
Chapter 77 Murid Akademi Seribu Bunga
Swiiingg
Jleeebb
"Aku hanya bisa mendukungmu, sayang. Dan akan selalu mengikuti kemanapun kamu berjalan." balas Qin Yang dengan nada lembut penuh kasih sayang.
Entah kenapa sejak bertemu Excel dia menjadi jatuh hati dan tidak ingin menjauhi Excel, sudah hidup dengan usia jutaan tahun tanpa ada rasa untuk hidup dengan seorang pria, namun semua berubah dan selalu akan mematuhi pria yang telah membuatnya jatuh cinta.
Swiiingg
Jleeb
"Terima kasih. Tapi kamu harus tahu jika jalanku tidak rata akan selalu ada batu penghalang, akan banyak lubang yang menjerumuskan ku, tiap langkahku selalu banyak nyawa yang berjatuhan dan darah mengalir seperti sungai yang menuju lautan, dilautan akan mengapung banyak mayat mayat yang pantas aku bunuh."
"Aku tidak akan kecewa mengikutimu, walau aku harus berjalan diatas tubuh yang sudah tidak bernyawa lagi, sayang"
"Hehehe, bagus. Aku memang membutuhkan orang yang selalu bisa berjalan bersamaku tanpa ragu"
Tanpa sadar saat mereka berdua berbincang-bincang, banyak orang yang sedang mencari keberadaan Excel tapi mereka tidak menemukannya walau mencari dengan melacak auranya, Saat berbicara dengan Qin Yang Excel juga memburu kelinci dan ayam hutan untuk dipanggang, walau seorang kultivator bisa menahan lapar selama berhari-hari sudah menjadi kebiasaan Excel selalu makan teratur sejak dulu.
Excel kini sedang memanggang ayam dan kelinci hasil buruannya dihutan sebelah timur Kekaisaran Ling dekat dengan akademi seribu Bunga, aroma harum yang membuat lapar perut yang mengundang penciuman manusia bahkan binatang buas juga mulai mendekat.
Excel yang mengetahui kehadiran bintang dan sejumlah murid akademi dari kejauhan tidak memperdulikan mereka, tetap terus memanggang dengan api surgawi skala kecil yang Excel gunakan, bumbu sederhana ala sewaktu di kehidupannya dulu, kecap dan bumbu rempah-rempah di olesi bumbu kacang yang sudah tercampur kecap dengan menambahkan sedikit madu.
Api kecil memanggang ayam dan kelinci yang bergulung-gulung diatasnya, dengan Excel yang sedang memakan paha ayam hutan dengan perlahan, tiap gigitan membuat orang yang melihat menelan salivanya.
"Tuan muda, harum sekali aromanya, bolehkan aku mencicipinya" terdengar suara wanita yang ternyata sedang mengawasi dari tadi bersama dengan kelima temannya, mereka kebetulan sedang berpatroli diarea dimana Excel sedang memanggang ayam dan kelinci.
"Hehehe, makan sendiri tanpa teman itu hambar rasanya. Ayo, ayo kemari semua kita makan bersama" Excel dengan ramah mengundang keenam wanita yang dari tadi mengawasi Excel karena sudah tidak tahan menahan lapar diperut apalagi saat Excel mengigit paha ayam dengan nikmatnya.
"Terima kasih" jawab mereka serempak dan senang, mereka semua duduk melingkari api unggun yang terdapat ayam dan kelinci.
Excel mengeluarkan 7 piring dan memotong bagian-bagian daging yang telah matang, lalu memberikan kepada semua wanita yang menerima dengan senang hati.
Kemudian Excel mengeluarkan minuman kaleng bersoda dan memberikan kepada ketujuh wanita itu, mereka makan dengan lahap seperti sudah lama tidak makan sesuatu apapun, Excel yang melihat hanya tersenyum dan senang jika masakannya bisa dinikmati banyak orang.
Tesss
Gleek gleek
"Haaah, segar sekali. Ayo habiskan, sayang sekali jika tidak dihabiskan, kalau tidak dihabiskan Dewi pangan akan marah loh" kata Excel dengan santai setelah meneguk minuman berkaleng, keenam wanita itu awalnya kaget dengan minuman aneh yang Excel keluarkan, tapi mereka akhirnya mengerti setelah Excel meminumnya.
