
Chapter 93 Seng Qiao dan Seng Huaran.
Tap tap tap
Terdengar langkah kaki yang menggema didalam goa, terdengar hanya ada satu orang yang berjalan menuju arah pintu goa, detak jantung seakan-akan melambat saat mendengar suara langkah kaki.
"Apa kalian memanggilku?" tanya Chu Bao pada kedua orang wanita yang memanggilnya senior, Chu Bao tidak sadar jika dia hanya memakai celana pendek saja saat menemui orang yang memanggilnya dari luar goa, karena sudah menjadi kebiasaan Chu Bao memakai celana pendek saat meramu pil.
Kedua wanita itu yang melihat Chu Bao segera wajahnya memerah dan nafas mulai memburu saat melihat tubuh atletisnya, wajah tampan rambut sepinggang warna hitam dengan bola mata juga berwarna biru, kulit halus berwarna putih dan saat mata mereka bergeser kebawah melihat tonjolan yang sangat besar, kedua wanita itu hanya bisa menelan salivanya saat melihat tongkat yang sangat besar.
"Hei...kenapa kalian diam saja, jika kalian tidak ada sesuatu aku akan melanjutkan latihan ku," kata Chu Bao yang kesal saat dia berlatih menjadi terganggu dengan kedua orang yang memanggilnya tidak jelas apa keperluan mereka.
"Tu-tunggu senior, ma-maaf." kata seorang wanita yang tadi dipanggil kakak menahan Chu Bao yang akan berbalik memasuki goa dan berlatih lagi.
"Iya, ada apa? Segera katakan aku masih mau berlatih" kata Chu Bao yang dengan ketus menjawab wanita yang lebih tua.
"A-anu, senior apa kamu seorang Alchemist?"
"Hei, apa kamu tahu sopan santun? Kenalkan dulu dirimu" balas Chu Bao yang semakin jengkel dengan kedua orang didepannya dengan mengerutkan keningnya.
"Maaf senior, kenalkan namaku Seng Qiao dan ini adikku Seng Huaran" jawab Seng Qiao dengan buru-buru takut jika pria muda didepannya ini marah dan meninggalkan mereka.
"Iya aku peramu pill. Lalu apa tujuan kalian memanggilku?" tanya Chu Bao pada mereka berdua dan masih dengan nada sedikit kesal.
"S-senior, apa anda bisa meramu Pill penyembuh Meridian?" jawab Seng Qiao pada ahli Alchemist yang tampan.
"Tunggu, siapa nama keluargamu tadi?" tanya Chu Bao yang sedikit terkejut saat mendengarkan nama marga Seng, karena gurunya juga memiliki nama Seng.
"Senior, nama saya Seng Qiao"
"Namaku Seng Huaran, senior" kata Seng Huaran yang akhirnya berbicara dengan suara lembut dan menyenangkan.
"Kenalkan namaku Chu Bao. Apa hubunganmu dengan Kakek Seng Long?" tanya Chu Bao sekali lagi dan ingin memastikan hubungan mereka berdua dengan gurunya, dan jika mereka berdua adalah keturunannya maka Chu Bao dengan senang hati akan membantu mereka dengan sekuat tenaga.
Mereka berdua terkejut dengan pertanyaan Chu Bao yang menanyakan nama leluhur naga pertama dan nama yang sangat dihormati oleh keluarga besar ras naga.
"Senior, itu Seng Long adalah leluhur pertama kami. Bagaimana senior bisa mengetahui nama leluhur kami? Dan apa hubungannya dengan senior?" tanya Seng Qiao dengan sedikit curiga dan mulai waspada dengan memegang pedangnya dengan erat.
Mengetahui jika ada perubahan Chu Bao segera berkata dengan sejujur-jujurnya, agar tidak ada terjadi kesalahpahaman diantara mereka.
"Sejujurnya, aku diberi perintah guruku untuk menemui keluarga Seng dan aku masih belum menemukan keberadaan mereka, aku bersyukur bisa menemukan keturunannya. Dan Pill yang kamu butuhkan, kebetulan aku kemarin baru membuatnya." jawab Chu Bao dengan nada ramah dan melemparkan botol giok yang terdapat 5 Pill penyembuh Meridian, dengan cekatan Seng Qiao menerima botol giok itu dengan tangan kanannya dan langsung dia peluk seakan-akan takut terjatuh.
