
*Menjadi terkenal*
"Aku terlalu impulsif...!! Iya, aku terlalu impulsif karena rencana busuk kalianlah yang membuatku muak. Apa tujuan kamu menjadi kuat, menjadi penguasa? Haii bandot tua?" bentak Excel sebelum leluhur itu membalas perkataan Excel.
"Nak, sekali lagi jaga ucapanmu dan tindakanmu, atau kamu akan menjadi musuh di Kekaisaran Zhou dan Wei" balas leluhur Wei yang merasa Excel menantang seluruh Kekaisaran.
Swooosshh
Plaaak
Baammm
Dengan tamparan leluhur Wei terpental menabrak Mansion yang baru dibangun, Excel terlalu malas berdebat dengan bandot tua didepannya.
Plaaak
Plaaak
Sriiinngg
Plaaak
Booommm
Baammm
Bruuukkk
Disusul kelima orang terpental dengan sekali tampar, mereka tidak mengetahui pergerakan Excel yang begitu cepat dan tanpa tanda apapun.
Kelima orang tersebut menumpuk di atas tubuh leluhur Wei, setelah tersadar mereka baru mengerti jika tingkat kultivasinya terpaut jauh.
Bruuuk
"Aahhh...sialll"
Keenam orang tersebut tertatih-tatih bangun dari reruntuhan Mansion, Setelah bangun dan menatap Excel yang masih melayang diudara, mereka berenam meratapi nasib sialnya bertemu musuh yang mengerikan.
Dengan wajah tetap tersenyum dan seakan merendahkan mereka, pikiran semua melayang-layang dengan banyak pikiran tidak karuan.
"Anak ini, kekuatannya jauh diatasku"
"Bocah ini, apa dia berasal dari alam atas"
Ingin rasanya keenam senior memukul wajah Excel, tapi apalah daya jika kekuatan jauh berbeda, Excel mampu merobohkan mereka dengan sekali pukul, lalu bagaimana mereka bisa memukul Excel?.
"M-maafkan kami senior yang t-tak mampu melihat gunung tai di depan k-kita" ucap Menteri pertahanan Kekaisaran Zhou yang ketakutan jika Excel akan membunuhnya.
"Senior, senior kepala Luh somplak, usiaku saja hampir 17 tahun, apa aku terlihat setua itu... Hah...!!" Bentak Excel karena tidak mau disebut sudah tua.
"Am-ampun, kami tak mengetahui nama anda...?" balas menteri pertahanan Zhou.
"Ingat, Namaku EXCEL, aku akan selalu ada dimana-mana, dan kalian para bandot tua jangan sekali-kali menyiksa yang lemah dan memperbudak rakyat jelata, jika aku tahu... dan juga ini peringatan terakhir bagi kalian para kultivator, maka aku tidak segan-segan memusnahkan kalian hingga keakar-akarnya... Camkan itu!" dengan teriak Excel mengancam semua orang yang hadir.
"Pergilah dan semuanya bubar. Jika hidup jadilah Manusia yang baik, jika mati jadilah Jiwa-jiwa" setelah ucapan terakhir Excel, Excel tiba-tiba menghilang dari hadapan semua orang, ucapan terakhirnya memberikan mereka shock terapy yang dalam.
Datang dengan keren tapi kejam, pergi dengan elegan tapi mengancam, semua orang yang melihat tindakan Excel kagum dan menjadi sosok idola di kalangan muda mudi, bagi rakyat jelata Excel seperti Dewa penolong bagi yang lemah.
"Haaa, sungguh hari yang menggerikan dan aku tidak ingin bertemu dengannya lagi" gumam leluhur Wei yang merasa usianya bertambah tua.
"Untung kita masih bisa hidup saat ini, 'Hidup menjadi manusia baik, mati menjadi Jiwa-jiwa' masih muda tapi kuat dan berwawasan tinggi" ucap menteri pertahanan pada mereka semua, lalu dia melihat kebawah dengan mengeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak berdaya.
"Kita telah membangkitkan Monster Iblis, yang tidak ingin kita hadapi sepanjang hidup kita, beruntung kita masih bisa bernafas hari" kata wakil Sekte Awan Putih, Liu Bang seraya menggelengkan kepala.
