
Chapter 197 Dibalik kemarahan ada makna yang tersembunyi.
Istri-istri Excel juga ikut gemetaran dengan kemarahan suaminya, bahkan alam semesta aurora juga ikut bergejolak dengan kemarahan Excel.
Yuna dan Yuke segera merasakan kemarahan suaminya apalagi alam semesta tiba-tiba menjadi redup, seluruh mahkluk hidup dialam semesta aurora melihat kearah langit yang tiba-tiba berubah, selain itu seluruh tubuh dan tulang semua kehidupan menjadi lemah dan gemetaran dengan fenomena ini.
"Gawat... Yuke kamu disini dan selesaikan rencana kita, aku akan meredam kemarahan suami kita." kata Yuna dengan transmisi suara kepada Yuke, semua orang disekitar mereka berdua sudah tidak mampu menahan tubuhnya dan ambruk ditanah, hanya Yuna dan Yuke yang masih baik-baik saja hanya merasakan sedikit tekanan.
"Baik, kak. Tolong redam kemarahan suami kita." jawab Yuke yang juga sudah gelisah, Yuna hanya menganggukkan kepalanya dan "zlaaapp" Yuna menghilang dari hadapan Yuke dan semua orang.
Disemua kehidupan dilembah abbys juga tidak mampu menahan tubuh mereka, lutut mereka semua sudah menyentuh tanah, air mata segera mengalir di pipi istri dan putri-putri Excel.
"Cepat katakan..." kata Excel dengan membentak kedua leluhur itu dengan melonggarkan cengkraman-nya, mereka berdua bingung harus berkata apa, keringat dingin sudah membasahi pakaian kedua leluhur bangsa air.
"Kalian bangsa air benar-benar bodoh dan tidak tahu diuntung, sifat keserakahan kalianlah yang telah memusnahkan diri kalian sendiri. Lihat Ratumu, demi kalian dia mempertaruhkan nyawanya, lalu apa balasan dari bangsa air ? Coba bicara..." Excel berbicara lagi karena kedua leluhur itu hanya diam walau mereka bisa berbicara lagi, tetapi tidak ada bangsa air yang bisa menjawab pertanyaan Excel...
"Jika aku memusnakan bangsa ini apa aku salah... Hah." sekali lagi Excel mencengkram bahu kedua leluhur itu hingga hampir menghancurkan tulang selangka mereka berdua.
"Aaah...ampun"
"Baik, itu jawaban kalian, berarti kalian bangsa air musnah..."
Zlaaapp
"Suami, hentikan" Yuna tiba-tiba muncul didepan Excel dan kedua leluhur bangsa air, kehadiran mengeluarkan aura agung dan suaranya mampu meredam semua emosi kehidupan ini, seluruh tubuh Yuna mengeluarkan cahaya kedamaian dan menyilaukan semua mata, bahkan wajah Yuna tidak terlihat karena cahaya menutupinya.
Hampir saja Excel akan memusnahkan bangsa air jika Ratu alam semesta terlambat sedetik saja, jika Yuna tidak datang dengan cepat sudah dipastikan lembah abbys menjadi debu.
"Ayah"
"Suami"
Anak dan isteri Excel juga ikut meredam kemarahan Excel, mereka tidak ingin sifat ayahnya menjadi berubah seketika, isteri-isteri dan putri-putrinya melihat wajah Excel benar-benar berubah, tidak ada lagi wajah ceria, lucu dan santai, saat ini wajah Excel telah menjadi sosok yang lebih berwibawa, kejam dan penuh kesombongan.
"Melinda dan Kumala lawan kedua kotoran ini, jika kalian kalah aku akan musnah bangsa air, jika kotoran ini kalah bangsa air akan selamat." kata Excel tanpa ada pilihan yang baik, Excel memberikan kesempatan kepada Qiaofeng dan bangsa air.
"2 kali kalian dihina tetapi kalian hanya diam, untuk ketiga kalinya alam jagat raya ini akan aku hapus dan aku bentuk lagi termasuk keluargaku."
Zlaaapp
Setelah Excel berbicara kepada isteri, anak dan semua orang dilembah abbys tiba-tiba menghilang, aura tidak tidak rasakan lagi, koneksi komunikasi sementara tidak bisa dihubungi.
"Adil dan merata" kata Yuna dengan mengeleng-gelengkan kepalanya setelah suaminya benar-benar menghilang dari hadapannya, Yuna menghela nafas tanda tidak ada yang bisa dia lakukan.
Lalu Yuna melihat Qiaofeng yang masih berlutut dan menangis dan melihat semua anak-anaknya dan isteri-isteri Excel yang terlihat murung.
"Kumala dan Melinda kalian bersiap, ingat apa yang dikatakan suami kita, kalian kalah bukan hal baik bagi kita semua." kata Yuna kepada mereka berdua yang dia panggil namanya.
