Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 191 Three Element.


__ADS_3

Chapter 191 Bertemu dengan wanita muda berbakat dan Excel mencari sensasi.


Keributan semakin ramai terjadi di pintu gerbang menara penempa fisik dimana nama Bu Wanmei sudah berada diruang kelima anak tangga ke 800, setiap prestasinya selalu muncul di panel dinding menara penempa fisik.


Excel melihat juga tablet pengukur kekuatan pukulan yang dia dibuat, sebenarnya dia ingin menguji kekuatan pukulannya tetapi niat itu dia urungkan karena tidak ingin menghancurkan tabletnya.


Dengan santai dan tanpa keringat, Excel terus naik menuju anak tangga berikutnya dan sekali kali melihat ke jendela untuk melihat kebawah.


Excel juga mengukur seberapa layaknya menara penempa fisik ini, dia hanya mengangguk puas dengan hasil ciptaannya, selain batu meteorit Excel juga menambahkan batu mistik sebagai bahan menempa menara ini dan juga menambahkan formasi array pelindung, pengumpulan energi alam semesta dan juga formasi tekanan gravitasi.


Menara ini tidak akan mudah dirusak bahkan dengan kekuatan Sang Omega level puncak, setiap kali Excel membuat sesuatu dia selalu mengukur batas ketahanan ciptaannya agar bisa digunakan untuk jangka waktu lama.


"Hah, Bu Wanmei sudah jauh sekali" Bai Chu melihat panel prestasi di dinding dan nama Bu Wanmei menjadi satu-satunya orang pertama diperingkat teratas.


Para wanita Excel dan juga putri-putrinya masih di anak tangga 233 menuju ruang kedua, mereka sedang beristirahat karena kelelahan menahan tekanan gravitasi di menara ini.


"Kalian jangan terburu-buru, biasakan tubuh kalian dengan tekanan ini, setelah terbiasa kalian bisa melangkah lagi." kata Yuke yang terus membimbing anak-anaknya dan juga saudari-saudarinya.


Setelah beristirahat beberapa menit mereka melanjutkan menuju ruang kedua, walaupun tekanan setiap anak tangga meningkat itu tidak menyurutkan semangat anak-anak Excel.


Excel sudah berada diruang 11 dan mengejutkan ketua penjaga menara, ketua itu tahu beratnya tekanan menuju ruang kesebelas, dia saja tidak berani mencoba secara langsung, jika tidak ada kotak ruang yang mengirim mereka menuju setiap ruang mereka sudah dipastikan akan kesulitan menjalankan tugasnya, kotak ruang itu seperti lift dan sumberdaya-nya menggunakan batu roh untuk mengoperasikan kotak ruang itu.


Setelah Excel memberikan hormat, dia melanjutkan lagi menuju ruang ke-12 tanpa adanya tekanan apapun ditubuhnya, ketua itu tercengang dan tidak sempat membalas sikap sopan Excel.


"Pemuda yang misterius, Bu Wanmei... Dari mana dia berasal ?" gumam ketua penjaga ruang 11 yang melihat punggung Excel yang secara berlahan menghilang.


Ketua itu ingin mengejarnya, tetapi dia tidak sanggup disaat kaki kanannya akan menginjak anak tangga pertama menuju ruang ke-12 sudah langsung ditekan kebawah hingga dia urungkan niatnya.


"Hah, sepertinya Bu Wanmei ini akan mencetak prestasi baru, disaat baru dibukanya menara penempa fisik..." desah ketua itu dengan mengeleng-gelengkan kepalanya, dia mengagumi Excel yang mampu menahan tekanan gravitasi di menara ini.


Isteri dan anak-anak Excel sudah berada diruang kedua dengan keringat membasahi pakaiannya, nafas mereka terengah-engah, jika Yuna dan Yuke tidak membantu anak-anak mereka sudah pasti tidak sanggup melangkah hingga ruang kedua.


"Ibu, aku sam... pai di...sini sa... ja..." kata Jun Mei dengan tidur terlentang karena kelelahan.


"Iya aku juga sampai disini saja, kakak Yuna dan kak Yuke kalian lanjutkan saja naik keatas." Kumala juga sudah tidak sanggup berjalan keatas, dia perlu istirahat sedikit lebih lama, mengkonsumsi pill terlalu sering juga tidak terlalu baik bagi tubuh mereka.


