
Chapter 285 Ruang makan.
Tok tok tok
"Masuk"
Pintu berderit, 2 orang pelayan wanita membawa ember yang dipesan Bu Wanmei, sebelum berbicara, pelayan itu melirik Bu Wanmei yang seluruh tubuhnya dibalut perban.
"Nona muda, ini embernya."
"Taruh saja disitu, dan kalian bisa tunggu diluar." kata Lu Xinxin kepada kedua pelayannya, setelah meletakkan embernya, kedua pelayan itu keluar dan menutupi pintu.
"Tolong, ramuan itu kalian tumbuk hingga halus, lalu masukan kedalam ember." pinta Bu Wanmei kepada keempat wanita itu.
Tanpa banyak bicara, keempat wanita itu menuruti permintaan Bu Wanmei. Tidak terlalu lama semua ramuan telah halus dan dimasukan kedalam ember yang berisi air.
Kemudian, Lu Xinxin dan Lu Xianglun membantu Bu Wanmei berdiri dan membantunya masuk kedalam ember itu.
Cang Juan dan Cang Lien tidak tinggal diam, mereka berdua melepaskan perban yang menutupi tubuh Bu Wanmei. Selama 2 hari ini mereka berempat sudah sering melihat tubuh atletis Bu Wanmei, dan sudah tidak malu lagi saat melihatnya, biarpun begitu nafas mereka masih saja terengah-engah dengan wajah yang memerah.
Terlihat luka yang masih belum sembuh, tulang di dada juga masih bisa dilihat, Bu Wanmei mengeram menahan rasa sakit dan perih saat ramuan herbal itu memasuki tubuhnya.
Tubuhnya sedikit gemetaran dan keringat diwajah bercucuran, melihat wajah tampan yang menahan rasa sakit, keempat wanita itu sedikit mengeluarkan air mata di kelopak matanya.
Dengan menutup mata, Bu Wanmei segera menyerap dengan cepat segala khasiat obat yang telah bercampur dengan air. Luka-luka yang masih mengangah secara berlahan mulai meregenerasi dan menutup.
Goresan luka diwajah juga mulai pulih, tulang-tulang rusuk juga mulai menyatu, keempat wanita itu tercengang melihat ramuan herbal itu memiliki khasiat yang begitu ampuh.
Wajah tampan yang tadinya pucat, secara berlahan juga mulai terlihat cerah dan terlihat wajah dan tubuhnya memerah, asap putih mengepul disaat Bu Wanmei telah menyerap sebagian khasiat ramuan herbal itu.
"Tidak kusangkah tanaman obat dan tanaman roh yang langka memiliki khasiat yang begitu luar biasa..." kata Cang Juan Si Ratu Siluman Musang yang kini seperti seorang istri selama 2 hari ini.
"Benar, untuk menyembuhkan luka luar mungkin 1 bulan sudah bisa pulih, tetapi menyembuhkan tulang yang sudah patah dan sebagian hancur itu sulit disembuhkan..." ujar Cang Lien yang melihat tulang didada Bu Wanmei secara berlahan mulai menyatu, meridian yang terputus akibat serangan yang hebat juga mulai menyambung.
Pori-pori kulit yang menyerap membuat otot-otot tubuh Bu Wanmei keluar, dan kedua tangan mengepal erat, gigi mengeretak menahan rasa sakit saat tulang dan meridian yang mulai pulih.
Setelah menahan rasa sakit saat pemulihan selama 3 jam, akhirnya seluruh tubuh telah kembali seperti semula, bahkan kini wajah semakin tampan dan kulit semakin halus.
Dengan mata masih terpejam, Bu Wanmei meregangkan otot-ototnya yang kaku, suara gemeretak tulang sangat jelas terdengar keempat wanita itu.
"Bagaimana... Apa sudah sembuh...?" tanya Lu Xinxin yang masih terlihat jelas dengan rasa kuatir dan cemas.
"100 persen sembuh, dan juga aku merasa sangat segar..." jawab Bu Wanmei dengan membuka matanya, saat membuka terlihat sinar yang keluar dan secara cepat kembali menghilang.
Kedua bola matanya terlihat bentuk Yin dan Yang, keempat wanita itu semakin terpesona saat melihat begitu indahnya kedua mata Bu Wanmei.
"Benar-benar indah..." gumam Cang Juan yang terpesona dengan kedua mata Bu Wanmei.
