
Chapter 61 Kota Song
Awal berniat menemuhi Ratu dari Kekaisaran Zhou tertunda saat melihat hutan Pinus yang lebat, saat itu ada lima orang yang memasuki hutan terdalam saat mereka sedang mengobrol yang tanpa mereka sadari telah terkepung dengan banyaknya kawanan binatang.
[Tuan, jangan lupa rencana Tuan membuat pasukan binatang]
"Ha-ha-ha, Yuke kamu memang isteri yang bisa diandalkan" balas Excel pada Yuke yang sudah dianggap isterinya, dia memang lupa akan keinginannya membentuk sebuah pasukan binatang buas
[Terima kasih suami. Aku akan selalu menjadi pengingat, Tuan]
"Kenapa kamu masih memanggil dengan sebutan tuan, apa tidak bisa diubah, sayang?"
[Tidak bisa, Tuan. Ini sudah ketentuan yang di tetapkan Ratu walau aku sudah menjadi isteri, Tuan]
"Hah, baiklah, jika itu sudah keputusan Ratuku" jawab Excel yang sedikit mendesah, bagi dia itu terasa aneh jika suami dipanggil Tuan juga.
"Apa kalian sudah bisa bergerak?" tanya Excel yang tadi terlalu berlebihan saat memberikan sesi hukuman tongkat naga saktinya.
"Suami, kamu terlalu ganas" jawab Shu Eu-Meh yang tidak bisa melawan lama, hanya bisa bertahan selama 20 menit, dengan wajah cemberut dan malu.
"Kamu telah merusak apa yang kami jaga selama ini" balas Xiao Chun yang juga sudah memakai pakaian yang tadi dilepas tanpa dia sadari karena terlalu bernafsunya Xiao Chun.
'Ha-ha-ha, maaf. Jujur saja aku sudah memiliki isteri 1268 yang juga tidak mampu melawan ku seperti kalian, tapi aku selalu memberlakukan secara adil dan merata.
Jadi kalian juga akan menerima segel keluarga besarku yang akan memberikan kekuatan hingga 4 tingkat, Setelah kalian menerima segelku kalian akan berada pada tingkat Saint dan akan mengalami Kesengsaraan Surgawi.
Jadi jangan kuatir juga, aku akan menjadi wali kalian untuk melindungi saat kalian menerima Kesengsaraan Surgawi, sekarang kalian masuk ke dunia jiwaku, agar kalian bisa menerobos tanpa terganggu." kata Excel yang berbicara panjang lebar pada kedua isteri barunya.
"Terima kasih, suami" balas mereka berdua yang senang Excel menerima mereka dan juga ini baru pertemuan pertama yang membahagiakan.
Setelah berbicara panjang lebar dan mengirim mereka ke dunia jiwa, Excel menghilangkan Formasi pelindung pengelihatan yang menutup dia dan suara mereka.
"Apa kalian sudah memperkuat pondasi setelah terobosan?" tanya Excel pada panther hitam yang kini sudah menjadi pasukannya.
"Kami semua sudah menyetabilkan pondasi kami, Tuan" jawab panther hitam yang sangat gembira, kini dia sudah menjadi binatang tingkat iblis yang dia inginkan sejak Kultivasinya mengalami kemacetan.
"Bagus, tugas pertama, kalian masuk kedalam pagoda milikku dan siksa Kaisar Zhou dan Kaisar Wei yang berada didalamnya, aku menangkap mereka dan kekuatannya sudah aku segel, apa kalian mengerti?" perintah Excel pada semua pasukan binatang yang berjumlah 60 binatang buas termasuk panther hitam.
Panther hitam dan anak buah sungguh terkejut saat Excel berkata jika sudah menangkap Kaisar Zhou yang merupakan penguasa benua barat yang mereka tempati, panther hitam mengenali sosok yang dia benci termasuk kaisar Wei yang pernah membunuh pasangannya.
"Ha-ha-ha, terima kasih tuan, aku sudah lama ingin membalaskan dendam ku pada kedua Kaisar itu, karena telah membunuh isteri ku dan anak-anak ku termasuk banyak anak buahku yang mati ditangan mereka." balas panther hitam dengan ketawa marah.
"Ha-ha-ha, cocok kalau begitu. Segera masuk kalian semua, dan siksa mereka berdua tanpa harus membunuhnya, kalian akan aman saat berada didalam pagoda ku" dengan segera Excel mengeluarkan artefak pagoda penyiksaan dihadapan mereka, saat pagoda terbuka sudah terlihat dua orang paruh baya dengan wajah jelek tampak seram menahan amarah.
