
Chapter 51 *Pergi ke Desa Jiang*
Seperti yang sudah diprediksi Excel, jika Kekaisaran Zhou saat ini disibukan dengan racun hati yang Excel sembunyikan didalam Element Es-nya, banyak tabib Kekaisaran Zhou berusaha menyelamatkan para jendral dan prajurit yang terkena racun hati.
Bahkan Sekte Racun hitam juga ikut campur tangan membantu menangani racun hati itu, tidak sedikit prajurit yang tingkat Kultivasinya rendah terlihat mulai membeku di bagian anggota tubuhnya, terutama di bagian dadanya terlihat kristal putih mulai menutupi bagian itu.
Seperti namanya racun hati, maka yang diserang terlebih dahulu adalah bagian hatinya, jika tidak segera diatasi maka sudah dipastikan akan menjadi mayat yang membeku.
Kaisar Zhou yang mengetahui jika jendral dan prajurit terkena racun hati sangat marah, bahkan tidak habis-habisnya dia mengutuk Excel bocah nakal yang licik itu.
"Bajingn licik, bangsat... Berani-beraninya diam-diam mempermainkan aku...haaaa" bagaimana kaisar Zhou tidak marah-marah, seharusnya dia yang meracuni Excel dan dibuat tunduk dan bukan sebaliknya.
Tiap suara teriakan kemarahan diperkemah terdengar diseluruh telinga pasukan Kekaisaran Zhou, semua orang juga ikut geram dan marah telah dipermainkan bocah nakal itu.
"Ya-Yang Mulia, tahan amarahmu" ucapan Permaisuri yang takut jika amarah Kaisar Zhou berimbas padanya, saat Permaisuri berkata sedikit terbatah-batah.
"Bagaimana aku tidak marah melihat jendral ku semua diracuni. Tabib apa bisa segera dengan cepat disembuhkan" ucapan Kaisar Zhou dengan nada yang keras.
"Maaf, Yang Mulia. Racun hati bisa disembuhkan, tapi butuh waktu paling cepat tujuh hari dan paling lambat empat belas hari, Yang Mulia" jawab kepala tabib yang memberikan hasil evaluasi dari pemeriksaannya, tabib tidak takut jika Kaisar akan melukainya, karena seorang tabib sangat disegani disemua Kekaisaran.
Sama seperti profesi Alchemist yang selalu disegani dan dihormati, kemampuan mereka sangat dibutuhkan untuk meningkatkankan kekuatan tiap kultivator.
Karena itu profesi Alchemist selalu menjadi peringkat pertama dalam pekerjaan, dimana-mana seorang Alchemist selalu berada diatas status bangsawan, bahkan seorang Kaisar harus memberi hormat padanya.
Demikian juga tabib, selain bisa mengobati seorang tabib juga bisa membuat obat untuk pasiennya, dan karena kemampuan itu seorang tabib juga disegani dan dihormati, walau peringkatnya dibawah Alchemist.
"Apa tidak bisa lebih cepat, tabib. Jika terlalu lama maka aku akan dipermalukan Kaisar Wei" tanya Kaisar Zhou yang tidak ingin kaisar Wei tahu saat dia datang ke zona bebas.
"Maaf, Yang Mulia. Saya akan berusaha sebaik mungkin, saya akan usahakan dalam empat hari bisa menyembuhkan, setidaknya 80% kondisi mereka akan pulih, Yang Mulia." jawaban kepala tabib Kekaisaran sedikit meredakan amarahnya, walau dia sendiri masih belum puas dengan hasilnya.
"Haaa, baiklah, jika begitu aku percayakan pada kalian"
"Patriack, menurutmu bagaimana kamu menangani racun hati ini, apa kamu bisa lebih cepat empat hari?" tanya kaisar Zhou yang masih belum puas akan kesimpulan dari tabib mengenai racun hati pada Patriack racun hitam.
"Maaf, Yang Mulia. Evaluasi saya juga sama dengan kepala tabib istana."
"Haah, sudahlah mau bagaimana lagi. Bocah itu aku akan membunuhnya, sejak aku menjadi Kaisar tidak pernah dipermainkan seperti ini" gumam Kaisar Zhou yang sudah frustasi karena perbuatan Excel.
"Saudara Zheng, menurutmu apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya Kaisar pada menteri pertahanan.
