Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 131 Jun Rong.


__ADS_3

Chapter 131 Aksi 4 Gadis kembar bag 1.


Roh beladiri bermunculan didunia jiwa Excel, bukannya berlatih tetapi malah berbicara dengan Excel karena memiliki garis darah Sang Pencipta yang hanya dimiliki Excel seorang diri.


Excel yang mengetahui jika ada keluarganya yang baru tiba dari benua venus belum memiliki roh beladiri segera memberikan telur itu kepada mereka, dengan bimbingan dari anak-anak mereka, melakukan hal yang sama seperti Xiao Mei Xing dan yang lainnya.


Hari ini seharusnya adalah pelatihan yang sudah direncanakan Excel, tetap dengan informasi yang baru ini membuat semua orang berhenti dan mendengarkan Excel berbicara dengan kedua roh beladiri itu.


"Aku mohon pada kalian semua untuk merahasiakan garis darah milikku, kalian pasti sudah tahu maksudku, kalian bisa berbicara dengan orang yang benar-benar bisa dipercayai."


"Baik"


Serentak semua orang menjawab termasuk roh beladiri berbagai ras yang bermunculan didunia jiwa, mereka memahami didunia luar, banyak orang yang serakah dan tamak jika mengetahui ada garis darah Sang Pencipta ditubuh Excel.


"Terima kasih. Baiklah aku akan berbicara dengan kalian rencanaku dibenua ini. Aku ingin menjadi penguasa dibenua ini dengan nama pasukan wanita sebagai penakluk benua dewa.


Kedua, aku ingin merekrut pasukan wanita sebanyak 4 juta orang, aku tidak memilih status mereka dari mana, dan juga tidak harus meninggalkan pasangannya selama menjadi pasukan wanita.


Xiao Jiao apa kamu bisa membantuku merekrut pasukan wanita? Tidak ada syarat apapun menjadi pasukan wanita, alangkah baiknya jika kamu rekrut dari kalangan rakyat jelata yang mau berjuang dan pantang menyerah, tapi jika ada dari kalangan atas juga tidak ada masalah, kamu bisa bicarakan dengan saudari-saudarimu."


"Baik, suami"


Xiao Jiao sangat senang bisa menjadi bagian rencana dari suaminya yang ingin menjadi penguasa benua dewa, dia awalnya tidak berharap menjadi sosok yang akan dikenal banyak orang.


"Bagus, dan sebagai langkah pertama yaitu tim Phoniex atau pasukan wanita membuat namanya dikenal semua orang melalui turnament ini, aku harap Putri-putriku dan isteriku bisa melakukannya dengan maksimal saat di arena, dan roh beladiri juga harus membantu kalian agar lebih aman terhadap hal-hal yang tidak terduga"


"Baik, ayah"


"Mengerti, suami"


"Baik, Tuan"


Setelah rencananya dibahas dengan semua orang, kembali mereka berlatih dengan lebih serius lagi, apalagi rencana yang Excel inginkan sangat beresiko tinggi dan penuh tantangan.


Excel juga kembali ke pulau dewa perang untuk menjemput pasukan wanitanya yang dia tinggalkan, dan juga berlatih didunia jiwanya dengan sisa waktu sebelum turnament beladiri hari kedua dimulai.


Sisa waktu dua bulan didunia jiwa atau dua jam didunia luar mereka gunakan dengan latihan keras dan berkultivasi dengan baik, ditambah dengan Pill kultivasi buatan Excel dan isterinya.


"Tuan, apa boleh aku ikut keluar dari dunia jiwa?"


Kaisar ginseng tiba-tiba datang dan menghampiri Excel yang sedang meramu Pill kultivasi, dia terlihat bosan didunia jiwa selain mengoda gadis-gadis cantik selama ini.


"Hahaha, sobat, apa kamu sudah jenuh disini?"


