Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 122 Mendaftar Kompetisi.


__ADS_3

Chapter 122 Mendaftar Kompetisi.


Benua Dewa memiliki banyak kota besar dan rata-rata kota besar itu di miliki Sekte dan dikelola oleh keluarga besar mereka, agar mereka bisa berbisnis dan memperluas jaringan tiap orang yang kaya dan juga memiliki koneksi banyak.


Gerbang kota Xiao dijaga para pasukan mereka agar tidak mudah dimasuki oleh para pembuat masalah dan juga banyak para dewa yang tidak memiliki sebuah organisasi liar ingin mencoba keberuntungannya dengan membuat masalah.


Tiap gerbang pintu masuk kota terlindungi Formasi tingkat Raja dan menggunakan baru merah sebagai bahan formasinya, terlihat sebuah lubang ditengah pintu gerbang itu.


"Masukan 10 koin emas pada lubang itu"


Seorang penjaga memberitahukan kepada pengunjung yang ingin memasuki kota Xiao, tanpa menjawab pengunjung itu memasukan koin emasnya.


Dreeeeettt


Setelah koin emas masuk pintu gerbang terbuka dan pengunjung itu masuk tanpa hambatan bersama temannya, dan diikuti para pengantri yang juga akan memasuki kota Xiao.


"Stop, lepaskan topengmu. Apa kamu tidak tahu aturan dibenua dewa?"


Seorang prajurit menghentikan seorang pria muda yang menggunakan topeng saat ingin mengantri dibarisan tengah para pengunjung.


"Saya baru keluar dari rumah dan memang saya tidak tahu, pak"


"Pantas saja, dibenua dewa ada aturan yang melarang menggunakan topeng atau Pill perubah wajah, kuatir mereka akan membuat masalah saat memasuki suatu kota.


Sekarang kamu lepaskan dan jangan memakainya selama berada dikota, dan juga dilarang membunuh didalam kota atau membuat keributan. Apa kamu paham"


Prajurit itu memberitahukan aturan disemua kota dan aturan itu sudah disepakati oleh kelima Kekaisaran.


"Apa tidak masalah jika aku melepaskan topengku, pak?"


"Hahaha... Memangnya wajahmu buruk rupa sehingga kamu menguatirkan wajahmu dilihat orang"


Mendengar suara prajurit yang ketawa saat berbicara dengan pria bertopeng membuat semua pengantri mengalihkan pandangannya kepada mereka berdua.


"Hmm, baiklah jika memang harus begitu"


Excel yang menjawab dengan mendesah dan mengerti akan tujuan aturan ini, karena sewaktu dia dulu pernah menggunakan Pill perubah wajah saat masih bernama Chu Bao.


"Tampan sekali"


"Ya Dewa, ternyata tampan"


Bruuk


Bruk


Akhirnya didepan gerbang pintu masuk menjadi gaduh saat melihat wajah asli dari pria bertopeng itu, bahkan prajurit itu terpesona melihatnya, semua wanita yang melihatnya langsung pingsan dan hidung mengeluarkan darah.


Hal seperti ini sudah diperkirakan oleh Excel akan terjadi, tapi mau bagaimana lagi jika aturannya tidak memperbolehkan dia menggunakan topeng.


"Pak, apa aku boleh masuk"


Tanya Excel kepada prajurit yang masih diam membeku dan masih mengagumi wajah pria bertopeng itu, karena tidak ada jawaban Excel memotong antrian dan segera memasukan koin emas pada lubang pintu.


Dreeeeettt


Excel berjalan melewati pintu gerbang dan segera pergi menghindari banyak tatapan yang melihatnya saat memasuki kota Xiao dan dia menutupi kepalanya dengan kerudung.


"Tampannya..."


"Pria tampan jadilah suamiku"


Tetap saja banyak orang sudah mengetahuinya dan buru-buru mengejar Excel ingin berkenalan dan jika beruntung menjadi kekasihnya.


Para pengunjung yang tadinya bengong segera memasuki gerbang dan ingin mengejar pria tampan itu, tidak hanya wanita yang ingin berkenalan tapi semua pria yang ingin menjadi teman pria tampan itu.


Wuuuuussshh


Tiba-tiba Excel menghilang dimata banyak orang yang mengejarnya tanpa bisa mereka ketahui, segera keributan di kota Xiao mencari keberadaan pria tampan itu.


