Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 143 Qinglin


__ADS_3

Chapter 143 Qinglin.


Ratu alam semesta telah mengetahui skema istana Surgawi tetapi selama ini hanya diam saja, dan istana Surgawi tidak mengetahui keinginan Ratu Semesta selama ini.


Sebagai Ratu alam semesta, dia tidak perlu ikut campur masalah istana Surgawi selama mereka tidak berlebihan dalam menanggani alam semesta yang telah dia ciptakan.


"Pemimpin, mereka sudah berangkat, kita tinggal tunggu berita dari mereka."


"Iya, aku sudah tahu. Tetap pantau terus alam semesta ini, jika ada hal yang aneh segera kabari aku, aku akan berkultivasi tertutup selama waktu yang tidak ditentukan dan jangan bangunkan aku bila tidak ada hal penting, karena aku mau menerobos kelevel 76"


"Baik, pemimpin"


Bhuuuzzzhh


Tiba-tiba pemimpin itu menghilang setelah memberikan instruksinya kepada anak buahnya, tiap naik 1 level dibutuhkan waktu yang sangat lama bagi Dewa Absolute, karena itu jika ingin naik level dengan cepat mereka membutuhkan jiwa-jiwa yang telah mereka tanam sistem ditubuh mereka, setelah sistem itu naik tingkat ke Dewa Absolute maka istana Surgawi akan menyerap kekuatan mereka.


Anggap saja seperti membesarkan ternak dari kecil, setelah ternak itu besar dan sudah waktunya disembelih maka mereka akan menuai hasilnya.


Kejam memang, tapi ini juga siklus alam dimana yang terkuat selalu memangsa yang terlemah, tetapi yang terkuat masih membutuhkan yang lemah untuk melakukan keinginan para penghuni istana Surgawi.


Pada jaman primordial kondisinya masih sangat stabil dimana banyak alam semesta yang memiliki benua atau galaksi yang makmur, tetapi seiringnya waktu yang abadi dan kekuatan yang berkembang dengan cepat membuat semua makhluk berlomba-lomba menjadi penguasa dan dialam semesta, sejak saat itu siklus alam jagat raya menjadi kacau karena setiap alam semesta ingin melahap alam semesta yang lainnya untuk menjadi yang terkuat.


Istana Surgawi berada di alam Abadi, alam yang diidam-idamkan oleh banyak Dewa Absolute, dialam abadi energi Qi Semesta sangat-sangat tebal dari pada alam puncak.


Banyak tumbuhan-tumbuhan langka dan binatang legendaris yang hidup dialam abadi, dialam abadi aturan benar-benar sangat ketat dan tidak bisa sembarangan bisa dengan mudah melanggar aturan, setiap pelanggaran hukumannya adalah kematian walau itu hanya masalah sepele. Sesuai namanya alam Abadi yang kesuciannya harus dijaga bersama-sama tanpa melihat status atau kekuatan, sayang sekali jika istana Surgawi melanggar aturannya sendiri demi kekuatan yang lebih tinggi.


....-....


Excel kini berada disebuah kota kecil di wilayah barat dimana wilayah itu dikuasai oleh Kaisar Xibu, wilayah itu 2 kali lebih luas dari wilayah timur.


Excel masuk dikota kecil itu dengan membayar 20 koin emas, dan menuju tempat makan untuk bersantai, dia menggunakan kerudung penutup kepala agar tidak menjadi perhatian banyak orang ketika dia lewat.


"Pelayan, aku pesan menu terbaik ditempat ini"


"Tuan, menu terbaik hanya bisa dipesan bila Tuan berada di lantai 5 dengan membayar 100 emas."


Jawab pelayan wanita itu kepada Excel, 100 koin emas di alam bawah dan menengah sangatlah harga yang mahal tetapi dialam atas ibaratkan koin perak saja, tanpa berbasa-basi Excel memberikan 100 koin emas kepada pelayan wanita yang berkulit kuning dengan pakaian yang sedikit terbuka dibelahan dadanya, dengan memakai rok pendek yang memperlihatkan kaki rampingnya.


"Tuan, ikut aku"


Segera pelayan wanita itu mengantar Excel menuju lantai 5 setelah membayar 100 koin emas, sesampainya di lantai 5 hanya ada 1 wanita yang sangat cantik duduk disudut ruang yang berukuran cukup besar dan bisa menampung 250 orang, tiap meja memilik 4 kursi.