"Bajingan, lepaskan kami. Jika tidak? kamu dan semua orang yang kamu kenal akan mati" teriakan Kaisar Wei yang marah saat Excel membuka pintu pagoda miliknya.
"Aku bersumpah, akan membinasakan kamu dan seluruh keturunanmu" sumpah serapah keluar dari mulut kaisar Zhou pada Excel.
"Segera masuk"
"Baik, Tuan"
Aaaaahhh
Aaaaahhh
Teriakan demi teriakan terdengar didalam pagoda penyiksaan, saat pasukan binatang menyiksa tanpa ampun.
"Ha-ha-ha kamu dulu membunuh isteri ku, ini balasnya..."
Aaaaahhh
Excel hanya menggelengkan kepalanya dan melangkah menuju ke kota Song setelah menyimpan pagoda penyiksaan didalam Dunia jiwanya.
"Biaya masuk 50 perak"
"Hah, bukannya kemarin hanya 40 perak, kenapa sekarang naik 10...hah" tanya seorang pria yang protes saat biaya masuk kekota Song naik.
"Jika kamu tidak mampu bayar lebih baik menyingkir dari antrian, lihat dibelakangmu..." bentak prajurit penjaga kota yang sudah tidak sabar dengan protesnya.
"Kota ini sudah tidak cocok dijadikan bisnis lagi, jangan-jangan besok biaya masuk naik lagi"
Tap tap tap
Dari dalam kota keluar kereta kuda yang berisi banyak barang dan berberapa orang didalamnya dan diikuti banyak orang dibelakangnya, melihatnya seperti akan pindah kota, karena penasaran seorang yang sedang antri bertanya pada orang yang berada didepan kereta kuda.
"Senior, kalian hendak pergi kemana?" tanyanya pada pria paruh baya yang berjalan didepan kereta kuda.
"Saudaraku, aku akan pindah dari kota ini karena biaya hidup terlalu mahal dan usahaku juga bisa bangkrut jika bertahan disini, pajak terus naik dengan gila bahkan aku sudah tidak mampu membayarnya." jawab senior itu dengan jujur.
"Lalu pindah kemana kalian?"
__ADS_1
"Kami akan pindah di kota baru diwilayah zona bebas, disana berdiri kota yang sangat megah dan lebih hebat dari Kekaisaran.
Apalagi jika kita menetap sebagai penduduk kota, kita akan dibebaskan dari pajak, tiap bulan juga kita menerima pil yang bisa meningkatkan Kultivasi kita dan masih banyak keuntungan jika kita menjadi warga kota Phoniex" jawabnya dengan lancar, ada kerinduan dimana kedamaian yang selalu dia inginkan saat senyumannya terlihat mata.
"Apaa.... benarkah?"
"Mana ada kebijakan kota seperti itu?"
Banyak seruan tidak percaya saat senior itu bercerita tentang kota baru di wilayah zona bebas, banyak komentar yang tidak yakin atau percaya dengan cerita itu.
"Jika kalian tidak percaya, lihat batu giok perekam ini yang baru aku dapatkan kemarin yang disebar seseorang..." melihat dan mendengar banyak orang yang mulai berkerumun, senior itu mengeluarkan giok perekam dan membungkusnya dengan kertas formasi.
Giok perekam itu menampilkan sebuah layar yang bisa dilihat banyak orang, bahkan penjaga yang ingin mencegah senior itu jadi terhenti saat ada aura yang menekan 3 penjaga gerbang kota Song tanpa bisa bergerak maupun berbicara.
Wajah tampan dan aksi heroik terlihat di layar itu, bangunan yang megah dan Kokok terlihat jelas dimata mereka, apalagi terlihat seorang pria dan pasukan wanita melawan banyak pasukan dari Kekaisaran Zhou.
"Hebat sekali pria itu"
"Iya, dan diantara pasukan wanita terlihat Putri Zhou Mei, Putri Ling Xuan dan Putri Li Que..."
"Kamu salah lihat, lihat sepuluh kecantikan benua venus berada disisi pria tampan itu..."
"Hah, kamu benar aku salah lihat...ha-ha-ha"
"Coba lihat bangunan itu...ya ampun besar sekali..."
"Diam, Pria itu berbicara..."
Semua berkomentar dengan liar tanpa berkedip saat melihat layar pada batu giok perekam, melihat banyak bangunan, melihat aksi heroik melawan pasukan dan itu semua membuat semua orang yang melihat hanya bisa mengangah mulutnya.
"Lalu apa keuntungan bagi kota?"
"Entahlah, dia tidak bicara dengan detailnya jika kita menetap dikota Phoniex?"
"Apa ini hanya tipuan?"