"Baik, kak. Kami akan berusaha semampu kami." jawab Melinda dan Kumala, lalu Yuna mendekati Qiaofeng dan membantunya untuk bangkit dan berdiri, "kalian semua berdiri" kata Yuna kepada anak-anaknya dan isteri-isteri Excel, segera mereka semua berdiri dan menatap wajah Ratu alam semesta yang masih diselimuti cahaya, yang aneh selama kemarahan Excel, bayi-bayi itu terlihat tertidur dan tidak terganggu dengan kemarahan ayahnya.
Seketika alam semesta kembali normal lagi dan semua kehidupan dialam semesta aurora kembali seperti sediakala, fenomena yang baru saja terjadi seakan-akan seperti mimpi buruk bagi semua kehidupan, bahkan istana surgawi sudah mengalami hal yang sama.
"Hmm" kedua leluhur itu menghela nafas dan menyadari kebodohannya dan keserakahan mereka selama ini, kedua leluhur itu melihat wajah Ratu samudera yang ternyata selama ini berjuang demi kelangsungan hidup bangsa air tanpa mereka sadari.
Kumala dan Melinda langsung melayang dan menghadapi kedua leluhur bangsa air, mereka berdua telah mengeluarkan senjatanya dan melapisi tubuh mereka berdua dengan armor yang sebagai pelindung.
"Apa kalian berdua sudah siap" kata Kumala yang masih memberikan kesempatan kepada kedua orang didepannya.
"Kami siap, tolong." kata Zou Ci yang tidak lagi terlihat sifat sombong, amarah dan keserakahan yang tadi dia perlihatkan, Kumala berhadapan dengan Wang Yun dan Melinda melawan Zou Ci, mereka berempat menjaga jarak satu sama lain agar leluasa saat bertarung.
Semua orang segera menjauhi medan pertempuran mereka berempat dan Yuna membuat perisai pelindung bagi keluarganya, lalu Yuna menutup mata dan mencari keberadaan suaminya, tetapi Excel benar-benar menghilang.
"Hmmm... Apa yang baik bagi mereka, belum tentu baik bagi kita sendiri." kata Yuna setelah mendesah karena tidak menemukan suaminya dialam semesta ini lagi.
__ADS_1
"Maafkan aku" kata Qiaofeng dengan menundukan kepalanya, dia masih menangis dan masih merasa bersalah.
"Keegoisan itu perlu, sayang, jika tidak...ini yang terjadi, lihat apa mereka menghargai perjuangan kamu selama ini...!! Suami kita sering berkata 'adil dan merata' itu bentuk kasih sayangnya kepada semua mahkluk hidup di jagat raya ini, tidak perduli kita benar atau salah kita juga akan menerima ganjaran..."
"Suami kita tidak perduli dengan status apapun, baginya semua adalah sama. Bangsa air memang salah tetapi apa kesalahan mereka terletak pada mereka ? Tentu tidak, inilah akibat dari kita yang selalu memanjakan mereka. Hari ini adalah pelajaran yang sangat berarti bagi kita untuk masa depan.
Kita sebagai penguasa hanya mengawasi dan memperhatikan perkembangan alam ini, biarpun didepan kita terjadi pertumpahan darah." kata Yuna yang menjelaskan apa maksud dari kemarahan suaminya.
"Dibalik kemarahannya ada maksud yang tersembunyi... Kalian harus lebih banyak belajar dalam memahami balik kejadian semua ini." sekali lagi Yuna memberikan pelajaran dan pengertian untuk anak-anaknya dan semua isteri Excel.
Semua orang hanya mengangguk kepalanya dan tidak berani menyela atau berbicara kepada Ratu alam semesta aurora, putri-putri Excel juga ikut berpikir dan merenungkan perkataan ibunya.
"Ayah adalah orang yang baik." kata Jun Yu.
"Booommm" pertempuran akhirnya dimulai dengan Melinda menyerang Zou Ci yang sudah siap.
"Bang" Kumala juga menyerang Wang Yun dengan senjata sabernya yang berwarna biru, senjata Kumala adalah artefak tingkat legendaris dan tidak ingin menggunakan senjata tingkat ilahi pemberian suaminya, sedangkan Wang Yun menggunakan tombak sebagai senjata roh peringkat 9 Quasi tingkat legendaris.
"Sriiinngg...claaanng" senjata Melinda dan Zou Ci saling beradu dan terlihat jelas Zou Ci tersudut dengan melangkah mundur dan menangkis senjata Melinda.
Melinda dengan pedang gandanya seperti menari dengan anggun, kedua pedangnya selalu bergerak seirama, sedangkan Zou Ci terlihat semakin kuwalahan menangkis pedang ganda milik dewi Melinda, merasa terus-menerus terdesak Zou Ci segera melangkah mundur dengan cepat.
