Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 85 Danau Panca Warna


__ADS_3

Chapter 85 Danau Lima Warna


"Suami, saat kami melakukan pemetaan tanda titik-titik merah ini adalah tempat berbahaya dan titik kuning tidak diketahui, saat kami semua mengunakan berbagai teknologi kapal BESD1 tetap juga tidak bisa memastikan apa itu" laporan Li Jia Li saat Excel melihat peta dan memang ada tanda titik merah, kuning, putih dan hijau.


"Tidak masalah, ini sudah cukup buat kita bisa memperkirakan situasi benua tengah saat ini, terimakasih!" jawab Excel yang membuat hati Li Jia Li merasa senang.


"Pasukan ku, simpan kapal perang kalian, kita tidak bisa menggunakan kapal lagi," kata Excel kepada semua orang saat melihat didepannya kabut yang tebal dan semua pasukannya turun dari kapal dan menyimpannya didalam cincin dimensi.


"Wow! Danau yang indah!" seruan si Excel yang bisa melihat dengan mata bintangnya dan mampu menembus halangan apapun.


"Yuke, danau apa itu?" tanya Excel kepada Yuke karena tidak tahu danau apa itu yang memilik banyak air berwarna warni.


[Itu danau panca warna, Tuan. Danau ini juga bagus untuk berkultivasi dan juga mampu memperkuat tubuh. Disarankan Tuan ambil dan taruh di Dunia Jiwa, jika diketahui alam atas maka benua Venus akan menjadi medan perang yang ingin merebutnya]


"Hehehe! Terima kasih sayang. Apa menu shop menyediakan danau sebagai penggantinya, Yuke?"


[Ada Tuan. Dan biarkan saya yang menangani danau ini agar tidak diketahui banyak orang]


"Isteri ku, kamu yang terbaik. Terima kasih. Dan sebagai hadiahnya kamu ambil point tukar ku 1 juta, oke!"


[Hehehe, dengan senang hati suamiku]


"Suami ada apa?" tanya Xiao Mei Xing yang berada disebelah karena melihat suaminya menatap terus kedalam kabut.


"Maaf, aku terpesona dengan indahnya danau didepan kita," kata Excel tanpa menyembunyikan apapun yang dilihatnya.


"Apa... Suami kamu bisa menembusnya kabut ini dengan mata biasa?" tanya Zhou Mei yang kaget suaminya bisa menembus kabut tebal yang menghalangi langkah mereka.


"Hehehe! Tentu bisa. Kalian mundur dan jangan sentuh kabut ini, kabut ini beracun dan mampu buat tubuh kalian menjadi cairan!" peringatan si Excel yang membuat semua ketakutan dan segera menjauh dari kabut tebal berwarna putih ini.


"Aah...!"


"Cepat mundur!"


"Hah! Untung saja aku tidak mencoba memasuki kabut ini!"


"Su-suami, lalu bagaimana ini?"


"Kalau begini kita tidak bisa melanjutkan perjalanannya!"


Mendengar perkataan pemimpinnya segera suasana menjadi kacau karena mereka ketakutan dan bergidik melihat kabut didepan mata semua orang.


"Jangan kuatir! Kalian tunggu disin.i" tanpa menunggu mereka menjawab Excel segera melangkah memasuki kabut yang tebal, bahkan dengan teknologi canggih kapal BESD1 tidak mampu menembusnya.


"Suami jangan!"


"Apa yang kamu lakukan suamiku!"


"Pemimpin!"


"Paman tunggu!" Qiaofeng yang ingin ikut segera ditahan Niu Qinglin.


Semua orang kaget saat pemimpin dan suaminya memasuki kabut yang sangat berbahaya tanpa takut, disaat baru berjalan Excel sudah tidak bisa dilihat lagi.


"Jangan kuatir suami kita pasti baik-baik saja!" Shu Peijing berusaha menenangkan semua orang yang kuatir akan keadaan pemimpin dan juga suami mereka.


"Iya, suami kita juga bilang begitu, lebih baik kita tunggu disini!" sahut Ling Xuan.


"Pasukan naga dan pasukan Phoniex tetap waspada terhadap binatang buas!" perintah Yang Ruolan yang tidak ingin semua orang menjadi lengah.


Saat berada didalam kabut Excel tampak baik-baik saja bahkan tidak terlihat terluka maupun merasakan bahaya, tanpa ragu Excel melangkah terus hingga bisa melihat dengan jelas danau panca warna.


