Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 95 Namaku Dewa Perang


__ADS_3

Chapter 95 Chu Bao vs benua Dewa.


Awan gelap memenuhi benua Dewa aura kematian mencekam menyelimutinya, bau amis terasa diseluruh wilayah Sekte Chu, seorang pria berlumuran darah ditubuhnya darah lawan yang mati ditangannya.


Berdiri dengan gagah di tumpukan mayat yang menggunung, rupa tampan sudah tidak terlihat lagi darah mengering menutupi wajahnya, rambut panjang berkibar tersapu angin angin kematian meresap dikulit tiap mahkluk hidup.


Pedangnya tertancap dileher lawannya yang telah mati dan kaki bertumpu pada tubuh jutaan orang di bawahnya, langit diam melihat sosok pria yang mengerikan seakan-akan mengerti penderitaannya.


Mata merah menatap tajam juta orang yang masih berdiri jauh menunggu pedang ilahinya menebas mereka, pedang ilahi yang masih tertancap dileher lawan ditariknya dan seketika tubuh lawan terjatuh mengikuti temannya yang telah menjadi mayat dibawahnya.


Bruuukkk


"Darah dibalas darah, nyawa dibalas nyawan, kalian semua maju. Aku Dewa Perang akan membumi hanguskan kalian semua yang menjadi musuhku.


Aku Dewa Perang saat ini itulah namaku, maju."


Suara kemarahan menggelegar diseluruh benua Dewa saat sosok pria yang masih berdiri di tumpukan tubuh jutaan mayat, menyatakan dirinya sebagai dewa perang yang menjadi julukannya sekarang hingga nanti.


Suaranya yang bisa didengar para MahaDewa yang sedang duduk manis melihat aksinya dibenua Dewa, bahkan Dewa Dewi di alam abadi berdiri dan memberikan hormatnya pada sosok yang menyatakan dirinya Dewa Perang, nama yang akan dikenal diseluruh alam semesta dan disegani seluruh mahkluk hidup


"Dewa perang, kami mengesahkan namamu"


Booommm


Zreeeetttt


Cedaaaaarrrr


Booommm


Suara keabadian terdengar diseluruh penjuru alam semesta saat suara para dewa Dewi di alam abadi mengema secara bersamaan seperti paduan suara, segera setelah suara itu menggesahkan namanya, muncul sebuah kitab raksasa dari dikehampaan dan mencatat namanya dikitab itu.


Suara ledakan Guntur mengikuti saat namanya telah tercatat dikitab kehidupan, tanda memberkati Dewa Perang sebagai satu-satunya nama dewa perang dialam semesta ini.


Booommm


Sreeetttzz


Cedaaaaarrrr


Langit yang awalnya gelap kini semakin hitam pekat terlihat pusaran dilangit mulai terbentuk, setelah Dewa Perang diberkati pada dewa Dewi di alam keabadian dia menerima energi besar dan mengalami peningkatan Kultivasinya dari Dewa Giok naik ketingkat raja Dewa tahap Dewa bumi.


Awan gelap Kesengsaraan Surgawi dengan membentuk pusaran segera menyelimuti wilayah Sekte Chu, kelima Kekaisaran benua Dewa dan Sekte Chu menjadi ketakutan saat mengetahui musuhnya akan mengalami Kesengsaraan Surgawi.


"Kak Chu Bao, hati-hati dengan Kesengsaraan Surgawi"


Terdengar suara familiar ditelinga Dewa Perang yang saat ini masih menutup mata karena baru saja menerima pembaptisan dan energi besar yang mengalir di dantiannya.


"Namaku bukan Chu Bao, tapi mulai sekarang dan seterusnya aku adalah Dewa Perang"


Seng Qiao dan seluruh keluarga ras naga dan Ras rubah telah datang dimedan perang diwilayah Sekte Chu dengan membawa 3 juta pasukan untuk membantu Chu Bao yang kini telah berganti nama Dewa Perang.


"Apa kalian kemari untuk melawanku?"


Mengetahui jika suara itu milik Seng Qiao Dewa Perang membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ras naga dan Ras rubah yang berada dibelakangnya.


Seketika ras naga dan Ras rubah yang melihat tatapan mata yang berapi dengan warna hijau kebiruan menjadi bergidik ketakutan dan seluruh tubuh mereka merasakan tekanan yang besar.


"Ti-tidak, kakak Chu, mak-maksudku Dewa Perang, kami disini ingin ikut berperang melawan mereka kelima Kekaisaran dan juga Sekte Chu" kata Seng Qiao yang ketakutan dengan nada bicara terbatah-batah apalagi melihat mata dewa perang yang melihatnya seakan-akan meruntuhkan jiwanya.


