
Chapter 274 Rencana pertama, sukses.
Gunung maha dewi berada ditengah-tengah perbatasan wilayah ras demi human dan ras siluman. Gunung maha dewi sangat tinggi, ketinggian mencapai 20.000 meter dari permukaan tanah.
Disekitarnya juga banyak pegunungan yang lebih pendek yang mengelilingi gunung maha dewi. Pegunungan maha dewi selalu ditutupi salju abadi, jika seseorang yang melintasi gunung maha dewi, harus memiliki kekuatan dewa sejati, jika tidak maka kultivator akan mati membeku saat berada di kaki gunung berapi maha dewi.
"Yang Mulia, seorang mata-mata melaporkan jika ras siluman dan ras demi human sedang mengejar manusia rubah yang diculik saat lelang sedang berlangsung, banyak kekuatan dari kedua ras itu sedang menuju kearah gunung maha dewi. Apa raja tidak ikut mencari penculik itu?" lapor seorang jendral kepada raja iblis merah yang sedang bersantai dengan para selirnya dan juga ratunya.
"Apa...!! Manusia rubah. Apa yang dikatakan mata-mata itu benar?" tanya raja iblis merah yang terkejut hingga membuatnya bangun dari tempat duduknya.
"Benar, Yang Mulia. Manusia rubah itu sangat istimewa, dia adalah jenis yang sudah punah, rubah ekor sembilan, dia juga memiliki 2 garis darah murni tingkat puncak, garis darah ras manusia dan ras rubah, selain itu dia juga memiliki kekuatan dewa absolute level 80 yang sudah tersegel, usianya baru 17 tahun." lapor jendral itu dengan memberikan batu giok perekam sebagai buktinya.
"Hahaha... Akhirnya dewa iblis memberikan berkah untuk ras kita." raja iblis merah itu tertawa terbahak-bahak dan terlihat dia sangat bahagia setelah melihat bukti itu.
Ratu, selir dan jendral itu juga bahagia, jika manusia rubah itu mereka dapatkan, maka sudah dipastikan akan memiliki bibit-bibit unggul yang sangat jenius.
"Yang Mulia, gawat. Ada laporan dari prajurit penjaga perbatasan, bahwa ada banyak pasukan militer menduduki wilayah hutan mistik, jumlahnya diperkirakan miliaran pasukan." disaat raja iblis sedang bahagia, seorang kasim buru-buru memasuki istana raja iblis dan memberikan laporan.
"Apa... Jangan bercanda kamu..."
"T-tidak Yang Mulia. Ini buktinya..." kasim itu ketakutan saat merasakan aura kekuatan raja iblis yang tidak sengaja meletus dari tubuhnya, buru-buru dia memberikan batu giok perekam.
Lalu raja melihat batu giok perekam bersama ratu, selir dan jendral yang memberikan berita menyenangkan, seketika raut wajah raja iblis beserta orang-orang disekitarnya ketakutan.
"Sialan, siapa mereka? Dan sejak kapan mereka berada disana...! Aku yang hidup lama tidak pernah melihat pasukan militer seperti itu." kata raja iblis sambil berjalan mondar-mandir dengan perasaan gelisah dan cemas.
"Raja, tenang. Jika mereka berniat menyerang kita, mungkin mereka sudah sejak lama menguasai benua ini. Perkiraan ku dari cara penampilan mereka, aku rasa mereka bukan dari benua ini." ratu iblis segera menenangkan suaminya sambil memeluk pinggangnya.
"Hahmm..." raja iblis merah yang ditenangkan segera menghela nafas lega dan melihat wajah cantik ratunya.
"Kamu benar, jendral segera kumpul kan semua menteri dan kekuatan pendukung, kita segera mendiskusikan masalah ini." perintah raja iblis kepada jendralnya.
"Baik, Yang Mulia."
Setelah jendral itu keluar bersama kasim, raja iblis merah kembali duduk disinggasana nya, segera ratu dan selirnya menghibur dan menenangkan raja iblis merah.
