
Chapter 119 Tubuh Abadi.
Setelah kembali kedunia jiwanya, Excel segera mencari tempat yang jauh dari semua orang dan membuat formasi penghalang suara dan pengelihatan.
Sesudah mempersiapkan segala sesuatunya, Excel menemui semua isterinya dan Putri-putrinya agar nanti mereka tidak mencarinya dan mengkuatirkan keadaannya.
"Isteriku semua dan juga Putri-putriku, aku akan berkultivasi secara tertutup, karena aku ingin segera mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Selama aku tinggal kalian juga harus rajin berkultivasi dan juga berlatih profesi dan teknik-teknik yang aku berikan.
Dan juga kalian rencanakan rencana kita selama kita dibenua Dewa, setelah aku selesai berkultivasi aku akan revisi rencana yang kalian buat"
Kata Excel yang membuat semua isterinya dan putrinya sedih melihat suaminya yang baru pertama kali pergi untuk waktu yang lama.
Segera mereka saling berpelukan melepaskan suaminya dan ayahnya, Excel yang tidak ingin melihat mereka meneteskan air mata segera berkata.
"Jangan menangis, aku hanya sebentar saja, apalagi aku hanya akan berada didunia jiwa ini, dan setelah aku selesai kita akan taklukan benua Dewa ini dan membuat sejarah baru untuk nama kalian. Oke"
"Suami, kami akan selalu menunggumu"
"Aku juga akan rajin berkultivas"
"Ayah, aku janji tidak akan mengecewakan ayah"
"Yayah, aku ingin hadiah setelah ayah pulang, oke"
"Aku juga ayah"
"Hahaha... Baik-baik aku akan berikan hadiah yang menarik buat kalian semua, asal kalian rajin juga"
Excel sangat bahagia melihat senyum semua orang, apalagi Putri-putrinya yang sangat mengemaskan.
Setelah berpamitan, Excel kembali menuju tempat yang telah dia persiapan dan duduk bersila, lalu Excel menenangkan pikiran dan hatinya.
"Yuke, aku siap menerima kesakitan ini"
[Baik Tuan. Diharap Tuan tidak pingsan atau tertidur, jika tidak Tuan akan mengulangi lagi dari awal]
"Baik, Yuke. Lakukan sekarang"
[Ding! Memasang tubuh kekosongan. Mereformasi struktur tubuh. Proses akan dimulai dalam hitungan mundur...10 9 8 7 6 5 4 3 2... dimulai.]
Wuuungg
Bhuuuzzzhh
Booommm
"Aaaakkkhhh..."
Setelah hitungan mundur selesai sebuah cahaya langsung keluar dari tubuhnya dan seperti ledakan energi Formasi penghalang terhantam, seketika Excel langsung merasakan tubuhnya seperti terbelah dan organ-organ hancur.
"Aaaakkhh..."
Dantian yang telah menampung energi kekuatan Kultivasinya secara berlahan terbelah dan menjadi dua, membuatnya semakin merasakan rasa sakit yang tidak bisa dia katakan.
"Aaaaahhh..."
Dantian-nya sekali lagi terbelah lagi, tiap terbelah akan membuatnya berteriak kesakitan, rasa sakit menjadi-jadi manakala organ-organ hancur dan kembali pulih secara berlahan.
Tidak bisa dibayangkan kehancuran seluruh tubuhnya dan prosesnya yang begitu lambat membuatnya hampir kehilangan kesadarannya.
"Sayang, bertahanlah"
Sosok wanita cantik tiba-tiba memeluknya, entah darimana dia datang disaat Excel berguling-guling ditanah menahan rasa sakitnya, dengan suara lembut dan menenangkan membuat Excel menguatkan diri dari rasa sakitnya.
"Yu...aaaakkkhhh..."
Sekali lagi dantian-nya terbelah lagi dan lagi tiap dantian yang terbelah itu akan terbelah lagi, menjadi seperti kelereng-kelereng memenuhi dantiannya.
"Sayang bertahanlah demi istrimu dan anak-anakmu..."
"Aaaakkkhhh...."
Biarpun sosok cantik dan suara merdu yang menenangkan tidak bisa membuat rasa sakitnya berkurang, bahkan kini seluruh tubuhnya mengeluarkan darah dari setiap pori-porinya.
"Rasa sakit ini hanya dihasilkan dari pikiranmu, tenangkan pikiran dan juga hatimu."
Ada suara pria yang keluar dari tubuh Excel yang memberikan sebuah kekuatan afirmasi, dengan mengigit lidahnya agar tidak pingsan dan bisa menahan rasa sakitnya, Excel berlahan-lahan duduk dan bersila.