"Hahaha, mana mungkin ada Dewi pangan marah jika tidak menghabiskan makanan" kata seorang gadis yang kira-kira berusia 18 tahun dengan tawa ketika Excel berkata dan kelima wanita itu juga ikut ketawa.
"Hahaha"
Teess
Gleek gleek
"Tuan muda, kamu pandai memasak dan juga ini minuman apa rasanya enak sekali"
"Iya, aku juga belum pernah memakan dengan rasa enak seperti ini"
"Ini juga minumannya, rasanya macam-macam ada rasa manis, asam dan buah saat di lidah rasanya menggelitik" semua wanita berkomentar setelah makan dan minum.
"Itu resep dan minuman dari keluargaku, saat kecil aku selalu diajarkan didesa cara memasak dan membuat minuman ini" Excel menjawab dengan sedikit berbohong, karena resep, bumbu dan minuman dia beli dari sistemnya.
"Jadi begitu, memangnya Tuan muda dari mana?" tanya Hualing yang ingin tahu tentang identitas pria bertopeng ini.
"Ckckck, kalian perkenalan dulu, aku Felix" kata Excel yang berdecak lidah dan mengulurkan tangan kanannya tanda perkenalan.
"Aku Hualing" kata Hualing dengan mengulurkan tangan kanannya.
__ADS_1
"Aku Lanfen" sama dengan Hualing yang memperkenalkan diri dan dikuti keempat wanita yang lainnya.
Entah kenapa mereka berenam merasa nyaman saat melihat Felix untuk pertama kalinya, terlihat dari wajah mereka berenam yang memerah apalagi saat tangan mereka bersentuhan dengan tangan Excel.
"Aku dari desa kecil yang sangat jauh, aku kesini atas perintah guruku" jawab Excel yang sesaat lalu ditanya oleh Hualing wanita berusia 18 tahun dengan rambut sepinggang, mata bulat berwarna hitam dengan alis sedikit tebal, bibir kecil dan kulit putih dengan tinggi 169 cm.
"Memangnya mau kemana Tuan muda Felix" kata Lanfen wanita berusia 19 tahun, rambut dibawah bahu dengan kulit putih dan memiliki tinggi 172 cm, mata berwarna coklat dan bibir yang seksi dan bisa dikatakan keenam wanita ini cantik bahkan jika dikehidupan Excel sewaktu dibumi bisa masuk nominasi artis cantik.
"Sejujurnyanya aku disuruh guru menuju akademi seribu bunga, tapi aku tidak tahu dimana letaknya" jawab Excel yang berbohong, sengaja Excel berbohong agar tidak menjadi masalah dengan orang yang tidak dikenal.
"Hehehe, kebetulan kami murid dari akademi seribu bunga, dan apa tujuan Tuan muda Felix?" tanya Hualing sekali lagi dengan senyum yang indah.
"Aku di beri misi menyembuhkan pemimpin di akademi, tapi aku tidak tahu siapa yang sakit?"
"Ooh, apa Tuan muda seorang tabib? Memang dekan kami sudah lima tahun terbaring di ranjang setelah terkena racun yang aneh?" tanya Lanfen yang melihat Excel mengelar tikar tebal terbalut bulu yang indah dengan ukuran yang cukup di gunakan tidur banyak orang, lalu dia bersandar pada pohon sebagai tumpuan punggungnya.
"Iya, aku seorang tabib, tapi juga masih belum mahir seperti guruku, sayang sekali guruku sedang berkultivasi terpencil saat aku diberi misi ini...haah" jawab Excel yang berpura-pura mendesah dan menutup mata seperti sedang berpikir.
"Oh iya, apa Tuan Muda melihat seorang pria tampan dari kota Phoniex yang bernama Excel?" tanya Hualing yang ternyata diberi perintah jika menemukan Excel untuk memberitahukan Xiao Mei Xing dan Bai Chu.
"Bagaimana rupanya, aku hanya bertemu dengan kalian hari ini?" tanya Excel yang melepaskan topengnya dan menyimpannya.
"Apaaa..."
"Ka-kamu..."
"Yaa, Dewa tampan sekali"
"Kita menemukannya"
Seketika teriakan gembira dan kagum terdengar dihutan dengan malam menjadi ramai dengan seruan keenam murid dari akademi seribu bunga.
