Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 160 Tubuh Bawaan Racun.


__ADS_3

Chapter 160 Tubuh bawaan Racun.


Semenjak kejadian sosok 2 orang yang misterius itu banyak kekuatan yang menyelidikinya, karena mereka kuatir akan keberadaan mereka yang memiliki kekuatan setingkat dewa absolute yang biasanya jarang datang dialam atas.


Setelah banyak perbincangan prihal 2 orang misterius itu, tiba-tiba berita tentang lukisan tingkat Mahadewa muncul di Paviliun matahari, Paviliun matahari adalah tempat pelelangan terbesar dibenua dewa yang dikelola oleh 5 Kekaisaran, Paviliun matahari berpusat diwilayah tengah.


Semenjak berita tentang lukisan tingkat mahadewa disebarkan, banyak berbagai kekuatan datang dari alam puncak dan berkumpul diwilayah tengah, sudah lama tidak ada ahli setingkat mahadewa muncul selama jutaan tahun.


Karya seni setingkat mahadewa mampu membuat lukisannya hidup dan bergerak seperti aslinya, lukisan setingkat itu juga mengeluarkan aura positif bagi pemiliknya dan juga lingkungan dimana lukisan itu diletakkan.


Pemilik rumah makan yang menemukan lukisan yang dilukis diatas mejanya menjadi perhatian banyak kekuatan, dan banyak pertanyaan yang diajukan prihal lukisan itu dan siapa pembuatnya.


"Saat itu ada sekarang pria bertopeng sedang melukis digulungan bambu, dan lukisannya itu menembus dimeja tempat dia makan, pelayanku yang mengetahuinya disaat dia akan membersihkan tempat makan pria itu duduk..." pemilik rumah makan berbicara dengan jujur, dia takut jika dia berbohong, karena orang yang dia hadapi adalah kekuatan yang ditakuti di alam puncak.


Banyak kekuatan berusaha memonopoli lukisan itu untuk dirinya sendiri, perhubungan banyaknya minat mereka mengurungkan niatnya karena lebih adil dan tanpa konflik yang tidak perlu, maka lukisan itu tetap dilelang di Paviliun matahari.


Menurut bocoran informasi dari orang dalam Paviliun matahari, harga awal lukisan mencapai 10 ribu batu mistik, bagi alam puncak harga segitu cukup normal untuk maha karya tingkat mahadewa, banyak kekuatan besar sudah menyiapkan dana melimpah hanya untuk lukisan.


Pemilik rumah makan sangat bahagia menerima rejeki yang tidak terduga, bahkan sebelum lukisan itu dilelang pemilik rumah makan mengundang seorang pelukis untuk melukis 2 orang misterius itu dan akan digandengkan dengan lukisan tingkat Mahadewa.


Dengan penampilan pelukis misterius dan wanita yang sangat cantik akan menambah daya minat pembeli dan juga akan menguntungkan sipelukis yang diundang oleh pemilik rumah makan itu.


Segera pelukis yang diundang itu melukis 2 orang misterius yang sedang duduk berhadapan, informasi dari setiap saksi membuat si pelukis bisa men-diskripsikan-nya dengan mudah apalagi ada 1 orang yang merekam 2 orang misterius itu, biarpun batu giok perekam itu dijual seharga 500 batu mistik si pelukis dan pemilik rumah makan berbagi dana untuk membeli batu giok perekam, dan hasilnya lukisan tingkat guru cukup memuaskan walau jauh dari tingkat Mahadewa yang lukisan bisa bergerak seperti aslinya.


Walau lukisan tingkat Mahadewa tidak berguna untuk bertarung maupun bertahan, lukisan masih diminati banyak kekuatan besar untuk menambah pemandangan dan juga meningkatkan rasa kagum pada pemiliknya, selain itu lukisan Mahadewa mampu mengumpulkan Qi didalam ruangan dan cocok untuk tempat berkultivasi.


Nama Bu Wanmei dan Na Yu menjadi terkenal dan banyak pelukis yang meniru hasil karya Bu Wanmei itu, lukisan Bu Wanmei sangat sederhana hanya sekumpulan keluarga besar yang dibelakangnya terdapat banyak burung gajah, griffin, wyvern dan ginseng tingkat kaisar.


Barisan paling depan banyak gadis-gadis kecil yang energik dan lucu yang sedang membawa senjata kesayangannya, dibelakang gadis-gadis kecil itu dilukis ribuan wanita-wanita cantik.


Biarpun lukisan tampak sederhana, karena banyaknya orang yang dilukis dan juga binatang membuat tingkat kesulitan sangat tinggi, banyak pelukis yang frustasi meniru lukisan Bu Wanmei yang melukis banyak orang, biarpun begitu masih ada yang berhasil melukisnya walau tidak mencapai 50% dari lukisan aslinya.