"Baiklah, kalian tetap harus ingat kata-kataku tadi, jangan paksakan diri, aku naik dulu." balas Yuna dengan tersenyum dan berlanjut menuju ruang dengan kecepatan tinggi, Yuke juga menyusul dan berlari mengejar Yuna.


"Tingkat Void memang luar biasa" kata Dewi Sri yang melihat Yuna dan Yuke tidak merasakan tekanan apapun, jika mereka tahu Yuna dan Yuke sudah pada tingkat Alfa sejati mungkin akan terkejut dan mereka juga pasti tahu siapa yang membantu Yuna dan Yuke, karena Excel, Yuna dan Yuke tidak memberikan kabar tentang terobosan yang mereka alami.


Dengan kecepatan tinggi Yuna dan Yuke segera tiba diruang ketiga dan bertemu penjaga wanita yang sedang berkultivasi, merasakan kehadiran Yuna dan Yuke wanita muda itu membuka matanya dan terkejut karena baru mereka berdua yang sampai diruang ketiga, dia tahu tekanan menuju ruang ketiga sangat berat.


"Selamat, saudari Na Yu dan saudari Sandy" wanita muda itu mengucapkan selamat kepada Yuna dan Yuke yang juga menyamarkan nama dan wajahnya.


"Terima kasih. Apa kamu juga yang lulus lantai 5 diujian Dao Piramida waktu itu ?" tanya Yuke yang masih ingat wajah gadis muda itu.


"Benar, saudari. Beruntung aku bisa melangkah ke lantai 5." jawab wanita muda itu dengan tersenyum, dia tidak menyangkah masih ada orang lain yang mengingat dia selain peserta yang lulus ujian dao piramida.


"Keberuntungan juga bagian dari kemampuan, aku lihat kamu memiliki 3 akar element, energi Mana kamu juga kokoh, sayang sekali teknik kultivasimu sedikit lemah." kata Yuna yang sudah memeriksa seluruh tubuh wanita itu, wanita muda itu kaget dengan perkataan dari orang yang bernama Na Yu, tidak ada orang yang tahu jika dia memiliki 3 akar element selain gurunya.


"Hah, i-itu karena kita berasal jauh dari benua ini dan juga karena tidak adanya teknik sihir elemen yang cocok untukku, saudari" kata wanita itu dengan mendesah dan sedikit kecewa dengan lingkungan dia dulu berada, dimana bangsawan dan keluarga kerajaan selalu memonopoli sumberdaya dan juga segala teknik yang hebat.


Karena itu gurunya mengajak murid-muridnya termasuk dia melintasi dimensi sesuai petunjuk dari mimpinya, petunjuk itu diberikan Excel ketika mengembalikan waktu.


"Ajak rekan-rekanmu yang memiliki tubuh yang unik, aku akan rekomendasikan kamu dan temanmu untuk dilatih secara khusus, berikan token identitas ini kepada jendral Hu Bai maupun Jendral Gaibian, mereka akan tahu." kata Yuna dengan memberikan token identitas kepada wanita muda itu, wanita itu dengan senang hati menerimanya, dia tidak berharap setelah lulus dari ujian dao piramida sudah mendapatkan perawatan yang istimewa, apalagi sekarang menerima perawatan khusus.


"Terima kasih, saudari Na Yu. Sebenarnya kami selama lulus sudah mendapatkan perawatan yang baik." jawab wanita muda itu dengan membungkuk memberikan rasa hormat dan terima kasihnya.

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Kami akan memberlakukan setiap orang secara adil dan bijaksana, tetapi dengan perawatan khusus kamu dan temanmu akan cepat meningkatkan potensi kalian. Baiklah kami berdua melanjutkan lagi naik keatas." kata Yuna yang berjalan menuju ruang keempat dan Yuke juga menyusulnya.


"Terima kasih, saudari."


"Rajin dan terus bekerja keras, mungkin penguasa alam akan menjadikan kamu isterinya." kata Yuke tanpa menghentikan dia berjalan dengan cepat, perkataan dari Yuke membuat wanita muda itu langsung duduk lemas dan shock.


"A-aku... Apa a-aku layak menjadi bagian isteri penguasa alam ?" gumam wanita itu dengan meneteskan air mata bahagia, selama hidupnya dilingkungan yang keras dia selalu dihina dan dikucilkan oleh para bangsawan dan keluarganya.


"Kamu layak, karena konstitusi tubuhmu yang unik" suara Yuna mengema dibenak wanita itu yang masih terduduk dan menangis bahagia.