"Hah, aku hanya ingin memperkenalkan diri kepada semua orang, tapi bukan seperti ini yang aku inginkan"


Excel mendesah melihat kekacauan yang dia buat tanpa disengaja, tujuannya dia ingin mencari tugu prasasti pendaftaran kompetisi murid, master dan pasukan Kekaisaran bagi putrinya, istrinya dan pasukannya.


Setelah mencari tugu prasasti itu sesuai informasi dari Yuke akhirnya menemukan, sayang sekali tugu itu dijaga oleh para murid wanita yang memiliki jadwal sebagai penjaga.


"Mau bagaimana lagi, sebagai pemimpin aku tidak mungkin menyembunyikan wajahku. Tapi lebih baik aku menunggu situasi normal lagi."


Excel bergumam didalam ruang kehampaan saat melihat tugu pendaftaran, karena itu dia tidak ditemukan orang yang sudah melihat wajahnya.


[Tuan, gunakan saja Pill perubah wajah, jika hanya untuk mendaftar]


"Hehehe... Yuke, kamu selalu bisa diandalkan. Baik aku beli itu"


Setelah mendengar saran Yuke, Excel memakan Pill yang dia beli dari sistem, dengan pikiran wajahnya berubah dan menjadi sosok pria paruh baya dengan pakaian yang pantas digunakan.


Wuuuuussshh


Excel muncul lagi disaat orang tidak melihatnya disebuah gang kecil, lalu dia berjalan menuju tempat pendaftaran, sesampainya disana Excel juga ikut mengantri dan menunggu gilirannya.


"Kira-kira siapa yang menjadi juara 10 besar tahun ini?"


"Hahaha, aku tetap memilih jagoanku dari akademi Dewa Api"


"Huff, kenapa kamu tidak mendukung wilayah kita malahan mendukung wilayah selatan"


"Malas, terlalu sering kalah"


"Hahaha, benar akademi pedang ilahi sudah menurun, apalagi legenda itu hanya tinggal kenangan saja"


"Kamu benar, aku juga mendukung akademi Dewa Api, banyak muridnya yang hebat"


Excel mendengarkan obrolan mereka saat mengantri dan legenda yang dimaksud mereka adalah dewa perang dan akademi pedang ilahi adalah pedang miliknya.


"Senior, apa disini ingin bertaruh atau mendaftar?"


Tanya salah satu wanita murid dari akademi pedang ilahi pada Excel yang menyamar sebagai pria paruh baya.

__ADS_1


"Maaf, aku ingin bertaruh dan juga mendaftarkan Putri-putriku, apa bisa?"


"Tentu bisa senior, aku lihat sepertinya anda orang baru di kota ini?"


"Benar aku orang baru dan tinggal di pulau terpencil wilayah bagian timur"


"Hehehe, baiklah akan aku jelaskan sedikit tentang aturan taruhan dan juga kejuaraan beladiri.


Taruhannya minimal 500 batu roh tingkat rendah tiap bertanding dan akan mengajukan taruhannya lagi setiap pertandingan baru.


Untuk beladiri aturannya tidak boleh membunuh dan yang mendaftar boleh siapa saja asal bisa beladiri dan maksimal berusia 200 tahun.


Senior bisa menuliskan nama timnya ditoken giok berwarna hijau dan untuk taruhannya senior bisa deposit dan akan secara otomatis tercatat nilainya di token giok yang berwarna putih ini setelah senior membayarnya dikasir itu"


Murid wanita itu menjelaskan pada Excel dan juga memberikan dua token dan juga menunjukkan tempat kasir khusus pelayanan bagi mereka yang bertaruh dan mendaftar.


"Terima kasih, cantik"


Segera Excel berjalan menuju kasir setelah mengucapkan terima kasih kepada murid wanita itu, wanita itu tersipu malu dipuji oleh seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan.


"Ada yang bisa saya bantu, pak?"


"Aku ingin mendaftarkan timku untuk kompetisi beladiri dan juga bertaruh"


"Tiap murid yang didaftarkan harus membayar biaya pendaftaran senilai 1000 batu roh tingkat rendah dan master 3000 batu roh tingkat rendah, berapa jumlah murid yang pak daftarkan?"


Tanya kasir wanita itu kepada Excel, Excel sendiri sudah tahu semuanya dari informasi yang dia dapatkan dari Yuke.


Ada 2 kategori kejuaraan beladiri tahun ini, yaitu murid dan master, dan setelah kejuaraan murid dan master akan disusul dengan kompetisi Alchemist, smelting, Beast Tamer dan Formasi array.