Harga jualnya sangat fantastis, lukisan itu mampu dijual dengan harga tinggi mencapai miliaran batu roh tingkat rendah atau hampir mencapai 8000 batu mistik.


Lelang itu akan diadakan 3 hari lagi, biarpun begitu wilayah tengah sudah penuh pedagang baru dan banyak kekuatan yang sudah hadir.


"Tidak heran jika lukisan mahakarya tingkat mahadewa mengundang banyak kekuatan besar untuk membelinya."


"Jelas, sudah jutaan tahun tingkat mahadewa tidak lagi ada, dan sekarang tiba-tiba pria misterius mampu melukisnya, siapa coba yang tidak terkejut..."


"Hah, tahu begitu aku yang berada didekatnya mengundang dia untuk melukis dirumahku."


"Dalam mimpimu, memangnya kamu sanggup membayar setingkat mahadewa... Hahaha"


Setiap obrolan dimana saja akan selalu membahas topik tentang pelukis itu, apalagi mereka yang berada di rumah makan selalu sibuk dengan banyak pertanyaan orang yang ingin tahu identitas 2 orang misterius itu.


Bu Wanmei dan Na Yu yang berada disuatu tempat tidak perduli dengan kehebohan yang mereka perbuat, Bu Wanmei yang selalu diikuti oleh Na Yu juga tidak keberatan biarpun Na Yu sangat cerewet dan banyak bicaranya.


"Bu, namamu jadi terkenal...hahaha"


"Bu.. Bu kamu itu" jawab Bu Wanmei yang cemberut jika selalu digoda Na Yu.


"Hahaha.... Lihat jika kamu cemberut, kamu sangat menarik, makanya kalau mau melakukan sesuatu dilihat dulu" Na Yu yang melihat penampilan Bu Wanmei ketawa terbahak-bahak walaupun Bu Wanmei memakai topeng.


"Aku sudah lihat, tapi dengan kehadiranmu pengelihatanku menjadi buram, tahu"


"Hahaha... Enak saja, kamu pikir aku menjadi obat anti hama"

__ADS_1


Kedua orang itu selalu bercanda walau Bu Wanmei tidak pernah tertawa maupun tersenyum, setiap tawa Na Yu membuat suasana menjadi ceria bahkan tumbuhan dan tanaman seakan-akan bersorak-sorai mendengarkan tawa itu.


Na Yu tidak pernah lelah selalu mengoda Bu Wanmei, bahkan jika Bu Wanmei diam saja Na Yu tetap selalu banyak bicara, dua orang ini seperti tutup dan botol saling melengkapi, seperti Yin dan Yang selalu menyeimbangkan alam.


"Aku tidak pernah bila kamu obat hama...huuff"


"Iya, aku tahu, tapi mana ada kecantikan seperti aku membuat mata pria menjadi buram... Hahaha. Kecuali kamu...hahaha"


"Awas... Ketawamu membuat binatang buas langsung tewas"


"Hahaha... Kampret... Mana ada binatang tewas gara-gara mendengarkan tawa...hahaha"


Na Yu terpingkal-pingkal mendengarkan perkataan Bu Wanmei yang selalu membuatnya ketawa terbahak-bahak, 3 hari mereka selalu bersama-sama dan hanya Na Yu saja yang ketawa tiada henti saat Bu Wanmei berbicara.


"Kamu banyak ketawa, bisa-bisa epilepsi tahu..."


"Hahaha... Sudah stop jangan bicara, tiap kamu bicara buat perutku sakit...hahaha"


"Memangnya aku obat sakit perut...huuff"


"Hahaha... Sudah stop stop hentikan bicaramu..."


"Hah, gadis ini... Baru kali ini ketemu gadis yang selalu ketawa... Apa mulutnya tidak melar" gerutu Bu Wanmei sambil bermain air disungai.


"Hahaha...sudah stop jangan bicara... Mana ada mulut melar gara-gara ketawa...hahaha"


Seketika Bu Wanmei diam dan tidak bicara, walaupun begitu bibir yang cemberut semakin membuat Na Yu menjadi gemas.


"Ayo kita ikut berpartisipasi dalam pelelangan lukisanmu" ajak Na Yu dengan antusias menarik-narik lengan kanan Bu Wanmei agar mau diajak.


"Hehehe... Orang terkenal menjadi perhatian itu wajar, pakai topeng ini saja agar tidak mudah dikenali" Na Yu memberikan topeng berwarna keemasan dan Bu Wanmei tahu topeng itu.


