
Chapter 127 Hadiah pemicu Semangat.
Cuaca segar dihari ini, mengawali hari yang penuh dengan kemeriahan diwilayah timur, sebuah acara akbar yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali, setiap orang akan selalu menghadiri acara tahunan yang diawali dengan turnamen beladiri seluruh benua Dewa, lalu dilanjutkan dengan kompetisi Alchemist, smelting, formasi array dan terakhir beast taming.
"Selamat datang di acara turnament beladiri diseluruh wilayah benua Dewa, perkenalkan namaku Master Kaili.
Kali ini peserta lebih banyak dari tahun lalu dengan total mencapai 2000 peserta untuk kategori murid, dan 950 peserta untuk kategori master.
Karena itu kami akan membagi peserta kategori murid menjadi 200 tim, tiap tim terdiri dari 10 peserta, dari 100 tim yang lolos eleminasi akan terus berlanjut melawan tim lainnya hingga tersisa 50 tim.
Selanjutnya 50 tim yang lolos akan bertarung 1 lawan 1 dari setiap akademi, Sekte dan keluarga, kami jamin setiap akademi beladiri, Sekte dan keluarga tidak akan saling bertemu.
Tiap tim yang menang akan mendapatkan 100 point, untuk babak eliminasi 1 lawan 1 akan mendapat 10 point, point itu akan diakumulasikan dan yang terbanyak sebagai pemenangnya.
Sebagai hadiah pemenang,
Pertama,
-1 juta koin emas
-100 ribu batu roh
-Teknik semesta tingkat puncak.
-Artefak tingkat semesta tahap puncak.
Kedua,
-900 ribu koin emas.
-90 ribu batu roh.
-Teknik semesta tingkat tinggi.
-Artefak tingkat semesta atas.
Ketiga,
-800 ribu koin emas
-80 ribu batu roh
-Teknik semesta tingkat menengah
-Artefak semesta menengah"
Semua orang diam mendengarkan pembawa acara turnament beladiri berbicara dan disaat pembicaraan menginjak hadiah semua orang langsung berseru kegirangan, masalahnya teknik semesta hanya dimiliki oleh Kekaisaran saja dan hanya bisa dipelajari jika dia anggota Kekaisaran.
"Wow, luar biasa hadiahnya...hahaha. Timku pasti menang"
"Muridku kalian harus berjuang demi merebutkan teknik itu demi akademi kita, jika kalian berhasil aku akan memberikan Pill Kultivasi tingkat mortal"
"Baik, pemimpin"
Semua akademi, Sekte dan keluarga besar dan kecil kegirangan dan memberikan motivasi kepada para juniornya yang mengikuti turnament.
Berbeda dengan tim Phoniex tidak merasa hadiah itu istimewa bagi mereka, karena Excel telah memberikan banyak teknik tingkat kuno hingga tingkat dewa.
"Ayah mertua bisakah aku menambahkan hadiahnya?"
"Hahaha, tentu bisa, itu akan menambah semangat para pesertanya, tapi kamu harus memberikan lebih dari hadiah itu"
Excel berpikir hadiahnya tidak menarik baginya dan juga bagi tim Phoniex, karena itu dia ingin memberikan hadiah yang bisa membuat timnya bersemangat, Patriack Sekte Xiao dan Kaisar Dongbu yang mendengarkan sangat antusias jika Excel ikut berpartisipasi memberikan hadiah lebih.
"Aku akan memberikan Pill tingkat suci 7 garis 100 butir dan juga 10 artefak legendaris tingkat rendah dan kalian bisa atur pembagiannya"
Deg
"Nak, apa kamu serius, Pill suci itu sangat berharga dan juga artefak legendaris, apa kamu seorang Alchemist dan ahli smelting?"
Kaisar Dongbu sangat terkejut dengan hadiah yang akan diberikan kepada pesertanya turnament, dia menjadi tidak tenang lagi dan langsung bertanya.
"Benar, aku Alchemist dan juga smelting, kedua hadiah ini hanya promosi untuk bisnisku di pulau Dewa perang saja, jika mereka menginginkannya bisa datang ketempatku...hehehe"
Kata Excel kepada Kaisar Dongbu dan Patriack Sekte Xiao dan memberikan cincin dimensi kepada ayah mertuanya.
"Otakmu benar-benar seorang pebisnis... Hahaha, aku akan kabari dulu pembawa acaranya."
Patriack Sekte Xiao segera menuju ke arena dimana pembawa acaranya sedang berbicara.
"Untuk hadiah bagi pembinaan atau organisasinya,
Pertama
-10 juta koin emas
-1 juta batu roh
Kedua..."
