Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 255 Menguji Garis Darah.


__ADS_3

Chapter 255 Menguji Garis darah.


Setelah selesai sarapan pagi, Excel yang sudah kenyang berencana berkeliling diwilayah ras ashura, Jasmine dan Lavender dengan senang hati menemani.


Pagi ini sangat cerah untuk menemani hari yang damai, Excel yang keluar dari villa bersama dua putri raja ashura menarik perhatian rakyat ras ashura.


"Aku sebenarnya hari ini ingin membuat gerbang teleportasi antar wilayah." kata Excel kepada kedua wanita yang sedang memeluk lengan kanan dan kirinya.


"Oh, itu sudah dibuat oleh kakek tua yang bernama Yuan Shao." jawab Jasmine yang kemarin melihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Bagus kalian begitu." kata Excel singkat, kembali suasana hening saat mereka bertiga berjalan tanpa tujuan, banyak penduduk yang mengikuti Excel dan kedua putri raja ashura, mereka ingin mengenal orang yang disebut sebagai guru agung.


"Bagaimana jika kita melihat ujian garis darah dan atribut." ajak Lavender saat melihat Excel yang kebingungan dengan melihat sekitarnya tanpa minat, Lavender ingin membuat orang yang dia cintai merasa betah tinggal disini.


"Oh, iya. Disana juga ada banyak jenius, para jenius disana banyak tidak percaya dengan nama guru agung.


Apa kamu tidak ingin ikut serta dalam ujian itu?" Jasmine juga ingin membuat orang yang dia cintai merasa senang dan juga memancing ketertarikan-nya terhadap para jenius ras ashura.


"Apa menariknya ujian itu?" tanya Excel yang terlihat tidak berminat dengan tawaran kedua putri ini.


"Setiap 10 tahun sekali, setiap suku akan menguji bakat setiap generasi mudanya, selama 10 tahun kita selalu berlomba-lomba meningkatkan garis darah dan juga atribut elemen.


Bagi ras ashura, garis darah sangatlah penting dan juga akan meningkatkan status sosial kita di dalam ras ashura, karena itu sangat jarang ras ashura akan memilih pasangan dao dari ras lain yang memiliki garis darah yang rendah.


Sebab itu, para pemimpin kuatir jika salah satu pria maupun wanita menikah dengan ras lain akan menurunkan garis darah mereka. Sejujurnya, raja ashura memerintahkan kita untuk mengajakmu menguji garis darahmu, sebab semalam para pemimpin suku ashura berdebat prihal kita yang menginginkanmu menjadi pasangan dao..." jasmine menjelaskan apa itu ujian garis darah, Jasmine sengaja menyebutkan kata raja ashura yang memberikan perintah dan bukannya menyebut kata ayah, tujuan Jasmine jelas dimengerti oleh Excel.


"Kedua, bagi ras ashura memiliki atribut elemen juga sama pentingnya, seperti yang aku ceritakan kemarin, atribut juga menggolongkan status sosial kita.


Jika kita memiliki atribut utama seperti api misalnya, maka status kita berada pada tingkat utama dari atribut lainnya." Lavender ikut menjelaskan betapa pentingnya ujian ini bagi ras ashura.


"Hahmm... Baik, jika harus begitu." desah Excel yang tampak terpaksa mengikuti ujian ini demi kedua wanita ini. Mendengarkan jika orang yang mereka berdua cintai menyetujui, membuat mereka berdua kegirangan.


Semua orang tahu, jika semakin baik garis darahnya maka secara otomatis bakatnya dalam segala bidang juga mengikuti, Excel juga memahami hal ini karena itu dua menyetujui keinginan raja ashura dan kedua putrinya.


Segera Jasmine dan Lavender menarik Excel menuju tempat ujian garis darah.


"Bagaimana caranya kalian meningkatkan garis darah ras ashura?" tanya Excel sekali lagi disaat mereka berjalan menuju tempat ujian.


"Kami selalu berendam dalam kolam api ashura selama 1 jam setiap 3 bulan sekali." jawab Lavender kepada Excel, saat dia menjawab ekspresinya sedikit ketakutan.