"Tidak mungkin itu tipuan, kalian lihat ada Kaisar Ling dan Kaisar Li beserta banyak orang yang terkenal termasuk 10 kecantikan benua Venus menjadi isterinya"
Semua orang masih dilema sesudah melihat giok perekam, ada juga yang lebih pintar menganalisa setelah melihat bukti rekaman.
"Kalian akan menerima kewajiban sebagai warga kota Phoniex, yang sudah disiapkan oleh Paviliun Bunga Mentari" tiba-tiba suara pria muda berbicara ditengah kerumunan, seketika mata semua orang melihat pria itu.
"Ya Dewa tampan sekali"
"Pahlawan muda ada disini...ha-ha-ha"
"Suatu keberuntungan bisa bertemu idola kita"
"Lihat ada jenius Xiao Chun dan Shu Eu-Meh disampingnya..!!"
Lagi-lagi Excel membuat heboh didepan gerbang kota Song selain di zona bebas, semua orang seperti melihat mangsa yang membuat mereka kelaparan.
"Tampan jadikan aku istrimu"
"Pahlawan muda apa kamu tidak ingin isteri lagi...?"
"Tuan muda, aku minta tanda tanganmu?
Xiao Chun dan Shu Eu-Meh yang melihat begitu besar antusias semua orang pada suami mereka, segera maju kedepan dan melindungi Excel dengan perisai pelindung, agar suaminya tidak ternodai tangan mereka, bahkan semua wanita yang juga berada dikerumunan ingin menerjang dan memeluknya tanpa peduli dengan suami atau keadaan sekitarnya.
"Semuanya tenang" ucap Excel pada semua orang.
"Sayangku aku mencintaimu"
"Paman jadikan aku muridmu"
"Menantu hamili anakku"
Suara Excel sudah tidak mampu meredam antusias penduduk kota Song dan banyak pengunjung kota saling berebut mendekati Excel, kekacauan semakin tidak terkendali saat penduduk kota yang berada didalam keluar saat mendengar keributan diluar gerbang kota.
"Aiyooo, apa aku setenar ini...?" ucap Excel yang tidak harus berbuat apa saat melihat kekacauan yang dia buat, dengan segera Excel memeluk pinggang Xiao Chun dan Shu Eu-Meh dan melayang diudara.
"Semua tenang"
Semua orang akhirnya menjadi jinak dan tidak beringas lagi saat Excel diluar jangkauan tangan-tangan yang akan menodai tubuhnya ketika Excel melayang diudara.
"Kalian jika ingin mendaftarkan diri sebagai warga kota Phoniex, kalian bisa menuju zona bebas" kata Excel pada kerumunan dibawahnya.
"Bagaimana jika aku mendaftar sebagai isteri?" jawab seorang wanita janda dengan usia 36 tahun, dengan dada yang besar, pantat yang membuat tongkat bergerak-gerak, wajah putih dan terlihat masih berusia 20 tahunan, Excel yang melihatnya hanya bisa menelan salivanya.
"Aduuuh" teriak Excel saat tangan Xiao Chun dan Shu Eu-Meh mencubit pinggangnya karena cemburu.
__ADS_1
"Ha-ha-ha"
Suara tawa semua orang saat melihat wajah Excel yang kesakitan, mana ada orang yang kuat, ganas dan kejam takut sama wanitanya?
"Untuk mereka yang ingin menjadi isteri ku dan murid ku bisa mendaftar juga di Paviliun Bunga Mentari dan kalian bisa tunggu saya di kota Phoniex."
"Horeeee
"Terima kasih suamiku"
"Ahhh, sayangnya aku bukan wanita"
"Tidak apa-apa, kita masih bisa menjadi saudaranya"
"Kita juga bisa menjadi keluarga besar"
Semua orang senang dengan keramahan pemimpin kota Phoniex, tetapi disaat semua orang sedang bergembira, terlihat seorang pria paruh baya membawa banyak prajurit kota menuju ketempat dimana Excel berada.
"Maaf, Tuan Muda. Karena tidak mengetahui kedatangan anda. Perkenalkan aku pemimpin kota Song"
"Tidak masalah, senior. Aku Excel pemimpin zona bebas" balas Excel pada pemimpin kota Song.
"Tuan muda, mari kita ketempat balai kota" pintanya yang ingin berbicara lebih nyaman dari pada di luar yang banyak orang sedang mengerumuni Excel.
"Mari" jawab Excel yang turun bersama kedua istrinya dan berjalan di belakang pemimpin kota.
"Pemimpin kota, kenapa banyak penduduk mengeluh aturan kita ini?" tanya Excel saat sudah berada di dalam balai kota.