"Baiklah... Lagian aku juga tidak lagi sibuk" jawab Bu Wanmei dan menerima topeng dari Na Yu, dengan membalikkan tubuhnya Bu Wanmei mengganti topengnya, dan setelah selesai dia berbalik lagi dan berhadapan dengan Na Yu, walaupun wajah Na Yu sangat cantik itu tidak membuat Bu Wanmei terpesona seperti orang-orang yang melihat wajah Na Yu dengan pemujaan.


"Menghitung langkah kaki dibilang sibuk...hahaha. Kerjaan apa itu..."


"Daripada kamu kerjaan ketawa saja, apa tidak bengkak itu mulut...huuf. Menyebalkan." gerutu Bu Wanmei yang selalu saja digoda Na Yu.


"Hahaha... Kamu kalau bicara buat aku ketawa, tahu" jawab Na Yu dengan ketawa, lalu dia juga memakai topeng yang sama dengan Bu Wanmei, kemudian tubuhnya berputar-putar dengan sangat cepat dan tiba-tiba pakaian berubah menjadi sama seperti Bu Wanmei yang selalu berpakaian dengan warna putih.


Bu Wanmei yang semuanya ditiru hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, dan berjalan kearah Kekaisaran Zhongbu, dengan berlari dan mengejar Bu Wanmei, Na Yu yang tanpa malu langsung memeluk lengannya.


"Kamu apa tidak bisa berjalan sendiri, kayak koala saja."


"Enak saja, cantik-cantik dibilang koala...hahaha. Sedih rasanya jika orang tuaku tahu kamu menghinaku" jawab Na Yu dengan pura-pura cemberut.


"Paling-paling jika orang tuamu tahu kamu seperti ini, pasti akan dimasukan lagi kedalam perutnya"


"Hahaha... Kampret... Penghinaanmu menyakitkan...hahaha" sayangnya Na Yu yang pura-pura cemberut malah makin ketawa dengan perkataan Bu Wanmei.


Tanpa terasa mereka berdua berjalan melewati hutan yang lebat dan kini telah berada didepan pintu gerbang, mengetahui jika ada aturan dilarang penggunaan topeng dibenua dewa disaat pemeriksaan, Bu Wanmei dan Na Yu tiba-tiba menghilang dan sudah berada didalam ibukota Kekaisaran Zhongbu yang sangat megah.


Kemegahan ibukota Kekaisaran Zhongbu tidak menarik minat kedua orang itu yang selalu bergandengan tangan seperti pasangan kekasih yang baru menikah.


Setiap orang yang melihat pasangan itu hanya tersenyum saja melihat begitu mesranya mereka berdua, walaupun mereka berdua memakai topeng tidak ada teguran dari siapapun karena hari ini akan diadakan lelang yang dinantikan banyak orang.


Disetiap ada lelang sudah menjadi hal umum bagi orang kaya yang ikut didalam lelang memakai topeng, agar identitasnya tidak dikenali dan diburu sesama pesaing didalam lelang.

__ADS_1


Setelah sampai didepan gerbang pintu Paviliun matahari Bu Wanmei dan Na Yu dihadang oleh penjaga yang berseragam khusus prajurit elit Kekaisaran yang membantu keamanan tempat lelang.


Kemudian Na Yu menyerahkan sebuah kartu emas yang merupakan tamu VVIP yang paling dihormati, segera prajurit itu mempersilakan masuk dan kedua orang itu sudah disambut wanita dan mengantarkan mereka ke lantai 3.


"Tuan, jika perlu sesuatu Tuan bisa membunyikan lonceng dan kami akan segera datang" kata wanita itu yang bekerja sebagai penerima tamu penting.


"Baik, terima kasih" jawab Bu Wanmei dan melemparkan 1 batu mistik kepada wanita itu, wanita itu buru-buru menangkap kuatir jika apa yang dilemparkan itu sangat berharga, dan setelah ditangkap wanita itu terkejut melihat batu mistik yang dilemparkan seperti tidak berguna.


"Ambil, itu hasil kerja kerasmu" kata Bu Wanmei dan segera masuk dengan Na Yu tanpa menunggu wanita itu berkata.


"Terima kasih, Tuan dan nona muda"


Wanita itu sangat senang menerima tip dari Bu Wanmei, apalagi suara Bu Wanmei sangat menenangkan hatinya, segera wanita itu menutup pintu dan kembali ketempatnya untuk menerima tamu yang lainnya.


"Bu, lukisanmu benar-benar menarik banyak kekuatan besar..." kata Na Yu setelah duduk di sofa yang sangat nyaman, dia duduk tepat disebelah Bu Wanmei dan sepertinya tidak mau berjauhan bahkan hanya untuk sebentar saja.