"Huuff, putri-putrimu terlalu ganas, aku tidak bisa mengoda wanita-wanita cantik lagi dari ras rubah dan Ras macan putih dan Ras lainnya"


"Hahaha, salah kamu sendiri yang selalu usil kepada semua wanita, baiklah kamu bisa ikut, asal kamu bisa berubah menjadi manusia"


"Hahaha, baik Tuan, sebentar lagi aku menjadi penguasa ginseng..."


"Kakek Ginseng, apa kamu minta pemukulan lagi?"


"Oh, tidak..."


Wuuuuussshh


"Hahaha... Tampangmu saja yang seram tapi takut pada putriku"


Excel ketawa melihat Kaisar Ginseng yang mendengar suara putrinya dan segera kabur.


"Ampun, bocah. Kamu melukai wajah kaisar ginseng yang rupawan seperti ayahmu"


"Kakek jelek berkaca dulu..."


Buuukkk


Buuukkk


Gadis-gadis kecil itu menjadi-jadi menghajar Kaisar Ginseng tanpa ampun, dengan geng Phoniex mengeroyoknya dan memberikan pukulan tanpa henti.


"Kamu itu jelek Kakek, penuh dengan ekor mengaku tampan seperti ayahku..."


Buuukkk


Buuukkk


"Aahhh, ampun bocah sialan. Ini bukan ekor tahu tapi akar ginseng"


"Bodoh. Hajar terus"


"Cabut ekornya biar ibu kita buat sup enak"


"Serbu...."


Akhirnya kaisar ginseng menjadi mengenaskan dengan banyak akar-akarnya yang dicabut geng Phoniex tanpa belas kasihan.


"Hahaha, syukurin akibat usil"


Wuuuuussshh


"Tuan"


"Mei Yin, darimana saja kamu tidak kelihatan selama ini?"

__ADS_1


Mei Yin tiba-tiba datang diatas Excel, tubuhnya kini semakin besar dan lebih indah sebagai burung angsa.


"Aku berkultivasi, Tuan. Agar bisa menjadi manusia"


"Apa kamu sekarang bisa merubah, Mei Yin"


"Tentu..."


Bhuuuzzzhh


Tiba-tiba Mei Yin berubah menjadi sosok wanita cantik berusia 17 tahun, dengan tinggi 180 cm, rambut putih sepinggang, mata bulat berwarna hitam, hidup mancung dan bibir yang seksi.


"Wow, Mei Yin kamu sangat cantik...hahaha"


"Hehehe, aku bekerja keras agar bisa menjadi pasangan Tuan"


Mei Yin sangat bangga bisa dipuji tuannya, dia selama didunia jiwa selalu rajin berkultivas dan juga memakan tanaman roh yang mampu meningkatkan kekuatannya.


"Suami, siap gadis cantik ini?"


Hu Ru Ming juga datang dan terkejut melihat sosok wanita cantik yang kini sudah memeluk lengan suaminya.


"Hehehe, dia Mei Yin si angsa mitologi itu, dia sudah bisa menjadi sosok manusia sama seperti Poppy"


Jelas Excel kepada isterinya yang curiga dengan kehadiran wanita baru yang lebih cantik.


"Hallo, namaku Hu Ru Ming dan salah satu isteri tuanmu"


"Aku Mei Yin, juga isteri dari suamimu"


Mei Yin juga memperkenalkan dirinya kepada Hu Ru Ming, dan terlihat akan adanya permusuhan antara wanita, segera Excel menengahinya.


"Kalian bisa saling berkenalan dengan semua isteriku, dan setelah aku selesai membuat Pill, aku akan berkultivasi ganda dengan kalian, dengan hukuman 20 kali lipat..."


"Aaah, ampun suami."


Segera kedua wanita itu langsung kabur dari Excel dengan bergandengan tangan tanpa lagi adanya persaingan diantara mereka, Excel yang melihat mereka hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Akhirnya hari yang dinantikan telah tiba, semua orang sudah bersiap dengan menggunakan armor yang baru mereka dapatkan dari suaminya.