Di tempat hutan mistik, yang dulunya masih dipenuhi pepohonan lebat dan bahaya, kini sebagian telah menjadi hunian militer dari kerajaan arcadia.
"Komandan, mata-mata kita telah kembali, dia ingin melaporkan hasil investigasi selama 2 hari ini." kata bawahannya saat komandan Yao sedang mempelajari benua permata hitam.
"Suruh dia masuk." kata komandan Yao yang masih mengatur strategi bersama Jendralnya di dalam tenda, tidak berselang lama, mata-mata itu hadir dan berdiri menunggu komandan Yao yang masih melihat peta di atas meja.
"Ceritakan semua hasil investigasi selama 2 hari ini." perintah komandan Yao kepada kepala divisi pengadilan kerajaan arcadia.
"Baik, komandan. Pertama, ada berita dari ibukota ras demi human, telah ditemukan jenis manusia rubah oleh 4 prajurit demi human, saat manusia rubah itu dilelang, manusia rubah itu diculik didepan mata banyak kekuatan sehingga membuat kekacauan.
Kini banyak kekuatan menuju arah gunung maha dewi untuk memburu penculik itu yang membawa manusia rubah." kepala divisi pengadilan berhenti berbicara agar komandan Yao bisa mencerna berita yang dia sampaikan.
__ADS_1
"Lalu, apa istimewanya manusia rubah itu...! Di alam semesta arcadia banyak ras rubah. Itu berita tidak penting, berita apa lagi yang kamu dapatkan, aku harap kali ini berita lebih baik." komandan Yao kesal mendengarkan laporan dari kepala divisi pengadilan, dia tidak berminat dengan manusia rubah itu.
"Hehehe, aku sudah menduga jika komandan tidak berminat. Tetapi, manusia rubah ini berbeda dari ras rubah dari tempat kita berasal, manusia rubah ini adalah jenis rubah ekor sembilan dan memiliki dua garis darah tingkat puncak..." kembali kepala divisi berbicara setelah dia tertawa melihat reaksi kesal komandan Yao.
"Mustahil, bagaimana mungkin ada manusia rubah ekor sembilan...! Kamu pasti mendapat berita palsu, ingat benua permata hitam ini banyak tipuan." komandan Yao terkejut, semua orang yang hadir di tenda itu juga terkejut dengan informasi dari kepala divisi.
"Hahaha... Komandan Yao, berita ini nyata dan benar keaslian nya, lihat batu giok perekam ini..." kepala divisi pengadilan mengeluarkan batu giok perekam yang dia dapatkan setelah membunuh salah satu peserta lelang yang merekam situasi di balai lelang.
Komandan Yao beserta para bawahannya melihat proses lelang itu, hingga detik-detik terakhir sosok berjubah hitam menculik manusia rubah ekor sembilan, proses kejadian nya sangat cepat, sampai-sampai batu giok perekam yang merekam kejadian sedikit buram dengan kecepatan sosok berjubah hitam.
"Astaga, dia benar-benar rubah ekor sembilan yang sudah berevolusi, kita harus mendapatkan manusia rubah itu. Jika kaisar Sun mengetahuinya, dia pasti sangat bahagia dan menganggap manusia rubah itu harta yang berharga." kata komandan Yao yang senang, sengaja dia menahan kebahagiaan ini agar tidak diketahui oleh utusan nine heaven palace.
"Rahasiakan berita ini." komandan Yao memberikan perintah kepada bawahannya dan semua orang memahami kondisi saat ini, mereka hanya mengangguk kan kepala karena sudah memahami maksud nya.
"Kepala divisi, atur pasukan terbaik untuk mencari manusia rubah itu, lebih baik kalian bergerak secara diam-diam, dan manfaatnya situasi kekacauan benua permata hitam saat ini." perintah Sun Yao kepada kepala divisi pengadilan.
"Baik, komandan. Berita kedua, ras iblis merah telah mengumpul kan banyak pemimpin, seperti mereka mengetahui keberadaan kita saat ini." kepala divisi melaporkan berita kedua.
