
Chapter 92 Api Surgawi dan Berlatih.
Hari telah berganti kini pagi menyambut 3 matahari yang bersinar, walau benua Dewa memiliki 3 matahari itu tidak membuat benua Dewa menjadi ampas, malahan dengan adanya 3 matahari justru membuat suasana siang hanya terasa hangat.
"Hei...kapan kalian berdua bangun?" karena tidak ada tanggapan dari Kakek itu Chu Bao memberikan pil vitalitas pemberian ibunya dan yang hanya tersisa satu.
Lalu Chu Bao mencoba mengalirkan energi Qi-nya lagi kepada api aneh itu, sejumlah energi besar Chu Bao keluarkan demi api aneh itu. Saat ingin menghentikan energinya, api aneh itu malah menyedot terus energinya tanpa henti hingga membuat Chu Bao ketakutan.
"Hentikan, cepat hentikan...jangan terus menghabiskan energi dari tubuhku" teriak Chu Bao dengan mengibaskan lengannya agar api aneh itu terlempar, tapi sekali lagi-lagi api itu malah bergerak dan menembus tubuhnya tepat pada jantungnya.
"Aaaahh...panaaasss"
Chu Bao berteriak kesakitan karena api aneh itu menembus jantungnya dan seakan-akan ingin meledakan-nya, karena tidak kuat dengan panas dan rasa sakit Chu Bao berguling-guling di tanah dengan berteriak terus.
"Akkkhhhh... Sakiiiitt"
"Hahaha, bocah kamu sangat beruntung... Hahaha"
Disaat Chu Bao kesakitan dengan berguling-guling ditanah terdengar suara tawa gembira ditelinganya, Chu yang mendengar hanya melihat sekilas dan tetap menahan rasa sakit yang tidak pernah dia rasakan.
Booommm
Booommm
"Hahaha, bocah aku akan menolongmu, asal kamu mau menjadi muridku, jika tidak tubuhmu akan meledak karena terobosan yang terus-menerus karena tubuhmu tidak bisa menahan kekuatan api surgawi yang memilihmu...hahaha" kata Kakek itu yang merasa gembira melihat Chu Bao yang kesakitan dan memang benar tubuh Chu Bao ingin meledakan dan itu terlihat dari kulitnya yang mulai retak seperti jaring laba-laba.
"Baik Kakek..aaaahh... aku mau men-menjadi muridmu...Akkhhhh" jawab Chu Bao dengan berteriak dan rasa sakit terus-menerus ingin menghancurkan tubuhnya.
"Hahaha, bagus, bagus. Bersumpah dulu maka aku akan menyelamatkanmu...hahaha"
"Aaaahh, a-aku bersumpah menjadi mu-murid-mu dan me-mematu-himu, guru...aaahh" jawab Chu Bao dengan terbatah-batah yang sudah tidak bisa menahan lagi rasa panas dan rasa sakit, seluruh pakaiannya sudah menjadi abu dan darah mengalir diseluruh tubuhnya.
Zreeeetttt
Cedaaaaarrrr
Booommm
Setelah Chu Bao selesai mengucapkan sumpahnya, terdengar suara petir menggelegar dan menandakan jika sumpah itu telah berlaku dan tidak bisa dibatalkan.
"Hahaha, aku menyukaimu bocah. Cepat kamu duduk bersila...hahaha. Ckckck lihat tongkatmu sangat besar...hahahaha" kata Kakek dengan tertawa riang dan juga kagum melihat tongkat milik muridnya yang sekarang botak karena rambutnya terbakar api surgawi, dan memang benar jika tubuh Chu Bao menyala seperti api hijau kebiruan.
"Kakek, sempat-sempatnya kamu melihat pusakaku, apa pusakamu kecil...hah" batin Chu Bao yang jengkel saat tongkatnya dikritik Kakek yang berdiri didepan, dengan menggertakkan giginya Chu Bao berusaha sekuat tenaga untuk duduk dan bersila.
"Hahaha, bocah seharusnya kamu bersyukur, karena tongkat milik rasa naga yang terbesar hanya 25 cm dan itu milikku...hahahaha" Kakek berkata dengan bangga memamerkan ukuran tongkatnya, walau dia juga iri pada muridnya yang mengalahkan ukuran tongkatnya, Chu Bao yang mendengar jawaban si Kakek sangat terkejut karena bisa membaca pikirannya.
Setelah Chu Bao duduk bersila, Kakek itu buru-buru duduk dibelakannya dan meletakkan kedua tangannya pada punggung Chu Bao, lalu mengalirkan energi semesta pada Chu Bao agar mampu menerima kekuatan besar dari api surgawi.