Pill penyembuh Meridian sangat susah dibuat apalagi mencari seorang ahli Alchemist di benua ini dan seorang yang bisa membuat pill penyembuh Meridian hanya bisa dibuat pada oleh Alchemist tingkat Kaisar saja.
Di Benua Dewa ada satu seorang Alchemist tingkat kaisar dan sangat susah untuk diminta pertolongan karena terlalu banyak orang yang meminta bantuannya, dan lagi masalah bayarannya sudah pasti membuat seorang Kaisar akan muntah darah.
Setelah menerima botol giok dari Chu Bao, Seng Qiao segera membuka penutup botol giok itu, saat dibuka segera aroma obat yang baru dibuat tercium di hidung mereka berdua.
"S-senior, i-ini Pill sangat mahal, kami tidak tahu harus membayarnya dengan apa, senior!" kata Seng Qiao dengan tergagap seakan-akan dia ketakutan untuk mengganti Pill yang susah dibuat apalagi ada 5 Pill didalam botol itu.
"Kak, coba aku lihat." tanpa menunggu kakaknya menjawab, Seng Huaran langsung mengintip Pill itu yang berada didalam botol giok, dan memang benar itu pill penyembuh Meridian yang selama ini mereka berdua butuhkan untuk ibu mereka.
Kedua wanita itu segera gemetaran yang mengetahui jika benar itu pill yang dibutuhkan ibu mereka, dan langsung kedua wanita itu berlutut didepan Chu Bao.
"Senior, kami tidak tahu bagaimana membayarnya, senior katakan dan kami akan berusaha mencari biayanya, senior!" Seng Qiao berkata dengan memberikan botol giok kembali kepada Chu Bao dengan berlutut.
"Hmm! Bangun kalian berdua cepat. Itu pill aku tidak membutuhkannya dan lagian itu aku membuatnya saat berlatih. Dan lagi kalian tidak perlu membayarnya, itu yang diperintahkan guruku untuk melindungi keluarga Seng." Chu Bao yang jelas dari nadanya tidak suka melihat orang berlutut didepannya dan dengan nada tegas meminta kedua wanita itu untuk berdiri.
__ADS_1
"Terima kasih senior!" Seng Qiao sudah bangkit dan mengucapkan terimakasih kepada Chu Bao.
"Maaf senior, kalau boleh tahu apa hubungannya guru senior dengan leluhur kami?" Seng Huaran ingin mengetahui hubungan mereka hingga meminta Chu Bao melindungi keluarga Seng.
"Aku tidak tahu, hanya saja aku diberi tugas ini dari guruku tanpa menjelaskannya, dan beliau segera pergi sebelum aku bertanya, untung saja aku bisa bertemu dengan kalian. Dan kalian jangan beritahu siapapun darimana kalian dapat Pill yang aku beri." setelah berkata kepada mereka Chu Bao berbalik dan memasuki goa-nya, dengan tujuan menyimpan barangnya didalam goa dan mengikuti mereka.
"Senior, tunggu. Apa senior mau berkunjung dikediaman kami?" tanya Seng Huaran yang menahan Chu Bao yang dia pikir akan kembali berlatih.
"Iya, rencana ku memang mengikuti kalian, tunggu sebentar aku akan membereskan barang ku dulu!" jawab Chu Bao dan segera bergegas membereskan barang miliknya.
Kedua wanita itu sangat senang jika Chu Bao bersedia mengikuti mereka ketempat tinggal keluarganya, bahkan senior itu berinisiatif mengikuti mereka pulang.
"Jangan panggil aku senior, panggil saja Chu Bao," kata Chu Bao yang risih dipanggil senior oleh kedua wanita ini.
"Hehehe! Baiklah kalau begitu, kakak Bao," jawab Seng Huaran dengan sangat gembira bisa lebih dekat dengan Chu Bao.
"Senior ... Eh ... Maksudku, kakak Bao apa keluargamu bermarga Chu?" tanya Seng Qiao yang awalnya keceplosan memanggil senior lagi.
"Iya. Tapi, sebelum kedua orang tuaku meninggal mereka tidak pernah berkata jika memiliki keluarga Chu ditempat lain!" jawab Chu Bao dengan mengingat apa apa saja yang pernah dibicarakan kedua orang tua-nya.
"Oh! Aku pernah bertemu dengan orang yang bernama keluarga Chu saat itu aku berada di Paviliun Pill untuk mencari Pill penyembuh Meridian," kata Seng Qiao kepada Chu Bao dan membuatnya terkejut dengan penasaran Chu Bao bertanya.