"Rasa sakit adalah hasil manipulasi dari 7 emosimu agar kamu selalu gagal dalam segala hal, ketika kamu berhasil itu juga hasil manipulasi dari ketujuh emosimu, agar kamu terlena. Ada pepatah 'baik bagi orang lain belum tentu baik bagimu, apa yang kamu lihat belum tentu itu nyata, apa yang kamu rasa itu pahit belum tentu pahit,' demikian juga rasa sakitmu itu hanya manipulasi dari pikiranmu."
Bhuuuzzzhh
Booommm
Setelah pria itu berhenti berbicara tiba-tiba cahaya keluar lagi dari tubuh Excel dan kali ini cahayanya lebih terang, disaat cahaya itu memasuki tubuh Excel tubuhnya langsung meledak, darah dan daging yang hancur tersebar kemana-mana.
Anehnya darah, tulang dan daging membentuk tubuh baru dan kembali menjadi Excel lagi, sudah tidak ada jeritan kesakitan yang Keluar dari mulutnya, dia tampak lebih tenang walaupun tubuhnya sesaat yang lalu meledak.
Booommm
Sekali lagi tubuhnya meledak dan hancur lagi dan prosesnya seperti yang pertama kali terjadi, darah, tulang dan daging menyatu kembali.
Sosok wanita itu hanya diam dan melihat proses itu, dia juga mendengarkan suara pria yang telah membuat suaminya menjadi tenang dan tersenyum, seakan-akan menikmati proses peleburan tubuhnya dan juga jiwanya.
"Siapa pria itu...? Dan ini bukan proses penggabungan tubuh kekosongan, ini adalah penempaan tubuh dan jiwa, proses yang ratusan ribu kali lebih menyakitkan..!!"
Sosok itu sangat kebingungan apa yang terjadi didepan matanya, dia melihat suaminya yang tubuhnya meledak dan menyatu lagi.
Proses penggabungan tubuh kekosongan tidak seharusnya meledakan tubuh, tapi hanya menghancurkan organ-organ didalam tubuh untuk memperkuat organ vitalnya agar mampu menahan kekuatan energi saat memasuki tubuhnya dan menyerap energi semesta lebih banyak dan lebih cepat.
Dan apa yang dilihat wanita cantik itu adalah proses penempaan tubuh yang tingkatan lebih tinggi dan prosesnya lebih menyakitkan.
Biarpun begitu wanita cantik itu hanya diam dan menyaksikan tubuh suaminya yang berkali-kali meledak dan menyatu lagi dan tidak ada rasa takut dan kuatir dari raut wajahnya yang cantik.
"Aku dan kamu telah menjadi satu, jiwa dan tubuhmu adalah aku dan aku adalah kamu. Di alam semesta ini kamu hidup abadi dan tidak ada yang bisa membunuhmu, bahkan mengores kulitmu sekalipun.
Karena aku adalah Sang Pencipta alam jagat raya ini yang tidak memiliki batasan apapun, Aku adalah Yang Awal dan Aku juga adalah Yang Akhir."
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Booommm
Ledakan demi ledakan tubuh Excel hancur berkeping-keping disaat menyatu lagi Excel masih terlihat tenang dan senyum yang mampu meruntuhkan alam semesta.
Darahnya tidak berwarna merah, tidak juga berwarna biru dan tidak juga berwarna hitam lagi, melainkan darahnya menjadi cahaya dan seperti tetesan embun di pagi hari.
__ADS_1
Wanita cantik itu hanya diam dan terkejut dengan pesona ketampanan suaminya yang selama ini dia bimbing menjadi sosok pria yang sangat tampan.
Rambutnya kini semakin panjang melebihi tinggi tubuhnya, kulitnya semakin cerah dan putih seperti kulit bayi yang halus dan lembut.
"Ratuku juga akan terkejut dengan perubahan dirimu sayang, aku saja sampai tidak bisa menahan diri untuk memujamu"
Sosok itu adalah Yuke wakil dari Ratu alam semesta dan juga telah menjadi manusia murni, dia tidak mengharapkan perubahan fisiknya suaminya dan juga hal yang paling sulit dia terima adalah tingkat kekuatan yang sudah tidak bisa dia lihat lagi.
Yuke tidak mengetahui jika pria itu sedang berbicara pada Excel melalui batinnya, dia hanya melihat Excel yang tersenyum saja.
Booommm
Pyaaaarr
Formasi array yang dibuat Excel tidak mampu menahan kekuatan energi yang terus-menerus keluar dari tubuhnya hingga hancur berkeping-keping.
