Legenda Pasukan Wanita

Legenda Pasukan Wanita
Chapter 238 Bertarung dengan Mu Liang.


__ADS_3

Chapter 238 Bertarung dengan Mu Liang.


Keesokan harinya setelah acara gathering, kini acara meriah lainnya yang lebih menarik telah membuat alam keabadian gempar, sebab seorang murid baru menantang wakil penegak hukum yang terkenal kejam dan tegas.


Hampir seluruh alam keabadian mendengarkan berita ini dan berduyun-duyun datang menuju puncak istana surgawi yang merupakan tempat diadakan pertarungan sampai mati.


Karena penuhnya tempat arena pertandingan yang disebut arena para dewa-dewa, banyak orang hanya bisa melihat dari batu prasasti seperti yang dimiliki benua biru, arena para dewa-dewa hanya mampu menampilkan 500 ribu penonton, arena ini terdiri dari 2 lantai, lantai dua dibagi menjadi 4 bagian, tribun sisi barat hanya dihuni para pemimpin istana surgawi, tribun bagian timur ditempati oleh murid dalam dan murid luar, tribun bagian selatan ditempati oleh murid inti dan para kecantikan dan para master akademi, tribun bagian Utara dihuni para tamu penting dan undangan.


Untuk lantai 1 ditempati para penonton yang juga dibagi menjadi 4 bagian, jika ingin menjadi penonton mereka harus membeli tiket atau memiliki kartu anggota arena para dewa-dewa, kartu anggota terdiri dari 3 jenis, Gold, silver dan perunggu.


Arena para dewa-dewa penuh sesak hanya ingin melihat 1 pertandingan antara Excel sebagai murid baru dan wakil penegak hukum, Mu Liang.


Semua orang penting dan terkenal sudah hadir hanya tinggal 3 leluhur suci yang desas desusnya juga akan melihat pertandingan ini, 20 goddess, 100 peri kecil, murid inti para pemimpin termasuk Yu Guan, Sun Hongli pemimpin dari divisi penegak hukum, Zhuting dan lain-lainnya juga sudah datang.


Pertarungan antara murid baru dengan wakil penegak hukum belum pernah terjadi di alam keabadian, jika pertarungan antara murid dan guru sudah menjadi hal umum, karena itu banyak orang sangat antusias melihat pertarungan sampai mati hari ini.


Tidak sedikit orang saling bertaruh dengan jumlah yang sangat besar, bahkan bursa judi di alam keabadian juga ada dan sudah membuka bursa taruhan sejak hari kemarin, banyak orang yang mencari informasi prihal kemampuan Excel dan informasi itu juga baru muncul di sore harinya.


Identitas Excel sudah menyebar dengan cepat sehingga suara nyamuk saja tidak didengar, hanya suara orang yang selalu terkejut dan terkejut dengan pencapaian Excel diusia 17 tahun.


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Wuuuuussshh


Tidak berselang lama akhirnya ketiga leluhur suci muncul di tengah arena para dewa-dewa, serempak semua orang berdiri dan membungkuk memberi hormat kepada ketiga sosok legenda ini.


"Panjang umur, leluhur suci."


Ketiga leluhur suci itu merasa bangga dan hanya mengangguk-kan kepalanya, lalu mereka bertiga menghilang dan muncul dengan posisi duduk ditempatnya masing-masing.


Tidak berselang lama Gou Jian berjalan dan menuju ditengah arena, dia akan menjadi pembawa acara pertarungan sampai mati ini, dia berjalan dengan gagah dan terlihat sangat senang menjadi satu-satunya orang yang akan menjadi penonton dengan jarak dekat.


"Salam, leluhur suci. Salam untuk para pemimpin dan juga selamat datang untuk semua penonton pertarungan sampai mati ini.


Perkenalkan saya adalah Gou Jian sebagai wasit di dalam acara ini. Pertarungan ini tidak ada aturannya, seperti namanya bertarung hingga salah satunya mati.


Baiklah pertarungan ini segera kita mulai, saya panggil wakil penegak hukum, Mu Liang....!"


Segera Mu Liang keluar dari lorong bagian barat dimana ada ruang khusus untuk para peserta pertandingan, Mu Liang berjalan sedikit terburu-buru dan penuh niat membunuh, dengan pedang terselip di pinggang kirinya, dia menggunakan pakaian berwarna putih-putih dengan rambut sebahu yang diikat.


