
Chapter 251 Kedatangan Raja Ashura dan Raja Suzaku.
Rasa sakit segara dirasakan oleh raja kelelawar saat salah satu sayapnya hampir dibelah oleh Yuan Shao, teriakan kesakitan segera terdengar di zona luar.
Setelah kesakitan yang dirasakan raja kelelawar, kotak itu langsung mengurungnya, "Bang..." dan Yuan Shao langsung mundur, Yuan Shao juga telah kelelahan setelah mengeluarkan dua teknik yang hampir bersamaan.
Nafas Yuan Shao terengah-engah dengan melihat raja kelelawar yang sudah terkurung didalam sangkar, "Hahaha... Kamu benar-benar tahu jika sayap ini menjadi dukungan ku."
Bang... Bang
Raja kelelawar menghancurkan kotak penjara itu dengan pukulannya, setiap kali pukulan mengetarkan kotak itu dan semakin lama kotak yang terbuat dari energi Qi segera mulai pudar.
"Cepat hancur... Sialan" batin raja kelelawar yang memukuli kotak itu dengan panik, dia panik karena kekuatannya akan menurun setelah batas masa guna kontrak jiwa berakhir.
Bang... Bang...
Yuan Shao selalu menghitung waktu yang tinggal 30 detik lagi, dia juga mengeluarkan pil pemulih stamina tingkat ilahi karena energinya hanya tersisa 20 persen saja.
Anak buah kelelawar sudah sangat panik, demikian juga dengan kedua raja binatang buas itu, ketegangan juga bisa dilihat dari wajah pasukan surgawi yang melihat kotak itu mulai memudar.
Bang... Bang
"Hahaha.... Ternyata begitu tujuanmu... Hahaha" raja kelelawar menjadi tertawa setelah dua memukul kotak itu, dia tersadar jika dirinya telah ditemukan kelemahan selama ini oleh Yuan Shao.
Semua orang yang tidak mengerti perkataan raja kelelawar menjadi kebingungan, termasuk Yang Wei, Lu Bai, Yu Guan, Sun Hongli dan seluruh anggota istana surgawi, mereka melihat guru agung yang masih tenang.
"Kekuatan pinjaman juga memiliki batas waktu, dia sekarang akan lebih mudah dikalahkan tanpa kekuatan external dari keempat orang itu." kata Excel yang menjelaskan kepada semua orang yang ingin tahu perubahan sikap raja kelelawar, semua orang akhirnya merasa lega setelah mendapatkan penjelasan, kini semua orang dari istana surgawi menjadi kegirangan dan langsung bersorak-sorai gembira.
"Hancurkan semua musuh..."
"Hahaha...."
Raja kelelawar semakin tertawa keras, tawa itu tawa mengejek dirinya sendiri, suara tawanya menghentikan sorak-sorai pasukan surgawi yang menjadi bingung lagi, Excel hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Guru agung, apakah raja kelelawar masih memiliki kartu tersembunyi?" tanya Lu Bai yang merasa curiga dengan tawa dari raja kelelawar.
"Setiap peperangan kita tidak bisa selalu mengandalkan satu kartu tersembunyi, kita harus mempunyai beberapa kartu pendukung yang kuat sebagai tindakan terakhir." jawab Excel yang mudah dimengerti oleh semua orang.
"Berarti raja kelelawar masih ada pendukung lainnya...?" Yang Wei langsung berpikir dan mengingat siapa saja penghuni hutan belantara yang berpotensi membahayakan istana surgawi selama ini.
"Iya, mungkin karena pengaruh pedang semesta membuat banyak kekuatan tersembunyi menjadi tergerak untuk merebutnya." ucapan Excel mengejutkan semua orang dan saling bertukar pandangan.
"Hah..." Lu Bai mendesah dan memahami jika pengaruh artefak alami akan membuat semua orang serakah, "Apa kekuatannya bisa kita imbang, guru agung?" tanya Lu Bai kepada Excel, dia ingin membuat perencanaan jika kekuatan tersembunyi itu berdatangan.
"Hehehe... Dua kekuatan tersembunyi akan datang, kekuatannya pada tingkat sang void level 23, dua orang itu termasuk ras istimewa yang terlahir dialam semesta aurora lebih lama dari ras lainnya." Excel terkekeh melihat kekuatiran kedua leluhur suci dan semua orang, setelah mendengarkan guru agung menjawab sontak membuat ketakutan banyak orang, termasuk ketiga muridnya yang memilik kekuatan sang void level 18 seperti Yu Guan dan kedua muridnya yang lain masih dibawahnya.
"Hehehe... Aku tidak mengira kekuatan yang seharusnya mampu meratakan istana surgawi dengan mudah sengaja berdiam diri." Yang Wei tersenyum masam mengetahui jika kekuatan itu tidak pernah mengambil tindakan terhadap istana surgawi selama ini.
