
Chapter 57 Armada Kekaisaran Wei
Kota Phoniex kini telah menjadi kota tingkat 2, dengan kerja keras Excel wilayah hutan diubah menjadi kota metropolitan, sebuah kota yang sangat megah dan fasilitas mewah.
Sekarang Excel sedikit merasa lega rencana membangun dari desa menjadi kota berkelas, dengan bantuan dari sistem Excel dengan mudah melakukan apapun yang tidak bisa dilakukan orang lain.
"Ayah Xue, Paman Xue Tong, Paman Xue, Paman Ling Ba dan Paman MU aku serahkan pengaturan kota ini pada kalian, untuk keamanannya serahkan pada saya" pinta Excel
"Baik, Tuan Muda. Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan tidak akan mengecewakan kerja keras Tuan muda" jawab mereka dengan senang hati menerima tanggung jawab ini.
"Sekarang aku bisa lega melanjutkan rencanaku. Apa kalian ada yang perlu dikatakan atau permintaan?" Tanya Excel pada mereka semua, sebagai guru Excel juga sudah memberikan banyak teknik dan sumberdaya yang besar, jadi bagi Excel sudah tidak perlu memberikan lagi penjelasan.
"Ada, menantuku" balas ayah Xue.
"Apa itu, ayah. Katakan saja?"
"Nak, Bagaimana mana dengan musuh yang mengepung kita? Jika mereka masih mengisolasi kota, maka kota akan kesulitan mendapatkan keuntungan dari luar!" perkataan dari ayah Xue memang benar, biarpun kota Phoniex sudah menjadi kota besar tidak mungkin bisa berkembang dengan adanya pasukan yang mengisolasi kota Phoniex.
"Kamu benar, ayah. Baiklah aku akan mengusir mereka, walau sebenarnya aku ingin memusnakan mereka, tapi karena isteriku aku mengurungkan niatku" jawab Excel pada ayah Xue.
Saat Putri-putri Kekaisaran Zhou mendengarkan perkataan ayah Xue, mereka sempat kuatir jika suami mereka akan memusnahkan anggota keluarga mereka, untung saja Excel masih memikirkan perasaan isterinya hingga mengurungkan niat suami mereka.
"Terima kasih suami, sudah berbelas kasih pada keluarga kami" kata Zhou Mei yang terlihat akan menangis, mengetahui perasaan isterinya segera Excel memeluk Zhou Mei dan Zhou Xiu.
"Kalian jangan kuatir, walaupun mereka berniat buruk padaku dan kotaku, aku masih berpikiran positif yang tidak akan dengan sembarangan memusnahkan tanpa ada penyebab!" kata Excel membuat semua wanitanya merasa lega, banyak isteri Excel berasal dari benua barat, dan keluarga mereka masih membutuhkannya.
"Nak, kamu terlalu lembut...ha-ha-ha" kata Kakek Xuan yang sengaja ingin memprovokasi Excel lagi.
"Siapa bilang aku lembut? Hanya saja pinggangku takut sakit...ha-ha-ha. Ayo, kita jalan-jalan!" balas Excel yang tidak termakan umpan bocah tua nakal. Semua orang sebenarnya ingin ketawa tapi takut terkena tendangan Kakek Xuan.
Kakek Xuan merasa jika perkataan bocah nakal ini terasa aneh, mana mungkin masih muda bisa sakit pinggang?
"Bocah apa maksudmu? Mana mungkin kamu masih muda bisa sakit pinggang?"
"Ayah Xue dan semua pamanku, aku pergi dulu dengan keluarga Kekaisaran dan semua wanitaku. Kalian jaga kota kita" pinta Excel pada mereka dan berharap bisa memberikan rasa aman pada kota Phoniex.
"Baik, Nak. Percayakan pada kami dan lakukan bisnismu dengan tenang" jawab ayah Xue pada menantunya, Kakek Xuan yang merasa tidak dihiraukan menjadi kesal.
"Mari kita naik" ajak Excel pada semua orang tanpa peduli bocah tua nakal yang terus mengejar jawaban.
"Lapor, Yang Mulia, armada Kekaisaran Wei sudah sudah tiba" Kaisar Zhou yang sedang berkultivasi mendengar suara jendral Jin yang melaporkan jika bala bantuan telah tiba, dengan perasaan senang Kaisar Zhou langsung berdiri dari tempatnya.