"Terima kasih, sudah merawat aku selama 2 hari ini..." kata Bu Wanmei sambil berdiri, tubuh telanjang jelas dilihat oleh keempat wanita itu, dengan segera keempat wanita itu memalingkan wajah, terlihat wajah mereka merah seperti buah apel.
Bu Wanmei keluar dari ember, dan mengeluarkan satu set pakaian baru. Cang Lien sebagai wanita yang lebih dewasa ikut membantu Bu Wanmei memakai pakaiannya, disaat ketiga wanita itu masih malu.
"Dari dekat kamu sangat cantik dan tubuhmu sangat mengoda..." bisik Bu Wanmei ditelinga Cang Lien, mendengar pujian Bu Wanmei, Cang Lien tersipu malu dan juga bahagia.
__ADS_1
Ketiga wanita itu buru-buru menyusul dan membantu Bu Wanmei memakai pakaiannya, lagi-lagi Bu Wanmei mengoda keempat wanita itu.
"Tidak kusangkah setelah membuka mata, aku melihat bidadari surga yang merawatku, sungguh beruntung aku hidup didunia ini..."
"Lidahmu sungguh fasih merayu wanita..." kata Cang Juan yang tersenyum mendengar pujian Bu Wanmei.
"Lu Xinxin dan Lu Xianglun sudah menjadi isteriku, apakah kalian berdua mau menjadi isteriku juga?" tanya Bu Wanmei kepada Ratu Siluman Musang dan Cang Lien.
Tubuh kedua wanita itu gemetaran dan tidak menyangkah manusia rubah menginginkan mereka menjadi pasangan dao, mereka berdua sangat gembira dan segera memeluk Bu Wanmei dengan erat. Lu Xinxin dan Lu Xianglun menjadi cemberut dan cemburu dengan memeluk kedua lengan kanan dan kiri Bu Wanmei.
"Tapi aku sudah memiliki banyak isteri dan juga Ratu Utama ditempat lain, apa kalian tidak apa-apa? Aku tidak akan memaksakan kehendak kalian, dan juga aku selalu memberlakukan secara adil dan merata." kata Bu Wanmei sebelum Cang Juan dan Cang Lien menjawab, sedangkan kedua putri Raja Demi Human sudah tahu jika Bu Wanmei telah memiliki banyak isteri saat berbulan madu didalam goa.
"Tidak masalah, sudah sewajarnya seorang pria memiliki banyak isteri..." kata Ratu Siluman Musang yang tidak cemburu, sedangkan Cang Lien hanya mengangguk kan kepala saja.
"Bagaimana situasi perbatasan pegunungan Maha Dewi saat ini?" tanya Bu Wanmei yang tidak ingin terhanyut dalam suasana romantis didalam kamar, setelah melepaskan keempat wanita itu dari pelukannya, Bu Wanmei berjalan di tempat tidur dan duduk dengan menatap wajah keempat wanita itu.
"Informasi dari mata-mata, penjajah dan pasukan iblis masih terjebak didalam Jurang Samsara. Apa kamu yang memasang formasi jebakan itu?" tanya Ratu Siluman Musang yang sudah tahu jika formasi itu yang buat adalah Bu Wanmei, biarpun begitu dia ingin memastikan jika tebakannya benar.
"Hehehe, itu benar. Tetapi itu juga tidak menghambat mereka terlalu lama, perkiraanku mereka akan keluar dari formasi ilusi dalam waktu 3 hari lagi. Dengan kekuatan Qin Bo, formasi sederhana seperti itu tidak akan mampu bertahan lama." Bu Wanmei terkekeh saat membayangkan kemarahan komandan Yao, Qin Bo dan Raja Iblis Merah saat terjebak didalam formasi ilusi, dia membenarkan pertanyaan Cang Juan jika dia yang telah membuat formasi itu.
"Suami, apa kamu juga yang membunuh iblis raksasa yang tadinya menunggu bala bantuannya...?" kini Lu Xianglun yang bertanya.
"Oh... Mereka mati secara tidak sengaja saat aku lewati..." jawab Bu Wanmei dengan wajah polos dan juga tersenyum.
Keempat wanita itu ingin ketawa mendengar perkataan Bu Wanmei, mana ada orang mati tidak sengaja disaat ada orang lewat.
"Ayo, kita keruang makan, pelayan sudah menyiapkan makanan yang kamu sukai..." ajak Lu Xianglun kepada Bu Wanmei dan yang lainnya.
