
Chapter 304 Rayuan Maut (2).
Bang... Bang...
"Aku akan membunuhmu, Liu Guan...!" Ma Cho yang marah, ingin membunuh temannya sendiri.
"Hahaha, jangan kira aku lemah, lihat dengan kedua matamu..." Liu Guan tertawa dan menjawab ucapan Ma Cho.
Boom..... Boom
Seketika basis kultivasi Liu Guan naik ketingkat Half Alfa level 13. Kini kekuatan Liu Guan lebih tinggi 1 level dari Ma Cho.
"Mustahil, bagaimana caranya kamu bisa mendapatkan ini...! Jangan-jangan kamu..." Ma Cho terkejut sambil mundur beberapa langkah, sebelum selesai berbicara, Liu Guan memotong ucapannya.
"Iya, aku selama ini menyembunyikan kekuatanku... Hahaha."
"Pantas saja kamu mampu mengimbangi kekuatan aku..." batin Ma Cho.
"Apa sekarang kamu takut? Hahaha. Ma Cho, oh Ma Cho, lihat dirimu yang merasa bangga. Dasar orang yang bodoh." ejek Liu Guan kepada Ma Cho.
"Hahaha, dasar manusia rendahan. Kamu kira hanya kamu saja yang menyembunyikan kekuatan...! Buka matamu lebar-lebar...!" Ma Cho tertawa melihat Liu Guan yang berbangga diri.
Setelah berbicara, dahi Ma Cho terlihat terbuka dan bersinar. Lalu sinar itu menghilang dalam sekejap dan diganti dengan sebuah gambar berbentuk burung, jika dilihat dari dekat, gambar di dahi Ma Cho adalah seekor burung yang aneh.
Boom.... Boom
Kekuatan Ma Cho meningkat hingga 2 level setelah dia mengaktifkan gadis darahnya. Melihat itu, Liu Guan menjadi tercengang dan secara tidak sadar dia berjalan mundur.
20 Goddess segera menganalisa apa yang muncul di dahi Ma Cho dengan sistemnya.
"Sistem, apa yang muncul di dahi Ma Cho"
[Ding! Ma Cho keturunan dari keluarga Ma. Memiliki 2 gadis darah, Ras manusia 70 persen, Ras binatang Bifang 40 persen.
Potensi diri 3 persen.
Rasio kemenangan host jika melawan Ma Cho 200 persen.
Binatang Bifang adalah burung berkaki satu. Konon binatang Bifang pertanda api besar akan terjadi. Binatang Bifang adalah binatang pelindung Dewa Api pada jaman purba. Dahi itu adalah tanda jika Ma Cho memiliki garis darah binatang Bifang. Selesai.]
"Oh, ternyata hanya binatang Bifang, tidak ada yang istimewa. Aku kira itu menarik...!" kata Long Hua si Gadis Naga saat mengetahui tanda apa itu dari sistemnya.
Binatang Bifang memiliki ciri khas, yaitu pada kakinya yang hanya memiliki satu kaki, binatang Bifang mirip dengan burung Phoenix di kepalanya.
Warna bulunya dominan berwarna biru, sayapnya memiliki dua warna, yaitu biru dan merah. Bifang memiliki 2 unsur, yaitu elemen api dan tanah.
Long Hua yang asli dari Ras Naga Putih merasa jijik dengan binatang yang baginya tidak pantas dilirik sama sekali.
"Hah, tampan tapi terlalu suka berbicara, apa kalian ingin aku pergi" desah Bao Yu, lalu memuji mereka berdua, tetapi Bao Yu juga berpura-pura kecewa melihat kedua orang itu terlalu banyak bicara.
"Hahaha, cantik, bersabarlah. Setelah aku mengurus bajingan ini, aku akan menjadikanmu dan yang lainnya sebagai permaisuri ku." Ma Cho tertawa melihat ketidaksabaran Bao Yu, dia berbicara dengan rasa bangga setelah dibilang tampan oleh Bao Yu.
"Sialan ini...."
Wushhhh
Boom...
Kembali Ma Cho dan Liu Guan bertarung, setelah Liu Guan bicara dengan nada kesal terhadap Ma Cho.
Clanggg.... Boom...
"Sial, kekuatannya semakin kuat setelah dia mengaktifkan garis darahnya." batin Liu Guan saat menangkis senjata pedang milik Ma Cho.
Bang... Boom
Liu Guan kini semakin tersudut setiap Ma Cho memberi serangan fatal.