"Hahmm... Jumlah mereka juga banyak, jika kita bentrok saat ini, itu tidak menguntungkan kita, apalagi kita tidak leluasa bertarung dengan adanya energi Qi iblis seperti ini." kata komandan Yao dengan memegang dagu sambil berpikir.
"Jendral, kerahkan lebih banyak prajurit untuk membuat dinding perlindungan, kita fokuskan pada aliran sungai sebagai sumber utama.
Perkuat penjaga disetiap tempat yang strategis, lalu buatkan formasi pendeteksi bahaya." perintah komandan Yao kepada jendralnya.
"Baik, komandan"
"Hahmm... Ini berita yang lebih menguatirkan, setelah penyelidikan yang teliti, tenyata kekuatan benua permata hitam tidak kalah dengan kita.
Raja demi human memiliki kekuatan sang void level 5, ratu siluman juga sama, dia juga memiliki basis kultivasi tingkat sang void.
Aku kira informasi dari orang tua itu, informasi yang sudah lama. Selain itu, pasukan mereka juga banyak, setelah penghitungan, jumlah mereka mencapai 3 miliar untuk ras demi human.
Untuk ras siluman lebih sedikit, jumlah mereka mencapai 2 miliar lebih, tetapi keunggulan ras siluman lebih menguatirkan, mereka mampu berkamuflase dengan udara, sehingga sulit untuk dibunuh." kepala divisi pengadilan menceritakan hasil investigasi selama 2 hari ini, saat dia berbicara dia selalu mengeleng-gelengkan kepalanya, pria tua yang dimaksud kepala divisi adalah Wei Yan.
"Hahmm... Sungguh, aku merasa telah dibodohi oleh pria tua itu..." komandan Yao menghela nafas berat setelah mendengar berita yang tidak dia harapkan ini.
"Benua ini tidak memiliki matahari, sebagai gantinya mereka mengandal kan cahaya binatang sebagai pencahayaan nya, ini juga salah satu kelemahan kita." salah satu ketua ikut berbicara perihal keanehan benua permata ini yang tidak memiliki tata surya sebagai energi kehidupan alam.
"Ketua, apa bisa membuat matahari dari formasi?" tanya komandan Yao yang terlihat tertekan.
Sebenarnya, Sun Yao mampu memusnahkan benua permata hitam seorang diri, tetapi dia kuatir ketika kekuatan nya tingkat half alfa level 1 diketahui pemilik alam semesta aurora ini. Karena itu komandan Yao menahan diri agar aura kekuatan nya tidak dideteksi oleh ratu alam semesta aurora.
"Tentu bisa, tetapi kita membutuhkan inti api untuk membuat formasi matahari, sedangkan aku hanya memiliki 10 inti api, yang aku dapatkan dari membunuh binatang buas saat membersihkan hutan mistik ini.
Dengan 10 inti api hanya bisa bertahan selama 2 hari saja, jika kita memiliki inti api bumi, maka itu mampu bertahan lama." jawab ketua yang ahli dalam formasi array.
"Masalah ini beres, karena aku memiliki inti api bumi." segera Sun Yao mengeluarkan inti api bumi yang dilindungi kristal, didalam kristal itu melayang inti api bumi.
__ADS_1
Ketua itu buru-buru menghampiri komandan Yao dan menerima kristal itu, dia mengamati inti api bumi, setelah melihatnya, dia tersenyum bahagia.
"Hahaha, jika begitu aku akan bekerja." ketua itu tertawa senang dan berjalan keluar, tetapi dia segera dihentikan oleh komandan Yao.
"Ketua, jangan terburu-buru. Tunggu setelah pasukan kita membuat dinding pertahanan, setelah itu baru membuat formasi matahari."
"Hahaha, aku paham."
"Kepala divisi segera tangkap manusia rubah itu dan terus atur mata-mata kita mengawasi benua permata hitam, jika ada berita penting segera laporkan." perintah komandan Yao kepada kepala divisi pengadilan.
Di suatu tempat, tepatnya di gunung maha dewi, sosok jubah hitam itu berada disebuah goa, dia meletakkan manusia rubah yang pingsan itu di ranjang, dan sosok jubah hitam itu segera memasuki tubuh manusia rubah.