Wajahnya sangat serius dan terlihat menahan amarahnya, dalam dua hari ini dia selalu tertekan dengan keadaan anaknya Mu Sha yang kedinginan dan masih menjadi patung es, berbagai cara sudah dia lakukan untuk mencairkan es itu, tetapi selalu gagal dan gagal terus, bahkan semua kenalannya yang memiliki elemen api juga sudah diundang untuk menyelesaikan derita anaknya ini, tetap saja semua kenalannya tidak bisa mencairkan es itu dan mengurangi derita anaknya Mu Sha.


"Semua hadirin dan penonton, kita semua sudah pasti mengenal sosok wakil penegak hukum istana surgawi ini, dia dari keluarga Mu, usianya 12 juta tahun sudah banyak prestasi yang telah ditorehkan, terakhir dia melawan bandit tengkorak hitam di wilayah hutan belantara bagian barat, Mu Liang berhasil membunuh wakil dari tengkorak hitam itu, berkat kontribusinya Mu Liang telah menyelamatkan banyak penduduk desa yang berada dekat dengan hutan belantara sisi barat, diusianya kini dia telah berada ditingkat dewa absolute level 75 suatu prestasi yang patuh diberi apresiasi, dia adalah, Mu Liang."


Plak plak


Suara tepukan tangan bergemuruh di arena para dewa-dewa setelah Gou Jian memperkenalkan profil Mu Liang kepada semua orang, banyak penonton dan pendukung Mu Liang meneriaki namanya, Mu Liang yang banyak menerima pujian hanya diam saja dan terlihat tidak sabar ingin segera bertarung dengan bocah nakal itu.


"Selanjutnya adalah penantangnya, dia berusia 17 tahun, diusia saat ini dia sudah berada pada tingkat dewa absolute level 75, selain jenius dia juga memiliki bakat sebagai ahli alchemist tingkat dewa, ahli smelting tingkat dewa, formasi array tingkat absolute, beast taming tingkat mahadewa dan juga bakat dibidang lainnya yang juga setingkat mahadewa...!!" Gou Jian berhenti sejenak sebelum melanjutkan dia memperkenalkan profil penantangnya ini.


Seketika seluruh penonton maupun para tamu penting dan undangan langsung shock dan hampir terjungkal karena masih ada yang belum mengetahui informasi si penantang ini, seluruh penonton didalam maupun diluar seakan-akan perkataan dari Gou Jian terlalu berlebihan.


"Monster nyata..."


"Mustahil, bagaimana caranya dia belajar, jangan-jangan dia adalah mahkluk purba yang berpura-pura menjadi muda..."

__ADS_1


(Author : benar dia mahkluk purba)


"Hah... Apa benar informasi ini?"


Semua orang tidak mempercayai ucapan Gou Jian hal seperti ini sudah diduga oleh Yu Guan dan juga Zhuting, lalu Gou Jian mengeluarkan tablet sebagai bukti jika penantang itu telah memverifikasi identitas aslinya.


"Aku tahu kalian tidak percaya, ketua umum dan saya Gou Jian sebagai saksi hidup dan tablet ini tidak mungkin memalsukan semua identitasnya, tablet ini secara pribadi diciptakan oleh ketiga leluhur suci dan beliau hanya membuat tidak lebih 1.000 unit." kata Gou Jian dengan menunjukan bukti tablet yang dipegangnya, semua orang melihat kearah leluhur suci dan mereka bertiga hanya mengangguk kepalanya sebagai kebenarannya.


"Murid ini telah di rekrut oleh Cai Wenji sebagai salah satu dari 20 goddess, berkat mata jelinya dan instingnya Cai Wenji berhasil menjadikan anak muda ini menjadi bagian keluarga besar istana surgawi.


Seandainya jika Cai Wenji tidak bertemu dengan anak muda ini, apa yang akan terjadi jika dia bergabung dengan bandit tengkorak hitam yang menjadi momok kita bersama...! Sudah tentu akan membuat kita pusing dan juga membahayakan istana surgawi.


Karena itu berkat kontribusi terhadap istana surgawi dia telah mendapatkan beberapa fasilitas dan juga hadiah.


Beri tepuk tangan untuk, Cai Wenji...!" setelah Gou Jian menyimpan tablet itu kembali dia berbicara prihal kontribusi Cai Wenji.