Yuke juga semakin menjauhinya karena dia juga semakin tertekan dengan energi yang berbeda dan bukan lagi energi semesta atau energi Qi yang selama ini dia ketahui.
"Kekuatannya sangat mengerikan, bahkan melebihi kekuatan Sang Ratu, energi apa itu...apakah energi kuno? Tidak, energi kuno tidak seperti ini, jangan-jangan energi primordial ? Hah, aku tidak tahu, energi primordial juga tidak seperti ini!!"
Yuke kebingungan yang merasakan energi yang keluar dari tubuh Excel, menurut pengetahuan yang dia terima energi ini lebih tinggi tingkatannya tapi dia tidak mengetahuinya.
"Aku harus memberitahukan Sang Ratu tentang kejadian ini, aku kuatir dia akan lepas kendali"
Wuuuuussshh
Tiba-tiba Yuke menghilang dan ingin segera memberitahukan kepada Ratunya peristiwa yang tidak dia ketahui, awalnya dia ingin memberikan tubuh kekosongan pada Excel, tapi nyatanya ada pihak lain yang ikut campur dalam prosesnya.
Excel tidak mengetahui proses meledaknya tubuhnya, yang dia tahu jiwanya merasa nyaman saat suara pria itu berbicara dengannya melalui batin.
Sudah lama dia duduk bermeditasi dan entah berapa kali tubuhnya meledak terus-menerus tanpa henti, waktu berjalan sangat cepat hingga tidak terasa dia sudah melewati 10 tahun dalam proses penempaan fisik dan jiwanya.
Untung saja dia berada didunia jiwanya waktu baginya tidak akan mempengaruhi fisik dan usia para penghuninya, semenjak kepergian Excel untuk berkultivasi secara tertutup semua orang rajin meningkatkan kekuatan dan saling berlatih.
Putri-putrinya tidak merasa bosan tinggal didunia jiwa karena ayahnya telah melengkapi semua kebutuhannya, termasuk taman bermain yang banyak macamnya yang tidak membuat mereka berhenti memainkan permainan itu.
Ibu-ibunya juga sering mengajak berkultivasi bersama dengan iming-iming akan dibuat camilan dan juga permen sebagai imbalannya.
"Ibu, kapan ayah pulang?"
"Aku tidak tahu, Putriku. Lebih baik kamu berkultivasi dengan rajin... Ayah juga sudah berjanji akan memberikan kita hadiah saat dia pulang nanti"
"Tapi aku merindukan ayah, ibu"
Jun Mei meneteskan air matanya saat mengingat ayahnya, Zhou Mei juga sebenarnya merindukan suaminya, tapi dia berusaha tidak menangis didepan Putri kesayangannya.
Excel ternyata telah memutuskan sementara segel keluarga besarnya saat dia berkultivasi, agar mereka tidak merasakan apa yang dia rasakan melalui segelnya.
"Ya Dewa, dunia jiwa kini telah berubah! Apa yang dilakukan suami kita? Energi ini bukan energi semesta lagi...!!"
"Saudari, energi dunia jiwa menjadi lebih istimewa, lihat aku mau menerobos...!"
Booommm
"Saudaraku, apa kamu juga merasakan energi ini, aku rasa aku akan menerobos...
Booommm
Semua orang didunia jiwa dengan perubahan didalam dunia jiwa, kini energinya semakin tebal dan juga bukan lagi energi semesta.
Mereka semua seketika menerobos dengan cepat dan mudah.
"Ibu, aku akan naik tingkat..."
Booommm
Booommm
Ledekan energi terobosan keluar dari tubuh setiap orang didunia jiwa, bahkan anak-anak yang sedang bermain langsung kaget dengan terobosan kekuatan Kultivasinya.
Bhuuuzzzhh
Hembusan angin energi keluar saat Excel membuka matanya, dia telah selesai mereformasi tubuhnya, terlihat otot-otot semakin kekar dan wajahnya semakin tampan rupawan.
Krek
Krek
Lalu dia melemaskan otot lehernya yang terasa kaku, namun disaat dia berdiri seluruh tubuhnya terasa sangat ringan, dan seluruh inderanya semakin tajam dan peka terhadap berubah apapun.
Telinganya kini mampu mendengar suara apapun dari kejauhan, bahkan suara serangga ditanah dia bisa dengar dengan jelas, pengelihatan juga semakin tajam dan mampu melihat jarak yang sangat jauh, lalu dia mengepalkan tangannya dan meninju kedepan dengan sangat ringan.