Semua kelima Kekaisaran dan keluarga Chu yang mengetahui jika ras naga dan Ras rubah membantu Dewa perang menjadi menjadi marah dan mengancam kedua Ras itu.


"Kalian kedua Ras jika masih ingin hidup segera mundur atau kalian juga akan kami bunuh" teriakan ancaman leluhur Chu pada ras naga dan Ras rubah dibelakang Dewa Perang.


"Kalian semua maju atau aku yang mendatangi kalian"


Mendengar ancaman musuhnya Dewa Perang kembali menatap musuhnya dan berbicara kepada mereka dengan pilihannya yang tidak bisa mereka tolak.


"Semuanya maju" perintah leluhur Chu kepada semua orangnya dan sekutunya.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Booommm


Booommm


Baaaanngg


Setelah mendengarkan perintah segera pasukan seluruh Kekaisaran bergerak dengan cepat menyerang Dewa Perang dan berbagai teknik terbaik dan juga senjata terkuat mereka.


"Saatnya kita membantu Dewa perang dan juga demi kelangsungan hidup ras kita. Maju semuanya, serang" Patriack Ras Naga memberikan perintah pada seluruh ras naga dan Ras rubah.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh

__ADS_1


Wuuuuussshh


Booommm


Booommm


Booommm


"Patriack ras Naga, segera perintahkan seluruh anggotamu untuk mundur, Kesengsaraan Surgawi akan turun" perintah Dewa Perang dengan menggunakan komunikasi telepatinya.


Mengetahui niat Dewa Perang yang akan memusnahkan seluruh pasukan Kekaisaran, segera memberikan perintah lagi untuk mundur, padahal sebagian anggotanya telah berubah menjadi bentuk wujud naga dan bentuk rubah.


"Cepat mundur menjauh dari Dewa Perang"


Kemudian Dewa Perang bergerak maju ditengah kepungan pasukan Kekaisaran dan semua anggota sekte Chu, tiap langkahnya selalu mampu membunuh banyak musuhnya dengan mudah.


Booommm


Baaanngg


"Aaakkhhh"


"Serbuuuu"


Sekali lagi bertempur satu orang melawan jutaan pasukan dan kultivator terjadi lagi, Dewa Perang sengaja bergerak ditengah musuhnya agar dia dengan mudah memusnahkan-nya dengan bantuan Kesengsaraan Surgawi.


"Sialan, dia menggunakan Kesengsaraan Surgawi untuk memusnakan pasukan kita"


"Cepat mundur dan menjauhi Dewa Perang"


"Jangan harap kalian bisa mundur. Domain Dewa Perang"


Mengetahui jika musuhnya akan mundur segera Dewa Perang menggunakan domainnya untuk mengurungkan mereka semua, hanya lima Kaisar dan leluhur Chu beserta Patriack yang lolos dari domain Dewa Perang.


Booommm


Booommm


"Aakkkhh"


Cedaaaaarrrr


Zreeeetttt


Zreeeetttt


Booommm


Aaaaahhh


Disaat Dewa Perang meledakan tubuh tiap pasukan Kekaisaran Kesengsaraan Surgawi juga meluncurkan petir dan menghantam siapa saja yang terkurung didalam domain Dewa Perang.


Teriakan dan ledakan menyambar tubuh pasukan Kekaisaran mengema diwilayah Sekte Chu, tiap orang yang sudah berkumpul dan melihat dari kejauhan sudah tidak kuat menahan perut dan muntah-muntah melihat potongan tubuh dan mayat menggunung.


Booommm


Booommm


"Hahaha, aku tidak akan berhenti membunuh sebelum pembunuh keluargaku mati"


Teriakan dengan tertawa gila Dewa Perang mengema dan memekikkan telinga dan tidak kalah dengan suara Guntur yang menyambar-nyambar diwilayah Sekte Chu.


"Cepat hancurkan perisai domain bajingan itu"


Booommm


Booommm


Booommm


"Leluhur, lebih baik serahkan pembunuh keluarga Dewa Perang, aku tidak ingin melihat pasukanku mati"


"Benar, leluhur kamu harus menyerahkan pembunuh itu"


"Kami membantu Sekte Chu bukan untuk melihat pasukan kita mati ditangan Dewa Perang, Patriack"


Desakan semua Kaisar membuat leluhur Chu dan Patriack semakin marah, bagaimana mereka mau menyerahkan dirinya kepada putra Chu Jun? Ini semua memang perbuatan mereka berdua.