"Iya, lebih baik kita sebarkan tentang si Excel ini, jangan sampai kita memprovokasinya lagi, bisa-bisa kita takkan bernyawa ketika dia datang" kata menteri pertahanan kepada semua orang yang hadir.
"Sebaiknya kita kembali ketempat kita masing-masing, dan kita laporkan semua kejadian ini"
"Baik"
Wooossshh
__ADS_1
Setelah selesai berucap, menteri pertahanan Kaisar Zhou terbang ke langit dan menghilang, disusul kelima orang yang masih mendesah dan meratapi kejadian ini.
Wooossshh
Wooossshh
"Horeee..."
"Akhirnya malapetaka ini berakhir"
Semua orang berteriak senang setelah pertempuran itu berhenti, mereka merasa tegang saat delapan orang bertempur di udara tadi.
"Kita harus menyebarkan perbuatan heroiknya, Hidup menjadi manusia baik, mati menjadi Jiwa-jiwa" kata salah penonton.
"Hidup menjadi manusia yang baik dan mati menjadi Jiwa-jiwa" disusul dengan ucapan dari penduduk yang lain.
"Kamu idolaku mulai sekarang Excel, aku akan hidup menjadi Manusia yang baik, jika mati biar menjadi Jiwa-jiwa" kata seorang wanita yang didampingi pria tua di belakangnya.
"Iya, dia sungguh keren saudara Xuan, tampan, kuat dan berhati lembut" balas gadis disebelahnya.
Mereka berdua adalah Putri dari kekaisaran Li dan Ling, Ling Xuan dan Li Que, tujuan mereka ke desa Chang adalah untuk menemui sahabatnya di Paviliun Bunga Mentari, tapi saat mereka masuk kedesa sudah melihat pembantaian yang di lakukan Excel.
Saat itu Ling Xuan dan Li Que ingin menghentikan Excel tapi di tahan oleh Pamannya Ling Ba, karena Paman Ling Ba tidak bisa melihat tingkat kultivasinya, Paman Ling Ba sempat curiga jika tingkat Kultivasi Excel berada di atasnya, Paman Ling Ba yang berada tahap awal tingkat Tyrant merasa tertekan saat melihat Excel.
"Baiklah, kita menuju ke gedung bunga mentari sesuai tujuan kita" pinta Paman Ba pada kedua gadis didepannya.
"Baik Paman" ucap mereka serempak, kedua gadis itu sudah memikirkan Excel dengan penuh khayalan bisa bersama-sama dengan idola barunya yang tampan.
Saat ini Excel berada di kapal angkasanya untuk beristirahat dan membersihkan diri, walau pembantaian tadi tidak mengeluarkan 10% kekuatannya tapi tetap menguras mentalnya.
"Status kekayaanku bertambah,...hahaha. Tapi mereka semua memang pantas menerima nasib sialnya... huuff" setelah mengecek statusnya Excel langsung tertidur karena kelelahan secara psikologi, yang tanpa dia sadari namanya tersebar seperti virus.
Tiap desa, kota, kerajaan dan di wilayah Kekaisaran banyak membicarakan dan menonton aksi buas Excel melalui Batu Giok perekam. Wajah yang tampan, mata yang lemah lembut membantai para bangsawan dan prajurit dengan sadis tanpa ragu.
Tiap restoran, penginapan dan tempat-tempat yang ramai pengunjung selalu saja membicarakan aksi Excel, bahkan Giok perekam menjadi buruan orang dengan harga jual yang 10 kali lipat dari harga biasanya.
"Excel itu meniru gerakan ku, saat musuh mendekat dia menggeser sedikit tubuhnya dan menyerang balik" kata seorang pria yang saat berada di tempat makan favorit bagi anak muda.
Banyak anak-anak kecil yang meragakan aksinya dengan gaya heroik Si Excel, banyak muda mudi mengidolakannya, orang tua berharap menjadikannya menantu, banyak Sekte dan Akademi ingin menjadikannya ikon di tempatnya, bahkan gambar wajah Excel menjadi buruan semua orang untuk memiliknya.
Setiap profesi pelukis menjadi laris saat menerima pesanan untuk melukis wajah Excel dengan biaya yang tidak murah.
