kura-kura yang takut melihat lawan...hahaha"
"Mungkin saja mereka takut dan membuat lingkaran, tapi apa bisa melawan murid akademi dengan postur tubuh yang lebih tinggi dan besar... Hahaha"
"Kalian jangan hanya mengejek saja, lihat kalian kalah dengan tim phoniex yang masih balita... Huuff"
"Hahaha, kenapa kamu kesal, aku berkata dengan sebenarnya"
Keributan terjadi antar pendukung tim phoniex dengan murid-murid akademi, suara mereka bisa didengar walau banyak orang-orang yang juga saling berkomentar.
__ADS_1