Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 259 Kebodohan Excel.


__ADS_3

Chapter 259 Kebodohan Excel.


Bhuuuzzzhh


Tiba-tiba 5 elemen membentuk 3 tubuh wanita yang sangat cantik dengan pikiran Excel, ketiga wanita itu wajahnya berbeda-beda dan ciri-cirinya juga berbeda-beda, tubuh mereka sangat pucat dan kulitnya benar-benar putih.


He Hua terkejut saat melihat salah satunya mirip sekali dengan dia saat masih muda dulu, untuk keduanya He Hua tidak mengenali dan kebingungan, lalu dia melihat wajah suaminya.


"Kamu pilih tubuh yang mana yang akan kamu tempati, sebelah kiri kamu jelas sudah tahu, itu adalah masa muda mu dulu ketika usia 16 tahun, yang lainnya jelas tidak kalah cantik dengan dirimu ketika masih muda..."


"Tubuh ketiga wanita ini masih kosong tanpa jiwa dan roh, mereka memiliki tubuh yang istimewa, terserah kamu pilih yang mana!" kata Excel kepada He Hua dengan wujud Roh yang akan memudar.


Roh Qin Yang dan Roh Qin Zhu berbeda, kedua isteri Excel masih memiliki jiwa, sedangkan tubuh Roh He Hua hanya wujud kehendak terakhirnya sebelum mati yang membentuk energi Roh.


Energi Roh kehendak terakhir tidak bisa bertahan lama, setelah bertemu dengan tujuannya dia akan menghilang seperti udara, karena itu Roh Ratu Api Asyura memasuki dantian Excel agar bisa bertahan sedikit lebih lama.


He Hua berpikir sejenak sebelum memilih ketiga tubuh kosong tanpa jiwa sebagai tempat yang akan menjadi tubuh barunya mulai saat ini.


"Aku tidak akan memilih tubuh lamaku, aku pilih yang paling kanan saja." jawab He Hua dengan menunjuk tubuh wanita yang paling kanan, dia sudah pernah memiliki tubuh lamanya dan tidak ingin memilih tubuh dengan wajah masa mudanya.


Tubuh baru yang dipilih He Hua berumur 15 tahun, rambutnya tebal berwarna hitam pekat dan panjang dibawah bahu, alisnya tebal sepanjang kelopak mata, bibirnya tipis berwarna merah muda, tingginya 180 cm, jari-jari tangannya lentik dan kulitnya sehalus batu giok, bola matanya berwarna biru dan hidung juga mancung, tubuhnya ramping dan menggoda mata.


"Bagus. Apa yang aku katakan adalah rahasia dan jangan kamu katakan kepada siapapun." kata Excel kepada He Hua.


"Baik, suami." kata He Hua dengan memeluk suaminya.


"Sekarang kamu masuk kedalam tubuhnya!" perintah Excel kepada He Hua, tanpa banyak kata He Hua tubuh Roh melesat memasuki tubuh pilihannya.


Wuuuuussshh


"Aku adalah aku, dari awal hingga akhir..."


Excel mengucapkan kata-kata suci dan sakral dengan menggerakkan kedua tangannya membentuk pola yang aneh, kedua tangannya mengeluarkan cahaya yang terang dan lembut.


Cahaya itu Excel arahkan kepada tubuh pilihan He Hua, setelah cahaya menyentuh tubuh baru He Hua, tubuh itu gemetar terus menerus saat Excel masih mengucapkan kata-kata suci dan sakral.


".... Dengan kehendakku, maka, jadilah..."


Bhuuuzzzhh


Booommm


Segera cahaya semakin terang benderang dan ledakan energi yang kuat keluar dari tubuh baru He Hua, tidak lama cahaya itu kembali menghilang dan tubuh baru He Hua tidak bergetar lagi.


Terlihat tubuh yang putih dan pucat berangsur-angsur menjadi memerah karena darah masuk dari ujung jari kakinya, secara berlahan darah yang mengalir yang bisa dilihat mata naik keatas dan memenuhi seluruh tubuh baru He Hua.


Kemudian, jari telunjuk bergerak secara berlahan dan disusul jari-jarinya yang lain, setelah tubuh baru He Hua mulai berkontraksi sebentar, He Hua membuka matanya secara berlahan dan mulai berkedip-kedip.


