Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 222 Peserta yang konyol.


__ADS_3

Chapter 222 Tingkat Sang mahadewa Vs Tingkat Dewa matahari.


Semua orang dari istana surgawi menatap penuh perhatian kepada Lu Bai, karena semua anggota dari istana surgawi sudah mengetahui kecerdasan dari salah satu leluhur suci ini.


"Apalagi dengan perlengkapan perangnya yang dia miliki, lebih baik kirim peserta dengan kekuatan tingkat Sang mahadewa dulu untuk menguji seberapa besar kekuatannya, jika junior kita menang kita akan mengurangi selisih 1 point, jika masih kalah mau tidak mau kita kirim junior kita yang memiliki kekuatan dewa absolute..." Lu Bai berhenti sejenak sebelum melanjutkan penjelasannya, semua orang dari istana surgawi hanya mengangguk-kan kepalanya dan mendengar dengan baik.


"Kita tahu setiap kekuatan 1 kilogram pukulan besar kesenjangan-nya, lebih baik kirim peserta yang lebih kuat, agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan ini." Lu Bai menyelesaikan penjelasannya dan bisa dimengerti oleh semua orang dari istana surgawi.


Kekuatan tingkat Sang mahadewa level 1 memiliki kekuatan tempur 700.000 kilo dan itu kekuatan normal, jika ditambah dengan teknik beladiri, senjata, kekuatan fisik dan garis darah kekuatan jelas bertambah lagi.


Sedangkan Jun Poppy memiliki kekuatan tempur 410.000 ditambah kekuatan fisiknya yang memiliki kekuatan 160.000, belum termasuk teknik beladiri, senjata dan garis darahnya, apalagi dengan perlindungan dari armor setingkat mahadewa tahap puncak yang mampu menahan pukulan 1 juta gongjin, apalagi war clock itu mampu meningkatkan semua kemampuan Jun Poppy.


Karena itu Lu Bai tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan lagi seperti sebelumnya dengan kekalahan 3 kali dari pihak istana surgawi.


"Hahaha... Benar yang dikatakan Lu Bai, bocah itu masih belum mengeluarkan tekniknya, garis darah dan juga senjatanya. Jadi kirim dulu junior setingkat sang mahadewa dulu untuk menguji kekuatannya, aku yakin staminanya juga telah berkurang, kemungkinan besar junior kita bisa mengalahkannya." Yang Wei ketawa senang dan berkata kepada semua anggotanya.


Disaat pihak istana surgawi sedang berdiskusi, Jun Poppy segera memulihkan staminanya yang telah terkuras hingga 50 % dengan bantuan sistemnya.


"Sistem, pulihkan staminaku hingga puncak." perintah Jun Poppy kepada sistemnya.


[Ding!. Mengurangi 10 point tukar, proses selesai. Stamina host sudah 100 % pulih.]


"Status"


Nama :


Jun Poppy.


Umur :


100 tahun.


Ras :


High Human tingkat puncak.


Rubah ekor sembilan tingkat puncak.


Status :



Putri Kaisar Agung benua biru


Putri Penguasa Alam.


Pasngan dao dari Penguasa Alam.


Penyelamat Benua biru



Profesi :


- Alchemist Tingkat guru tahap puncak.


- Beast Tamer tingkat kaisar tahap awal.


Kultivasi :


- Dewa matahari level 10 (31%)


Roh Beladiri :



Roh Rubah ekor sembilan 1 juta tahun.


Roh Ashura 800 ribu tahun.


Roh Peri 500 ribu tahun.



Akar Roh :


- Dewa Element.


- Ten thousand Beast flame


- Air


Budidaya :


- Pelahap Energi Qi/Mana Semesta.


- Pemikat Pesona Rubah.


Teknik Beladiri Pasif :


- Healing max.


- Teleport 40%


- Ruang dan Waktu 10%


- Segel Mahadewa 12%


- Mata Ras Rubah 34%


- Sayap Dao Qi max.


Teknik Beladiri Aktif :


- Teknik Dewa Absolute tingkat mahadewa tahap puncak.


- Teknik Tinju Dewa Rubah tingkat mahadewa tahap puncak.


- Teknik Pedang Mahadewa tingkat mahadewa tahap puncak.


- Teknik Panah Dewi bulan tingkat mahadewa tahap puncak.


- Teknik Ilusi jiwa tingkat mahadewa tahap puncak.


- Teknik creation tingkat belum diketahui.


Tubuh Fisik :


- Berlian tingkat menengah.


