
Chapter 84 Membuat jalur benua tengah
Malam telah berganti pagi kicauan burung mengawali hari yang baru, sinar matahari mengoda mata untuk terbuka, udara segar pagi hari membangkitkan semangat untuk segera bergerak.
Semua telah kembali mempersiapkan diri untuk melanjutkan rencana menuju benua tengah bagian pusat, dan sebagian penduduk telah kembali kekota Phoniex untuk kembali beraktivitas, saat melewati Jalan Surgawi mereka sering disergap binatang laut tapi berkat Formasi pelindung mereka tidak lagi takut.
Excel juga telah terbangun dan mengirim kembali sebagian istrinya yang belum mencapai ranah Tyrant kedalam dunia jiwa untuk berkultivasi, dan sebagainya telah bersiap untuk melanjutkan tugasnya sebagai pelindung pekerja yang akan membuka jalan baru.
"Selamat pagi semuanya" Terdengar suara Excel menyapa isterinya dan semua orang, kini Excel telah menggunakan jubah MahaDewa-nya dan tidak ingin mengalami hal yang memalukan lagi.
"Selamat pagi juga, suami"
"Selamat pagi pemimpin"
"Baiklah, sesuai jadwal hari ini kita akan membuka jalur ke pusat benua tengah dan seperti kemarin kalian akan mengali tanah untuk batu Formasi. Paman Xue Tong, bagi batu Formasi ini kepada pekerja" kata Excel yang mengawali hari ini dengan mengatur semuanya, dan menyerahkan kantong berisi batu Formasi.
"Isteriku, gunakan kapal BESD1 untuk pemetaan wilayah benua tengah dan segera laporkan pada saya" perintah Excel kepada wanitanya yang memiliki jadwal tugas sebagai personil untuk membuat peta.
"Baik, komandan"
"Pasukan naga seperti kemarin kalian lindungi semua pekerja dari serangan binatang buas"
"Baik pemimpin"
"Pasukan Phoniex lakukan tugas yang sama seperti kemari"
"Baik komandan"
"Baik Paman. Hahaha...ayo kak Niu dan pasukanku kita beraksi lagi" kata Qiaofeng yang merupakan bagian pasukan Phoniex dan mengajak anak buahnya menaiki kapal perangnya, dan Excel hanya tersenyum melihat keaktifan muridnya yang lincah.
Setelah menerima tugas masing-masing segera mereka semua bergerak secara teratur, dan pekerja segera mengali tanah dan menanam batu Formasi yang diawasi Paman Xue Tong agar sesuai dengan instruksi pimpinannya.
Saat batu Formasi ditanam oleh pekerja dan ditutup kembali dengan tanah, terlihat batu Formasi itu menyambung dengan formasi jalan Surgawi dan membentuk lorong yang sama.
Groooorrrr
Groooorrrr
Suara binatang buas seakan-akan mengintimidasi manusia yang ingin melintasi jalan menuju lembah binatang buas, sayangnya manusia kali ini malah terlihat senang saat mereka berusaha mengusir manusia, biasanya tiap manusia selalu ketakutan hanya mendengarkan raungannya.
Binatang buas sangat marah yang melihat kapal angkasa mondar-mandir diwilayahnya, saat merasakan banyaknya manusia yang bergerak menuju lembah binatang buas segera kawanan binatang itu ingin berburu daging manusia yang merupakan makanan favoritnya.
Groooorrrr
Groooorrrr
Booommm
"Kena kamu...hahaha" lagi-lagi gadis kecil selalu bikin sensasi awal membuat suara ledakan dan Qiaofeng sudah meledakan salah satu kawanan yang bergerak menuju pekerja.
Grooorrrr
Traaap
Traaap
Grooorrrr
Suara langkah kaki binatang terdengar oleh semua orang yang memasuki wilayah benua tengah, benua tengah merupakan surganya bagi binatang buas untuk berkembang biak karena jarang dimasuki manusia.
"Jangan takut tetap lakukan tugas kalian, pasukan naga dan pasukan Phoniex akan mengusir kawanan binatang ini" kata Excel yang mengema saat mengetahui jika para pekerja sedikit ketakutan mendengar derap langkah kaki binatang buas yang berlari menuju kearah mereka.
"Paman dan bibi jangan takut ada aku, Leader Qiaofeng yang akan meledakan binatang kecil ini" Qiaofeng berkata dengan bangga saat berdiri di haluan kapal dengan panah kesayangannya, kali ini dia tidak mengemudikan kapalnya.