"Kenapa harus 1 jam setiap 3 bulan sekali? Kenapa tidak setiap hari?" tanya Excel yang penasaran dengan metode ras ashura dalam meningkatkan garis darahnya yang terlihat unik.


"Hmm... Setiap kali kita berendam untuk meningkatkan garis darah dalam kolam api ashura, jiwa kita juga akan ikut terluka karena jiwa juga akan ditingkatkan. Sebab itu, sebelum jiwa kita sembuh kita tidak ingin memasuki kolam api ashura, jika dipaksakan jelas sangat merugikan, kolam untuk meningkatkan garis darah dan atribut berbeda, kolam ujian dikhususkan hanya untuk menguji hasil pelatihan kita selama 10 tahun."


"Rasa sakitnya juga sangat mengerikan." Jasmine ikut berbicara setelah Lavender menjawab pertanyaan Excel, saat Jasmine berbicara tubuhnya sedikit mengigil karena masih mengingat rasa sakit itu hingga sekarang.


"Keuntungannya sangat banyak jika kita berendam dalam api ashura, selain garis darah meningkat hingga 1 persen, fisik kita juga ikut meningkat dan juga jiwa kita hingga 1 persen jika beruntung." jelas lavender sekali lagi.


"Aku mengerti" jawab Excel dengan singkat.


Cara meningkatkan garis darah, jiwa dan fisik tidak jauh berbeda yang digunakan Excel untuk meningkatkan ketiga hal itu kepada semua keluarganya, perbedaannya hanya pada sumberdaya-nya. Excel memiliki banyak metode yang bisa mempercepat meningkatkan garis darah, jiwa dan fisik.


"Raja, guru agung menuju tempat ujian garis darah dan atribut elemen."


"Hahaha... Bagus, bagus. Kedua putriku mampu membujuk guru agung. Ayo kita kesana." kata Raja ashura saat salah satu penjaga putrinya memberikan laporan.


Raja ashura saat ini berada didalam ruang tamu bersama kelima orang dari istana surgawi dan beberapa pemimpin suku ras ashura, semua orang di ruang tamu bergegas menuju tempat ujian.


"Saudara Wei, menurutmu guru agung memiliki garis darah tingkat apa dan juga memiliki atribut elemen apa yang dia miliki?" tanya raja ashura kepada Yang Wei saat mereka berjalan.

__ADS_1


"Hahmm... Guru agung adalah sosok misterius. Jika apa yang dikatakan raja kelelawar dia adalah penguasa benua biru dan juga dewa perang, itu semakin membuat ku bingung karena kita baru saja mengunjungi benua biru dan tidak mengenali sosok penguasa benua biru.


Hingga saat ini aku masih belum mengetahui apa-apa tentang guru agung." Yang Wei mendesah dan menjawab pertanyaan raja ashura.


"Kamu benar. Aku juga bingung dengan motifnya, benar-benar diselimuti kabut gelap." raja ashura juga tidak mampu melihat kedalam diri orang yang akan menjadi calon menantunya.


"Kekuatannya tidak bisa kita lihat, garis darahnya juga tidak bisa kita lihat walau menggunakan mata dewa, hanya struktur fisik saja yang bisa kita lihat jika dia baru berusia 17 tahun. Sungguh sosok misterius guru agung ini." Lu Bai juga ikut berbicara, dia sudah menganalisa sosok si Excel tetapi tidak menemukan jawaban yang tepat untuk membuka tabir misteri yang Excel miliki.


Yu Guan dan Sun Hongli juga masih belum banyak mengenali sosok gurunya, saat mereka sedang berbicara, Yu Guan dan Sun Hongli hanya diam saja.


"Mungkin saja apa yang dikatakan raja kelelawar hanya bualan saja karena dia juga tidak bisa membuktikan apa-apa terkait dengan kebenaran omongannya." Yuan Shao juga ikut berbicara.


"Tunggu dulu, apa kalian tidak ingat dengan 4 orang yang guru agung memasuk-kan dalam pagoda hitam itu...!" kata Lu Bai yang selalu jeli mengamati segala situasi kejadian kemarin.


"Oh iya aku baru ingat, mungkin keempat orang itu mengetahuinya, mungkin saja guru agung menuju alam keabadian karena sedang mencari keempat orang itu. Aku yakin dengan kekuatan yang melebihi kita, tidak banyak hal yang menarik minat guru agung di alam keabadian ini." jawab raja ashura yang kembali ingat kejadian kemarin.