Kekuatan jiwa :


- 78 %


Charm :


- 51 %


Tubuh khusus :


- Tubuh Bawaan Dewa Rubah. (On/Off)


Dunia jiwa jiwa :

__ADS_1


Tingkat mahadewa energi Qi semesta.


Inventori :


- Jubah MahaDewa (1)


- Sarung tangan tingkat mahadewa (1)


- Pedang Tingkat mahadewa tahap puncak (1)


- Panah Dewa Api tingkat Dewa (1)


- Mini Starship tingkat MahaDewa (1)


- Kapal Angkasa tingkat mahadewa (1)


- Cincin dimensi tingkat mitos (1)


- Pil pemulih energi (120)


- Pil penyembuh (100)


Point Tukar :


- Unlimited (Segel) 120.710.990


Point Prestasi :


- 410.310 (31%)


Point pemahaman :


- Unlimited (Segel) 450.000


Kekayaan :


- Koin Perak 100.000.000


- Koin Emas 100.000.000


- Platinum 150.000


- Batu Roh 11.000


- Batu Mistik 1.000


- Batu kuno 500


Box :


Shop :


Lotere:


Map :


Sistem versi : Max


"Huuff... Kenapa kekasih ku menyegel lagi point tukar ku" Jun Poppy kesal melihat point tukarnya disegel lagi oleh ayahnya, tetapi dia menjadi senang lagi saat melihat statusnya sebagai pasangan dao ayahnya.


"Tetapi tidak masalah, yang penting aku mencintai ayah ku... Dan lagi dengan bertarung terus point prestasi juga akan meningkat terus hingga aku naik 1 level." batin Jun Poppy setelah melihat statusnya di sistem.


Tap


"Aku sekarang lawanmu..." kata seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapan Jun Poppy yang sedang menutup matanya sambil berdiri.


"Oh, kalian sudah selesai bergosipnya?" balas Jun Poppy dengan membuka kedua matanya.


Seseorang pria muda berusia 13.000 tahun, walaupun usianya terbilang banyak wajahnya masih tampak berusia 25 tahun, dengan pedang terselip di kanan dan kirinya, tinggi badannya 179 cm, kulitnya berwarna kuning kecoklatan, dikepalanya terlihat telinga yang runcing, bisa dipastikan dia dari ras Elf.


"Hahaha... Siapa yang tidak punya malu, kalian dari istana surgawi apa tidak malu mengirim seorang Kakek-kakek untuk melawan seorang gadis yang belum genap 18 tahun... Hahaha. Sungguh tidak punya malu. Apa ini istana surgawi yang katanya adil terhadap semua kehidupan? Hah.... Hahaha" Jun Poppy ketawa dan berkata dengan wajah jijik dan mencemooh seluruh orang dari istana surgawi.


"Hahaha..."


Semua penonton ketawa setelah Jun Poppy berkata kepada lawannya dari ras Elf, peserta itu menjadi malu dan semakin membenci musuhnya, sebelum peserta itu menjawab perkataan Jun Poppy, Xiao Yan langsung menengahi kedua peserta itu.


"Perkenalkan peserta keempat dari istana surgawi, namanya Zhang Liao, usianya 13.000 tahun dengan basis kultivasi tingkat Sang mahadewa level 1, peserta ini adalah jenius dari akademi istana surgawi tingkat keenam, selain itu dia adalah seorang ahli alchemist tingkat Guru tahap awal." Xiao Yan memperkenalkan Zhang Liao kepada semua orang dengan membaca profil yang diberikan oleh pihak istana surgawi.


Tetapi lagi-lagi penonton hanya diam dan menampilkan wajah yang mencemooh, jika dia jenius lalu apa kata yang cocok untuk idola mereka Jun Poppy?.


Segera suara penonton terdengar mengejek Zhang Liao dan seluruh anggota istana surgawi, Zhang Liao dan seluruh pihak istana surgawi menjadi geram dan merasa sakit hati, ingin rasanya menghancurkan semua orang yang berada di benua biru.


Salah satu dekan dari akademi istana surgawi tingkat 5 langsung berdiri dan berkata dengan amarah, "Kalian semua bodoh, tujuan kami kesini ingin menyelamatkan kalian dari kejahatan penguasa kalian yang ingin memperbudak kehidupan disini, tetapi kalian malah menghujat kami... Benar-benar kehidupan yang tidak pantas diselamatkan."


Semua orang langsung mengerutkan keningnya disaat dekan itu berhenti berbicara dan duduk kembali di kursinya, Jun Poppy menjadi sangat marah jika ayah dan ibunya difitnah oleh orang itu yang mewakili pihak istana surgawi.