"Nona, kamu sangat hebat.... Tebasan gelombang tsunami" puji Zou Ci kepada Melinda setelah dia mundur dengan jarak yang aman, setelah memberikan pujian Zou Ci mengeluarkan teknik tempurnya.
Dari belakang Zou Ci terlihat gelombang tsunami setinggi 12 meter bergerak cepat melewati Zou Ci dan menyerang Dewi Melinda dengan cepat, suara gemuruh gelombang tsunami mengetarkan tubuh, Melinda yang melihatnya tidak tinggal diam.
"Huuff... Kemarahan halilintar surgawi" Teriakan teredam Dewi Melinda yang mengeluarkan tekniknya, dengan menari-nari berputar-putar dengan dua pedang di tangan Dewi Melinda menciptakan banyak halilintar yang mengelilinginya...
"Serang musuhku" teriak Dewi Melinda dan menggerakkan ribuan garis-garis halilintar menerjang gelombang tsunami.
Zreeeetttt
"Cedaaaaarrrr... Booommm"
Benturan dua teknik sangat memekikkan telinga semua orang, ribuan garis halilintar memecahkan gelombang tsunami milik Zou Ci, tubuh Dewi Melinda masih terus-menerus berputar-putar dan terlihat halilintar semakin banyak mengelilinginya.
"Perisai kura-kura hitam" teriakan Zou Ci dengan segera sebelum dinding halilintar mengenai tubuhnya.
"Ledakan musuhku"
Booommm
Setelah teriakan Dewi Melinda, dinding halilintar menghujani Zou Ci dengan ganas, perisai kura-kura hitam terus-menerus dihantam ribuan halilintar.
Booommm
Booommm
Craaakk
Booommm
"Aakkkhh" Zou Ci berteriak kesakitan setelah perisainya retak dan terpecah, halilintar milik Dewi Melinda mengenai tubuh Zou Ci...
"Booommm..." halilintar itu terus-menerus menghantam Zou Ci tanpa ampun, suara teriakan Zou Ci sudah tidak lagi terdengar karena halilintar menghujani dia tanpa henti, kepulan asap menutupi area dimana Zou Ci berada.
Wang Yun yang juga bertarung sengit dengan Dewi Kumala kaget dengan ledakan dua energi yang hebat dan fokusnya menjadi terganggu dengan melihat pertarungan Zou Ci.
"Bulan sabit membelah angkasa" Dewi Kumala mengeluarkan teknik pedang sabernya dengan segera, ketika Wang Yun sedikit lengah, energi spiritual segera menyelimuti pedang saber milik Dewi Kumala, dengan mengayunkan pedang saber menebas Wang Yun.
"Sialan. Tombak naga api penghancur bumi" umpat Wang Yun yang tahu kesalahannya dimanfaatkan musuhnya, Wang Yun dengan segera mengeluarkan teknik tombaknya dengan menghunuskan kearah serangan Dewi Kumala.
"Booommm" tebasan pertama dari Dewi Kumala berbenturan dengan teknik milik Wang Yun, setelah benturan hebat 2 energi kekuatan teknik kedua orang itu asap mengepul disekitarnya, tetapi tebasan berbentuk setengah lingkaran keluar dari asap dan dengan cepat menuju Wang Yun...
__ADS_1
"Sial...."
"Booommm... Booommm " umpat Wang Yun dengan menangkis tebasan teknik bulan sabit pembelah angkasa, ledakan benturan tombak Wang Yun dengan tebasan membuat tubuhnya gemetar, "Booomm" Wang Yun semakin kesulitan menangkis serangan tebasan yang berbentuk setengah lingkaran begitu banyak.
"Aaahh" tebasan lolos mengenai pinggang Wang Yun yang membuatnya berteriak kesakitan, melihat targetnya telah terluka di pinggangnya, Dewi Melinda segera menyerang lagi...
Zlaaapp
Craazzhh
"Aaaahh..." dewi Kumala yang menghilang dan muncul dibelakang Wang Yun lalu menebas punggungnya, gerakan cepat dan tepat membuat Wang Yun yang sudah terluka tidak sempat menghindarinya, Wang Yun yang terhempas kedepan memberikan peluang untuk Dewi Kumala...
Zlaaapp
"Booommm" Dewi Melinda menghilang dan tepat berada dibelakang Wang Yun dan memukul luka dipunggungnya.
"Aaaaahhh" teriakan kesakitan sekali lagi terdengar diseluruh lembah abbys, Wang Yun merasakan punggungnya semakin terluka hingga menghancurkan organ tubuhnya.
"Tapak Budha melahap angkasa" gumam Dewi Kumala dengan membuat segel dari kedua tangannya setelah menyimpan pedang sabernya.