"Aiyooo, dia selalu saja mengambil momentum-ku" gerutu Excel yang kalah bersaing dengan muridnya saat Qiaofeng memberikan rasa aman pada semua orang.
"Hahaha, suami kamu harus mengalah pada isteri kecilmu" kata Xiao Mei Xing yang kini mendapatkan jadwal mendampingi suaminya bersama Bai Chu.
"Sudah aku bilang, aku bukan pelahap lolicon tahu" protes Excel yang digoda isterinya.
"Halah, biarpun begitu kamu lebih sayang kepada muridmu dari kami" Bai Chu yang juga protes pada suaminya yang juga selalu kalah bersaing dengan istri kecilnya.
"Hehehe, ya maklumlah pria tertampan disems..."
Buuukkk
"Aduh"
"Mau lagi di pijat suamiku tercinta yang tampannya bisa meruntuhkan langit..." senyum Xiao Mei Xing dengan menatap suaminya yang meringis saat kepalan tangan masih menempel di pinggangnya.
Booommm
Groooorrrr
"Aiyoo, jangan galak-galak lihat itu Qiaofeng sedang beraksi" kata Excel yang ingin mengalihkan senyum manis dan mata Xiao Mei Xing yang mengintimidasinya.
"Siapa yang galak? Ulangi lagi aku tidak dengar!" jawab Xiao Mei Xing yang tahu akal bulus suaminya.
__ADS_1
Saat mereka bertiga sedang mengobrol serangan binatang buas semakin sering terjadi, biarpun begitu pekerja tetap fokus pada pekerjaannya tanpa kuatir diserang.
Booommm
Booommm
"Pasukanku, kalian ambil binatang yang sudah kalian kalahkan dan jangan sia-siakan sumberdaya ditempat ini, Paman Xue Mu atur pekerja untuk mengambil tanaman obat dan tanaman roh" perintah Excel kepada pasukannya karena pergerakan mereka sudah dekat dengan lembah binatang buas yang memiliki banyak sumberdayanya.
"Baik pemimpin"
Booommm
Grooorrrr
Grooorrrr
"Pasukanku panah binatang kecil ini" teriakan Leader Qiaofeng yang memerintahkan anak buahnya menembak para binatang buas yang berada dibawah.
Siuuuu
Siuuuu
Tap tap
"Kalian fokus pada tubuhnya jangan gemetar, lihat aku..."
Siuuuu
Jleeebb
Groooorrrr
"Kena kamu...hahaha. Lihat begitu caranya" kata Qiaofeng yang mengajarkan anak buahnya cara memanah.
"Suamiku, kamu kalah lagi...hahaha" kata Bai Chu yang ingin mengoda suaminya yang cemberut melihat muridnya melatih pasukannya.
"Huuufff, mana mungkin guru kalah dengan murid, lihat dia meniru ucapanmu" elak Excel yang tidak mau dibilang kalah sama isterinya.
Booommm
Booommm
Excel dan kedua isterinya selalu berjalan paling depan untuk menghalau serangan binatang hingga tanpa terasa sudah berada dipinggir lembah Binatang Buas.
Para pekerja juga mulai berhenti karena jalur mereka dipisahkan jurang yang sangat dalam.
"Iya suami, kak Zhou Mei pernah bercerita pada kami"
"Dalam sekali dan juga Lembah ini lebar"
"Suami, menurutmu berapa kedalaman Lembah ini dan bagaimana kita bisa sampai dipinggir sana?" tanya Bai Chu yang belum pernah datang dilembah ini.
"Tidak terlalu dalam hanya kabutnya yang menghalangi pandangan kita. Untuk mencapai kesana itu mudah, Zhou Mei segera bawa tim pertama kita untuk membersihkan jalur bawah Lembah ini" Excel meminta Zhou Mei, Hu Ru Ming dan Ji Yan dan tim awal untuk bernostalgia.
"Beres sayangku" dengan senang hati Zhou Mei menerima tugas yang membuatnya mengenang masa lalu yang bahagia dimana suaminya menjadi wali saat menerima kesengsaraan Surgawi.
"Bibi, aku juga ikut" Qiaofeng tidak ingin tertinggal apalagi menjelajahi tempat yang belum pernah dia lewati.