"Terima kasih, senior. Aku akan bekerja keras." balas wanita muda itu dengan transmisi suara juga, dia tidak lagi memanggil Yuna dengan sebutan saudari, karena institusi-nya mengatakan jika orang yang bernama Na Yu adalah seorang wanita yang kuat.


"Guru, aku tidak akan mengecewakan dirimu yang telah membawa aku dan teman-temanku menuju kebenua dewa."


Wanita itu berasal dari dunia sihir, tempat asalnya bernama benua tanpa batas, dimana benua tanpa batas dipimpin 3 kerajaan besar, wanita itu bernama Anita dengan usia 17 tahun, bakatnya sebagai penyihir membuat gurunya merekrutnya sebagai murid. Anita memiliki 3 kelas, yaitu sebagai seorang mage, fighter dan asassin, karena itu disaat Yuna melihat kedalaman kenangan dan jiwanya menjadi tertarik dan ingin melatihnya secara pribadi.


Didunia sihir dimana mereka yang mampu menggunakan Mana terbilang jenius dan akan menjadi rebutan setiap akademi maupun kerajaan, tidak semua orang didunia sihir mampu mengolah Mana, berbeda dengan dunia kultivator yang setiap orang mampu menjadi seorang kultivator asal diberikan sumberdaya yang cukup.


"Kita beruntung menemukan wanita itu yang bernama Anita, suami kita pasti akan menariknya didalam keluarga kita." kata Yuna dengan berlari cepat untuk menyusul suaminya yang sudah berada diruang 17.


"Hahaha, mungkin suami kita sudah tahu, hanya saja dia tidak ingin dengan sembarangan mengambil wanita lain, Juan Qinxuan saja tidak sempat dia sentuh... Hahaha" jawab Yuke dengan ketawa, Juan Qinxuan jika tidak disibukkan dengan pelatihan khusus yang dilatih oleh Yuke pasti akan protes kepada suaminya yang tidak pernah menyentuhnya.


"Sejak ada kita berdua yang mampu melawannya diranjang, suami kita menjadi jarang keluar memburu wanita lain... Hahaha." balas Yuna dengan tawa kecil, ketawanya jika ada yang melihat sudah pasti akan pingsan.


"Mungkin saja suami kita lupa jika masih memilik isteri muda yang belum dia berikan jatah..." kata Yuke yang ingin mengetahui jalan pikiran suaminya.


"Bukan lupa, dia sengaja menunggu Bi Liqin melahirkan dulu, mungkin setelah itu dia akan memenuhi kewajibannya sebagai suami." jawab Yuna kepada Yuke, semua orang sudah tahu jika Bi Liqin sudah lama hamil, hanya saja sudah lebih dari 2 tahun Bi Liqin belum melahirkan.


Mereka berdua sudah berada diruang keempat yang juga dijaga seorang wanita, wanita ini berusia 35 tahun dan terlihat dari postur tubuhnya dia sudah menikah dan mempunyai anak. Penjaga itu tidak terlalu cantik tetapi masih dianggap kecantikan kelas 3 yang juga mampu menaklukkan pria bernafsu.


Excel yang tahu jika Yuna dan Yuke ingin menyusulnya, segera melesat naik ke puncak menara dimana ruang ke-20 adalah akhir menara penempa fisik.


Wuuuuussshh


"Waduh, apa itu ?" ketua penjaga ruang 18 kaget dengan hembusan angin yang tiba-tiba mengejutkan dia saat sedang melihat kebawah menara yang ditutupi awan putih.


"Mungkin saja hanya angin kencang, sudah wajar dengan ketinggian seperti ini angin akan berhembus kencang" gumam ketua ruang 18 yang memeriksa disekitarnya dan tidak menemukan apapun, bahkan tidak ada jejak aura jika memang ada seorang kultivator, tetapi disaat melihat panel prestasi dia terkejut jika sudah ada orang yang melewati ruang yang dia jaga.


"Bu... Bu Wanmei... Orang ini..." ketua itu langsung shock dan terduduk lemas, bagaimana mungkin ada orang yang mampu melewati menara penempa fisik seperti angin saja...! Dia saja tidak berani memiliki pikiran untuk menguji batas tekanan gravitasi di menara ini.


Jika dipaksa naik dari ruang 2 menuju ruang 3 tanpa melangkah setahap demi setahap, sudah dipastikan tubuhnya akan hancur bahkan tanpa meninggalkan tubuhnya untuk dikubur.


