
Chapter 42 *kedatangan Kaisar Zhou*
Excel pergi ke dunia jiwanya untuk memberikan segel kepada wanitanya yang masih belum menerima segel keluarganya.
Pada awalnya dunia jiwa Excel memiliki waktu lebih lambat, jika satu detik didunia jiwa maka setara tiga puluh menit didunia luar, karena terlalu banyak mengeluarkan energinya maka Excel mengubahnya menjadi satu jam di dunia luar setara satu hari di dunia jiwa.
Saat Excel memasuki dunia jiwa dia melihat semua wanitanya sedang berkultivasi dengan damai, bahkan Qiaofeng gadis kecil terlihat sedang duduk bersila di kamarnya.
Karena tidak ingin menganggu mereka Excel segera membalikan badan untuk kembali didunia luar, namun disaat akan kembali terdengar suara wanitanya yang memanggil namanya.
"Excel mau kembali lagi tanpa menemuiku"
"E-eh, aku kira kalian semua sibuk berkultivasi jadi aku tidak ingin mengganggu kalian!" jawab Excel yang merasa sedikit canggung dengan gadis didepannya.
Iya, itu Xiao Mei Xing yang saat berlatih dengan Bai Chu saat di kapal angkasa, saat berlatih mereka diganggu Excel dengan mencium kening dan pipi mereka.
"Oh, apakah begitu atau kamu mau mencari wanita lain disaat kami disini sedang berkultivasi?" tanya Xiao Mei Xing dengan wajah yang membuat Excel merasakan merinding disekujur tubuh.
"A-aku, sebenarnya aku ingin segera memberikan segel keluarga dan setelah itu aku ingin membuat gerbang teleportasi supaya Kekaisaran Ling dan Li dan termasuk akademi bisa terhubung terus tanpa memakan waktu lama saat kekota Phoniex"
"Haaa, benarkah sayang" melihat Xiao Mei Xing telah menjadi jinak Excel merasa lega dihatinya.
"Tentu saja benar, aku pria tertampan di semesta tidak mungkin berbohong" dengan bangga Excel menepuk dadanya saat membenarkan ucapannya.
Buuukkk
Aaaahh
"Pria tertampan di semesta jika kamu terus sombong pukulan ini tidak akan meleset diperut. Dan ini hukuman telah mencium aku dan Bai Chu dengan ceroboh" kata Xiao Mei Xing yang membuat Excel seketika memegangi benda pusakanya, walau tidak sakit saat dipukul perutnya Excel tetap saja merinding dibuatnya.
"Pamaaaan"
"Ha-ha-ha, gadis kecilku peluk pamanmu" bahagia sekali Excel mendengar suara Qiaofeng yang memanggilnya, merasa ada kesempatan lari dari sergapan binatang buas.
Buuk
Buuk
Aaaahh
"Qiaofeng adalah muridmu dan bukan gadismu" ucap Xiao Mei Xing ditelinga Excel yang kepalan tangan masih menempel diperut Excel saat Excel menunduk karena terpukul lagi.
"A-ampuun, aku salah, aku salah"
"Paman, kenapa Paman terlihat bahagia saat dekat dengan bibi, apa Paman tidak suka pada feng'er!!" kata Qiaofeng yang cemberut saat Excel tidak menerima rentangan tangannya yang ingin dipeluk.
__ADS_1
"Bocah ini, aku sakit tahu, apakah kamu tidak tahu ada binatang Siluman didepan, bahagia, bahagia gundulmu" batin Excel yang mendengar keluhan Qiaofeng, karena takut bersuara Excel hanya menahan protesnya dihati.
"Haaah, Gadis... eh.. muridku bukan begitu, i-ini hanya latihan memukul saja, oke" balas Excel yang kebingungan harus berkata apa saat masih melihat mata mesum Xiao Mei Xing yang tangannya masih menempel diperut, apalagi saat ucapannya hampir keceplosan yang membuat kepalan tangan itu semakin menekan keras perutnya.