"Suami, kamu tidak ingin menolong kami jika ada kesengsaraan Surgawi lagi" Ji Yan ingin suaminya mengingat kisah bersama dia disini.
"Hahaha, aku tidak akan pernah lupa" jawab Excel yang tahu pikiran mereka, mereka pikir Excel akan melupakan cerita perjalanan bersama waktu disini.
"Baguslah, aku semakin mencintaimu" kata Hu Ru Ming yang juga jadi mengingat semuanya, dan karena malu dia menggerakan kapalnya turun menuju dasar lembah Binatang Buas.
"Hahaha, suami kamu buat kakak Hu Ru Ming memerah wajahnya" Xiao Mei Xing mengejek lagi suaminya, sebenarnya dia juga cemburu karena belum memiliki kisah romantis seperti Zhou Mei dan yang lainnya.
"Aiish, kamu apa tidak ingat siapa yang pertama marah-marah tidak jelas!" Excel membalas perkataan Xiao Mei Xing agar dia mengingat momen saat dia berlatih di kapal perang bersama Bai Chu dan diganggu Excel dengan mencium mereka berdua secara tiba-tiba.
"Kamu...taap" Xiao Mei Xing jadi malu saat dia mulai mengingat kejadian itu hingga dia menginjak kaki suaminya.
"Aiyoo, apa salah kakiku"
Tap
"Aduh..."
"Mau lagi" Bai Chu juga termalu dan menginjak kaki suaminya dan mata berkedip-kedip tapi membuat Excel menelan salivanya.
"Hahaha"
Tingkah laku mereka bertiga selalu dilihat semua orang, melihat kejenakaan mereka hingga membuat semua orang ketawa walau masih banyak binatang yang sering menyerangnya.
Booommm
Booommm
Booommm
__ADS_1
Booommm
Suara ledakan di dasar lembah segera terdengar saat tim pertama mengusir kawanan binatang yang sangat banyak, Qiaofeng tidak tinggal diam selalu saja tanpa ampun meledakan binatang yang dia jumpai.
"Kalian semua mundur" kata Excel yang tiba-tiba segera orang bergerak mundur.
Setelah semua orang mundur termasuk kedua istrinya, Excel menggerakan tangan kanannya dengan mengeluarkan Element tanahnya, lalu mengengam tanah dengan energi, tanah itu Excel bentuk menjadi tiang pancang, kemudian Excel membakar dengan api surgawi, secara berlahan-lahan tanah itu mulai mengeras dan mulai terlihat menjadi logam baja.
Proses pembuatan tiang terus dilakukan sampai pada tiang ke 112 Excel berhenti, tiap tiang memilik panjang yang berbeda tapi memiliki ketebalan yang sama, tiang itu bertujuan untuk menyangga jembatan sebagai akses penghubung yang bisa melewati lembah binatang buas.
"Paman ini buat apa?" tanya Qiaofeng dengan rasa ingin tahu apa yang dilakukan pamannya, dia dan tim Zhou Mei sudah berkumpul kembali bersama Bai Chu dan Xiao Mei Xing.
"Nanti kamu akan tahu! Hehehe" setelah menjawab muridnya Excel menghampiri salah satu tiang baja.
Kemudian Excel mengangkat satu tiang itu sendiri dengan berat 20 ton pertiang, dengan melayang diatas sambil mengangkat tiang itu dengan kedua tangannya, dari atas Excel meluncur kebawah pada titik paling tengah dari Lembah.
Wuuuuussshh
Dhuuuuum
Dengan kecepatan tinggi saat meluncur dari atas dan ujung tiang mengarahkan kebawah, dengan suara dentuman keras menandakan tiang telah tertancap pada dasar lembah.
Dhuuuuum
Dhuuuuum
Suara dentuman terus mengema di Lembah Binatang Buas sebanyak 112 kali, kepulan debu semakin menghalangi mata setiap kali tiang itu menancap tanah didasar Lembah.
Setelah debu menghilang demikian juga kabut yang menutupi dasar lembah baru terlihat tiang-tiang itu tertancap dengan kokok, awalnya semuanya heran apa yang akan dilakukan pemimpin kota tapi setelah melihat tiang, mereka baru mengerti jika pemimpinnya akan membuat jembatan.
"Hehehe, Paman bolehkah aku menguji ketahanannya" kata Qiaofeng yang sudah gatal tangan ingin menghantam tiang.