Wanita itu langsung menatap Excel saat memasuki lantai 5, ditatap dengan mata menyelidiki Excel menghiraukan wanita itu, wanita itu semakin penasaran dengan identitas pria bertudung yang tidak bisa dia lihat dengan mata dewanya.


"Tuan, bisa duduk dimana saja yang Tuan inginkan, kebetulan berberapa hari ini rumah makan ini agak sepi, karena banyak orang yang menuju wilayah timur, tetapi besok pasti ramai karena kompetisi akan dimulai lagi, Tuan bisa pesan tempat terlebih dahulu jika berminat" pelayan wanita mempersilakan Excel memilih tempat duduk dimana saja dan mempromosikan rumah makan tempatnya bekerja.


"Baik, akan aku pikirkan dulu. Cantik aku pilih yang disana..." jawab Excel dengan menujuk kearah sudut ruang lantai 5 dan sedikit menjauh dari wanita itu yang juga duduk didekat jendela.


"B-baik, tuan" pelayan wanita tergagap saat dipuji Excel dan segera berjalan menuju tempat yang diinginkannya, lalu dia membersihkan meja yang masih bersih karena gugup, suara Excel sangat menenangkan jiwa setiap orang yang mendengarnya dan seolah-olah terhipnotis dan bergerak sesuai keinginan Excel.


Wanita itu semakin penasaran dengan pria bertudung itu, dia merasakan familiar dengan suaranya, apalagi tato didadanya bergetar.


"Kenapa segel ini bereaksi ketika pria itu dekat denganku apalagi ketika dia bersuara... Sial, jika bukan karena segel ini aku tidak akan membantah keinginan ayah...aduh"


Wanita itu membatin saat dia semakin penasaran dengan identitas pria itu, saat memaki segel yang tertanam didadanya dia merasakan rasa sakit yang teramat, terlihat wajahnya yang pucat dan darah sedikit mengalir disudut bibirnya, segera dia diam dan tidak lagi memaki-maki segel itu dan mengusap darah dibibirnya.


"Terima kasih, aku pesan menu terbaik ditempat ini, cantik"


"B-Baik, Tuan. Harap ditunggu"


Segera pelayan berlari dengan cepat, dia sudah tidak kuat terus menerus mendengar suara pria itu, jika dia tetap lebih lama disana mungkin dia akan lemas penuh dengan birahi. Excel yang melihat tingkah lakunya semenjak dilantai 1 hanya tersenyum dan terus menggodanya.


Dengan duduk didekat jendela dan menghadap tembok Excel membuka tudungnya karena lantai 5 masih sepi dan juga hanya ada 1 orang yang tidak bisa melihat wajahnya.

__ADS_1


Karena penasaran, wanita itu tidak bisa duduk dengan tenang dan beranjak dari tempat duduknya, dengan berjalan pelan dan jantung semakin berdetak kencang wanita itu mendekati Excel, Excel yang tahu jika wanita itu mendekatinya langsung berkata...


"Bagaimana kabarmu Qinglin"


Deg


Jantung wanita itu seakan berhenti saat pria itu memanggil nama yang hanya diketahui ayahnya dan 1 orang yang mengaku sebagai dewa perang, kakinya langsung goyah dan gemetaran, air matanya berlahan mengalir, entah kenapa dia tidak bisa mengendalikan dirinya seperti biasanya, bahkan saat dia menjadi Ratu demon King.


Ya, dia adalah ratu demon King dan juga putri Dewa surya, dia menangis karena merasakan rasa sakit dihatinya karena dia seakan-akan takut kehilangan Dewa Perang lagi saat dibenua peri apalagi ayahnya ingin membunuhnya, dia bingung antara memilih Dewa Perang atau ayahnya.


"Aku akan menghapus segel itu, dan kamu jangan kuatir lagi"


Klik


Bhuuuzzzhh


Bruuukkk


Qinglin yang kaget hingga terduduk dilantai saat Excel menghapus segel itu dengan jentikan jari, seakan-akan dia kehilangan sesuatu dia semakin meneteskan air mata, Excel yang memahami perasaannya segera berdiri dan membalikkan tubuhnya, lalu Excel mendekati Qinglin dan berjongkok membantunya berdiri. Disaat tangan Excel menyentuh kedua bahu Qinglin, dia merasakan semakin lemas dan jantungnya semakin berdebar kencang, ketika dia sudah berdiri, Qinglin mendongakkan kepalanya dan langsung menatap wajah tampan dewa perang yang semakin tampan daripada saat dia pertama kali bertemu dibenua peri.