Pada saat ayah Dewa Perang masih hidup, mereka selalu mengandalkan Chu Jun untuk membuat pill untuk berkultivasi dan ingin memonopoli kemampuannya dengan cara menikahkannya dengan selalu satu putri dari alam puncak.


Sayang sekali Chu Jun malah pergi dan menikahi seorang gadis desa yang sangat jauh dan terpencil saat tahu niat keluarganya yang penuh dengan kelicikan.


Mereka berdua yang tidak lain leluhur Chu dan Patriack Sekte Chu yang tahu jika Chu Jun kabur dan menghilang tanpa berita membuat kedua orang itu murka dan memerintahkan semua anggotanya mencari keberadaan Chu Jun.


Sudah 16 tahun menghilangnya Chu Jun akhirnya salah satu pasukannya mengetahui tempat persembunyian Chu Jun dan segera melaporkannya kepada leluhur Chu dan Patriack Sekte Chu.


Mendapatkan perintah dan bantuan Patriack Sekte segera pasukan Qilin menyerang dan membantai seluruh penduduk desa agar Chu Jun mau mengikuti mereka untuk kembali ke keluarga Chu, tapi dengan penolakan dari Chu Jun membuat Patriack Sekte Chu yang juga ikut menyerang desa Dewa Perang menjadi murka dan memusnahkan seluruh penduduk desa termasuk Chu Jun beserta isterinya dan kedua putrinya.


Mereka tidak menyangkah jika Chu Jun masih memiliki seorang anak pertama yang pada waktu itu sedang berburu dan jauh dari desa Chu Jun tinggal, hingga akhirnya Chu Bao atau Dewa Perang menjadi gila dan melawan seluruh Sekte Chu dan Kekaisaran benua Dewa.

__ADS_1


Booommm


Booommm


Zreeeetttt


Cedaaaaarrrr


Kesengsaraan Surgawi tingkat kuno menjadi teman Dewa Perang saat membantai banyak pasukan Kekaisaran dan semua anggota sekte Chu.


Sudah lama sekali bencana petir tingkat kuno tidak muncul dibenua Dewa, dan kali ini muncul saat Dewa Perang berperang melawan seluruh Kekaisaran dan juga menjadi ganas saat bencana petir tingkat kuno dihalangi dengan hadirnya banyak orang yang ingin membunuh Dewa Perang.


Ledakan Guntur dan Sambaran petir selama satu hari membuat semua pasukan Kekaisaran dan Sekte Chu tewas dengan mengenaskan apalagi kesengsaraan Surgawi sembilan kali berturut-turut meledakan wilayah Sekte Chu hingga terlihat sangat mengerikan.


"Hahahaha, bodoh. Demi keegoisan kalian semua pasukanmu mati mengenaskan... Hahaha"


Booommm


Dewa perang telah berhasil melewati bencana petir tingkat kuno dan sudah menjadi raja Dewa tahap bumi, dengan aura yang kuat dengan tingkat dewa bumi meletus dari tubuhnya membuat semua mayat yang masih memiliki tubuh menjadi ampas dan darah menjadi mengering saat api surgawi keluar dari tubuh Dewa Perang dan membakar habis semua yang dekat dengan api surgawi.


"Sialan dia memiliki api surgawi"


"Cepat kabur, aku tidak ingin mati disini


"Maaf leluhur dan Patriack kami membatalkan kesepakatan kita dan kita sangat dirugikan dengan kematian semua pasukan kita. Mulai hari ini kami tidak berhubungan dengan kalian."


Dan akhirnya kelima Kekaisaran pergi melarikan diri dan hanya meninggalkan leluhur Chu, Patriack Sekte Chu dan berberapa ketua yang masih hidup.


Ras naga dan Ras rubah yang sedari hanya menonton aksi Dewa Perang masih shock dan ketakutan, terlihat diwajah yang penuh keringat dan mata ketakutan saat api surgawi melahap seluruh wilayah Sekte Chu hingga menjadi ampas.


Walau leluhur Chu juga berada ditingkat Dewa bumi dan bisa melawan dengan seimbang Dewa Perang tapi dengan api surgawi dia tidak mungkin bisa melawan Dewa Perang.


"Cepat kita melarikan dan bersembunyi dialam puncak" perintah leluhur Chu dengan menggunakan telepatinya kepada anggota sekte yang masih tersisa.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


"Hahaha...kalian ingin melarikan diri dariku, dalam mimpimu..."