"Menjadi pahlawan disaat masih muda, semoga itu hal yang baik" gumam seorang Kakek yang terlihat menyedihkan dengan tongkat menahan tubuhnya, dengan senyum seram terpampang di wajahnya.
Di Kaisar Li
"He-he-he, cukup menarik anak ini, aku harap Que'er bisa berteman dengan anak muda ini " kata Kaisar Li saat melihat giok perekam ditangannya, batu itu didapat dari pengawal Putrinya sewaktu di desa chang.
Sengaja pengawal itu selalu mengikuti Putri Kaisar Li dari kejauhan, sebab Putri Kaisar selalu bertindak ceroboh, apalagi jika ada orang yang lemah itu tertindas, maka Putri tak pernah diam melihat saja.
"Benar, Yang Mulia. Semoga Putri kita bisa menjalin hubungan dengan bocah nakal ini" balas Permaisuri yang berdiri disebelah Kaisar Li, Permaisuri juga ikut melihat giok perekam di tangan Kaisar, tiap aksi Excel tidak lepas dari mata penilaiannya.
"Semoga anak muda ini membawa perubahan yang positif bagi banyak orang...!"
Di Kekaisaran Ling.
"Apakah dia orang yang diramalkan leluhur pertama kita...?" gumam kaisar Ling saat menonton giok perekam bersama keluarganya di taman.
"Kalau dilihat ciri-cirinya seperti Yang Mulia benar, menurut catatan dilembaga rahasia kita, pria itu terlihat sama, Yang Mulia"ucap seorang pria paruh baya yang mengelus janggutnya yang panjang.
Usianya sekitar 1.200 tahun, jenggot memanjang hingga mencapai perut, rambut memutih, walau usianya telah mencapai ratusan tahun, fisiknya masih terlihat bugar, sorot matanya tajam menandakan banyak pengalaman hidup yang telah dia lewati. Dia adalah ayah dari Kaisar Ling, Kakek dari Putri Kekaisaran Ling, Ling Xuan.
"Ayah jangan panggil aku secara formal, tidak enak di hati..." balas Kaisar Ling pada ayahnya itu, sudah berulang kali Kaisar Ling meminta ayahnya jangan memanggil sebutan Yang Mulia.
"Hohoho, Putraku jika kamu cemberut, terlihat seperti gadis nakal itu... dan kemana cucu kesayanganku, berberapa hari tidak terdengar kekacauan yang dia lakukan." goda ayah Kaisar Ling dan juga merasa aneh tidak melihat cucu kesayangannya.
Biasanya cucunya selalu mencari masalah dimana-mana, apalagi jika melihat penjahat atau bangsawan nakal langsung saja menghajarnya tanpa basa-basi.
__ADS_1
Pernah suatu ketika Sang Putri sedang berjalan-jalan, melihat seorang putra bangsawan yang sedang mengoda pelayan di rumah makan, melihat tindakan itu sang putri langsung mematahkan tangannya yang sempat menyentuh pantat pelayan itu.
Akibatnya ayah anak itu mendatangi istana meminta keadilan, sebenarnya bagi Kaisar Ling bisa saja dengan mudah menolak permintaan ayah anak itu. Namun, Kaisar Ling tetap memberikan kompensasi berupa Pil memulih tulang.
Sejak kejadian itu, sang kaisar memberi pengawal untuk menjaga perilaku Putri yang selalu ceroboh dalam bertindak dan berlebihan.
Justru sebaliknya Kakeknya tidak pernah kuatir akan tindakan cucunya itu, karena sudah sepantasnya Putri Kekaisaran membela yang lemah untuk memberikan keadilan dan keamanan.
"Haaa, dia pergi ke desa Chang bersama Putri Kaisar Li, ayah. Sengaja aku mengijinkan pergi dengan adik Ling Ba untuk menjaganya dan juga aku memerintahkan pengawal untuk mengawasinya." balas Kaisar Ling pada ayahnya.
"Kapan dia kembali, aku sungguh merindukannya, sepi istana ini tanpa mendengar suaranya" kata si Kakek yang terlihat kesepian tanpa kehadiran cucunya.