Tubuh He Hua yang terbaring, secara berlahan ingin berdiri, "Bruk...ahh!" He Hua terjatuh dengan *******, buru-buru Excel mendekatinya dan menopang tubuhnya.


"Ah... Siapa kamu...?" He Hua berteriak kaget dan ketakutan saat Excel menopang tubuhnya. Lalu Excel mengangkat tangan dan meletakkan jari telunjuknya pada dahi He Hua yang lupa siapa diri Excel.


"Aakkkhh...." He Hua berteriak kesakitan manakala mendapatkan banyak ingatan setelah Excel menyentuh dahinya, He Hua memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


Excel terdiam dan melihat He Hua yang kesakitan, "plaak... Tidurlah, saat kamu bangun kamu akan mengenaliku beserta keluarga barumu di Dunia Jiwa!" kata Excel yang sedikit menepuk dahi He Hua agar pingsan.


He Hua yang pingsan di angkat Excel dan menggendong-nya, lalu Excel menghilang dan muncul lagi di mansion yang berlantai 60 di dalam Dunia jiwanya.

__ADS_1


Kemudian Excel meletakkan He Hua di kamar kosong dan menyelimuti tubuhnya, lalu Excel mencium kening isterinya dengan penuh kasih.


"Semoga di kehidupan baru kita, kita bisa melewati dengan kebahagiaan!"


Wuuuuussshh


Setelah Excel berbicara, dia kembali ke tubuh aslinya yang masih duduk bersila.


Di wilayah Ras Asyura, nama Guru Agung semakin banyak dibicarakan banyak orang, kini sudah tidak ada lagi yang mengejek ataupun menghina Ras Manusia, banyak orang yang berkumpul di depan Villa Putri Raja Asyura demi mengenal sosok Agung yang melegenda.


Jasmine dan Lavender terlihat sibuk meladeni pertanyaan banyak kaumnya terutama para wanita muda yang ingin mengenal Guru Agung yang ternyata adalah Kaisar Api Asyura.


Semua Ras Asyura sudah tahu nama Kaisar Api Asyura dari mulut ke mulut dan juga membaca sejarah peradaban kuno, Kaisar Api Asyura adalah legenda yang menyelamatkan Ras Asyura dari serbuan banyak kekuatan di alam semesta.


Cerita kepahlawanan dan juga Leluhurnya semakin dikenang sebagai sosok panutan bagi Ras Asyura, walau pada akhirnya Kaisar Api mati saat melawan banyak kekuatan setingkat Half Alfa, Kaisar Api Asyura juga banyak membunuh kekuatan musuh dan meninggalkan trauma yang mendalam.


"Selamat pagi."


Suara lembut dan merdu terdengar saat Jasmine dan Lavender sedang menceritakan kisah sejarah Kaisar Api Asyura, semua orang segera mencari sumber suara itu dan melihat sosok tubuh tinggi 190 cm dengan rambut hitam pekat yang panjang.


"Excel!"


Jasmine dan Lavender buru-buru berlari dan menerjang Excel, mereka memeluknya dengan erat dan tersenyum bahagia, perbuatan kedua putri Raja Asyura membuat banyak tatapan wanita muda yang cemburu dan iri.


"Guru agung!"


"Kaisar Api Asyura benar-benar tampan!"


Suara seruan dan kekaguman keluar dari setiap mulut wanita muda dan cantik, para pria juga memanggil nama Excel.


"Kemana semua pimpinan sekarang berada? Aku mau pergi menuju wilayah Ras Suzaku." kata Excel kepada Jasmine dan Lavender.


Tidak butuh waktu lama Excel tiba di taman Kerajaan yang berada dibelakang Istana Raja Asyura, disana banyak orang yang sedang bercengkrama sambil menikmati secangkir teh hangat.


Melihat Excel datang, semua orang buru-buru berdiri dan menyapa. Excel duduk dengan nyaman dan meminum teh hangat yang sudah disajikan.


"Bagaimana hasilnya setelah mengkonsumsi pil penambah usia? Aku lihat wajah-wajah kalian terlihat muda dan cerah." tanya Excel kepada semua orang yang diberikan pil penambah usia.