Sebuah telapak tangan besar muncul diatas Wang Yun dengan cepat menghantamnya, sebelum Wang Yun bisa bereaksi setelah pukulan dari Dewi Kumala sebelumnya.
"Booommm"
Ledakan hebat sekali lagi terdengar dimana Wang Yun menjadi korbannya, setelah suara ledakan itu, suasananya menjadi hening, hanya terdengar suara angin, sebuah telapak tangan tercetak ditanah dimana Wang Yun sudah berlumuran darah, tidak ada yang tahu apakah Wang Yun masih hidup atau mati.
Demikian juga dengan Zou Ci sudah tidak terasa lagi aura kehidupannya...
"Ibu-ibu ku luar biasa"
"Horeeee... Ibu menang"
Putri-putri Excel berteriak kegirangan dimana ibu-ibunya telah menghancurkan musuh-musuhnya, suasana kembali menjadi ramai dengan suara anak perempuan yang bersorak-sorai gembira.
Penduduk bangsa air hanya diam melihat begitu mengerikan pertempuran 4 Dewa Absolute dilembah abbys, Qiaofeng hanya diam melihat 2 leluhur bangsa air meregang nyawa, dihatinya terasa sakit melihat orang yang dulunya dia percayai mengkhianatinya.
Qiaofeng ingin memberikan kesempatan lagi kepada bangsa air, termasuk dua leluhur bangsa air, tetapi situasi sudah diluar kendalinya.
"Jika kamu ingin disini... Aku dan suami kita tidak melarangmu, kamu punya hak untuk melakukan segala sesuatu. Hanya satu pengingat untukmu, Qiaofeng. Pilihan kamu akan selalu mempengaruhi masa depan kamu." kata Ratu alam semesta yang tahu perasaannya, masih tidak bisa menerima kekacauan bangsa air, Qiaofeng juga masih menyalahkan suaminya yang terlalu ikut campur disaat dia ingin menyelesaikan masalah ini.
"Bi Liqin, hidupmu milikmu, bukan milik siapapun. Apapun keputusan kamu, kami tidak akan mencegahnya." kata Ratu alam semesta juga berbicara kepada Bi Liqin.
"Ratu, tunggu sebentar aku akan berbicara kepada bangsa air dulu." kata Qiaofeng sebelum Ratu akan kembali kebenua dewa.
"Baik, aku akan tunggu sebentar." balas Ratu Yuna yang ingin memberikan waktu untuk Qiaofeng.
"Aku dan anakku akan selalu berada disisi suami kita" jawab Bi Liqin yang sudah memutuskan pilihannya, dan anaknya Jun Liqin tersenyum dengan keputusan ibunya.
"Rakyatku, mulai sekarang kalian bebas melakukan apapun yang kalian inginkan, aku sekarang bukan lagi Ratu samudera bangsa air mulai detik ini.
Aku sudah memiliki keluarga sendiri yang aku cintai. Semoga kalian bisa belajar lebih setia lagi dimasa depan. Selamat tinggal." Qiaofeng menguatkan diri saat berbicara dengan rakyatnya yang selalu dia perjuangkan selama ini, dia tidak ingin membuat kesalahan lagi didalam hidupnya.
"Yang Mulia, ijinkan hamba selalu mengikuti anda kemanapun Yang Mulia pergi." kata jendral Ji Long kepada Qiaofeng, Ji Long tidak ingin lagi bersembunyi dan ingin selalu disisi Ratunya dan bertempur.
"Baik, aku senang mendengarnya" balas Qiaofeng dengan tersenyum, dia bahagia masih ada bawahannya yang setia selama ini.
Kemudian pasukan Qiaofeng yang masih setia mulai berkumpul dan membuat barisan, jumlah mereka sekitar 20 ribu pasukan jumlah yang cukup banyak, ada sebagian ras ikan duyung dan beberapa ras air juga mengikuti Ratunya.
"Baiklah, kalau begitu kita pergi." kata Ratu Yuna setelah semua orang bersiap untuk kembali, dengan lambaian tangannya semua orang menghilang dan disaksikan penduduk bangsa air.
"Hah, kenapa aku masih tidak mempercayai Ratu samudera yang sebenarnya..."
"Wanita misterius itu siapa, kenapa dipanggil Ratu oleh Ratu samudera..."
__ADS_1
"Yang lebih mengerikan lagi adalah pria itu yang dengan mudah menaklukkan leluhur bangsa air kita, bahkan Ratu misterius itu tidak bisa melakukan apapun...."
Setelah Ratu alam semesta aurora menghilang, penduduk bangsa air saling berbicara dan sebagian ada yang menyesali, mereka tidak tahu siapa sosok pria muda yang kemarahannya sangat mengerikan dan kehadiran wanita misterius yang tiba-tiba muncul dilembah abbys.