Keempat murid yang tadinya bertarung segera mundur menjauhi Ma Cho dan Liu Guan. Dua dari keempat murid itu terlihat penuh luka di sekujur tubuhnya setelah bertarung dengan sesama temannya.
"Boommm... Aaahhhh"
Liu Guan terkena energi kekuatan pedang Ma Cho hingga perutnya terlihat tergores cukup dalam, teriakan Liu Guan membuat Ma Cho makin ganas untuk menyerang lagi.
"Ma Cho, tunggu.... Hentikan" teriak Liu Guan untuk menghentikan serangan terhadap dirinya.
"Hahaha, apa sudah menyerah..." Ma Cho tertawa gembira setelah Liu Guan terlihat menyerah dengan bibirnya meringis menahan kesakitan.
"Aku tidak menyerah, hanya saja, buat apa kita sesama murid dan dipihak yang sama saling bertarung...! Apa kamu tidak merasa aneh dengan semua ini?" jawab Liu Guan kepada Ma Cho, dia merasa aneh dengan situasi mereka yang tiba-tiba saling membenci.
"Apa yang aneh...! Sudah jelas kita bertarung demi kecantikan, dan kamu sekarang tahu siapa yang lebih pantas bagi mereka... Hahaha." jawab Ma Cho dan tertawa bahagia karena dirinya merasa sudah memenangkan persaingan demi 20 wanita cantik.
"Ma Cho, apa tujuan kita yang sebenarnya disini ?" tanya Liu Guan kepada Ma Cho, dia ingin menyadarkan Ma Cho akan tugas utama mereka.
__ADS_1
Ma Cho mengerutkan keningnya dan terlihat dia sadar, "Iya, kenapa kita sampai bertarung hanya demi kecantikan, padahal di sembilan istana surgawi, banyak kecantikan yang tidak kalah dengan 20 wanita itu." akhirnya Ma Cho sadar setelah diingatkan sahabatnya.
"Saudara Liu Guan, apa kamu tidak apa-apa...!" Ma Cho menjadi panik dan segera mendekati Liu Guan yang sedang menahan rasa sakitnya
Ma Cho segera membantu Liu Guan berdiri, dan melihat luka di perut Liu Guan yang berdarah.
"Aku tidak apa-apa, hanya saja...!" jawab Liu Guan dengan berusaha berdiri, dia berhenti bicara dan...
Jlebb... Aaahhhh... Jlebb, jlebb...
Tiba-tiba Liu Guan menusuk perut dan dada Ma Cho berkali-kali, teriakan kesakitan Ma Cho tidak menghentikan aksinya, dan semakin brutal. Ma Cho tidak mengetahui, jika Liu Guan menyelipkan pisau di lengan baju panjangnya.
"Senior hentikan..."
Keempat temannya ikut panik melihat Liu Guan membunuh temannya, mereka juga sudah sadar akan rayuan maut dari Bao Yu, karena itu mereka berteriak memanggil seniornya, Liu Guan.
"Hahaha, setelah membongkar rahasia ku, kamu apa bisa hidup dengan baik...! Tentu tidak. Pisau ini telah aku lumuri dengan racun ular dan ikan pari." Liu Guan tertawa bahagia dan berbicara dengan penuh kebencian terhadap Ma Cho.
"Jlebb... Aaahhhh... Ampun" Ma Cho berteriak kesakitan saat Liu Guan terus-menerus menikam dirinya dengan pisah beracun.
"Senior, hentikan...! Kita sesama murid dan juga teman.... Ingat senior, kamu harus sadar...." cegah keempat rekannya yang buru-buru memisahkan mereka berdua.
"Hahaha... Kalian juga akan mati..."
"Tidak..."
"Jangan... Senior..."
Bang... Bang... Bang... Bang
Keempat rekan langsung dibunuh oleh Liu Guan dengan mudah, tubuh keempat rekannya langsung meledak dengan sekali pukulan yang berenergi. Keempat rekannya hanya memiliki kekuatan Sang Void dan tidak mungkin mampu menahan 1 serangan Liu Guan.
"Liu... Guan... Kamu... Brukkkk"
Ma Cho juga meregang nyawa, dia tidak mampu lagi berbicara karena racun sudah menyebar di seluruh tubuhnya. Ma Cho ambruk di tanah dan sedikit kejang-kejang dengan mulut berbusa.
Melihat kelima temannya, Liu Guan menjadi tersadar dan shock, dia tidak menyangka dirinya menjadi pembunuh sesama teman dan murid.
"Aaahhhh...."
Liu Guan berteriak histeris karena dirinya merasa bodoh, dia sedih dan juga kecewa dengan perbuatannya, Liu Guan sangat menyesali perbuatannya.