"Sayang... eeh maksudku senior Xing, tolong kumpulkan semua orang, aku ingin segera memberikan segel" pinta Excel pada Xiao Mei Xing yang membuatnya melepaskan tangan dari perut Excel.
"Baik, tapi awas jika melahap lolicon" balas Xiao Mei Xing yang membuat Excel menelan salivanya karena ancaman dari binatang Siluman didepannya.
Segera Xiao Mei Xing berbalik dan memanggil semua orang yang tadinya sedang berkultivasi, Excel yang melihat Xiao Mei Xing pergi merasakan lega.
"Feng'er, kamu hebat, baru berberapa jam sudah naik satu level" kata Excel yang sambil mengacak-acak rambut Qiaofeng. Qiaofeng yang mendengar pujian dari Excel sangat senang.
"Karena aku ingin selalu melindungi Paman, jadi aku harus kuat" balas dengan wajah imut bersemangat dengan mengangkat kedua tangan yang terkepal.
"Kamu suka senjata apa, Paman akan berikan senjata terbaik untuk muridku"
"Eemm, feng'er suka panah seperti bibi-bibi Paman dan juga pedang untuk memotong tongkat orang" balas Qiaofeng yang teringat gurunya yang memanah ******** lawan saat pertempuran lalu di dinding kota.
Dengan memegangi tongkat dan menelan salivanya, Excel merasa jika gadis kecil didepannya lebih kejam dari Xiao Mei Xing dan Hu Ru Ming.
"Muridku, lebih baik kamu memakai panah, karena panah lebih mudah digunakan dan tidak terlalu berbahaya bagi kamu" balas Excel yang tadi sudah ketakutan jika sasarannya adalah tongkatnya, sebagai seorang mediator di masa lalu mudah bagi Excel mencari alasan agar orang bisa menuruti kemauannya.
Excel segera membeli senjata panah yang terbaik untuk muridnya, dimenu shop banyak pilihan yang bagus dan cocok buat Qiaofeng.
Excel memilih panah berwarna ungu yang sesuai dengan warna favorit muridnya, kemudian Excel sedikit memodifikasi panah itu agar muridnya bisa dengan mudah berlatih dan menggunakannya.
"Oke Paman, feng'er janji akan giat berlatih" balas Qiaofeng yang senang dengan pemberian pertama dari gurunya, dengan tangan kecil Qiaofeng saat menerima panah itu, panah itu terlihat sangat cocok dengannya.
Dengan mengangkat ujung jari telunjuk, Excel menyentuh dahi muridnya, saat ujung jari itu mulai bersinar, sinar itu masuk kedalam dahi Qiaofeng.
Qiaofeng yang merasakan di kepalanya banyak informasi yang datang begitu banyak dari gurunya, segera duduk bersila dan menutup mata untuk mencerna semua informasi, skill memanah dan teknik kultivasi yang sesuai dengannya.
Disaat Excel mengawasi Qiaofeng yang sedang memproses pengetahuan di kepalanya, semua wanitanya mulai berdatangan dan berkumpul didepan, tempat Excel saat ini berada lapangan latihan didunia jiwanya.
"Suami, kami semua sudah berkumpul" ucap Zhou Mei yang sudah berada didepan Excel.
"Maaf saya telah menganggu kalian berkultivasi, langsung ke point saja, apa kalian sudah yakin dan berpikiran? Kalian harus tahu jika sekali menerima segel keluarga ku tidak ada yang bisa membatalkannya, bahkan jika itu Dewa Absolute" tanya Excel kepada mereka semua.
"Kami sudah yakin, suami" jawab mereka semua bersamaan.
"Baiklah, persiapkan diri kalian dengan duduk bersila" segera mereka duduk bersila dan memejamkan mata, kecuali mereka yang sudah menerima segel keluarga dan menjauh untuk memberi ruang.