"Rencana pertama berhasil, selanjutnya tinggal mengikuti alur rencana mereka semua." gumam manusia rubah itu setelah sosok jubah hitam memasuki tubuhnya.
Dia bangun dari ranjangnya dan berdiri, lalu dia berjalan di pintu goa dan melihat keseluruhan benua permata hitam.
Manusia rubah itu melihat banyak aura yang mendekati kaki gunung maha dewi.
"Mereka berempat sangat cantik, ras musang dan ras kelinci, aku akan pancing mereka berempat kesini... Hehehe." manusia rubah itu berbicara pada dirinya sendiri, dia sangat tertarik dengan Ceng Juan, Ceng Lien, Lu Xianglun dan Lu Xinxin, dia terkekeh saat di otaknya dipenuhi fantasi cabul.
Tubuh manusia rubah itu sedikit bergetar dan 1.000 sosok jubah hitam keluar dari tubuhnya, "Sekarang tugas kalian pisahkan para pria dan wanita, jauhkan para pria dari goa ini, lalu giring semua kecantikan menuju goa ini.
Lindungi keempat wanita itu dan jika ada yang berbuat jahat pada mereka... Bunuh." tanpa menjawab perintah manusia rubah, 1.000 sosok itu segera bergerak dan menyebar disegala arah.
Manusia rubah ekor sembilan, kembali masuk ke goa dan menuju tempat tidurnya, lalu dia memejamkan mata dan seperti tertidur lelap.
"Paman, apa kamu bisa mendeteksi aura sosok berjubah hitam itu?" tanya Lu Xinxin kepada jendral kerajaan demi human.
Mereka bertiga sedang berada dikapal angkasa dan sedang mencari manusia rubah yang diculik, ayahnya sudah mengejar terlebih dahulu dan jaraknya sudah sangat jauh dari mereka.
"Aku kehilangan jejak aura orang berjubah hitam itu, putri." jawab jendral itu kepada Lu Xinxin dengan mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Bagaimana bisa bisa hilang, kekuatan paman kan setingkat sang void level 3, tidak mungkin bisa kehilangan sosok jubah hitam itu...!" Lu Xinxin tidak percaya dengan jawaban dari si jendral.
"Xin'er, paman tidak berbohong. Apa kamu tidak ingat proses kejadian di balai lelang, setingkat ayah, ratu siluman dan para wali penjaga lelang saja tidak sempat menghentikan sosok berjubah hitam itu, apalagi paman kita...!" sebelum si jendral menjawab, Lu Xianglun buru-buru berbicara dengan lembut dan memeluk adiknya yang sudah jatuh cinta kepada manusia rubah itu, setelah diingatkan kakaknya, Lu Xinxin akhirnya mengerti.
"Bukannya aku... Hah, sudahlah. Lalu harus kemana kita mencarinya?" Lu Xinxin cemberut dan terlihat kesal, lalu dia bertanya kepada kakaknya dan si jendral.
"Hahaha, keponakan ku, aku tahu kamu menguatirkan manusia rubah itu, apa kamu sudah jatuh cinta padanya?" goda si jendral yang ternyata adalah adik dari raja demi human, dia bernama Lu Zhi.
"Huff, aku hanya kuatir jika manusia rubah itu teraniaya oleh penculik itu." bantah Lu Xinxin dengan mendengus dan memamerkan taringnya.
"Hahaha, baiklah kita ikuti jejak aura ayahmu." Paman Lu Zhi tertawa melihat wajah lucu ponakannya, dia segera menenangkan Lu Xinxin dengan menujuk arah dimana aura raja demi human berada.
Segera kapal angkasa yang itu melesat kearah gunung maha dewi dengan kecepatan penuh, jarak menuju gunung maha dewa sangat jauh dan harus ditempuh selama 1 hari.
Setingkat sang void sebenarnya mampu dengan cepat menuju gunung maha dewi, berhubungan Lu Zhi membawa kedua ponakannya, mau tidak mau harus menggunakan kapal angkasa.
__ADS_1