"Kamu yang bodoh, kalian tanyakan kepada semua orang yang berada disini, apa pernah mereka diperbudak? Apa pernah kami memanfaatkan status kami untuk menindas yang lemah, coba tanyakan pada mereka yang hadir disini, bandot tua..."


"Iya, kami tidak pernah di tindas"


"Benar-benar tidak tahu malu, tujuan kalian pasti ingin menguasai benua biru, kan?"


"Kami dulu dari keluarga kecil dan sering dirampok oleh bandit, lalu mana istana surgawi disaat kami dirampok? Memalukan."


Semua penonton segera membenarkan apa yang dikatakan oleh Jun Poppy dan berbalik melontarkan kata-kata yang lebih menyakitkan, semua yang mereka katakan sesuai dengan kenyataan-nya.


Yu Guan menutup matanya dan benar-benar malu, dia semakin yakin jika ketiga leluhur suci telah menipu mereka, Ahui Nan dan Lu Lingqi juga semakin curiga dengan perkataan dari leluhur suci yang telah menipu anggota istana surgawi.


"Tenang"


Tiba-tiba Excel ikut campur untuk menenangkan situasi yang akan menjadi kekacauan akibat perkataan dari dekan itu, seketika semua orang duduk lagi dan tidak lagi bersuara.


"Apapun tujuan dari istana surgawi aku sudah tahu, tetapi itu tidak masalah. Tapi kalian harus ingat tuntutan kami untuk para pemenang turnament ini, jika tidak... Hehehe." kata Excel dengan menatap ketiga leluhur suci dengan tersenyum, kata-katanya membuat ketiga orang itu mengigil, jiwanya seakan-akan tersedot saat menatap mata Excel.


"Uhuk...uhuk"


Ketiga leluhur suci langsung terbatuk dan muntah darah hanya dengan menatap mata Excel, jelas sekali jiwa mereka telah terluka parah, seketika wajah ketiga leluhur suci menjadi pucat dan tubuhnya terkulai lemas.


"Leluhur suci"


Yu Guan dan seluruh anggota istana surgawi menjadi panik melihat leluhur mereka batuk darah dan menjadi lemas, segera Yu Guan dan para dekan istana surgawi menenangkan ketiga leluhur itu.


"Aku tidak apa, aku tidak apa... Lanjutkan saja turnament, dan sesuai perjanjian istana surgawi dan benua biru, aku pasti tidak akan mengingkarinya." kata Yang Wei dengan melambaikan tangannya agar anggotanya tidak panik, dia tidak berani lagi menatap wajah Excel yang masih tersenyum, Yang Wei hanya menundukkan kepalanya dan memerintahkan peserta untuk melanjutkan lagi pertandingannya.


"Kuat sekali" batin ketiga leluhur itu yang menjadi ketakutan, walau mereka bertiga sudah menenangkan dirinya tetapi seluruh tubuhnya mengkhianatinya, tubuh mereka gemetaran setelah terkena serangan jiwanya.


"Patriack Xiao. Silakan lanjutkan lagi."


Perintah Excel kepada ayah mertuanya, jika bukan berada di tempat umum sudah pasti Excel akan memanggilnya dengan sebutan ayah mertua.


"Baik, Penguasa" jawab Patriack Xiao yang menjadi pemandu acara mengganti master Kaili yang menghilang entah kemana semenjak turnament berberapa tahun yang lalu.


"Apa kalian berdua sudah siap?"


"Siap Kakek" jawab Jun Poppy yang dengan riang dan sudah tidak sabar memukuli orang yang berada didepannya, karena bertarung menang atau kalah akan menambah point prestasinya yang mampu meningkatkan kekuatannya selain membunuh musuh-musuhnya.


"Siap, senior"


"Mulai."


"Sliinng" kedua pedang ditarik secara bersamaan oleh Zhang Liao, dia ingin dengan segera mengalahkan musuhnya yang sudah mempermalukan pihak istana surgawi, "Booomm..." gelombang kejut disaat Zhang Liao mengeluarkan basis kultivasinya tingkat Sang mahadewa level 1, riak-riak energi segera memenuhi arena utama.


"Analisa kekuatan tempur lawan, sistem"

__ADS_1


[Ding.! Kekuatan tempur secara keseluruhan 1.043.000 gongjin.


Keunggulan :



Memiliki teknik pasif tingkat surga tahap menengah, yaitu perisai diri yang mampu melindungi dirinya dari serangan mental dan energi Qi musuhnya.


Kekuatan jiwa 30 %.