Tiap kompetisi akan membayar lagi biaya pendaftaran dan juga biaya murid atau master yang mengikutinya, karena itu Excel sudah menyiapkan siapa saja yang ikut bertanding.


"140 murid dan 47 master"


"Baik, pak. Berikan 2 token yang diberikan oleh rekan saya dan saya akan mencatatnya"


Segera Excel memberikan kedua token itu kepada kasir.


"Apa nama timnya, pak?"


"Tim Phoniex"


"Total 140 murid biayanya 140 ribu batu roh dan 47 master 141 ribu, total semua 181 ribu batu roh tingkat rendah, pak"


Lalu Excel memberikan cincin kelas rendah kepada kasir itu yang isinya 10.000 batu mistik.


"Sisanya, untuk deposit taruhan"


"P-pak, apa anda serius? ini senilai 100 miliar batu roh, pak"


Kasir itu terkejut saat memeriksa cincin dimensi yang berisi batu mistik yang nilainya setara dengan 100 miliar, dan baru kali ini ada taruhan sebesar itu di benua dewa.


"Iya, aku serius dan bertaruh untuk timku sendiri."


"B-baik, pak. Mohon tunggu sebentar"


Lalu kasir itu memasukan kedua token itu didalam tugu prasasti pencatat, dan tugu prasasti berbentuk kotak seukuran meja, setelah masuk munculnya nama beladiri tim Phoniex dan jumlah taruhannya, informasi dari tugu prasasti itu segera bersinar dan diketahui diseluruh benua Dewa saat melayang diudara, karena kompetisi ini diikuti seluruh kalangan dibenua Dewa yang sesuai dengan aturannya.


Angka 1250 menunjukan nomer urut tim dan angka 1 menunjukkan peringkat pertama dari taruhan yang dipasangkan untuk sebuah tim yang paling banyak.


Bhuuuzzzhh




1250 Tim Phoniex wilayah timur.




100 miliar.




0001 Tim akademi Dewa Api.




1 miliar.




0002 Tim akademi pedang Ilahi.




0003 800 juta.




"Pak, tim anda dan taruhan sudah terdaftar, disaat akan kompetisi akan dilakukan cek usia, dan jangan lupa pak bawa kedua token ini setiap kali bertanding.


Kompetisi akan dimulai dalam 1 Minggu lagi."


"Terima kasih, ini bagikan kepada rekan-rekanmu yang bertugas"

__ADS_1


Balas Excel dengan mengambil token itu dan memberikan 2 batu mistik kepada kasir wanita itu, Excel langsung pergi tanpa menunggu si kasir sadar dari keterkejutannya saat diberi tip.


Benua Dewa menjadi gempar dengan jumlah taruhan yang fantastik, belum pernah terjadi selama kompetisi dimulai dari awal, biasanya tiap Kekaisaran akan bertaruh paling banyak 100 juta batu roh tingkat rendah setiap kali penampilan salah satu peserta dalam pertandingan.


"Apaaa... Apa dia gila bertaruh segitu banyaknya!"


"Cepat selidiki siapa orang itu"


"Kabari keluarga Kekaisaran"


"Apa dia yakin bisa menang hingga bertaruh begitu banyaknya... Hahaha"


Excel tidak peduli dengan banyaknya komentar saat tugu prasasti menunjukkan nilai nominal taruhannya, baginya nilai segitu tidak ada artinya.


Jika mereka semua mengetahui Putri-putrinya memiliki emas, batu roh dan batu mistik yang nilai hampir ratusan miliar mereka mungkin akan muntah darah.


Belum lagi semua istrinya yang memiliki banyak batu mistik di cincin dimensi yang nilainya triliunan, Perunggu, perak dan emas bahkan lebih banyak mereka miliki.


Semua keluarganya selalu dicukupi dan tanpa ada yang kekurangan, jika untuk membeli semua tanah di benua Dewa Excel akan sangat mampu untuk menjadi seorang yang sanggup membelinya.


"Pelayan, aku pesan menu terbaik di rumah makan ini"


"Tuan, menu terbaik hanya bisa dipesan jika Tuan memiliki kekuatan diatas prajurit dewa dan juga harus membayar 1000 emas, Tuan akan ditempatkan di lantai 4 ruang vip"


"Tidak masalah"


Kata si pelayan saat Excel memesan makanan, lalu Excel mengeluarkan aura kekuatan tingkat jendral Dewa baja dan menyerahkan 1000 koin emas.