Segera tepuk tangan kembali bergemuruh dan banyak pria bersiul memuji Cai Wenji, Cai Wenji hanya menundukkan kepalanya karena malu, dia tidak menyangkah jika namanya ikut disebut oleh Gou Jian.


"Nama anak muda berusia 17 tahun ini adalah Excel Felix yang memiliki sebutan si bocah nakal."


"Uhuk... Uhuk... Hah, siapa juga yang menyebutkan namaku dengan sembarangan..." Excel terbatuk-batuk saat dia sedang tertidur dan kesal, dia lupa jika hari ini adalah hari pertarungan hidup sampai mati di arena para dewa-dewa, setelah acara gathering dia diusir oleh master Zhu Rong tanpa bisa mengoda gadis-gadis disana.


"Junior Excel, segera menuju arena pertandingan...!" kata Gou Jian yang memanggil nama Excel, tetapi Excel tidak segera muncul....


"Junior Excel, segera menuju arena para dewa-dewa....!" sekali lagi Gou Jian memanggil Excel tetapi tidak juga muncul, seketika semua orang membuka mata dewanya dan mencari keberadaan si Excel ini....


"Astaga..."


"Bocah ini...."


"Hahaha..." Sun Hongli tidak bisa lagi menahan tawnya saat melihat keadaan Excel yang tertidur pulas.


20 goddess, 100 peri kecil, master Zhu Rong dan kelima mantan goddess hanya bisa menggelengkan kepalanya, mereka tidak menyangkah jika bocah nakal ini juga malas, Cai Wenji hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya.


Segera Zhuting terbang dan menuju Deity palace untuk menjemput Excel yang masih tertidur, "Braakk" tanpa basa-basi Zhuting menendang pintu kamar Excel yang berada dilantai 6 dan langsung menyeret Excel yang masih bertelanjang dada dan hanya menggunakan selimut.


"Aduuuhhh..." Excel kesakitan saat dirinya diseret dan kepalanya membentur lantai kamarnya.


Wuuuuussshh


Zhuting langsung kembali di arena dewa-dewa dan melemparkan Excel kebawah tepat di tengah arena, "Booommm"


"Aduuuh... Sialan, siapa yang mengganggu mimpi indahku...hah" Excel sekali lagi kesakitan saat dirinya dibanting oleh Zhuting yang juga sudah kesal melihat perilaku Excel ini, Excel kaget melihat dirinya sedang di lihat banyak orang di arena.


"Hallo... Maaf aku lupa... Hehehe" kata Excel dengan rasa malu dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, semua pemimpin hanya mengeleng-gelengkan kepalanya dan menepuk keningnya.


"Bocah nakal ini...3 hari ini kita dibuat pusing bagaimana jika 1 bulan, bisa-bisa bulan dia makan...!" kata Yu Guan yang merasa malu memiliki junior yang selalu membuat banyak masalah.


Bulan dia makan maksudnya adalah, tidak perduli dimana dia berada selalu membuat masalah.


"Hahaha... Bocah ini semakin membuatku menyukainya... Hahaha" kata Sun Hongli sejak semalam dia selalu tertawa melihat tingkah laku bocah nakal ini.


"Tolong, jangan mengintip.... Oke, berubah...." kata Excel kepada semua orang saat dia mau berganti pakaian, dia berputar-putar dengan kecepatan tinggi, bahkan ketiga leluhur suci tidak mampu melihatnya.


"Hah... Ada-ada saja acaranya bocah ini." kata Yuan Shao dengan tersenyum.


"Mungkin istana surgawi akan menjadi meriah dengan kehadirannya." Lu Bai juga ikut berkomentar, dia mulai menyukai kejenakaan bocah nakal ini.

__ADS_1


"Hahaha... Kita akan mendapatkan berkah tetapi kita juga harus menahan malu" Yang Wei yang memiliki karakter dingin, kejam dan tegas menjadi ikut ketawa melihat kekonyolan bocah ini.


Wuuuuussshh


"Hahaha.... Sudah selesai. Oke, sekarang aku lapar... Hehehe" kata Excel yang telah selesai berputar-putar dengan maksud mengganti pakaiannya, dan perkataannya sekali lagi membuat para pemimpin menjadi malu, semua penonton mengedutkan sudut bibirnya melihat kekonyolan bocah nakal ini, mana ada setingkat dewa absolute level 75 bisa lapar? Tidak makan berjuta-juta tahun saja tidak akan kelaparan.