"Kemana Raja Demi Human, apa masih berada digaris depan benteng pertahanan?" tanya Bu Wanmei yang tidak melihat ayah kedua isterinya ini, yang Bu Wanmei lihat beberapa wanita dewasa dan juga wanita muda yang seumuran dengan Lu Xinxin dan Lu Xianglun.
"Benar, ayah sedang menunggu kedatangan para musuh bersama Paman Lu Zhi." jawab Lu Xianglun disaat mereka berlima melewati pintu menuju ruang makan keluarga kerajaan yang cukup besar.
"Benar-benar tampan, pantas saja kedua putriku tergila-gila dengan Manusia Rubah ekor sembilan...?" ucap seorang wanita dewasa yang berusia jutaan tahun, tetapi masih memiliki wajah layaknya wanita dewasa usia kepala tiga.
"Hah... Kita keduluan adik dan kakak..."
Ruang makan kini menjadi ramai obrolan wanita, disaat melihat wajah tampan Bu Wanmei, ada yang iri karena kalah dengan saudarinya dan juga ada yang selalu mengagumi wajah tampan Bu Wanmei, sedangkan para prianya, terlihat tidak senang dan iri melihat wajah tampan Bu Wanmei yang tiada tandingannya, bahkan dibenua ini.
"Suami, ini ibu kita, sekaligus Ratu pertama Ras Demi Human, ini Ratu kedua... ini permaisuri pertama... Ini kakak-kakak aku dari beda ibu..." segera Lu Xinxin memperkenalkan semua wanita yang berada di ruang makan keluarga kerajaan.
Raja Demi Human juga memiliki banyak isteri, 3 Ratu, 134 Permaisuri, 2.000 Selir, 800 anak perempuan, 200 anak laki-laki dan 5.000 pelayan.
"Salam, aku Bu Wanmei, usia 17 tahun, statusku masih dalam pembaharuan, bintangku bintang kecil, hobiku koleksi wanita... Uhuk... Uhuk... Maksudku koleksi senjata berbagai jenis...." Bu Wanmei segera menyapa semua orang yang berada di ruang makan, dan sedikit memberikan lelucon.
"Memangnya untuk apa kamu koleksi wanita dan ada berapa banyak wanitamu saat ini...?" tanya Ratu pertama Demi Human kepada Bu Wanmei, dia menahan tawa saat bertanya.
"Untuk menjadi pasukan pribadiku dan jumlahnya jutaan, dia antara mereka, aku juga memiliki dua Ratu, 2.000 Permaisuri, jutaan Selir dan 462 anak perempuan." jawab Bu Wanmei dengan wajah polos dan seakan-akan membual.
Sedangkan kedua putri Raja Demi Human yang sudah diceritakan lebih awal hanya menatap wajah suaminya, mereka berdua masih tidak percaya sampai hari ini dengan pengakuan Bu Wanmei.
"Apa itu termasuk aku dan Cang Lien...!" ucap Ratu Siluman Musang yang berdiri dibelakang dan berbicara ditelinga Bu Wanmei, bibir Cang Juan sedikit menyentuh telinga Bu Wanmei hingga telinganya bergerak-gerak, perbuatan Ratu Siluman Musang yang mengodanya, hampir saja membangkitkan Naga berserk yang selalu bersembunyi.
"Iya, kalian berempat sudah aku masukan daftar Permaisuri baru..."
__ADS_1
"Ayo, silakan duduk, kita akan sarapan pagi bersama-sama..." ucap Ratu pertama Demi Human yang menghentikan obrolan semua orang.
"Sebenarnya kamu dari mana, Bu Wanmei? Ras Rubah sudah lama punah sejak ratusan juta tahun yang lalu. Menurut catatan sejarah yang kita dapatkan dari kerajaan Ras Rubah, jenis Rubah ekor sembilan sudah lama sekali tidak pernah terlahir. Perkiraanku, kamu pasti bukan asli penghuni Benua Permata Hitam ini." tanya Ratu pertama Demi Human setelah semua telah selesai sarapan
Saat berbicara, Ratu pertama Demi Human berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan mendekati Bu Wanmei dan mencondongkan tubuhnya kedepan, ia mengendus aroma tubuh Bu Wanmei yang sangat harum. Nafasnya memburu dan bisa dirasakan oleh Bu Wanmei ditelinganya.