"Xuan'er bilang hanya 2 Minggu, ayah. Semoga dia bisa berkenalan dengan anak muda yang diramalkan itu...hehehe"
"Apaaa...? kamu berniat menjodohkan cucuku dengannya... dalam mimpimu, aku akan cukur jenggot kebangganku ini, jika xuan'er menyukai bocah nakal itu...huuufff" tak terima mendengar cucu kesayangannya dijodohkan, seketika langsung mencak-mencak seperti anak kecil.
"Whahaha, ayah lihat wajahmu berubah, ingat usiamu seperti bocah kehilangan permen" balas Kaisar Ling yang merasa menang terhadap ayahnya.
Seketika semua keluarga yang berkumpul ikut tertawa melihat tingkat laku ayah dan Kakeknya, mereka berkumpul di taman bangau tempat santai mereka.
"Semoga kita bisa menjalin hubungan dengan anak itu" terdengar suara lembut di saat canda tawa, dia adalah Ratu Kekaisaran Ling ibu kandung Ling Xuan.
"Ada adik bungsu kita disana, semoga aja dia bisa berkenalan dengan anak itu" balas putra mahkota anak pertama dari Ratu Ling.
"Heiiii... Kamu berniat berkerjasama dengan ayahmu ini, hooo" teriak Kakek yang mendengar cucu pertamanya membicarakan Ling Xuan, dia tidak suka jika cucu tercantiknya berhubungan dengan pria lain.
"Tidak Kakek maaf aku...haaaa ampunnn" teriak putra mahkota yang ditendang pantatnya dan melayang entah kemana.
Di Kekaisaran Wei.
Pyaaaarr
"Tahan amarahmu Kaisar, percuma kamu marah, anak itu tidak sederhana itu. Kita tunggu Kaisar Zhou bertindak dulu." ucap leluhur ke 5 dari kekaisaran Wei yang kaget saat Kaisar Wei memecahkan gelas minumnya.
Didalam istana itu berkumpul banyak orang setelah menerima laporan dari salah satu ketua yang berada di desa Chang, tidak berharap berita itu mengejutkan semua orang.
"Baiklah, aku akan tunggu Kaisar Zhou bergerak. Aku tidak terima melihat kita di rendahkan oleh bocah itu..." balas Kaisar Wei yang diingatkan leluhur kelima, dia mencoba menahan emosinya yang ingin sekali membunuh Excel.
Di kediaman Sekte pedang 1.000 berkumpul semua Ketua dan para murid dibalai pelatihan, setelah menerima laporan dari salah satu ketua yang selamat dari pembantaian di desa Chang.
Dok dok dok
"Semuanya tenang" kata pemimpin
Sekte, seketika semua orang menjadi terdiam saat pemimpin Sekte mengetuk meja dan berkata kepada semua orang yang hadir.
Semua murid sedang berlatih saat itu, namun karena perintah dari pemimpin mereka, mereka semua berhenti dan berkumpul di balai pelatihan.
"Aku tahu kalian sudah mendengar berita dari desa Chang, dan banyak murid kita menjadi korban pembunuhan bocah bernama Excel, bahkan anakku telah menjadi korbannya."
"Haa..."
Setelah menghela nafas karena sedih jika anaknya telah mati ditangan excel, kemudian Ming Cun melanjutkan perkataannya...
"Dalam berberapa hari ini kalian persiapkan diri, kita akan membalas saudara-saudara kita yang telah terbunuh ditangan Excel ini."
"Baik Patriack, kami akan membalas dendam"
"Iya, kita tak akan membiarkan dia merajalela di benua ini"
Serempak semua orang yang hadir menjawab, tangan mereka mengepal hingga darah keluar dari telapak tangannya, mereka semua penuh amarah.
Belum pernah Sekte mengalami kerugian yang besar, apalagi putra pemimpin menjadi korban keganasan excel, mereka ingin segera mencabik-cabik tubuh Excel.
sekte pedang 1.000 selalu disegani banyak kekuatan, tetapi hari ini adalah sejarah terburuk bagi sekte pedang 1.000, dimana banyak muridnya mati dengan sia-sia ditangan bocah bernama Excel.
Semua murid Sekte pedang 1.000 segera membubarkan diri untuk mempersiapkan perjalanan menuju desa Chang, mereka sudah tidak sabar ingin meremas tubuh Excel bahkan akan menyiksa terlebih dahulu sebelum membunuhnya.
__ADS_1
(Revisi √)