Dengan mengangkat kedua tangannya Excel membuat pola empat rune, saat lingkaran empat warna muncul, Excel mengerakan ketubuh mereka.
Booommm
__ADS_1
Booommm
Booommm
Ledakan tanda menerobos langsung terdengar didunia jiwanya, Excel juga tidak lupa memberikan Formasi pelindung pada muridnya agar tidak terganggu.
Setelah mereka yang menerima segel, dengan cepat terobosan berkali-kali didalam tubuh mereka, karena sudah memberi segel Excel mendekati wanitanya yang sedang menunggunya dengan senyum mengoda.
"Istriku, kalian harus tahu jika didunia jiwaku waktu melambat daripada didunia luar, satu jam didunia luar setara dengan satu hari didunia jiwa karena itu kalian jangan kuatir akan hal didunia luar"
"Disaat aku menghadapi pasukan Kekaisaran Zhou dan Wei kalian akan aku panggil untuk melawan mereka, karena itu kalian harus berlatih lebih giat. Apa kalian sudah mengerti?" kata Excel yang langsung membuat suasana menjadi riuh, mereka senang bisa bertarung bersama suami mereka yang sangat mereka cintai.
"Kami mengerti suami" jawab mereka semua dengan senyum bahagia termasuk Zhou Mei dan Tang Ran Moon yang berasal dari Kekaisaran Zhou dan Wei.
Melihat mereka begitu senang Excel membeli 610 armor lengkap dengan semua pelindung badan, kemudian menyerahkan kepada Zhou Mei untuk membagikan kepada semua wanitanya.
Excel memberikan perlengkapan perang tingkat surga puncak yang terbaik untuk wanitanya, dengan senang hati mereka semua menerima pembagian dari Zhou Mei tanpa keluhan apapun.
"Baiklah, aku akan kembali ke dunia luar, dan tolong kalian bimbing muridku disaat aku didunia luar. Jika kalian ingin teknik tingkat Semesta yang lain, kalian bisa menuju ke balai perpustakaan yang sudah aku siapkan dan juga ada berbagai senjata untuk berlatih."
"Baik suami" balas mereka dengan hati yang tidak bisa diungkapkan karena begitu baiknya dan adil suami mereka.
Kemudian Excel mendekati mereka semua dan mencium bibir wanitanya satu persatu, setelah itu Excel berbalik dan keluar dari sini jiwa.
Druuuumm
Druuuumm
Draaaamm
Suara genderang perang terdengar di lokasi perkemahan pangeran Zhou Zhong, saat ini Kaisar Zhou dan pasukannya telah tiba di zona bebas benua Venus.
Puluhan armada kapal angkasa menutup langit dan jutaan pasukan berkumpul membuat penduduk kota Phoniex gemetaran karena ketakutan saat melihatnya.
Namun berbeda dengan pasukan kota Phoniex yang masih terlihat tenang dan masih berdiri tegak tanpa takut, karena mereka yakin tidak ada pasukan Kekaisaran Zhou yang bisa menembus Formasi pelindung kota Phoniex.
"Prajuritku kalian jangan takut, bagi pemimpin kita mereka hanya semut penganggu"
Braak
Braak
Hoooo
Dengan hentakan kaki kanan dan kiri prajurit bersorak ala militer di atas dinding kota, walau mereka sedikit mereka tidak gentar sama sekali. Dengan gabungan pasukan dari Kekaisaran Ling dan Kekaisaran Li yang total 21.250 prajurit.
__ADS_1
Angka itu sangat jauh dibilang mendekati jumlah pasukan Kekaisaran Zhou, hanya 1% saja angka pasukan di kota Phoniex saat ini, terlihat seperti satu laba-laba melawan jutaan semut.
(Author : Maaf ya kali ini chapter tidak sampai 2000 kata. Saya sedang banyak kerjaan. maaf saya pemula)