Putri-putrinya juga menggunakan armor itu yang berwarna merah keemasan dan itu adalah salah satu artefak tingkat MahaDewa, sengaja Excel membelikan untuk mereka.


Perlengkapan perang itu tidak akan diketahui banyak orang, karena warna merah keemasan terlihat sama seperti perlengkapan perang pada umumnya, hanya warnanya saja yang berbeda.


Pada umumnya armor prajurit Kekaisaran berwarna hitam dan putih keperakan, Excel tidak ingin menyamai warna mereka, karena merah keemasan identik dengan warna burung Phoniex.


Huang Guang dan Huang Jiao sangat bangga nama Phoniex menjadi lambang kekuatan pasukan wanita yang dibentuk suaminya, dan kedua wanita itu juga masuk dalam kategori master yang akan bertanding setelah kategori murid selesai


"Baik sudah waktunya kita tampil dihadapan semua orang, apa kalian sudah siap?"


"Siap ayah"


Wuuuuussshh


Excel muncul agak jauh dari pusat Kekaisaran wilayah timur, tepatnya berada dihutan, lalu Excel mengeluarkan kapal angkasanya dan semua orang naik didalam kapal itu.


Wuuuuussshh


Kapal angkasa bergerak dengan kecepatan sedang, menuju Kekaisaran timur, disaat melintasi banyak orang yang melihat kapal besar itu dan kagum akan ukiran dan juga bendera berwarna merah dan bergambar burung Phoniex.


"Hei, lihat itu... Itu pasti tim Phoniex"


"Iya, aku tahu. Lihat banyak gadis kecil yang kemarin bertanding"


"Tim Phoniex kami mendukungmu"


Segera dibawah kapal angkasa banyak orang yang berteriak mendukung geng Phoniex yang berada pinggir kapal, dengan melambai-lambaikan tangannya sebagai bentuk respon mereka.


Putri-putri Excel sangat bangga menjadi terkenal, dan ibu, nenek dan kakeknya hanya bisa tersenyum dan juga ikut bangga dengan prestasi anak-anaknya dan cucu-cucunya.


"Jun Mei kamu harus menang"


"Jun Peijing, aku bertaruh untukmu"


"Jun Yu, kamu pasti menang"


Teriakan semakin ramai saat kapal angkasa itu melintasi kota besar yang merupakan pusat dari wilayah timur, tiap anak-anak yang seusia mereka dan juga orang dewasa memanggil nama-nama tim Phoniex.


"Horee, mereka tahu namaku"


"Namaku juga disebut"


"Aku juga, lihat pengemar kita mengejar kapal kita"


Setelah mendarat ditempat khusus kapal angkasa, segera keluarga besar Excel turun, dan sudah disambut banyak pengemar yang kemarin ingin berkenalan dengan tim Phoniex.


Namun, dengan cepat prajurit keamanan kota membuat parameter untuk menghalangi pengemar tim Phoniex yang telah menjadi idola dibenua dewa.


Setelah itu mereka berjalan memasuki lorong menuju lapangan pertandingan seperti kemarin, dan masih dilindungi pasukan Kekaisaran timur agar tidak menghalangi keluarga besar Excel, Excel sendiri tetap menggunakan tudung penutup kepala agar tidak menjadi titik fokus semua orang.


Tapi kebanyakan orang sudah mengetahuinya, sehingga Excel tetap menjadi sorotan banyak wanita muda bahkan wanita yang sudah memiliki pasangan.


Tim Phoniex yang mengetahui jika ayah dan suaminya menjadi pusat perhatian dengan mata birahi segera mengelilinginya agar menghalangi pandangan mata para wanita, sayang sekali dengan tinggi badan 195 cm tetap terlihat tubuh gagahnya.

__ADS_1


"Tuan muda aku mencintaimu"


"Jadikan aku salah satu isterimu"


"Demi kamu aku akan tinggalkan pasanganku"


Teriakan wanita mengiringi perjalanan tim Phoniex menuju tribun tempat duduk mereka kemarin, semua penonton yang berada di tribun menjadi semakin kacau dan berlarian mendekati keluarga besar Excel, untung saja ada perlindungan pasukan Kekaisaran timur yang masih dengan cekatan menghalau serbuan pengemar tim Phoniex dan Excel.