"Jangan menangis... Cup"


Excel mengusap air mata yang masih mengalir dipipinya dengan lembut, jari jempolnya membersihkan air mata itu, lalu Excel mengecup kening Qinglin tanpa dia bisa hindari.


Dengan mata bertemu mata, Qinglin semakin terpesona dengan wajah tampan orang yang telah membuatnya jatuh cinta untuk pertama kali selama hidup jutaan tahun.


"Jangan tinggalkan aku"


Qinglin langsung memeluk Excel setelah dikecup keningnya dan berkata dengan rasa takut jika ditinggalkan lagi seperti waktu itu, Excel yang peluk Qinglin membalas pelukannya dan mengelus punggungnya agar dia tenang.


"Orang bodoh yang akan meninggalkan dirimu, sayang" jawab Excel yang dengan tetap memeluk Qinglin dengan lebih erat, Qinglin yang pertama kali dipeluk semakin menangis dan tidak mau ditinggal oleh Excel, perkataan itu sangat membuatnya bahagia.


"Kamu harus janji"


Qinglin terdiam dengan kepalanya bersandar didada Excel, dia semakin berat hati saat mengetahui maksud perkataan itu.


"Dia bukan ayahku, jika dia ayahku pasti akan mencariku ketika demon King menculikku, untung saja kekuatannya masih berada dibawahku jika tidak..."


Cup


"Sudah jangan bicarakan masalah lalu, kita nikmati hari ini"


Excel tiba-tiba mencium pipi Qinglin hingga dia tidak melanjutkan perkataannya, Excel sudah mengetahui pikirannya ketika mereka berada dibenua peri. Jika pada waktu itu Qinglin lemah, sudah dipastikan Qinglin akan menjadi budak **** demon King, untung saja kekuatan demon King tiba-tiba jatuh dan tidak berani berbuat senonoh kepada Qinglin.


Qinglin sendiri tidak berusaha kabur dari demon King pada waktu itu, karena dia ingin mengetahui seberapa besar cinta ayahnya, hanya saja ayahnya marah dan sedikit menyerap energi benua peri saat mengetahui jika tidak dapat menemukan keberadaan Demon King.


Selama jutaan tahun itu ayahnya tidak berusaha mencarinya dan hanya mengandalkan batu kristal kehidupan untuk memastikan bahwa putrinya baik-baik saja, karena itu Qinglin saat kembali di alam puncak sempat membuat keributan dan hampir saja menghancurkan istana milik Dewa Surya.


Karena bujuk rayu ibunya dia akhirnya berhenti walau masih membenci ayahnya, setelah tinggal didalam kerajaan Dewa Surya Qinglin selalu berseteru dengan ayahnya dan selalu membantahnya, jika bukan karena ibunya Qinglin sudah pasti pergi dari sana.


"Jika kamu bertemu dengan dia...apa kamu akan membunuhnya?"


"Hah, aku tidak akan membunuhnya, hanya saja salah satu musuh ayahmu yang akan membunuhnya...?"


Excel mendesah saat ditanya Qinglin, skenario ini sudah Excel antisipasi meskipun begitu Excel masih mendesah kecewa dengan sikap serakah Dewa surya, Qinglin yang ingin tahu siapa musuh ayahnya itu segera bertanya.


"Siapa?"


"Dewi samudera"


Deg


Mendengarkan nama Dewi samudera, Qinglin semakin mengalirkan air matanya, dia bingung dipikirannya, kuatir jika dewi samudera juga isteri Dewa perang, karena waktu itu Dewa Perang yang menyelematkannya.

__ADS_1


Tuk


Kemudian Excel mengetuk dahi Qinglin dan segera semua informasi yang tidak diketahui Qinglin mengenai kisahnya dan Dewi samudera mengalir dikepalanya.


"Hikks, maafkan aku, maafkan ayahku...kamu mati karena ayahku dan juga Dewi samudera... Hikks"


Qinglin semakin menangis menjadi-jadi ketika dia menerima ingatan dari Dewa Perang dan juga Dewi samudera, dia merasa bersalah ketika itu juga ikut membantu ayahnya menghancurkan kerajaan air Dewi samudera.


"Jangan menangis, kami berdua kini sudah hidup kembali, aku akan membantumu berbicara dengan isteriku, tetapi aku tidak bisa berjanji jika isteriku masih ingin membalaskan dendamnya...sudah jangan menangis."