Wuuuuussshh


wuuuuussshh


Booommm


"Aaaaaaaaahh... Aku pastikan memburu kalian kemanapun kalian pergi"


Booommm


Dewa perang sangat marah melihat pelaku pembunuhan keluarganya melarikan diri melalui altar portal dimensi dan menuju alam puncak, kemarahan Dewa Perang semakin menjadi saat altar portal dimensi dihancurkan oleh leluhur Chu.


Dan sejak hari itu nama dewa perang menjadi terkenal diseluruh alam semesta, bahkan para dewa Absolute menjadi kuatir jika menjadi musuh Dewa Perang.


"Dewa perang, maafkan kami yang telah memperlakukan Anda dengan tidak adil" kata Patriack ras Naga saat Dewa Perang sudah mulai tenang dan masih berlutut didepan altar yang dihancurkan leluhur Chu


Bruuukkk


Tiba-tiba Dewa Perang entah kenapa menjadi pingsan dengan tubuh bersimbah darah dan pakaiannya sudah hancur akibat api surgawinya.


"Seng Qiao dan Seng Huaran kalian rawat Dewa Perang dengan baik, kami akan menyetabilkan benua Dewa, ini merupakan kebangkitan ras naga dan Ras rubah karena bantuan Dewa Perang"


"Baik ayah"


"Saudaraku mari kita urus kelima Kekaisaran yang sudah membantu Sekte Chu, kita harus melanjutkan perjuangan Dewa Perang dan ini juga kesempatan kita untuk membalas kebaikannya" kata Patriack ras naga kepada saudara angkatnya ras Rubah setelah memerintahkan kedua putrinya merawat untuk merawat Dewa Perang dan kembali ke lembah misterius.


"Kamu benar kakak, kita tidak bisa kembali kepermukaan dan melanjutkan keturunan kita jika bukan dewa perang menyelamatkan kita dan juga menyelesaikan masalah kita, sisanya kita urus bersama...hahaha"


Terlihat diwajah semua ras naga dan Ras rubah sangat bahagia setelah ribuan tahun bahkan sudah jutaan tahun menjadi pemburu ras manusia dan Ras lainnya, sudah menjadi hal umum jika tubuh naga dan rubah mampu meningkatkan kekuatan banyak ras lain dan banyak keturunannya dijadikan tunggangan oleh para dewa dialam puncak. Karena itu ras naga dan Ras rubah dibenua Dewa menjadi lega dan bahagia.


"Horeeee.. Hidup Dewa Perang"


"Panjang umur Dewa Perang"


Sorak-sorai kedua Ras mengema diwilayah Sekte Chu yang kini telah menjadi dataran tandus karena api surgawi Dewa Perang, kebahagiaan yang selama ini mereka harapan akhirnya terwujud dengan bantuan Dewa Perang.


Aksi heroik Dewa Perang akhirnya diabadikan dikitab sejarah benua Dewa dan menjadi teladan banyak orang, sejak saat itu Dewa Perang menjadi idola dibenua Dewa.


Seorang putra dari Chu Jun membantai jutaan pasukan Kekaisaran dan Sekte Chu yang notabenenya penguasa benua Dewa seorang diri, dengan pedang ilahinya yang berwarna biru ditangan kanannya dan api surgawi ditangan kirinya menghancurkan seluruh pasukan selama 7 hari 7 malam tanpa henti.


Dikitab sejarah tercatat 85 juta orang mati ditangan Dewa Perang dan dengan ciri-cirinya memegang pedang biru dan api surgawi yang langka ditangan kirinya.


Kini diwilyah Sekte Chu dijadikan monumen Dewa Perang dengan patungnya berdiri diatas tumpukan mayat pasukan atas inisiatif kedua Ras dan kelima Kekaisaran yang sudah berdamai dengan ras naga dan Ras rubah.


Banyak saksi mata yang melihat aksi heroik Dewa Perang diwilayah Sekte Chu dan juga banyak batu giok yang merekam aksinya.


Sekarang wilayah Sekte Chu menjadi tempat bersejarah dan dijadikan tempat Kultivasi banyak orang karena energi pembaptisan Surgawi membuat energi Qi dewa sangat tebal dan cocok dijadikan tempat Berkultivasi semua orang.


Ras Naga dan Ras rubah kini menempati bekas wilayah Sekte Chu yang sangat luas dan monumen itu menjadi ladang pemasukan bagi kedua Ras itu, dan lembah misterius akan selalu menjadi tempat terakhir untuk kedua Ras bersembunyi jika ada kekuatan yang ingin memburu mereka.

__ADS_1


__ADS_2