"Ckckck, kalian kenapa begitu senang, aku sengaja melepaskan topeng karena aku tidak terbiasa tidur dengan wajah tertutup" kata Excel yang sedikit terkejut dengan reaksi mereka berenam.
Gooooorrr
"Hoaam...Biarkan mereka mencari, besok pagi aku akan menuju akademi kalian dan mereka pasti akan tahu." kata Excel dengan menguap tanda mengantuk setelah makan, terdengar dari kejauhan suara binatang mendekati lokasi Excel.
"Baiklah kami akan menemani Tuan muda hingga besok kita bisa sama-sama menuju akademi" kata Lanfen yang sengaja ingin selalu dekat dengan Excel.
"Iya, kita juga akan menemani Tuan Muda"
"Aku takut dimarahi guru Xing jika tidak mengajak Tuan muda, padahal sudah menemukannya" Hualing berkata pada Excel. Sejujurnya mereka berenam ingin dekat dengan Excel.
"Jangan kuatir, tidak ada yang akan tegur kalian, jika kalian menemaniku lebih baik kalian istirahat, dan alas tidurku juga masih muat untuk kalian semua" jawab Excel dengan santai dan masih bersandar di pohon dengan kaki kanan ditekuk sebagai sandaran tangan kanannya.
Segera Hualing dan Lanfen bergegas dan duduk disebelah kanan kirinya Excel yang diikuti keempat temannya, terlihat sudah tidak ada rasa malu lagi saat mengetahui Excel yang sedang membutuhkan banyak wanita sebagai pasukannya.
"T-tuan muda, katanya kamu sedang mencari banyak wanita sebagai pasukan, apa boleh aku bergabung?" tanya Hualing yang gugup saat berbicara dia selalu berkeinginan untuk bergabung dengan semua wanitanya.
"Aku juga ingin bergabung, pemimpin muda"
"Aku juga"
"Aku selalu bermimpi bisa bergabung"
"Banyak murid yang ingin bergabung apalagi senior Bai Chu dan guru Xiao Mei Xing telah meningkat pesat kekuatan dan juga mereka berdua bercerita banyak tentang pemimpin muda" Lanfen juga berkeinginan sekali bisa ikut seperti seniornya.
"Apa kalian sudah diceritakan oleh kedua isteriku tentang aturan di pasukan Phoniex?" kata Excel kepada mereka semua karena Excel sedang malas menjelaskan aturan pasukan wanita Phoniex.
"Sudah, Tuan muda. Bahkan para ketua juga berharap bisa bergabung di akademi kota Phoniex tapi mereka semua sedang menunggu Tuan muda hadir di akademi"
"Seandainya kalian bergabung segel mana yang kalian pilih? Ada 4 segel, pertama segel sebagai istri, kedua segel sebagai Keluarga, ketiga segel sebagai murid dan bawahan, keempat segel sebagai prajurit dan pelayan" tanya Excel kepada keenam wanita disebelahnya yang masih duduk menekuk kedua lutut sebagai penyangga dagu mereka.
"Pertama"
__ADS_1
Mereka berenam kompak saat menjawabnya, tanpa ada keraguan sedikitpun, apalagi Bai Chu dan Xiao Mei Xing sudah bercerita banyak pada hari pertama mereka menginjakkan di akademi.
"Apa kalian sudah pikirkan baik-baik, aku tidak memaksa siapapun dan juga aku tidak ingin orang lain bergabung hanya karena cemburu dan iri?" sejujurnya Excel juga tidak ingin mereka bergabung dengan alasan reputasi dan kekayaannya, Excel ingin merekrut pasukan dengan niat mereka yang tulus dan jujur.
"Iya, kami sudah sepakat tanpa tekanan"
"Benar, Tuan muda. Aku juga sudah membulatkan hati"
"Kami tidak iri maupun cemburu, kami hanya ingin melakukan yang terbaik saja"
Gooooorrr
"Baiklah jika kalian sudah meneguhkan hati dan pikiran kalian" kata Excel dengan mengangkat tangan dan membuat lingkaran diudara lalu menjentikkan jarinya.