20 goddess, 100 peri kecil, master Zhu Rong dan kelima mantan goddess hanya menutup wajah dengan kedua telapak tangannya karena malu melihat Excel.


"Ini dia adalah Excel Felix yang dikenal dengan sebutan bocah nakal. Apa kalian berdua siap bertarung?" kata Gou Jian yang juga malu dan segera memperkenalkan Excel kepada semua penonton, tatapan para wanita sudah tidak berkedip saat Excel baru tiba, darah segar segera mengalir di lubang hidungnya.


"Hai, namaku...."


"Sudah tahu..." suara paduan suara dari para wanita segera terdengar di tribun bagian selatan dimana para kecantikan berada.


"Uhuk... Uhuk" Excel langsung terbatuk-batuk saat dirinya belum sempat memperkenalkan diri sudah dipotong oleh paduan suara itu.


"Hah... Kalian, aku hanya ingin memperkenalkan diri..."


"Tidak perlu." sekali lagi Excel dihentikan oleh paduan suara itu.


"Baiklah, baiklah. Cantik-cantik tapi galak."


"Minta pemukulan."


Seketika Excel terdiam dan cemberut saat dirinya merasa ngilu diantara kedua kakinya, semua wanita di tribun penonton menahan tawa dengan melihat aksi dia.


"Bocah ayo kita mulai, kamu sudah terlalu lama membuang waktu disini. Kamu juga belum memberi hormat kepada leluhur suci...!" bentak Mu Liang kepada Excel dan menunjuk kearah tempat duduk leluhur suci, dia sudah tidak sabar ingin menyelesaikan pertarungan ini agar Excel segera menghilangkan penderita anaknya yang masih membeku.


"Hallo, Kakek. Lama tidak berjumpa" kata Excel menyapa dengan sedikit membungkuk dan menangkup-kan kedua tangannya kearah leluhur suci.


Ketiga leluhur suci mengedutkan sudut bibirnya yang dibilang Kakek oleh bocah nakal ini, baru kali ini mereka dibilang Kakek oleh seorang anak muda, dan lagi kapan mereka bertemu, tetapi perasaan ketiga leluhur suci juga merasakan pernah bertemu, disaat berusaha mengingatnya masih belum bisa mengenalinya sosok bocah nakal ini.


"Segera mulai." perintah Yang Wei kepada mereka berdua karena tidak ingin bocah nakal ini terus menerus membuat mereka malu dihadapan penonton.


"Apa kalian sudah siap? Ingat tidak ada aturan disaat petarungan sampai mati, kecuali jika salah satu kalian masih berbelas kasih tidak membunuh lawan yang sudah menyerah, apa kalian paham?"


"Hmmm"


"Siap, ketua."


Mu Liang hanya mengangguk kepalanya dan Excel menjawab lalu tersenyum kepada Gou Jian, "Pertarungan sampai mati... Dimulai...!"


Segera Gou Jian mundur dari arena tanding, disaat dia sudah memerintahkan mereka berdua untuk memulainya, segera gemuruh sorak-sorai penonton yang tidak sabar melihat aksi bocah nakal dan aksi Mu Liang.


"Aku tidak akan membunuhmu asal kamu bisa melepaskan penderita anak ku dan kamu pergi dari istana surgawi, ini sesuai perjanjian kita, kamu harus ingat itu." kata Mu Liang yang mengingatkan Excel agar tidak mengingkari janjinya.


"Hehehe... Aku ingat. Dimana anakmu, biar aku hapus deritanya..." Excel terkekeh mengetahui kekuatiran Mu Liang dan meminta menghadirkan anaknya.


"Bawa kemari keenam orang yang membeku itu..." kata Mu Liang kepada salah satu anggota penegak hukum, tidak butuh waktu lama Mu Sha ditandu oleh dua orang beserta kelima orang yang masih membeku.


"Klik.... Pyaaaarr" dengan jentikan jarinya Excel menghancurkan es yang membungkus keenam orang itu dengan mudah, bahkan para pemimpin yang pernah mencoba mencairkan es itu kaget melihat aksi Excel dengan sekali jentikan jarinya patung es segera hancur berkeping-keping tanpa melukai sedikitpun keenam orang itu.


"Wow...."


Seruan segera terdengar saat Excel melakukan hal yang mudah tetapi sulit bagi orang lain, semua wanita semakin terpesona dengan aksi Excel kali ini.


"Selesai."

__ADS_1


__ADS_2