"Dimana rumah kediaman Chu berada? aku ingin berkunjung di tempat mereka Setelah dari tempatmu!" tanya Chu Bao yang ingin mendapatkan informasi tentang keluarga yang memiliki nama keluarga Chu juga.
"Kakak Bao, apa kamu serius mau kesana?"
"Iya, tujuanku selanjutnya menemui mereka, memang ada apa?" tanya Chu Bao yang sedikit curiga.
"Hmm! Sejujurnya kita jarang berinteraksi dengan orang luar dan keluarga kita selalu bersembunyi. Jika banyak orang yang mengetahui keberadaan Ras Naga, maka kita akan menjadi perburuan banyak kekuatan!" Seng Qiao berkata dengan sedih sudah sejak dulu ras binatang seperti Ras Naga, Ras Phoniex, Ras Rubah dan Ras binatang lainnya selalu menjadi rebutan banyak kekuatan dimana saja, karena itu mereka selalu bersembunyi.
Karena seringnya ras binatang diburu, mengakibatkan ras mereka menjadi langkah, apalagi angka kelahiran ras binatang ilahi sangat sulit daripada Ras Manusia, Ras Iblis, Ras Elf dan ras lainnya.
Ceritakan lebih banyak tentang keluarga Chu, dan kenapa kalian terlihat ketakutan saat aku akan menuju kesana?" Chu Bao sangat ingin mengenal tentang mereka yang memiliki nama keluarga yang sama dengan dirinya.
"Keluarga Chu sebenarnya adalah penguasa Benua Dewa dan kelima Kekaisaran saja tunduk pada keluarga Chu. Mungkin saja orang tuamu salah satu buruan keluarga Chu, karena itu orang tuamu tidak pernah menceritakan tentang keluarga besarnya yang terkenal kejam dan sewenang-wenang...," saat Seng Qiao menceritakan tentang keluarganya seketika Chu Bao berhenti berjalan.
Boom...
Aura kematian segera meletus dari tubuh Chu Bao saat mengetahui jika kedua orang tua dan kedua adiknya mati karena diburu oleh keluarga Chu itu sendiri, kedua wanita yang berada disebelah kanan kirinya seketika jatuh dengan berlutut karena tidak mampu menahan aura kemarahan dari Chu Bao.
"Argh! Aku akan bunuh mereka ... Aku akan memusnahkan mereka semua... Argh!?"
Boom...
Kemarahan Chu Bao semakin menjadi-jadi dan air mata juga mengalir di pipinya saat mengingat kembali masa indah dengan keluarnya, dengan sekuat tenaga berdiri, Seng Qiao dan Seng Huaran segera memeluk Chu Bao.
"Kakak, kamu harus tenang!"
"Kak Chu Bao kenapa kamu menjadi marah!"
Kedua wanita itu memeluk Chu dan bertanya, mereka berdua bisa merasakan kesedihan dari Chu Bao dan juga ikut mengeluarkan air mata juga.
Aura kemarahan segera dirasakan hampir di seluruh Benua Dewa, apalagi kekuatan Chu Bao sudah melebihi semua kekuatan di Benua Dewa.
"Kekuatan ini, siapa pemilik kekuatan ini dan siapa yang membuatnya marah?"
"Leluhur menurutmu kekuatan milik siapa ini?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu, aku kuatir pemilik kekuatan ini orang yang selama ini bersembunyi!"
"Apa ini ulah keluarga Chu hingga membuat dia marah?"
"Hem! Sudah jutaan tahun keluarga Chu menjadi penguasa Benua Dewa, tidak mungkin ada kekuatan lain yang bisa menandingi kekuatan mereka, tapi semuanya bisa saja terjadi jika ada orang yang tidak menjadi penguasa dan memilih untuk hidup terpencil."
"Maksud leluhur keluarga Chu telah menendang plat besi kali ini, apakah begitu?"
"Hahaha! Benar cucuku ... Segera cari keberadaan senior ini, jika bertemu dia segera kabari, aku ingin berbicara padanya."
"Baik Leluhur, semoga saja kita lebih cepat dari keluarga Chu!"
Swosh...
Pyaaaarr
"Patriack ada apa?"
"Apa kamu merasakan kekuatan kemarahan barusan?"
"Tidak, Patriark Chu!"