"Bu.. Bu... Panggi aku Wan, oke"


"Hahaha, suruh siapa pakai nama Bu segala... Oke aku akan panggil Wan jika ingat"


"Huuff" Bu Wanmei mendegus kesal dan dia melihat kedepan ruang yang didepan ada kaca dan selambu berwarna merah tua sebagai penutupnya. Ruangan vvip sangat tertutup dan kerahasian privasi tamu selalu diutamakan.


Tiap dindingnya dibuat dari logam dan dilindungi sebuah formasi agar tidak mampu dilihat oleh kekuatan yang lebih tinggi seperti tingkat dewa absolute.


"Hebat, darimana Kekaisaran Zhongbu mendatangkan seorang ahli formasi tingkat Mahadewa..." gumam Excel yang telah memeriksa gedung lelang ini dengan kesadarannya.


"Entahlah... Mungkin saja ini peninggalan dari leluhurnya" jawab Na Yu walau Bu Wanmei tidak berbicara padanya.


Terlihat seorang wanita cantik berjalan menuju panggung ditengah pusat pelelangan, dengan memakai pakaian serba warna merah dan suara "klik klak" dari sepatunya mengalihkan perhatian semua tamu kepadanya.


Tubuhnya tinggi semampai, bibirnya diberi perona bibir dengan sangat tebal, matanya bulat agak sipit dan setiap gerakannya mampu mengundang birahi para pria hidung belang.


Bu Wanmei yang melihat terus kearah wanita berbaju merah itu membuat Na Yu mencubit lengannya, suara "aduh" segera keluar dari mulut Bu Wanmei.


"Sakit tahu" kata Bu Wanmei yang pura-pura kesakitan.


"Apa dia lebih cantik dari aku hingga kamu menatapnya penuh minat?" tanya Na Yu dengan nada cemburu dan melotot kearah Bu Wanmei.


"Hah, kamu...aku tidak berminat pada wanita itu, aku hanya berminat pada racun yang dikeluarkan sesaat lalu tanpa dia sadari"


"Apa..." Na Yu kaget dan menatap wanita berbaju merah itu, setelah melihatnya akhirnya Na Yu mengerti kenapa Bu Wanmei penuh minat terhadap wanita itu.


"Kamu cukup jeli juga cara pandangmu, dia memiliki tubuh bawaan racun...hehehe. Beruntung kita menemukannya disini" kata Na Yu yang tersenyum senang mengetahui wanita itu memiliki tubuh khusus yang sangat langka, jika dibina tubuh itu akan menjadi senjata yang mematikan sekaligus obat untuk segala racun.


Tetapi, jika banyak kekuatan yang tahu dia memiliki tubuh bawaan racun belum tentu dia berdiri di atas panggung, bisa dipastikan wanita itu mampu menyembunyikan tubuh bawaan racun dengan sangat baik.


"Apa kamu tertarik dengan sesama jenis?" goda Bu Wanmei kepada Na Yu.


"Enak saja, aku masih normal tahu"


"Apa benar kamu normal...hahaha. Aku tidak percaya." tawa Bu Wanmei membuat Na Yu diam membeku saat melihat ketawa itu begitu alami dan indah dipandang, selama dua hari bersamanya dia tidak pernah melihat senyum atau ketawanya, melihat tatapan Na Yu seketika Bu Wanmei diam dan kembali melihat kebawah tempat wanita itu.


"Selamat datang tamu yang terhormat di Paviliun matahari, perkenalan namaku Li Ling. Langsung saja kita membuka lelang ini, lelang kali ini akan dibagi menjadi 3 tahap lelang rendah, menengah dan atas, dan diawal kita akan menampilkan lelang barang terendah dulu..."


Setelah pembukaan dan perkenalan singkat selesai, muncul wanita muda membawa sebuah gerobak kecil dan mendorongnya ditengah panggung didepan Li Ling, gerobak itu ditutupi kain putih agar tampak misterius, setelah dibuka terlihat sebuah gelang berwarna emas yang terlihat biasa.


"Perkenalkan barang lelang pertama, seperti yang kalian lihat ini adalah gelang pertahanan alat pelindung tingkat surga mampu menahan serangan kultivator tingkat kaisar dewa semesta, harga awal 500 batu mistik setiap kenaikan minimal 10 batu mistik" setelah Li Ling memperkenalkan barang pertama ruang lelang segera menjadi ricuh karena artefak jenis pelindung tingkat surga sudah jarang terlihat dibenua dewa.

__ADS_1


__ADS_2