Kata Excel dengan menghapus air matanya, dan memberikan suara Surgawi agar Qinglin bisa tenang dan tidak kuatir lagi, seketika Qinglin tersenyum dan percaya dengan kata-katanya, dia yakin Excel bisa menenangkan Dewi samudera.


"Kamu cantik jika tersenyum" goda Excel yang membuat Qinglin semakin tersenyum dan malu.


"Jahat... Kamu harus janji membantu berbicara dengan Dewi samudera" balas Qinglin dengan wajah imut dan lucu, kecantikannya juga tidak kalah dengan Xiao Mei Xing dan Bai Chu, hanya saja Qinglin berpenampilan seksi dan mengoda.


"Iya aku janji.... Tunggu kapan aku jahat"


"Huuff, kamu lagi-lagi membuatku menangis, kamu tahu aku sangat sedih ketika kamu memasuki magma digunung misterius dan menangis terus hingga sampai di kerajaan ayahku. Aku kira kamu sudah mati, untung saja aku memiliki segel..." Qinglin tiba-tiba berhenti berbicara saat mengingat segel itu telah menghilang didadanya.


"Itu segel apa? Kenapa membuatku kesakitan?"


"Hehehe... Ayo duduk dulu, pelayan segera datang"


Kemudian Excel duduk dan bersebelahan dengan Qinglin dan benar pelayan wanita datang dengan kedua temannya dengan membawa hidangan istimewa yang dipesan Excel, dengan segera Excel menutup kembali tudungnya agar tidak membuat wanita memburunya dan membuat kekacauan yang tidak dia inginkan, mengetahui jika Excel menutup wajahnya, Qinglin tersenyum dan ingin mengoda kekasihnya.


"Tuan, maaf menunggu lama"


"Tidak masalah"


Jawab Excel ketika pelayan wanita itu telah datang dan segera ketiga pelayan itu menyajikan hidangan yang dipesan Excel.


Sreek


Qinglin secara tiba-tiba membuka tudung Excel dan membuat ketiga wanita itu melihat wajah super tampan Excel, seketika ketiga wanita itu menjadi beku dan darah mengalir dilubang hidung mereka.


"Satu, dua, tiga..."


Bruuk


Bruuk


Bruuk


Ketiga pelayan wanita itu langsung ambruk dan pingsan ketiga Qinglin menghitung dengan jari-jarinya, dia tahu jika ketiga wanita itu pasti pingsan saat melihat wajah kekasihnya.


"Hah, kamu..."


"Hehehe, kamu harus tanggung jawab"


"Kenapa harus aku, ini juga ulahmu"


Excel mendesah dengan kelakuan kekanak-kanakan Qinglin, dan hanya dijawab dengan mengangkat bahunya saja saat Qinglin tidak mau mengakui perbuatannya dengan membuka tudungnya, untung saja sajian itu sudah tertata rapi dimeja, jika tidak sudah bisa dipastikan akan jatuh dilantai.


Cup


Tiba-tiba Excel mencium bibir Qinglin yang masih tersenyum dan melihat wajah super tampan Excel yang sangat sempurna, Qinglin kaget dengan perlakuan Excel yang mendadak, tanpa penolakan Qinglin menyambut ciuman itu dengan birahi yang sudah dia tahan dari tadi, saat bibir bertemu bibir, Excel menjulurkan lidahnya dan memasuki mulut Qinglin, Qinglin yang menerima serang itu juga membalasnya dengan lebih agresif, ciuman itu semakin memanas manakala Excel merabah melon besar milik Qinglin dengan tangan kanannya dan tangan kirinya merabah area goa silumannya yang sudah basah kuyup karena rangsangan Excel.


"Hmm"


Qinglin menjadi semakin mendesah ketika area sensitif atas dan bawah diserang tangan jail Excel, meskipun begitu Qinglin tidak melarangnya dan semakin melingkarkan kedua tangannya ke leher Excel dengan erat.


Untung saja lantai 5 rumah makan hanya ada mereka berdua dan juga 3 wanita itu yang masih belum sadarkan diri, segera Excel menarik tangannya dan berhenti mencium Qinglin, setelah Excel melepaskan kedua tangannya dan berhenti mencium Qinglin, Qinglin seakan-akan merasakan kehilangan lagi dan enggan berhenti, tetapi dia jadi ingat lagi dengan segel itu.

__ADS_1


__ADS_2