"Haah, ini semua perintah dari Kaisar Zhou yang diwakili putranya Zhou Zhong" jawabnya dengan mendesah.
"Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi pangeran menginginkan Putriku Xiao Chun, untung saja Tuan muda sudah menjadikan anakku isteri... Ha-ha-ha"
"Haaah, jadi Xiao Chun adalah Putrimu...hahaha pantas saja aura kalian hampir sama" balas Excel sambil melihat isterinya Xiao Chun yang menundukkan kepala karena malu.
"Benar, dia Putriku yang ketiga, tidak pernah dia jatuh cinta pada orang lain, lihat wajahnya...ha-ha-ha" kata ayah Xiao Chun yang mengoda Putrinya yang kini semakin malu
"Karena kamu adalah ayah mertuaku..." tiba-tiba Excel melemparkan cincin dimensi yang berisi banyak pil, senjata, kapal angkasa tingkat langit dan juga platinum didalamnya.
"I-ini mustahil..." saat melihat isinya ayah Xiao Chun sangat kaget hingga tidak bisa melanjutkan perkataannya.
"Jangan kaget seperti itu, itu hanya pil biasa dan tidak berguna bagiku, aku ingin ayah mertua menjadi lebih kuat. Lihat anakmu...?" balas Excel dengan santai, membuat orang terkejut sudah biasa baginya.
"Apaaaa... Bagaimana mungkin sudah berada di puncak Saint" kata ayah Xiao Chun yang berteriak karena terkejut lagi, padahal baru tadi pagi meninggalkan rumah masih di tingkat kaisar dan saat ini sudah ditingkat Saint...
"Ha-ha-ha, ayah mertua lihat tampangmu? Bisa-bisa balai kota ini kamu lahap...ha-ha-ha" kata Excel yang ketawa melihat raut wajah ayah mertuanya.
"Ha-ha-ha" Xiao Chun dan Shu Eu-Meh juga ikut ketawa melihat ayah dan pamannya terlihat melebarkan mulutnya.
"He-he-he, aku hanya terkejut. bocah kita belum lama ketemu sudah buat aku hampir jantungan apalagi nanti" balas yah Xiao dengan malu dan menggaruk-garuk kepalanya walau tidak gatal.
"Baiklah, aku akan menemuhi Ratu Kekaisaran Zhou" kata Excel yang ingin segera membereskan masalah dari Kaisar Zhou.
"Jangan gegabah, Nak. Tidak mudah menemui Ratu apalagi ada Kaisar Zhou yang mengawasi"
"Apa ini..."
Deenng
Suara benturan logam dengan ubin terdengar, terlihat pagoda hitam didepan semua orang yang berada didalam balai kota, Excel sengaja mengecilkan bentuk pagoda agar tidak merusak bangunan.
Terlihat didalam pagoda dua Kaisar Zhou dan Kaisar Wei sedang disiksa panther hitam dan anak buahnya, semua orang semakin terkejut dengan pertunjukan yang berikan.
"Aaaahh...binatang menjauh dariku..."
"Aku akan mencincangmu dan membuang daging....aaaahh"
Siksaan demi siksaan menyayat hati yang melihat Kaisar Zhou dan Kaisar Wei dicabik-cabik binatang didalam pagoda penyiksaan milik Excel.
"Ini pembalasan untuk anakku yang telah kau bunuh, bajingan" kata panther hitam yang masih marah dan dendam pada dua orang yang dia siksa dengan sadis.
"Aaaahh... Binatang sial kamu, sial sungguh sial"
"Haa, itulah mereka sudah aku kurung didalam pagoda, jadi ayah mertua tidak perlu kuatir lagi. Pimpin kota ini dengan adil dan bijaksana, ayah" ucap Excel pada semua orang yang masih melihat siksaan yang dilakukan binatang buas.
Buuushh
"Baiklah, aku akan pergi sekarang, dan terima kasih sudah mengizinkan putrimu untuk mengikuti ku, ayah" lanjutnya dengan menyimpan pagoda didunia jiwa tanpa mereka lihat dimana tersimpannya pagoda itu.
"Kamu jaga baik-baik anakku. Dan aku akan ingat pesanmu, Nak" jawab ayah Xiao yang terlihat sedih akan berpisah dengan putri dan menantunya.
"Ayah bisa datang kekota Phoniex jika ingin bertemu putrimu dan aku, karena mungkin dalam berberapa bulan lagi aku akan naik." balas Excel yang juga sedih melihat perpisahan keluarga, tapi namanya kehidupan tidak ada kepastian, semua akan berubah tanpa bisa kita hindari.
__ADS_1