Plak.... Plak... Plak
"Kalian akan aku bunuh..."
Wushhhh
"Bodoh..." Bao Yu melihat Liu Guan menyerangnya setelah berbicara penuh dendam dan kebencian.
Bang.... Aaahhhh
Dengan mudah Bao Yu menghindar kesamping, saat kepalan tangan Liu Guan ingin memukul kepalanya, lalu Bao Yu menghantam perut Liu Guan dengan lutut.
Bang.... Bang.... Ahhhhhh...
20 Goddess menggeroyok Liu Guan dengan menendang dan memukul. Liu Guan seperti bola saja dengan tubuhnya yang terpental terus menerus.
Bang.... Aaahhhh
"Hehehe, menyenangkan..." Cai Wenji terkekeh saat dia menendang Liu Guan dengan sangat keras, tubuh Liu Guan terpental dan disambut pukulan Dewi Lao. Sekali lagi tubuh Liu Guan terpental dan kali ini mengarah kepada Miao Jung.
"Bang.... Aaahhhh"
Tendangan berputar Miao Jung mengenai kepala Liu Guan, teriakan kesakitan Liu Guan tidak menghentikan aksi 20 Goddess.
Salah satu temannya yang tadi pingsan karena hantam Ma Cho sudah tersadar, dia segera memecahkan batu giok bala bantuan. 20 Goddess itu tidak mengetahui saat rekan Liu Guan meminta bantuan.
"Ada apa ini...!" Qin Bo terkejut saat dirinya menerima pesan dari bawahannya. Dia melihat kearah wilayah Ras Ashura.
Qin Bo yang kebetulan melintas tidak jauh dari wilayah Ras Ashura, segera menuju posisi bawahannya dengan sangat cepat.
"Hmm... Ada tamu tak diundang" geram Piaoliang saat merasakan aura kekuatan Qin Bo.
Boommm....
Segera Piaoliang Si Gadis Takdir meledakan tubuh Liu Guan tanpa sempat berteriak.
"Bajingannnn.... Mati kalian...." teriakan kemarahan Qin Bo terhadap 20 Goddess, dia segera menyerang mereka dari jarak jauh saat tahu Liu Guan telah mati.
"Formasi battle Will, kura-kura pelindung" teriak Piaoliang untuk membentuk formasi battle Will. Segera 20 Goddess membentuk formasi.
Wushhhh
__ADS_1
Boommm....
Serangan Qin Bo menghantam formasi battle Will, ledakan itu sangat keras dan mampu di dengar hingga berjarak 2 kilometer. Setelah ledakan asap tebal menutupi area 20 Goddess.
"Aaaahh... Sialan..." Qin Bo sangat marah melihat semua murid Nine Heaven Palace tewas, dia hanya melihat 1 bawahannya yang terluka parah.
"Huff, Untung saja kita segera bertindak, jika terlambat sedikit, kita sudah pasti menjadi ampas." Cai Wenji merasa lega dan beruntung Piaoliang segera memerintahkan untuk membuat formasi pelindung battle Will.
"Apa...." Qin Bo terkejut saat melihat 20 Goddess masih baik-baik saja, padahal dia sudah menyerang mereka dengan sekuat tenaga karena amarah.
"Sialan, mereka lagi..." gumam Qin Bo yang masih ingat wajah-wajah cantik yang pada waktu itu berada di Benua Permata Hitam.
"Hehehe, kamu masih mengingat kami ternyata, pak tua" Zhou Ling'er Si Gadis Langit terkekeh melihat wajah Qin Bo yang terkejut.
Lalu Qin Bo memeriksa sekelilingnya, dia kuatir dengan kedua wanita yang memakai topeng sedang menunggunya dengan sengaja.
"Untung saja dia tidak ada disini." batin Qin Bo yang merasa lega setelah memastikan tidak adanya kedua orang yang membuatnya ketakutan.
"Kalian tidak akan kembali hidup-hidup setelah membunuh murid Nine Heaven Palace." ucap Qin Bo dengan nada tinggi dan niat membunuh yang keluar mengarah ke arah 20 Goddess.
Bang....
"Hehehe, apa hanya ini saja kekuatanmu...!" ejek Luang Shu Si Gadis Air, saat aura kekuatan Qin Bo menghantam formasi Battle Will.
"Benar-benar memalukan, pak tua." Bao Yu juga ikut berbicara dengan nada menggoda, dan juga memamerkan keindahan tubuhnya yang masih terbungkus pakaian yang indah.