Seperti leluhur awan berkabut yang ingin melangkah menuju ruang ketiga, baru saja melangkahkan kakinya sudah langsung ditekan gravitasi yang sangat besar hingga kesulitan untuk bangun.


"Aiyoo, suami kita kelihatan tahu jika kita akan menyusulnya, tetapi tekanan ini semakin kuat aku rasakan." kata Yuke yang terlihat mulai mengeluarkan keringat diwajah cantiknya dan sedikit nafasnya memburu.


Mereka berdua baru keluar dari ruang ke- 7 dan menuju ruang kedelapan tetapi sudah merasakan tekanan yang semakin berat, saat ini mereka berdua berada dianak tangga ke 478 dan sudah tidak lagi bisa berlari kencang, padahal mereka berdua sudah setingkat Alfa sejati tetapi masih bisa ditekan gaya gravitasi yang sangat kuat.


Wuuuuussshh


"Braaaakk... Kampret apa apaan itu..." penjaga ruang ke-19 ambruk kebelakang disaat sedang berkultivasi, hembusan angin kencang yang menghempaskan tubuhnya padahal dia setingkat dewa absolute level 5 tetapi masih bisa ambruk hanya karena hembusan angin yang kuat yang menabraknya.


Tetapi saat melihat panel prestasi dengan munculnya nama Bu Wanmei membuat penjaga itu merinding ketakutan, dan memeriksa anak tangga menuju ruang terakhir tetapi dia tidak menemukan pria yang bernama Bu Wanmei, kembali dia melihat panel yang terus-menerus berkedip-kedip menunjukkan setiap anak tangga yang telah dilewati oleh Bu Wanmei...


"Mu-mustahil... Ba-bagaimana mungkin..." sekali lagi wajahnya merasakan teror yang berlebihan seperti melihat hantu disiang hari.


Wuuuuussshh

__ADS_1


Tap


"Hahaha, aku berhasil" kata Excel yang kegirangan tidak bisa disusul oleh kedua isterinya, Excel lupa dengan penjaga yang menjaga ruang terakhir yang melihatnya seperti melihat binatang iblis yang mengerikan sepanjang hidupnya.


Excel lalu menjulurkan kepalanya kejendela dan melihat kearah bawah dimana tempat isterinya dan anak-anaknya berada dibawah.


"Isteri-isteri ku kalian kalah dan lemah...hahaha" suara Excel mengema diseluruh wilayah pulau dewa perang dan didengar semua orang, isteri dan anaknya yang hafal suara itu...


"Exceeeelllll... Minta pemukulan"


"Ayah, kamu minta pemijatan massal."


"Hahaha, siapa takut..."


Wuuuuussshh


Excel langsung meluncur kebawah dengan melompati jendela, seperti komet dengan kecepatan tinggi, lalu disaat diruang kedelapan dimana Yuna dan Yuke sedang beristirahat dia berhenti, diluar jendela Excel melihat kedua isterinya dan...


"Kalian kalah taruhan...hahaha"


Wuuuuussshh


"Exceeeelllll..." Yuna dan Yuke yang diejek Excel berteriak secara bersamaan, Excel langsung meluncur kebawah, dan lagi-lagi berhenti diruang kedua dimana banyak isteri dan anak-anaknya sedang beristirahat, dari luar jendela Excel menjulurkan kepalanya masuk ke jendela dan lagi-lagi...


"Ckckck, baru ruang kedua sudah kelelahan... Hahaha"


Wuuuuussshh


"Exceeeelllll..."


"Ayaaaahhh..."


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Yuna dan Yuke langsung mengejar suaminya dan ingin memukulinya hingga babak belur, mengetahui jika Yuna dan Yuke mengejar suaminya, buru-buru anak-anaknya dan juga isterinya yang berada di ruang kedua keluar dari jendela dan ikut mengejar Excel.


Adegan itu dilihat banyak orang yang tadinya masih shock melihat panel prestasi dengan nama Bu Wanmei yang berhasil sampai dipuncak, tetapi setelah mengetahui siapa orang itu mereka menyadari dan hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Sialan, jika tahu itu penguasa aku tidak perlu shock melihat panel ini..."


"Hahaha, untung saja itu penguasa jika bukan kita mungkin akan malu seumur hidup..."


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Excel dikejar banyak wanita dan juga anak-anak yang ingin menghajar orang yang menyamar menjadi Bu Wanmei...


Dan akhirnya nasib tragis diterima sang penguasa yang memprovokasi binatang buas tingkat mengerikan...


Buk


Buk


Tit tit....

__ADS_1


__ADS_2