Senjata tingkat surga tahap atas, penguasa teknik 40 %.


Element utama kayu.


Element api peringkat 48.



Kelemahan :



Kecepatan lambat.


Mudah terpancing emosinya.


Fondasinya belum stabil dikarenakan menerobos secara paksa.



Persentase kemenangan host 87 %, tanpa menggunakan teknik dan mengaktifkan garis darah dan tubuh khusus. Analisa, Selesai.]


Sistem memberikan semua informasi musuh Jun Poppy dengan segera, Jun Poppy menyeringai lebar melihat persentase kemenangan-nya.


"Fondasimu terlihat belum stabil, terlihat kamu secara paksa untuk menerobos, aku perkirakan tingkat kamu sekarang itu adalah fake." ejek Jun Poppy kepada Zhang Liao, Zhang Liao semakin marah saat kekuatan dibilang palsu.


"Hahaha... Tidak perduli, yang penting aku bisa mengalahkan musuh ku." jawab Zhang Liao kepada Jun Poppy, dia segera memasang kuda-kuda untuk menyerang Jun Poppy, segera Jun Poppy menutup wajahnya dengan pelindung war clock yang sedari tadi masih aktif.


"Pedang membelah ombak, dengan kedua pedang setiaku aku menghancurkan-nya, ribuan musuh yang menghalangi akan aku tebas, setiap tebasan ku hanya akan meninggalkan kesedihan..." kata Zhang Liao saat mengayuh pedangnya dengan gerakan lemah gemulai, Jun Poppy dan semua penonton merasa heran, ini menari apa membaca syair...!!


"Hei... Kamu mau bertanding apa ingin membaca puisi... Aneh, pria kok begitu." kata Jun Poppy saat melihat Zhang Liao terlihat sedang menari dan membaca syair seperti wanita.


"Whahaha"


Semua orang ketawa setelah Jun Poppy mengomentari gaya berpedang dari Zhang Liao yang terlihat seperti seorang wanita sedang menari, Excel sudah ketawa terbahak-bahak melihat gaya lucu dan kata-kata peserta dari istana surgawi, semua orang mengira jika Zhang Liao akan mengeluarkan teknik terbaiknya, siapa sangkah akan menjadi hiburan tarian pedang.


"Sialan, aku ini sedang mengeluarkan jurus pedang andalanku dan ini sudah seharusnya... Tunggu aku akan menyerangmu dan kamu diam saja." balas Zhang Liao yang terlihat kesal dan marah, anggota istana surgawi ingin ketawa tetapi berusaha menahannya.


"Bodoh, siapa juga yang akan diam saat diserang, memangnya aku batu..." balas Jun Poppy yang bertambah jijik melihat perilaku dari lawannya yang semakin aneh saja.


"Siapa bilang bodoh, ini adalah teknik yang aku ciptakan sendiri disaat aku gagal meramu pil... Lihat saja kamu tahu kehebatan dari teknik ku..." jawab Zhang Liao masih dengan menari dengan kedua pedangnya yang diayunkan kekanan dan kekiri.


"Itu berarti kamu bodoh, hanya orang yang aneh setelah gagal terus menari-nari." balas Jun Poppy yang semakin ketus saat berbicara kepada Zhang Liao.


"Sialan, tunggu saja dan jangan ganggu konsentrasi ku saat mengumpulkan energi alam semesta."


"Bodoh, menunggu sampai nenekmu hamil"


"Whahaha


Semua penonton semakin ketawa mendengarkan kedua peserta itu bertukar mulut, bukannya baku hantam tetapi malah beradu mulut.


"Mulut kamu sangat pedas, tidak mungkin nenekku hamil, kamu yang bodoh... Sabar kenapa...!"


"Memangnya nenekmu tidak hamil..! aku yakin dengan menunggu disini nenekmu pasti sudah melahirkan."


"Sialan, jangan menuduh nenekku, jelas nenekku tidak hamil bagaimana mungkin bisa melahirkan..."


Kedua peserta itu tidak ada habis-habisnya saling beradu mulut prihal nenek dari Zhang Liao, Excel dan seluruh keluarga besar sudah ketawa terbahak-bahak melihat mereka berdua menjadi perang mulut.


Pihak istana surgawi sudah menutup matanya dan memijat kening, melihat kekonyolan dari juniornya yang tidak tahu tempat dan melihat kondisi saat ini.


"Bodoh, jika kamu tidak bertarung, sampai kapan kamu akan mempermalukan istana surgawi kita" kata dekan dari Zhang Liao saat berbicara dengan junior dengan transmisi suara, pihak istana surgawi sudah ingin memukuli wajah Zhang Liao.