Ceklik
Wuusssshhh
Suara hembusan angin bertiup terlihat sebuah formasi pelindung tercipta diarea mereka berada setelah Excel menjentikkan jarinya, Formasi untuk melindungi mereka dari binatang buas yang aktif saat malam hari, mereka semua terkejut dengan mudahnya pemimpin kota Phoniex membuat formasi perisai.
"Hebat sekali..."
"Apa ini Formasi pelindung"
"Hanya sekali jentikan jari..."
"Guru kita tidak mungkin bisa membuat hal seperti ini"
"Hehehe, sengaja aku buat Formasi pelindung, soalnya binatang buas sedang menuju kemari karena mencium bau daging yang aku panggang" kata Excel dengan jujur sebagai playboy kelas ikan teri.
"Bisakah aku belajar Formasi?"
"Aku juga ingin belajar Alchemist seperti senior Bai Chu"
"Guru Xiao Mei Xing juga pintar Formasi sekarang"
"Apa Tuan muda yang mengajarkan mereka berdua?"
"Semua isteriku atau pasukan wanita Phoniex selalu aku bekali dengan kemampuan yang mumpuni, aku tidak ingin mereka dianggap lemah dan hanya Kanvas diranjang saja, tiap wanitaku selalu siap bertempur dan selalu siap menerima misi yang mendadak.
Karena itu aku melatih pasukan Phoniex dan pasukan Naga dengan kemampuan yang bisa bertahan melawan musuh dan juga bisa melawan dengan ganas"
"Kalian dan yang lain juga akan aku latih, aku dari awal tidak pernah membedakan siapapun, apa kalian mengerti?" tanya Excel kepada kelima murid akademi seribu bunga di pikirkan mereka berlima sudah banyak fantasi yang liar.
"Kami mengerti" jawaban mereka yang kompak walau fantasi liar mereka terhenti saat Excel bertanya.
"Lalu apa tugas kalian sebagai isteriku?" tanya Excel kepada semua wanita yang sudah bertingkah aneh dengan wajah merah dan jantung berdebar kencang.
"A-aku tidak tahu.." kata Hualing dengan tergagap kebingungan.
"Aku juga hanya mendengarkan saja dari mereka yang memiliki pasangan, tapi ti-tidak tahu bag...aaah" Lanfen berhenti bicara saat Excel menarik Lanfen dipelukannya dan mencium bibir merahnya.
Lanfen yang tiba-tiba dicium Excel awalnya ingin berteriak tapi setelah bibirnya dikunci bibir Excel malah menyambutnya dengan gembira, ******* mereka berdua membuat kelima wanita yang lain bergairah tapi juga malu, ingin memalingkan wajahnya tapi juga susah, mata semua wanita itu malah terpaku dengan adegan yang membuat goa silumannya berair.
"Haahaah, kamu terlalu mendadak" kata Lanfen dengan nafas terengah-engah saat Excel sengaja melepaskannya, terlihat wajah sudah sangat merah tapi juga ada keengganan ketika Excel melepaskannya.
"Hehehe, kamu sedikit berpengetahuan, karena itu aku memberikan contoh pada mereka semua" kata Excel yang terkekeh melihat tingkah mereka.
"Aaah, aku jujur tidak pernah melakukan hal yang barusan, aku hanya mendengarkan saja" jawab Lanfen yang malu, dia memang sering berfantasi saat sendirian dikamar tidurnya dan hanya meraba-raba dirinya sendiri tanpa bisa puas.
"Hehehe, baiklah siapa yang pertama melayaniku" melihat mereka masih malu dan tidak menjawab, Excel lalu membaca pikiran kelima wanita dan melihat hanya Lanfen yang sering berfantasi didalam kamarnya.
Kemudian lawan pertama Excel adalah Lanfen yang ditonton kelima wanita yang masih menatap tanpa bisa memalingkan wajahnya, saat pertarungan baru dimulai Lanfen sudah kelihatan ingin menyerah karena sudah lima kali keluar dan sangat terlihat rasa frustasinya didalam kamarnya bisa terobati.
"Hehehe, berikutnya siapa? Kalian bisa mencontoh Lanfen" tantang Excel kepada kelima wanita yang masih bengong. ******* dan erangan tengah hutan membuat pertarungan semakin menjadi liar tanpa peduli lingkungan disekitarnya, dan setelah pertarungan itu Excel memberikan segel keluarganya kepada keenam murid akademi seribu bunga.
__ADS_1