"Hehehe... Ayah... Dhem... Dhem. Guru Agung, pil penambah usia benar-benar mujarab, kini aku tidak kuatir lagi untuk terus menerus tidur di peti mati...hahaha!" Xiang Ri Kui berbicara terlebih dahulu, dia keceplosan memanggil Excel dengan sebutan ayah, untung saja dia meralatnya dengan berdehem dan memanggil nama Guru Agung.


"Bagus, dengan meningkatnya kekuatanmu juga akan menambah usia, lalu kenapa dirimu tidak mengalami terobosan setelah sekian lama, bahkan kultivasi-mu hampir disusul putramu?" tanya Excel yang ingin tahu dari penjelasan Xiang Ri Kui walaupun dia sudah mengetahuinya.


"Hmmm... Guru Agung, tidak mudah meningkatkan kekuatan Sang Void level 30, sampai saat ini aku masih mengalami kemacetan pada level 29 sejak lama, entah kenapa aku selalu gagal dan gagal lagi, karena itu aku selalu tertidur agar menunda penuaan." desah Xiang Ri Kui dan menjawab.


Excel tersenyum dan sudah tahu kendalanya, "Itu karena potensi dirimu belum kamu pahami, mungkin selama ini kamu hanya mengandalkan menyerap Energi Semesta dan juga beberapa dukungan dari luar. Apa kalian tidak bertanya kepada mereka berlima...!" kata Excel kepada Xiang Ri Kui dan menunjuk ketiga Leluhur Suci dan kedua muridnya.


Semua mata menatap mereka berlima dan kebingungan apa maksud Guru Agung dengan potensi diri, 'apa mereka selama ini tidak berbakat?' batin semua orang dengan menatap kelima orang yang ditunjuk oleh Guru Agung.


"Guru, aku tidak berani memberitahukan teknik yang diberikan oleh Guru Agung tanpa seijin guru." kata Yu Guan yang buru-buru berbicara.


"Katakan pada mereka semua, tetapi sebelum itu ceritakan prihal segel keluarga besarku!" perintah Excel kepada Yu Guan.


"Baik, Guru." jawab Yu Guan dan melihat kearah Raja Asyura.


"Ini daftar Ras Asyura yang ingin mengikuti Guru Agung kemana saja." kata Yu Guan kepada Gurunya, segera meletakkan dokumen di depan meja.


Kemudian Yu Guan menceritakan prihal segel keluarga besar Guru Agung secara detail dan jelas. Lalu setelah itu Yu Guan membicarakan tentang alam bawah sadar secara bergantian dengan ketiga Leluhur Suci dan Sun Hongli.

__ADS_1


Excel membaca dokumen yang berisi tentang informasi Ras Asyura. Penduduk Ras Asyura ternyata tidak banyak hanya berjumlah 5 juta lebih jiwa.


Dari total jumlah itu, jenis kelamin perempuan lebih dominan dari jenis kelamin pria, Excel mendesah saat angka kelahiran pria dimana saja sangat sulit dicapai, lalu Excel membalikan dokumen itu, dan lagi-lagi bakat pria selalu lebih rendah dari bakat wanita.


"Apa karena faktor garis darah sehingga bakat pria lebih rendah dari wanita!" batin Excel saat menganalisis permasalahan tentang bakat para prianya.


"Bodoh. Tentu saja karena garis darah, selain itu semangat juang wanita lebih tinggi dari pria." tiba-tiba suara familiar terdengar didalam benak Excel.


"Uhuk... Uhuk..." seketika Excel terbatuk-batuk saat mendengarkan suara pria tua didalam benaknya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa..." kata Jasmine dengan memberikan air minum. Semua orang melihat Excel yang terbatuk-batuk dengan wajah merah, padahal mereka sedang serius mendengarkan penjelasan Yu Guan.


"Iya aku tidak apa-apa. Maaf, silakan lanjutkan lagi.... Gluk... Gluk." setelah berbicara Excel meminum air putih.


"Huff, selalu saja mengagetkan aku." kata Excel dalam batinnya.


Kembali Excel menganalisa permasalahan prihal garis darah dan juga angka kelahiran jenis kelamin pria, "Apa harus menggunakan teknik sutra 24 elemen agar menghasilkan keturunan pria?" batin Excel kepada dirinya sendiri.