"Baiklah, aku akan menyerang, beruntung kamu tidak merasakan kehebatan teknik ciptaanku...." kata Zhang Liao kepada Jun Poppy dia mendengarkan suara dari dekannya.


"Baiklah, jurus apa yang akan kamu gunakan, apa jurus membelah ombak atau jurus mencakar wajah..." jawab Jun Poppy dengan mengejek Zhang Liao yang hanya bicara tanpa menyerangnya.


"Huff, jurus apa itu, aku tidak punya jurus itu... Lihat jurusku ini... Pedang ganda membuka pesona dewi-dewi tercantik diseluruh alam semesta...."


"Nama jurus yang aneh, itu teknik pedang apa teknik mengoda nenek-nenek... Nama jurus kok panjang sekali." jawab Jun Poppy yang mengomentari nama skill yang digunakan oleh musuhnya yang sangat panjang, sudah tidak sabar melihat kebodohan dari Zhang Liao, Jun Poppy langsung menghilang...


Zlaaapp


"Heii... Jangan menghilang... Sialan, kamu menyerang dari belakang..." Zhang Liao kaget saat lawannya tiba-tiba muncul dibelakangnya, segera Zhang Liao memutar tubuhnya dengan cepat dan menangkis pukulan dari Jun Poppy.


Booommm


Ledakan terdengar disaat Zhang Liao menyilangkan kedua pedangnya untuk menahan kepalan tangan kanan dari Jun Poppy yang penuh energi, sengaja Jun Poppy memperlambat pukulan agar dikira gerakannya lambat.


Zhang Liao segera mundur 20 langkah saat benturan pedangnya menahan serangan Jun Poppy yang sangat kuat baginya, "untung saja aku lebih cepat, giliranku... Pedang ganda membelah langit..." tanpa menunggu lawannya menyerang lagi, Zhang Liao langsung mengeluarkan tekniknya, bilah-bilah pedang berwarna merah muda segera menyerang Jun Poppy dengan sangat cepat...


Swoosh


Swoosh


Booomm


Booomm


Jun Poppy dengan mudah menghindari serangan energi Qi jarak jauh, bergerak kekiri dan kekanan, ledakan energi setelah meleset dari sasaran.


"Huuff, sungguh beruntung kamu, teknik yang aku kuasai hampir ribuan tahun bisa kamu hindari..." kata Zhang Liao saat serangan terbaiknya mudah dihindari.


"Ckckck... 1 teknik butuh ribuan tahun untuk dikuasai... Apa itu seorang jenius dari kakek-kakek..." ejek Jun Poppy saat Zhang Liao memuji tekniknya sendiri.


"Sialan kamu, kenapa selalu tidak percaya... Pedang ganda pembelah langit..."


Swooosshh


Swooosshh


"Hah... Teknik yang sama sudah digunakan untuk menyerang ku, tidak akan berguna lagi pada ku..." kata Jun Poppy saat melihat serangan datang lagi.


"Booomm..." Jun Poppy dengan mudah melambaikan tangannya kekanan saat serangan pedang mendekatinya, ledakan hebat saat serang itu dimentahkan.


Booommm


Booommm


Berkali kali Jun Poppy menangkis serang pedang dari Zhang Liao dengan mudah, hanya dengan melambaikan tangannya kekanan dan kiri, seakan-akan serangan itu seperti lalat bagi Jun Poppy.


"Benar-benar kuat..." batin Zhang Liao saat serangan pedang ganda pembelah langit tidak ada gunanya bagi lawan.


"Apa hanya ini saja kekuatanmu ? Ayo, berikan yang paling kuat, aku sudah mulai bosan." kata Jun Poppy yang sudah mulai jenuh dengan lawannya kali ini yang tidak berusaha sebaik mungkin.


"Sialan, kamu... Benar-benar meremehkan aku... Sarung tangan dewa abadi..." Zhang Liao sangat marah saat terus-menerus diejek oleh lawannya, segera dia mengeluarkan sarung tangannya setelah memasukan lagi kedua pedangnya pada tempatnya, sarung tangan itu tingkat surga tahap awal.


Wuuuuussshh


Booomm


Baaanngg

__ADS_1


Setelah Zhang Liao dengan cepat memakai sarung tangan dan langsung melesat menyerang Jun Poppy, serangan mereka sangat cepat, bertarung di ubin arena hingga secara berlahan bertarung diudara, benturan kedua kepalan sangat memekikkan telinga penonton.


__ADS_2