Pembicaraan seputar guru agung dari kemarin tidak ada habis-habisnya, bahkan topik misteri yang disematkan pada guru agung membuat mereka semakin penasaran.


Mereka semua akhirnya tiba di tempat ujian garis darah dan juga atribut, kehadiran raja ashura membuat suasana tempat ujian semakin ramai dan penuh antusias, jarang-jarang sosok tertinggi menghadiri acara ini.


Raja ashura, leluhur suci dan para pemimpin segera duduk pada tempat yang telah disediakan, semua mata mencari keberadaan guru agung tetapi tidak menemukannya.


"Ini adalah tempat ujian garis darah dan atribut elemen." Lavender dengan semangat langsung memperkenalkan tempat ini saat mereka telah melewati ribuan anak tangga menuju tempat ujian.


Excel melihat bukit ini telah dibangun begitu megah, Excel memperkirakan jika ini dulunya adalah gunung aktif. Excel juga melihat kawah kecil yang dipenuhi lava panas, didalamnya Excel juga melihat sebuah artefak yang terbentuk mangkok seukuran kawah itu.


"Bagaimana caranya mengetahui garis darah dan juga atribut elemen setiap peserta yang ikut dalam ujian ini?" tanya Excel kepada mereka berdua agar terlihat tidak tahu apa-apa.


"Hehehe... Itu mudah. Didalam kawah ini ada artefak kuno yang mampu mendeteksi garis darah dan juga atributnya saat kita berendam. Informasinya akan muncul di batu prasasti itu, batu prasasti dan artefak tingkat kuno itu sudah terkoneksi sejak dibuat oleh leluhur kita ratusan juta tahun yang lalu." Lavender menjelaskan dengan bangga akan pencapaian leluhurnya.


Kedatangan Excel dan kedua putri ashura di tempat ujian menjadi bahan pembicaraan banyak orang, banyak orang yang tidak suka dengan datangnya ras rendah seperti ras manusia, biasanya ras ashura selalu menolak kunjungan ras manusia atau ras lain yang juga dianggap tidak sederajat dengan mereka.


Sebutan guru agung bagi ras ashura sangat berlebihan karena melihat sosok Excel yang masih muda dan tampak lemah, apalagi penampilan-nya seperti orang udik walaupun memiliki wajah yang sangat tampan.


"Hahmm... Penampilan guru agung benar-benar menipu mata." desah raja ashura saat melihat Excel menjadi bahan pembicaraan rakyat ras ashura.


"Hahaha... Wajahnya memang sangat tampan, jika kita tidak mengenalinya kita juga pasti mengira guru agung sangat lemah dan terlihat udik." Sun Hongli tertawa melihat penampilan gurunya yang selalu berpenampilan rendah hati.


"Guru agung memang seperti itu, selalu rendah hati dan tidak menonjolkan dirinya, dia lebih suka diam dalam kesunyian." Lu Bai juga sedikit banyaknya telah mempelajari karakter guru agung.


"Saat aku melihat matanya waktu itu, aku merasakan jurang yang tidak berujung. Kita tahu mata adalah jendela dunia, jika tidak bisa terlihat dasarnya sudah pasti pengalaman hidupnya sangat melimpah." raja ashura juga mulai belajar mengenali calon menantunya ini.


"Kamu segera masuk dalam kolam ujian, jika tidak tahan dengan panasnya jangan dipaksakan dirimu." salah satu ketua penanggung jawab tempat ujian dia segera ingin menyelesaikan ujian ini sesegera mungkin.


"Baik senior."


Byuur


Suara magma panas segera terdengar seperti memasuki sebuah kolam air, peserta ujian itu menyelimuti dirinya dengan energi Qi, belum sampai melewati waktu 1 menit peserta itu segera keluar dari kawah magma.


Bhuuuzzzhh


~ Garis darah ras ashura tingkat rendah, 26 persen.


~ Atribut api 2 persen.


~ Atribut angin 10 persen.


~ Fisik besi tingkat awal.

__ADS_1


~ Kekuatan jiwa 23 persen.