"Benar-benar penuh energi Qi dewa... Hahaha! Akhirnya aku akan menerima kesengsaraan Surgawi." Excel sangat kegirangan saat melewati kabut beracun dan merasakan energi Qi dewa yang sangat tebal dan juga dia akan menerima bencana petir.


"Yuke, ayo kita ambil danau ini!" pinta Excel kepada Yuke yang sudah tidak sabar ingin segera merasakan Kesengsaraan Surgawi.


[Tuan, di dalam ada ular Naga Banjir, ular yang akan bertransformasi menjadi naga dan saya tidak bisa menyimpannya di dalam dunia jiwa karena akan mencelakai semua wanita]


"Bagaimana dengan kekuatannya, Yuke?"


[Ular Naga Banjir pada tingkat jendral Dewa tahap perak dan berusia 2 juta tahun, Tuan juga bisa menjinakkan]


"Terima kasih, Yuke. Baik aku akan menjinakkan," kata Excel penuh percaya diri tanpa rasa takut.

__ADS_1


Pluuk... Pluuk


"Ular kecil bangunlah, aku disini." Excel sengaja melemparkan batu kedalam air dan berteriak mencoba memprovokasi ular itu.


Boom... Byurrr


"Kurang ajar, siapa yang bikin keributan?" teriakan ular yang marah saat Excel meledakan permukaan air di danau hingga ular terbangun.


"Dia sudah lari Bibi," kata Excel yang sengaja menggoda si ular yang besarnya seukuran gedung dan berwarna hijau.


"Jadi kamu bocah cilik ... Hahaha! Sudah lama aku tidak makan daging manusia!"


"Aku juga belum pernah makan daging ular, Bibi!" sahut si Excel yang masih terus membuat si ular marah.


"Hahaha! Bocah tampan lebih baik kamu patuh dan jadilah pasanganku, sayang sekali jika aku memakan mu...!" si ular menjadi tertarik dengan bocah di depannya yang ketampanan-nya belum pernah dia lihat selama ini.


"Tidak, aku sudah memiliki isteri... Jika kamu mau jadilah bagian keluarga dan aku akan berikan kamu kekuatan, bagaimana?"


"Hahaha! Kamu tidak tahu tingginya langit dan dalamnya lautan, Bocah jangan sombong aku sudah mengasihi mu tapi kamu tolak!?"


Zlaaapp


Sebelum ular itu menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Excel menghilang dan muncul di depan kepalanya, kemudian Excel meletakkan tangan kanannya di kepalanya dan memberikan segel keluarganya yang keempat, si ular kaget saat bocah tampan itu sudah berada tepat dihadapannya tanpa bisa bereaksi.


Ngung (Dengungan)


"Argh!! Bocah apa yang kau lakukan... Argh!!" si ular tiba-tiba berteriak kesakitan merasakan kepalanya yang pusing saat Excel menyentuhnya, terdengar dengungan ditelinga saat segel tertanam di kepalanya.


"Jangan menolak segel ku, jika menolak tubuhmu akan meledak!" peringatan si Excel yang membuat si ular menjadi diam dan entah kenapa dia tidak bisa menolak perkataannya.


Boom...


Disaat si ular terdiam dia mengalami terobosan langsung 1 tingkat bukan 1 level, dari tingkat Jendral Dewa perak naik menjadi jendral Dewa Baja tahap awal.


Si ular lalu memejamkan matanya untuk menyetabilkan fondasinya yang telah menerima terobosan besar-besaran dan Excel pun menunggu dengan sabar.


"Yuke, lakukan!" pinta Excel kepada Yuke untuk mengganti Danau Panca Warna menjadi danau biasa sambil menunggu si ular.


[Baik, Tuan]


Dengan segera Yuke langsung bekerja dengan cepat dan dalam sekejap Danau Panca Warna yang memiliki air dengan lima warna berubah menjadi danau biasa dengan air yang jernih tapi keindahannya tidak berkurang.


[Selesai, Tuan]


"Hahaha! Yuke kamu luar biasa!" Excel tertawa senang saat Yuke dengan cepat menggantikan danau itu, Excel hanya melihat cahaya putih yang keluar dari tubuhnya, disaat cahaya menghilang dalam hitungan detik danau telah berubah.


[Itu pekerjaan sepele, Tuan]


[Tuan, sambil menunggu tuan bisa menyerap Racun ini dengan tubuh Dewa kegelapan agar bisa dilalui banyak orang]


"Yuke lagi-lagi kamu lebih pintar. Tubuh Dewa kegelapan aktif!"