"Tunggu, ketua. Ada tambahan hadiah untuk akademi, Sekte atau keluarga yang anak didiknya menjadi juara..."
Segera Patriack Sekte Xiao selaku ketua panitia berdiskusi dengan para juri dan juga dengan pembawa acaranya, semua orang kebingungan dengan situasi di arena saat Patriack Sekte Xiao menghentikan pembawa acara saat berbicara tentang hadiah.
"Kaisar Dongbu, kenapa dihentikan oleh Patriack Sekte Xiao?"
Kaisar Zhongbu tidak senang dengan acara turnament yang tiba-tiba dihentikan.
"Ada hadiah tambahan, Yang Mulia Zhongbu. Hadiah ini akan lebih menarik"
"Hahaha, apa benar? Baru kali ini kamu sangat royal, kelihatannya wilayahmu semakin makmur saja...hahaha"
Kaisar Zhongbu sedikit meremehkan Kaisar Dongbu dan dia sedikit ada nada iri dengan wilayah timur.
"Bukan hadiah dari aku, itu hadiah dari Tuan Muda Excel yang bertaruh 100 Miliar"
"Apa...!"
Kaisar Zhongbu terkejut dan tidak bisa melanjutkan omongannya lagi dan diam karena ada yang sedang dipikirkannya.
"Maafkan saya telah menghentikan acara ini sebentar. Kami akan memberikan hadiah lebih kepada setiap pembimbing junior atau muridnya yang menjadi pemenangnya,
Pertama,
-10 juta koin emas
-1 juta batu roh
-10 butir Pill tingkat suci garis 7
__ADS_1
-1 Artefak legendaris tingkat rendah.
Kedua,
-9 juta koin emas
-900 ribu batu roh
-9 butir Pill tingkat Suci garis 7
-1 Artefak legendaris tingkat rendah.
Ketiga..."
Seluruh tribun penonton menjadi senang dan bersemangat saat mendengar hadiah yang sangat besar, tidak hanya penonton saja yang terkejut dan menjadi senang demikian juga dengan 5 Kekaisaran juga terkejut dengan hadiahnya.
Mereka bertanya didalam pikirannya, apakah wilayah timur memiliki Alchemist tingkat kaisar dan ahli smelting tingkat kaisar juga, semua keluarga Kekaisaran hanya memandang Kaisar Dongbu saja.
Jika benar bahwa kaisar Dongbu memiliki ahli itu makan persaingan antar Kekaisaran menjadi semakin sengit, dan mereka juga semakin gusar jika wilayah timur semakin kuat.
"Isteriku Zhou Mei, katakan pada tim Phoniex, jika kalian menang aku akan memberikan hadiah khusus bagi mereka, dan juga atur tiap tim agar berimbang"
"Baik, suami"
Zhou Mei yang mendengarkan suara suaminya melalui telepatinya membuatnya senang dan segera memberikan kabar baik ini kepada tim Phoniex dan juga mengatur Putri-putrinya.
"Dan aturannya, dilarang membunuh, jika merasa kalah segera katakan menyerah, dilarang keras menggunakan segala racun, jika diketahui menggunakan racun seketika didiskualifikasi secara tidak hormat termasuk seluruh anggotanya.
Dilarang menggunakan senjatanya miliknya sendiri, kami sudah menyediakan senjata untuk kalian, setiap peserta yang keluar dari arena akan dinyatakan kalah atau menyerah.
Segala tindakan curang akan kami diskualifikasi. 10 menit untuk mengatur timnya, Acara turnament beladiri kategori murid dimulai."
Doooonngg
"Horee..."
Semua penonton dan peserta menjadi bergembira dan sudah tidak sabar melihat aksi dan kebolehannya para petarung diarena.
Segera juri dan wasit setiap lapangan tanding bergegas menuju arena pertarungan dan menunggu nama tim yang akan diumumkan.
5 wilayah segera mengatur timnya masing-masing, kebanyakan tiap wilayah bergabung dengan wilayahnya agar lebih sukses tingkat kemenangannya, hanya tim Phoniex yang tidak bergabung karena setiap peserta hanya anak-anak kecil yang belum berusia 5 tahun, karena itu akademi wilayah timur tidak berniat mengajak tim Phoniex.
"Huuf, mereka meremehkan kita"
"Mereka belum tahu kehebatan Putri-putri kita."
Semua isteri Excel sangat tidak suka dengan akademi pedang ilahi yang menghina Putri-putrinya saat mengetahui jika yang ikut terdiri dari balita, bahkan ditertawakan saat melihat tim Phoniex.