"Hahaha, bocah kamu harus tanggung jawab memiliki wajah tampan"


"Hahaha, ayah kamu jangan mengejek menantuku, bukan salah dia memiliki wajah tampan"


"Lihat putrinya sendiri pun mencintai ayahnya, bahkan lebih waspada saat ayahnya diganggu wanita lain daripada ibunya"


Keluarga Kekaisaran benua venus ngobrol sambil berjalan dibelakang tim Phoniex dan Excel ditengah-tengahnya, terlihat gadis-gadis kecil itu menjadi garis pembatas antara pasukan Kekaisaran timur dan keluarga besar mereka.


"Kakak, kita harus lindungi serbuan bibi-bibi itu yang terlihat ingin menculik ayah kita"


"Iya, jangan kuatir. Aku akan selalu melindungi ayahku"


"Yayah, tidak mungkin mau dengan mereka, lihat kita lebih cantik dan juga ibu kita lebih cantik lagi"


Tidak terkecuali Putri-putri Excel berbicara sambil waspada jika tiba-tiba wanita itu menerobos dan menculik ayahnya, sifat lugu mereka membuat nenek, Kakek dan ibunya menahan ketawa dengan menutupi mulutnya.


Excel hanya menunduk malu menjadi sorotan banyak mata orang, bahkan keluarga Kekaisaran benua dewa menjadi heboh dengan kedatangan tim Phoniex dan Excel.


"Hahaha, Patriack Xiao, lihat menantu menjadi rebutan banyak wanita..."


"Huuff, Yang Mulia, lihat Putri-putrimu dan juga isterimu...hati-hati"


Mendengar Kaisar Dongbu mengejek, Patriack Sekte Xiao membalas dengan menunjuk Putri-putrinya dan juga isterinya yang sudah mengeluarkan darah di hidungnya, dan saat Kaisar Dongbu menoleh kebelakang dia terkejut melihat reaksi Putrinya dan juga isterinya.


"Kalian..."


"Hahaha... Yang Mulia kamu harus sabar"


Ganti Patriack Sekte Xiao mengejek Kaisar Dongbu, yang memperhatikan reaksi Kaisar yang sudah terlihat ingin marah kepada Ratunya dan juga Permaisuri termasuk selir-selirnya yang mulai bernafsu ingin melahap Excel.


Kemarin ratu, Permaisuri dan selir-selirnya tidak ikut melihat turnament yang membosankan bagi mereka, tapi semenjak kehadiran tim Phoniex termasuk Excel membuat mereka penasaran dari cerita Putri-putrinya.


Tidak hanya dipihak keluarga Kekaisaran Dongbu saja yang terpesona dengan ketampanan Excel tapi juga keluarga Kekaisaran yang lainnya, walau Excel sudah menutupi kepalanya, wajah tampannya masih bisa dilihat dengan jelas, karena tinggi badannya yang tidak bisa dia tutupi dengan apapun.


"Lihat ibu, aku sudah katakan jika pria itu sangat-sangat tampan"


"Tidak aku sangkah ada pria paling tampan yang aku lihat selama hidupku. Putriku segera kamu berkenalan dengannya, lihat Putri-putrinya sangat kuat sebelum usia 5 tahun, aku yakin jika kamu memiliki anak darinya aku akan memiliki cucu yang kuat juga"


"Ibu..."


Putri-putri dan juga isteri dari Kaisar Xibu berkomentar dibelakang Kaisar Xibu dan tanpa sadar pembicaraan mereka didengar olehnya, yang membuatnya sedikit kesal dan juga cemburu. Sedangkan Putri sangat malu dan juga senang dengan dukungan dari ibunya, dari awal melihat Excel dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.


