
Chapter 29 *Balok melayang*
Setelah Excel membantai Sekte Bukit Tulang hingga tidak ada yang tersisa, Excel kembali kedunia jiwanya, melangkah dengan gagah Excel membuka pintu dimana Hu Ru Ming berada. Melihat Hu Ru Ming menangis, segera Excel memeluknya dan berkata...
"Maaf, sayangku, tidak seharusnya kamu melihat apa yang kulakukan tadi diluar" dengan pelukan hangat dan mengelus punggung Hu Ru Ming.
Selama pertempuran Excel sengaja memberikan layar transparan dikamar isterinya, supaya isterinya melihat Lao Tzu menerima hukuman.
"Hiiikkss, tidak apa suamiku, aku yang terlalu bahagia melihatmu semarah ini untuk melindungiku...karena itu aku tidak bisa menahan air mata ini" balas isterinya pada Excel.
"Menangislah jika itu bisa buatmu tenang, jangan menahannya" ucap Excel dengan lemah lembut dan terus memeluk istrinya semakin erat. Setelah berberapa saat tenang Excel melepaskan pelukannya.
"Mari kita keluar, kita temui sahabatmu yang sudah membantumu, mungkin dia juga kuatir akan kondisimu"
"Sayang, tapi kamu harus membersikan diri dulu, lihat tubuhmu penuh darah" ucap Hu Ru Ming yang melihat Excel lupa akan kondisi tubuhnya.
"Eeh...hahaha. Maaf aku terlalu mengawatirkanmu" balas Excel yang terlihat sedikit malu karena seluruh tubuh dan pakaiannya penuh dengan darah kering dan berbau amis.
"Baiklah, aku hubungi dia dulu" balas Hu Ru Ming
"Saudari kamu ada dimana, aku segera akan menemuimu" ucap Hu Ru Ming pada temannya melalui giok komunikasi.
Setelah beberapa menit menunggu terdengar suara dari batu giok komunikasi...
"Ming'er itu kamu?? apa kamu baik-baik saja? sekarang kamu ada di mana? Lalu bagaimana dengan bajingan itu? Aku mau membantu tapi aku tidak mampu?" setelah dibalas oleh sahabatnya Hu Ru Ming merasa senang.
"Kamu dimana? Akan kujawab semua saat kita bertemu!!'
"Aku dikota Jin, berada dipenginapan keluarga Shu, segera datang aku menunggumu" balas sahabat Hu Ru Ming.
"Oke, tunggu jangan kemana-mana" jawab Hu Ru Ming
"Sayang, ayo kita segera kesana" pinta istrinya pada Excel yang sudah membersihkan diri dan hanya dianggukan kepala saja.
"Peluk aku" setelah Hu Ru Ming memeluk suaminya mereka sudah berpindah diluar area Sekte Bukit Tulang dengan tubuh melayang diudara.
Dengan menutup mata Excel mencari lokasi kota Jin, setelah ketemu Excel melambaikan tangan dan melangkah ke ruang hampa.
Hu Ru Ming yang melihat suaminya sedikit kebingunan apa yang dilakukannya, tanpa dia sadari mereka sudah berpindah dan berada di hutan dekat dengan kota Jin.
"Kita sudah tiba"
Hu Ru Ming yang melihat sekitarnya sangat terkejut, yang sesaat lalu masih memeluk suaminya diluar Sekte Bukit Tulang, kini sudah didekat kota tujuan.
"Sudah tidak perlu bingung, inilah kelebihan suamimu, pria tertampan disemesta...Hehehe" dengan wajah sombong Excel yang tidak sadar dipukul perutnya oleh Hu Ru Ming.
Buuukkk
Aoouuu
"Huuufff, itu akibatnya jika menjadi sombong" setelah berucap Hu Ru Ming melangkah ke kota dengan menyeret suaminya.
"Heeii, jangan galak-galak, beb"
"Apa itu beb, jangan ngawur"
Buuukkk
Aduuuhhh
"Masih kurang" dengan tangan terkepal yang diarahkan di wajah Excel, yang membuat Excel meringis teraniaya.
"Iiissshh, cantik-cantik tapi kok galak" gumam Excel yang terdengar Hu Ru Ming.
"Apa!! Aku tidak dengar ?!! Coba katakan lagi??" teriak Hu Ru Ming
"Aahh, A-anu it..."