Setelah Excel mengaktifkan tubuh Dewa kegelapan dan menyerap kabut racun yang menghalangi pandangan mata siapapun, kabut racun dengan cepat diserap hingga terlihat pusaran yang mengelilingi tubuh si Excel, sedikit demi sedikit kabut itu mulai menipis.


"Kenapa lama sekali suami kita?"


"Iya, sudah satu dupa setelah dia masuk tidak ada suara apapun di dalam!"


"Lihat kabut racun itu terlihat mulai menghilang!"


"Wow! Apa yang suami kita lakukan hingga kabut ini bisa menghilang?"


"Komandan Ceng, lihat kabutnya mulai menghilang!"


"Iya, aku juga tahu. Ini mungkin pemimpin kita yang menghilangkan-nya!" jawab Ceng Fu dan semua ucapan banyak terlontar dari setiap orang saat melihat kabut beracun perlahan menghilang.


"Luar biasa pemimpin kita!"


"Hore! Lihat itu tubuh Paman!"


"Maaf, membuat kalian menunggu lama," kata Excel dengan senyum meminta maaf karena telah membuat kuatir semua orang.


"Suami, lagi-lagi kamu keluar sebentar sudah mendapatkan wanita!" protes Zhou Mei saat melihat suaminya diikuti wanita cantik yang berpakaian berwarna hijau dan bola mata juga berwarna hijau rambut sepanjang pinggang, tingginya 182 cm, kulit putih sehalus kulit bayi, alis tebal dan bibir yang memikat, tubuhnya langsing ibarat biola yang tidak pernah tersentuh, tapi ada yang aneh dilehernya terlihat seperti sisik ular.

__ADS_1


"Kenalkan, dia Bi Liqin, Liqin kenalkan semua wanita ini isteri ku, dan Bi Liqin adalah bagian dari keluarga kita, semoga kalian bisa akur," kata Excel yang memperkenalkan si ular kepada semua orang.


Si ular ternyata bisa merubah wujudnya menjadi manusia, saat itu setelah Excel menyerap kabut racun si ular juga telah selesai memperkuat fondasinya.


...****************...


"Tuan!" suara merdu saat Excel membuka matanya.


"Bibi, apa kamu sudah selesai?" tanya Excel kepada si ular hijau itu.


"Sudah Tuan, dan terima kasih sudah memberikanku kekuatan" jawab si ular dengan menundukkan kepalanya yang besar, saat menunduk dia terkejut jika air danaunya telah berubah, meskipun tahu siapa pelakunya dia takut untuk bertanya.


"Bocah tampan ini mampu memberikan kekuatan yang sangat besar apalagi basis Kultivasinya tidak bisa aku lihat, berarti tingkat kekuatannya lebih tinggi dariku!" batin si ular yang masih menunduk dan takut menatap mata bocah tampan ini.


"Bagus, siapa namamu?" tanya si Excel yang ingin tahu namanya, terasa tidak enak jika memanggil si ular hijau.


"Aku dari dulu tidak memiliki nama, Tuan!"


"Sebelum aku memberi nama bisakah kamu menjadi wujud seperti manusia?"


"Bisa Tuan!" jawab si ular hijau dan dengan cepat dia merubah wujudnya menjadi seorang gadis cantik dengan pakaian berwarna hijau muda, dan tubuhnya indah seperti alat musik biola.


"Kamu cantik sekali jika berubah wujud!" puji si Excel kepada si ular yang membuat wajah si ular menjadi memerah dan senang akan pujian tuan barunya.


"Hem! Baiklah aku akan beri nama kamu ... Karena kamu berwarna hijau yang mirip giok maka nama depanmu Bi, suaramu yang merdu mirip dengan harpa maka nama belakangmu Liqin."


"Terima kasih tuan, sekarang nama ku Bi Liqin dan siapa nama Tuan?"


"Hahaha! Namaku Excel Felix, cantik. Baiklah kita temui mereka sudah terlalu lama kita disini!" ajak Excel kepada Bi Liqin dan berjalan menuju tempat dimana semua orang sedang menunggunya.


...****************...


"Bibi, namaku Qiaofeng," kata Qiaofeng yang senang memiliki Bibi baru, Bi Liqin yang langsung berhadapan dengan gadis kecil ini menjadi gemetar dan tiba-tiba berlutut di depannya.