"Ha-ha-ha, akhirnya saatnya tiba, ayo kita sambut mereka" ajak Kaisar Zhou dengan bahagia, sudah berberapa hari ini dia memendam dendam pada Excel, semua rencananya gagal semua, semua Putrinya tidak pernah memberikan kabar apapun seperti menghilang ditelan bumi.
"Yang Mulia, kita telah akan tiba diperkemah pasukan Kekaisaran Zhou" merasa terganggu saat Kaisar Wei sedang bersenang-senang dengan para pelayannya merasa kesal.
"Haaah, mengganggu saja...baiklah kita kita keluar dan bertemu pengganggu itu" bentak Kaisar Wei saat Jendralnya memberikan berita jika pasukan Kekaisaran Zhou sudah terlihat.
Sebenarnya Kaisar Wei sengaja tidak menerima pesan batu giok komunikasi, karena itu bagian dari strateginya yang ingin menggunakan Kaisar Zhou sebagai tamengnya.
Setelah itu kaisar Wei keluar dari dalam kamar pribadinya dan langsung menuju kehaluan kapal perangnya, diluar kapal dia melihat banyak pasukan dan termasuk kaisar Zhou.
"Ha-ha-ha, selamat datang saudaraku, lama kita tidak bertemu" kaisar Zhou tertawa bahagia saat menyambut Kaisar Wei, semua pendukung dan pasukan Kaisar Zhou juga ikut menyambut kedatangan armada kapal angkasa dari Kekaisaran Wei yang berjumlah 12 juta prajurit.
"Selamat datang, Yang Mulia" para pendukung dan pasukan juga menyambut Kaisar Wei dengan sedikit membungkukkan badan dan tangan kanan dada kiri.
Dibenua Venus gelar peringkat kekuatan teratas dipegang dari benua Utara Kekaisaran Wei, dengan jumlah kekuatan tempur mencapai 20 juta pasukan dan juga memiliki armada kapal perang dengan jumlah mencapai 15 ribu unit.
__ADS_1
Saat ini Kekaisaran Wei membawa pasukan 12 juta prajurit dan 8500 unit kapal angkasa, dengan armada sebesar itu mampu dengan mudah menaklukkan kekuatan semua Kekaisaran dibenua Venus.
Sedangkan Kekaisaran Zhou memegang gelar peringkat kedua, dengan jumlah prajurit 15 juta dan armada kapal perang memiliki 11 ribu unit.
Saat ini Kekaisaran Zhou membawa 8 juta prajurit dan 5600 unit armada kapal perang. Sayangnya hampir 2 juta prajurit telah dibantai prajurit kota Phoniex yang hanya memiliki 22 ribu prajurit, yang lebih menyedihkan lagi tidak ada satu pun prajurit kota Phoniex tewas atau terluka.
Untuk gelar peringkat ketiga dan keempat di pegang Kekaisaran Li dan Kekaisaran Ling, kekuatan tempur dua Kekaisaran hampir setara dan juga armada kapal perangnya.
Namun, semua kekuatan tidak bisa dipastikan kebenarannya, tiap Kekaisaran selalu menyembunyikan kartu As terbaik mereka dari lawannya.
"Saudaraku, lama tidak berjumpa, bagaimana keadaanmu...ha-ha-ha" balasan Kaisar Wei dengan tawa palsunya yang tidak terlihat dimata Kaisar Zhou.
"Aku baik-baik saja. Lebih baik kita bicara didalam...ha-ha-ha" ajak Kaisar Zhou dengan merangkul bahu kaisar Wei layaknya seorang teman lama yang tidak bertemu dan mereka berjalan kedalam tenda utama Kaisar Zhou.
Didalam tenda yang besar telah disediakan dua kursi khusus untuk Kaisar Zhou dan Kaisar Wei, dengan diikuti pendukung dan para jendral dari kedua Kekaisaran saat mereka memasuki tenda.
"Saudaraku, maafkan aku yang tidak membalas pesanmu, saat itu aku sedang berkultivasi tertutup" kata Kaisar Wei saat mereka sudah duduk di kursi Kekaisaran dan membuka pembicaraan sebelum Kaisar Zhou berbicara.
"Ha-ha-ha, tidak masalah, tidak masalah, aku tahu kamu selalu sibuk dengan kultivasi." balas Kaisar Zhou pada Kaisar Wei, walau sebenarnya dia sangat kesal saat komunikasinya tidak pernah dibalas, terakhir mereka berbicara ketika masih berada di istananya masing-masing.