"Yang Mulia, lebih baik kita menunggu bala bantuan dari Kekaisaran Wei, mereka juga memiliki ahli Formasi tingkat Raja puncak baru-baru ini dan juga ada leluhur Wei yang masih memiliki banyak senjata aneh ditangannya, Yang Mulia" jawaban dari menteri pertahanan membuat Kaisar menjadi sedikit lebih tenang, hanya leluhur Wei yang bisa membantu dalam situasi seperti ini.
"Haaheem, baiklah saudara Zheng, untuk saat ini kita fokus pada racun hati dulu. Kapan Kaisar Wei tiba?"
"Mengerti, Yang Mulia. Diperkirakan dalam tujuh hari mereka akan tiba dengan dua belas juta pasukannya, Yang Mulia."
"Ha-ha-ha, berita ini yang aku tunggu, tidak mungkin kota kecil itu mampu melawan jutaan pasukan ku dan pasukan Kekaisaran Wei... Ha-ha-ha" setelah mendengar laporan menteri pertahanan Kaisar Zhou merasa senang, karena memiliki pasukan yang begitu banyak sangat menguntungkan.
Keesokan harinya cuaca begitu cerah, langit biru terlihat bersih, tidak seperti hari kemarin yang suram dan menakutkan semua orang, bahkan binatang buas menjauh dari zona bebas.
"Paman, bangun sudah siang." suara gadis kecil terdengar saat membangunkan pamannya.
"Bibi sudah menyiapkan makanan, Paman. Cepat bangun..." merasa paman nya tidak bangun-bangun gadis kecil itu mencabut bulu hidung yang bermekaran di hidung pamannya.
"Aduuuh, sakit tahu...! siapa yang cabut bulu hidung ku" ucapan Paman gadis itu yang sedikit kesal telah membuyarkan mimpi indahnya dengan menggosok hidung yang gatal dan sedikit sakit.
"Ha-ha-ha, makanya bangun Paman"
__ADS_1
"Hoaamm, feng'er bilang bibi, Paman mandi dulu, ya" kata Excel yang sedikit malas bangun.
"Oke, Paman" ucap Qiaofeng dengan mengangkat jarinya yang berbentuk angka nol, kemudian Qiaofeng pergi dengan berlari.
"Haah, menikmati hari seperti ini juga tidak baik, saatnya aku Kekaisaran Ling, semoga saja ketemu gadis cantik...hehehe" gumam Excel yang ingin berpetualang berburu isteri baru di Kekaisaran Ling.
Setelah makan bersama-sama wanitanya, Excel ingin segera pergi Kekaisaran Ling bersama ayah mertuanya yang sekaligus Kaisar benua Utara.
"Aku mau berkunjung di benua Utara bersama ayah mertua dengan kapal pribadiku, jika kalian ingin keluar silakan." kunjungan Excel membuat semua wanitanya gembira, mereka ingin berbelanja di Kekaisaran Ling yang terkenal dengan pakaian yang indah bagi wanita.
"Suami, aku ingin membeli baju baru, lihat sudah terlihat kusam" kata Zhou Mei pada suaminya.
"Lihat punya ku juga, sudah hampir sobek" jawab Hu Ru Ming yang tidak mau kalah.
"Paman, lihat, lihat dengan jelas baju ku kekecilan" sekali lagi gadis kecil biang kerok tidak mau kalah juga.
"Sayang, aku sudah berbulan-bulan tidak beli baju"
"Suamiku tercinta, baju ku selalu kamu robek tiap malam, kamu harus tanggung jawab"
Excel yang mendengarnya langsung pecah kupingnya, kepala tertimbun tembok raksasa, tiap ocehan wanitanya tidak ada habis-habisnya.
"Oke, oke, nanti kalian semua beli sepuasnya, ini bagi 10 juta platinum untuk 1.265 isteriku dan Qiaofeng" ucapan Excel sambil memijat keningnya, setelah mengeluarkan mata uang jenis platinum, agar semua burung berkicau berhenti.
1 platinum senilai 10.000 koin emas, 1 koin emas setara 1000 koin perak, 1 koin perak senilai 100 koin Perunggu, emas dan perak merupakan mata uang umum yang digunakan sehari-hari dibenua Venus.
Sedangkan platinum hanya dimiliki keluarga Kekaisaran, bangsawan dan keluarga besar, mereka rata-rata memiliki bisnis yang besar, dan mata uang platinum sebagai alat pembayarannya.