Yang Wei dan Lu Bai menjadi malu merasa mereka yang paling kuat selama ini, mereka pikir kekuatan tersembunyi itu masih setara dengan mereka.
"Hmmm... Selama kita hidup jangan sekali-kali meremehkan kekuatan yang tersembunyi, masih banyak kekuatan yang menunggu mangsanya menjadi gemuk dulu sebelum dipanen." perkataan Excel membuat kedua leluhur itu menjadi semakin malu, metode mereka pada akhirnya akan kembali kepada diri mereka sendiri.
"Banyak pepatah yang mengatakan hal yang baik, dengan tujuan agar kita tidak selalu memandang keatas, alangkah baiknya jika kita selalu menunduk kebawah agar tidak selalu berbangga diri. Air mengalir dari ketinggian dan kita tahu akhir tujuannya, langit yang tinggi kita anggap mampu kita raih tetapi kenyataannya tidak pernah kita gapai." sekali lagi Excel menegur istana surgawi yang selalu bertindak arogan dan berbangga diri. Mereka semua menjadi semakin malu dan hanya menundukkan kepala dan menghela nafas lagi dan lagi.
"Bertindaklah sesuai kemampuan dan bergayalah sesuai kenyataan, jangan terombang-ambing dengan arah angin yang tidak selalu menentu.
Apapun yang kita tabur kita akan menuainya, entah sekarang maupun esok.
__ADS_1
Lihatlah rumput dipuncak gunung, dia selalu berbangga diri mencapai ketinggian yang paling tinggi, tetapi dia lupa jika semakin tinggi hembusan angin semakin kencang, dia juga mengabaikan dimana dia berpijak."
Sekali lagi Excel menegur istana surgawi, Excel mengibaratkan istana surgawi sebagai rumput yang berada di puncak gunung, istana surgawi lupa dimana dia berada saat ini, kenapa mereka bisa menjadi hebat dan disegani hingga saat ini, tidak ada yang berani membalas perkataan guru agung, mereka hanya bisa menunduk saja.
"Hahaha.... Nikmati hari-hari kalian saat ini..." Tawa raja kelelawar kembali terdengar setelah Excel mengucapkan teguran.
Booommm
Kali ini raja kelelawar berhasil menghancurkan kotak penjara itu dengan sekali pukulan dengan kekuatan penuh, kotak itu tersebar menjadi butiran energi yang mirip dengan air embun.
Wuuuuussshh
Yuan Shao langsung menyerang dengan pedangnya dan menebas raja kelelawar yang sudah terbebas, "Claaanng..." tidak tinggal diam raja kelelawar mengeluarkan tongkat sebagai senjatanya, tongkat itu memiliki panjang 1 setengah meter dengan berwarna hitam legam.
Kini gerakan raja kelelawar sangat lambat dan selalu mundur dan mundur terus saat Yuan Shao menyerangnya, berbeda level kini terlihat jelas.
Swooosshh... Craazzhh
"Aaaaahhh...." lengan kiri raja kelelawar terputus saat tebasan pedang Yuan Shao terlambat dia tangkis, teriakan raja kelelawar membuat anak buahnya bergerak dan ingin membantu rajanya.
Wuuuuussshh
Wuuuuussshh
Yang Wei dan Lu Bai langsung menghadang anak buah raja kelelawar, "Boom..." dengan lambaian tangannya Yang Wei meledakan banyak anak buah raja kelelawar, "Ciiitt... Ciiit..." teriakan aneh dari anak buah raja kelelawar disaat melihat teman-temannya mati.
"Boom..." Lu Bai juga tidak tinggal diam langsung memukul para kelelawar pemangsa darah itu dengan mudah.
"Aaaahh.... Aku akan membunuh kalian semua."
"Lewati aku dulu jika kamu mampu..." jawab Yuan Shao kepada raja kelelawar yang sangat marah melihat anak buahnya mati sia-sia.
Dari kejauhan terlihat awan gelap pekat dan terlihat banyak kekuatan yang terbang menuju arah gerbang pertama, 2 aura kekuatan tampak jelas terlihat dengan 2 warna hitam dan merah sebagai aura kekuatan energi.
Zlaaapp
Excel menghilang dan muncul diudara dimana dia akan menghadang 2 kekuatan itu, sedangkan raja kelelawar yang sudah terluka parah buru-buru menghampiri bala bantuan itu.
"Hahaha... Raja kelelawar sungguh nasibmu sangat sial..." dari kejauhan suara mengejek segera diucapkan saat melihat raja kelelawar berlumuran darah.
"Huff... Kalian terlambat" dengus raja kelelawar yang kesal melihat bantuannya terlambat.