"Aku dengar, kamu mengalami kerugian! Apa benar jika banyak jendral dan prajurit tewas dan terkena racun hati Es?" tanya Kaisar Wei yang sengaja menyulut emosinya, seketika wajah kaisar Zhou yang tadinya senang kini berubah drastis.
Braak
"Ini gara-gara bajingan cilik itu, semua Putriku disanderanya dan tidak ada berita sama sekali dari mereka!" Kaisar Zhou sangat marah hingga dia menggebrak sandaran tangan di kursi yang dia duduki.
"Bagaimana bisa semua Putrimu dia sandera? Dengan banyaknya pasukanmu dan pengawalnya tidak mudah menculik semua putrimu? Bagaimana dia melakukannya?" tanya Kaisar Wei yang berpura-pura ikutan marah saat Kaisar Zhou bercerita, padahal semua sudah sesuai skema yang dia inginkan.
"Ini berawal saat bajingan itu...." Kaisar Zhou menceritakan semua kejadian disaat Excel menculik Putrinya Zhou Mei hingga bernegosiasi di medan perang dimana para jendral dan sisa prajurit yang membeku menjadi patung Es.
Braak
Pyaaaarr
"Licik sekali dia, memakan mangsa yang kecil untuk memancing mangsa yang besar, benar-benar bajingan yang harus dibunuh!!!" Kaisar Wei yang marah sampai-sampai menggebrak meja yang ada depannya hingga sajian di meja terjatuh dan memecahkan gelas dan piring yang terbuat dari giok pilihan.
Padahal didalam hatinya dia tertawa gembira "kamu memang Kaisar idiot bisa-bisanya dipermainkan bocah yang belum genap 17 tahun...hahaha"
"Saudaraku, Apa kamu ada ide? Perisai pelindung itu harus dihancurkan dulu, leluhur Wei memang memberikan artefak mangkok pemecah Formasi, tapi kita tidak bisa mendekati perisai itu sama sekali, bahkan banyak pasukan ku mati dengan sia-sia!" tanya Kaisar Zhou pada Kaisar Wei, dia merasa senang jika Kaisar Wei juga marah dengan peristiwa yang alami.
Dengan memijat kening dengan tangan kanannya, seolah-olah Kaisar Wei sedang memikirkan cara untuk menghancurkan Formasi itu, tiba-tiba dia tertawa tanpa sebab.
"Ha-ha-ha, saudaraku aku ada ide!!
"Ha-ha-ha, aku tahu kamu punya banyak cara, lalu apa idemu?" tanya Kaisar Zhou yang juga ikut tertawa bahagia, dia tahu jika Kaisar Wei memiliki segudang strategi yang mumpuni.
"He-he-he, itu mudah, tapi kita harus saling berkerja sama" jawab Kaisar Wei dengan tawa kecil yang misterius, semuanya sudah sesuai alur yang Kaisar Wei inginkan.
"Saudaraku, cepat katakan apa idemu dan aku pasti akan berkerja sama denganmu" balas Kaisar Zhou yang penasaran dengan ide kaisar Wei.
"Ahli smeltingku baru saja menciptakan kapal tempur yang mampu menembak, seperti meriam yang bocah licik itu miliki, daya serangnya mampu membuat kota kecil itu menjadi ampas, tapi...!!" sengaja Kaisar Wei menghentikan ucapannya agar Kaisar idiot ini merasa jika dia mengorbankan banyak harga, dengan kembali memijat keningnya seperti saat yang lalu.
"Tapi apa? Cepat katakan, apa yang bisa aku lakukan agar senjata rahasiamu bisa digunakan?" akhirnya kaisar idiot memakan umpannya.
"Tapi, aku punya kondisi? Apa kamu sanggup memberikannya?" tanya Kaisar Wei pada Kaisar Zhou, inilah saatnya dia menarik kail yang telah digigit. Kaisar Zhou sedikit mengernyitkan dahi saat Kaisar Wei meminta suatu kondisi atau permintaan yang akan merugikannya.
"Apa permintaanmu? Selama aku bisa aku akan berikan. Aku tahu bantuanmu tidak ada yang gratis. Tapi, inikan demi rencana kita, dan juga aku tidak tinggal diam dalam menguasai benua ini bersama-sama." jawab Kaisar Zhou yang merasa ingin marah tapi dia tahan.
__ADS_1
"Ha-ha-ha, saudaraku kamu memang tahu cara membuatku senang.