Booommm
Booommm
Booommm
Ledekan tanda telah menerobos ketingkat yang lebih tinggi terdengar dari dalam tubuh Chu Bao tanpa henti saat Kakek itu membantu mengendalikan energi terobosan yang disebabkan dari bergabungnya Chu Bao dan api surgawi.
"Hahaha, muridku kamu sangat super jenius, kamu bisa menerobos dengan begitu mudah apalagi masih bisa menahan api surgawi di tahap Monarch. Jika itu orang lain sudah akan hangus menjadi debu....hahaha"
"Umumnya api yang memiliki jiwa hanya bisa diserap pada orang yang sudah berada tingkat Jendral Dewa, tapi aku mengagumi tekad dan kemauanmu untuk bertahan hidup...hahaha. Aku beruntung menemukan mutiara yang bagus... Hahaha"
Kakek itu sangat gembira dan kagum pada Chu Bao, dia akhirnya memiliki murid yang akan diperebutkan oleh banyak Dewa, yang Kakek itu tidak tahu mutiara yang bagus itu nama asli Chu Bao, mutiara yang berharga.
Booommm
Booommm
"Hahaha, bocah kamu luar biasa langsung menerobos 7 tingkat dan ini masih belum berakhir... Hahaha"
Zreeeetttt
Cedaaaaarrrr
Booommm
__ADS_1
Zreeeetttt
Zreeeetttt
Cedaaaaarrrr
"Aku akan membantumu mengusir kesengsaraan Surgawi" kata Kakek yang gembira memiliki murid yang super jenius dan karena sudah menerobos prajurit dewa putih sudah seharusnya Chu Bao menerima kesengsaraan Surgawi di tingkat Half God.
Wuuuuussshh
Zreeeetttt
Cedaaaaarrrr
Booommm
"Pergi kalian, jangan ganggu muridku" teriak Kakek itu pada kesengsaraan surgawi, Setelah terbang ke langit dan mengusir kesengsaraan Surgawi, seketika awan hitam Kesengsaraan Surgawi langsung menghilang seakan-akan takut pada guru Chu Bao yang mengusirnya, setelah Kesengsaraan Surgawi memberikan restunya pada Chu Bao.
Booommm
Booommm
Booommm
Wuuuuussshh
Mendengar terobosan muridnya yang lebih cepat setelah menerima pengakuan dari kesengsaraan Surgawi, guru Chu Bao kembali pada posisi awalnya yang duduk bersila dan meletakkan tangannya kembali pada punggung muridnya.
Booommm
Booommm
Booommm
Setelah Chu Bao menerobos terus-menerus hingga terhenti pada tingkat jendral Dewa tahap Perunggu, guru Chu Bao berhenti mengalirkan energi semesta pada muridnya dan menunggu Chu Bao menyetabilkan fondasinya setelah terobosannya.
"Hahaha, muridku kamu sungguh beruntung bisa mengendalikan api surgawi yang sangat langkah, aku sudah memburunya jutaan tahun, tapi takdir berkata lain.
Dan ini sesuai permintaan-Nya jika aku harus membantumu melewati semua ujian ini, aku harap kamu mengerti akan tujuan-Nya." kata guru Chu Bao pada muridnya.
"Muridku, aku akan menunggumu dibenua Venus karena waktuku sudah tiba. Aku harap kamu memenuhi sumpahmu dan menjadi kebanggaanku"
Wuuuuussshh
Kata terakhir dari guru Chu Bao terdengar muridnya yang telah menyelesaikan menyetabilkan fondasinya tanpa mengenal siapa nama Kakek yang telah menolongnya, sayang sekali saat Chu Bao membuka matanya Kakek telah menghilang seperti ditiup angin.
"Guru, terima kasih atas bantuanmu. Aku sudah bersumpah akan mengikuti semua perkataanmu, guru" kata Chu Bao dengan sujud tiga kali ditanah dengan membenturkan keningnya ditanah merupakan penghormatan untuk guru yang telah menerimanya sebagai murid.
Kemudian Chu Bao bangun dan melihat keatas dan hanya melihat langit cerah, Chu Bao seakan-akan mengetahui keberadaan gurunya yang tiba-tiba menghilang.
"Haaheem, guru, kamulah satu-satunya keluargaku saat ini, tapi akhirnya pergi juga meninggalkan ku" gumam Chu Bao dengan mendesah berat, yang sedih karena telah kehilangan semua orang yang dia cintai.
Chu Bao melihat cincin dimensi yang ditinggalkan gurunya, kemudian dia mengambil cincin itu dan menandainya dengan darahnya, lalu kesadarannya melihat isi didalam cincin dimensi yang telah dia pakai dijari telunjuk tangan kanannya.