"Jangan mengodaku, jika tidak menginginkan hukuman tongkat Naga milikku..." kata Bu Wanmei dengan telepatinya, sontak ratu pertama kaget dan wajahnya seketika memerah.
"Hahaha... Apa kamu mampu?" tantang Ratu pertama yang merasa dirinya tertantang menjadi tertawa, dia juga berbicara dengan telepatinya.
"Tanyakan kepada kedua putri putrimu, yang hanya mampu melayani ku selama 20 menit saja..."
"Dhem... Dhem..." Lu Xinxin segera berdehem melihat ibunya mengoda suaminya, walau dia tidak mendengarkan pembicaraan kedua orang itu, insting sebagai seorang wanita tidak pernah salah, dia merasa jika ibunya berusaha memancing birahi Bu Wanmei.
"Ibu, jangan mengoda suamiku..." Lu Xianglun tidak ingin melihat Bu Wanmei di mangsa ibunya, segera dia menarik ibunya yang sudah menempel buah dadanya pada punggung Bu Wanmei.
"Hahaha, putriku... Apa kamu cemburu...!!" Ratu pertama Demi Human yang bernama Weici Peiyu tertawa melihat reaksi kedua putrinya.
"Ckckck... Ratu Demi Human ingin mencaplok suami kita..." Ratu Siluman Musang berdecak lidah dan mengejek Weici Peiyu.
Sebelum suasana memanas dan menjadi tegang, Bu Wanmei segera berdiri dari tempat duduknya...
"Terima kasih jamuannya dipagi hari, aku rasa saatnya aku kembali keperbatasan pegunungan Maha Dewi..." kata Bu Wanmei setelah berdiri.
"Tunggu dulu, kami bertiga ingin berbicara secara pribadi denganmu..." cegah Weici Peiyu sebelum Bu Wanmei melangkah pergi.
Bu Wanmei mengerutkan keningnya dan merasa curiga dengan Weici Peiyu, maksudnya kami bertiga adalah kedua Ratu Demi Human yang sedari tadi kedua Ratu dari Raja Demi Human diam.
"Kenapa tidak disini saja bicaranya?" tanya Bu Wanmei yang tidak mau berbicara secara pribadi dengan ketiga ratu demi human ini.
"Tidak, ini bisa dikatakan rahasia kita bertiga, jika kamu tidak mau, maka jangan sekali-kali mendekati kedua putri ku..." ancam Ratu Demi Human kepada Bu Wanmei.
"Hahaha... Kerajaanmu mau musnah saja masih bertindak arogan... Hahaha." Bu Wanmei yang merasa ancaman itu, ia ketawa dan tidak takut dengan ancaman Ratu Demi Human.
Mendengarkan ucapan Bu Wanmei, segera ketiga Ratu dan semua orang yang hadir kembali menyadari kondisi Benua Permata Hitam saat ini.
Ratu Siluman Musang, Cang Lien, Lu Xinxin dan Lu Xianglun hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan Ratu pertama Demi Human.
"K-kamu..." sebelum Weici Peiyu berbicara, tubuh Bu Wanmei bergetar dan menghilang dari hadapan semua wanita.
"Sombong, dia kira siapa... Hah"
"Kurang ajar, ayo kita kejar bajingan itu yang merendahkan ibu kita..."
Semua anak-anak laki-laki Raja Demi Human segera mengumpat marah ketika Bu Wanmei tidak menghormati Ratu pertama Demi Human.
"Bodoh, jika kalian ingin mati silakan kejar..." bentak Lu Xinxin kepada kakak-kakaknya dengan marah, dia tidak terima suaminya dihina mereka.
"Disaat kalian makan enak dan tidur nyaman di istana, Bu Wanmei sudah membunuh banyak musuh, kalian benar-benar pria yang tidak berguna..." Lu Xianglun melanjutkan ucapan adiknya, setelah berbicara dia menyusul Ratu Siluman Musang, Cang Lien dan Lu Xinxin yang keluar dari ruang makan.
Hinaan Lu Xianglun membuat para pria menjadi malu dan juga makin membenci Bu Wanmei, mereka merasa ancaman posisi menjadi Raja berikutnya jika ada Bu Wanmei.
"Hah... Sial... Ini salahku juga..." Weici Peiyu menyesal telah membuat Bu Wanmei menjadi marah, dia melihat tempat dimana Bu Wanmei terakhir berada, dia geleng-geleng kepala yang tidak bisa menghilangkan sifat sombongnya sebagai Ratu Demi Human.
__ADS_1