"Aiiss, muridku apa yang dibuat gurumu pasti yang terbaik" kata Excel yang cemberut saat hasil karyanya diragukan.
"Oke, Paman...hiaaaattt"
Booommm
Booommm
Dengan melompat dan berteriak Qiaofeng langsung menghantam tiang baja yang berwarna putih keperakan dengan kekuatan penuh, dengan melayang Qiaofeng memukul tiang itu menggunakan energinya, Excel yang melihat hanya tersenyum saat tiang itu tidak mengalami retakan bahkan goresan tidak terlihat
"Suami, bolehkah aku juga ikut mengujinya?" tanya Zhou Mei yang basis Kultivasinya paling tinggi diantara pasukan dan semua orang, kini usia Zhou Mei sudah 23 tahun karena sering tinggal didunia jiwa walau wajahnya tidak ada perubahan sama sekali, hanya tubuhnya saja yang semakin berisi dan dan kecantikan semakin terlihat.
"Hehehe, kalian juga bisa menggunakan kapal perang juga" jawab Excel dengan santai saat dia masih melayang diudara.
Booommm
Booommm
Booommm
Setelah memperoleh persetujuan dari Excel semua pasukan segera menguji kekuatan tiang yang akan dijadikan penyangga jembatan.
Kemudian Excel menggerakan tangannya lagi dan membuat jembatan agar bisa dilewati tanpa harus turun kebawah Lembah yang berbahaya. Proses pembuatan sama seperti pembuatan tiang yang diambil dari tanah dan membakarnya hingga mengeras menjadi logam baja.
Excel membuat jembatan menjadi dua bagian agar nanti bisa bisa digerakkan naik turun, lebar jembatan cukup bisa dilewati tiga kereta kuda tanpa harus bersenggolan.
Mereka semua yang menguji tiang telah berhenti karena melihat pemimpin mereka melakukan hal yang baru, mereka melihat lempengan baja yang lebar dan mereka sudah tahu apa yang dibuat pemimpinnya.
Setelah selesai Excel meletakkan jembatan itu hingga rapi dan pas pada tiang sebagai penyangganya, lalu Excel membuat juga 4 rantai yang tujuannya sebagai penggerek jembatan agar bisa naik turun, tidak lupa Excel menggunakan Formasi sebagai penguat dan juga pelindung sisi kanan kiri jembatan.
Nguuuunngg
Dhuuuuum
Sebuah kapal raksasa mendarat disisi jembatan kepulan debu menutupi badan kapal, saat debu menghilang terlihat banyak personil keluar dari kapal itu.
"Komandan, kami telah selesai membuat peta benua tengah" lapor Li Yenny kepada suaminya dengan menyerahkan peta yang dibuat timnya.
"Terima kasih untuk kalian semua isteriku. Selanjutnya kalian ingin berada di kapal BESD1 atau bergabung bersama tim Phoniex yang lainnya?"
"Kami akan bergabung dengan pasukan Phoniex saja, suami" jawab Li Yenny yang senang dipanggil isteri didepan banyak orang.
"Bagus"
Lalu Excel mengangkat tangannya dan menarik kapal raksasa itu hingga menghilang dan memasuki dunia jiwanya, banyak mata yang menyaksikan pemimpinnya dengan mudah menyimpan kapal besar itu tanpa kesulitan, jika tidak pernah melihat perbuatan Excel mungkin orang akan langsung shock melihat perbuatan yang tidak masuk akal dipikiran.
"Ayo kita lanjutkan berjalan lagi" kata Excel yang telah selesai membuat jembatan penghubung yang panjang dan lebar dan juga telah menerima hasil pemetaan wilayah benua tengah dari personilnya.
Mendengarkan perintah dari pemimpinnya segera semua pekerja melangkah melewati jembatan yang masih terasa hangat dan berjalan dengan melihat kebawah, kini mereka semua bisa melihat dengan jelas dasar lembah dan dinding hitam.
Setelah melewati jembatan mereka kembali menanam batu Formasi seperti sebelumnya, hingga tanpa terasa mereka terasa telah berada didepan kabut yang cukup tebal, tidak ada siapapun yang bisa melihat kedepan dengan baik seperti mereka menjadi buta.
Qiaofeng, usia 9 tahun reinkarnasi dari Dewi samudera, murid pertama dan isteri kecil Excel.
__ADS_1