"Bodoh. Jika ingin memiliki anak laki-laki, maka menikah-lah sebelum kekuatan pada tingkat kesengsaraan dan ubah gaya waktu berhubungan intim." Excel hampir saja terbatuk-batuk saat suara familiar itu kembali bersuara.


Apa yang dikatakan suara itu didalam benak memang benar, tetapi maksud sebenar Excel tidak diketahui oleh suara itu, Excel kembali merenungkan perkataannya. "Plak..." Excel menepuk dahinya karena pertanyaan memang salah, semua orang kembali melihat Excel yang selalu menganggu ajaran Yu Guan kepada mereka.


"Maaf, maaf. Silakan lanjutkan lagi." kata Excel saat dirinya telah mengganggu konsentrasi semua orang, kembali Yu Guan menjelaskan metode alam bawah sadar kepada semua orang.


"Kalau yang itu aku sudah tahu, maksudku saat kekuatan kita berada pada tingkat diatas Half Void, apa perlu menggunakan teknik sutra 24 elemen Yin dan Yang." kata Excel didalam batinnya, sayang sekali suara itu diam dan tidak menjawab pertanyaan Excel.


"Huff... Sudahlah jika tidak mau menjawab." dengus Excel saat suara itu merespon lagi setelah ditunggu sedikit lebih lama.


Kembali Excel berpikir dan membolak-balik dokumen informasi Ras Asyura. "Apa karena hawa murni pasangan pria dan wanita berbeda, sehingga saat berhubungan intim benih pria tidak mampu menerobos dinding rahim wanita?" Excel kembali bertanya pada dirinya sendiri.


"Anak yang bodoh. Bukan karena itu, bodoh. Pertanyaan mudah susah dijawab. Jika ingin keturunan laki-laki, maka harus memiliki kekuatan yang setara, asal kekuatannya masih dibawah True Alfa, dan jangan lupa posisi saat berhubungan intim juga mempengaruhi. Dasar anak bodoh, banyak isteri tapi tidak berguna."


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..."


Excel terbatuk cukup intens saat suara itu tiba-tiba menjawab lagi pertanyaan dirinya, kini wajahnya menjadi pucat karena dirinya selalu dibilang bodoh.


"Sayang, ada apa? Kenapa wajahmu pucat saat terbatuk-batuk?" Lavender kuatir melihat kekasihnya terbatuk-batuk lagi apalagi sekarang terlihat cukup mengkuatirkan, Jasmine buru-buru memberinya minum dan langsung diminum sekali teguk.


"Maaf, sekali lagi maaf. Aku sedang berpikir masalah angka kelahiran jenis kelamin pria saja. Silakan lanjutkan lagi." Excel buru-buru menjelaskan kepada dia selalu menganggu penjelasan prihal alam bawah sadar, kini Sun Hongli yang sedang berbicara kepada semua orang.


Excel berdiri dan menjauhi semua orang agar dirinya tidak lagi menganggu konsentrasi semua orang, Excel bukannya takut! Dia terlalu malas menjelaskan lagi prihal alam bawah sadar kepada semua orang.


Excel duduk di pinggir kolam ikan dengan membawa dokumen setebal 10 cm. Dia melihat kembali isi didalam dokumen seakan-akan serius mempelajarinya.


"Suami!"


Tiba-tiba suara He Hua memangil dirinya, Excel segera duduk bersila seolah-olah dirinya sedang berkultivasi, Excel menggandakan tubuhnya dan memasuki Dunia jiwanya.


"He Hua, bagaimana keadaanmu?" tanya Excel yang muncul disebelah He Hua yang masih terbaring di tempat tidurnya.


"Terima kasih!"


He Hua buru-buru bangun dan memeluk suaminya, dia kini sudah mengingat semua siapa dirinya yang sebenarnya, Excel memeluk erat dan mengelus punggung He Hua dengan lembut.


"Kamu harus menyetabilkan jiwamu dulu sebelum berinteraksi dengan semua orang!" kata Excel kepada He Hua.


"Terima kasih, sayang. Aku sekarang baik-baik saja. Kamu semakin tampan sekarang... Huff, istrimu banyak sekali!" jawab He Hua dan memuji ketampanan suaminya sekarang walau berbeda wajah, dia juga cemberut mengetahui jika suaminya memilik jutaan isteri.

__ADS_1


(Revisi√)


__ADS_2