Semua wanitanya juga kaget melihat begitu banyak platinum di depan mata mereka, bahkan banyak wanitanya belum pernah melihat platinum yang menumpuk seperti gunung.
Bahkan mereka lupa siapa yang telah memberikan platinum ini, Excel yang melihat mereka masih diam dan melihat tumpukan platinum segera pergi keluar dari dunia jiwa.
Wuuuuussshh
"Hari yang indah dikota kecilku ini" gumam Excel yang melihat kotanya begitu damai dan udara yang segar, kepadatan energi Qi disini sudah bisa dikatakan gila dan tidak ada dibenua Venus, kecuali benua tengah yang belum di jelajahi Excel.
"Semoga saja setelah aku naik ke alam yang lebih tinggi, kota ini selalu damai dan bahagia." Excel melangkah pergi menuju Paviliun Bunga Mentari, disepanjang jalan Excel selalu di sapa semua penduduk kota Phoniex.
"Pemimpin" komandan Ceng Fu menyapa Excel saat melihatnya berjalan sendirian dan dengan senyum khasnya.
"Pagi, komandan. Bagaimana situasinya sekarang? Apa ada pergerakan dari mereka?" tanya Excel yang saat melihat Ceng Fu yang sudah ada disebelahnya, Ceng Fu selalu sigap dalam setiap dia bertugas.
"Selamat pagi juga pemimpin. Situasi saat ini masih aman, informasi dari mata-mata kita mereka sibuk menangani racun hati sesuai dengan prediksi pemimpin." jawab Ceng Fu setelah ditanya Excel.
"Baik kalau begitu, khususkan untuk memilih mata-mata yang terbaik, nanti setelah aku selesai berkunjung dari Kekaisaran Ling dan Li aku akan beri skill bayangan termasuk kamu" ucapan Excel membuat Ceng Fu sangat senang, pasalnya apapun yang diberikan pemimpinnya pasti yang terbaik.
"Terima kasih, pemimpin. Dan juga ada kabar baik, kaisar Ling dan kaisar Li memberikan sepuluh ribu pasukannya untuk kota Phoniex, pemimpin.
Dan pasukan baru kita sangat senang bergabung dengan kota kita, bahkan membuat pasukan yang lain juga ingin bergabung dengan kita" laporan dari Ceng Fu setelah dia berterima kasih.
"Ha-ha-ha, sangat baik. pill kultivasi ini hadiah buat pasukanmu dan pasukan yang baru bergabung, kamu bagikan secara merata, didalamnya ada ratusan ribu botol giok, tiap giok berisi 10 pil tingkat Mortal dan senjata tingkat langit." Excel begitu senang dengan hadiah dari ayah mertuanya, karena itu Excel tidak ragu-ragu memberikan sumber daya yang sangat besar.
"Pe-pemimpin, i-ini terlalu banyak dan..." ucapan Ceng Fu yang gemetaran saat menerima cincin tingkat menengah dengan isi yang fantastis, karena itu Ceng Fu tergagap karena sangat terkejut dengan isi didalam cincin dimensi.
"Sudah ambil saja untuk kesejahteraan pasukan kota Phoniex, dan juga kamu harus latih mereka. Jika ada keluarga mereka yang ingin menetap kamu bisa bicara pada Paman Xue Cing dan Xue Mu, agar Paman bisa mengawal dengan transportasi kota Phoniex."
"Ha-ha-ha, terima kasih pemimpin, aku juga akan jemput keluargaku dan menetap disini, banyak keluarga dari pasukan juga ingin menetap, pemimpin"
__ADS_1
"Ha-ha-ha, aku juga ikut senang Ceng Fu, semakin banyak penduduk dikota semakin cepat perkembangannya. Kamu atur jadwal penjemputannya tapi setelah semua musuh pergi dari zona bebas. Setelah tujuh hari aku akan membereskan mereka si penganggu itu"
"Baik, pemimpin. Saya undur diri dulu...ha-ha-ha" dengan ketawa senang Ceng Fu berbalik menuju asrama militer dan memberikan kabar baik dari pemimpinnya.
Excel yang melihat Ceng Fu hanya menggelengkan kepala saja, Excel sendiri juga ikut senang jika kotanya semakin ramai, tanpa terasa Excel telah sampai di pintu masuk Paviliun Bunga Mentari.
"Selamat datang Tuan muda" sapa seorang penjaga pintu saat tahu Excel berkunjung di kamar dagang.