"Ckckck... Tanganmu seperti menjadi korban, kamu tenang saja aku bisa berikan tangan kiri atau tangan kanan... Hahaha." raja kelelawar diejek lagi oleh salah satu orang tua yang lain, disisi kanan kirinya ada 2 gadis muda.
"Tidak usah bercanda, sekarang giliranmu..." raja kelelawar semakin kesal dan jengkel, lalu dia bersembunyi dibalik 2 kekuatan itu, kedua kekuatan itu kembali bergerak dan sebelum mencapai zona luar mereka telah dihadang 1 pria yang sangat tampan dan tampak sangat lemah, kedua kekuatan itu berhenti dan hanya berjarak 50 meter dari orang yang menghadap mereka.
"Wah... Wah... Ada pria cantik yang ingin mencari kematian, lebih baik pergi sebelum wajah tampanmu tergores... Hahaha"
Wuuuuusssh
Wuuuuussshh
Ketiga leluhur suci dan ketiga murid segera menyusul Excel dan berdiri disampingnya, "Guru agung, mereka adalah raja Ashura dan disebelah kanan dan kirinya adalah putrinya, pria tua bersayap itu adalah Raja Suzaku" bisik Yang Wei yang memperkenalkan kedua raja itu, Excel hanya menganggukkan kepala saja karena dia sudah tahu.
"Ckckck... Ketiga semut ini masih hidup ternyata" raja Suzaku berdecak lidah dan langsung menghina ketiga leluhur suci.
"Ayah, biarkan pria itu hidup, aku sangat menyukainya." kata putri kedua raja Ashura yang menginginkan Excel menjadi suaminya,
__ADS_1
"Huff... Adikku, kamu melangkahi kakakmu, biar dia menjadi suamiku." balas putri pertama dari raja Ashura yang tidak ingin di dahului adiknya.
Kakak beradik itu bernama Jasmine dan Lavender, Jasmine menggunakan pakaian yang feminim dengan belahan dada terlihat seksi dan mulus, roknya sebatas lutut berwarna hitam, sedangkan Lavender menggunakan pakaian berwarna merah yang juga seksi dan memikat, kecantikan mereka mengalahkan Qinglin dan juga lebih seksi.
Excel yang terdiam, mengedutkan bibirnya karena menjadi rebutan kedua putri raja Ashura, demikian juga Raja Ashura yang tidak pernah melihat kedua putrinya ini bertingkah seperti ini saat bertemu pria.
"Kalian berdua... Apa ras kita tidak ada pria... Hah... sehingga kalian saling berebut laki-laki." raja Ashura marah melihat kelakuan kedua putrinya ini saat pertama kali melihat wajah super tampan dari pria cantik.
"Huff... Jelas banyak, tapi semua mereka standar saja dan tidak menarik sama sekali..." Jasmine mendengus dan menjawab ayahnya, tinggi badan Jasmine tidak terlalu tinggi hanya setinggi 175 cm dengan rambut hitam menjuntai sepanjang pinggangnya, sedangkan Lavender sedikit lebih tinggi dari kakak setinggi 178 cm dengan rambut hitam panjang.
"Benar, aku ingin pria itu... Biar aku yang melawannya." Lavender sudah tidak sabar dan ingin menaklukkan pria tertampan yang tidak pernah dia lihat selama ini.
"Tidak, adik, kamu jangan melangkahi kakakmu... Kamu diam saja, oke"
Kembali kedua gadis itu saling berebut untuk yang pertama menaklukkan pria tertampan didepan mereka, raja Ashura memijat keningnya dan tidak tahu harus berkata apa saat kedua putrinya saling berebut pria cantik itu.
"Kalian disini dengan tujuan apa...?" akhirnya Excel membuka pembicaraan dan menghentikan pertengkaran kedua putri raja Ashura.
"Hahaha... Pria cantik, suara kamu benar-benar merdu selain memiliki wajah sangat tampan... Tapi sayang sekali kamu sangat lemah, jika kamu kuat aku ingin kamu menjadi menantuku.... Hahaha." kini giliran raja Suzaku yang kini terpesona dengan wajah guru agung, ketiga leluhur suci saling bertukar pandangan dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Bagaimana kamu tahu jika aku lemah, isteri ku banyak hingga mencapai jutaan, bahkan aku juga memiliki isteri dari ras Ashura yang bernama Mei." jawab Excel dengan lugu, polos dan seakan-akan dia membual.
"Hahaha... Bocah, kamu lucu juga... 1 pria melayani juta wanita, apa tidak keseleo itu tongkat... Hahaha. Sungguh bualan yang lucu." balas raja Suzaku yang tertawa terbahak-bahak.