Peserta itu melihat batu prasasti dan mendesah kecewa dengan hasilnya, dia buru-buru keluar karena tidak tahan lagi dengan panasnya dan juga rasa sakit saat memasuki kolam ujian.


"Senior, aku dulu." teriak Jasmine yang ingin memamerkan hasil ujiannya kepada orang yang dia cintai. Perhatian semua orang langsung tertuju pada Jasmine dan suara siulan dan sorak-sorai segera meramaikan suasana.


"Baik putri. Jika tidak tahan jangan memaksakan diri." jawab ketua penanggung jawab dengan ramah dan senang melihat putri raja ashura mengikuti ujian ini lagi.


Jasmine langsung berjalan kedalam kolam dengan menggunakan pakaiannya, tubuhnya juga dia selimuti dengan energi Qi seperti peserta sebelumnya.


Tatapan mata semua pria sudah penuh pikiran fantasi saat Jasmine memasuki kolam api ashura itu. Jasmine dan Lavender adalah gadis pujaan banyak pria ras ashura, sudah banyak pemuda berbakat yang ingin menikahinya tetapi selalu ditolak dengan tegas.


Jasmine menceburkan dirinya dan hanya memperlihatkan kepalanya saja, terlihat wajahnya menahan rasa sakit dengan mengerutkan keningnya dan juga berkeringat dengan deras diwajahnya.


Semua orang melihatnya penuh dengan perhatian dan sudah tidak sabar melihat seberapa besar peningkatannya, Excel juga ikut melihat dan memeriksa seluruh tubuh Jasmine. Tidak sampai 1 jam atau tepatnya 35 menit, Jasmine buru-buru keluar dari kolam ujian dengan tubuh mengigil menahan rasa sakit dan panas.


"Hore..."


"Hebat sekali mampu bertahan hingga 1 dupa"


Segera sorak-sorai pujian para pengemar Jasmine saat dirinya keluar dari kolam api ashura.


Bhuuuzzzhh


~ Garis darah ras ashura tingkat atas, 45 persen.


~ Atribut api 78 persen.


~ Atribut kayu 80 persen.


~ Atribut tanah 34 persen.


~ Fisik emas tingkat awal 35 persen.


~ Kekuatan jiwa 63 persen.


"Yes, Aku berhasil meningkat lagi... Hahaha." Jasmine sangat gembira melihat hasil ujian kolam api ashura, wajah yang tadinya masih merasakan kesakitan menjadi hilang saat melihat hasil peningkatan dirinya.


Jasmine langsung mengeringkan pakaian dengan api ashura dan kembali menuju tempat duduknya, sorak-sorai selalu bergemuruh saat melihat tindakan Jasmine, tetapi segera berhenti saat Jasmine duduk disebelah Excel.


"Sekarang giliran ku" Lavender tidak ingin ketinggalan dan buru-buru memasuki kolam ujian, ketua penjaga kali ini tidak banyak bicara hanya mengangguk-kan kepalanya saja.


Bhuuuzzzhh


~ Garis darah ras ashura tingkat atas, 45 persen.


~ Atribut api 77 persen.


~ Atribut kayu 81 persen.


~ Atribut tanah 33 persen.


~ Fisik emas tingkat awal 34 persen.


~ Kekuatan jiwa 62 persen.


"Hehehe... Lumayan" Lavender tersenyum melihat hasil ujiannya. Lavender sama seperti kakaknya yang hanya bertahan 1 dupa lebih sedikit, Lavender kembali menuju tempat duduknya dengan wajah tersenyum dan bangga.


"Kalian berdua hebat memiliki 3 atribut elemen, pantas saja jika kalian menjadi idola banyak pria muda." puji Excel saat mereka berdua telah selesai mengikuti ujian garis darah dan atribut elemen.

__ADS_1


Mereka berdua sangat senang saat dipuji lagi oleh orang yang mereka cintai, tatapan cemburu dan benci segera dirasakan Excel saat Jasmine dan Lavender memeluk lengannya.


"Ayo sekarang giliranmu sebelum didahului yang lainnya" pinta Lavender agar Excel segera memasuki kolam ujian itu karena dia sudah tidak sabar ingin melihat hasil ujian sosok pria yang mereka cintai.


__ADS_2