"Hahaha...Guru, terima kasih apa yang telah engkau berikan. Dan aku akan segera cepat menjadi kuat dan mencarimu" kata Chu Bao setelah melihat isi didalam cincinnya.
Didalam cincinnya terdapat banyak Pill untuk meningkatkan kekuatannya, ada senjata pedang tingkat ilahi, tungku untuk meramu Pil, ada juga kitab teknik beladiri tingkat puncak, kitab teknik akar roh tingkat puncak, buku Alchemist tingkat kaisar, kitab budidaya Pemikat Pesona Naga dan masih banyak lagi didalam cincin dimensinya.
"Sepertinya ada pesan dari guru dibatu giok ini!" kata Chu Bao saat melihat batu giok informasi di cincinnya, kemudian Chu Bao mengambilnya dan memecahkan batu itu.
Pyaaaarr
Swooosshh
Saat batu itu pecah segera keluar cahaya putih dan langsung memasuki dahi Chu Bao tanpa dia bisa hindari, setelah cahaya itu masuk dikepalanya terdengar suara gurunya berbicara dan Chu Bao mendengarkan dengan seksama.
("Namaku Seng Long, Chu Bao aku tahu namamu setelah aku membaca pikiranmu dan mengetahui masa lalumu.
Tidak ada yang namanya hidup selalu damai tanpa kamu ciptakan sendiri, tidak ada namanya keadilan tanpa kamu ciptakan sendiri.
Ada awal adapula akhir, ada pertemuan adapula perpisahan, semua adalah siklus alam yang berjalan dengan sendirinya tanpa tahu kemana dia pergi.
Kamu adalah orang pilihan, semua yang kamu alami adalah ujian jiwamu.
__ADS_1
Aku tahu kamu akan marah karena telah kehilangan orang yang kamu sayangi, tapi kamu harus ingat, jika jiwamu lemah mungkin kamu tidak bertemu dengan gurumu, jika kamu bunuh diri pada waktu itu tetap kamu akan mengalami hal yang sama.
Sekarang tugas pertamamu adalah dengan segera meningkatkan kekuatan hingga tingkat Dewa Absolute, apapun yang kamu lakukan untuk mencapai kekuatan harus dengan hati yang bersih, jika kamu memiliki benih iblis dihati maka kamu akan menghambat perkembanganmu. Dan waktu yang aku berikan tanpa batas.
Tugas kedua kamu harus segera pergi menuju benua Venus saat kekuatanmu berada di tingkat Kaisar Dewa tahap semesta agar kamu bisa membuka dimensi. Aku memberikanmu waktu hingga 1000 tahun.
Tugas ketiga selamatkan Ras naga yang merupakan garis keturunanku, nama keluargaku Seng dan kamu bisa mencari mereka di alam ini. Aku memberikan waktu hingga 100 tahun.
Tugas keempat selamatkan Dewi samudera yang berada di alam MahaDewa. Aku memberikan waktu hingga 1500 tahun.
Semoga kamu berhasil muridku dan utamakan keselamatanmu karena gurumu tidak bisa menjagamu")
"Baik guru, misi ini akan segera aku selesaikan dan aku tidak akan mengecewakanmu." batin Chu Bao dengan mengepalkan tangannya, api semangat dan tekad kuat membuat mata Chu Bao menyala dengan warna hijau kebiruan.
"Langkah pertamaku saat ini adalah mempelajari semua kitab dari guru, setelah selesai aku akan menyelamatkan keluarga guruku, lalu menuju benua Venus. Masalahnya aku tidak tahu dimana benua Venus bahkan namanya saja aku baru mendengarkannya!"
"Huuff, nanti saja aku pikirkan!"
Setelah Chu Bao bergumam sendiri dan menepis pemikiran yang saat ini tidak perlu dipikirkan, segera Chu Bao mengeluarkan gulungan kitab teknik beladiri.
Selama tinggal di gunung kematian Chu Bao tidak pernah lelah belajar terus menerus tanpa henti, Berkultivasi, melatih gerakan pedang, berlatih memanah, membuat bermacam-macam pill.
Semua binatang tidak ada yang berani mendekati Chu Bao yang kekuatannya pada tahan jendral Dewa Perunggu, apalagi Chu Bao memiliki api surgawi yang sangat panas dan panasnya melebihi magma.
Saat Chu Bao meramu Pill panas api surgawi sungguh mengerikan hingga membakar banyak pepohonan karena saat awal berlatih Chu Bao belum mampu mengendalikan dengan baik.
Meskipun sering sekali gagal Chu Bao tidak pernah menyerah selalu mengulang lagi dan lagi hingga hasil jerih payahnya membuahkan hasil.