Buuukkk
Buuukkk
Aduuh
Aduuhh
Lagi-lagi terkena pukulan diperut dan punggung, karena ingin melepaskan diri dari Hu Ru Ming Excel berlari menuju gerbang kota Jin.
"Exceeeelllll, jangan kabur" dengan berteriak dan mengejar excel Hu Ru Ming berlari.
"Aduuuh, mak binatang buas kesurupan" ucap Excel dengan wajah menyedihkan dan ketakutan.
"Tolong, tolong, aku teraniaya, aku tersiksa" teriak Excel meminta tolong.
Tanpa Excel sadari didepannya ada pria usia sekitar 27 tahun, dengan membawa tas berat di punggungnya, sambil berlari dan melihat Hu Ru Ming yang ada di belakang melempar balok kayu, segera Excel menundukkan kepalanya dan...
__ADS_1
Braaaakk
Baammm
Aaaahh
Aduuuh
Ketika Excel menabrak orang tersebut dan terdengar oleh banyak orang, yang membuatnya jadi pusat perhatian.
Saat Mereka melihat dua orang saling menindih disiang bolong, membuat mereka merasa jijik.
"Sungguh dunia telah berubah, apa sudah tidak ada wanita lagi...!!" ucap seorang pria yang sedang mengantri di gerbang.
"Mungkin dia impoten, makanya hanya bisa berhasrat pada sesama jenis...!"
"Salah, dia mungkin Kasim yang melarikan diri, lihat wajah cantiknya...!!" sambil menunjuk wajah Excel ketiga orang yang sedang membicarakan mereka berdua langsing menatap Excel, dengan wajah iba dan prihatin.
Excel yang mendengar obrolan mereka seketika langsung berdiri dan melotot ke arah mereka yang membicarakan Excel.
"Apa... aku kasim, kasim gundulmu. Aku juga normal wooii...!!?" dengan marah Excel menjelaskan pada mereka, yang tanpa Excel sadari jika dibelakangnya melayang balok kayu dan menabrak punggungnya...
Braaaakk
Aaaahh
Excel yang terkena balok kayu langsung kesakitan dan terhuyung-huyung kedepan dan tanpa dia sadari menginjak punggung pria yang masih terbaring tadi...
Aaaaahhh
"Punggungku..." teriak pria itu yang kesakitan saat akan berusaha berdiri dari tanah tempat dia terjatuh.
Hu Ru Ming yang melihat kesempatan langsung menarik baju Excel dan memukuli punggungnya.
Buuukkk
Buuukkk
"Aaahh, ampuun say..."
Braaaakk
"He-he-he, sudah kapok apa masih kurang, suamiku yang tampannya se-semesta" senyum Hu Ru Ming yang sangat mengerikan bagi Excel.
Pria yang terinjak punggungnya sudah berdiri dan melihat yang menabraknya sedang tersakiti, pria itu tidak jadi marah malahan terlihat kasihan pada nasib Excel.
Excel yang berjongkok dan melindungi kepala dengan dua tangan langsung berdiri mendengar pria yang dia injak itu berkata.
"Saudaraku, lebih baik kita dirikan Fraksi saja bersama" kata Excel pada pria di depannya dengan wajah serius.
"Fraksi apa itu, sob" balas pria itu.
"Fraksi GSTB" jawab Excel dengan hikmat sambil menatap langit. Hu Ru Ming yang melihat tingkah laku suaminya merasakan perasaan dejavu.
"Apa artinya, sob" tanya pria itu yang masih bingung.
"Fraksi ini akan mengetarkan dunia, membelah langit dan membakar surga, Fraksi Gerakan Suami Tahan Bantingan isteri" selesai Excel berbicara yang membuat semua orang yang hadir dan mendengar sempat serius, menjadi berkedut dibibir dan alisnya.
"Exceeeelllll!!!" lagi-lagi binatang buas di buat kesurapan oleh Excel.
Dan tanpa disadari penjaga gerbang, Excel berlari memasuki kota dan dikejar Hu Ru Ming tanpa membayar biaya masuk karena tertegun dengan ucapan Excel.