"Hah, kamu...lah ini kekuatannya muncul lagi...segera kerahkan orang untuk mencari kekuatan ini dan ajak berkerjasama, jika dia mau tangkap dia dan juga seluruh keluarganya" perintah Patriack keluarga Chu pada ketua pertama untuk mencoba mengikat kekuatan ini dipihaknya.
"Baik, Patriack"
Wuusssshhh
"Kakak Bao tenangkan dulu"
"Hikks...adikku ibu ayah aku akan membunuh mereka semua...hikks"
Chu Bao menangis sedih dengan berlutut, aura kemarahan sudah tenang dengan pelukan kedua wanita dari ras naga, Seng Qiao dan Seng Huaran juga ikut meneteskan air mata yang merasakan betah sakitnya kehilangan semua keluarga.
"Kakak, jangan bersedih lagi. Jika kedua orang tuamu tahu kamu seperti ini mereka pasti juga akan sedih" kata Seng Huaran yang masih memeluk lengan Chu Bao, mendengar suara lembutnya membuat Chu Bao menjadi semakin tenang.
"Kamu benar, percuma saja aku marah dan selalu bersedih. Apa yang dikatakan guruku benar, aku harus menciptakan keadilan ku sendiri, aku harus menciptakan kedamaian ku sendiri. Ayo, kita menuju kerumahmu" kata Chu Bao yang sudah kembali seperti semula, tekadnya dan semangat semakin membara dihatinya.
Selama mereka berjalan menuju kediaman tersembunyi Seng Qiao dan Seng Huaran Chu Bao menceritakan desanya yang telah dimusnahkan dan kedua orang tuanya dan kedua adiknya juga tewas terbunuh, hanya bukti sebuah bendera bergambar binatang Qilin.
Setelah Chu Bao menunjukkan bukti itu kedua wanita itu membenarkan jika bendera itu milik pasukan keluarga besar Chu dan itu adalah salah satu pasukan yang paling disegani dibenua Dewa.
Tanpa terasa saat mereka bertiga berbicara mereka sudah sampai dipintu masuk menuju sebuah lembah yang orang lain tidak mengetahui jika ada Lembah yang tersembunyi dibenua Dewa.
Lembah itu adalah tempat persembunyian ras Rubah dan Ras naga yang sudah ditempati selama ribuan tahun tanpa ada orang yang mengetahui, bahkan keluarga besar Chu sebagai penguasa benua Dewa juga tidak pernah mendeteksi adanya sebuah lembah yang sangat besar.
"Junior, kenapa kamu membawa orang lain masuk kesini, apa kamu sudah lupa aturan Lembah ini" seorang ketua yang bertugas menjaga pintu masuk goa menegur kedua gadis yang berjalan bersama Chu Bao dengan sikap bermusuhan saat melihat Chu Bao.
"Maaf, ketua. Dia adalah seorang Alchemist yang telah memberikan pil penyembuh Meridian untuk ibuku dan dia juga mendapat tugas dari gurunya untuk melindungi ras kita" kata Seng Qiao pada ketua itu, terlihat dua tanduk naga dikepalanya dan tubuh yang kuat dan kekar.
"Bodoh, apa kamu akan menghancurkan ras kamu sendiri, apa kamu tidak berpikiran jika dia suruhan orang yang ingin memburu kita?" tanya ketua dengan marah dan menyalahkan tindakan kedua junior ini.
"Ketua, sabar dulu dia juga korban seperti kita dan keluarganya juga telah dimusnahkan oleh keluarga Chu, dan dia juga..."
"Sudah cukup, aku tidak perduli jika kamu adalah anak pemimpin ras naga, ini sudah aturan yang ditetapkan dilembah ini. Prajurit tangkap pria itu" kata ketua yang sudah tidak sabar mendengarkan penjelasan dari Seng Huaran, sejak tadi Chu Bao hanya diam dan ingin mengetahui bagaimana perilaku ras naga saat bertemu dengan dia.
"Baik, ketua"
__ADS_1
Segera empat prajurit naga bergegas menangkap Chu Bao dan Chu Bao sendiri hanya diam tanpa perlawanan, sengaja dia tidak melawan karena ingin mengetahui seberapa pantas keluarga naga ini bisa diselamatkan sesuai misi gurunya.
Chu Bao akan berusaha semampunya untuk menyelamatkan ras naga, tapi jika keinginannya ditolak ras naga dia juga tidak akan memaksakan dirinya, Chu Bao juga berpikir jika gurunya tidak akan menyalahkan akan atas tindakannya jika ras naga tidak menghendaki keberadaannya.