Sebagai tempat tinggal Chu Bao membuat goa yang letaknya cukup jauh dari gunung kematian, goa itu dekat dengan aliran sungai yang jernih dan banyak dihuni ikan.
Chu Bao tinggal digoa seorang diri hingga tanpa terasa dia sudah 10 tahun didalam goa, kini usianya menginjak 27 tahun sejak saat gurunya pergi Chu Bao tidak bertemu dengan manusia, dan memang sengaja Chu Bao tidak ingin dulu berinteraksi dengan manusia dulu sebelum dia memiliki kemampuan yang memadai.
Kekuatan Chu Bao juga meningkat secara drastis dengan pemberian pil Kultivasi dan tambah lagi Chu Bao bisa membuat pill sendiri tanpa selalu mengandalkan pemberian dari gurunya yang telah habis, kini tingkat kekuatannya pada tingkat Dewa Giok tahap puncak dan sebentar lagi Chu Bao akan menerima kesengsaraan Surgawi.
Karena sumpahnya untuk membalaskan dendam dan juga misi dari gurunya, Chu Bao tidak merasa bosan atau kesepian didalam goa selama ini, dia hanya akan keluar jika ingin berburu binatang atau mencari tanaman roh dan tanaman obat untuk Chu Bao membuat pill.
"Hehehe, aku berhasil lagi. Kali ini tingkat Pill ku sudah semakin sempurna" kata Chu Bao dengan terkekeh melihat hasil dia membuat pill penguat fisik, kini tingkat fisik Chu Bao sudah pada tingkat berlian tahap puncak.
Tanpa Chu Bao sadari, akibat bau aroma obat yang dia buat menarik sekelompok orang yang yang kebetulan sedang mencari tanaman obat disekitarnya.
"Baunya dari arah barat, ayo kita kesana"
"Tunggu, apa kamu lupa jika arah itu dekat dengan gunung kematian dan juga jangan lupa dengan lembah abbys yang sangat berbahaya itu"
"Huuff, aku tidak lupa. Jika bau aroma Pill itu memang melewati perbatasan dua tempat berbahaya itu kita akan mundur, dan lagian juga kita bisa mencari tanaman roh dan tanaman obat disekitarnya jalan yang kita lewati, oke"
"Haah, baiklah terserah kamu. Kalau begitu kita 10 orang jangan terpisah, ingat banyak binatang buas tingkat iblis di daerah sini."
"Baiklah, kamu sangat cerewet sekali, kak kamu hubungi yang lainnya dan berkumpul disungai didepan kita yang arahnya sama dengan bau aroma Pill"
"Huuf, selalu saja memerintah orang saja"
"Hehehe...kakak kamu tahu aku malas berkomunikasi dengan mereka, jadi kamu saja yaa" kata adiknya dengan mengedipkan mata lentiknya.
Mereka berdua kemudian berjalan sesuai arahan dari aroma obat yang kebetulan dari arahnya menuju sungai tempat mereka akan berkumpul.
"Kak, lihat ada Goa. Aromanya semakin tajam dan aku yakin pasti ada seorang Alchemist didalam goa itu"
Rata-rata seorang Alchemist akan selalu menyendiri dalam membuat pill tanpa ingin diganggu siapapun, sudah menjadi hal yang umum didunia Alchemist yang selalu menyendiri ditempat terpencil dan jauh dari kebisingan.
"Hahaha, aku berhasil lagi dan kali ini sangat sempurna"
Terdengar suara tawa bahagia dari dalam goa yang membuat kedua orang itu semakin yakin ada seorang ahli Alchemist berada didalam goa itu.
"Hehehe, ayo kak kita kesana siapa tahu dia bisa membantu kita membuatkan Pill untuk ibu kita yang sakit"
"Iya, tapi kita jangan sampai membuatnya merasa tersinggung, kamu tahu jika seorang Alchemist yang marah bisa membuat kita mendapatkan masalah"
Kemudian kedua orang itu berjalan menuju goa setelah mereka melewati sungai jernih dengan mudah, saat mereka berdua mendekati goa aroma obat membuat kedua orang itu gemetar karena kultivasinya seperti akan mengalami terobosan hanya dengan mencium bau aroma Pill.
"Sungguh pil yang luar biasa, dengan aromanya saja bisa membuat kultivasi ku yang lama macet ingin segera naik"
"Permisi senior, maaf menganggu kedamaian senior"
__ADS_1
Chu Bao yang tadinya tertawa bahagia menjadi terkejut mendengar suara wanita didepan goanya, karena penasaran Chu Bao segera berjalan keluar dari goa yang dia tempati selama 10 tahun.