Booommm
Tinjunya yang biasa saja mampu meledakan apapun didepannya, Excel mengendus dengan hidungnya dan merasakan penciuman juga semakin tajam dan peka.
"Luar biasa tubuh abadi ini..."
Kemudian setelah Excel merasakan tubuh barunya dia menutup mata dan melihat kedalam tubuhnya, yang juga berubah total.
"Astaga... Kini aku memilik dantian yang begitu banyak... Hahaha, aku memiliki dunia yang begitu banyak dan semuanya pada tingkat atas dan hampir mencapai tingkat puncak..."
Excel gembira melihat di dantiannya memilik banyak dunia baru dan lagi memiliki banyak tanaman roh yang sangat langka.
Dengan 100 dunia didalam tubuhnya dia bisa menambah kekuatan 100 kali lipat dari sebelumnya, belum ditambah dengan tubuh khususnya.
"Dunia roh juga berubah total, kini hanya ada 1 gerbang yang bisa mengakses ke alam roh manapun...! Apa... Dunia jiwaku kini telah berubah juga?"
Excel kaget dengan energi yang lain didunia jiwanya yang juga berubah dan lebih kaya dari sebelumnya, terlihat tanaman obat, tanaman roh dan buah-buahan langka juga ikut berevolusi ketingkat yang lebih tinggi.
"Tuan, ka-kamu semakin tampan"
Mei Yin yang mengenali aura tuannya segera mencarinya, disaat telah menemukan tuannya dia sangat terkejut melihat tuannya menjadi lebih tampan dari sebelumnya.
"Hehehe... Mei Yin, bagaimana kabarmu?"
Wuuuuussshh
Tap
Tanpa menjawab Mei Yin si angsa langsung hingga di bahu tuannya, dan mengelus-eluskan kepalanya dipipi Excel, tampaknya Mei Yin semakin jatuh hati pada Tuan yang paling tampan ini.
"Tuan, kamu membuatku semakin menyayangimu..."
"Hahaha... Mei Yin, kamu masih binatang, nanti jika kamu sudah berubah wujud katakan lagi, oke"
"Kemanapun kamu berada aku akan ikut denganmu, Tuan. Aku rasa aku sudah tidak bisa jauh darimu lagi"
"Hahaha... Kamu bisa saja. Baiklah ayo kita kembali, pasti banyak orang akan kebingungan dengan perubahan dunia jiwaku"
"Tuan, ini energi apa? Sesaat yang lalu aku sudah menerobos hingga Dewa baja dan sebentar lagi aku akan berubah wujud"
"Hehehe... Bagus jika kamu bisa berubah, ini energi puncak primordial atau purba..."
__ADS_1
Sebenarnya Excel juga ragu apakah ini energi primordial atau tingkat diatasnya lagi, tapi dia sengaja bicara begitu agar Mei Yin tidak terus bertanya-tanya.
Wuuuuussshh
Tingkatan kultivasi ;
Tingkat Fana Tahap 1-9
- Kelahiran
- Transformasi Qi
- Jalan kesengsaraan
- Jalan Surgawi
- Kaisar
- Mortal
- Penguasa
- Nirwana
- Saint/Santo
Tingkat To God Tahap 1-9 :
- Tyrant
- Holy Tyrant
- Grand Dao
- Holy Dao
- Monarch
- Holy Monarch
- Heavenly Emperor
- Immortal Emperor
- Holy Emperor
- Supreme Being/Half God
Tingkat Prajurit Dewa tahap 1-9 :
- Dewa Sejati
- Dewa putih
- Dewa kuning
- Dewa Biru
- Dewa Ungu
- Dewa Merah
- Dewa Hitam
Tingkat Jendral Dewa 1-9 :
- Dewa Perunggu
- Dewa Perak
- Dewa Baja
- Dewa Emas
- Dewa Berlian
- Dewa Giok
Tingkat Raja Dewa 1-9 :
- Dewa Bumi
- Dewa Langit
- Dewa Samudera
- Dewa Naga
- Dewa Dunia
Tingkat Kaisar Dewa 1-9 :
- Dewa Semesta
- Dewa Abadi
- Dewa Nirwana
- Dewa Element
- Dewa Penguasa
- Dewa Alam
- Dewa Kuno
Tingkat Maha Dewa level 1 s/d 50 :
- Dewa Matahari
- Dewa Bintang
- Dewa Tertinggi
- Dewa Hukum
- Dewa Tahta
Tahapan keabadian level 1 s/d 100 :
- Sang Maha Dewa
- Sang Absolut
__ADS_1
- ......
- ......