Kebanyakan yang ada didepan gerbang adalah pria yang telah beristri, semua masih memikirkan perkataan Excel tentang 'Fraksi GSTB', sedangkan pria bujang merasakan kengerian jika memiliki istri, sedangkan wanita yang ada disana hanya ketawa mendengar ucapan Excel.
Hu Ru Ming dan Excel menuju penginapan milik keluarga Shu menemui sahabatnya. Setelah didepan tempat tujuan Hu Ru Ming segera melihat sahabatnya yang sedang minum dan makan bersama teman-temannya.
"Saudari"
Mendengar suara Hu Ru Ming, sahabatnya langsung menoleh melihat Ming'er sahabatnya yang dia tunggu. Langsung saja dia berdiri dan saling berpelukan.
"Ming'er, cepat ceritakan apa yang terjadi sehingga kamu bisa lolos dari sialan itu?" pinta Tang Ran Moon pada Hu Ru Ming, Excel yang melihat kedua orang tersebut menyelah mereka...
"Bisakah aku memesan makanan dulu, aku lapar" kata Excel yang membuat mata kelompok Tang Ran Moon melihat Excel.
Melihat wajah Excel yang tampan melebihi imajinasi mereka, seketika membuat suasana tempat makan tersebut manjadi hening, berbagai macam pikiran liar mulai bermunculan.
Darah keluar dari hidung semua wanita tanpa mereka sadari, mata terpaku pada wajah Excel seakan ingin memakannya hanya untuk dirinya sendiri. Excel yang melihat mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Tanpa menunggu mereka berbicara, Excel mencari tempat duduk yang masih kosong seraya memanggil pelayan.
"Pelayan, aku pesan makanan dan minuman terbaik ditempat ini" pinta Excel yang melihat pelayan wanita tidak terlalu jauh dari kasir. Melihat pelayan yang masih bengong dan semua orang, Excel berdehem dan bersuara lagi.
"Hem, heem, haii girl, aku pesan makanan terbaik sekalian minumannya" kata Excel yang sedikit keras agar mereka kembali dari sadar dari mimpi basah mereka.
Seketika tempat makan tersebut menjadi gaduh dan semua wanita yang ada bar segera mendekati excel, sebelum mereka menjamah tubuh Excel terasa tekanan kuat dari dalam penginapan.
__ADS_1
"Apa yang akan kalian lakukan pada suamiku...!!" ucapan seorang yang membuat semua wanita di penginapan berhenti mendekati Excel, Tang Ran Moon yang melihat sahabatnya bersikap aneh sedikit terkejut, setahunya ming'er tidak pernah dekat dengan seorang pria manapun.
"Ming'er, ada apa denganmu" tanya Tang Ran Moon.
"Huuff, mereka ingin memakan suamiku!!" balas Hu Ru Ming pada sahabatnya dengan menatap tajam ke semua wanita yang ada.
"Sangat tampan" ucap Tang Ran Moon saat menatap Excel.
"Heeemm, apa yang akan kamu katakan...!??" mendengar suara lirih sahabatnya membuat Hu Ru Ming mengernyitkan dahi.
"Tolong tenanglah semua, aku disini hanya ingin makan" kata Excel yang ingin menenangkan semua orang. Semua Pria di penginapan disana iri, benci pada Excel.
"Pelayan, segera buatkan makananku serta minuman yang aku pesan" kata Excel lagi pada pelayan.
"Baik, tampan pesanan segera disajikan!!" tanpa sadar pelayan memanggil Excel dengan kata 'tampan', dengan wajah memerah pelayan tersebut menuju ke dapur.
Lagi-lagi bar tersebut menjadi gaduh, melihat situasi ini Hu Ru Ming langsung mendekati Excel dan duduk di sampingnya, dengan sikap melindungi dan memeluk lengan suaminya.
"Aku tidak peduli jika dia suamimu, Ming'er, dia bukan milikmu" ucapan Tang Ran Moon yang langsung ikut duduk disisi Excel yang masih kosong.
Excel yang mendengar kata dari Tang Ran Moon hanya mengganguk-anggukan kepala tanda setuju, yang tidak Excel sadari jika tangan istrinya memelintir daging pinggang Excel.
"Aduh...!!!"
"Diam, Jangan berteriak" kata Hu Ru Ming pada Excel, seketika Excel menutup mulutnya dan menelan salivanya. Melihat sahabatnya Tang Ran Moon hanya cekikikan dengan tangan menutup mulutnya.