"Selamat datang, Tuan muda" seorang wanita pelayan menyapa Excel yang berjalan dan melihat-lihat isi panjang di lantai 1.
"Bagaimana, kamu betah disini dan dimana Paman Xue Tong" tanya Excel pada pelayan toko dengan senyum yang mampu membuat mimisan wanita manapun.
"Sa-saya sangat betah disini, Tuan. Dan pemimpin Tong berada diatas. Saya akan panggilkan dulu, tuan muda" jawab pelayan yang gugup saat melihat wajah tampan dan senyum menawan.
"Tidak perlu, santai saja dan jangan terlalu formal, aku hanya melihat saja disini" balas Excel yang berjalan pelan dan melihat isi lemari kaca, Excel hanya ingin memastikan sudah lengkap apa belum Paviliun Bunga Mentari miliknya.
Pelayan itu terus mengikuti Excel dari belakang, ingin melayani Excel sebaik mungkin dan juga ingin bertanya tapi takut jika Excel marah dan menolak keinginannya.
"Bagus, sudah lengkap semua, ayo kita naik ke lantai 2" ajak Excel pada pelayan itu, hingga membuat pelayan itu salah tingkah dan jantungnya berdetak kencang.
"Ba-baik, Tuan muda."
"Kamu jika ada keinginan kata saja, dan jangan terlalu takut" ucapan Excel yang membuat pelayan itu kaget karena Excel tahu apa yang dipikirkannya.
"Tu-tuan, maaf saya lancang, ap-apa.."
"Boleh, kamu ajak semua keluargamu menetap disini" sebelum pelayan itu menyelesaikan perkataanya langsung dipotong oleh Excel, lagi-lagi pelayan itu terkejut jika pikirannya bisa dibaca Tuan muda didepannya.
"B-be-benarkah tuan muda.? Tapi didesa ku banyak bandit, Tuan muda" tanya pelayan yang masih gugup dan tidak percaya apa yang dikatakan Excel padanya, dia juga takut jika mengajak keluarganya kesini akan ada masalah saat diperjalanan.
"Benar, dan kamu jangan kuatir dengan bandit itu..."
"Pemimpin, saya tidak tahu jika pemimpin datang, maafkan saya" ayah Xue Rong dan Xue Long meminta maaf saat dia tidak tahu jika Excel berkunjung di Paviliun Bunga Mentari.
"Ha-ha-ha, ayah mertua jangan terlalu formal, aku kesini hanya melihat-lihat saja, dan lagi jangan panggil aku pemimpin, aku sekarang juga anakmu" jawab Excel yang tahu jika ayah mertuanya merasa bersalah tidak menyambut kedatangan Excel.
"Baiklah, nak. Apa ada yang kurang dengan pengaturan kami, nak?" tanya ayah Xue pada Excel.
"Tidak ayah, aku hanya ingin mengajak pelayan ini untuk menjemput keluarganya, sekalian aku musnahkan bandit didesanya, lagian sudah gatal tanganku...ha-ha-ha" jawab Excel yang gembira dia akan berolahraga lagi.
"Haaheem, dasar maniak berkelahi...ha-ha-ha, baiklah terserah kamu, nak."
"Dan sampaikan pada ayah Li dan Ling untuk menunggu ku, setelah aku membereskan semut-semut didesa pelayan ini, segera kita ke benua Utara."
"Baiklah, kami juga harus hati-hati" pinta ayah Xue pada Excel.
"Beres, ayah. Pelayan siapa namamu dan dimana desamu" tanya Excel pada pelayan itu.
"Namaku Ai Hua, dan nama desa ku Jiang dibenua Selatan, Tuan muda" jawab Ai Hua yang sudah tidak gugup lagi saat berbicara, kemudian Excel menutup mata dan melihat Map di sistemnya.
"Ayah, aku pergi dulu ke desa Jiang" kata Excel setelah membuka mata dan pamit pada ayah Xue, dengan tiba-tiba Excel memeluk pinggang Ai Hua dan menghilang.
Wuuuuussshh
"Haah, menantuku selalu peduli dengan orang lain, entah ini baik baginya atau tidak. Semoga saja Dewa selalu melindungimu" gumam ayah Xue setelah Excel menghilang.
Dia kuatir jika Excel kerepotan selalu menolong orang lain tanpa peduli pada dirinya sendiri.
__ADS_1