"B-baik, Tuan. Saya antar kelantai 4"


Pelayan itu ketakutan saat merasakan kekuatan Excel yang mengintimidasinya dan menerima koin emas dan buru-buru dia berjalan menaiki tangga ke lantai 4.


Saat dilantai 4 sudah banyak muda mudi dan orang tua, terlihat dari cara berpakaiannya mereka pasti dari kalangan bangsawan dan murid Sekte atau akademi.


Lalu Excel diantar disebuah meja yang kosong yang dekat dengan jendela dan bersebelahan dengan 4 murid perempuan dari akademi Pill surgawi, itu terlihat dari pin yang menempel didada sebelah kanan mereka.


Pin itu terlihat angka 4, 5 dan 6 yang menunjukan tingkat Alchemist di Akademinya, yang artinya angka 4 berarti Alchemist tingkat murid, 5 dan 6 berarti Alchemist tingkat guru.


"Silakan, Tuan"


Excel lalu duduk disaat pelayan menunjukkan meja makannya tanpa melirik keempat wanita cantik dari akademi Pill surgawi.


"Terima kasih, aku pesan yang terbaik dirumah makan ini"


"Baik Tuan, mohon ditunggu"


Pelayan pria itu buru-buru keluar dari lantai 4 dan segera menyiapkan menu terbaik yang dimilikinya.


"Siapa orang kaya itu, apa kamu tahu?"


"Tidak, kata juniorku dia orang baru"


"Hah, sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Kakak bagaimana persiapanmu kali ini?"


"Aku selalu siap, asal akademi Pill Dewa tidak bermain curang lagi seperti pertandingan tahun lalu"


"Huuff, mereka selalu saja membuat masalah, tapi anehnya juri dan pengawas tidak menegurnya sama sekali"


"Sudah pasti mereka tidak ada yang berani, kamu tahu jika dia didukung oleh orang kuat yang hebat dalam meramu Pill, bahkan Pill tingkat Suci yang sulit dibuatnya baru-baru ini dan dia akan segera naik tingkat Alchemist Kaisar."


"Bagaimana dia bisa meramu Pill tingkat suci? Padahal bahannya saja susah ditemukan dibenua Dewa!!"


"Tidak ada yang tidak bisa terjadi selama altar dimensi bisa berfungsi, mungkin dia mendapatkannya dari alam puncak"


"Hah, kamu benar kak"


Excel yang mendengar pembicaraan mereka berempat hanya diam dan menganalisa secara detail siapa orang itu, jika itu adalah targetnya dia akan segera bertindak.


"Kakak, maaf membuat kalian menunggu"


Tiba-tiba seorang gadis cantik memasuki ruang lantai 4, dia sangat energik dan ceria saat melihat temannya yang tidak lain teman dari akademi Pill surgawi yang sedang mengobrol.


"Hehehe, adik tidak masalah."


Balas wanita yang memiliki tingkat guru sebagai Alchemist dengan tersenyum saat dia menoleh kebelakang.


"Eh... Senior ada disini ternyata"


Sapa gadis yang baru datang itu saat melihat Excel duduk dan melihat pemandangan diluar jendela dan menggerakkan lehernya untuk melihat gadis yang menyapanya.


"Iya, kebetulan kita bertemu disini"


Balas Excel dengan senyum ramah, gadis itu murid yang menjaga pendaftaran ditugu prasasti yang dia puji hingga membuatnya malu.


"Adik Li Ling, apa kamu mengenal dia?"


Bisik wanita paling senior yang menjadi Alchemist tingkat guru.


"Kak, dialah orang kaya itu, yang bertaruh 10.000 dengan batu mistik"


"Apa, apa kamu serius?"


"Hmm, aku masih ingat wajahnya"


Gadis muda itu membenarkan saat ditanya keempat murid akademi Pill surgawi, lalu datang pelayan pria itu dengan 2 pelayan lain yang membawakan pesanan Excel.


"Maaf Tuan, telah menunggu lama"


"Tidak masalah"


Segera ketiga pelayan itu menyajikan hidangan diatas meja hingga meja yang tadinya kosong menjadi penuh.


Kelima wanita itu hanya bengong saat pelayan sudah meninggalkan lantai 4, mereka tiba-tiba mengeluarkan darah di hidungnya saat melihat wajah pria paruh baya yang kaya raya itu berubah menjadi pria tertampan dibenua Dewa.


Excel tidak tahu jika Pill perubah wajah telah habis masa penggunaan-nya dan dia tetap melahap makanannya tanpa melihat kelima wanita itu.


"Tampan sekali"

__ADS_1


__ADS_2