"M-Ming'er, segera ceritakan apa yang terjadi pada temanmu" kata Excel
"Aaah, aku lupa, baik suami" dengan itu Hu Ru Ming mengendurkan cubitan pada pinggang Excel.
Saat Hu Ru Ming bercerita pada Tang Ran Moon dan teman-temannya, pesanan Excel pun datang dan disajikan diatas meja, dengan sekejap Excel melahap semua makan itu tanpa tersisa.
Mendengar cerita Hu Ru Ming dari awal hingga akhir, dimana Excel yang memusnahkan Sekte Bukit Tulang seorang diri, yang tanpa mengurangi atau menambah kebenarannya, membuat Tang Ran Moon dan teman-temannya menjadi shock, semua orang yang ada di bar pun mendengar apa yang cerita itu.
Ada yang percaya, ada yang ragu, ada pula yang berpikir itu hanya omong kosong saat mendengar cerita Hu Ru Ming.
Braaak
Mendengar suara pintu yang didorong keras oleh seorang pria dari luar, membuat semua di penginapan melotot kepada pria tersebut.
"Heiii, apa kalian tahu jika Sekte Bukit Tulang telah dimusnahkan...!!" teriakan keras orang itu dengan nafas tersengal-sengal. Seketika dipenginapan Shu menjadi gaduh dengan banyak obrolan.
"Mana mungkin, Sekte terbaik di Kekaisaran Zhou bisa dimusnahkan..." bantah salah satu pengunjung
"Iyaa, kupikir itu mustahil"
"Jangan membual ditempat ini" salah satu pengunjung ikut berbicara dengan melirik Hu Ru Ming dan pria itu.
"Ini, jika kamu tidak percaya, aku sudah merekamnya" kata pria itu dengan menunjukan giok perekam sebagai bukti.
Setelah mereka melihat semua kejadian itu melalu giok perekam, semua orang dipenginapan termasuk yang ada di lantai atas terkejut dan melebarkan mulut mereka.
Seketika mereka mengalihkan pandangan pada Excel yang asik makan camilan yang sudah disediakan tanpa perduli apa yang terjadi.
"Haaa, kenyang sekali bikin mengantuk" kata Excel yang memecah keheningan saat masih shock kembali tersadar.
Melihat pria yang sama persis dengan wajah digiok perekam, membuat suasana menjadi lebih ricuh dan ketakutan.
"I-itu dia, itu dia" ucapan pria yang membawa berita.
"Mo-monster"
"Tampan yang ganas"
"Malaikat pencabut nyawa"
Dalam sekejap gumaman semua orang keluar tanpa terkendali.
"Huufff, mana ada monster itu tampan" ucap Excel jengkel yang di bilang Monster tampan.
"Ayo kita kembali ke kota Phoniex" lanjutnya tanpa perduli dengan orang sekitar dan segera kembali karena tidak mau membuat lebih banyak masalah.
"Kakak Moon, kumpulkan semua orang diluar gerbang masuk kota Jin, aku akan tunggu disana" kata Hu Ru Ming yang membuat Tang Ran Moon sadar dari shocknya.
"B-baik" balasnya yang sedikit gemetar, karena melihat Excel di giok perekam yang sangat mengerikan.
Setelah membayar makanan dan minuman semua orang dengan 500 koin emas, Excel melangkah keluar bersama Hu Ru Ming yang tidak mau melepaskan pelukannya dilengan kanan Excel.
Setelah beberapa saat menunggu Tang Ran Moon diluar gerbang dekat hutan kota Jin, sejumlah orang menuju kearah Excel sesuai kesepakatan.
"75 wanita, lebih dari cukup jika di tambah prajurit dikota Phoniex" gumam Excel setelah melihat mereka yang mendekati Excel dan Hu Ru Ming.
"Apa kalian sudah siap" tanya Excel pada mereka, yang melihat mereka hanya menggangukan tanda bahwa mereka telah siap.
Segera Excel mengeluarkan giok teleportasi dan menyelimuti mereka semua dengan energi Qi.
__ADS_1
wuuuuussshh
Dalam sekejap mereka semua menghilang dan hanya meninggalkan jejak debu saja ditempat yang mereka tadi berada.