"Hahaha, itu lebih baik"
"Cucuku kamu harus menang dan jangan beri ampun pada mereka"
"Putriku Jun Mei, kali ini kamu yang harus pimpin adik-adikmu bertanding dulu"
"Baik, Bu. Serahkan padaku dan akan aku hajar mereka satu persatu"
"Ingat Formasi battle Will yang ayahmu berikan"
"Beres Kakek, akan aku hajar mereka"
"Nenek, aku akan tunjukan kehebatan ku"
Putri-putri tim Phoniex sangat bersemangat ingin segera bertarung di lapangan, mereka tidak terlihat demam panggung atau canggung melihat banyaknya penonton.
Inilah hasil pelatihan selama dibenua peri, mereka tidak takut apapun yang mereka lawan meskipun wajah musuhnya sangat seram, karena sejak dini mental mereka telah dilatih.
"Tim Phoniex dan tim gagak hitam"
"Tim pedang ilahi dan tim Naga api"
"Tim Artefak jiwa dan tim Dewa Abadi"
"Tim Dewa bintang dan tim Dewa Api"
"Tim Pill Dewa dan tim Sinar fajar"
Disaat pembawa acara memanggil nama setiap tim segera mereka menuju arena, termasuk tim Phoniex yang usianya belum 5 tahun, semua penonton langsung ketawa terbahak-bahak melihat begitu lucunya gadis-gadis itu saat menuruni tangga dari tempat duduknya.
Banyak orang yang sudah mengetahui kekuatan tim Phoniex kategori murid tidak menertawakannya bahkan mereka sudah bertaruh untuknya.
Berbeda dengan para peserta yang lain mereka langsung melompat dari tempat duduknya dan tiba di lapangan tanding yang berbentuk bulat.
Setelah tim Phoniex yang dipimpin Jun Mei tiba di arena dan berhadapan dengan tim gagak hitam dari wilayah Utara, seketika membuat tim gagak hitam ketawa terbahak-bahak.
"Adik kecil lebih baik kamu minum susu...hahaha"
"Hahaha, sana pulang dan tidur"
"Paman, aku tidak mengantuk"
"Aku juga sudah minum susu, Paman"
"Whahaha"
Juri dan wasit hanya mengeleng-gelengkan kepala saja kepada tim gagak hitam mereka merasa kasihan kepadanya, semua panitia, juri dan wasit sudah diberitahukan tentang kekuatan tim Phoniex yang seperti monster.
Turnament kategori murid yang ikut rata-rata berusia 16 tahun hingga 25 tahun dan tingkat kekuatan dari tingkat Half God hingga prajurit dewa Ungu.
Untuk kategori master rata-rata usia 26 tahun hingga 200 tahun dengan kekuatan tingkat Prajurit Dewa sejati hingga tingkat Raja Dewa langit.
"Apa kalian sudah siap?"
"Sudah senior"
"Sudah, Kakek"
Wasit yang dipanggil Kakek hanya mengedutkan sudut bibirnya padahal dia masih berusia 175 tahun dan masih terbilang muda, mungkin perawakan berjenggot dan berkumis membuatnya terlihat tua.
"Apa kalian tidak menggunakan senjata?"
"Hahaha, tidak perlu senior untuk menghadapi balita ini"
"Aku juga tidak, cukup kepalan tangan"
Tim gagak hitam yang direndahkan menjadi marah dengan anak kecil didepannya.
"Baiklah jika begitu. Mulai"
"Mulai"
__ADS_1
"Mulai"
Seketika semua peserta yang lain langsung bergerak saat para wasit memberi kode untuk memulai pertandingannya, semua penonton langsung bersorak-sorai.
"Paman kenapa tidak menyerang?"
"Hahaha, kami tidak perlu menyerang dulu, aku hanya akan diam saja, oke"
Melihat jika lawannya tidak segera bergerak tim Phoniex yang dipimpin Jun Mei segera memberikan kodenya untuk adik-adiknya.
"Kita pukul secara bersamaan dengan cepat, oke."
"Oke, kakak"
"Satu, dua, tiga"
Zlaaapp
Zlaaapp
Zlaaapp
Zlaaapp
Baaanngg
Baaanngg
Baaanngg
Seketika 10 gadis kecil menghilang dan langsung memukul wajah dan perut tim gagak hitam tanpa bisa mereka lihat pergerakannya.
"Aakkhhh"
"Aaaahh
Bruuukkk
Bruuukkk
Bruuukkk
"Selesai"
"Horee kita menang"
"Hahaha, terlalu lemah"
Jun Mei dan adik-adik langsung bersorak-sorai saat berhasil mengalahkan lawannya hingga menabrak dinding tribun penonton hingga langsung pingsan tanpa bergerak.