Setelah susah payah pasukan Kekaisaran timur membuatkan jalan bagi tim Phoniex, akhirnya tim Phoniex sampai pada tribun tempat duduk mereka yang sama dihari pertama, di tribun itu sudah ada Patriack Sekte Xiao bersama Kaisar Kong Shi beserta keluarganya yang menyambut kedatangan keluarga besar Excel.


"Ayah mertua"


"Yang Mulia"


"Hahaha, Nak sudah aku bilang jangan panggil sebutan Yang Mulia, panggil saya juga ayah mertua juga"


"Ayah"


Kaisar Dongbu ketawa bahagia saat Excel menyapanya, dan dia ingin Excel menjadi menantunya, tapi itu juga membuat Putri-putrinya malu juga bahagia.


"Hahaha, baiklah jika begitu, ayah mertua. Kenalkan juga mereka keluarga besarku dari alam bawah yang kemarin baru tiba, maaf kemarin belum sempat memperkenalkannya."


Excel memperkenalkan keluarga Kekaisaran di benua venus yang kemarin dia belum memperkenalkan mereka semua, segera Kaisar Dongbu menyambut Kaisar Ling, Kaisar Li, Kaisar Wei dan leluhur Zhou.


Setelah beramah tamah dengan keluarga Kekaisaran Dongbu, mereka duduk bersama di tempat keluarga besar Kekaisaran timur dan saling bertukar pengalaman sambil menunggu acara turnament dimulai.


Terlihat Putri-putri Kekaisaran timur mulai mengakrabkan diri dengan Putri-putri dan semua isteri Excel yang juga ramah kepada mereka.


Excel juga bergabung dengan pimpinan akademi Alchemist api surgawi, pemimpin pedang ilahi dan berberapa Patriack Sekte besar dibenua timur selain Kaisar Dongbu dan juga Patriack Sekte Xiao, mereka berkumpul gunakan membicarakan bisnis yang memperkuat Kekaisaran wilayah timur.


"Nak Excel, kepulauan melayang milikmu apa menggunakan Artefak?"


Kaisar Dongbu ingin tahu bagaimana bisa sebuah pulau bisa melayang, dia mengetahui dulu pernah ada pulau-pulau melayang pada jaman yang sangat lama didalam catatan sejarah benua Dewa.


"Hehehe, itu mudah ayah mertua, aku hanya menggunakan Formasi array saja"


"Apa..."


Mendengarkan Excel berbicara kebenarannya semua pemimpin sekte, akademi dan Kaisar terkejut, selain Alchemist dan smelting mereka tidak mengira jika Excel juga ahli Formasi array bahkan tingkatannya lebih tinggi dari para ahli di benua venus.


Sebagai seorang ahli Formasi yang mampu membuat sebuah pulau melayang, berarti tingkat itu lebih tinggi dan belum ada yang bisa menyamai keahlian Tuan muda didepan mereka.


"Jika kalian ingin mempelajarinya bisa datang ke pulau dewa perang, tidak hanya Formasi array pada tingkat yang lebih tinggi dari tingkat Kaisar, kalian juga bisa belajar Alchemist, smelting dan juga sebagai ahli Beast Tamer"


Sekali lagi Excel mengejutkan semua orang yang berkumpul dengan kelompok Kaisar Dongbu, mereka sudah tidak bisa lagi berkata-kata, seakan-akan mulut mereka terkunci dan susah berbicara.


Tiba-tiba bau aroma orang membuat Pill segera tercium dari belakang tempat Kaisar Dongbu dan semua orang yang sedang membicarakan bisnis dan juga ingin mengenal sosok Excel lebih jauh.


"Jun Rong sedang membuat apa kamu?"


"Ayah aku sedang membuat permen, permenku habis"

__ADS_1


"Apa..."


Sekali lagi semua shock mendengar pengakuan Putri Excel yang bernama Jun Rong, segera semua pemimpin akademi, Sekte dan juga keluarga Kekaisaran mendekat dan melihat kedalam tungku.


__ADS_2