"Ckckck... Mana ada ras ku pergi dari wilayahnya... Bocah jika sedang bermimpi lebih baik kamu bangun sekarang... Hahaha." raja Ashura berdecak lidah dan tidak percaya jika bocah tampan ini memiliki isteri dari ras Ashura.
"Ya sudah jika kalian tidak percaya, dan lagi tongkat ku tidak lecet malah semakin besar, besarnya melebihi lengan orang dewasa dan panjangnya 50 cm." jawab Excel dengan mengangkat bahunya, perkataan Excel membuat orang semakin yakin jika dia sedang membual.
"Hahaha... Nak, bualanmu semakin tidak masuk akal, ras naga saja tidak mungkin sebesar itu...hahaha." raja Suzaku semakin ketawa dengan candaan bocah tampan ini.
"Iya, iya aku percaya, lalu panggil salah satu isterimu agar dia berbicara sendiri... Hahaha" raja Ashura juga ikutan ketawa melihat kejenakaan pria tampan ini.
Berbeda dengan kedua gadis itu, kedua mata mereka semakin berbinar-binar dan mempercayai perkataan Excel, keenam orang yang berada disisi Excel hanya bisa mengedutkan bibirnya melihat guru agung yang membual.
"Hah... Isteriku sedang sibuk berkultivasi semua. Oh iya, aku ada pelayan yang jatuh cinta kepada ku..." Excel mendesah sedih saat semua isterinya sedang berkultivasi dan teringat dengan banyaknya pelayan di istana dewa yang jatuh cinta, tetapi....
"Whahaha
Sebelum Excel menyelesaikan perkataanya, kedua raja itu ketawa terbahak-bahak saat Excel mengatakan jika pelayannya jatuh cinta.
Sedangkan keenam orang yang berada disebelah Excel hanya bisa tersenyum masam, " Guru agung, kamu memiliki kekasih satu tetapi menghilang dan kamu tidak berusaha mencarinya, tetapi mengaku memiliki jutaan isteri... Hah, satu saja hilang bagaimana dengan jutaan isteri." batin keenam orang itu yang ingin ikut ketawa tapi mereka tahan.
Excel hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak mengerti apa yang mereka tertawakan, "Hah... Sudahlah, sudahlah, jika kalian masih tidak percaya, aku sudah berbicara sejujur-jujurnya, bahkan langit saja tahu, malam gelap selalu menjadi saksi bisu percintaan ku..." kata Excel dengan melambaikan tangannya jika mereka tidak percaya, disaat dia belum selesai berkata-kata, kembali semua orang ketawa...
"Whahaha..."
"Bocah tampan, jelas malam tidak bisa bicara, jika bisa mungkin dia hanya ikut ketawa... Hahaha."
"Hahaha... Aduh perutku sakit, kamu puitis juga selain lucu, bocah tampan kamu pilih saja kedua putriku, tidak masalah jika kamu lemah asal garis darahmu minimal tingkat menengah...." raja Ashura ketawa hingga membuatnya sakit perut, dia semakin menyukai bocah tampan ini dan memberikan salah satu putrinya.
"Tidak, satu itu tidak adil aku harus pilih keduanya agar adil. Burung berkicau di pagi hari, dua kekasih saling memadu kasih, dua hati menjadi satu, hai dua kekasihku kemarilah..." balas Excel yang menginginkan kedua putri raja Ashura, dia membaca puisi tentang cinta, tetapi dia tidak memberitahukan tentang garis darahnya yang tingkat super Human.
Jasmine dan Lavender semakin terpesona dengan kata-kata indahnya, mereka secara tidak sadar mendekati Excel, berbeda dengan raja Ashura yang cemberut dengan ***** makan bocah ini yang berlebihan.
"Jasmine, Lavender berhenti dulu... Kalian ini apa tidak malu... Hah." tegur raja Ashura kepada kedua putrinya yang mendekati Excel, mereka berdua langsung berhenti dan saling bertukar pandang dengan saudarinya.
"Hei... Apa yang kamu lakukan pada kami?" tanya Jasmine yang merasa dirinya seperti dihipnotis.
__ADS_1
"Jika kamu menginginkan kita kamu harus mengalahkan kami terlebih dahulu, tetapi bagaimana kamu menginginkan kita berdua jika kamu lemah...." berbeda dengan Lavender yang ingin menantang Excel jika ingin mereka menjadi pasangannya, tetapi dia tidak yakin dengan kekuatan Excel.
Semua orang kecuali keenam orang yang berada disisi Excel memeriksa basis kultivasi bocah tampan ini, tetapi raja kelelawar buru-buru mendekati kedua raja itu dan berkata kepada mereka berdua dengan telepatinya "Bocah ini sangat kuat, hati-hati. Dia adalah kaisar Agung benua biru dan juga memiliki julukan sebagai dewa perang, disini dia mendapatkan gelar sebagai Guru agung."