"Ratu, maafkan hamba yang tidak tahu kedatangan Ratu!" kata BI Liqin yang membuat semua orang kaget dengan sikap Bi Liqin yang ketakutan saat bertemu dengan Qiaofeng.


"Kamu mengenaliku, bibi?" tanya Qiaofeng pada bibi didepannya. Excel yang melihat hanya diam dan ingin tahu apa yang telah terjadi dan ada apa dibalik semua ini yang tidak dia ketahui selain Qiaofeng reinkarnasi dari Dewi samudera, hal yang sama dengan semua orang yang melihat keanehan mereka berdua.


"Hamba mengenali dan hamba juga sudah lama menunggu kedatangan Ratu!" jawab Bi Liqin yang masih dengan sikap berlutut di depan Qiaofeng.


"Aku lihat kamu sudah menerima segel keluarga suamiku dan mulai hari ini kamu bukan lagi hamba ku, tapi keluarga besar kami. Bangun!" kata Qiaofeng yang berbicara seperti wanita dewasa dan aura agung yang seperti ratu Kekaisaran.


Dengan segera Bi Liqin bangkit dari sikap berlutut dan langsung berdiri dibelakang Qiaofeng, semua orang menjadi kebingungan dengan semua ini dan banyak pertanyaan berputar-putar dipikirannya.


"Baiklah, karena hari sudah menjelang sore kita akan bermalam di tepi danau," kata Excel yang tidak ingin melihat situasi yang aneh ini terus berlanjut.


"Paman, ayo aku juga sudah lapar," kata Qiaofeng yang langsung menggenggam tangan pamannya yang membuat semua wanita cemberut dan cemburu.


Kemudian semua orang berjalan menuju arah dimana danau berada, mereka sudah tidak lagi melihat kabut racun disekitarnya dan berjalan dengan tenang.


Si Excel melangkah ke tepi danau dan membuat formasi untuk melindungi mereka semua dari binatang yang memasuki wilayah Bi Liqin, lalu membagi danau menjadi tiga bagian dengan formasi penghalang agar semua orang bisa mandi di dalam danau tanpa malu, apalagi Excel tidak ingin semua orang melihat tubuh indah semua isterinya.


"Sebelah kanan untuk semua istriku, dan ditengah untuk wanita lain dan disana khusus untuk pria. Ceng Fu bagi tugas untuk mencari kayu untuk api unggun dan juga berjaga-jaga."


"Baik pemimpin."


"Hahaha! Ayo Paman kita mandi!" ajak Qiaofeng yang segera melepaskan pakaiannya, dengan segera Excel membuat penghalang mata agar semua pria tidak melihat tubuh gadis kecil yang polos ini.


"Hahaha! Suami kamu membuat penghalang mata buat mereka, tapi kamu sendiri menatap istri kecilmu tanpa berkedip!" goda Yang Ruolan pada Excel yang melihat Qiaofeng tanpa berkedip saat melepaskan pakaiannya, dan langsung melompat ke dalam danau lalu diikuti oleh Bi Liqin.


Byurr... Byurr...


"Huff! Aku hanya kuatir saja dia masuk angin!" alasan Excel yang sebenarnya malu digoda isterinya saat menatap tubuh Qiaofeng.


"Alasan saja, mana ada tingkat kaisar masuk angin!"


"Hahaha!!"


Semua wanita ketawa melihat alasan yang tidak masuk akal yang diucapkan suaminya. Melihat Qiaofeng yang sudah menceburkan diri segera semua wanita masuk ke dalam danau tanpa melepaskan pakaiannya, Excel juga melemparkan banyak bola di danau termasuk danau khusus bagi pria.


Byurr... Byurr... Byurr...


"Hahaha!"

__ADS_1


Mereka semua ketawa gembira dan bermain di dalam danau seperti anak kecil, danau yang dibuat Yuke memiliki kandungan bio energi alami yang mana air tersebut sangat berguna untuk kesehatan kulit dan juga berguna bagi manusia tanpa Kultivasi, karena air danau itu mampu menetralisir segala penyakit yang dideritanya saat diminum.


Semua orang juga segera mandi secara bergantian. Sebagian orang di atur oleh Paman Xue Tong dan Ceng Fu untuk memasak, mencari kayu bakar, berburu kelinci dan ayam hutan, walaupun kebanyak prajurit telah memiliki banyak binatang buas hasil dari melindungi pekerja sesaat yang lalu.


__ADS_2