Aku punya 3 kondisi, pertama aku ingin memiliki artefak keluarga Li dan Xue dan itu juga untuk kakeku, kedua aku ingin wilayah Utara dan tengah, bagaimana?" benua Utara adalah wilayah Kekaisaran Ling, daerah yang makmur dan subur walau wilayah itu benua yang memiliki luas paling kecil, dan benua tengah adalah wilayah terluas dari empat Kekaisaran dan memiliki banyak sumberdaya alamnya.
"Ini menyalahi kesepakatan awal kita. Permintaan pertama aku bisa memenuhinya, permintaan kedua itu terlalu berlebihan dan aku juga akan memakan banyak harga dipihak ku. Permintaan kedua kamu pikirkan yang lain? Dan apa permintaanmu yang ketiga" Kaisar Zhou sangat marah yang sebenarnya tapi dia masih menahan diri.
Dulu sewaktu mereka berdua sedang berada di kediaman Kaisar Wei, mereka mempunyai misi dan visi yang sama yaitu menguasai benua Venus, dengan kesepakatan dibagi rata setelah berhasil menaklukkan semua wilayah.
"Tidak, itu sudah mutlak keinginanku. Dan lagi, khusus untuk benua tengah kamu cukup menyuplai pangan untuk pasukanku dan kamu tidak perlu mengerahkan pasukanmu." Kaisar Zhou berpikiran dengan keras perkataan kaisar Wei, jika dia melepaskan benua tengah maka dia akan akan sangat dirugikan.
Dan lagi, jika dia menyetujui memberikan benua tengah tanpa mengerahkan pasukannya, maka sama saja dia memonopoli benua tengah, tentu saja Kaisar Zhou yang serakah tidak akan melepaskan benua tengah jika dia sudah kehilangan utara.
"Tidak, aku tidak menerimanya. Sama saja kamu memonopoli-nya dan sangat merugikan ku.
Sudah cukup. Ganti permintaan yang kedua? Dan sekali lagi apa permintaanmu yang ketiga?" jawab Kaisar Zhou dengan nada tinggi dengan tangan mengepal erat dan dia sudah berdiri dari tempat duduknya, semua pendukung dan jendral sudah bersikap waspada tinggi dengan berdiri dari tempat duduk mereka.
Suasana menjadi tegang dan panas, kedua belah pihak sudah siap melancarkan serangan jika Kaisar mereka memberikan perintah untuk menyerang.
"Ha-ha-ha, Kaisar Zhou kamu jangan terlalu tegang, santai saja dan tahan emosimu. Baiklah, aku akan pikirkan dulu permintaan ku yang kedua.
Permintaanku yang ketiga aku ingin kamu menyerahkan Ratu-mu...?"
Booommm
Booommm
Booommm
Seketika aura kekuatan tingkat Holy Monarch meletus dari tubuh Kaisar Zhou yang sudah tidak bisa dia kendalikan lagi karena sangat-sangat marah, diikuti dengan kekuatan aura kedua belah pihak juga meledak dari dalam tubuh mereka dan gelombang aura kekuatan saling berbenturan.
Semua pasukan dan semua anggota pendukung mereka yang berada diluar segera siaga perang saat merasakan aura kekuatan besar didalam tenda, dimana tenda itu milik Kekaisaran Zhou dan Kaisar Wei berada.
"Apa yang sedang terjadi di tenda Kaisar Zhou?"
"Apa ada musuh yang menyelinap?"
"Apa mereka berdua sedang berkelahi?"
"Ini aura Yang Mulia Kaisar Zhou...?"
Semua komentar keluar dari kedua belah kubuh pasukan dan pendukung, mereka bingung karena tidak mengetahui apa-apa didalam tenda.
"Bajingan, kamu menghina Kekaisaran ku dan kamu sengaja meminta perang. Oke, jika kamu menginginkan-nya" suara teriakan amarah Kaisar Zhou akhirnya terdengar hingga diluar tenda.
Booommm
Booommm
Booommm
Setelah mendengar suara teriakan Kaisar Zhou membentak kaisar Wei, semua pasukan dan pendukung dua Kekaisaran juga meledakan kekuatan aura mereka, hingga debu-debu berterbangan dan berbagai bekal mereka seperti minuman pun hancur berkeping-keping.
"Ha-ha-ha, jika kamu tidak bisa memenuhinya itu berarti kamu akan kehilangan semua Putri-putrimu, dan aku juga tidak takut dengan kekuatan pasukanmu...!" balas Kaisar Wei yang juga marah karena keinginannya tidak terpenuhi, dengan perkataannya yang terakhir Kaisar Wei juga meledakan aura kekuatannya.
Booommm
Booommm
__ADS_1