"Hahaha.... Benar-benar tidak tahu batasan. Lihat saja, setelah aku menangkap kalian, aku akan nikmati tubuh kalian satu persatu. Kemudian, aku akan beri kalian pada pasukan ku setelah aku puas... Hahaha." Qin Bo tertawa cabul saat melihat tubuh indah Bao Yu dan 19 wanita yang lainnya, Qin Bo juga memberikan ancaman kepada mereka.
Qin Bo tiba-tiba lupa akan niatnya untuk membunuh 20 Goddess yang telah membunuh Liu Guan dan kelima bawahannya.
"Ketua... Uhuk... Uhuk... Ketua Qin, hati-hati akan rayuan maut dia..." murid atau bawahan Qin Bo segera bangun dengan susah payah, saat Bao Yu mencoba mempengaruhi Ketua Qin, walau dia batuk darah, masih berusaha berbicara.
”Kamu diam... Lihat, teman-temanmu mati karena kamu terlambat meminta bantuan. Aku akan menghukum mereka hingga mereka tahu dengan siapa mereka berhadapan." jawab Qin Bo yang tidak mau diberi peringatan, cara berpikirnya menjadi salah kaprah setelah terbawa arus Bao Yu.
"Kenapa kamu tidak membunuh dia, jika dia tahu kamu memiliki kecantikan, apa dia tidak mengadu kepada pamanmu...!" sekali lagi Bao Yu berbicara dengan genit dan sangat menggoda.
Melihat Bao Yu yang semakin meningkatkan pesonanya, membuat Qin Bo menelan ludahnya. Tongkat Qin Bo yang kecil telah berubah.
"Hahaha, kamu benar, jika pamanku tahu, aku pasti akan dihukum..." Qin Bo tertawa saat dia tergiur tubuh Bao Yu, dia menjawab dengan mengarahkan tangannya dan...
"Ketua sadarrr...."
Boommm...
Tubuh bawahannya langsung meledak dan menjadi kabut darah. Melihat kabut darah bawahannya, membuat Qin Bo seketika menjadi sadar.
"Aaaahh.... Sialan kamu telah mempengaruhi pikiran ku..." teriak amarah Qin Bo yang sudah sadar jika dirinya terpengaruh oleh Bao Yu.
Wushhhh
Boom... Boom... Boom
Qin Bo terus-menerus melesatkan pukulan berkali-kali kepada 20 Goddess. Ledakan itu sangat memekikkan telinga.
Terlihat 20 Goddess mulai mundur saat formasi Battle Will mendapatkan serangan yang kuat.
"Tambahkan energi lagi...!" perintah Piaoliang kepada saudari-saudarinya.
Wushhhh
Seketika energi biru keluar dari tubuh 20 Goddess dan memperkuat Formasi Battle Will.
”Bertahanlah semampu kalian..." bentak Qin Bo yang sudah sangat marah.
Boommm... Boom
"Kuat sekali kekuatan True Alfa level 40" ujar Fang Yin Si Gadis Angsa Putih saat merasakan kekuatan Qin Bo.
"Meng Po, Xi He, Long Hua segera gunakan teknik kalian..." perintah Piaoliang kepada ketiga saudarinya.
"Baik. Tunggu aku, setelah itu giliran kalian berdua..." jawab Meng Po.
Boommm...
"Ilusi Neraka..." gumam Meng Po dengan membuat gerakan dua tangan seperti seorang ahli Formasi. Sedangkan Qin Bo terus-menerus menyerang.
Bhuzhhhh...
"Sial... Apa ini...!" ucap Qin Bo yang tidak bisa menghindari saat cahaya merah melesat dari bawahannya, dia terjebak cahaya merah itu yang bergerak sangat cepat, disaat di fokus menghancurkan Formasi Battle Will.
"Bangsattt.... Dimana kalian..." tiba-tiba mata Qin Bo terasa kabur, dan setelah itu matanya menjadi jelas lagi. kini Qin Bo tidak melihat 20 wanita dihadapannya, dia mengumpat kesal karena tidak menemukan keberadaan 20 wanita itu.
(Author : Maaf, ya sobat reader. Ternyata dengan kesibukan saya sebagai penjual air profesional, saya terlalu keteteran dalam menulis hingga 3 bab dalam sehari, dan membuat ceritanya tidak menarik lagi. apa lagi hp saya sedikit bermasalah. jadi saya mohon maaf, untuk hari berikutnya, saya akan update 2 bab perhari. Terima kasih masih berkenan membaca novel saya. Salam)
__ADS_1