Penonton langsung terdiam saat tim Phoniex yang terdiri dari balita berhasil mengalahkan tim gagak hitam dengan sekali pukul.
Mereka pikir ini akan menjadi lucu seperti yang sudah diharapkan, sayang sekali tidak ada lelucon sama sekali, wasit hanya bisa bengong tidak segera memutuskan tim Phoniex menjadi pemenangnya.
Panggung arena yang lainnya juga langsung shock melihat keganasan tim Phoniex itu hingga mereka gagal fokus didalam arena.
Booommm
Booommm
"Hahaha, bodoh"
2 orang tim pedang ilahi langsung roboh disaat lengah karena mengalihkan pandangannya pada tim Phoniex hingga mereka berdua dihantam oleh tim Naga api.
"Kakek, apa kita sudah menang?"
Tanya Jun Mei kepada wasit yang masih bengong, akhirnya wasit itu kembali tersadar dan segera mengumumkan hasilnya.
"Tim Phoniex, babak pertama menang"
"Horee"
"Kakak kita menang"
Segera tim Phoniex di arena maupun di tribun penonton bersorak-sorai dengan gembira dan membuat penonton juga ikut bergembira.
"Hahaha, aku menang taruhan"
"Kakak, kamu hebat"
"Tuan muda Excel, Putrimu sangat mengerikan"
"Menantu, bagaimana kamu melatih mereka?"
Excel sangat bangga melihat hasil yang sudah diperkirakan akan menang dengan cepat dan telak, dia tidak kuatir dengan lawan Putri-putrinya di arena.
"Aku hanya beruntung memiliki Putri-putri yang berbakat"
"Hahaha, cucuku kamu lebih hebat dari ibumu"
Kakek Xuan melompat-lompat kegirangan melihat cucu-cucunya menjadi pemenangnya, Jun Xuan berada satu tim dengan Jun Mei dengan ganas memukul wajah musuhnya.
Semua keluarga besar Excel bertepuk tangan melihat cucu-cucunya sukses merobohkan tim gagak hitam tanpa bisa melawan balik.
Tim Jun Mei segera kembali ketempat duduknya dengan melambai-lambai tangannya kepada semua penonton dan berjalan dengan gagah dan bangga.
Tinggal 8 tim yang masih saling bertarung di lapangan dengan sengit, tetapi sejak kemenangan tim Phoniex suasana menjadi tidak seru lagi.
"Putriku, kalian sudah mendapatkan 100 point, kalian sangat hebat.
"Tentu, lawannya terlalu lemah"
Semua tim Phoniex gembira dan segera duduk lagi, kecuali gadis-gadis monster duduk dipangkuan Kakek dan neneknya, ibu-ibunya hanya mengeleng-gelengkan kepala melihat putrinya terlalu dimanja orang tuanya. Hanya Lang Fen dan Lang Nuan duduk bersama dengan Qiaofeng, Qin Yang dan yang lainnya dengan bercanda.
Kini tim Phoniex menjadi perhatian seluruh penonton dan keluarga Kekaisaran, apalagi sudah banyak akademi dan keluarga Kekaisaran berencana untuk merekrut tim Phoniex.
Setelah menunggu pertandingan 8 tim selama setengah jam, wasit mengumumkan pemenangnya, tim Pill Dewa, naga api menjadi satu-satunya akademi wilayah tengah yang sukses menang, dan yang lainnya adalah tim Dewa api dari wilayah selatan dan tim dewa bintang dari wilayah barat, hanya tim Phoniex yang berhasil dibabak pertama dari wilayah timur dengan cepat.
"Kalian bodoh meremehkan lawan, biarpun kecil mereka telah lolos tablet uji, tidak seharusnya kalian meremehkan mereka"
Patriack dari akademi beast taming marah melihat kebodohan murid-muridnya yang meremehkan lawan yang telah lolos dari tablet uji didepan pintu masuk arena.
"M-maafkan kami Patriack"
"Kamu seharusnya bisa memimpin timmu tetapi malah mengecewakan kami, selanjutnya kalian jangan pernah lagi meremehkan siapapun lawanmu, mengerti?"
"Mengerti, Patriack"
Excel selama duduk di tribun selalu menyebarkan kesadarannya untuk mencari targetnya, tetapi tidak ada reaksi yang berlebihan saat dia memantau semua orang, hanya rombongan wilayah tengah menjadi perhatian Excel selama ini.
__ADS_1